• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY REPORT 15 July 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY REPORT 15 July 2014"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

        

 

               

 

 

NEWS HEADLINES

JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

Sinyal dari beberapa indikator teknikal trend indeks menunjukan pola konsolidasi. Sinyal tersebut terkonfirmasi dari indikator MACD yang menunjukan pola downtrend. Hal yang sama juga tercermin dari indikator Stochastics konfirmasi IHSG dalam fase konsolidasi., Namun, sinyal

bearish bagi indeks belum terkonfirmasi pada lagging indicator...

JAKARTA INDICES STATISTICS

CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)

IHSG 5,021,063 -11.536 4,954.739 5,142.577

LQ-45 860,204 -1.011 1,432.239 3600.447

MARKET REVIEW

MARKET VIEW

IHSG ditutup turun sebesar 11,54 poin (-0,23%) dari 5.032,60 menjadi 5.021,06, dipengaruhi oleh aksi profit taking menjelang pengumuman resmi pemilu. Dari dalam negeri, Menteri Keuangan berpendapat pasar keuangan Indonesia akan kembali normal setelah pengumuman resmi hasil pemilu. Selain itu, rupiah juga diharapkan untuk melanjutkan tren penguatan terlebih karena setiap penguatan senilai Rp100 terhadap dolar AS akan mengurangi defisit transaksi sebesar Rp2,6 triliun. Adapun pada perdagangan kemarin, rupiah kembali melanjutkan pelemahan menyusul pernyataan dari Bank Indonesia (BI) akan adanya potensi melebarnya transaksi berjalan. Di sisi lain, penjualan mobil Indonesia mengalami kenaikan sebesar 6,0% di Juni dari penurunan sebesar 9% di Mei. Sementara itu, penerimaan bea cukai Indonesia sepanjang semester I/2014 mencapai Rp80,31 triliun, naik sebesar 8,5% YoY dari Rp74,01triliun. Dari global, permintaan minyak dunia diprediksi akan meningkat terutama didukung oleh China yang memimpin kenaikan di negara-negara berkembang. Konsumsi minyak dunia di 2015 diperkirakan naik sebesar 1,4 juta barel per hari karena ekonomi global diperkirakan memiliki momentum kenaikan di 2015. Permintaan China diperkirakan naik sebesar 440 ribu barel per hari di 2015 atau sebesar 4,2% menjadi 10,87 juta barel per hari karena dukungan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi untuk tetap berada di atas 7%. Dari AS, federal budget balance AS tercatat surplus sebesar US$71miliar di bulan Juni dari defisit sebesar US$130 miliar di bulan sebelumnya. Sementara itu, ketua the Fed, Janet Yellen akan menyampaikan pidato di depan para pembuat keputusan AS pada Selasa (15/07). Sementara itu, inflasi Jerman tercatat naik menjadi 1% di bulan Juni dari 0,9% di bulan sebelumnya. Namun demikian, kenaikan ini masih dinilai cukup rendah dari target inflasi jangka menengah yang ditentukan ECB yakni di level mendekati 2%. Sementara itu, Ketua ECB Mario Draghi akan berbicara pada Senin waktu setempat, sebelum dirilisnya data ekonomi yang kemungkinan menegaskan inflasi di level terendah selama lebih dari 4 tahun. Indeks Shanghai Composite naik sebesar 19,68 poin (0,96%) dari 2.046,96 ke 2.066,65. Indeks Hang Seng naik 113,22 poin (0,49%) dari 23.233,45 ke 23.346,67. Bursa Nikkei 225 naik sebesar 132,78 poin (0,88%) dari 15.164,04 ke 15.296,82. Adapun, mayoritas bursa Eropa tentatif bergerak naik.

Pelaku pasar akan bersikap wait and see terkait dengan menantikan hasil perhitungan yang dilakukan oleh KPU dalam Pilpres. Siapa bakal menjadi presiden dan wakil presiden telah membuahkan suatu penafsiran oleh pelaku pasar. Sebelumnya eforia Pilpres tejadi setelah hasil hitung cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei lebih banyak tertuju pada salah satu pasangan. Namun, saling mengklaim dari masing-masing calon bakal presiden sebagai pememang dalam Pilpres membuat ketidakpastian di pasar. Muncul ketidakpastian pasar hingga adanya hasil dari perhitugan KPU, diperkirakan dapat menjadi tekanan bagi IHSG. Sentimen pilpres tetap menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar di bursa saham di Indonesia dibandingkan dengan sentimen-sentimen lainya hanya sebatas sebagai komplemen. Sikap wait and see dari pelaku pasar saham ke Indonesia terindikasi dari pergerakan nilai tukar rupiah yang mulai bergerak terbatas. Sinyalemen pergerakan nilai tukar rupiah umumnya bisa berimbas bagi pergerakan IHSG. Sementara itu, sentimen dari ekternal hanya sebagai pelengkap bagi pergerakan indeks saham domestik ini. Sentimen dari ekternal yang dapat menjadi kekhawatiran pasar global, berkenaan dengan Rusia yang memperingatkan Ukraina atas dampak dari tewasnya satu orang penduduk Rusia akibat penembakan di wilayah perbatasan. Respons Moskow ini dapat meningkatkan kemungkinan atas potensi intervensi Rusia setelah Putin menarik puluhan ribu tentara dari wilayah perbatasan. Rusai telah mengirimkan nota protes yang menggambarkan kasus tersebut sebagai aksi agresif oleh pihak Ukraina yang bertentangan dengan kedaulatan Rusia. Sentimen lainnya, perdana mentri Portugal Pedro Passos Coelho utarakan pemerintah tidak akan mem-bail out bank bermasalah. Pemerintah Portugal mungkin tidak akan memberikan dukungan keuangan kepada Banco Espirito Santo (BES) yang dikhawatirkan mengalami masalah solvency. BES, pemerintah, dan bank sentral Portugal utarakan BES dapat menghadapi masalah yang melilit induk perusahaannya Espirito Santo. Kondisi keuangan BES mendapatkan perhatian investor setelah induk perusahaannya Espirito Santo mengalami gagal bayar atas pembayaran bunga obligasi. Sentimen terbilang positif dari eksternal, penguatan atas indeks Wall Street pada Senin yang dikarenakan investor menyambut earning perusahaan. IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat terbatas pada perdagangan saham hari ini.

