PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 45 TAHUN 2013
TENTANG
PEDOMAN PELAKSANAAN
PENYELENGGARAAN JASA USAHA KEPARIWISATAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI KUNINGAN,
Menimbang : a. bahwa sektor kepariwisataan merupakan faktor pendukung dalam rangka pengembangan pembangunan Kabupaten Kuningan dan mempunyai peran penting dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah;
b. bahwa dalam rangka optimalisasi pengelolaan jasa usaha kepariwisataan serta memberikan standar operasional prosedur penyelenggaraan jasa usaha kepariwisataan dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan, maka perlu dilakukan penyusunan pedoman pelaksanaan penyelenggaraan jasa usaha kepariwisataan;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, dan b, perlu menetapkan Peraturan Bupati Kabupaten Kuningan tentang Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Jasa Usaha Kepariwisataan.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Djawa Barat ;
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008;
3. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan; 4. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : PM. 85 /
5. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor ; PM.86/HK.501/MKP/2010 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Penyediaan Akomodasi;
6. Peraturan Menteri Kebudayan dan Pariwisata Nomor PM.87/HK.501/MKP/2010 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Jasa Makan dan Minum;
7. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : PM. 88 / HK. 501 / MKP / 2010 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Kawasan Pariwisata;
8. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM. 89/ HK. 501/ MKP/ 2010 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Jasa Transportasi Wisata;
9. Peraturan Menteri Kebudayaan dan pariwisata Nomor : PM. 90 / HK. 501 / MKP / 2010 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Daya Tarik Wisata;
10.Peraturan Menteri Kebudayaan dan pariwisata Nomor : PM. 91 / HK. 501 / MKP / 2010 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi;
11.Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.92/HK.501/MKP/2010 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Jasa Pramuwisata;
12.Peraturan Menteri Kebudayaan dan pariwisata Nomor : PM. 93 / HK. 501 / MKP / 2010 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Jasa Penyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konferensi dan Pameran;
13.Peraturan Menteri Kebudayaan dan pariwisata Nomor : PM. 94 / HK. 501 / MKP / 2010 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Jasa Konsultan Pariwisata;
14.Peraturan Menteri Kebudayaan dan pariwisata Nomor : PM. 95 / HK. 501 / MKP / 2010 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Jasa Informasi Pariwisata;
15.Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : PM 96/HK.501/MKP/2010 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Wisata Tirta;
16.Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : PM 97/HK.501/MKP/2010 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kegiatan Panti Mandi Uap/SPA;
17.Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : KM.3/HK.001/MKP.02 tentang Penggolongan Kelas Hotel;
19.Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 11 Tahun 2008 tentang Dinas Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 27 Tahun 2011; 20.Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 2 Tahun 2013
tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan;
21.Peraturan Bupati Kuningan Nomor 42 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok Fungsi dan Uraian Tugas Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan.
22.Peraturan Bupati Kuningan Nomor 42 Tahun 2012 tentang Ketentuan Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN BUPATI KUNINGAN TENTANG PEDOMAN
PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN JASA USAHA
KEPARIWISATAAN.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Kuningan.
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Kuningan. 3. Bupati adalah Bupati Kuningan.
4. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan yang selanjutnya disebut Dinas adalah Dinas yang bertanggung jawab di bidang pengawasan, pembinaan dan pengembangan jasa usaha kepariwisataan.
5. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.
6. Sekretaris adalah Sekretaris pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.
7. Bidang adalah Bidang pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.
8. Unit Pelaksana Teknis Dinas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan yang selanjutnya disingkat UPTD.
dengan profesinya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas Pemerintah.
10. Tugas pokok dan fungsi Dinas Pariwisata dan kebudayaan adalah tugas dan kewenangan yang diberikan pemerintah daerah sebagai dinas daerah.
11. Tanda Daftar Usaha Pariwisata adalah Dokumen resmi yang membuktikan bahwa usaha pariwisata yang dilakukan oleh pengusaha telah tercantum di dalam daftar usaha Pariwisata.
12. Usaha Pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan
menyelenggarakan jasa pariwisata atau
menyediakan/mengusahakan obyek wisata dan daya tarik wisata, sarana pariwisata dan usaha lainnya yang terkait dengan penunjang kepariwisataan.
13. Standar Operasional Prosedur jasa usaha Kepariwisataan yang selanjutnya disebut SOP, adalah serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai pedoman, tata cara penataan dan pengembangan jasa usaha pariwisata di daerah sesuai dengan ketentuan dan kelayakan jenis usaha.
14. Petunjuk Teknis Standar operasional prosedur Pengelolaan Jasa Usaha pariwisata adalah standar pelaksanaan tentang penyelenggaraan Jasa Usaha Kepariwisataan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebagai dinas teknis secara khusus dan dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan bagi pemilik/pengelola Jasa Usaha Pariwisata.
15. Kawasan strategis kepariwisataan merupakan daerah atau wilayah yang mempunyai nilai strategis politik, ekonomi, sosial budaya dan atau pertahanan dan keamanan, untuk menjaga keutuhan sebagai bangsa atau keutuhan wilayah tanah air, yang pengelolaannya dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan.
16. Pertunjukan/show biz merupakan kegiatan pertunjukan ditempat tempat hiburan di dalam ruangan atau di ruang terbuka dengan mendatangkan artis-artis lokal, nasional atau luar negeri;
17. Bioskop adalah usaha yang menyediakan tempat, peralatan pemutar film dan fasilitas untuk pertunjukan film serta dapat menyediakan jenis pelayanan makan dan minum;
BAB II
MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN Bagian kesatu
Maksud Pasal 2
Maksud penyusunan pedoman pelaksanaan penyelenggaraan jasa usaha kepariwisataan adalah sebagai pedoman teknis pelaksanaan pengelolaan jasa usaha pariwisata .
Bagian kedua Tujuan Pasal 3
Tujuan penyusunan pedoman pelaksanaan penyelenggaraan jasa usaha kepariwisataan adalah untuk memberikan arahan dan pedoman yang jelas serta meningkatkan kualitas kepengusahaan jasa usaha pariwisata yang sesuai dengan peraturan perundangan.
Bagian ketiga Sasaran Pasal 4
Sasaran penyusunan pedoman pelaksanaan Penyelenggaraan jasa usaha Kepariwisataan adalah :
a. Terwujudnya tatanan jasa usaha kepariwisataan kearah yang lebih profesional dalam rangka pengembangan sektor pariwisata Daerah. b. Terwujudnya fisik bangunan jasa usaha pariwisata yang baik dan
bermutu.
c. Terwujudnya dukungan para pengusaha jasa usaha pariwisata terhadap perkembangan kepariwisataan kearah yang lebih prospektif. d. Terwujudnya peran serta masyarakat dalam upaya pengembangan
kepariwisataan .
BAB III RUANG LINGKUP
Pasal 5
Ruang Lingkup penyusunan pedoman pelaksanaan Penyelenggaraan jasa usaha Kepariwisataan adalah :
Tugas Pokok dan Wewenang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Standar Operasional Prosedur Jasa Usaha Pariwisata.
Proses Pemberian tanda daftar usaha pariwisata, sertifikasi dan rekomendasi operasional penyelenggaraan jasa usaha kepariwisataan.
BAB IV
TUGAS POKOK DAN WEWENANG Pasal 8
Kepala Dinas mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan dinas dalam melaksanakan sebagian urusan pemerintahan di bidang pariwisata dan kebudayaan.
Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan administrasi umum, keuangan, dan kepegawaian, penyusunan program dinas serta pengkoordinasian pelaksanaan tugas unit organisasi di lingkungan dinas.
Bidang Pengembangan Objek Wisata mempunyai tugas pokok merencanakan dan melaksanakan pembinaan dan pengembangan sarana wisata dan jasa usaha pariwisata.
Bidang Kebudayaan mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan kebudayaan, publikasi potensi kebudayaan, serta pengembangan kebudayaan.
Bidang Pemasaran mempunyai tugas pokok melaksanakan pemasaran potensi pariwisata, seni dan budaya, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Dinas mempunyai tugas menunjang tugas pokok Dinas sesuai dengan keahliannya masing-masing.
Pasal 9
Dinas berwenang melakukan pemeliharaan, pembinaan dan pengembangan jenis jasa usaha kepariwisataan.
Dinas berwenang mengeluarkan Tanda Daftar Usaha Pariwisata dan rekomendasi Operasional ijin usaha pariwisata .
Dinas berwenang mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata suatu objek jasa usaha kepariwisataan apabila pengelola/pemilik jasa usaha kepariwisataan melakukan pelanggaran atas peraturan yang berlaku. Dalam menjalankan kewenangan dimaksud pada ayat (1), (2) dan (3)
Dinas bertanggung jawab kepada Bupati.
