• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLIMER. Eli Rohaeti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "POLIMER. Eli Rohaeti"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

POLIMER

(2)

PENDAHULUAN

• Plastik, serat, bahan pelapis, perekat, cat, karet, elastomer, protein, selulosa, dll

bagian dari dunia kimia polimer.

• Serat-serat tekstil poliester dan nilon untuk pakaian.

• Serat poliamida berkekuatan tinggi

sebagai bahan rompi tahan peluru yang cukup ringan.

• Plastik polietilena untuk bahan pembungkus.

(3)

• Di bidang otomotif, poliuretan dapat dijumpai

sebagai komponen kendaraan yang meliputi

bagian eksterior dan interior misalnya bumper, panel-panel body, dan tempat duduk

• Di bidang kedokteran, poliuretan digunakan

sebagai bahan untuk membuat jantung buatan,

pelindung muka, kantung darah, dan bahan tabung

• Bangunan dan konstruksi, untuk furniture,

insulasi tank dan pipa, pabrik pelapis, alat-alat olahraga, serta sebagai bahan pembungkus

(4)

• Polimer merupakan molekul besar yang terbentuk dari unit-unit berulang

sederhana (monomer).

• Sifat polimer berkaitan langsung dengan

struktur molekul polimer.

• Struktur molekul merupakan kunci untuk memahami ilmu dan teknologi polimer.

• Struktur molekul polimer dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu struktur linier, bercabang, dan struktur ikatan silang atau jaringan.

(5)

Kemajuan penting dalam kimia

polimer

• Polimer yang memiliki kestabilan termal sangat tinggi terutama dipakai dalam

aplikasi aerospace berkinerja tinggi.

• Plastik-plastik teknik yang dirancang untuk menggantikan logam.

• Polimer yang ramah lingkungan (dapat dibiodegradasi) telah berhasil disintesis

dengan menggunakan komonomer berupa lignoselulosa.

(6)

NHCO CH O R R CH OCH NHR CO NHCO O O C O NHCO R NHCO O OCH3 3 2 2 3 m y n ' ' ' '

(7)

NHCO CH O RNHCO O CH CO NHR O CH CONH O O O O NHCO O 2 2 m y ' ' R' 2 R' n

(8)

RUANG LINGKUP POLIMER

molekul yang terbentuk dari monomer-monomer saling berikatan secara kovalen berupa rantai yang panjang dan memiliki massa molekul sangat besar.

molekul besar yang terbentuk dari unit-unit berulang sederhana.

Kata polimer diturunkan dari bahasa Yunani “Poly” yang berarti banyak dan “mer” yang berarti bagian.

(9)

1. Polimerisasi adisi,

monomernya mempunyai ikatan rangkap (ikatan tak jenuh)

tidak disertai adanya molekul yang hilang.

Contohnya : pembentukan polietena/polietilena

CH2 = CH2

Reaksi Polimerisasi

C H H C H H C H H C H H polietena etena

(10)

2. Polimerisasi kondensasi, yaitu

monomer-monomer mempunyai gugus fungsional

disertai dengan melepaskan molekul-molekul sederhana seperti H2O atau NH3.

(11)

CH R N H H OH C O CH R N H C O CH R N H C O CH R N H C O CH R N H C O CH R N H H OH C O +

asam amino asam amino

(12)

CH CH CH CH CH CH CH CF CF CH CH C CH CO CH CH CH O O CH CH H OH CH CH CF CH CH CF CH CH O O C CH CH CO CH CH CH CH CH O CH CH CO H2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 O CH H 2 C O CH2 H 2 O H 2 O Etilena Tetrafluoroetilena Stirena Metilmetakrilat 1,3-Butadiena Etilena oksida Etilena glikol Asam-4-hidroksi-metilbenzoat (1.1) (1.2) (1.3) (1.4) (1.5) (1.6) (1.7) (1.8)

(13)

 Unit ulang  Gugus ujung

 Derajat polimerisasi (DP) : jumlah total unit-unit struktur, termasuk gugus ujung. DP berhubungan dengan panjang rantai dan massa molekul.

