• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURVEI KEPUASAN DOSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SURVEI KEPUASAN DOSEN"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN

PENJAMINAN MUTU

LAPORAN

SURVEI KEPUASAN DOSEN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH

TAHUN 2020

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH

2020

(2)

Badan Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Aceh 1442 H/ 2021 M

BADAN PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH SK. REKTOR Nomor: 009/2009 Tanggal 14 Januari 2009 Jl. Muhammadiyah No 91 Batoh Lueng Bata Banda Aceh 23245

Telp. 0651 - 31583 Fax. 0651 - 34091, 34092, E-mail :[email protected], Website : www.bpm.unmuha.ac.id

LAPORAN

SURVEI KEPUASAN DOSEN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH TAHUN 2020

(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv ABSTRAK ... v BAB I ... 1 PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Perumusan Masalah ... 2

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 2

BAB II ... 3

TINJAUAN PUSTAKA ... 3

A. Hakikat Jasa Pendidikan ... 3

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Pendidikan... 3

C. Kepuasan Pelanggan dalam Bidang Jasa Pendidikan ... 3

D. Faktor-Faktor Akademik Yang Mempengaruhi Kepuasan Mahasiswa ... 6

E. Konsep Student Satisfaction Inventory (SSI) ... 8

BAB III ... 11

METODE PENELITIAN ... 11

A. Rancangan Penelitian ... 11

B. Populasi dan Sampel ... 11

C. Metode Pengumpulan Data ... 11

D. Definisi Operasional Variabel ... 11

E. Proses Penelitian ... 11

F. Teknik Analisis ... 11

G. Jadwal Survei ... 11

BAB IV ... 13

HASIL DAN PEMBAHASAN ... 13

A. Karakteristik Dosen unmuha ... 13

B. Analisis Kepuasan Dosen ... 15

BAB VI ... 37

PENUTUP ... 37

A. Kesimpulan ... 37

(4)

KATA PENGANTAR

Pujian hanya milik Allah, Rabb semesta alam, tiada Ilah kecuali Dia. shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada teladan ummat sepanjang zaman, Nabi

Muhammad saw, semoga kita senantiasa menjadi pengikutnya yang setia hingga yaumil akhir, Amin.

Ucap syukur penulis panjatkan hanya karena berkat Rahmat Allah saja yang menjadikan penelitian ini bisa selesai dilaksanakan. Dan pada kesempatan ini penulis ingin sampaikan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Aceh yang telah mendanai penelitian ini hingga kegiatannnya bisa terlaksana. Demikian juga kepada para Dosen dari semua program studi yang telah bersedia mengisi kuesioner sehingga hasilnya dapat memberikan masukan terhadap penelitian, penulis sampaikan terima kasih. Penelitian ini juga bisa terlaksana berkat bantuan para enumerator yang bersedia membantu dalam proses pengumpulan data, oleh karena itu penulis sampaikan terima kasih. Tak terlupakan rasa terima kasih penulis sampaikan kepada keluarga yang senantiasa mendukung penelitian ini baik dalam bentuk moril maupun materiil hingga bisa diselesaikan. Semoga semua itu dinilai ibadah oleh Allah SWT.

Tak ada gading yang tak retak, kesempurnaan hanya milik Allah, penulis hanya

manusia biasa yang sangat manusiawi melakukan kesalahan meskipun penulis telah berusaha maksimal untuk menjadikan hasil penelitian ini menjadi baik dan bermanfaat untuk berbagai pihak yang berkepentingan. Masukan dari pembaca demi kepentingan hasil penelitian ini agar menjadi lebih baik lagi sangat penulis harapkan.

Banda Aceh,19 J. Awal 1441 H 01 Februari 2021 M

Ketua,

(5)

ABSTRAK

Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Peristiwa berupa seluruh aktivitas pelayanan Unmuha maupun dokumentasi tentang gambaran umum pelayanan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik penyebaran kuesioner kepada para responden yaitu dosen Unmuha. Analisis data dilakukan dengan cara: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Keabsahan data dilakukan dengan: ketekunan pengamatan. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan software SPSS.

Seluruh program studi pada Unmuha terus berupaya meningkatkan kualitas sarana prasarana, penyelenggaraann pendidikan, pelayanan administrasi yang lebih baik dan rencana peningkatan peringkat akreditasi BAN PT seluruh Program Studi sehubungan dengan hal tersebut. Pimpinan Unmuha terus berupaya menjalin relationship dengan mahasiswa untuk mendapatkan dukungan dan akses pengembangan yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan cara menyebarkan instrument/kuesioner kepada para mahasiswa, hal ini dimaksudkan untuk menggali informasi tentang visi misi, sarana prasarana, penyelenggaraan pendidikan, pelayanan administrasi, dan pemahaman terhadap kepentingan mahasiswa Unmuha. Selanjutnya data yang terkumpul akan diolah, dianalisis dan disimpulkan, untuk kemudian dapat dijadikan sebagai bahan pengambilan kebijakan dalam peningkatan proses pembelajaran dan peningkatan kualitas mahasiswa Unmuha di masa yang akan datang.

