• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

43 A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka. Adapun subjek atau objek penelitiannya yaitu MGMP Biologi.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian yang diperlukan untuk melakukan penelitian yaitu selama 5 bulan dimulai dari bulan Februari sampai dengan bulan Juni 2014.

B. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Desain Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan kuantitatif. Menurut Noor (2013: 38) pendekatan penelitian kuantitatif mengukur suatu variabel dengan suatu instrumen penelitian dengan dihasilkan data berupa angka-angka ayang dapat dianalisis berdasarkan prosedur statistik. Hasil dari statistik ditunjukan dengan berupa kumpulan data bilangan, maupun bilangan yang disusun dalam tabel atau diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan (Syah, 2007: 2). Kemudian untuk memberikan gambaran terhadap rancangan bagaimana penelitian tersebut akan dilaksanakan maka dirancang desain penelitian. Dimulai dari menemukan sebuah ide atau gagasan yang dituangkan dalam suatu masalah penelitian. Setelah ditentukannya masalah penelitian, langkah selanjutnya yaitu merancang suatu kerangka pemikiran. Setelah itu, langkah selanjutnya menentukan populasi dan teknik sampling yang akan digunakan. Kemudian langkah berikutnya menentukan metode penelitian sebagai metode pengumpulan data sebagai acuan dalam membuat sebuah instrumen penelitian. Setelah instumen penelitian dibuat dan dinyatakan layak maka langkah selanjutnya melakukan survei dengan menyebarkan instrumen penelitian kepada responden. Setelah data terkumpul, data tersebut dianalisis dan diinterpretasikan.

(2)

2. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Suatu survei adalah suatu usaha untuk mengumpulkan data dari anggota populasi untuk menentukan status sekarang dari populasi itu mengenai satu variabel atau lebih. Menurut Syaodih (2013: 82) penelitian survei dilakukan untuk mengumpulkan informasi berbentuk opini dari sejumlah besar orang terhadap topik atau isu tertentu. Disamping itu, Noor (2013: 38) menjelaskan pula bahwa survei dapat dilakukan untuk mengetahui suatu variabel berupa pendapat, sikap, ptrestasi dan motivasi.

Syaodih (2013: 83) menjelaskan bahwa metode survei merupakan model yang sederhana, tetapi dapat menghimpun informasi yang penting tentang populasi yang cukup besar. Hasil survei yang diperoleh kemudian akan diuraikan dalam bentuk deskriptif. Menurut Morissan (2012: 166) survei deskriptif (descriptive survey) merupakan penelitian yang berupaya menejelaskan atau mengungkapkan situasi saat ini terkait dengan suatu topik studi tertentu.

Dilakukan pemilihan pendekatan survei dengan alasan bahwa cangkupan penelitian yang dipandang sangat luas sehingga dapat menjelaskan suatu populasi yang cukup besar untuk diamati secara langsung.

C. Langkah-Langkah Pelaksanaan Penelitian 1. Menentukan Sumber Data

a. Data Teoritik

Merupakan data yang diperoleh dari berbagai sumber, baik dari buku cetak maupun internet.

b. Data Empirik

Merupakan data yang diperoleh melalui angket dan wawancara terhadap guu Biologi SMA di Kabupaten Majalengka. Selain itu, sebagai data penunjang diperoleh dari Dinas Pendidikan terkait dengan data guru dan data SMA di Kabupaten Majalengka.

2. Menetapkan Populasi

Menurut Morissan (2012: 109) populasi merupakan suatu kumpulan subjek, variabel, konsep, atau variabel. Menurut Arikunto (2010 : 173), populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Adapun menurut Sugiyono (2011: 117) mendefinisikan populasi sebagai suatu wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan

(3)

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Noor (2013: 147) menjelaskan bahwa populasi digunakan untuk menyebutkan seluruh elemen/anggita dari suatu wilayah yang menjadi sasaran penelitian atau merupakan keseluruhan dari objek penelitian. Berdasarkan dari keterang ahli tersebut peneliti mencoba untuk menyimpulkan bahwa populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek atau objek yang menjadi sasaran dalam peneliian yang mempunyai suatu kualitas dan karakteristik tertentu.