 Massa molekul = DP x massa molekul unit struktur = 500 x 86 = 43.000 CH CH CO CH O CH CH O CO CH 2 n n-2 3 2 3 Vinil Asetat

(14)

• Homopolimer • Kopolimer : Alternasi Acak Blok Cangkok • – A – A – A – A – A – A – A – Homopolimer

(15)

– A – B – A – B – A – B – A – B – Kopolimer alternasi – A – B – A – B – A – B – B – A – B – A Kopolimer acak – A – A – A – A – B – B – B – B – Kopolimer blok

(16)

Kopolimer Cangkok

A A A A A A A A

B

(17)

KLASIFIKASI POLIMER

Berdasarkan asalnya:

1. Polimer alam

Contohnya :

Protein dengan monomer asam amino. Contoh albumin, globulin, dan keratin.

Selulosa dengan monomer glukosa. Contoh kertas, kayu, dan serat. Kanji/pati dengan monomer glukosa. Contoh kentang dan terigu Karet dengan monomer isoprena.

Glikogen dengan monomer glukosa

2. Polimer sintetis

Contohnya :

PVC dari monomer vinil klorida Polietena dari monomer etena

Poliester dari monomer etena diol dan asam benzena 1,2-dikarboksilat

Nilon dari monomer asam adipat dan 1,6-diaminoheksana Bakelit dari monomer fenol dan formaldehida

Teflon dari monomer tetrafluoro etena

(18)

Berdasarkan strukturnya, polimer dapat

diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu:

a. Struktur linier

Polimer linier tidak memiliki cabang selain gugus-gugus utama yang digolongkan sebagai monomer (contohnya gugus fenil dalam polistirena).

b. Struktur bercabang

Kopolimer-kopolimer cangkok merupakan contoh dari polimer-polimer dengan struktur bercabang.

(19)

Berdasarkan sifat terhadap panas

1. Polimer termoplastik, yaitu polimer yang jika dipanaskan menjadi lunak, tetapi setelah dingin mengeras kembali dan dapat dibentuk berulang-ulang. Contohnya

polietilena, polipropilena, polistirena, dan PVC

2. Polimer termosetting, yaitu polimer yang tetap keras walaupun dipanaskan dan tidak dapat dibentuk

berulang-ulang. Polimer termoset apabila dipanaskan hingga titik lunak tidak akan kembali ke keadaan

semula, pemanasan menyebabkan polimer ini melakukan reaksi curing. Pemanasan lebih lanjut terhadap polimer termoset akan mengakibatkan

degradasi, dan tidak dapat melunak maupun mengalir. Contohnya bakelit, melamin, dan poliuretan.

(20)

Berdasarkan komposisi

a. Berdasarkan komposisi monomernya, polimer terbagi atas homopolimer dan kopolimer.

b. Berdasarkan komposisi kimianya, polimer terbagi atas polimer organik (contoh: PE, PP, PVC), semiorganik

(terdiri atas atom C dan heteroatom), dan anorganik (contohnya polisilana).

(21)

Berdasarkan geometri

a. Bentuk cis-trans

b. Bentuk H-T (Head to Tail dan Head to Head)

c. Taktisitas (isotaktik, sindiotaktik, dan ataktik)

(22)

Berdasarkan kristalinitas

a. polimer kristalin

b. polimer semikristalin c. polimer amorf

(23)

Berdasarkan kegunaannya, polimer dapat diklasifikasikan menjadi: a. plastik b. perekat c. serat d. pelapis e. elastomer

(24)

1.

Plastik

Plastik merupakan polimer yang memiliki

struktur rigid, tegangan tarik, dan nilai modulus

dalam orde 109 dyne/cm2 atau lebih.

Beberapa persyaratan :

 Untuk polimer berantai linier atau bercabang maka polimer harus berada di bawah temperatur transisi gelas (polimer amorf) atau di bawah titik leleh

(polimer kristalin) pada temperatur penggunaannya.  Untuk ebonit atau karet keras harus dilakukan

pengikatsilangan seperlunya dalam upaya melawan respon tegangan ikatan menyudut dan memanjang.

(25)

2. Karet

• Karet didefinisikan sebagai bahan yang dapat ditarik minimal menjadi dua kali panjang awalnya dan akan kembali ke dimensi awal dengan cepat sesudah dilepaskan gaya.