DAILY REPORT

15 July 2014

• Penjualan mobil grup ASII tumbuh 4,14%

• ASII incar proyek pembangkit listrik dan pelabuhan

• WIKA raih kontrak baru sebesar Rp 6,7 triliun pada posisi Juni • WIKA targetkan laba bersih naik 22,27% tahun ini

• WTON tengah kerjakan 4 proyek

• JKON baru gunakan 18,08% dana rights issue • SMGR dan JFE tandatangan kesepakatan Rp 600 miliar • Serapan dana IPO SMBR minim

• MDLN akan beli balik obligasi global USD 150 juta • CTRP siapkan Rp225 miliar untuk investasi hotel budget • ENRG, Blok Malacca Strati Psc telah berproduksi gas • TLKM investasikan Rp 1 triliun bangun pusat data • ISAT akan akukan refinancing utang

• BMTR berikan corporate guarantee untuk MKM • BBTN akan luncurkan bancassurance • BBNI akan buka perwakilan di Myanmar • TAXI realisasi 98% dana IPO

Support Level 4998/4975/4950

Resistance Level 5046/5071/5094

Major Trend Up

(2)

         

               

 

 

15 July 2014

15 July 2014

Penjualan mobil grup Astra International (ASII) pada semester I-2014 tumbuh 4,14% menjadi 334.480 unit. Penjualan tersebut menempatkan Astra sebagai pemimpin pasar mobil domestik dengan pangsa pasar 52%. Sementara itu, penjualan motor ASII pada semester I-2014 mencapai 2.623.175 unit dengan pangsa pasar 62%.

Astra International (ASII) terus mencari peluang untuk memperbesar bisnis di sektor infrastruktur. Jika memiliki prospek bagus, perseroan tidak akan segan-segan menggelontorkan dana untuk melakukan akuisisi. Perseroan masih terus mencari proyek powerplant dan pelabuhan (port). Untuk proyek jalan tol, perseroan masih akan fokus terhadap jalan tol yang telah dimiliki. Sebelumnya, pada Januari 2013 lalu, ASII melalui anak usahanya, Astratel Nusantara (Astratel) telah mengakuisisi 100% saham PT Pelabuhan Penajam Banua Taka, pengelola pelabuhan eastkal supply base di Kalimantan Timur, dengan nilai akuisisi sebesar Rp 600 miliar. Sementara untuk pembangkit listrik, Pamapersada Nusantara, anak usaha PT United Tractors (UNTR), tengah mengikuti tender dua pembangkit listrik mulut tambang di Sumatera. Proyek pertama berkapasitas 2x300 mega watt (MW) dan proyek kedua memiliki kapasitas 2x150 MW. Nilai masing-masing proyek diperkirakan sebesar US$720 juta hingga US$780 juta dan US$360 juta sampai US$390 juta. Saat ini, perseroan juga tengah menyelesaikan ruas tol Mojokerto-Kertosono dengan nilai proyek mencapai US$350 juta dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Hingga triwulan II 2014 Wijaya Karya (WIKA) meraih kontrak baru sebesar Rp 6,7 triliun pada posisi Juni. Pencapaian kontrak baru WIKA itu setara dengan 25,94% dari target perolehan kontrak baru tahun 2014 yang sebesar Rp 25,83 triliun. WIKA menargetkan total order book sebesar Rp 49,97 triliun atau naik sebesar 28,56% terhadap target tahun 2013 sebesar Rp 38,87 triliun. Order book ini terdiri dari target kontrak baru tahun 2014 sebesar Rp 25,83 triliun dan carry over dari tahun 2013 sebesar Rp 24,14 triliun. Komposisi perolehan kontrak baru WIKA tahun 2014 terdiri atas induk perusahaan 70% dan anak perusahaan 30%.

Wijaya Karya (WIKA) menargetkan laba bersih tahun 2014 sebesar Rp 678,65 miliar atau naik 22,27% dari target tahun 2013 yang sebesar Rp 555,06 miliar. Proyek baru yang diperoleh WIKA hingga triwulan II antara lain Flyover Simpang Air Hitam di Samarinda sebesar Rp 105,9 miliar, Pembangunan Jembatan Dompak di Tanjung Pinang Riau sebesar Rp 284,4 miliar, Proyek CBD Apartemen di Surabaya senilai Rp 634,6 miliar, Proyek Dharma Husada Tower senilai Rp 401,8 miliar, Proyek Terminal BBM Pulau Sambu Kepulauan Riau sebesar Rp 740,45 miliar, Proyek Penimbunan Gasoline Tanjung Uban Kepulauan Riau Sebesar Rp 1,14 triliun, Proyek Pengadaan Jasa Pembangunan Infrastruktur dan Gedung Baru ITB senilai Rp 178,66 miliar, Proyek Konstruksi Fisik Rumah Sakit Umum Daerah Jakarta Selatan sebesar Rp 188,28 miliar dan Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Universitas Telkom di Bandung senilai Rp 110,22 miliar.

