• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT CAPRI NUSA SATU PROPERTI Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND ITS SUBSIDIARIES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT CAPRI NUSA SATU PROPERTI Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND ITS SUBSIDIARIES"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)

CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

FOR THE YEAR ENDED

DECEMBER 31,2019

(2)
(3)

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/ INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT i – ii LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED STATEMENT

FINANCIAL POSITION 1 – 2

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER

COMPREHENSIVE INCOME 3

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED STATEMENT

OF CHANGES IN EQUITY 4

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH

FLOW 5

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED NOTES

TO FINANCIAL STATEMENT 6 – 52

INFORMASI TAMBAHAN/ ADDITIONAL INFORMATION

LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK/ STATEMENT OF FINANCIAL POSITION OF PARENT ENTITY

53 – 54

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN ENTITAS INDUK/ STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME OF PARENT ENTITY

55

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS ENTITAS INDUK/ STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY OF PARENT ENTITY

56

LAPORAN ARUS KAS ENTITAS INDUK / STATEMENT OF CASH FLOWS OF PARENT ENTITY

(4)
(5)
(6)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir yang merupakan bagian yang See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements which are an integral part of

Notes 2019 2018

ASET ASSETS

ASET LANCAR CURRENT ASSETS

Kas dan setara kas 2f, 2g, 4 24.140.150.081 23.770.921.588 Cash and cash equivalents

Piutang usaha Account receivables

- Pihak ketiga 2f, 5 504.591.022 472.295.486 - Third parties

- Pihak berelasi 2e, 2f, 5 1.332.351.780 414.733.151 - Related parties

Piutang lain-lain Others receivable

- Pihak ketiga 2f, 6 110.300.000 300.000 - Third parties

- Pihak berelasi 2e, 2f, 6 2.218.089.635 - - Related parties

Uang muka 2h, 8 66.158.870.000 14.189.675.000 Advance payment

Biaya dibayar dimuka 2h, 7 5.234.000 7.851.000 Prepaid expenses

94.469.586.518 38.855.776.225

ASET TIDAK LANCAR

NON-CURRENT ASSETS

Properti investasi 2i, 10 105.179.229.543 77.320.098.708 Property investment

Aset tetap 2j, 11 38.138.120.582 38.095.000.000 Property and equipment

Aset lain-lain 9 - 4.370.580.000 Others asset

143.317.350.125 119.785.678.708

(7)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan

See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements which are an integral part of the Financial Statements taken as a whole

Notes 2019 2018

LIABILITAS LIABILITIES

LIABILITAS JANGKA PENDEK

CURRENT LIABILITIES

Utang pajak 2n, 13a 563.909.122 11.715.395 Taxes payable

Utang bank 2f, 12 18.614.231.510 18.614.231.510 Bank loan

Biaya yang masih harus dibayar 16 251.712.006 3.340.696.393 Accrued expenses

Pendapatan diterima dimuka 14 2.053.207.586 750.992.579 Unearned revenue

21.483.060.224 22.717.635.877 LIABILITAS JANGKA

PANJANG

NON-CURRENT LIABILITIES Utang non-usaha – pihak berelasi 2e, 18 24.060.084.841 8.816.396.604 Non-trade payables – related parties

Jaminan 17 25.950.000 27.450.000 Guarantee

Liabilitas imbalan pasca kerja 2l, 15 880.432.607 445.791.729 Employment benefits liabilities 24.966.467.448 9.289.638.333

JUMLAH LIABILITAS 46.449.527.672 32.007.274.210 TOTAL LIABILITIES

EKUITAS EQUITY

Modal saham – nilai nominal Rp100 per saham. Modal dasar 7.000.000.000 lembar saham. Modal ditempatkan dan disetor penuh 2.433.375.005 dan 1.750.000.000 lembar saham.

19 243.337.500.500 175.000.000.000 Stock capital – nominal value Rp100 per share. Authorized capital 7,000,000,000 shares. Issued and paid up capital full 2,433,375,005 and 1,750,000,000, shares.

Tambahan modal disetor 20 12.713.795.250 - Additional paid in capital

Saldo defisit (65.201.143.543) (48.795.845.482) Deficit balance

Komponen ekuitas lainnya 21.151.071 (39.853.155) Other equity component

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk

190.871.303.278 126.164.301.363 Equity attributable to owners of company

Kepentingan non pengendali 21 466.105.693 469.879.360 Non-controlling interest

JUMLAH EKUITAS 191.337.408.971 126.634.180.723 TOTAL EQUITY

JUMLAH LIABILITAS 237.786.936.643 158.641.454.933 TOTAL LIABILITIES

(8)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir yang merupakan bagian yang tidak See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements which are an integral part of Catatan/

Notes 2019 2018

PENDAPATAN 2m, 23 2.969.040.875 2.248.892.320 REVENUES

BEBAN POKOK 2m, 24 1.040.122.939 1.471.025.308 COST OF GOODS SOLD

PENDAPATAN

LABA KOTOR 1.928.917.936 777.867.012 GROSS LOSS

Beban umum dan administrasi 2m, 25 (17.131.344.420) (46.464.182.341) General and administrasi expenses

Pendapatan (beban) 2m, 26 (583.893.678) 94.080.460 Other income (expenses) – net

lain-lain – bersih

(17.715.238.098) (46.370.101.881)

RUGI SEBELUM PAJAK (15.786.320.162) (45.592.234.869) LOSS BEFORE INCOME TAX

PENGHASILAN

BEBAN PAJAK EXPENSES TAX

PENGHASILAN BENEFIT

Kini 2n, 13b - Current

Final 2n, 13b (622.751.566) (292.103.381) Final

(622.751.566) (292.103.381)