Pasal 10
(1) Pelaksanaan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, meliputi :
a. Menyelenggarakan kajian fisik dan penataan fisik bangunan berdasarkan petunjuk teknis standar operasional prosedur Pengelolaan Jasa Usaha Kepariwisataan ;
b. Menetapkan standar operasional prosedur penyelenggaraan Jasa Usaha Kepariwisataan bagi kelangsungan jasa usaha kepariwisataan.
c. Melakukan pelatihan dan atau pembinaan terhadap Sumber Daya Manusia pelaku jasa usaha kepariwisataan;
(2) Standar Operasional Prosedur penyelenggaraan jasa usaha Kepariwisataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi :
a. Pengaturan fisik bangunan dan fasilitas jasa usaha pariwisata; b. Pengaturan sumber daya manusia jasa usaha pariwisata; b. Pelayanan umum tentang jasa usaha pariwisata;
c. Pengarsipan/dokumentasi produk.
(3) Rincian Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Jasa Usaha Kepariwisataan dimaksud pada ayat (2) sebagaimana tercantum dalam lampiran I Peraturan Bupati ini.
BAB V
JENIS JASA USAHA KEPARIWISATAAN Pasal 11
Jenis Jasa Usaha Penyelenggaraan Kepariwisataan meliputi: Penyediaan Akomodasi;
Hotel; Cottage; Tempat kost; Pondok Wisata;
Penyediaan makan minum; Karaoke;
Pertunjukan/Show biz; Taman rekreasi;
Tempat wisata ziarah; Tempat wisata sejarah; Tempat wisata alam. Gelanggang renang; Bioskop;
Gelanggang Seni; 1) Sanggar seni; 2) Galeri seni;
3) Gedung Pertunjukan Seni; Pemandian alam;
Gelanggang permainan dan ketangkasan; Out bond;
Video Game/Play Station; Gelangggang olah Raga :
Lapangan Golf; Lapangan Futsal; Gelanggang Senam; Rumah biliard; Lapangan Tenis; Gelanggang Bowling; Perkemahan;
Biro Perjalanan Wisata; Agen Perjalanan Wisata; Panti Pijat tradisional; Panti mandi uap/SPA.
BAB VI
PROSEDUR DAN SYARAT
PENGAJUAN TANDA DAFTAR PERUSAHAAN Pasal 12
Prosedur dan Syarat pengajuan tanda daftar perusahaan :
Mengajukan permohonan secara tertulis kepada Dinas, (Format Surat sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Bupati ini); Photo copy Kartu Tanda Penduduk;
Photo copy Kartu Keluarga;
Photo copy kepemilikan status tanah/tempat usaha; Ijin analisis dampak lingkungan(apabila sudah ada);
Photo copy IMB (bagi yang sudah terdaftar pada Dinas terkait lainnya); Site Plan/rencana pengembangan jenis usaha;
Surat Keterangan ijin tetangga dan diketahui oleh pejabat pemerintah setempat;
BAB VII
PENENTUAN KAWASAN WISATA STRATEGIS Pasal 13
Penentuan dan Pengaturan kawasan wisata strategis berdasarkan Rencana tata ruang wilayah dan peraturan perundangan.
Pasal 14
Penyelenggaraan jenis usaha Karaoke berada di daerah kawasan wisata dan daerah/wilayah yang dianggap strategis dan dapat mendukung jalannya kegiatan usaha kepariwisataan.
BAB VIII
KEWAJIBAN DAN PERAN PENYELENGGARA JASA USAHA KEPARIWISATAAN
Bagian Kesatu Kewajiban Pasal 15
Kewajiban penyelenggara jasa usaha Pariwisata, yaitu :
a. Menempuh Proses perijinan Rekomendasi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dengan kelengkapan persyaratan :
Permohonan/pengajuan rekomendasi jenis usaha secara tertulis kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan;
Photo copy Kartu Tanda Penduduk; Photo copy Kartu Keluarga;
Photo copy kepemilikan status tanah/tempat usaha;
Photo copy IMB (bagi yang sudah terdaftar pada dinas instansi terkait);
Photo copy lunas pajak PBB pada tahun pengajuan rekomendasi (bagi yang sudah terdaftar pada dinas/instansi terkait);
Site Plan/rencana pembangunan dan pengembangan jenis usaha; Surat keterangan ijin tetangga dan diketahui oleh pejabat pemerintah
setempat;
Rekomendasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia untuk jenis usaha restoran, Rumah makan dan Hotel ;
b. Memberikan perlindungan keselamatan dan memberikan fasilitas kesehatan bagi karyawan;
c. Mengadakan pembukuan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
e. Mentaati perjanjian kerja serta menjamin keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan karyawan sesuai perundang-undangan yang berlaku;
f. Meningkatkan mutu penyelenggaraan usaha;
g. Memelihara kebersihan dan keindahan lokasi serta kelestarian lingkungan usaha;
h. Menjamin keselamatan dan kenyamanan pengunjung serta mencegah timbulnya bahaya kebakaran;
i. Mencegah terjadinya kegiatan peredaran dan pemakai obat terlarang serta barang/minuman terlarang di tempat usahanya;
j. Menyediakan sarana peribadatan dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk melaksanakan ibadah;
k. Memberikan pelaporan data kunjungan setiap satu bulan satu kali dan data pengembangan usaha kepada dinas pariwisata dan kebudayaan.
Bagian Kedua Peran Pasal 16 Peran pemilik/pengelola usaha Pariwisata :
a. Pemilik/pengelola berperan sebagai pelaku dalam upaya pelaksanaan pengelolaan jasa usaha kepariwisataan.
b. Peran pemilik/pengelola sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui kegiatan :
Melaksanakan hasil kajian teknis standar Pengelolaan Jasa Usaha Kepariwisataan jenis usahanya secara intensif yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari manajemen usahanya;
Melakukan pengembangan jenis usahanya menjadi jenis usaha yang akan lebih mendukung terciptanya sapta pesona pariwisata daerah yang lebih maju;
Memantapkan kinerja sumber daya manusia jasa usaha pariwisata kearah yang lebih profesional dan proporsional kearah pelayanan prima bagi pengguna jasa usaha kepariwisataan.
BAB IX
PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN Pasal 17
Teknis pelaksanaan kegiatan pengawasan dan pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan lebih lanjut oleh Kepala Dinas.
Pasal 18
Berdasarkan Pengendalian dan Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat 1, apabila pemilik/pengelola jasa usaha pariwisata tidak mematuhi standar oprasional prosedur yang telah di tetapkan, maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memberikan teguran ke satu, dan bilamana teguran kesatu tidak diindahkan, maka akan dikeluarkan teguran ke dua, selanjutnya apabila pemilik/pengelola tersebut tidak mengindahkan teguran kesatu dan kedua tersebut maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berhak mencabut rekomendasi/Tanda Daftar Usaha Pariwisata terhadap ijin usaha yang telah diterbitkan oleh Dinas/Instansi terkait, untuk ditindaklanjuti oleh Satuan Polisi Pamong Praja dengan sanksi mengacu kepada Peraturan Perundangan.
BAB X Larangan
Pasal 19
(1) Larangan dalam penyelenggaraan jasa usaha Pariwisata :
a. Mengizinkan dan/atau melakukan tindakan pelanggaran kesusilaan dan ketertiban umum, perjudian, perdagangan manusia, dan penyalahgunaan NAPZA serta kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. Merusak sebagian atau seluruh benda fisik dan non fisik daya tarik wisata;
c. Jenis usaha karaoke dilarang membuka usaha selain di daerah kawasan pariwisata menurut perundangan yang berlaku;
d. Dilarang mempekerjakan karyawan dibawah umur/ usia dibawah 17 Tahun;
e. Dilarang mempekerjakan Tenaga kerja asing tanpa seizin Dinas /Badan/Lembaga terkait, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku;
f. Khusus untuk usaha pariwisata gelanggang bola/mesin ketangkasan, arena biliard, karaoke, panti pijat dan panti mandi uap dilarang mengoperasikan kegiatan usahanya pada bulan suci romadhon dan hari-hari besar keagamaan lainnya;
g. Dilarang menyalahgunakan perizinan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Dinas yang berkewenangan;
(2) Selain larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) penyelenggara jasa usaha pariwisata dalam penyelenggaraan jasa usaha pariwisata wajib mentaati larangan-larangan lain yang diatur dalam peraturan-perundangan yang berkenaan dengan penyelenggaraan jasa usaha pariwisata.
BAB XI
KETENTUAN PENUTUP Pasal 20
Hal hal yang belum diatur dalam Peraturan Bupati ini, sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Pasal 21
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Kuningan.
Ditetapkan di Kuningan
Pada tanggal 2013 BUPATI KUNINGAN
AANG HAMID SUGANDA Diundangkan di Kuningan
Pada tanggal
SEKRETARIS DAERAH
KABUPATEN KUNINGAN
Drs.H. YOSEP SETIAWAN,M.Si Pembina Utama Muda Nip. 1958 02171985031003
LAMPIRAN I : PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR :
TANGGAL :
TENTANG : PEDOMAN PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN JASA USAHA KEPARIWISATAAN.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENYELENGGARAAN JASA USAHA KEPARIWISATAAN
A..PENYEDIAAN AKOMODASI.
Suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum,yang dikelola secara komersial.
I. PENYEDIAAN AKOMODASI HOTEL BINTANG I a. Persyaratan Umum :
1. Aspek fisik :
Bangunan hotel memenuhi persyaratan Perizinan. Unsur dekorasi bernuansa khas Indonesia.