Wijaya Karya Beton (WTON) saat ini mengerjakan 4 proyek, yaitu bangunan gedung perkantoran di wilayah Cawang (Jakarta), Carpark Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta di Jakarta. Perseroan juga menggarap proyek di daerah Medan yakni Deli Plaza dan bangunan industri RFCC di Cilacap.

Jaya Konstruksi Manggala (JKON) baru menggunakan 18,08% atau Rp81,48 miliar dana hasil rights issue atau penawaran umum terbatas (PUT) pada 2013 yang totalnya lebih dari Rp450,58 miliar. Sebesar Rp25 miliar diantaranya disalurkan sebagai penyertaan

sahm ke PT Jaya Beton Indonesia dan Rp25 miliar lainnya ke PT Jaya Trade Indonesia. Dua perusahaan itu merupakan anak usaha perseroan. Dana penyertaan saham tersebut akan digunakan oleh masing-masing anak usaha untuk tambahan modal kerja seperti membeli material produksi, termasuk peralatan pendukung operasional dan perlengkapan pendukung serta biaya operasonal lainnya. Sementara Rp31,48 miliar sisanya diinvestasikan ke entitas anak atau entitas asosiasi perseroan lewat penyertaan. Semen Indonesia (SMGR) dan JFE Engineering Corporation akan menandatangani kesepakatan terkait pembangunan pembangkit listrik senilai Rp 600 miliar. SMGR akan membangun pembangkit listrik tenaga panas gas buang berkapasitas 28 MW. Di proyek tersebut, perseroan akan menguasai 85-90% saham dan sisanya milik JFE Engineering. SMGR akan mengeluarkan dana sebesar Rp 510-540 miliar. Pembangunan pembangkit listrik tersebut dimulai pada semester II-2014 dan selesai pada awal 2016. Energi yang dihasilkan dialokasikan untuk kebutuhan listrik di pabrik Tuban. Proyek ini sekurang-kurangnya akan menciptakan efisiensi sekitar Rp 210 miliar per tahun.

Semen Baturaja (SMBR) baru menyerap dana hasil IPO sekitar 1,01% atau sebesar Rp 12,85 miliar hingga Juni 2014. Perseroan masih memiliki sisa dana IPO yang cukup besar sekitar Rp 1,25 triliun. Dana IPO digunakan untuk pengadaan dan pengembangan lahan tambang baru sebesar 4,06% dari yang direncanakan Rp 316,95 miliar.

Modernland Realty (MDLN) berencana membeli kembali obligasi global sebesar USD 150 juta yang jatuh tempo pada 2016. Untuk itu, perseroan akan menerbitkan obligasi global yang baru senilai lebih dari USD 150 juta. Sisa dana akan digunakan untuk membayar utang, akuisisi lahan dan keperluan umum. Fitch Ratings telah memberikan peringkat sementara untuk obligasi global yang baru pada level B. Surat utang itu akan jatuh tempo pada 2019.

Ciputra Property (CTRP) menghabiskan Rp225 miliar untuk investasi pengembangan lima hotel budget tahun ini. Setidaknya akan terdapat tiga hotel yang beroperasi di tahun ini. Hotel budget di Cirebon dan Semarang sudah berjalan sejak 1 Juli, sedangkan hotel di Bandung ditargetkan beroperasi Desember tahun ini. Adapaun hotel di Yogyakarta akan beroperasi pada Februari 2015 dan cabang di Bintaro masih dalm tahap konstruksi. Dengan total Rp225 miliar, maka rata-rata biaya pengembangan masing-masing hotel sebesar Rp45 miliar. Di luar hotel budget itu, perseroan juga sedang mempersiapkan pembangunan proyek serupa di Bengkulu dan Serpong. Hotel di Bengkulu akan mulai dibangun tahun ini sedangkan di Serpong masih dalam proses perizinan. Investasi untuk kedua hotel itu diperkirakan berkisar Rp45-Rp50 miliar.

Blok Malacca Strati Psc yang dimiliki 60,49% dan dioperasikan oleh Energi Mega Persada (ENRG) telah memulai produksi gas secara komersial sebesar 8,5 juta kaki kubik gas per hari kepada Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako-PT Pertamina Hulu Energi (BOB). Volume gas tersebut diproduksikan dari lapangan gas kuat dan dijual dengan harga USD $8,00/mmbtu dengan eskalasi sebesar 3% per tahun dari Juli 2014 sampai Agustus 2020.

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) mengalokasikan dana investasi sekitar Rp 1 triliun untuk mengalihfungsikan gedung-gedung Sentral Telepon Otomat yang tersebar di berbagai kota sebagai gedung layanan pusat data. Penyediaan dan perluasan pusat data

(3)

         

               

 

 

15 July 2014

15 July 2014

tersebut untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin meningkat, khususnya segmen usaha kecil dan menengah serta perguruan tinggi.

Indosat (ISAT) akan melakukan refinancing surat utang yang diterbitkan anak usaha perseroan, yaitu Indosat Palapa Company BV senilai USD 650 juta yang akan jatuh tempo pada 29 Juli 2020. Dana untuk membeli kembali obligasi tersebut berasal dari penerbitan obligasi yang rencananya akan diterbitkan pada kuartal II 2015. Obligasi ini berjangka waktu 10 tahun yang terdiri dari sekitar 70% dalam bentuk rupiah dan 30% dalam US dolar. Langkah tersebut akan mengurangi volatilitas pendapatan. Perseroan akan mulai mengurangi level utang sekitar tahun 2015-2016, seiring dengan perbaikan performa perusahaan. Indosat memiliki utang dalam denominasi US dolar sekitar USD 1 miliar. Pasca percepatan pembayaran obligasi berbentuk US dolar, perseroan berharap utang berdominasi dolar tersisa di kisaran USD 300 juta-USD 400 juta.