RUGI BERSIH TAHUN (16.409.071.728) (45.884.338.250) NET LOSS FOR CURRENT YEAR

BERJALAN PENGHASILAN

KOMPREHENSIF LAIN

OTHER COMPREHENSIVE INCOME Pos-pos yang tidak akan

direklasifikasi ke laba rugi

Items that would never be reclassified to profit or loss

Keuntungan aktuarial 15 61.004.226 44.885.331 Actuarial gain

JUMLAH RUGI KOMPEREHENSIF

(16.348.067.502) (45.839.452.919) TOTAL COMPREHENSIVE LOSS

RUGI YANG DAPAT NET LOSS

DIATRIBUSIKAN ATTRIBUTABLE

KEPADA: TO:

Pemilik entitas induk (16.405.298.061) (45.854.217.610) Owners of the parent

Kepentingan non-pengendali 21 (3.773.667) (30.120.640) Non-controlling interest

(16.409.071.728) (45.884.338.250)

JUMLAH RUGI TOTAL

KOMPREHENSIF YANG COMPREHENSIVE LOSS

DAPAT DIATRIBUSIKAN ATTRIBUTABLE

KEPADA: TO:

Pemilik entitas induk (16.344.293.835) (45.809.332.279) Owners of the parent

Kepentingan non-pengendali 21 (3.773.667) (30.120.640) Non-controlling interest

(16.348.067.502) (45.839.452.919)

RUGI PER SAHAM DASAR 22 (7,82) (4.585.421,76) BASIC LOSS PER SHARE

(9)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan

See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements which are an integral part of the Financial Statements taken as a whole Catatan/ Notes Modal saham/ Capital stock Tambahan modal disetor/ Additional paid-in capital komprehensif lainnya/ Other comprehensive components induk/ Total equity attributable to owners of the company non pengendali/ Non-controlling interest Jumlah ekuitas/ Total equity Belum ditentukan penggunaannya/ Unappropriate Telah ditentukan penggunaannya/ Appropriate

Saldo per 1 Januari 2018 500.000.000 - (2.941.627.872) - (84.738.486) (2.526.366.358) - (2.526.366.358) Balance of January 1, 2018

Peningkatan modal saham 19 174.500.000.000 - - - - 174.500.000.000 500.000.000 175.000.000.000 Additional paid-in capital Rugi bersih tahun berjalan - - (45.854.217.610) - - (45.854.217.610) (30.120.640) (45.884.338.250) Net loss current year

Keuntungan aktuaria 15 - - - - 44.885.331 44.885.331 - 44.885.331 Actuaria gain

Saldo per 31 Desember 2018 175.000.000.000 - (48.795.845.482) - (39.853.155) 126.164.301.363 469.879.360 126.634.180.723 Balance of

December 31, 2018 Rugi bersih tahun berjalan - - (16.405.298.061) - - (16.405.298.061) (3.773.667) (16.409.071.728) Net loss current year

Keuntungan aktuaria 15 - - - - 61.004.226 61.004.226 - 61.004.226 Actuaria gain

Penerbitan modal saham melalui penawaran umum saham

20, 21 68.337.500.500 12.713.795.250 - - - 81.051.295.750 - 81.051.295.750 Issuance of share capital through a public

offering of shares Saldo per 31 Desember 2019 243.337.500.500 12.713.795.250 (65.201.143.543) - 21.151.071 190.871.303.278 466.105.693 191.337.408.971 Balance of

(10)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir yang merupakan bagian yang tidak See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements which are an integral part of the

ARUS KAS DARI CASH FLOW FROM

AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES

Penerimaan kas dari pelanggan 3.176.859.218 1.946.732.147 Cash received from customer

Pembayaran kepada pemasok (718.753.774) (1.164.433.016) Payments for suppliers

Pembayaran kepada karyawan (2.990.861.257) (689.846.033) Payments for employees

Pembayaran pajak penghasilan (244.019.789) (20.017.592) Payment of income tax

Pembayaran kas untuk (47.261.814.310) (11.669.582.313) Payment of other

biaya operasi lainnya - operating expense

Kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi

(48.038.589.912) (11.597.146.807) Net cash used in operating activities

ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM

AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES

Properti investasi 2i, 10 (28.180.500.000) (118.637.310.000) Investment property

Perolehan aset tetap 2j, 11 (43.120.582) (41.000.000.000) Acquisition fixed asset

Uang muka pembelian tanah 8 (20.163.545.000) (5.189.675.000) Advance payment of land Kas bersih digunakan untuk

aktivitas investasi

(48.387.165.582) (164.826.985.000) Net cash used in investing activities

ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM

AKTIVITAS PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES

Penambahan modal saham 19 81.551.295.750 174.500.000.000 Increase in capital stok

Penerimaan pinjaman dari bank - 18.614.231.510 Received of bank loans

Penerimaan pinjaman dari 18 15.243.688.237 5.992.073.829 Received from

pihak berelasi related parties

Modal saham kepentingan 21 - 500.000.000 Share capital of

non-nonpengendali-entitas anak controlling-subsidiaries

Kas bersih diperoleh dari 96.794.983.987 199.606.305.339 Net cash provided by

aktivitas pendanaan financing activities

KENAIKAN BERSIH KAS 369.228.493 23.182.173.532 NET INCREASE IN CASH

DAN SETARA KAS AND CASH EQUIVALENT

KAS DAN SETARA KAS 2g, 4 23.770.921.588 88.748.056 CASH AND CASH

AWAL TAHUN EQUIVALENT AT THE

BEGINNING OF YEAR

KAS DAN SETARA KAS 2g, 4 24.140.150.081 23.770.921.588 CASH AND CASH

AKHIR TAHUN EQUIVALENT AT

(11)

PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (dahulu PT Multi Piranti Graha) (“Perusahaan”) didirikan dengan Akta Nomor 21, tanggal 5 Oktober 2011 oleh H. Harjono Moekiran, SH, notaris publik di Jakarta. Anggaran dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-54904.AH01.01 tahun 2011 tanggal 10 November 2011, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 95 tanggal 27 November 2012, Tambahan No. 75852/2012.

PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (formerly PT Multi Piranti Graha) ("The Company") was established by notary deed Number 21 ofH. Harjono Moekiran, SH, dated 5 Oktober 2011 notary public in Jakarta. The Company's articles of association were approved by Minister of Law and Human Rights Republic of Indonesia in his decree No.AHU 54904AH01.01 year 2011 dated November 10, 2011, and was published in State Gazette No. 95 dated November 27, 2012, Supplement No. 75852/2012.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 33 tanggal 26 September 2018 oleh Aisyah Ratu Juliana Siregar, notaris di Sukabumi, “PT Multi

Piranti Graha” telah berubah nama menjadi “PT Capri Nusa Satu Properti Tbk”. Perubahan ini telah disetujui

oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-0020105.AH.01.02 tahun 2018 tanggal 28 September 2018.

Based on the Extraordinary General Meeting of Shareholders No. 33 dated September 26, 2018 by Aisyah Ratu Juliana Siregar, notary in Sukabumi, "PT Multi Piranti Graha" has changed its name to "PT Capri Nusa Satu Properti Tbk". This amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights Republic of Indonesia with Letter No. AHU-0020105.AH.01.02 in 2018 dated September 28, 2018.

Sesuai dengan pasal 3 dari Anggaran Dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah perdagangan jasa, pembangunan, real estate, dan akomodasi.

In accordance with article 3 of the Articles of Association of the company, the scope of the Company's activities are trade in services, development, real estate, and accommodation.

Perusahaan memulai kegiatan komersilnya pada tahun 2014. Perusahaan berdomisili di Jl. Raden Inten II No. 2 RT/RW. 008/010 Kel. Duren Sawit Kec. Duret Sawit Kota Administrasi Jakarta Timur.

The company began its commercial activities in 2014. The company is domiciled on Jl. Raden Inten II No. 2 RT/RW. 008/010 Kel. Duren Sawit Kec. Duret Sawit Kota Administrasi Jakarta Timur.

Entitas Induk Perusahaan adalah PT RDW Global Investasi (d/h PT Indigo Super Mekanika).

PT RDW Global Investasi (formerly PT Indigo Super Mekanika) is the parent entity.

b. Penawaran Saham Umum Perdana b. Composition of the Company’s management

Penawaran Umum Perdana Saham tahun 2019 sebanyak 683.375.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham dengan harga penawaran sebesar Rp125 per lembar saham.

Initial Public Offering of 2019 totaling 683,375,000 shares with a nominal value of Rp100 per share with an offering price of Rp125 per share.

Sehubungan dengan Penawaran Umum tersebut, Perusahaan menerima Surat Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 28 Maret 2019 sesuai dengan Surat No. S-35/D.04/2019.

In connection with the said Public Offering, the Company received an Effective Statement from the Financial Services Authority on March 28, 2019 in accordance with Letter No. S-35/D.04/2019.

Penawaran Umum Saham Perdana tersebut telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 26 Juni 2019 dan dituangkan dalam Akta No. 17 dihadapan Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta.

The Initial Public Offering was approved by the Extraordinary General Meeting of Shareholders on June 26, 2019 and stated in Deed No. 17 before Rahayu Ningsih, S.H., Notary in Jakarta.

c. Susunan pengurus Perusahaan c. Composition of the Company’s management

BerdasarkanAkta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham PT Capri Nusa Satu Properti Tbk No. 6 tanggal 15 November 2018 yang dibuat oleh notaris Rahayu Ningsih, di Jakarta yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0265074 tanggal 16 November 2018.

Based on Circular Decision Deed of Shareholders of PT Capri Nusa Satu Properti Tbk No. 6 dated 15 November 2018 made by notary Rahayu Ningsih, in Jakarta which was approved by the Ministry of Law and Human Rights Republic of Indonesia No. AHU-AH.01.03-0265074 November 16, 2018, the Company's management as of December 31, 2019 and 2018, are as follow :

(12)

c. Susunan pengurus Perusahaan (lanjutan) c. Composition of the Company’s management (continued)

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 2 tanggal 1 Juli 2019 yang dibuat oleh notaris Dr. Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo, SH, MH, di Jakarta yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0294481 tanggal 5 Juli 2019, susunan Dewan Komisaris dan Direksi per 31 Desember 2019 dan 2018:

Based on the Deed of Decree of the Annual General Meeting of Shareholders No. 2 dated July 1, 2019 made by the notary Dr. Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo, SH, MH, in Jakarta, which has received approval from the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-AH.01.03-0294481 dated July 5, 2019, the composition of the Board of Commissioners and Directors as of December 31, 2019 and 2018:

2019 2018

Dewan Komisaris Board of Commissioner

Komisaris utama Abdullah Lewis Hidayat Abdullah Lewis H President Commissioner

Komisaris Independen Hamdi Hassyarbaini Hamdi Hassyarbaini Independent Commissioner

Komisaris Suparman Natawikarta Suparman Natawikarta Commissioner

Direksi Directors

Direktur Utama Jansen Surbakti Jansen Surbakti President Director

Direktur Independen Arif Widi Widayat Arif Widi Widayat Independen Director

Direktur Riko Cahyo Pribadi Riko Cahyo Pribadi Director

Direktur Farida Aryani Djoenaedi Farida Aryani Djoenaedi Director

Direktur - Jeanny Novemilya Director

Komite Audit Audit Committee

Ketua Hamdi Hassyarbaini Hamdi Hassyarbaini Chairmen

Anggota Andryan Esra Sembiring Andryan Esra Sembiring Member

Anggota Jeffry Siahaan Jeffry Siahaan Member

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Perusahaan mempunyai 24 dan 23 orang karyawan (tidak diaudit).

As of December 31, 2019 and 2018, the Company has 24 and 23 employees (unaudited).

d. Persetujuan Laporan Keuangan Konsolidasian d. Approval of Consolidated Financial Statements Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan untuk

tahun yang berakhir 31 Desember 2019 telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbitkan oleh Direksi Perusahaan yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian tersebut pada tanggal 29 Mei 2020.

