Jakarta, 26 Maret 2015
Indo Premier
Investment Management
Weekly Update
Ekonomi Global : Diperkirakan masih akan melambat tapi tetap berekspansi
Purchasing Managers Index (PMI)
| Page 1
Gross Domestic Product (GDP) Global
• PMI China & EU masih menurun tapi > 50, sementara PMI US >>50
• Jadi ke depan ekonomi China & EU akan melambat tapi masih berekspansi. Di sisi lain, ekonomi US masih akan bertumbuh pesat.
• Akibatnya diperkirakan ekonomi Global masih akan melambat tapi tetap berekspansi 30 35 40 45 50 55 60 J an -09 Ma y -0 9 S ep -09 J an -10 Ma y -1 0 S ep -10 J an -11 Ma y -1 1 S ep -11 J an -12 Ma y -1 2 S ep -12 J an -13 Ma y -1 3 S ep -13 J an -14 Ma y -1 4 S ep -14 J an -15 US PMI EU PMI
China PMI Threshold
-6 -4 -2 0 2 4 6 8 10 12 14 Mar -09 Jun -09 Se p -09 De c-09 Mar -10 Jun -10 Se p -10 De c-10 Mar -11 Jun -11 Se p -11 De c-11 M ar -12 Jun -12 Se p -12 De c-12 Mar -13 Jun -13 Se p -13 De c-13 Mar -14 Jun -14 Se p -14 De c-14 GDP Gr o wt h YoY (% ) US China EU World Source : Bloomberg
• Sejak awal tahun 2015 Dollar index telah naik sebesar 11%. • Secara historis, Dollar Index berkorelasi positif dengan FFR. • Penguatan USD terjadi terhadap Major currencies dunia
• Penguatan saat ini disebabkan perbaikan ekonomi US dan sentiment kenaikan FFR.
Dollar Index : Menguat seiring perbaikan ekonomi US dan sentimen kenaikan FFR
0 1 2 3 4 5 6 7 8 0 20 40 60 80 100 120 140
I III I III I III I III I III I III I III I III I III I III I III I III I III I III I III 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Dollar Index (LHS) FED Rate (RHS)
Dollar Index dan FED rate
Source : Bloomberg
Dollar Index vs Major Currencies
-30% -25% -20% -15% -10% -5% 0% 5% 10% 15% 20% Ma r-14 Ap r-14 Ma y-1 4 Ju n -14 Ju l-14 Au g-14 Se p -14 Oct-14 N o v-14 De c-1 4 Jan -15 Fe b -15 Ma r-15
EUR/USD JPY/USD GBP/USD CHF/USD USD/CAD AUD/USD
Strengthened Weakened Strengthened
Proyeksi Supply-Demand Minyak Mentah dan Harga Option WTI
Source : Bloomberg , U.S Energy Information Administration
| Page 3
• Harga minyak WTI sempat rebound sementara di bulan Februari namun,harga WTI kembali turun. • Penurunan ini akibat supply yg masih lebih besar dari demand.
• Di sisi lain,harga Option WTI untuk saat ini menyentuh harga tertinggi di level USD51/barrel
• Jadi rebound yg terjadi hanya bersifat sementara, dan diprediksi harga WTI akan stabil di bawah USD60/barrel di 2015
Pasar Minyak Mentah Dunia : Rebound hanya sementara,harga WTI akan tetap rendah
0 10 20 30 40 50 60 90.50 91.00 91.50 92.00 92.50 93.00 93.50 94.00 94.50 95.00
Mar-15 Apr-15 May-15 Jun-15 Jul-15 Aug-15 Sep-15 Oct-15 Nov-15 Dec-15
U S D /b a rr e l M illi o n b a rr e l/ d a y
Demand (LHS) Supply (LHS) Option WTI (RHS)
*Proyeksi per tanggal 24 Maret 2015
0 10 20 30 40 50 60 1-Jan -15 1-Fe b -15 1-Ma r-1 5 U SD/B ar re l WTI Price Harga Minyak WTI
• Ekonomi US bertumbuh pesat, namun blm mencapai tingkat kapasitas penuh. Di sisi lain, harga BBM yang rendah berdampak baik bagi ekonomi US, terutama pada pertumbuhan konsumsi domestik.