Tersedia alat pemadam kebakaran. Tersedia tempat pembuangan limbah. Jumlah kamar standar minimal 15 kamar. Terdapat fasilitas umum.
Terdapat gudang.
Terdapat ruang karyawan. 2. Lokasi :
Taman rekreasi mudah dicapai dengan kendaraan bermotor roda empat. Lokasi harus sesuai dengan perencanaan tata kota dan rencana induk
pengembangan pariwisata daerah. Lokasi harus bebas dari banjir.
Taman rekreasi harus bebas dari bau yang tidak enak, debu dan asap, Air yang tercemar demi kenyamanan para pengunjung.
3. Luas dan Penataan lahan Taman Rekreasi :
Luas lahan taman rekreasi sekurang-kurangnya 3 ha.
Lahan yang diusahakan harus ditata dan dibagi lebih lanjut dalam satuan lingkungan tertentu sesuai dengan peruntukannya dengan memperhatikan kenyamanan pengunjung, yang dituangkan dalam gambar rencana dan study kelayakan.
4. Bangunan :
Gaya bangunan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan dianjurkan untuk menampilkan ciri budaya daerah;
5. Pintu Gerbang :
Tersedia pintu gerbang yang dilengkapi dengan jalur masuk dan jalur keluar yang terpisah;
Terdapat papan nama yang jelas, dan mudah dibaca oleh umum. 6. Tempat Parkir :
Tersedia tempat parkir kendaraan dengan luas yang cukup dan kondisi yang memadai .
b. Fasilitas yang harus tersedia : 1. Pertamanan :
Dalam pertamanan harus tersedia lahan terbuka yang ditumbuhi rumput tanaman hias, atau tanaman bunga dan pohon peneduh;
Jalan taman dan tempat duduk. 2. Arena bermain anak-anak :
Arena bermain anak-anak harus teduh dan nyaman dan menyediakan fasillitas bermain anak-anak yang mengandung unsur hiburan, pendidikan atau kebudayaan.
3. Faslilitas Rekreasi dan Hiburan :
Harus tersedia sekurang-kurangnya 3 (tiga) jenis sarana rekreasi yang mengandung unsur hiburan, pendidikan dan kebudayaan .
4. Fasilitas Pelayanan Umum :
Tersedia ruang kantor pengelola yang terpisah dari fasilitas lain, dan mempunyai tanda yang jelas.
Tersedia tempat penerangan/informasi bagi pengunjung yang mudah diketahui oleh umum.
Tersedia toilet untuk pria dan wanita yag terpisah, lantai tidak licin, warna lantai dan dinding terang, dan mudah dibersihkan. Dengan jumlah yang cukup untuk masing-masing fasilitas yang tersedia.
Tersedia paling sedikit 1 bak sampah besar untuk manampung sampah dari seluruh taman rekreasi yang letaknya tidak berdekatan dengan fasilitas rekreasi.
Harus tersedia ala P3K dalam jumlah yang cukup.
Tersedia sumber listrik dengan daya yang cukup dan mempunyai sumber daya cadangan.
Instalasi listrik harus memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku.
Tersedia sumber air bersih yang memenuhi syarat sesuai dengan peruntukannya berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku.
5. Fasilitas Pelengkap Lain : Tempat ibadah.
Sarana olah raga
6. Administrasi dan Pengelolaan : a) Tenaga Kerja :
Tenaga pimpinan, dengan tingkat pendidikan SLTA dan berpengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun dibidang usaha rekreasi atau hiburan. Tenaga Administrasi dan keuangan, dengan pendidikan
sekurang-kurangnya SMEA atau yang sederajat. Tenaga pelaksana harian dan keamanan.
Semua tenaga kerja harus diperiksa kesehatannya secara periodik sekurang-kurangnya 1 kali dalam setahun.
b) Ketentuan umum SDM :
Berpakaian rapi, sopan, dan memakai tanda pengenal selama berada di tempat kerja.
Bersikap sopan, ramah, dan cepat dalam melayani tamu. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing. Menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan tamu. Menjaga kode etik pegawai sesuai peraturan perusahaan.
Setiap kejadian yang ditemui karyawan dan dianggap merugikan tamu, tempat usaha, dan karyawan itu sendiri harus segera memberitahukan kepada atasan langsung atau security departement.
Pegawai dilarang melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar kesusilaan, dan melakukan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya.
c) Administrasi Pengelolaan :
Sistem administrasi dan pengelolaan harus memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku.
d) Aspek pelayanan : Keramah tamahan. Waktu operasional.
II. Penyediaan Akomodasi Hotel Bintang II
a. Persyaratan Umum : 1. Aspek fisik :
a) Bangunan Hotel memenuhi persyaratan Perizinan. b) Unsur Dekorasi bernuansa khas Indonesia.
c) Tersedia alat pemadam kebakaran. d) Tersedia tempat pembuangan limbah.
g) Terdapat fasilitas umum.
h) Teresedia transportasi mekanis bagi bangunan 4 lantai. i) Pintu dan tangga darurat.
j) Tersedia tempat pembuangan limbah. k) Kelengkapan kamar mandi dan kamar tidur. 2. Lokasi :
Taman rekreasi mudah dicapai dengan kendaraan bermotor roda empat. Lokasi harus sesuai dengan perencanaan tata kota dan rencana induk
pengembangan pariwisata daerah. Lokasi harus bebas dari banjir.
Taman rekreasi harus bebas dari bau yang tidak enak, debu dan asap, air yang tercemar demi kenyamanan para pengunjung.
3. Luas dan Penataan lahan Taman Rekreasi :
Lahan yang diusahakan harus ditata dan dibagi lebih lanjut dalam satuan lingkungan tertentu sesuai dengan peruntukannya dengan memperhatikan kenyamanan pengunjung.
4. Bangunan :
Gaya bangunan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan dianjurkan untuk menampilkan ciri budaya daerah.
5. Pintu Gerbang :
a) Tersedia pintu gerbang yang dilengkapi dengan jalur masuk dan jalur keluar yang terpisah;
b) Dijalur masuk tersedia tempat penjualan karcis;
c) Terdapat papan nama yang jelas, dan mudah dibaca oleh umum. 6. Tempat Parkir :
Tersedia tempat parkir kendaraan dengan luas yang cukup dan kondisi yang memadai
b. Fasilitas yang harus tersedia : 1. Pertamanan:
Dalam pertamanan harus tersedia lahan terbuka yang ditumbuhi rumput tanaman hias, atau tanaman bunga dan pohon peneduh.
Jalan taman dan tempat duduk. 2. Arena bermain anak-anak:
Arena bermain anak-anak harus teduh dan nyaman dan menyediakan fasillitas bermain anak-anak yang mengandung unsur hiburan, pendidikan atau kebudayaan.
3. Faslilitas Rekreasi dan Hiburan:
Harus tersedia sekurang-kurangnya 3 (tiga) jenis sarana rekreasi yang mengandung unsur hiburan, pendidikan dan kebudayaan .
Tersedia ruang kantor pengelola yang terpisah dari fasilitas lain, dan mempunyai tanda yang jelas.
Tersedia tempat penerangan/informasi bagi pengunjung yang mudah diketahui oleh umum.
Tersedia toilet untuk pria dan wanita yag terpisah, lantai tidak licin, warna lantai dan dinding terang, dan mudah dibersihkan. Dengan jumlah yang cukup untuk masing-masing fasilitas yang tersedia.
Menyediakan Restoran dan bar.
Menyediakan ruangan yang disewakan. Menyediakan area tata graha ruang lena. Ruang Binatu.
Tersedia paling sedikit 1 bak sampah besar untuk manampung sampah dari seluruh taman rekreasi yang letaknya tidak berdekatan dengan fasilitas rekreasi.
Tempat sampah dengan jumlah yang cukup bagi setiap fasilitas rekreasi. Harus tersedia ala P3K dalam jumlah yang cukup.
Tersedia pos keamanan bagi pengunjung yang mudah diketahui umum. Tersedia sumber listrik dengan daya yang cukup dan mempunyai sumber
daya cadangan.
Instalasi listrik harus memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku. Tersedia sumber air bersih yang memenuhi syarat sesuai dengan
peruntukannya berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku. Tiap bangunan harus dilengkapi oleh alat pemadam kebakaran dengan
jumlah yang cukup.
Harus mempunyai sistim tata suara yang baik dan dapat digunakan untuk pengumuman dan keperluan lainnya;
Drainase yang baik harus mencakup seluruh taman rekreasi dan berhubungan dengan sistem saluran pembuangan air umum.
5. Fasilitas Pelengkap Lain:
Taman rekreasi dapat dilengkapi dengan rumah makan atau jasa pelayanan makan dan tempat penyediaan minum lainnya dan harus memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
Tempat ibadah. Sarana olah raga.