The consolidated financial statements of the Company for the year ended December 31, 2019 has been completed and authorized for issue by the Board of Directors of the Company are responsible for the preparation and presentation of the consolidated financial statements on May 29, 2020.

e. Struktur Grup e. The Group Structures

Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan entitas anak secara keseluruhan dirujuk sebagai

“Grup”.

In these consolidated financial statements, the Company and its subsidiaries are collectively referred to as the “Group”.

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, struktur Grup adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2019 and 2018, the Group structure are as follows:

Kegiatan Tahun Persentase kepemilikan/ Jumlah aset sebelum eliminasi/ usaha/ operasi/ Percentage of ownership Total assets before elimination Business Kedudukan/ Operating 31 Desember/December 31, 31 Desember/December 31,

activities domicile Year 2019 2018 2019 2018

PT Capri Nusa Satu Development Perdagangan, percetakan, pembangunan, jasa, perbengkelan, dan pertanian, perindustrian, pengangkutan darat/ Trading, development, service, and agriculture.

Jakarta Timur Belum beroperasi/ Not yet operating 99% 99% 92.850.759.274 47.094.829.000

(13)

a. Pernyataan kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

a. Statement of compliance with Financial Accounting Standards (FAS)

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan Regulator Pasar Modal untuk entitas yang berada dibawah pengawasannya.

The consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian GAAP, which includes the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK) issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Accountants Association and the Islamic Accounting Standards Board of the Indonesian Accountants and regulations Capital Market Regulators for entities under their control.

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan Regulator Pasar Modal untuk entitas yang berada dibawah pengawasannya.

The consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian GAAP, which includes the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK) issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Accountants Association and the Islamic Accounting Standards Board of the Indonesian Accountants and regulations Capital Market Regulators for entities under their control.

b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan konsolidasian

b. Basis measurement and preparation of consolidated financial statements

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep nilai historis, kecuali dinyatakan secara khusus. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan metode akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian dan beberapa akun yang diukur berdasarkan penjelasan kebijakan akuntansi dari akun yang bersangkutan.

The consolidated financial statements have been prepared using the historical cost basis, unless otherwise stated. The preparation of these consolidated financial statements was based on accrual method, except for consolidated cash flows and certain accounts which are measured on the basis explained in the related accounting policies.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung yang dimodifikasi dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The consolidated statements of cash flows are prepared using modified direct method, with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities.

Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah, yang juga merupakan mata uang fungsional Grup.

The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is Indonesian Rupiah, which also represent the Group functional currency.

c. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

c. Adoption of Statement of Financial Accounting Standards (SFAS)

Berikut ini ringkasan revisi dan amandemen PSAK dan ISAK yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) - IAI yang relevan untuk Perusahaan, namun belum berlaku efektif untuk laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2019:

The following summarizes the revised and amended SFAS and the IFAS which were issued by the Financial Accounting Standards Board (FASB) are relevant to the Bank, but not yet effective to the Company on financial statements as of December 31, 2019:

(14)

c. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (lanjutan)

c. Adoption of Statement of Financial Accounting Standards (SFAS) (continued)

Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2020:

Effective on or after January 1, 2020:

a. PSAK No. 71, “Instrumen Keuangan”, mengatur

klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan karakteristik dari arus kas kontraktual dan model bisnis entitas; metode kerugian kredit ekspektasian untuk penurunan nilai yang menghasilkan informasi yang lebih tepat waktu, relevan dan dimengerti oleh pemakai laporan keuangan; akuntansi untuk lindung nilai yang merefleksikan manajemen risiko entitas lebih baik dengan memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan manajemen. PSAK ini juga mengatur bahwa aset keuangan dengan fitur pelunasan dipercepat yang dapat menghasilkan kompensasi negatif memenuhi kualifikasi sebagai arus kas kontraktual yang berasal dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah terutang.

a. SFAS No. 71, “Financial Instruments”, provides for classification and measurement of financial instrument based on the characteristics of contractual cash flows and business model of the entity; expected credit loss impairment model that resulting information more timely, relevant and understandable to users of financial statements; accounting for hedging that reflect the entity’s risk management better by introduce a more general requirements based on management’s judgment. This SFAS also provides that a financial asset with prepayment features that may result in negative compensation qualifies as a contractual cash flow derived solely from the principal and interest of the principal amount owed.

b. PSAK No. 72, ”Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan”, yang diadopsi dari IFRS 15 yang

mengatur model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga entitas diharapkan dapat melakukan analisis sebelum mengakui pendapatan.

b. SFAS No. 72, "Revenues from contracts with customers", adopted from IFRS 15 governing the model of revenue recognition from contracts with customers, so that the entity is expected to conduct an analysis before acknowledging revenue.

c. PSAK No. 73, “Sewa”, menetapkan prinsip

pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan atas sewa dengan memperkenalkan model akuntansi tunggal dengan mensyaratkan untuk mengakui aset hak-guna (right-of-use assets) dan liabilitas sewa. Terdapat 2 pengecualian opsional dalam pengakuan aset dan liabilitas sewa, yakni untuk: (1) sewa jangka pendek dan (2) sewa yang aset pendasarnya (underlying assets) bernilai rendah.

c. SFAS No. 73, “Lease”, establishes the principles of recognition, measurement, presentation and disclosure of leases by introducing a single accounting model with requiring to recognize right-of-use assets and lease liabilities. There are two optional exclusions in the recognition of the lease assets and liabilities, namely: (1) short term lease and (2) lease with low value underlying assets.

d. PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” dan

PSAK No.25, “Kebijakan Akuntansi, Perubahan

Estimasi Akuntansi dan Kesalahan : Definisi

Material”. Amandemen ini mengklarifikasi

definisi material dengan tujuan menyelaraskan definisi yang digunakan dalam kerangka kerja konseptual dan beberapa PSAK terkait. Selain itu, juga memberikan panduan yang jelas mengenai definisi material dalam konteks pengurangan pengungkapan yang berlebihan karena perubahan ambang batas definisi material.

d. SFAS No. 1, “Presentation of Financial Statements” and SFAS No. 25, “Accounting Policy, Changes in Accounting Estimates and Errors: Definition of Material”. This amendment clarifies the definition of material with the aim of harmonizing the definitions used in the conceptual framework and som relevant SFAS. In addition, it also provides clearer guidance regarding the definition of material in the context reducing over disclosures due to changes in the threshold of the material definition.

