• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Algoritma K-Means Clustering Pada Produksi Perkebunan Kelapa Sawit Menurut Provinsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penerapan Algoritma K-Means Clustering Pada Produksi Perkebunan Kelapa Sawit Menurut Provinsi"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1 Luas Areal dan Produksi Kelapa Sawit Menurut Provinsi Tahun 2016  Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan, 2017
Gambar 2 Metode Penelitian
Tabel I Dataset Produksi Perkebunan Kelapa Sawit (Ribu Ton)
Tabel II Euclidean Distance dan Matriks Kelompok Data Iterasi 1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan dari hasil penelitian ini kesimpulan yang diperoleh adalah pengelompokan daerah penderita filariasis dengan algoritma k-means pada cluster tinggi yaitu clustering

Metode clustering menggunakan algoritma k- means dalam pengelompokan data pada calon mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.. Metode k-means cluster

Penerapan metode K-Means Clustering untuk mengelompokkan provinsi menurut jumlah produksi bahan pangan dimulai dari analisa data yang terdiri dari produksi jagung,

Penerapan metode K-Means Clustering untuk mengelompokkan provinsi menurut jumlah produksi bahan pangan dimulai dari analisa data yang terdiri dari produksi jagung,

Dari pengujian yang dilakukan menggunakan metode clustering dengan algoritma K-Means ini, dapat diketahui kelompok usia, jenis kendaraan dan jenis pelanggaran mana

127 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian clustering dengan K-Means yang telah dilakukan, data provinsi-provinsi di Indonesia dibagi menjadi 2 Cluster yaitu provinsi dengan jumlah

Penelitian ini menggunakan metode clustering data obat-obatan yaitu algoritma K-Means yang merupakan metode data clustering non hirarki untuk mempartisi data ke dalam cluster hingga

Berdasarkan hasil pengujian tools rapidminer diperoleh hasil yang sama dengan analisis perhitungan K-means dan diperoleh 22 provinsi sebagai klaster tinggi dimana provinsi tersebut