6. Administrasi dan Pengelolaan: a) Tenaga Kerja:
1) Tenaga pimpinan, dengan tingkat pendidikan SMTA dan berpengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun dibidang usaha rekreasi atau hiburan;
2) Tenaga Administrasi dan keuangan, dengan pendidikan sekurang-kurangnya SMEA atau yang sederajat;
3) Tenaga pelaksana harian dan keamanan;
4) Semua tenaga kerja harus diperiksa kesehatannya secara periodik sekurang-kurangnya 1 kali dalam setahun.
b) Ketentuan umum SDM ;
Berada ditempat kerja;
Bersikap sopan, ramah, dan cepat dalam melayani tamu; Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing; Menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan tamu; Menjaga kode etik pegawai sesuai peraturan perusahaan;
Setiap kejadian yang ditemui karyawan dan dianggap merugikan tamu, tempat usaha, dan karyawan itu sendiri harus segera memberitahukan kepada atasan langsung atau security departement; Pegawai dilarang melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar kesusilaan, dan melakukan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya.
c) Administrasi Pengelolaan:
Sistem administrasi dan pengelolaan harus memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku;
.
d) Aspek pelayanan :
1) Keramahtamahan khas Indonesia. 2) Front Desk bertugas 24 jam.
3) House keeping menyediakan Pelayanan air panas. 4) Penggantian sprai minimal sekali sehari.
5) Food Baverage (restoran melayani makan pagi,siang dan malam). 6) Room service 16 jam.
7) Waktu operasional.
III. Penyediaan Akomodasi Hotel Bintang III. a. Persyaratan Umum :
1. Aspek fisik :
a) Bangunan Hotel memenuhi persyaratan Perizinan. b) Terdapat Kolam renang.
c) Tersedia alat pemadam kebakaran. d) Tersedia tempat pembuangan limbah.
e) Jumlah dan luas kamar standar 24m2 minimal 30 kamar . f) Jumlah dan luas kamar suite 48m2 minimal 1.
g) Terdapat fasilitas umum.
h) Teresedia transportasi mekanis bagi bangunan 4 lantai. i) Pintu dan tangga darurat.
j) Tersedia tempat pembuangan limbah. k) Kelengkapan kamar mandi dan kamar tidur. 2. Lokasi :
a) Taman rekreasi mudah dicapai dengan kendaraan bermotor roda empat; b) Lokasi harus sesuai dengan perencanaan tata kota dan rencana induk
pengembangan pariwisata daerah; c) Lokasi harus bebas dari banjir;
3. Luas dan Penataan lahan Taman Rekreasi:
a) Luas lahan taman rekreasi sekurang-kurangnya 3 ha.
b) Lahan yang diusahakan harus ditata dan dibagi lebih lanjut dalam satuan lingkungan tertentu sesuai dengan peruntukannya dengan memperhatikan kenyamanan pengunjung, yang dituangkan dalam gambar rencana dan study kelayakan.
4. Bangunan:
Semua bangunan yang berada di taman rekreasi harus memenuhi ketentuan tata bangunan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
Gaya bangunan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan dianjurkan untuk menampilkan ciri budaya daerah.
5. Pintu Gerbang:
Tersedia pintu gerbang yang dilengkapi dengan jalur masuk dan jalur keluar yang terpisah.
Dijalur masuk tersedia tempat penjualan karcis. Terdapat papan nama yang jelas.
6. Tempat Parkir:
Tersedia tempat parkir kendaraan dengan luas yang cukup dan kondisi yang memadai
b. Fasilitas yang harus tersedia: 1. Pertamanan:
a) Dalam pertamanan harus tersedia lahan terbuka yang ditumbuhi rumput tanaman hias, atau tanaman bunga dan pohon peneduh.
b) Jalan taman dan tempat duduk. 2. Arena bermain anak-anak:
Arena bermain anak-anak harus teduh dan nyaman dan menyediakan fasillitas bermain anak-anak yang mengandung unsur hiburan, pendidikan atau kebudayaan.
3. Faslilitas Rekreasi dan Hiburan:
Harus tersedia sekurang-kurangnya 3 (tiga) jenis sarana rekreasi yang mengandung unsur hiburan, pendidikan dan kebudayaan .
4. Fasilitas Pelayanan Umum:
a) Tersedia ruang kantor pengelola yang terpisah dari fasilitas lain, dan mempunyai tanda yang jelas;
b) Tersedia tempat penerangan/informasi bagi pengunjung yang mudah diketahui oleh umum;
c) Tersedia toilet untuk pria dan wanita yag terpisah, lantai tidak licin, warna lantai dan dinding terang, dan mudah dibersihkan. Dengan jumlah yang cukup untuk masing-masing fasilitas yang tersedia;
e) Menyediakan ruangan yang disewakan f) Menyediakan area tata graha ruang lena, g) Ruang Binatu
h) Tersedia paling sedikit 1 bak sampah besar untuk manampung sampah dari seluruh taman rekreasi yang letaknya tidak berdekatan dengan fasilitas rekreasi;
i) Tempat sampah dengan jumlah yang cukup bagi setiap fasilitas rekreasi.
j) Harus tersedia ala P3K dalam jumlah yang cukup;
k) Tersedia pos keamanan bagi pengunjung yang mudah diketahui umum;
l) Tersedia sumber listrik dengan daya yang cukup dan mempunyai sumber daya cadangan;
m) Instalasi listrik harus memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku; n) Tersedia sumber air bersih yang memenuhi syarat sesuai dengan
peruntukannya berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku; o) Tiap bangunan harus dilengkapi oleh alat pemadam kebakaran dengan
jumlah yang cukup;
p) Harus mempunyai sistim tata suara yang baik dan dapat digunakan untuk pengumuman dan keperluan lainnya;
q) Drainase yang baik harus mencakup seluruh taman rekreasi dan berhubungan dengan sistem saluran pembuangan air umum.
5. Fasilitas Pelengkap Lain;
a) Taman rekreasi dapat dilengkapi dengan rumah makan atau jasa pelayanan makan dan tempat penyediaan minum lainnya dan harus memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku;
b) Tempat ibadah c) Sarana olah raga
6.Administrasi dan Pengelolaan; a) Tenaga Kerja;
1) Tenaga pimpinan, dengan tingkat pendidikan SMTA dan berpengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun dibidang usaha rekreasi atau hiburan;
2) Tenaga Administrasi dan keuangan, dengan pendidikan sekurang-kurangnya SMEA atau yang sederajat;
3) Tenaga pelaksana harian dan keamanan;
Semua tenaga kerja harus diperiksa kesehatannya secara periodik sekurang-kurangnya 1 kali dalam setahun.
b) Ketentuan umum SDM ;
1) Berpakaian rapi, sopan, dan memakai tanda pengenal selama berada di tempat kerja;
6) Setiap kejadian yang ditemui karyawan dan dianggap merugikan tamu, tempat usaha, dan karyawan itu sendiri harus segera memberitahukan kepada atasan langsung atau security departement;
7) Pegawai dilarang melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar kesusilaan, dan melakukan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya.
c) Administrasi Pengelolaan:
Sistem administrasi dan pengelolaan harus memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku.
d) Aspek pelayanan :
1) Keramah tamahan khas Indonesia 2) Front Desk bertugas 24 jam
3) House keeping menyediakan Pelayanan air panas 4) Penggantian sprai minimal sekali sehari
5) Food Baverage (restoran melayani makan pagi,siang da malam) 6) Room service 16 jam
7) Bar melayani tamu minimal 8 jam 8) Waktu operasional
IV. PENYEDIAAN AKOMODASI HOTEL MELATI - TEMPAT KOST.
Tempat Kost adalah suatu usaha komersil yang menggunakan seluruh atau sebagian dari suatu bangunan yang khusus disediakan bagi setiap orang yang menggunakan seluruh atau sebagian dari suatu bangunan yang khusus disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh layanan penginapan;
a. Persyaratan Umum. 1. Lokasi.
Sesuai dengan peraturan yang berlaku;
Bebas dari kebisingan, bau tidak enak, debu, binatang pengerat dan serangga;
Mudah dicapai oleh kendaraan bermotor roda empat. 2. Bangunan.
Konstruksi bangunan bersifat permanen dan memenuhi persyaratan tata bangunan.
3. Pertamanan.
Ada taman diluar gedung yang terpelihara baik. 4. Parkir.
Tersedia tempat parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat , minimal empat kendaraan
Kamar mandi sesuai kebutuhan. 6. Kantor Depan (Front Office).
7. Penyediaan tempat beribadah/mushola. 8. Post keamanan
9. Meja penerima tamu (counter); 10. Rak tempat kunci;
11. k)Tempat duduk di lobby (ruang tamu); 12. Toilet umum pria dan wanita terpisah. b. Persyaratan khusus :
1. Memiliki surat ijin tetangga yang diketahui pejabat pemerintah setempat. 2. Memiliki aturan tata tertib yang harus dipatuhi oleh penghuni kost.
c. Spesifikasi penggunaan tempat kos: 1. Kost anak sekolah.
2. Kost karyawan. 3. Kost umum.
V. PENYEDIAAN MAKAN MINUM RESTOURAN/RUMAH MAKAN.
Penyediaan Makan Minum adalah setiap tempat usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan hidangan dan minuman untuk umum ditempat usahanya dengan kriteria Restoran dan Rumah makan.
a..Persyaratan Umum. 1. Lokasi.
a) Dapat berada disuatu bangunan yang berdiri sendiri atau disewa; b) Dapat dicapai oleh kendaraan roda empat;
c) Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam rencana tata kota daerah.