Saat ini, Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menetapkan dampak dari PSAK yang dikeluarkan dan direvisi tersebut terhadap laporan keuangannya.

The Company is presently evaluating and has not yet determined the effects of these issued and revised SFAS on its financial statements.

(15)

d. Prinsip Konsolidasian dan Kombinasi Bisnis d. Principles of Consolidation and Business Combination

Prinsip Konsolidasian Principles of Consolidation

Grup menerapkan Amandemen PSAK No. 65,

“Laporan Keuangan Konsolidasian”, kecuali beberapa

hal berikut yang diterapkan secara prospektif:

Group adopted SFAS Amandment No. 65, “Consolidated Financial Statements”, except for the following items that were applied prospectively: (i) Rugi entitas anak yang menyebabkan saldo defisit

bagi kepentingan nonpengendali (“KNP”);

(i) Losses of a subsidiary that result in a deficit balance to non-controlling interests (“NCI”); (ii) Kehilangan pengendalian pada entitas anak; (ii) Loss of control over a subsidiary;

(iii) Perubahan kepemilikan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian;

(iii) Change in the ownership interest in a subsidiary that does not result in a loss of control;

(iv) Hak suara potensial dalam menentukan keberadaan pengendalian; dan

(iv) Potential voting rights in determining the existence of control; and

(v) Konsolidasi atas entitas anak yang memiliki pembatasan jangka panjang.

(v) Consolidation of a subsidiary that is subject to long-term restriction.

Amandemen PSAK No. 65 mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk, dan akuntansi untuk investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan.

Amandment SFAS No. 65 provides for the preparation and presentation of consolidated financial statements for a group entities under the control of a parent, and the accounting for investments in subsidiaries, jointly controlled entities and associated entities when separate financial statements are presented as additional information.

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas anaknya seperti yang disebutkan pada Catatan 1e, yang dimiliki oleh Perusahaan (secara langsung atau tidak langsung) dengan kepemilikan saham lebih dari 50% dan dikendalikan oleh Perusahaan.

The consolidated financial statements include the accounts of the Company and its subsidiaries mentioned in Note 1e, in which the Company maintains (directly or indirectly) equity ownership of more than 50% and its controlled by the Company.

Seluruh transaksi material dan saldo akun antar perusahaan (termasuk laba atau rugi yang signifikan yang belum direalisasi) telah dieliminasi.

All material intercompany transactions and account balances (including the related significant unrealized gain or losses) have been eliminated.

Entitas-entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Grup memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal entitas induk kehilangan pengendalian.

Subsidiaries are fully consolidated from the date of acquisitions, being the date on which the Group obtaince control, and continue to be consolidated until the date such control ceases.

Kerugian entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit.

Losses of a non-wholly owned subsidiary are attributed to the NCI even if that result in a deficit balance.

Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Grup:

In case of loss of control over a subsidiary, the Group:Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill)

dan liabilitas entitas anak;

Derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary;

 Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;

Derecognizes the carrying amount of any NCI;  Menghentikan pengakuan akumulasi selisih

penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;

Derecognizes the cumulative translation differences,record in equity, if any;

 Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima  Recognizes the fair value of the consideration received;

 Mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;  Recognizes the fair value of any investment retained

 Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi; dan

Recognizes any surplus or deficit in profit or loss; and

(16)

d. Prinsip Konsolidasian dan Kombinasi Bisnis (lanjutan)

d. Principles of Consolidation and Business Combination (continued)

Prinsip Konsolidasian (lanjutan) Principles of Consolidation (continued)  Mereklasifikasikan bagian induk atas komponen

yang sebelumnya diakui sebagai penghasilan komprehensif lainnya ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba, sebagaimana mestinya.

Reclassifies the parent’s share of components previously recognized in other comprehensive income to profit or loss or return earnings, as appropriate.

KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas-entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas induk.

NCI represent the portion of the profit or loss and net assets of the subsidiaries not attributeable, directly or indirectly, to the Company, which are presented in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income and under the equity section of the consolidated statement of financial position, respectively, separately from the corresponding portion attributeable to the equity holders of the parent Company.

Kombinasi Bisnis Business Combinations

Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada suatu entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepemilikan Grup dan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah KNP disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik Entitas induk.

Changes in the Group’s ownwrship interest in a Subsidiary that do not result in loss of control are accounted for as equity transactions. The carrying amount of the Group’s and non-controlling interest are adjusted to reflect the changes in their relative interests in the Subsidiary. Any differences between the amount by which the NCI are adjusted and the fair value of consideration paid or received is recognized direcly in equity and attributed to the owners of the parent Company.

Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur berdasarkan nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumalah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan dimasukkan ke dalam beban-beban administrasi.

Business combinations are accounted for using the acquisition method. The cost of an acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at acquisition date fair value and the amount of any NCI in the acquiree. For each business combination, the acquirer measurers the NCI in the acquiree either at fair value or at the proportionate share of the acquiree’s identifable net assets. Acquisition costs incurred are directly expended and included in administrative expenses.

Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup menentukan dan mengklasifikasikan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.

When the Group acquires a business, it assesses and classifies the financial assets acquired and liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the contractual terms, economic circumtances and pertinent conditions as at the acquisitions date.

Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi berdasarkan nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan di dalam laba rugi.