Media Kabel Mediacom (MKM), perusahaan yang dikendalikan secara tidak langsung oleh Global Mediacom (BMTR), memperoleh pinjaman sebesar US$127,5 juta. Pinjaman dari China Development Bank Corporation tersebut bertenor 7 tahun atau akan jatuh tempo pada 2012, termasuk masa tenggang selama tiga tahun terhitung sejak tanggal pelaksanaan perjanjian. Tingkat suku bunga pinjaman sebesar margin ditambah bunga LIBOR enam bulan. Atas pinjaman tersebut, BMTR memberikan pinjaman perusahaan (corporate guarantee) dan menjaminkan saham di Media Nusantara Citra (MNCN) dengan jumlah setara 150% dari nilai pinjaman atau US$191,25 juta. Dari pinjaman sebesar US$127,5 juta tersebut, sebesar US$85 juta digunakan untuk proyek jaringan serat optik yang dibangun oleh ZTE dan sisanya sebesar US$42,5 juta akan digunakan untuk proyek jaringan serat otik yang dibangun Huawei.

Bank Tabungan Negara (BBTN) akan meluncurkan produk bancassurance pada pertengahan Agustus tahun ini. Perseroan telah menandatangani kerja sam dengan tiga perusahaan asuransi, yakni Asuransi Jiwasraya, Zurich Insurance Indonesia, dan Asuransi Jiwa Generali Indonesia.

Mendukung sinergisitas BUMN di luar negeri, Bank Negara Indonesia (BBNI) memastikan akan membuka kantor perwakilan di Yangon, Myanmar tahun ini. Diperkirakan operasional kantor tersebut sudah dimulai kuartal IV/2014. Operasional perwakilan BBNI di Myanmar hanya tinggal menunggu izin resmi dari OJK dan Central Bank of Myanmar.

Express Transindo Utama (TAXI) sampai Juni 2014 telah menggunakan dana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp392,4 miliar atau 98% dari dana keeseluruhan yang didapatkan Rp399,38 miliar. Sebesar 60% atau Rp243,88 miliar dana IPO digunakan untuk pengembangan infrastruktur dan perangkat pendukung lainnya. Sementara 20% dana IPO digunakan untuk membayar pinjaman Bank Central Asia (BBCA) senilai Rp79,87 miliar. Adapun sisanya sebanyak Rp67 miliar atau 16,77% dari dana keseluruhan sudah digunakan untuk mengakuisisi PT Ekspress Mulia Kencana pada tahun lalu dan sebesar Rp2,16 miliar dijadikan modal kerja perseroan.

(4)

      

 

 

 

 

 

15 July 2014

COMMODITIES

DUAL LISTING

Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change

(IDR)

Crude Oil (US$)/Barrel 100,99 0,08 TLKM (US) 45 13.036 233

Natural Gas (US$)/mmBtu 4,15 0,00 ANTM (GR) 0,06 969 -32

Gold (US$)/Ounce 1309,13 2,02

Nickel (US$)/MT 19350,00 -30,00

Tin (US$)/MT 22160,00 60,00

Coal (NEWC) (US$)/MT* 69,59 -0,56

Coal (RB) (US$)/MT* 71,59 -1,67

CPO (ROTH) (US$)/MT 825,00 -12,50

CPO (MYR)/MT 2425,00 -12,00

Rubber (MYR/Kg) 672,00 -1,00

Pulp (BHKP) (US$)/per ton 733,33 -3,50

*weekly

GLOBAL INDICES VALUATION

Change PER (X) PBV (X)

Country Indices Price

%Day %YTD 2014E 2015F 2014E 2015F

Market Cap (USD Bn)

USA DOW JONES INDUS. 17055,42 0,66 2,89 15,22 14,02 2,83 2,61 4.918,1

USA NASDAQ COMPOSITE 4440,42 0,56 6,32 21,61 18,11 3,44 3,10 7.049,3

ENGLAND FTSE 100 INDEX 6746,14 0,84 -0,04 14,16 12,95 1,89 1,78 1.349,2

CHINA SHANGHAI SE A SH 2163,76 0,96 -2,29 8,11 7,17 1,12 1,01 2.394,8

CHINA SHENZHEN SE A SH 1170,42 1,20 6,03 19,36 15,28 2,37 2,08 1.491,5

HONG KONG HANG SENG INDEX 23346,67 0,49 0,17 10,87 9,99 1,30 1,20 1.799,8

INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 5021,06 -0,23 17,47 16,16 13,76 2,86 2,53 402,5

JAPAN NIKKEI 225 15296,82 0,88 -6,10 17,33 15,46 1,49 1,39 2.874,8

MALAYSIA KLCI 1884,87 0,09 0,96 16,70 15,35 2,20 2,04 335,2

SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 3290,98 -0,08 3,90 14,52 13,28 1,33 1,26 433,8