Dalam penelitian ini, yang menjadi populasi targetnya yaitu seluruh guru Biologi SMA baik itu Negeri dan swasta di Kabupaten Majelngka. Untuk jumlah populasi dari responden guru Biologi yaitu sebanyak 48 responden. Jumlah dari responden tergolong sedikit. Akan tetapi cakupan wilayah yang menjadi penelitian begitu luas. Dengan keterbatasan waktu dan tenaga, maka diambilah sejumlah sampel yang memungkinkan dapat memberikan gambaran sesungguhnya dari suatu populasi.

3. Menetapkan Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Sampel merupakan kelompok kecil yang secara nyata dapat kita teliti dan tarik kesimpulan dari suatu populasi (Syaodih, 2013: 250). menurut Morissan (2012: 109) sampel merupakan bagaian dari populasi yang mewakili keseluruhan anggota populasi yang bersifat refresentatif. Sampel ini merupakan yang akan menjadi fokus pada pelaksanaan penelitian. Dengan dilakukannya penarikan sampel (sampling) dari suatu populasi akan meminimalisir terhadap kendala yang dapat ditemui dalam proses penelitian. Sarwoko (2007: 51) menjelaskan bahwa sampling merupakan suatu proses dalam memilih sejumlah elemen dari suatu populasi sehingga kita dapat mempelajari dan memahami dari sifat maupun karakteristik dari sampel yang kita ambil dan kemudian sifat maupun karakteristik tersebut dapat diperluas pada elemen populasi. Sampel yang diambil dengan menggunakan teknik sampling merupakan wilayah generalisasi dari suatu populasi yang menjadi titik fokus pelaksanaan penelitian atau bisa dikatakan sebagai fokus penelitian yang akan dijadikan sebagai objek/responden penelitian.

Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampel probabilitas (probability sampling). Menurut Noor (2013: 151) probability sampling adalah teknik pengembilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Penentuan jumlah sampel

(4)

tersebut berdasarkan melalui perhitungan rumus Slovin. Berikut ini cara perhitungan dalam menentukan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin:

n = N 1+(N ×e2)

Keterangan:

n = Jumlah elemen/anggota sampel N = Jumlah elemen/anggota populasi

e = Eror level (tingkat kesalahan) (Noor, 2013: 158).

Sampel dalam suatu penelitian akan menjadi fokus perhatian yang akan dianalisis untuk membandingkan hasil yang diperoleh dari sampel dengan apa yangs sebenarnya terjadi pada populasi. Besarnya jumlah sampel sangat menentukan generalisasi dari suatu populasi. Semakin besar jumlah sampel yang diambil maka akan semakin representatif dalam mengeneralisasikan hasil penelitian terhadap suatu populasi.

Besarnya jumlah sampel yang diambil menggunakan formula Slovin bergantung pada besarnya margin error atau tingkat kesalahan yang mungkin terjadi pada penelitian. Karenya hal yang paling mendasar dalam menentukan besarnya sampel berdasarkan rumus Slovin yaitu ditentukan terlebih dahulu batas dari toleransi kesalahan (error tolerance). Besarnya batas dari toleransi kesalahan ditentukan dalam bentuk persentase. Semakin kecil toleransi kesalahan (e), maka semakin akurat sampel yang diambil dalam menggambarkan populasi yang sesungguhnya. Noor (2013: 158) menjelaskan bahwa batas toleransi kesalahan dalam suatu penarikan sampel umumnya digunakan 1% atau 0,01, 5% atau 0,05 dan 10% atau 0,1. Dalam hal ini peneliti menentukan batas toleransi kesalahan dalam penelitian ini adalah 5%. Secara refresentatif, besarnya jumlah sampel dari 48 responden guru Biologi SMA dengan tingkat margin error sebesar 5% (0,05) yaitu sebanyak 42 responden.

D. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono (2013: 308), teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan dari penelitian adalah mendapatkan data.

Teknik pengumpulan data sangat diperlukan dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk memperoleh jawaban pada rumusan masalah penelitian.

(5)

Pengambilan suatu teknik pengumpulan data yang tepat akan sangat mempengaruhi terhadap keabsahan data yang diperoleh.

Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menyebarkan instumen non tes. Adapun instrumen non tes yang dimaksud yaitu berupa kuesioner penelitian yang disebarkan kepada para responden. Disamping kusioner penelitian, dipilih juga wawancara dalam memperoleh informasi yang mendalam sebagai upaya dalam memperkuat informasi yang diperoleh sebelumnya. 1. Kuesioner (Angket) Penelitian

Sebagaimana telah dibahas sebelumnya bahwa intrumen non tes yang digunakan yaitu berupa kuesioner penelitian. Kuesioner (Angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2011: 199). Dengan nada yang sama Arikunto (2010 : 194) menyatakan bahwa angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal–hal yang ia ketahui. Adapun menurut Noor (2013: 139) Kuesioner (Angket) merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Menurut Morissan (2012: 192) Kuesioner (Angket) secara luas dapat digunakan dalam berbagai penelitian seperti penelitian eksperimen, penelitian lapangan maupun kegiatan penelitian lainnya.

Agar memperoleh kuesioner yang diharapkan dapat menggambarkan terhadap rumusan masalah yang ada, maka kuesioner tersebut dibuat melalui suatu tahapan tertentu. Adapaun tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Menyusun kisi-kisi instrumen

Kisi-kisi instrumen penelitian disusun guna sebagai acuan dalam menyususn dan menetapkan setiap butir item-item pernyataan. Di dalam Kisi-kisi instrumen penelitian tersebut memuat hal-hal sebagai berikut: nomor, variabel, indikator, nomor item, pernyataan dan keterangan. Pada kisi-kisi instrumen penelitian tersebut dikelompokan kedalam item pernyataan positif (favorable) dan item pernyataan negatif (unfavorable). Kisi-kisi instrumen penelitian secara keseluruhan disajikan pada lampiran.

(6)

b. Menyusun item pernyataan

Penyusunan setiap butir item pernyataan mengacu pada kisi-kisi instrumen yang telah disusun sebelumnya. Setiap butir item pernyataan tersebut disusun dengan memperhatikan kesesuaian anatar bunyi item pernyataan dengan masing-masing indikator yang telah ditentukan pada kisi-kisi instrumen. Disamping itu, peneliti juga memperhatikan terhadap kelayakan bahasa yang digunakan agar mudah dipahami dan mendorong responden dalam menjawab setiap item pernyataan yang diajukan.

c. Penskalaan

Skala merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat mengukur, karena diperoleh hasil ukur yang berbentuk angka-angka (Syaodih, 2013: 225). Teknik skala penelitian dalam mengukur tingkat kesiapan guru Biologi dalam proses implementasi kurikulum 2013 menggunakan skala likert, yaitu skala yang mengukur sikap dimana subjek diminta untuk mengindikasikan tingkat kesetujuan atau ketidaksetujuan terhadap masing-masing pernyataan (Noor, 2013: 128). Menurut Syaodih (2013: 239) apabila subjek setuju terhadap pernyataan yang bermuatan positif, subjek tersebut memiliki sikap positif terhadap objek tersebut. Apabila tidak setuju terhadap pernyataan positif maka subjek cenderung memiliki sikap negatif. Kemudian jika subjek setuju terhadap pernyataan yang bermuatan negatif maka subjek tersebut memiliki sikap negatif terhadap objek, sebaliknya jika subjek tidak setuju terhadap muatan pernyataan negatif maka subjek tersebut memiliki sikap positif terhadap objek tersebut.