• Secara molekuler, karet merupakan polimer yang memiliki

elastisitas untuk melepas gulungan rantai molekul dan menggulung rantai molekul panjang. Molekul polimer dapat melepas gulungan dan menggulung rantai molekul secara bebas, hal ini dapat

dilakukan

apabila polimer berada di atas temperatur transisi gelas pada

temperatur penggunaannya

polimer harus amorf pada keadaan tidak ditarik, karena

kristalinitas akan menghalangi gerakan molekuler yang diperlukan supaya elastis seperti karet

polimer harus diikat silang untuk mengurangi kemobilan

(26)

3. Serat Sintetik

• Serat sintetik didefinisikan sebagai suatu bahan yang mempunyai rasio panjang terhadap

diameter mendekati 100.

• Serat sintetik dipintal dalam bentuk filament

panjang dan dapat dipotong menjadi serat yang lebih pendek, kemudian dipintal menjadi

benang.

• Sifat-sifat polimer yang penting agar polimer

dapat digunakan untuk pembuatan serat adalah titik leleh yang tinggi, struktur simetris dan linier, serta massa molar relatif tinggi.

(27)

4. Pelapis

• Hampir semua pelapis permukaan termasuk film polimer.

• Terdapat lima jenis pelapisan permukaan secara tradisional, yaitu lacquers, cat

minyak, minyak pernis, enamel, dan cat lateks.

(28)

5. Perekat

• Perekat didefinisikan sebagai bahan yang

permukaannya mampu melekatkan permukaan lain dengan sejumlah keuntungan yang signifikan sebagai alat pengikat untuk menahan bahan yang melekat

bersama.

• Polimer emulsi jenis poli(vinil asetat co akrilat) atau

poli(vinil asetat co veova) sebagai perekat tanah dengan cara membentuk lapisan tipis untuk mencegah erosi

• Terdapat lima jenis perekat, yaitu: perekat dengan dasar pelarut, perekat lateks, perekat peka tekanan, perekat lelehan panas, serta perekat reaktif.

(29)

MACAM-MACAM

POLIMER

(30)

Nilon

• jala, perasut, jas hujan, tenda, dan tali

CH C O H O H 2 4 C OH H N CH2 6 N H + CH2 O C 4 O C N H CH2 6 N H

Asam adipat 1,6-diaminoheksana

(31)

Orlon (akrilan)

• Terbentuk dari monomer siano etena • Digunakan untuk bahan serat tekstil.

(32)

Bakelit

• Plastik insulasi peralatan listrik

OH OH CH2OH OH CH2OH H C H + + O

(33)

Melamin

• alat-alat rumah

tangga seperti piring, sendok, asbak, dan mangkuk H C H O H C N C N C N H2N NH2 formaldehida melamin

(34)

Teflon

• bahan pelapis panci tahan panas dan tangki di pabrik kimia

C F F C F F C F F C F F

(35)

PVC

• untuk pipa pralon, ember, kursi, dan botol

C H H C Cl H C H H C Cl H

(36)

Polistirena

CH-CH2 CH2-CH

membuat styrofoam, gelas minuman ringan, dan kemasan makanan.

(37)

Polietilena

Linier low density polyethylene (LLDPE)

polietilena kerapatan rendah dengan rantai lurus. Banyak digunakan untuk pembuatan film.

Low density polyethylene (LDPE)

polietilena kerapatan rendah dan banyak digunakan untuk plastik yang lunak seperti tas plastik dan plastik pembungkus kabel.

High density polyethylene (HDPE)

polietilena kerapatan tinggi yang nyaman, kaku, dan tahan panas. Banyak digunakan untuk tutup botol, boneka, teko air, dan kaleng susu.

(38)

Urea formaldehida

C O

N HN HC2

(39)

Dakron

• Bahan sandang C C O CH2 O n CH2 O O

(40)

JENIS IKATAN DALAM POLIMER

• ikatan kovalen • ikatan hidrogen • interaksi dipol

• ikatan van der Waals • ikatan ion

(41)

Istilah-istilah umum viskometri

Nama umum Rumusan Lambang

Viskositas relatif η / ηo ηr

Viskositas spesifik η / ηo - 1 ηsp

Viskositas tereduksi ηsp / C ηred

(42)

Penentuan viskositas intrinsik

red

(43)

Referensi

Dokumen terkait