FOREIGN EXCHANGE

FOREIGN EXCHANGE

Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change

USD/IDR 11.665,00 77,00 1000 IDR/ USD 0,09 -0,0006

EUR/IDR 15.888,78 -12,29 EUR / USD 1,36 0,0002

JPY/IDR 114,87 -0,12 JPY / USD 0,01 0,0000

SGD/IDR 9.400,44 -8,67 SGD / USD 0,81 0,0005

AUD/IDR 10.959,03 2,39 AUD / USD 0,94 0,0002

GBP/IDR 19.933,27 -36,14 GBP / USD 1,71 0,0004

CNY/IDR 1.879,66 0,00 CNY / USD 0,16 -0,0001

MYR/IDR 3.665,65 -1,45 MYR / USD 0,31 -0,0001

KRW/IDR 11,45 -0,01 100 KRW / USD 0,10 -0,0001

CENTRAL BANK RATE

INTERBANK LENDING RATE

Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)

FED Rate (%) US 0.25 JIBOR (IDR) Indonesia 7.74

BI Rate (%) Indonesia 7.50 LIBOR (GBP) England 0.50

ECB Rate (%) Euro 0.15 SIBOR (USD) Singapore 0.17

BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.15

BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.15

(5)

      

 

 

 

 

 

15 July 2014

INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS

SBI

Description Jun'14 May'14 Description Rate (%)

Inflation YTD % 1.99 1.56 SBI (9M) 7,13715

Inflation YOY % 6.70 7.32 SBIS (9M) 7,13715

Inflation MOM % 0.43 0.16

Foreign Reserve (US$) 107.68 107.0477

GDP (IDR Tn) 2,401,247.50 2,401,248

BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR

Date Agenda Expectation

15 Jul* US Retail Sales Advance MoM Naik menjadi 0.6% dari 0.3%

15 Jul* US Empire Manufacturing Turun menjadi 17.00 dari 19.28

15 Jul* US Business Inventories Tetap 0.6%

15 Jul* US Import Price Index MoM Naik menjadi 0.3% dari 0.1%

15 Jul* US Import Price Index YoY --

16 Jul* US PPI Final Demand MoM Naik menjadi 0.2% dari -0.2%

16 Jul* US Industrial Production MoM Tetap 0.6%

16 Jul* US Capacity Utilization Turun menjadi 78.9% dari 79.1%

16 Jul* US Manufacturing Production Turun menjadi 0.5% dari 0.6%

17 Jul* US Housing Starts Naik menjadi 1020 ribu dari 1001 ribu

Ket: (*) US Time (^) Tentative

LEADING MOVERS

LAGGING MOVERS

Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt

TLKM IJ 2610 1.36 3.80 BBRI IJ 11375 -1.09 -3.29 PGAS IJ 5700 0.88 1.31 ASII IJ 7500 -0.66 -2.18 EXCL IJ 5475 2.34 1.15 SCMA IJ 3500 -3.31 -1.89 UNTR IJ 23725 0.96 0.90 KLBF IJ 1700 -2.02 -1.77 BSDE IJ 1600 2.89 0.89 LPPF IJ 14000 -2.78 -1.26 SIAP IJ 350 10.76 0.88 NISP IJ 1200 -7.69 -1.22 TARA IJ 243 35.00 0.68 ITMG IJ 25250 -2.88 -0.91 GGRM IJ 52750 0.52 0.57 ADRO IJ 1105 -2.21 -0.86 MNCN IJ 2665 1.14 0.46 JSMR IJ 6200 -1.59 -0.73 WIKA IJ 2510 1.83 0.30 JRPT IJ 920 -4.17 -0.59

UPCOMING IPO'S

Company Business IPO Price

(IDR)

Issued

Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter

PT Sitara Propertindo Property 106.00 4000.00 02 Juli - 04 Juli’14 11 Juli 2014 PT Sinarmas Sekuritas PT Bank Dinar Banking 110.00 500.00 02 Juli - 04 Juli’14 11 Juli 2014 PT AAA Securities

(6)

      

 

 

 

 

 

 

15 July 2014

15 July 2014

DIVIDEND

Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment

DYAN 3.00 Cash Dividend 14 Jul-14 15 Jul-14 17 Jul-14 06 Aug-14

MFIN 19.50 Cash Dividend 14 Jul-14 15 Jul-14 17 Jul-14 07 Aug-14

BBNP 16.00 Cash Dividend 15 Jul-14 16 Jul-14 18 Jul-14 08 Aug-14

FAST 30.00 Cash Dividend 15 Jul-14 16 Jul-14 18 Jul-14 05 Aug-14

INDF 142.00 Cash Dividend 15 Jul-14 16 Jul-14 18 Jul-14 08 Aug-14

BALI 35.00 Cash Dividend 17 Jul-14 18 Jul-14 22 Jul-14 12 Aug-14

ALDO 1.50 Cash Dividend 17 Jul-14 18 Jul-14 22 Jul-14 12 Aug-14

FORU 10.00 Cash Dividend

 

17 Jul-14 18 Jul-14 22 Jul-14 12 Aug-14

POOL 10.00 Cash Dividend

 

17 Jul-14 18 Jul-14 22 Jul-14 12 Aug-14

GPRA 2.00 Cash Dividend

 

17 Jul-14 18 Jul-14 22 Jul-14 12 Aug-14

CLPI $0.0018 Cash Dividend

 

17 Jul-14 18 Jul-14 22 Jul-14 12 Aug-14

PWON 4.50 Cash Dividend

 

17 Jul-14 18 Jul-14 22 Jul-14 12 Aug-14

TIFA 9.00 Cash Dividend

 

18 Jul-14 21 Jul-14 23 Jul-14 13 Aug-14

BATA 13.47 Cash Dividend

 

18 Jul-14 21 Jul-14 23 Jul-14 13 Aug-14

CMNP 10.00 Cash Dividend

 

