• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KELOMPOK

INDIVIDU

PENDEKATAN

(3)

Prosedur Bimbingan /Konseling Kelompok

1. Pembentukan kelompok, ketua

2. Approach/Membangun Hubungan

3. Identifikasi masalah (Tiap anggota sampaikan

permasalahan yg dihadapi, dipilih salah satu

berdasar prioritas)

4. Tawaran solusi (tiap anggota sampaikan pendapat)

5. Pembahasan Solusi (diskusi)

(4)

Keterampilan Konseling

Membuka percakapan

Situasi di awal pertemuan, pada beberapa kejadian

memberikan pengaruh yang kuat terhadap peritiwa

selanjutnya. Konseling perlu diawali dengan

penerimaan yang penuh pada siswa.

Tinggalkan segala aktivitas pada saat menemui siswa,

walaupun usia pembimbing jauh lebih tua, tetapi

dengan memperhatikan penuh pada siswa akan

(5)

Mendengarkan

Perbedaan mendengarkan secara konseling

adalah pada pemusatan perhatian pada siswa.

Jangan memotong perkataan siswa. Berikan

kesempatan untuk siswa bercerita sesuai arah

pembicaraan. Contoh ungkapan guru: “Coba

ceritakan bagaimana tadi awal mula terjadinya

perkelahian, ibu akan mendengarkan”,

(6)

Gesture

Kata yang mewakili gesture adalah bahasa tubuh. Pada saat

terjadi proses konseling, siswa secara langsung akan melihat fisik guru/pembimbing. Seolah-olah siswa akan melihat bdari ujung rambut dampai kaki, untuk itu pembimbing perlu

menunjukkan sikap yang baik. Sikap yang dimaksud setidaknya meliputi sikap duduk, pandangan mata, aktivitas tidak disadari (missal mengetuk-ketuk meja, gorang-goyang kaki, menggaruk dan sebagainya. Sikap yang diharapkan siswa semestinya guru duduk dengan posisi badan menghadap penuh pada siswa, pandangan mata melihat wajah siswa, tidak melakukan

(7)

Memparafrase

Kemampuan parafhrase terkait bagaimana

menghimun jawaban siswa terkait solusi

permasalahan yang dihadapi. “ Jadi

(8)

Empati

Empati adalah perasaan seolah-olah

merasakan apa yang dialami klien. Contoh

ungkapan:

“saya bisa merasakan yang kamu alami saat

(9)

Simpati

Simpati dimaknai suatu kondisi dimana

pembimbing bisa memahami apa yang

dirasakan siswa. Jika siswa mendapatkan nilai

yang rendah sekali, normalnya “kesedihan”

yang dirasakanya sehingga pembimbing lebih

perlu membawa siswa agar tidak terlarut dalam

kesedihanya. Selanjutnya guru mengarahkan

(10)

Konfrontasi

Konfrontasi adalah menghadapkan siswa dengan

kondisi atau perilaku yang dirasa melanggar norma,

dibandingkan dengan apa yang seharusnya.

Harapanya dapat membantu siswa menemukan

kesadaran tehadap kesalahan yang dilakukan,

kesadaran yang berasal dari siswa sendiri. Contoh:

“ Menurutmu apakah berkelahi itu baik? (Tidak bu,

(11)

Penguatan

Penguatan berguna agar idea tau rencana yang baik yang

akan dilakukan siswa di”kuatkan” atau diperlebih kuat unbtuk benar-benar dilakukan. Upaya pembimbing bisa dengan

mengulang rencana perbaikan dan membuat ikatan agar rencana perbaikan benar-benar akan dilakukan. Contoh ungkapan guru:” coba diulang apa tadi akibat berkelahi? (siswa menjawab badan sakit, teman berkurang dan

Referensi

Dokumen terkait

Review: tahap guru memberikan koreksi kesalahan siswa secara umum/khusus kemudian pada setiap

Dalam Inpres RI No 4 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan (GNMMK) disebutkan bahwa kewirausahaan merupakan semangat,

• Menggerakkan tangan dari bawah ke atas (telapak menghadap atas).

Adalah kondisi seseorang yang memperbesar kemungkinan terjadinya peril, yang bersumber pada sikap mental, pandangan hidup, kebiasaan dari orang yang bersangkutan. •

Semua Siswa duduk di meja sambil membuka buku mereka masing ‐ masing dan mendengarkan Guru    bercerita bagaimana caranya memasang manik ‐ manik diatas kain.. Lalu mencatat kata

Kemudian, aktuator A bergerat maju sampai menyentuh limit switch a1 .Gerakan tersebut akan berulang sampai tombol Start dalam posisi OFF.

Kemudian, aktuator A bergerat mundur sampai menyentuh limit switch a0 .Gerakan tersebut akan berulang sampai tombol Start dalam posisi OFF.

Kemudian, aktuator A bergerat maju sampai menyentuh limit switch a1 .Gerakan tersebut akan berulang sampai tombol Start dalam posisi OFF.