Morissan (2012: 88) menjelaskan bahwa pada skala likert sejumlah pernyataan harus dirumuskan terhadap suatu topik tertentu dan responden diminta untuk memilih alternatif jawaban dari berbagai pernyataan. Menurut Sugiyono (2007: 135) alternatif jawaban setiap item pada intrumen penelitian yang disusun menggunakan skala likert, memmpunyai gradasi jawaban dari positif hingga negatif yang digambarkan dapat berupa suatu kata-kata, misalnya: sangat setuju; setuju; kurang setuju; setuju; tidak setuju; sangat tidak setuju. Dalam penelitian ini, alternatif jawaban terhadap responden ditempatkan pada kondisi yang berlangsung secara kontinum sebagai berikut: selalu; sering; kadang-kadang; jarang dan tidak pernah. Dari kelima alternatif jawaban tersebut, responden bebas dalam menjawab sesuai dengan keadaan yang sedang dialami.

(7)

d. Interprestasi skor

Setiap item pernyataan pada masing-masing skala pengukuran tingkat kesiapan guru Biologi dalam implementasi kurikulum 2013 memiliki lima alternatif jawaban secara tertutup, yaitu: selalu (SL), sering (SR), kadang-kadang (KD), Jarang (J), dan tidak pernah (TP). Item pernyataan pada penelitian ini dituangkan dalam bentuk pernyataan Positif (favorable) dan pernyataan negatif (unfavorable). Adapun Interprestasi skor dari masing-masing bentuk pernyataan adalah sebagai berikut:

1) Skor pernyataan positif (favorable) a) Jawaban selalu (SL) diberi skor 5 b) Jawaban sering (SR) diberi skor 4

c) Jawaban kadang-kadang (KD) diberi skor 3 d) Jawaban Jarang (J) diberi skor 2, dan e) Jawaban tidak pernah (TP) diberi skor 1 2) Skor pernyataan negatif (unfavorable)

a) Jawaban selalu (SL) diberi skor 1 b) Jawaban sering (SR) diberi skor 2

c) Jawaban kadang-kadang (KD) diberi skor 3 d) Jawaban Jarang (J) diberi skor 4, dan e) Jawaban tidak pernah (TP) diberi skor 5 e. Estimasi validitas dan reliabilitas instrumen

Instrumen penelitian yang akan digunakan, terlebih dahulu dievaluasi guna mengetahui kualitas dari instrumen tersebut. Evaluasi dilakuaknn dengan melihat dari segi validitas dan reliabilitasnya. Evaluasi sangat penting dilakukan, karena akan menunjukan layak atau tidaknya sebuah instrumen untuk digunakan sebagai alat ukur di dalam sebuah penelitian.

Estimasi validitas dilakukan dengan harapan bahwa instrumen penelitian yang digunakan sebagai alat ukur mampu mengukur atau menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan pengukurannya. Menurut Morissan (2012: 103) suatu instrumen pengukuran yang valid mampu untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, atau mengukur apa yang hendak kita ukur. Noor (2013: 132) menjelaskan bahwa suatu validitas sangat penting, hal tersebut menyangkut mengenai akurasi instrumen penelitian yang akan digunakan. Cooper (dalam Saepul, 2013: 73) mengatakan bahwa validitas digunakan utnuk mengetahui

(8)

sejauh mana perbedaan yang didapatkan melalui alat ukur, yang mencerminkan perbedaan yang sesungguhnya diantara responden yang diteliti. Sedangkan estimasi reliabilitas dilakukan untuk menguji apakah instrumen yang disusun memiliki konsistensi yang baik, artinya bila intrumen tersebut digunakan berkali-kali untuk mengukur suatu objek yang sama, maka akan menghasilkan data yang sama pula.