18 Jul-14 21 Jul-14 23 Jul-14 13 Aug-14

ULTJ 12.00 Cash Dividend 18 Jul-14 21 Jul-14 23 Jul-14 11 Aug-14

IMJS 5.60 Cash Dividend 18 Jul-14 21 Jul-14 23 Jul-14 07 Aug-14

IMAS 19.00 Cash Dividend 18 Jul-14 21 Jul-14 23 Jul-14 08 Aug-14

ASDM 57.00 Cash Dividend 18 Jul-14 21 Jul-14 23 Jul-14 12 Aug-14

PEGE 10.00 Cash Dividend 22 Jul-14 23 Jul-14 25 Jul-14 15 Aug-14

ASBI 25.00 Cash Dividend 23 Jul-14 24 Jul-14 04 Aug-14 18 Aug-14

AMAG 12.00 Cash Dividend 23 Jul-14 24 Jul-14 04 Aug-14 18 Aug-14

BFIN 126.60 Cash Dividend 24 Jul-14 25 Jul-14 05 Aug-14 19 Aug-14

CORPORATE ACTIONS

Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period

BABP Rights Issue 15:22 100.00 27-Jun-14 30-Jun-14 04 Jul – 21 Aug’14

BCAP Rights Issue 25:33 900.00 27-Jun-14 30-Jun-14 04 Jul – 21 Aug’14

TKIM Rights Issue 1:1 1000.00 03-Jul-14 04-Jul-14 10 Jul – 16 Jul’14

SMRU Rights Issue 1:7 100.00 04-Jul-14 07-Jul-14 14 Jul – 15 Jul’14

MITI Rights Issue 1:1 230.00 07-Jul-14 08-Jul-14 15 Jul – 21 Jul’14

BUMI Rights Issue 20:31 250.00 07-Jul-14 08-Jul-14 15 Jul – 01 Sep’14

SIAP Rights Issue 1:39 200.00 07-Jul-14 08-Jul-14 15 Jul – 21 Jul’14

GENERAL MEETING

Emiten AGM/EGM Date Agenda

BRAU RUPSLB 21-Jul-14

IKBI RUPST 21-Jul-14

BWPT RUPSLB 23-Jul-14

HITS RUPST/LB 23-Jul-14

OMRE RUPST 26-Jul-14

SAFE RUPST 08-Aug-14

(7)

      

 

 

 

 

 

15 July 2014

15 July 2014

BSDE

TRADING BUY

S1 1550 R1 1630 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 1480 R2 1700

Closing

Price 1600

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp1590-Rp1700

• Entry Rp1600, take Profit Rp1700

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 82.19 Positif

MACD 11.8 Positif

True Strength Index (TSI) 31.5 Positif

Bollinger Band (Mid) 1534 Positif

MA5 1591 Positif 1,200 1,300 1,400 1,500 1,600 1,700 1,800

February March April May Jun Jul

BSDE - Daily 14/07/2014 Open 1555, Hi 1605, Lo 1530, Close 1600 (2.9%) Auto Trading System(0.091,0.312) = 1,650.00, Fractal Up = 1,650.00, Fractal Down = 1,425.00, MA(Close,5) = 1,591.00, MA1(Close,8) = 1,564.38

1,591 1,564.38 1,533.75 1,430.75 1,425 1,600 1,636.75 1,650 1,650 30,507,300 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 BSDE - Stochastic %D(5,3,3) = 69.81, Stochastic %K = 59.62, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

59.6204 59.6204 20 69.8057 69.8057 80 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 0.0 BSDE - MACD (6,9) = 11.76, Signal() = 11.39

11.3947 11.7607 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BSDE - TSI(3,5,3) = 31.48 31.4846 0.00000 40.208

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

MEDC

TRADING BUY

S1 3450 R1 3600 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 3300 R2 3750

Closing

Price 3540

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp3530-Rp3595

• Entry Rp3540, take Profit Rp3595

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 81.66 Positif

MACD 10.3 Positif

True Strength Index (TSI) 7.7 Positif

Bollinger Band (Mid) 3499 Positif

MA5 3573 Negatif 2,000 2,200 2,400 2,600 2,800 3,000 3,200 3,400 3,600 3,800

February March April May Jun Jul

MEDC - Daily 14/07/2014 Open 3510, Hi 3550, Lo 3400, Close 3540 (0.9%) Auto Trading System(0.091,0.312) = 3,700.00, Fractal Up = 3,700.00, Fractal Down = 3,450.00, MA(Close,5) = 3,573.00, MA1(Close,8) = 3,549.38

3,549.38 3,540 3,499 3,450 3,363.77 3,573 3,634.23 3,700 3,700 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 MEDC - Stochas tic %D(5,3,3) = 66.15, Stochastic %K = 50.50, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

50.5 50.5 20 66.1481 66.1481 80 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 0.0 MEDC - MACD (6,9) = 10.27, Signal() = 14.20

10.2708 14.1968 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 MEDC - TSI(3,5,3) = 7.74 7.73666 0.00000 23.1671

(8)

      

 

 

 

 

 

15 July 2014

15 July 2014

ANTM

TRADING BUY

S1 1100 R1 1130 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 1070 R2 1160

Closing

Price 1120

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area lower band Prediksi • Trading range Rp1110-Rp1160