• Diperkirakan pengangguran akan stabil di level 5%-6%, tapi inflasi akan sulit mencapai 2% dlm waktu dekat. Jadi kemungkinan The Fed masih akan melanjutkan kebijakkan akomodatifnya, dan blm akan menaikkan FFR pada Juni 2015, Mungkin The Fed baru akan mulai menaikkannya di 3Q2015.
Ekonomi US : FFR diperkirakan belum akan naik pada Juni 2015
Inflasi U.S -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 Mar -07 Ju l-07 N o v-07 Mar -08 Ju l-08 N o v-08 Mar -09 Ju l-09 N o v-09 Mar -10 Ju l-10 N o v-10 Mar -11 Ju l-11 N o v-11 Mar -12 Ju l-12 N o v-12 Mar -13 Ju l-13 N o v-13 Mar -14 Ju l-14 N o v-14
Series1 Fed Fund Rate Threshold
Tingkat Pengangguran U.S
Source : Bloomberg 0.0% 0 2 4 6 8 10 12 0 100 200 300 400 500 600 700 1-Ma r-0 9 1-Au g-0 9 1-Jan -10 1-Ju n -1 0 1-N o v-10 1-Ap r-1 1 1-Se p -11 1-Fe b -12 1-Ju l-12 1-De c-12 1-Ma y-13 1-O ct -13 1-Ma r-1 4 1-Au g-1 4 1-Jan -15 % 000/Or an g
Klaim Pengangguran (LHS) Angka Pengangguran (RHS) Treshold
Asian Currencies
| Page 5
IDR : Meski melemah,tp bukan yg terburuk di Asia dan positif utk menekan CAD
Source : Bloomberg,Trading Economics
• Mayoritas mata uang di Asia melemah terhadap USD,hanya SGD yg masih menguat sementara itu IDR melemah sekitar 15% yoy. Pelemahan ini bukan yg terburuk di Asia karena JPY dan MYR juga mengalami pelemahan signifikan terhadap USD.
• Meskipun demikian,Indonesia masih mencatatkan CAD/GDP tahun 2014 terburuk di Asia.Namun dengan trend pelemahan IDR diprediksi akan mampu mengurangi CAD di bawah 2% terhadap GDP di FY2015F. -10.00% -5.00% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% Ma r-14 Ap r-14 Ma y-1 4 Ju n -14 Ju l-14 Au g-14 Se p -14 Oct-14 N ov -14 De c-1 4 Jan -15 Fe b -15 Ma r-15
Indonesian Rupiah Japanese Yen Indian Rupee
Malaysian Ringgit Philippines Peso Thai Baht
Korean Won China Renminbi Singapore Dollar
*All the Currencies against USD
Strengthened Weakened
Asian Current Account
Country Current Account to GDP 2014
Singapore 19.00% Korea 5.80% Malaysia 4.70% Philippines 3.50% China 2.00% Japan 0.70% Thailand -0.70% India -1.70% Indonesia -2.95%
Ekonomi Indonesia : CAD dan IDR diekspektasi akan membaik ditahun 2015
Current Account dan USD/IDR
• Tahun 2014, bauran kebijakan BI (uang ketat dan melemahkan IDR) blm bisa mengontrol CAD ke tingkat yg diharapkan (2.95% vs 2.5% target). Efek ini mungkin akan terefleksi di 2015.
• Di sisi lain, APBN-P 2015 lebih solid. Dari sisi revenue, ketergantungan pada natural resource berkurang, tapi ketergantungan pada pajak meningkat. Dari sisi expenditure, penurunan harga minyak mentah dunia serta pencabutan subsidi BBM akan berdampak positif terhadap CAD dan kemudian IDR
• Diperkirakan CAD di level 1.9% dan USDIDR di level 12.500 pada YE2015
7000 8000 9000 10000 11000 12000 13000 14000 -15000 -10000 -5000 0 5000 10000 15000 20000
I II III IV I II III IV IF IIF IIIF IVF
2013 2014 2015
BoP Current Account Capital Account USD/IDR (RHS)
USD million
Ekonomi Indonesia : Inflasi dan BI rate berpotensi turun di tahun 2015
| Page 7
• Deflasi Jan (0.24) dan Feb (0.36) memberikan ruang kepada BI untuk memotong BI rate 25 bps ke 7.5% di akhir Feb 2015.
• Namun, BI tetap mempertahankan BI rate di level 7.5% pada rapat dewan gubernur 17 Maret sebagai upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar karena penurunan BI rate dikhawatirkan dapat menekan pelemahan IDR lebih dalam lagi.