2..Lingkungan.
a) Bebas dari bau tidak enak; b) Bebas dari debu dan asap;
c) Bebas dari serangga dan binatang pengerat;
d) Yang berdiri sendiri dianjurkan membuat taman di pekarangannnya; e) Tersedia penyaluran/pembuangan air limbah.
3..Bangunan.
a) Dapat bersifat konstruksi semi permanen, dan harus memenuhi persyaratan perizinan sesuai peraturan perundangan yang berlaku; b) Jenis ruangan meliputi:
(1) ruang makan/tempat makan (2) ruang dapur pemanas,
(3) ruang atau fasilitas karyawan, (4) ruang administrasi,
c) Pengaturan ruangan disesuaikan dengan fungsinya sehingga melancarkan : arus tamu, arus karyawan, arus bahan dan barang, arus pelayanan,
d) Tersedianya pintu masuk yang terpisah untuk tamu dan karyawan /barang & bahan.
e) Tiap ruangan tata udaranya diatur dengan suhu (AC atau Fan) atau dengan ventilasi.
4.Tempat Parkir.
a) Untuk setiap 10 tempat duduk tersedia 1 tempat parkir kendaraan roda empat;
b) Tempat parkir diperkeras dan tidak becek; c) Tersedia sistem penyaluran air limbah. 5..Fisik Ruangan.
a) Luas ruang makan/tempat makan sekurang-kurangnya 50 % dari luas seluruh rumah makan;
b) Luas tempat duduk bagi setiap orang 1,5 m x 1 m; c) Tinggi langit-langit sekurang 2,8 m;
d) Ruang makan/tempat makan yang berada di dalam bangunan rumah makan, dianjurkan berhubungan langsung dengan dapur pemanas dengan pintu keluar dan pintu masuk yang terpisah
e) Ruang makan/tempat makan yang berada terpisah dari bangunan rumah makan diusahakan letaknya berdekatan dengan dapur pemanas. b..Fasilitas.
1. Tersedia tempat mencuci tangan (wastafel): 2..Tersedia toilet dengan ketentuan:
a)..Dilengkapi WC duduk /jongkok, tempat mencuci tangan, alat pengering tangan, sabun, bahan pewangi toilet, kaca rias.
b)..Dinding toilet toilet disarankan dilapisi dengan bahan kedap air; c)..Tata udara harus baik;
d)..Lantai toilet tidak licin;
e)..Penempatan toilet mudah dicapai tidak di dalam ruangan makan dan tidak berhubungan langsung dengan dapur pemanas.
3..Kasir.
Tersedia ruang untuk tempat pembayaran; 4..Lain-lain.
a) Tersedia sistem tata suara untuk musik; b) Memisahkan toilet untuk pria dan wanita;
c) Tersedia ruang tunggu bagi tamu yang belum dapat tempat. 5..Dapur Pemanas.
a) Luas dapur pemanas sekurang-kurangnya 35 % dari ruang makan; b) Tinggi langit-langit sekurang-kurangnya 2,8 m;
c) Lantai tidak licin dan mudah dibersihkan;
d) Dinding harus dilapisi dengan bahan kedap air sekurang-kurangnya 1,70m;
e) Tersedia ruang untuk memanaskan masakan jadi;
g) Tersedia tempat/peralatan untuk menyimpan bahan makanan mudah rusak;
h) Tersedia tempat untuk pencucian bahan makanan mentah; i) Tersedia tempat untuk mencuci peralatan dan perlengkapan;
j) Tersedia sistem penyaluran atau pembuangan air limbah yang memenuhi persyaratan peraturan yang berlaku;
k) Tersedia perlengkapan P3K;
l) Tersedia alat pemadam kebakaran;
m) Tersedia penerangan sekurang-kurangnya dengan kekuatan 150 lux; n) Tersedia tempat penyimpanan sementara sampah kering dan sampah
basah.
o) Lain-lain : Dianjurkan untuk menyediakan sistem penyaluran asap, memisahkan sampah kering dan basah.
6..Gudang
a) Tersedia ruangan untuk menyimpan alat perlengkapan yang dilengkapi dengan rak atau lemari dengan tinggi kaki 15 cm dari lantai;
b) Untuk menyimpan bahan makanan mentah tidak mudah rusak dan bahan minuman, dilengkapi dengan rak atau lemari dengan tinggi kaki 15 cm dari lantai;
c) Tersedia alat penerangan;
d) Tersedia alat pembersih ruangan; e) Tata udara yang baik.
7..Fasilitas Karyawan.
a) Tersedia ruang ganti pakaian/tempat menyimpan pakaian dan barang milik karyawan;
b) WC, dilengkapi dengan ember dan gayung; c) Ruang makan karyawan;
d) Ruang ibadah. 8..Ruang Administrasi.
Tersedia ruangan untuk pimpinan dan administrasi. c..Pelayanan.
1..Jenis Makanan dan Minuman.
a) Tersedia 1 jenis makanan, masakan indonesia atau masakan asing; b) Jenis minuman yang disediakan tidak mengandung alkohol;
c) Terhindar dari pencemaran bahan makanan tambahan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2..Jenis Pelayanan.
a) Bisa mengambil sendiri (self service); b) Bisa Prasmanan (Buffet);
c) Bisa dihidangkan (served). 3..Perlengkapan Ruang Makan. a). Umum.
1) Jumlah meja dan kursi sesuai dengan kapasitas ruang makan; 2) Tersedia kursi untuk anak;
4) Bermacam-macam bumbu tambahan, saos tomat, lada, sambal, kecap dll.;
5) Daftar makanan; 6) Tusuk gigi;
7) Perlengkapan dimeja makan : nomor meja, asbak, jambangan bunga.
b).Khusus.
Jenis dan perlengkapan disesuaikan dengan jenis masakan yang dihidangkan.
c).Dapur Pemanas.
1) Perlengkapan pemanas/pengolah; 2) Kompor/tungku listrik/gas;
3) Panci;
4) Wajan/penggorengan;
5) Penanak nasi/Dandang/Steamer; 6) Talenan.
d) Ketentuan umum SDM :
1) Berpakaian rapi, sopan, dan memakai tanda pengenal selama berada di tempat kerja;
2) Bersikap sopan, ramah, dan cepat dalam melayani tamu; 3) Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik;
4) Menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan tamu; 5) Menjaga kode etik pegawai sesuai peraturan perusahaan;
6) Setiap kejadian yang ditemui karyawan dan dianggap merugikan tamu, tempat usaha, dan karyawan itu sendiri harus segera memberitahukan kepada atasan langsung atau security departement;
7) Pegawai dilarang melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar kesusilaan, dan melakukan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya.
VI..KARAOKE.
Karaoke adalah Suatu usaha yang menyediakan tempat, peralatan dan fasilitas untuk menyanyi yang diiringi musik rekaman, dengan atau tanpa pemandu lagu serta dapat dilengkapi dengan penyediaan jasa pelayanan makanan dan minuman.
a. Persyaratan khusus :
1. Memiliki surat ijin menurut ketentuan perundangan yang berlaku;
2. Memiliki ijin tetangga sekitar tempat usaha dan diketahui oleh aparat pemerintahan setempat;
3. Bangunan/ruangan harus permanen dan memiliki peredam suara yang mencukupi ( suara tidak terdengar keluar bangunan);
4. Menyedian pos keamanan/security;
yang telah ditentukan dalam Standar Pelayanan Jasa Usaha Karaoke yang akan dikaji ulang per periodik untuk jangka waktu 3 (tiga) bulan; 6. Memiliki ijin pertunjukan life music/Showbiz dari Dinas Pariwisata dan
kebudayaan serta ijin keramaian dari POL PP Kabupaten kuningan; 7. Memiliki ijin keramaian dari POLRES Kuningan;
8. Memiliki data lengkap karyawan tetap dalam perusahaan;
9. Memiliki surat kesehatan karyawan dari dinas kesehatan Kabupaten Kuningan.
10. Penjaga Malam / Security, minimal 2 (dua) orang;
11. Memberikan laporan kegiatan hiburan minimal 3 (tiga) minggu sekali; 12. Memberikan laporan data pegawai minimal 3 (tiga) bulan sekali; b. Ketentuan Umum SDM :
Pegawai minimal berusia 17 tahun/ sudah memiliki KTP ;
Berpakaian seragam, rapi, sopan, dan memakai tanda pengenal selama berada di tempat kerja;
Bersikap sopan, ramah, dan cepat dalam melayani tamu hiburan malam; Menjaga kenyamanan tamu pengguna jasa hiburan karaoke;
Menjaga kode etik pegawai sesuai peraturan perusahaan;
Pegawai dilarang melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar kesusilaan, dan melakukan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya;
Selama jam kerja pegawai tidak diperkenankan berada di luar tempat kerja yang dapat menimbulkan persepsi negatif;
Setiap kejadian yang ditemui karyawan dan dianggap merugikan tamu, tempat usaha, dan karyawan itu sendiri harus segera memberitahukan kepada atasan langsung atau security departemen
Memelihara dan memenuhi persyaratan sanitasi dan hygine di dalam menyajikan makanan;
Menjaga kenyamanan tamu restoran/rumah makan;
Setiap kejadian yang ditemui karyawan dan dianggap merugikan tamu, tempat usaha, dan karyawan itu sendiri harus segera memberitahukan kepada atasan langsung atau security departement
c..Persyaratan Umum. 1. Lokasi.
a) Lokasi sesuai dengan pengaturan perundangan yang berlaku; b) Mudah dicapai oleh kendaran roda dua dan roda empat; c) Sesuai dengan perencanaan tata kota;
d) Tidak berada atau dekat dengan daerah pemukiman penduduk, tempat peribadatan dan sekolah;
e) Penataan sekitar tempat usaha memenuhi kriteria sapta pesona. 2. Waktu Operasional :
a) Siang : Pukul 14.00 WIB sampai dengan 17.30 WIB; b) Malam: Pukul 20.00 WIB sampai dengan 2.00 WIB.