• Entry Rp1120, take Profit Rp1160

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 74.14 Positif

MACD 1.0 Positif

True Strength Index (TSI) 1.7 Positif

Bollinger Band (Mid) 1121 Negatif

MA5 1133 Negatif 960.0 1,020.0 1,080.0 1,140.0 1,200.0 1,260.0

February March April May Jun Jul

ANTM - Daily 14/07/2014 Open 1115, Hi 1130, Lo 1100, Close 1120 (0.0%) Auto Trading System(0.091,0.312) = 1,160.00, Fractal Up = 1,165.00, Fractal Down = 1,070.00, MA(Close,5) = 1,133.00, MA1(Close,8) = 1,130.00

1,130 1,121 1,120 1,070 1,069.76 1,133 1,160 1,165 1,172.24 3,463,200 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 ANTM - Stochastic %D(5,3,3) = 47.37, Stochastic %K = 29.30, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

29.304 29.304 20 47.3738 47.3738 80 -10.0 -5.0 0.0 5.0 10.0 15.0 0.0 ANTM - MACD (6,9) = 1.03, Signal() = 1.99

1.03141 1.98796 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 ANTM - TSI(3,5,3) = 1.67 1.67123 0.00000 14.2829

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

SGRO

TRADING BUY

S1 2150 R1 2200 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 2125 R2 2250

Closing

Price 2185

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area oversold • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp2175-Rp2335 • Entry Rp2185, take Profit Rp

 

2335

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 12.99 Positif

MACD -18.7 Positif

True Strength Index (TSI) -50.1 Positif

Bollinger Band (Mid) 2271 Negatif

MA5 2180 Positif 1,700 1,800 1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400 2,500 2,600

February March April May Jun Jul

SGRO - Daily 14/07/2014 Open 2180, Hi 2185, Lo 2145, Close 2185 (1.6%) Auto Trading System(0.091,0.312) = 2,230.00, Fractal Up = 2,395.00, Fractal Down = 2,100.00, MA(Close,5) = 2,180.00, MA1(Close,8) = 2,206.88

2,206.88 2,185 2,180 2,144.76 2,100 2,230 2,271 2,395 2,397.24 90,700 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 SGRO - Stochastic %D(5,3,3) = 29.17, Stochastic %K = 37.50, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

29.1667 29.1667 20 37.5 37.5 80 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 0.0 SGRO - MACD (6,9) = -18.72, Signal() = -19.20

-19.1961 -18.7154 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 SGRO - TSI(3,5,3) = -50.05 -50.0483 -59.2849 0.00000

(9)

      

 

 

 

 

 

15 July 2014

15 July 2014

TLKM

TRADING BUY

S1 2575 R1 2650 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 2525 R2 2700

Closing

Price 2610

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp2600-Rp2700 • Entry Rp2610, take Profit Rp2700

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 73.58 Positif

MACD 18.6 Positif

True Strength Index (TSI) 43.7 Positif

Bollinger Band (Mid) 2488 Positif

MA5 2598 Positif 2,100 2,200 2,300 2,400 2,500 2,600 2,700

February March April May Jun Jul

TLKM - Daily 14/07/2014 Open 2610, Hi 2645, Lo 2585, Close 2610 (1.4%) Auto Trading System(0.091,0.312) = 2,710.00, Fractal Up = 2,710.00, Fractal Down = 2,415.00, MA(Close,5)= 2,598.00, MA1(Close,8)= 2,561.25

2,598 2,561.25 2,488.25 2,415 2,347.63 2,610 2,628.87 2,710 2,710 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 TLKM - Stochastic %D(5,3,3) = 56.12, Stochastic %K = 46.01, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

46.006 46.006 20 56.1179 56.1179 80 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 0.0 TLKM - MACD (6,9) = 18.57, Signal() = 18.57 18.5676 18.5706 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 TLKM - TSI(3,5,3) = 43.69 43.6857 0.00000 47.3137

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

ASII

TRADING BUY

S1 7450 R1 7600 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 7300 R2 7750

Closing

Price 7500

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp7450-Rp7725

• Entry Rp7500, take Profit Rp7725

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 73.69 Positif

MACD 35.9 Positif

True Strength Index (TSI) 18.0 Positif

Bollinger Band (Mid) 7351 Positif

MA5 7605 Negatif 6,000 6,400 6,800 7,200 7,600 8,000

February March April May Jun Jul

ASII - Daily 14/07/2014 Open 7475, Hi 7600, Lo 7450, Close 7500 (-0.7%) Auto Trading System(0.091,0.312) = 8,050.00, Fractal Up = 8,050.00, Fractal Down = 7,325.00, MA(Close,5) = 7,605.00, MA1(Close,8) = 7,521.88

7,521.88 7,500 7,351.25 7,325 7,001.44 7,605 7,701.06 8,050 8,050 18,227,400 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 ASII - Stochastic %D(5,3,3) = 58.66, Stochastic %K = 39.51, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

39.5062 39.5062 20 58.6584 58.6584 80 -40.0 0.0 40.0 80.0 120.0 0.0 ASII - MACD (6,9) = 35.89, Signal() = 43.11

35.8853 43.1135 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 ASII - TSI(3,5,3) = 19.97 19.9669 0.00000 32.3667

(10)

      

 

 

 

 

 

 

15 July 2014

15 July 2014

THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING

Price Support Resistance Indicators 1 Month

Ticker Rec

14/07/14 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low

Agriculture

AALI Trading Buy 26475 26475 27175 25675 26175 26675 27175 Positif Positif Negatif 29350 26050

LSIP Trading Sell 2190 2190 2105 2100 2165 2230 2295 Negatif Negatif Negatif 2400 2175

SGRO Trading Buy 2185 2185 2335 2120 2160 2200 2240 Positif Positif Positif 2410 2100