If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the acquirer’s previously held equity interest in the acquiree is remeasured to fair value at the acquisition date through profit or loss.

(17)

d. Prinsip Konsolidasian dan Kombinasi Bisnis (lanjutan)

d. Principles of Consolidation and Business Combination (continued)

Kombinasi Bisnis (lanjutan) Business Combinations (continued)

Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur berdasarkan harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas jumlah aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih.

At acquisition date, goodwill is initally measured at cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed.

Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui di dalam laba rugi.

If this consideration is lower than the fair value of the net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in profir or loss.

Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas

(“UPK”) dari Grup yang diharapkan akan bermanfaat

dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi dialokasikan kepada UPK tersebut.

After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated to each of the Group’s cash-generating units (“CGU”) that are expected to benefit from the Combination, irrespective of wether other assets or liabilities of the acquire are assigned to those CGUs.

Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dilepas, maka goodwill yang terkait dengan operasi yang dilepas tersebut dimasukkan ke dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepas tersebut diukur berdasarkan nilai relative operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.

Where goodwill forms part of a CGU and part of the operation within that CGU is disposed of, the goodwill associated with the operation disposed of is included in the carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal of the operation. Goodwill disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operation disposed of and the portion of the CGU retained.

e. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi e. Transactions with related parties Berdasarkan PSAK No. 7 (Revisi 2015) mengenai

“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, definisi pihak

berelasi adalah:

According to SFAS No. 7 (Revised 2015) "Related Parties Disclosure”, related parties is defined as:

1. Orang atau anggota keluarga terdekatnya dikatakan memiliki relasi dengan Perusahaan jika orang tersebut:

1. A person or a close member of that person’s family is related to Company if that person:

i. Memiliki pengendalian ataupun pengendalian bersama terhadap Perusahaan,

i. Has control or joint control over the Company;

ii. Memiliki pengaruh signifikan terhadap Perusahaan, atau

ii. Has significant influence over Company; or

iii. Merupakan personil manajemen kunci dari Perusahaan ataupun entitas induk dari Perusahaan.

iii. Is a member of the key management personnel of the Company or of a parent of the Company.

2. Suatu entitas dikatakan memiliki relasi dengan Perusahaan jika memenuhi salah satu dari hal berikut ini:

2. An entity is related to Company if any of the following conditions applies:

i. Entitas tersebut dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama,

i. The entity and Company are members of the same company;

(18)

e. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan) e. Transactions with related parties (continued) ii. Merupakan entitas asosiasi atau ventura

bersama dari Perusahaan (atau entitas asosiasi atau ventura bersama tersebut merupakan anggota suatu kelompok usaha di mana Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha tersebut),

ii. An associate or joint venture of the Company (or an associate or joint venture of a member of a Company of which the Company is a member);

iii. Entitas tersebut dan Perusahaan adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama,

iii. The entity and Company are joint ventures of the same third party;

iv. Entitas yang merupakan ventura bersama dari asosiasi Perusahaan atau asosiasi dari ventura bersama dari Perusahaan,

iv. The entity is a joint venture of an associate of the Company or is an associate of a joint venture of the Company;

v. Entitas yang merupakan suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan atau entitas yang terkait dengan Perusahaan. Perusahaan adalah penyelenggara program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan Perusahaan,

v. The entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the Company or an entity related to Company. If Company are itself such a plan, the sponsoring employers are also related to Company;

vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam angka (1) di atas,

vi. The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (1).

vii. Entitas yang dipengaruhi secara signifikan oleh orang yang diidentifikasi dalam angka (1) (i) atau orang yang bersangkutan merupakan personil manajemen kunci dari entitas tersebut (atau entitas induk dari entitas).

vii. Entity has significantly influenced by a person identified in (1) (i) or that person is a member of the key management personnel from the entity (or of a parent of the entity).

Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas Perusahaan, secara langsung atau tidak langsung. (lihat catatan 1c)

Key management personnel are those people whom have the authority and responsibility to plan, lead and control activities of the Company, directly or indirectly. (see note 1c)

Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

All significant transactions with related parties are disclosed in the Notes to fnancial statements.

f. Instrumen keuangan f. Financial instruments

Grup menerapkan PSAK No. 50, “Instrumen Keuangan: Penyajian” dan PSAK No. 55, Instrumen

keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, serta PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.

The Group applied SFAS No. 50, “Financial Instruments: Presentation”, SFAS No. 55, “Financial Instruments: Recognizing and Measurement, and SFAS No. 60), “Financial Instruments: Disclosures”.

1. Aset keuangan 1. Financial assets

Pengakuan awal Initial recognition

Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain yang pada awalnya diukur dengan nilai wajar.

Financial assets are recognized initially at fair value plus transaction costs, except for those financial assets classified as at fair value through statement of profit or loss and other comprehensive income which are initially measured at fair value.

(19)

f. Instrumen keuangan (lanjutan) f. Financial instruments (continued) Klasifikasi aset keuangan antara lain sebagai aset

keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL), investasi dimiliki hingga jatuh tempo (HTM), pinjaman yang diberikan dan piutang dan aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS). Perusahaan menetapkan klasifikasi aset keuangannya pada saat pengakuan awal dan, sepanjang diperbolehkan dan diperlukan, ditelaah kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap tanggal laporan posisi keuangan.

Financial assets are classified as financial assets at fair value through profit or loss (FVTPL), held-to-maturity investments (HTM), loans and receivables, and available-for-sale financial assets (AFS). The Company determines the classification of its financial assets at initial recognition and, where allowed and appropriate, re-evaluates the designation of such assets at each statement of financial position date.

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Dalam PSAK No. 60, mengungkapkan tiga tingkat hirarki pengungkapan nilai wajar dan mengharuskan entitas untuk menyediakan pengungkapan tambahan mengenai keandalan pengukuran nilai wajar. Sebagai tambahan, standar ini menjelaskan keharusan atas pengungkapan risiko likuiditas.