• Diperkirakan inflasi FY2015 di 4.25%. Akibatnya, dgn CAD yg membaik dan inflasi yg rendah akan membuka peluang BI rate turun ke 7% di 4Q2015.
Inflasi dan BI rate FY2015F
4.25% 7.25% 7.00% 0.00% 1.00% 2.00% 3.00% 4.00% 5.00% 6.00% 7.00% 8.00% 9.00% 10.00%
Jan-09 Jan-10 Jan-11 Jan-12 Jan-13 Jan-14 Jan-15
Inflasi YoY BI rate
Ekonomi Indonesia : GDP Indonesia akan bertumbuh lebih cepat
GDP Indonesia, Government Spending, Investment dan Consumer Spending
0 1 2 3 4 5 6 7 0 200,000 400,000 600,000 800,000 1,000,000
I II III IV I II III IV I II III IV
2013 2014 2015F
IDR b
ill
ion
Private Consumption Government Consumption Gross fixed capital formation Export of goods and sevices
Import of goods and sevices GDP GDP YOY (RHS)
• Di 2014 ekonomi Indonesia tumbuh 5.02% (vs 5.58% FY2013), melambat.
• Dari 2015 ke depan, tema utama pertumbuhan ekonomi Indonesia adlh pembangunan infrastruktur. Akan terjadi pertumbuhan G dan I yng tinggi di satu sisi,
• dan C akan tumbuh tinggi juga krn rendahnya inflasi (krn BBM murah) di sisi lain. • GDP Indonesia akan bertumbuh lebih cepat di 5.5% FY2015F
RoI : Persepsi risiko tidak memburuk dan yield masih tampak menarik
Yield Curve RoI Spread RoI10Y dan UST 10Y
• Yield curve RoI mengalami rally secara mingguan dan masih akan melanjutkan rally dalam jangka panjang.
• Persepsi risiko pada Indonesia tidak memburuk, meskipun CAD dan pelemahan USDIDR masih menjadi kekhawatiran investor asing. Ini terlihat dari spread RoI 10Y vs UST 10Y yg masih dibawah rata-rata.
• Ke depan yield RoI masih tampak menarik bagi investor asing.
Source : Bloomberg 0 1 2 3 4 5 6 7 8 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 YTM (%)
Term to Maturity (years)
31-Mar-14 30-Jun-14 30-Sep-14
31-Dec-14 18-Mar-15 25-Mar-15
1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 3.5 4.0 4.5 5.0 Jan-10 Mar -10 May-10 Ju l-10 Se p -10 N o v-10 Jan-11 Mar -11 May-11 Ju l-11 Se p -11 N o v-11 Jan-12 Mar -12 May-12 Ju l-12 Se p -12 N o v-12 Jan -13 Mar -13 May-13 Ju l-13 Se p -13 N o v-13 Jan-14 Mar -14 May-14 Ju l-14 Se p -14 N o v-14 Jan-15 Mar -15
SUN : Rally berlanjut,durasi panjang akan memberikan kinerja terbaik
Yield Curve SUN Spread SUN 2Y dan SUN 10Y
| Page 10
• Yield Curve SUN secara mingguan mengalami rally, dan diproyeksi akan melanjutkan rally dalam jangka panjang.
• Investor berekspektasi bahwa inflasi akan rendah di 2015 terlihat dari spread SUN 10Y vs SUN 2Y di bawah rata-rata.
• Ke depan, tampaknya rally akan terus berlanjut. SUN berdurasi panjang akan memberikan kinerja terbaik 0 0.5 1 1.5 2 2.5 2 -Ja n -1 2 2 -M a r-1 2 2 -M a y -1 2 2 -J u l-1 2 2 -Se p -1 2 2 -Nov -1 2 2 -Ja n -1 3 2 -M a r-1 3 2 -M a y -1 3 2 -J u l-1 3 2 -Se p -1 3 2 -Nov -1 3 2 -Ja n -1 4 2 -M a r-1 4 2 -M a y -1 4 2 -J u l-1 4 2 -Se p -1 4 2 -Nov -1 4 2 -Ja n -1 5 2 -M a r-1 5
Average Spread SUN 2Y dan 10Y
Source : Bloomberg 3 4 5 6 7 8 9 10 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 YTM (%)
Term to Maturity (years)
31-Mar-14 30-Jun-14 30-Sep-14
Kepemilikan Asing di SBN
Kepemilikan Asing di Obligasi Korporasi
• Kepemilikan asing di SBN naik menjadi IDR 498.45 triliun (38.31%) pada 24 Mar 2015 vs IDR 496.45 triliun ( 38.38%) di 17 Mar 2015 lalu.