Mining

BUMI Trading Buy 158 158 165 143 154 165 176 Positif Positif Negatif 209 126

PTBA Trading Sell 10750 10750 10450 10425 10650 10875 11100 Negatif Negatif Negatif 11550 10250

ADRO Trading Sell 1105 1105 1085 1040 1085 1130 1175 Negatif Negatif Negatif 1340 1105

MEDC Trading Buy 3540 3540 3595 3295 3445 3595 3745 Positif Positif Negatif 3700 3095

INCO Trading Sell 3565 3565 3475 3470 3540 3610 3680 Negatif Negatif Negatif 3965 3525

ANTM Trading Buy 1120 1120 1160 1075 1105 1135 1165 Positif Positif Negatif 1225 1070

TINS Trading Sell 1380 1380 1340 1340 1370 1400 1430 Negatif Negatif Negatif 1505 1230

Basic Industry and Chemicals

SMGR Trading Sell 16650 16650 16100 16100 16450 16800 17150 Negatif Negatif Positif 17050 14700

INTP Trading Buy 25625 25625 26550 24575 25225 25875 26525 Positif Positif Positif 27500 22350

SMCB Trading Sell 2750 2750 2850 2635 2710 2785 2860 Negatif Negatif Negatif 2840 2480

Miscellaneous Industry

ASII Trading Buy 7500 7500 7725 7275 7425 7575 7725 Positif Positif Negatif 8050 7075

GJTL Trading Sell 1855 1855 1815 1815 1845 1875 1905 Negatif Negatif Negatif 1955 1705

Consumer Goods Industry

INDF Trading Sell 7050 7050 6900 6900 7000 7100 7200 Negatif Negatif Positif 7150 6700

GGRM Trading Sell 52750 52750 52350 51675 52350 53025 53700 Negatif Negatif Negatif 55000 51300

UNVR Trading Sell 30400 30400 29550 29525 30075 30625 31175 Negatif Negatif Negatif 33000 29125

KLBF Trading Sell 1700 1700 1670 1595 1670 1745 1820 Negatif Negatif Negatif 1785 1540

Property, Real Estate and Building Construction

BSDE Trading Buy 1600 1600 1700 1475 1550 1625 1700 Positif Positif Positif 1650 1425

PTPP Trading Buy 2085 2085 2140 1900 2020 2140 2260 Positif Positif Positif 2215 1710

WIKA Trading Buy 2510 2510 2550 2340 2445 2550 2655 Positif Positif Positif 2525 2145

ADHI Trading Buy 3130 3130 3180 2950 3065 3180 3295 Positif Positif Negatif 3225 2620

Infrastructure, Utilities and Transportation

PGAS Trading Buy 5700 5700 5825 5550 5650 5750 5850 Positif Positif Positif 5800 5200

JSMR Trading Sell 6200 6200 6075 6075 6175 6275 6375 Negatif Negatif Negatif 6350 5800

ISAT Trading Sell 3765 3765 3735 3670 3735 3800 3865 Negatif Negatif Positif 4050 3580

TLKM Trading Buy 2610 2610 2700 2520 2580 2640 2700 Positif Positif Positif 2710 2405

CMNP Trading Buy 3510 3510 3580 3230 3405 3580 3755 Positif Negatif Positif 3600 3325

Finance

BMRI Trading Buy 10500 10500 10725 10225 10400 10575 10750 Positif Positif Positif 11000 9625

BBRI Trading Sell 11375 11375 10850 10825 11175 11525 11875 Negatif Negatif Positif 12200 9850

BBNI Trading Sell 5025 5025 4875 4865 4975 5075 5200 Negatif Negatif Positif 5300 4710

BBCA Trading Sell 11300 11300 11000 11000 11200 11400 11600 Negatif Negatif Negatif 11675 10700

BBTN Trading Buy 1155 1155 1200 1110 1140 1170 1200 Positif Positif Positif 1210 980

Trade, Services and Investment

UNTR Trading Sell 23725 23725 23031.3 22975 23475 23975 24475 Negatif Negatif Negatif 25350 21675

(11)

 

 

Referensi

Dokumen terkait

Bab IV : Hasil penelitian dan pembahasan, dalam bab ini menguraikan tentang gambaran umum obyek penelitian, data penelitian, dan pembahasan yaitu analisis tentang

perbedaannya terdapat pada gending yang digunakan yakni Ladrang Asmarandana Kenya Tinembé, Laras Pelog Pathet Nem dan struktur penyajiannya yang disajikan hanya sampai

Pada penelitian ini, ikan yang digunakan masih stadia yuwana yang memiliki kurva per- tumbuhan masih dalam fase eksponensial sehingga penam-bahan sumber karbon

Pada penelitian ini telah dijumpai adanya beberapa faktor yang berpengaruh terhadap status bebas kejang pascaoperasi walaupun jumlah subjek pada peneltian ini

Maka seperti fadjar merekah meliputi gunung-gunung, demikianlah suatu bangsa jang besar dan kuat, sebagainja belum pernah ada dari awal zaman, dan tiada pula akan ada pada

Karena Indonesia dalam waktu yang tidak lama lagi menjadi negara pengimpor minyak maka kita harus bersiap untuk mengkonsumsi BBM dengan harga 3 kali lipat dari harga sekarang

Kromatografi gas dipilih untuk metode analisis residu pestisida karena kromatografi gas memiliki kelebihan diantaranya teknik analisis yang cepat, dapat menghasilkan batas

Telah dilakukan Surveilans dan Monitoring Parasit Gastrointestinal untuk mengetahui jenis dan prevalensi infeksi parasit gastrointestinal pada sapi bali di Propinsi Bali,