4. Bangunan harus memenuhi ketentuan tata bangunan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Dan tersedia papan nama usaha yang jelas dan mudah dibaca oleh umum.
5. Tersedianya tempat parkir kendaraan bermotor dengan luas yang cukup dan kondisi yang memadai untuk menampung kendaraan roda dua dan roda empat.
6. Fasilitas yang harus tersedia: a) Front office/ruang tunggu: b) Ruang karaoke keluarga:
1) Tersedia tempat duduk atau satu set sofa minimal untuk 4 orang; 2) Tersedia TV minimal 21” dan perangkat sound system yang
memadai; 3) Tersedia AC ;
4) Tersedia alat sirkulasi udara/heksos fan di dalam ruangan;
5) Tersedia bel untuk memanggil bagian pelayanan umum tempat karaoke.
6) Tempat sampah;
7) Alat pemadam kebakaran;
8) Pintu masuk ruangan menggunakan kaca pengawasan transparan minimal ukuran 30x30cm.
9) Penerangan sesuai dengan kebutuhan; c) Tempat / ruangan karaoke hall :
1) Ruang duduk tamu yang tersedia kursi dan meja dengan kapasitas menimal 20 orang. Setiap tempat duduk diperlukan ruangan seluas 1,2M2;
2) Tersedia ruangan untuk melantai dengan kapasitas 25% dari kapasitas tempat duduk;
3) Ruangan harus kedap suara. d) Musik ;
1) Menggunakan perangkat audio visual : TV, in vocus,sound system. 2) Menggunakan music yang dimainkan oleh pemusik dengan catatan:
(a) Pemusik yang digunakan sudah memiliki akte organisasi yang telah disyahkan oleh dinas pariwisata dan Kebudayaan dan Diprioritaskan menggunakan seniman local untuk memberikan lapangan pekerjaan;
(b) Tersedia sistem tata suara dan atraksi cahaya lampu untuk melantai;
(c) Peralatan musik dan sistim tata suara yang baik; (d) Ruang rias bagi artis dan pemandu lagu;
(e) Ruang tunggu (lobby) bagi pengunjung. e).Sarana Pelayanan Umum.
1) Tersedia snack bar .
2) Penyediaan jasa pelayanan makan minum dan harus memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
4) Tersedia toilet untuk pria dan wanita yang terpisah bagi pengunjung dalam jumlah yang cukup;
5) Tersedia ruangan untuk melayani pesanan dan pembayaran bagi para pengunjung;
6) Tersedianya tempat sampah dengan jumlah cukup; 7) Tersedia perlengkapan P3K;
8) Tersedia sumber daya listrik yang cukup dan instalasinya harus memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku;
9) Tersedia air bersih sesuai peruntukan;
10 Sistem ventilasi ruangan untuk sirkulasi udara dan atau pengatur suhu udara harus baik;
11) Tersedia peralatan pencegahan dan pemadam kebakaran;
12 Tersedia sistem tata suara (sound system) untuk pengeras suara dan musik.
13) Sistem pembuangan limbah yang memenuhi persyaratan sanitasi dan hygiene serta drainase sesuai peraturan yang berlaku;
d..Administrasi dan Pengelolaan. 1. Tenaga Kerja :
a) Pimpinan dengan pendidikan sekurang-kurangnya SMA dan berpengalaman di bidangnya;
b) Administrasi dan keuangan dengan tingkat pendidikan sekurang-kurangnya SMK atau sederajat;
2. Sistem administrasi dan pengelolaan harus memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku;
3. Tenaga keamanan minimal 2 orang dan sudah memiliki sertifikat dari instansi terkait.
VII..TEMPAT REKREASI ( OBYEK DAYA TARIK WISATA ).
Tempat Rekreasi adalah suatu usaha yang menyediakan tempat dan berbagai jenis fasilitas untuk memberikan kesegaran jasmani dan rohani yang mengandung unsur hiburan, pendidikan dan kebudayaan sebagai usaha pokok disuatu kawasan tertentu dan dapat dilengkapi dengan penyediaan jasa pelayanan makan dan minum serta akomodasi.
a. Persyaratan Umum : 1. Lokasi :
a) Taman rekreasi mudah dicapai dengan kendaraan bermotor roda empat;
b) Lokasi harus sesuai dengan perencanaan tata kota dan rencana induk pengembangan pariwisata daerah;
c) Lokasi harus bebas dari banjir;
d) Taman rekreasi harus bebas dari bau yang tidak enak, debu dan asap, Air yang tercemar demi kenyamanan para pengunjung.
2. Luas dan Penataan lahan Taman Rekreasi.
b) Lahan yang diusahakan harus ditata dan dibagi lebih lanjut dalam satuan lingkungan tertentu sesuai dengan peruntukannya dengan memperhatikan kenyamanan pengunjung, yang dituangkan dalam gambar rencana dan study kelayakan.
3..Bangunan.
a) Semua bangunan yang berada di taman rekreasi harus memenuhi ketentuan tata bangunan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku;
b) Gaya bangunan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan dianjurkan untuk menampilkan ciri budaya daerah.
4..Pintu Gerbang.
a) Tersedia pintu gerbang yang dilengkapi dengan jalur masuk dan jalur keluar yang terpisah;
b) Dijalur masuk tersedia tempat penjualan karcis;
c) Terdapat papan nama yang jelas, dan mudah dibaca oleh umum. 5..Tempat Parkir.
Tersedia tempat parkir kendaraan dengan luas yang cukup dan kondisi yang memadai untuk menampung kendaraan bus.
b..Fasilitas Yang Harus Tersedia. 1..Pertamanan.
a) Dalam pertamanan harus tersedia lahan terbuka yang ditumbuhi rumput tanaman hias, atau tanaman bunga dan pohon peneduh;
b) Jalan taman dan tempat duduk. 2. Arena bermain anak-anak.
Arena bermain anak-anak harus teduh dan nyaman dan menyediakan fasillitas bermain anak-anak yang mengandung unsur hiburan, pendidikan atau kebudayaan.
3. Fasilitas Rekreasi dan Hiburan.
Harus tersedia sekurang-kurangnya 3 (tiga) jenis sarana rekreasi yang mengandung unsur hiburan, pendidikan dan kebudayaan .
4..Fasilitas Pelayanan Umum.
a) Tersedia ruang kantor pengelola yang terpisah dari fasilitas lain, dan mempunyai tanda yang jelas;
b) Tersedia tempat penerangan/informasi bagi pengunjung yang mudah diketahui oleh umum;
c) Tersedia toilet untuk pria dan wanita yag terpisah, lantai tidak licin, warna lantai dan dinding terang, dan mudah dibersihkan. Dengan jumlah yang cukup untuk masing-masing fasilitas yang tersedia;
d) Tersedia paling sedikit 1 bak sampah besar untuk manampung sampah dari seluruh taman rekreasi yang letaknya tidak berdekatan dengan fasilitas rekreasi;
e) Tempat sampah dengan jumlah yang cukup bagi setiap fasilitas rekreasi.
f) Harus tersedia alat P3K dalam jumlah yang cukup; g) Tersedia pos keamanan
h) Tersedia sumber listrik dengan daya yang cukup dan mempunyai sumber daya cadangan;
j) Tersedia sumber air bersih yang memenuhi syarat sesuai dengan peruntukannya berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku; k) Tiap bangunan harus dilengkapi oleh alat pemadam kebakaran dengan
jumlah yang cukup;
l) Harus mempunyai sistem tata suara yang baik dan dapat digunakan untuk pengumuman dan keperluan lainnya;
m) Drainase yang baik harus mencakup seluruh taman rekreasi dan berhubungan dengan sistem saluran pembuangan air umum.
5..Fasilitas Pelengkap Lain.
a) Taman rekreasi dapat dilengkapi dengan rumah makan atau jasa pelayanan makan dan tempat penyediaan minum lainnya dan harus memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku;
b) Taman rekreasi dapat dilengkapi dengan hotel atau fasilitas akomodasi lainnya dan harus memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku;
c) Tempat penjualan cindera mata dan barang keperluan lainnya; d) Tempat ibadah
e) Angkutan di dalam taman rekreasi; f) Pramuwisata.
c..Administrasi dan Pengelolaan. 1. Tenaga Kerja.
a) Tenaga pimpinan, dengan tingkat pendidikan SMTA dan berpengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun dibidang usaha rekreasi atau hiburan;
b) Tenaga Administrasi dan keuangan, dengan pendidikan sekurang-kurangnya SMEA atau yang sederajat;
c) Tenaga pelaksana harian dan keamanan;
Semua tenaga kerja harus diperiksa kesehatannya secara periodik sekurang-kurangnya 1 kali dalam setahun.