• Sementara kepemilikan Asing di Obligasi korporasi pada 27 Feb 2015 juga turun menjadi IDR 22.81T. • Dalam jangka pendek, jumlah kepemilikan asing di SBN atau Korporasi diprediksi akan sedikit menurun
akibat faktor pelemahan IDR dan sentiment kenaikan FFR. Namun untuk jangka panjang kepimilikan 0 2 4 6 8 10 12 0 5 10 15 20 25 30 J a n -1 3 Fe b -1 3 M a r-1 3 Ap r-1 3 M a y -1 3 J u n -1 3 J u l-1 3 Au g -1 3 Se p -1 3 O c t-1 3 Nov -1 3 Dec -1 3 J a n -1 4 Fe b -14 M a r-1 4 M a y -1 4 J u n -1 4 J u l-1 4 Au g -1 4 Se p -1 4 O c t-1 4 Nov -1 4 Dec -1 4 J a n -1 5
Foreign Ownership (RP tn) % Foreign Ownership (RHS)
Kepemilikan Asing : Sentiment FFR dan IDR mereda,asing mulai kembali BUY
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00 45.00 0.00 100.00 200.00 300.00 400.00 500.00 600.00 J a n -1 4 Fe b -1 4 M a r-1 4 Apr-1 4 M a y -1 4 J u n -1 4 J u l-1 4 Au g -1 4 Se p -1 4 O c t-1 4 Nov -1 4 Dec -1 4 J a n -1 5 Fe b -15 M a r-1 5
Foreign Ownership (Rp tn) % Foreign Ownership (RHS)
Bursa Global : Valuasi Indonesia masih menarik walau bukan yg paling murah
• Kinerja Bursa Global di 2015 (YTD), tertinggi ditempati Germany (22.33%), dan terendah ditempati US (0.16%). Sementara Indonesia di no. 10 (3.41%).
• Di 18.24 X PE 2015F dan 0.82 X PEG, valuasi Indonesia masih menarik walaupun bukan yang Kinerja Bursa Saham Global 2015 (YTD) Valuasi Bursa Saham Global 2015F
22.33% 19.49% 15.61% 13.15% 10.78% 8.37% 7.36% 6.60% 4.37% 3.41% 2.95% 2.57% 1.57% 1.02% 0.16% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00% Germany France China Japan Aussie Philippine UK Korea Hongkong Indonesia Malaysia India Singapura Thailand United States
Country P/E Estimate FY15 PEG
PHILIPINE 19.61 1.48 JAPAN 19.32 2.68 INDIA 18.94 1.52 AUSSIE 18.47 6.60 INDONESIA 18.24 0.82 US 16.82 4.01 MALAYSIA 16.12 3.78 FRANCE 16.03 0.59 UK 16.01 0.87 THAILAND 15.04 0.91 GERMANY 14.41 1.00 SINGAPORE 13.97 - CHINA 12.53 0.84 HONG KONG 11.65 8.82 KOREA 11.02 1.71 Source : Bloomberg,IPIM
Sektor BEI : Infra, interest rate sensitive & cons, akan menjadi tema di 2015
• Kinerja Sektor BEI di 2015 (YTD), tertinggi ditempati Finance (11.12%), dan terendah ditempati Basic Industry (-13.92%). Sementara JCI di no. 6 (3.41%).
• Dari sisi valuasi, meskipun sektor Infra, Interest Rate Sensitive (Property, Financial, Auto) dan Consumer tidak murah, tetapi tema pembangunan infrastruktur Indonesia akan memberikan sentiment positif untuk menggerakan sektor tersebut. Dan jika terbukti earning meningkat, valuasinya akan jadi tampak murah.