1) Estimasi validitas isi

Estimasi validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity). Estimasi validitas ini dilakukan sebelum dilakukannya penelitian. Setiap butir item yang telah dibuat, sebelum digunakan dilakukan dahulu telaah kesesuaian bunyi item terhadap pencapaian masing-masing indikator. Estimasi validitas isi ditempuh melalui pendekatan expert jugment (pendapat ahli). Menurut Gregory sebagaimana yang telah dikutip oleh Wahyuningsih (2009: 120) menjelaskan bahwa suatu validitas isi dapat dilakukan dengan cara meminta seorang ahli dalam bidang yang akan diteliti untuk memberikan penilaian terhadap item pernyataan yang telah dibuat. Menurut Darmadi (2011: 87) validitas isi bertitik tolak pada sejauhmana pernyataan yang telah disusun dapat mewakili ruang lingkup isi yang dikehendaki. Morissan (2012: 108) menjelaskan bahwa pengukuran terhadap suatu validitas isi dapat dilakukan guna mengacu pada seberapa banyak suatu ukuran menjangkau suatu konsep.

Setiap item pernyataan yang telah disusun kemudian diajukan kepada dua orang ahli (panelis) untuk memeberikan telaah dan penilaian terhadap item pernyataan tersebut. Dua panelis yang memberikan telaah dan penilaian terhadap item pernyataan tersebut, yaitu Bapak Dr. Anda Juanda, M.Pd., yang merupakan dosen Tadris IPA Biologi dan Dr. Muslihudin, M.Ag., yang merupakan dosen Tadris Pendidikan Agama Islam (PAI). Keduanya merupakan Dosen di Perguruan Tinggi IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Mengenai hasil dari estimasi validitas isi, Lawshe (1975) berpendapat bahwa Setiap item yang dianggap penting oleh setengah dari jumlah panelis maka memiliki tingkatan dalam validitas isi. Semakin banyak panelis yang menganggap item tersebut penting (esensial) maka semakin besar tingkat atau derajat dari validitas isinya. Setelah hasil analisis ahli diperoleh, selanjutnya data tersebut diolah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan

(9)

kuantitatif yang digunakan yaitu content validity ratio (CVR). CVR adalah statistik item yang berguna dalam penolakan atau retensi terhadap suatu item. Sebagaimana dikutif dari Lawshe bahwa untuk formula CVR adalah sebagai berikut:

CVR = (

n

e-N/2)/(N/2)

dimana N adalah banyaknya panelis dan ne adalah banyaknya panelis yang

menyatakan esensial terhadap item yang diajukan. Ketika kurang dari setengah menayatakan esensial maka akan diperoleh CVR negatif, kemudian Ketika setengah mengatakan penting dan setengah tidak maka CVR adalah nol.

Kriteria keputusan dalam estimasi validitas isi dengan menggunakan formula content validity ratio (CVR) adalah sebagai berikut: (Lawshe,1975)

Tabel 3.1 Kriteria CVR Banyaknya Panelis Nilai CVR Minimum 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 20 25 30 35 40 0.99 0.99 0.99 0.75 0.78 0.62 0.59 0.56 0.54 0.51 0.49 0.42 0.37 0.33 0.31 0.29

Dari tabel di atas, Lawshe memberikan kriteria CVR dengan jumlah minimum panelis sebanyak 5 panelis (expert) dan nilai CVR minimunnnya 0.99. Semakin banyak jumlah panelis yang memberikan penilaian maka nilai CVR minimumnya akan semakin kecil. Dalam penelitian ini banyaknya panelis yang memberikan telaah dan penilaian kurang dari kriteria yang diajukan oleh Lawshe yaitu hanya berjumlah dua orang panelis. Untuk hal ini Lawshe memberikan penjelasan bahwa apabila semua panelis menyatakan esensial terhadap item-item

(10)

yang telah disusun, maka besarnya nilai CVR yang diperoleh adalah 1.00. Atas dasar tersebut, maka besarnya nilai CVR adalah 1.00, hal ini dengan syarat bahwa setiap panelis menyatakan “esensial” terhadap setiap item pernyataan yang diajukan.