2. Ketentuan umum SDM :
a) Berpakaian rapi, sopan, dan memakai tanda pengenal selama berada di tempat kerja;
b) Bersikap sopan, ramah, dan cepat dalam melayani tamu; c) Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing; d) Menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan tamu; e) Menjaga kode etik pegawai sesuai peraturan perusahaan;
f) Setiap kejadian yang ditemui karyawan dan dianggap merugikan tamu, tempat usaha, dan karyawan itu sendiri harus segera memberitahukan kepada atasan langsung atau security departement;
g) Pegawai dilarang melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar kesusilaan, dan melakukan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya.
3. Administrasi Pengelolaan.
VIII..GELANGGANG RENANG.
Gelanggang Renang adalah suatu usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas untuk berenang, taman dan arena bermain anak-anak sebagai usaha pokok dan dapat dilengkapi dengan penyediaan jasa pelayanan makan dan minum.
a. Persyaratan Umum. 1..Lokasi.
a) Gelanggang renang harus mudah dicapai kendaraan roda empat; b) Lokasi harus sesuai dengan perencanaan tata kota dan rencana induk
pengembangan pariwisata daerah; c) Lokasi harus bebas dari banjir; d) Bebas dari bau yang tidak enak; e) Bebas dari debu dan asap; f) Bebas dari air yang tercemar. 2. Luas dan Penataan Lahan.
a) Luas lahan sekurang-kurangnya 1 ha;
b) Lahan harus ditata & dibagi dalam satuan lingkungan tertentu yang sesuai dengan peruntukannya dengan memperhatikan kenyamanan yang dituangkan dalam gambar rencana dan studi kelayakan;
c) Tersedia pagar permanen atau pagar hidup agar terlindung/tertutup pandangan dari luar ;
3. Bangunan.
a) Semua bangunan yang berada digelanggang renang harus memenuhi ketentuan tata bangunan dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;
b) Gaya bangunan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan menampilkan ciri budaya daerah.
4..Pintu Gerbang.
a) Tersedia pintu gerbang yang dilengkapi dengan pintu masuk dan keluar yang terpisah;
b) Tersedia tempat penjualan karcis pada jalur masuk;
c) Terdapat papan nama usaha yang jelas dan mudah dibaca. 5..Tempat Parkir
Tersedia tempat parkir kendaraan dengan luas yang cukup dan kondisi yang memadai untuk menampung kendaraan bis.
b..Fasilitas Yang Harus Tersedia. 1.. Kolam Renang.
Dalam gelanggang renang harus tersedia sekurang-kurangnya 2 (dua) jenis kolam renang yaitu: Kolam renang anak-anak dan kolam renang dewasa yang semuanya harus memenuhi syarat peruntukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang yang berlaku. 2.. Fasilitas Renang.
a)Kamar ganti pakaian yang terpisah untuk pria dan wanita yang berpintu;
c) Tempat penitipan pakaian dan barang berharga;
d)Tempat cuci kaki terletak pada jalan menuju kolam renang; e)Tempat bilas.
3.. Pertamanan.
Dalam pertamanan harus tersedia : Lahan terbuka yang ditumbuhi rumput, tanaman hias dan pohon peneduh.
4.. Arena Bermain Anak-Anak.
Arena bermain anak-anak harus teduh dan nyaman dan menyediakan fasilitas bermain anak-anak.
5..Instalasi Tehnik.
a) Tersedia sumber air yang berasal dari PAM atau sumber alam dan harus memenuhi syarat peruntukannya berdasarkan perundangan yang berlaku;
b) Tersedia sumber daya listrik dengan daya yang cukup dan mempunyai sumber daya cadangan;
c) Instalasi listrik harus memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku;
d) Harus memiliki sistem penjernihan air dengan kapasitas yang sesuai dengan jumlah volume kolam renang yang ada;
e) Tiap bangunan harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran dengan jumlah yang cukup;
f) Mempunyai sistem tata suara yang baik yang dapat digunakan untuk pengumuman dan untuk keperluan lainnya;
g) Sistem riolering untuk tiap bangunan harus dilengkapi dengan septic tank;
h) Drainase yang baik yang mencakup seluruh gelanggang renang dan berhubungan dengan sistem saluran pembuangan air umum.
6..Sarana Pelayanan Umum.
a) Tersedia kantor untuk pengelola yang terpisah dari fasilitas lain dan mempunyai tanda yang jelas;
b) Tersedia toilet untuk pria dan wanita yang terpisah dengan jumlah yang cukup banyak;
c) Tersedia tempat sampah dengan jumlah yang cukup untuk seluruh fasilitas digelanggang renang;
d) Tersedia perlengkapan P3K dengan jumlah yang cukup. c..Fasilitas Pelengkap.
1. Adanya tempat penyediaan jasa makanan dan minuman yang memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku;
2. Adanya tempat penjualan atau penyewaan kebutuhan rekreasi renang. d..Administrasi Dan Pengelolaan.
1. Tenaga Kerja.
a) Tenaga Pimpinan, dengan tingkat pendidikan SMTA dan berpengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun usaha rekreasi & hiburan;
b) Tenaga administrasi dan keuangan, pendidikan sekurang-kurangnnya SMEA atau sederajat;
d) Tenaga penyelamat renang.
Semua tenaga kerja harus diperiksa kesehatannya secara periodik sekurang-kurangnnya 1 kali dalam setahun.
2. Ketentuan Umum SDM ;
a) Berpakaian rapi, sopan, dan memakai tanda pengenal selama berada di tempat kerja;
b) Bersikap sopan, ramah, dan cepat dalam melayani tamu; c) Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing; d) Menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan tamu; e) Menjaga kode etik pegawai sesuai peraturan perusahaan;
f) Setiap kejadian yang ditemui karyawan dan dianggap merugikan tamu, tempat usaha, dan karyawan itu sendiri harus segera memberitahukan kepada atasan langsung atau security departement;
g) Pegawai dilarang melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar kesusilaan, dan melakukan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya.
3. Administrasi Pengelolaan.
Sistim administrasi dan pengelolaan harus memenuhi perundangan yang berlaku.
IX.. PEMANDIAN ALAM.
Pemandian Alam adalah suatu usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas untuk mandi-mandi dengan memanfaatkan air panas dan atau air terjun sebagai usaha pokok dan dapat dilengkapi dengan pelayanan makan dan minum serta akomodasi.
a. Persyaratan Umum. 1. Lokasi.
a) Mudah dicapai dengan kendaraan bermotor roda empat; b) Harus sesuai dengan perencanaan tata kota;
c) Bebas dari bau yang tidak enak; d) Bebas dari debu dan asap; e) Bebas dari air yang tercemar.
2.Luas dan Penataan Lahan Pemandian Alam.
a) Lahan harus ditata dan dibagi dalam satuan lingkungan tertentu sesuai peruntukannya dengan memperhatikan kenyamanan pengunjung yang dituangkan dalam gambar rencana dan studi kelayakan;
b) Tersedia pagar permanen atau pagar hidup agar terlindung/tertutup pandangan dari luar.
3.Bangunan.
a) Semua bangunan harus memenuhi ketentuan tata bangunan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;
4. Pintu Gerbang.
a) Tersedia pintu gerbang yang dilengkapi dengan jalur masuk dan keluar yang terpisah;
b) Dijalur masuk tersedia tempat penjualan karcis;
c) Terdapat papan nama yang jelas dan mudah dibaca umum. 5.Tempat Parkir.
Tersedia tempat parkir kendaraan dengan luas yang cukup dan kondisi yang memadai untuk menampung kendaraan bis.
b..Fasilitas Yang harus Tersedia. 1.Tempat Pemandian.
a) Dapat berupa sumber air panas alam atau air terjun;
b) Kwalitas air harus memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku;
c) Khusus untuk pemandian alam air panas harus tersedia kolam pemandian atau kamar mandi yang tertutup dan terpisah untuk pria dan wanita.
2..Fasilitas Lainnya.
a) Tempat duduk pengunjung; b) Tempat berjemur pengunjung;
c) Tempat ganti pakaian dan bilas umum untuk pria dan wanita secara terpisah dengan jumlah yang cukup sesuai dengan kapasitas pemandian alam;
d) Tempat penitipan barang pengunjung. 3..Fasilitas Pelayanan Umum.
a) Tersedia ruangan kantor untuk pengelola yang mempunyai tanda yang jelas;
b) Tersedia toilet untuk pria dan wanita secara terpisah dengan jumlah yang cukup;
c) Tersedia tempat pembayaran;
d) Tersedia tempat sampah dalam jumlah yang cukup; e) Tersedia perlengkapan P3K dalam jumlah yang cukup. 4..Instalasi Teknik.
a) Tersedia sumber air bersih yang memenuhi syarat sesuai peruntukannya berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku;
b) Setiap bangunan dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran berupa tabung gas pemadam kebakaran dengan jumlah yang cukup;
c) Sistem pembuangan limbah yang memenuhi persyaratan sanitasi dan hygiene sesuai peraturan yang berlaku;
d) Drainase yang baik yang mencakup seluruh pemandian alam. c..Fasilitas Pelengkap.