Kinerja Sektor BEI 2015 (YTD) Valuasi Sektor BEI 2015F
| Page 13 11.12% 10.74% 6.88% 5.10% 3.41% 3.26% -5.40% -5.62% -5.80% -13.92% -20.00% -15.00% -10.00% -5.00% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% FIN TRAD MIND CONS JCI PROP AGRI MINE INFR BIND
Sector PE Estimate FY15 PEG
JAKCONS 27.63 1.75 JAKTRAD 20.14 1.04 JCI 18.24 0.82 JAKINFR 17.26 1.48 JAKBIND 16.02 1.95 JAKPROP 14.83 0.90 JAKMIND 14.4 1.35 JAKFIN 12.08 0.72 JAKAGRI 11.74 1.21 JAKMINE 11.68 0.50 Source : Bloomberg,IPIM
Infrastruktur (overweight): Benefit dari penambahan budget infrastruktur.
Perubahan Budget Kementrian (Rp tn) Kementrian APBN 2015 APBNP 2015 Chg
Pekerjaan Umum 85 117 38%
ESDM 10 15 49%
Transportasi 45 65 45%
Sosial 8 14 78%
• Alokasi anggaran untuk Infrastruktur meningkat 53% menjadi Rp 291 T dan ini setara dgn 2 tahun pengeluaran infrastructure ( 2013+2014 )
• Kementrian Pekerjaan Umum dan Transportasi mendapat alokasi anggaran yang cukup besar, dengan total Rp 182 T dan hal ini menjadi kalatis postif karena sejalan dgn program infrastructure development yg menjadi focus pemerintah.
• Dengan penambahan trsb di proyeksi kinerja sektor Infrastruktur di 2015, dan akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Source : Depkeu
Revenue (Rp tn) APBN 2015 APBNP 2015 Chg
Tax Revenue 1380 1489 8%
Oil & Gas Revenue 89 50 -44%
Expenditure
Energy fuels subsidies 345 138 -60%
| Page 15
• Penurunan harga minyak dunia berdampak positif terhadap produsen Semen mengingat energi merupakan komponen penyumbang biaya terbesar pada sektor ini.
• Penurunan harga Semen dan pembatasan investasi pada perusahaan semen yang dilakukan pemerintah pada beberapa waktu lalu akan berdampak pada semakin tingginya permintaan Semen dan membuat penawaran produksi semen akan tetap stabil.
• Konsumsi semen diprediksi akan tumbuh 11.4% pada tahun ini atau 2x GDP, seiring dengan program infrastruktur yg akan dijalankan pemerintah, dan dorongan dari sektor properti seiring dengan pemangkasan BI rate ke level 7.5%.
Volume Penjualan Semen& Pertumbuhannya Komponen Energy pada setiap Sektor
Source : Riset Broker
Sektor Semen : Infra development dan BI rate,katalis positif bagi sektor semen.
0 5 10 15 20 25 30 35 40 C eme nt Tra ns p o rta tio n Mi n in g A u to m o ti ve Plan tati o n Co n su me r H eavy Eq u ip m en t R etail Pro p ert y Co n str u cti o n Te lc o & In fras tr u ctu re Ban ks % of Cost 2.3 7.41 2.3 -1.54 3.4 12.84 11.86 6.2 2.72 5.5 -4 -2 0 2 4 6 8 10 12 14 0 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015F Volume (LHS) % Growth (RHS) ‘000 Ton
Banking (overweight) : Perbaikan makro ekonomi,katalis utama sektor Banking.
Source : Bank Indonesia, OJK dan Riset broker
23% 20% 11% 25% 27% 35% 13% 18% 20% 14% 12% 21% 0.0 500.0 1000.0 1500.0 2000.0 2500.0 3000.0 3500.0 4000.0 0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% 2012 2013 2014 2015F
Overall load (RHS) Working Capital (%) Consumer (%) Investment (%)
Loan Growth Breakdown Bank Indicators 80.1 84.7 90.6 91.4 91.7 91.5 90.9 90 22.6 24.1 21.5 13.7 14.7 15.2 16.3 16.8 19.1 15.8 13.6 12.7 14.4 15.4 15.5 15.7 74 76 78 80 82 84 86 88 90 92 94 0 5 10 15 20 25 30 2011 2012 2013 2014 2015F 2016F 2017F 2018F % LDR (RHS) % Loan growth (LHS) % Deposit growth (LHS)
• Meskipun melambat di 2014, beberapa Bank Indicator diproyeksi akan tumbuh stabil di 2015.