2) Estimasi reliabilitas

Menurut Arikunto (2011 : 86), reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan. Analisis reliabilitas pada hakikatnya menguji keajegan pertanyaan apabila diberikan berulangkali pada objek yang sama. Dikatakan reliable atau ajeg apabila beberapa kali pengujian menunjukkan hasil yang relatif sama (Sudjana, 2011: 148).

Ridwan (2005:102) menjelaskan bahwa Reliabilitas dapat diartikan dapat dipercaya, artinya suatu instrumen dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Estimasi reliabilitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bahwa instrumen penelitian yang digunakan memiliki konsistensi yang baik. Untuk menghitung nilai reliabilitas digunakan formula alfa cronbach yaitu koefisien keandalan yang menunjukan seberapa baik item dalam suatu kumpulan secara positif berkorelasi dengan baik. Kemudian untuk menentukan reliabilitas dapat dilihat dari nilai alpha. Jika nilai alpha atau nilai r > 0,60 maka instrumen penelitian dapat dikatakan reriabel (Noor, 2013: 165). Adapun formula alfa cronbach yang digunakan untuk melihat tingkat reliabilitas dari konstruk tingkat kesiapan implementasi kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:

r11 =

[

𝑘 𝑘−1

] [ 1-

𝜎2 𝜎12

]

keterangan: r11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan ∑σ2

= jumlah butir pertanyaan 𝜎12 = varian total

(11)

2. Wawancara

Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan berhadapan secara langsung dengan yang diwawancarai (Noor, 2013: 138). Wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Dalam pelaksanaannya pertanyaan telah disiapkan sebelumnya. (Morissan, 2012: 223).

Noor (2013:139) menjelaskan bahwa wawancara meruapakan suatu alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Pedoman Wawancara berisi pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun sebelumnya dengan mengacu pada setiap indikator. Terdapat tiga indokator yang menjadi fokus wawancara yaitu mengenai Pemahaman dan aktualisasi informasi, perubahan struktur kurikulum 2013, dan Respon guru terhadap pengembangan kurikulum 2013. Wawancara dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara agar mengingatkan peneliti mengenai aspek-aspek yang harus ditanyakan.

Pada saat pelaksanaan penelitian, peneliti menggunakan alat perekam audio agar membantu dalam proses transkripsi. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk memperoleh informasi lebih jauh lagi mengenai tingkat kesiapan guru Biologi SMA dalam menerapkan kurikulum 2013.

E. Teknik Analisis Data

Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis. Adapun tujuan dilakukannya analisis data tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian serta menarik kesimpulan dari penelitian yang sudah dilakukan.

Untuk memperoleh jawaban mengenai tingkat kesiapan guru Biologi SMA dalam proses implementasi kurikulum 2013, data hasil kuesioner yang telah diperoleh dianalisis dengan metode statistik deskriptif. Selain itu dilakukan pula analisis terhadap data hasil wawancara dengan menguraikan hasil rekamanan dari tipe recorder (perekam suara).

1. Analisis Statistik Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan suatu analisis terhadap penelitian dengan mendeskripsikan dan memberikan gambaran terhadap objek penelitian. Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum dan range (Ghozali,

(12)

2006 : 19). Analisis deskriptif digunakan guna untuk menganalisis setiap butir item pertnyataan yang tersusun dalam skala.

Dalam pengolahan datanya diguakan software SPSS 16.0., software tersebut digunakan untuk menghitung setiap penyebaran data melalui perhitungan rata-rata, varians, dan standar deviasi. Sedangkan untuk penyebaran data melalui persentase dan penayajian data menggunakan microsoft excel 2017.