In SFAS No. 60, introduces three level hierarchies for fair value measurement disclosures and require entities to provide additional disclosures about the realiability of fair value measurements. In addition, the standards clarify the requirement for the disclosure of liquidity risk.

Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

The subsequent measurement of financial assets depends on their classification as follows:

- Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar

melalui laporan laba rugi (FVTPL)

- Financial assets at fair value through profit or

loss (FVTPL) Aset keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL

jika aset keuangan diperoleh untuk diperdagangkan atau ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat.

Financial assets are classified as at FVTPL where the financial assets are either held for trading or they are designated as FVTPL atinitial recognition. held for trading unless they are designated as effective hedging instruments.

Aset derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali aset derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.

Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near term. Derivative assets are also classified as.

Aset keuangan yang ditetapkan sebagai FVTPL disajikan dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain termasuk dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan.

Financial assets at FVTPL are carried on the statements of financial position at fair value with gains or losses recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income. The gains or losses recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income include any dividend or interest earned from the financial assets.

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Grup tidak memiliki aset keuangan dalam kategori ini.

As of December 31, 2019 and 2018, the Group has no financial assets in this category.

(20)

f. Instrumen keuangan (lanjutan) f. Financial instruments (continued) Aset keuangan non derivatif dengan pembayaran

tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan diklasifikasikan sebagai HTM ketika Perusahaan mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan hingga jatuh tempo. Setelah pengukuran awal, investasi HTM diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai.

Non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturities are classified as HTM when the Company has the positive intention and ability to hold them to maturity. After initial measurement, HTM investments are measured at amortized cost using the effective interest method less any impairment.

Keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat investasi tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

Gains and losses are recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income when the investments are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.

- Pinjaman yang diberikan dan piutang - Loans and receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan penurunan nilai.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted on an active market. Such financial assets are carried at amortized cost using the effective interest method, less any impairment. process.

Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

Gains and losses are recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization.

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain Grup termasuk dalam kategori ini.

As of December 31, 2019 and 2018, cash and cash equivalents, account receivables, others receivables of the Group included in this category.

- Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS) - Available-for-sale (AFS) financial assets

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam tiga kategori sebelumnya.

AFS financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available-for-sale or are not classified in any of the three preceding categories.

- Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS)

(lanjutan)

- Available-for-sale (AFS) financial assets

(continued) Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS

diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam komponen ekuitas sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau sampai diturunkan nilainya dan pada saat yang sama keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar kecuali aset keuangan tersebut ditujukan untuk dilepaskan dalam waktu dua belas bulan dari tanggal laporan posisi keuangan.

After initial recognition, AFS financial assets are measured at fair value with unrealized gains and losses being recognized as a component of equity until the financial assets are derecognized or until the financial assets are determined to be impaired, at which time the cumulative gains or losses previously reported in equity are included in the statement of profit or loss and other comprehensive income. These financial assets are classified as non-current assets unless the intention is to dispose of them within twelve months from the statement of financial position date.

(21)

f. Instrumen keuangan (lanjutan) f. Financial instruments (continued)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Grup tidak memiliki aset keuangan dalam kategori ini.

As of December 31, 2019 and 2018, the Group has no financial assets in this category.

Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets

Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan mengevaluasi apakah aset keuangannya mengalami penurunan nilai.

The Company evaluates at each reporting date whether any of its financial asset is impaired.

- Aset keuangan yang diukur pada biaya amortisasi - Financial assets measured at amortised cost

Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka jumlah kerugian tersebut, yang diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa datang yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif yang dihitung saat pengakuan awal aset tersebut, diakui pada laba rugi.

If there is objective evidence of impairment, the amount of loss, which is measured as the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not been incurred) discounted at the effective interest rate computed at initial recognition of the asset, shall be recognised in profit or loss.

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Grup tidak memiliki aset keuangan dalam kategori ini.

As of December 31, 2019 and 2018, the Group has no financial assets in this category.

Penghentian pengakuan aset keuangan Derecognition of financial assets

- Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS) - Available-for-sale (AFS) financial assets

Jika terdapat bukti obyektif bahwa aset AFS mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laba rugi.

If there is objective evidence that AFS assets are impaired, the cumulative loss previously recognized directly in equity in transferred from equity to profit or loss.

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Perusahaan tidak memiliki aset keuangan dalam kategori ini.

As of December 31, 2019 and 2018, the Company has no financial assets in this category.

Grup menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika: hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau Perusahaan mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dan dari aset keuangan; atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan yang memenuhi persyaratan tertentu. Ketika Perusahaan mentransfer aset keuangan, maka Perusahaan mengevaluasi sejauh mana Perusahaan tetap memiliki risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut.

The Group shall derecognize financial assets when, and only when: the contractual rights to the cash flows from the financial asset expire; the contractual rights to receive the cash flows of the financial asset are transferred to another entity or the contractual rights to receive the cash flows of the financial asset are retained but a contractual obligation is assumed to pay the cash flows to one or more recipients in an arrangement that meets certain conditions. When the Company transfers a financial. asset, it shall evaluate the extent to which it retains the risks and rewards of ownership of the financial asset.

(22)

f. Instrumen keuangan (lanjutan) f. Financial instruments (continued)

2. Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas 2. Financial liabilities and equity instruments

Pengakuan awal Initial recognition

Grup menetapkan klasifikasi liabilitas keuangannya pada saat pengakuan awal. Instrumen liabilitas dan ekuitas dikelompokkan sebagai liabilitas keuangan atau sebagai ekuitas sesuai dengan substansi pengaturan kontraktual.

The Group determines the classification of its financial liabilities at initial recognition. Debt and equity instruments are classified as either financial liabilities or as equity in accordance with the substance of the contractual arrangement. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai

liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, pinjaman dan utang, atau sebagai derivatif yang ditentukan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai. Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through statement of profit or loss and other comprehensive income, loans and borrowings, or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate. Financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and borrowings, inclusive of directly attributable transaction costs.

Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan dicatat sebesar hasil yang diperoleh, dikurangi biaya penerbitan instrumen ekuitas.

An equity instrument is any contracts that provide a residual interest in the assets of an entity after deducting all of its liabilities. Equity instruments issued by the Company are recorded at the proceeds received, net of direct issuance costs.

Instrumen keuangan majemuk, seperti obligasi atau instrumen sejenis yang dapat dikonversi oleh pemegangnya menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan, dipisahkan antara liabilitas keuangan dan ekuitas sesuai dengan substansi pengaturan kontraktual. Pada tanggal penerbitan instrumen keuangan majemuk, nilai wajar dari komponen liabilitas diestimasi dengan menggunakan suku bunga yang berlaku di pasar untuk instrumen non-convertible yang serupa.

Compound financial instruments, a bond or similar instrument convertible by the holder into a fixed number\ of ordinary shares, are classified separately as financial liabilities and equity in accordance with the substance of the contractual arrangement. At the date of issuance of compound financial instruments, the fair value of the component liability is estimated using the prevailing market interest rate for a similar non-convertible instrument.

Jumlah ini dicatat sebagai liabilitas dengan dasar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif sampai dengan liabilitas tersebut berakhir melalui konversi atau pada tanggal instrumen jatuh tempo. Komponen ekuitas ditentukan dengan cara mengurangkan jumlah komponen liabilitas dari keseluruhan nilai wajar instrumen keuangan majemuk. Jumlah tersebut diakui dan dicatat dalam ekuitas, dikurangi dengan pajak penghasilan, dan tidak ada pengukuran setelah pengakuan awal.

This amount is recorded as a liability on an amortized cost basis using the effective interest method until terminated upon conversion or at the instrument’s maturity date. The equity componentis determined by deducting the amount of the liability component from the fair value of the compound financial instruments as a whole. This amount is recognized and included in equity, after net of income tax, and is not subsequently remeasured.

Pengukuran setelah pengakuan awal liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasi sebagai berikut:

The subsequent measurement of financial liabilities depends upon the classification as follows:

- Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL)

- Financial liabilities at fair value through profit

(23)

f. Instrumen keuangan (lanjutan) f. Financial instruments (continued) 2. Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas

(lanjutan)

2. Financial liabilities and equity instruments (continued)

Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada FVTPL.

Financial liabilities at FVTPL include financial liabilities held for trading and financial liabilities designated upon initial recognition at FVTPL.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika liabilitas keuangan tersebut diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat.

Financial liabilities are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near term.

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Derecognition of financial liabilities Liabilitas derivatif juga diklasifikasikan sebagai

kelompok diperdagangkan kecuali liabilitas derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL dinyatakan sebesar nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain termasuk bunga yang dibayar atas liabilitas keuangan.

Derivative liabilities are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Financial liabilities at FVTPL are stated at fair value with gains or losses recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income. The gains or losses recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income incorporate any interest paid on the financial liabilities.

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan dalam kategori ini.

As of December 31, 2019 and 2018, the Company has no financial liabilities in this category.

- Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya

perolehan diamortisasi

- Financial liabilities carried at amortized cost

Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan tersebut diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Instrumen keuangan tersebut diklasifikasi sebagai liabilitas jangka pendek, kecuali untuk liabilitas keuangan yang akan jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan. Liabilitas keuangan ini diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

Subsequently, the financial liabilities are carried at amortized cost using the effective interest method. The financial instruments are included in current liabilities, except for those with maturities longer than 12 months after the end of the reporting period. These are classified as non-current liabilities.

Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi ketika liabilitas keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai termasuk melalui proses amortisasi.

Gains and losses are recognized in profit or loss when financial liabilities are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.

Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika, liabilitas Perusahaan dihentikan, dibatalkan atau kadaluawarsa.

The Group derecognizes financial liabilities when, and only when, the Company obligations are discharged, cancelled or expire.

Gambar

Tabel  di  bawah  ini  menganalisa  liabilitas  keuangan Grup  yang  diselesaikan  secara  neto  yang dikelompokkan  berdasarkan  periode  yang  tersisa sampai  dengan  tanggal  jatuh  tempo  kontraktual.

Referensi

Dokumen terkait

Siswa kelompok kemampuan penalaran analogi tingkat menengah hanya dapat melaksanakan beberapa indikator pemecahan masalah matematika saja dari langkah-langkah

Gambar 1 menunjukkan bahwa pemberian Hidrogen sebagai bahan bakar pada sistim dual fuel memberi pengaruh kenaikan temperatur gas buang yang semakin besar seiring kenaikan

Mereka bersatu dalam menentang Ordinan Pendidikan dan menyatakan diri mereka sebagai Tiga Pertubuhan Hebat Pada 22 Ogos 1954, ahli Jawatankuasa Sekolah Cina dari seluruh

Permasalahan tersebut tentunya menjadi sebuah tantangan bagi Pijak Bumi untuk memasarkan produk mereka kepada konsumen yang tidak memiliki pengetahuan mengenai produk

Ineteraksi dalam tindakan perawatan (mencakup perilaku dan sikap) membuat pasien merasa sebagai manusia yang berharga dan tidak seperti benda tak bernyawa atau objek

LU UQ QM MA AN N F FA AIIS SA AL L S SH HIID DQ QII NP N PM M.. Pena Penamatan Pan$ matan Pan$an *an Berat.. Anat) Anat)mi mi Ikan Ikan Belana Belanak.... Pen6er Pen6ernaan

Prakerin dilaksanakan agar dapat menghasilkan peserta didik yang benar- benar dapat membangun bangsa ini di masa yang akan datanag dan memiliki kreatifitas untuk mengembangkan

Hukum Tata Negara adalah sekumpulan peraturan hukum yang mengatur organisasi dari pada negara, hubungan antara alat pelengkap negara dalam garis Vertikal dan Horizontal, serta