• Proyeksi perbaikan makro ekonomi Indonesia ( BI rate 7%,Inflasi 4.25%,CAD 1.9% dan IDR 12.500) di 2015 dapat menjadi katalis positif bagi sektor Bank dan Finance.
• Diproyeksi loan growth akan pulih di 2015 dimana rata-rata pertumbuhan segmen loan antara 18%-25%. Secara keseluruhan,sektor Bank dan Finance akan diuntungkan oleh perbaikan Makro ekonomi
Banking : Besarnya kebutuhan dana proyek Infrastruktur positif utk loan growth
Source : Bank Indonesia, OJK dan Riset broker
Loan Market Share
86 111 138 150 185 242 319 402 0 5 10 15 20 25 30 35 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 2011 2012 2013 2014 2015F 2016F 2017F 2018F Total Infra lending (Rp,tn) % Growth (RHS) Infra Lending by Major Banks
48% 23%
29%
Working Capital (%) Consumer (%) Investment (%)
| Page 17
• Saat ini,Segmen Working Capital (48%) masih mendominasi Loan market share perbankan Indonesia diikuti segmen Investment (29%) dan Consumer (23%)
• Dengan adanya program pemerintah terkait Infrastructure development, diprediksi kebutuhan pembiayaan proyek Infra akan semakin besar (Working capital dan Investment loan akan naik).
• Di prediksi Infra Lending dari perbankan Indonesia akan semakin besar di 2015,hal ini berdampak positif terhadap loan growth perbankan Indonesia.
Harga WTI dan Komoditas
Konsumer : Benefit dari perbaikan kondisi makro ekonomi dan rendahnya harga komoditas
• Penurunan harga minyak mentah dunia (WTI) berkorelasi positif dengan harga komoditas dunia.
• Dengan asumsi makro ekonomi FY15F,sektor Konsumer diproyeksi akn mendapat keuntungan (Sales dan Earning naik) dari turunnnya komponen cost diantaranya USDIDR (12.000),Oil (USD 60/barrel) dan komoditas. Dari sisi demand, akn adanya peningkatan domestic demand akibat penurunan BI rate (7%) dan Inflasi (4.25%). 0 20 40 60 80 100 120 3-J an -1 3 3-F eb -1 3 3-M ar-1 3 3-A pr-13 3-M ay -1 3 3-J un -1 3 3-J ul -1 3 3-A ug -13 3-S ep -13 3-O c t-13 3-N o v -13 3-D e c -13 3-J an -1 4 3-F eb -1 4 3-M ar-1 4 3-A pr-14 3-M ay -1 4 3-J un -1 4 3-J ul -1 4 3-A ug -14 3-S ep -14 3-O c t-14 3-N o v -14 3-D e c -14 3-J an -1 5 3-F eb -1 5 0 20 40 60 80 100 120
Agricultural Commodity Index (RHS) WTI (LHS)
Agricultural Commodity Index
= Corn,Soybean,Wheat,Sugar Baseline = 100
| Page 19
Korelasi Gross Profit Margin (GPM) trhdp masing-masing faktor.
• USDIDR,Inflasi dan BI rate berkorelasi negatif terhadap GPM mayoritas sub sektor Konsumer. Namun dgn asumsi makro FY15F, diproyeksi GPM akan membaik di 2015
• Penurunan harga minyak dan Komoditas akn berdampak positif trhdp GPM terutama sub-sektor F&B.
• Jadi, dgn asumsi makro FY15F diproyeksi GPM akan naik dan berpotensi terjadi Earning surprise pada sektor Konsumer, dgn rata-rata pertumbuhan Earning sebesar 25%.
Consumer Staples
Food and Beverages -0.89 -0.57 -0.83 -0.58 -0.56
Tobacco -0.16 0.06 -0.03 0.20 0.09
Pharamaceuticals -0.21 0.43 -0.01 -
-Cosmetic and Houshold -0.68 -0.62 -0.40 -
-Consumer Discretionary
Automotive -0.61 0.30 -0.71 -0.24
-Retails and Appreal -0.28 -0.55 -0.18 -
-Media -0.03 -0.53 -0.08 -
-USD/IDR BI Rate WTI AC Index
Gross Margin Correlation Inflasi
Konsumer : GPM Improve, berpotensi terjadinya earning surprise.
Target Indeks 2015
• IHSG berpotensi mencapai 6,385.53 pada akhir 2015 (base case).