Untuk mengetahui persentase penyebaran, setiap data diklasifikasikan dengan menggunakan pendekatan penialain acuan normatif (PAN). Purwanto (2013: 77) menjelaskan bahwa penilaian acuan normatif (PAN) adalah penilaian yang dilakukan dengan mengacu pada norma kelompok. Sedangkan menurut Sukardi (2010: 22) penilaian acuan normatif merupakan pengukuran yang mendeskripsikan penampilan atas dasar posisi relatif seseorang tehadap seorang lainnya di dalam kelompok. Dalam penelitian ini yang dimaksud norma adalah kapasitas atau persentase kelompok, sedangkan yang dimaksud kelompok disini adalah MGMP Biologi rayon Majalengka. Menurut Arifin (2013: 240) pada umumnya penilaian acuan normatif (PAN) ini digunakan untuk seleksi. Sistem penialain yang digunakan pada skripsi ini menggunakan penilaian acuan normatif (PAN) Skala-5. Adapun acuan/parameter yang digunakan dalam PAN ini yaitu besarnya nilai rata-rata ( ) dan standar deviasi (SD). Pedoman konversi pada penilaian acuan normatif (PAN) dengan Skala-5 sbagai berikut:

Tabel. 3.2

Interprestasi Skor Konstruk

kesiapan kesiapan penerapan kurikulum 2013 Batas daerah dalam kurve Kategori

+ 1,5 SD atau lebih Sangat Baik Antar + 0,5 SD dan + 1,5 SD Baik Antara – 0,5 SD dan + 0,5 SD Cukup Baik Anatara – 1,5 SD dan - 0,5 SD Kurang baik

Kurang dari - 1,5 SD Sangat Kurang Baik

Setelah dihasilkan penilaian konversi berdasarkan PAN, kemudian data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Dstribusi frekuensi merupakan data yang disusun dalam bentuk kelompok berdasarkan kelas-kelas interval dan menurut kategori

(13)

tertentu (Syah, 2007: 14). Dengan demikian akan diketahui interval data dari masing-masing responden penelitian.

2. Aalisis Data Wawancara

Setelah data hasil rekaman wawancara diperoleh, selanjutnya diubah kedalam bentuk teks atau transkripsi. Hasil dari trankripsi tersebut dibuat berupa teks dasar, dengan cara dilakukan proses penghalusan teks. Penghalusan ini dilkukan dengan menghapus atau menyisipkan kalimat tanpa mengurangi makna dan tujuan yang dimaksud dari kalimat tersebut. Tujuan dilakukannya penghalusan tersebut agar bentuk kalimatnya lebih terstruktur sehingga mudah dipahami untuk keperluan analisis. Kemudian dengan dilakukannya penghapusan dan penyisipan kalimat akan lebih mempertajam proposisi dari kalimat tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak peran ganda perawat wanita terhadap kinerja pada masa pandemic covid-19.. Penelitian ini dilakukan

dijelaskan oleh Middlemas dkk., (2013) pada penelitiannya dengan HCl sebagai agen pelindi memberikan hasil bahwa waktu pelindian dan konsentrasi pelarut memiliki pengaruh

Materi yang akan dibahas dalam mata kuliah ini mencakup terciptanya alam semesta, pengelolaan dan keanekaragaman sumber daya alam, perkembangan kehidupan budaya manusia dan

Pada penelitian ini hasil dari karakterisasi morfologi dengan menggunakan alat SEM akan dibandingkan dan dianalisis citra dari gambar morfologi yang dihasilkan

Pendugaan protein tubuh dapat dilakukan melalui konsentrasi kreatinin, karena pada individu yang sama terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi bobot badan dan kandungan

Tugas akhir dalam pendidikan tinggi diselesaikan penulis dengan menulis skripsi yang berjudul “Pengaruh Penambahan Kalsium Karbonat pada Media Bersalinitas 3 ppt terhadap

Tahun Anggaran : 2013 NO.. Garuda Baturaja) - By Pass II (Jl. Garuda Baturaja) Satuan Kerja : Pengembangan LLAJ Sumatera Selatan. Tahun Anggaran

melaksanakan kebijakan Gubernur dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah, dan tugas pembantuan serta tugas dekonsentrasi atau yang diperintahkan oleh peraturan