1. Dapat dilengkapi dengan rumah makan atau tempat penyediaan jasa pelayanan makan dan minum lainnya dan harus memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku;
3. Tersedia sumber listrik dengan daya yang cukup dan instalasi listrik harus memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku;
4. Tersedia tempat penyewaan atau penjualan peralatan dan perlengkapan untuk mandi-mandi;
5. Tempat penjualan cindera mata;
6. Sistem tata suara untuk musik dan pengumuman. d..Administrasi Dan Pengelolaan.
1. Tenaga Kerja.
a) Tenaga pimpinan dengan tingkat pendidikan sekurang-kurangnya SMTP atau yang sederajat;
b) Tenaga administrasi dan keuangan dengan tingkat pendidikan sekurang-kurangnya SMTP atau yang sederajat;
c) Tenaga pelaksana harian dan keamanan;
Semua tenaga kerja harus diperiksa kesehatannya secara periodik sekurang-kurangnya 1 kali dalam setahun.
2. Ketentuan Umum SDM ;
a) Berpakaian rapi, sopan, dan memakai tanda pengenal selama berada di tempat kerja;
b) Bersikap sopan, ramah, dan cepat dalam melayani tamu; c) Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing; d) Menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan tamu; e) Menjaga kode etik pegawai sesuai peraturan perusahaan;
f) Setiap kejadian yang ditemui karyawan dan dianggap merugikan tamu, tempat usaha, dan karyawan itu sendiri harus segera memberitahukan kepada atasan langsung atau security departement;
g) Pegawai dilarang melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar kesusilaan, dan melakukan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya.
3.. Administrasi Pengelolaan.
Sistem administrasi dan pengelolaan harus memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku.
X. .KOLAM MEMANCING.
Kolam Memancing adalah suatu usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas untuk memancing ikan sebagai usaha pokok dan dapat dilengkapi dengan penyediaan jasa pelayanan makan dan minum.
a..Persyaratan Umum. 1..Lokasi
a) Mudah dicapai dengan kendaraan bermotor roda empat; b) Harus sesuai dengan perencanan tata kota;
c) Lokasi harus bebas dari banjir; d) Bebas dari bau yang tidak enak; e) Bebas dari debu dan asap; f) Bebas dari air yang tercemar. 2..Luas dan Penataan Lahan.
b) Tersedia pagar permanen /pagar hidup agar kolam memancing terlindung/tertutup pandangan luar.
3..Bangunan.
a) Semua bangunan harus memenuhi ketentuan tata bangunan dan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku;
b) Gaya bangunan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan menampilkan ciri budaya daerah.
4..Pintu Gerbang.
a) Harus dilengkapi dengan papan nama usaha yang jelas dan mudah dibaca umum;
b) Pintu gerbang dilengkapi dengan tempat penjualan tiket memancing. 5..Tempat Parkir.
Tersedia tempat parkir kendaraan dengan luas yang cukup dan kondisi yang memadai untuk menampung kendaraan roda empat.
b..Fasilitas Yang Harus Tersedia.
1. Kolam mempunyai kedalaman minimal 1 M;
2. Kolam memancing harus dilengkapi payung dan bangku untuk memancing;
3. Sarana Pelayanan Umum :
a) Tersedia toilet pria dan wanita yang terpisah dengan jumlah yang cukup dan memenuhi persyaratan hygiene dan sanitasi yang berlaku; b) Tersedia tempat sampah dengan jumlah yang cukup;
c) Tersedia perlengkapan P3K dalam jumlah yang cukup;
d) Tersedia sumber air bersih yang memenuhi syarat dan sesuai dengan peruntukannya berdasarkan perundangan yang berlaku.
c..Fasilitas Pelengkap.
1. Dapat dilengkapi dengan tempat penyediaan jasa makan dan minum yang memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku;
2. Dapat dilengkapi dengan taman bunga dan pohon peneduh, tempat penjualan dan penyewaan alat memancing, sistim suara, musik dan tempat ibadah.
d..Administrasi Dan Pengelolaan. 1. Tenaga Kerja.
a) Pimpinan dengan tingkat pendidikan sekurang-kurangnya SMTP atau yang sederajat;
b) Administrasi dan keuangan, dengan tingkat pendidikan sekurang-kurangnnya SMTP atau sederajat;
c) Tenaga pelaksana harian dan keamanan;
d) Semua tenaga kerja harus diperiksa kesehatannya secara periodik sekurang-kurangnya 1 kali dalam setahun.
2..Administrasi Pengelolaan.
XI..GELANGGANG PERMAINAN DAN KETANGKASAN.
Gelanggang Permainan Dan Ketangkasan adalah Suatu usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas untuk permainan ketangkasan dan atau mesin permainan sebagai usaha pokok dan dapat dilengkapi dengan penyediaan jasa pelayanan makan dan minum.
a..Persyaratan Umum. 1..Lokasi.
a) Mudah dicapai dengan kendaraan roda empat; b) Harus sesuai dengan perencanaan tata kota;
c) Tidak berada atau dekat dengan daerah pemukiman penduduk, tempat peribadatan dan sekolah.
d) Luas dan Penataan Ruangan Gelanggang Permainan dan Ketangkasan.
2. Luas dan penataan ruangan harus memperhatikan kenyamanan pengunjung dan fungsi serta jumlah fasilitas yang tersedia.
3. Bangunan.
a) Harus memenuhi ketentuan tata bangunan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku;
b) Dapat merupakan bangunan tersendiri atau bagian dari suatu bangunan yang disewa;
c) Tersedia papan nama usaha dibangunan depan yang jelas dan mudah dibaca umum.
4..Tempat Parkir.
Tersedia tempat parkir kendaraan bermotor dengan luas yang cukup dan kondisi yang memadai untuk menampung kendaraan roda empat.
b..Fasilitas Yang Harus Tersedia.
1. Fasilitas Permainan dan Ketangkasan.
a) Tersedia peralatan permainan ketangkasan dan atau mesin permainan; b) Kursi tempat duduk pemain;
b) Tempat penukaran Koin (uang keping); c) Tempat pembayaran.
2. Fasilitas Pelayanan Umum.
a) Tersedia ruangan kantor untuk pengelola;
b) Tersedia toilet untuk pria dan wanita yang terpisah bagi pengunjung dengan jumlah yang cukup;
c) Tersedia tempat sampah dengan jumlah yang cukup;
d) Tersedia kursi bagi para penonton permainan dan ketangkasan; e) Tersedia perlengkapan P3K dalam jumlah yang cukup;
f) Tersedia sumber listrik dengan daya yang cukup dan mempunyai sumber daya listrik cadangan;
g) Instalasi listrik harus memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku;
h) Tersedia sumber air bersih yang memenuhi syarat sesuai dengan peruntukannya berdasarkan perundangan yang berlaku;
j) Tersedia peralatan pencegahan dan pemadam kebakaran dengan jumlah yang cukup;
k) Tersedia pintu darurat. 3..Fasilitas Pelengkap.
Dapat dilengkapi dengan penyediaan jasa pelayanan makan dan minum yang memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
4..Administrasi Dan Pengelolaan. a).Tenaga Kerja.
1) Pimpinan dengan tingkat pendidikan sekurang-kurangnya SMTP dan berpengalaman kerja 3 tahun dibidang usaha gelanggang permainan dan ketangkasan;
2) Administrasi dan keuangan, dengan tingkat pendidikan sekurang-kurangnya SMTP atau yang sederajat;
b) Ketentuan Umum SDM ;
1) Berpakaian rapi, sopan, dan memakai tanda pengenal selama berada di tempat kerja;
2) Bersikap sopan, ramah, dan cepat dalam melayani tamu; 3) Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik;
4) Menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan tamu; 5) Menjaga kode etik pegawai sesuai peraturan perusahaan;
6) Setiap kejadian yang ditemui karyawan dan dianggap merugikan tamu, tempat usaha, dan karyawan itu sendiri harus segera memberitahukan kepada atasan langsung atau security departement;
7) Pegawai dilarang melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar kesusilaan, dan melakukan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya.
c).Administrasi Pengelolaan.
Sistim administrasi dan pengelolaan harus memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku.
XII..RUMAH BILIARD.
Rumah Billiard adalah suatu usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas untuk permainan billiard sebagai usaha pokok dan dapat dilengkapi dengan penyediaan jasa pelayanan makan dan minum.
a..Persyaratan Umum. 1..Lokasi.
a) Mudah dicapai oleh kendaraan bermotor roda empat; b) Sesuai dengan perencanaan tata kota.
2..Luas dan Penataan Ruangan.
Harus memperhatikan kenyamanan pengunjung dan fungsi dari fasilitas yang tersedia.