• Potensi tersebut didukung oleh kontribusi sektor-sektor yang berpeluang mencatatan kinerja yang tinggi seperti sektor Infra related, Banking dan Consumer
Target IHSG 2015 : Bottom Up Approach
JCI target (Equity Bond Approach)
total coverage
73.9%
Desember 2014
5,226.95
Scenario
Upside
TP
PE (x)
bearish case
-2.60%
5,091.01
14.55
base case
22.16%
6,385.33
18.24
bullish case
31.60%
6,878.61
19.65
Source : Bloomberg,IPIMKesimpulan
o Perekonomian global, terutama Eropa dan China melambat tapi dalam tahap ekspansi, hanya ekonomi kawasan US yg diprediksi akan tumbuh dgn pesat.
o Penguatan USD disebabkan pemulihan ekonomi US dan ekspektasi kenaikan FFR. Mayoritas major currencies melemah terhadap USD.
o Harga minyak WTI diprediksi masih akan tetap rendah,rebound yg terjadi hanya bersifat sementara, dan diprediksi supply masih akan lebih besar dari demand sepanjang 2015.
o Pelemahan IDR bukan yg terburuk di Asia,diprediksi pelemahan IDR dapat memperbaiki tingkat CAD Indonesia
o GDP Indonesia diekspektasikan akan tumbuh lebih cepat di 2015. APBN 2015 yg telah disahkan diprediksi dapat meningkatkan belanja Pemerintah dan Investasi disamping peningkatan Konsumsi domestik sebagai akibat rendahnya angka inflasi dan suku bunga.
• Kepemilikan asing pada SUN sempat mengalami penurunan namun asing terlihat kembali melakukan pembelian hal ini karena sentimen kenaikan FFR dan pelemahan IDR mulai berkurang. Diprediksi kepemilikan asing akan terus meningkat seiring prospek perbaikan makro ekonomi Indonesia.
Untuk tahun 2015 diprediksi sektor Infrastruktur, Banking dan Konsumer akan memberikan imbal hasil yang tinggi. Dengan semakin banyaknya pengembangan sektor infrastruktur, maka kedepannya pembiayaan pun akan semakin meningkat sehingga sektor finansial terutama Bank akan ikut di untungkan.Penurunan harga minyak,serta kondisi makro ekonomi Indonesia yang diprediksi akan lebih baik di 2015 dapat menjadi katalis positif di sektor Konsumer dan diprediksi akan terjadi earning surpirses di 2015.
Saham masih menjadi investasi yang menarik pada tahun 2015. Produk yang patut untuk menjadi pilihan investasi tahun 2015 antara lain Reksadana Premier Makro Plus, XIIF, XISI, RLQ45, XIIT dan XIIC.
- THANK YOU -
PT Indo Premier Investment Management
Wisma GKBI Lt.7 Suite 719
Jl. Jenderal Sudirman No.28
Jakarta 10210
Telp: +6221-5793.1260
Fax: +6221-5793.1222
DISCLAIMER
This document has been prepared based on the information and data received from the Company. The information and data presented in this document has not been independently verified. No representation, warranty, express or implied, is made as to, and no reliance should be placed on, the fairness, accuracy, completeness or correctness of the information and opinions in this presentation. None of the Company or any of its agents or advisers, or any of their respective affiliates, advisers or representatives, undertake to update or revise any statement, whether as a result of new information, future events or otherwise and none of them shall have any liability (in negligence or otherwise for any loss howsoever arising from any use of this presentation or its contents.
This document is strictly confidential to the recipient, may not be reproduced, retransmitted or further distributed to any other person or entity, in any form, in whole or in part for any purpose. The information contained in this presentation is for informational purposes only and does not constitute an offer or invitation to sell or the solicitation of an offer to make investment in the Company. This document should not, nor should anything contained in it, for the basis, or be relied upon in any connection with any such contract of commitment whatsoever, and does not constitute a recommendation regarding investment in the Company. This document is intended only for the recipient of the document and may not be retransmitted or distributed by them to any other persons.
This document should not be treated as advice relating to legal, taxation, financial, accounting or investment matters. By reading this document you (i) acknowledge that you will be solely responsible for your own assessment of the market and the market position of the Company and of the risks and merits of any investment in the Company, and that you will conduct your own analysis and be solely responsible for forming your own view of the potential future performance of Company’s business and (ii) agree to be bound by the foregoing terms and to keep this presentation and the information