(6)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dosen sebagai bagian dari komunitas perguruan tinggi memiliki andil yang cukup besar dalam meningkatkan citra suatu perguruan tinggi. Bila mereka merasakan kepuasan yang tinggi terhadap pelayanan perguruan tinggi umumnya mereka akan merekomendasikan kepada orang lain (keluarga, sahabat, tetangga) agar masuk ke perguruan tinggi yang dimaksud, dan hal ini berimbas terhadap peningkatan jumlah mahasiswa. Peningkatan jumlah mahasiswa bagi perguruan tinggi swasta memiliki arti yang penting dalam keberlangsungan hidupnya. Pendidikan tinggi yang merupakan kegiatan dalam upaya menghasilkan manusia terdidik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian untuk dapat terlaksananya fungsi Pendidikan Tinggi.

Dalam kondisi yang sangat cepat mengalami perubahan, maka setiap organisasi perlu bertindak adaptif sebagai konsekuensi atas perubahan lingkungan internal maupun eksternal yang terjadi dengan orientasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada mahasiswa.

Berbagai macam upaya yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) untuk meningkatkan pelayanan dan kemudahan kepada dosen dengan membangun fasilitas dan infrastrukturnya, maupun program-program kurikulumnya. Dengan menempatkan unsur kualitas pelayanan dosen sebagai indikator penting, maka hal tersebut dapat meningkatkan kinerja dan daya saing Unmuha di tengah semakin gencarnya tingkat kompetisi yang terjadi saat ini.

Demikian pula sebaliknya bila mereka merasakan ketidakpuasan atas pelayanan yang telah diterimanya selama berada di bangku kuliah. Maksud dari kepuasan pelanggan disini adalah Dosen mendapatkan kepuasan terhadap pelayanan yang didapat selama berada di bangku kuliah yang meliputi responsiveness (ketanggapan) yaitu kemampuan untuk menolong pelanggan dan ketersediaan untuk melayani pelanggan dengan baik, reliability (keandalan) yaitu kemampuan untuk melakukan pelayanan sesuai yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan, emphaty (empati) yaitu rasa peduli untuk memberikan perhatian secara individual kepada pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan, serta kemudahan untuk dihubungi, assurance (jaminan) yaitu pengetahuan, kesopanan petugas serta sifatnya yang dapat dipercaya sehingga pelanggan terbebas dari risiko, dan tangibles (bukti langsung), meliputi penampilan fasilitas fisik, peralatan, personel, dan media komunikasi.

Untuk itu Unmuha perlu mengadakan analisis yang mendalam dalam melakukan evaluasi terhadap strategi pemasaran dan kualitas layanan yang dijalankan terutama terhadap sikap dan perilak dosen yang terkait dalam peningkatan kualitas pelayanan.

Dalam visi dan misi yang diemban Unmuha untuk menyelenggarakan proses belajar dan mengajar yang profesional perlu dilakukan analisis sampai sejauh mana pelayanan yang telah diberikan Unmuha kepada mahasiswa. Survei ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Unmuha dan mempertahankan sistem kualitas layanan yang telah dijalankan dapat dijadikan

(7)

sebagai landasan untuk melakukan peningkatan mutu yang terus-menerus (sustainable improvement) termasuk tercapainya Q (quality of services), C (competitive cost), D (delivery time), dan M (morale) dalam upaya mencapai kepuasan mahasiswa.

B. Perumusan Masalah

Perumusan masalah survei ini adalah; variabel-variabel dimensi pelayanan apakah yang perlu ditingkatkan dan dipertahankan sesuai dengan tingkat kepuasan mahasiswa pada Unmuha.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan yang diharapkan dalam survei ini adalah:

1. Untuk mengidentifikasi kepuasan dosen terhadap kualitas layanan yang diberikan Unmuha.

2. Untuk mengidentifikasi dimensi kualitas layanan yang perlu ditingkatkan dalam melayani dosen Unmuha.

3. Untuk menganalisis tingkat kepuasan dan/atau ketidakpuasan dosen sebagai salah satu pengukuran kinerja Sistem Manajemen Mutu Unmuha.

Dengan mengetahui kepuasan dosen terhadap kualitas pelayanan Unmuha dari hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat agar Unmuha dapat menentukan strateginya yang lebih tepat dalam mencapai sasaran organisasi di masa yang akan datang. Kemudian mampu meningkatkan kualitas pelayanan yang merupakan salah satu program peningkatan mutu sebagai landasan mutu yang berkesinambungan dalam upaya mencapai kepuasan pelayanan yang diberikan kepada dosen Unmuha.

(8)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Hakikat Jasa Pendidikan

Lembaga pendidikan pada hakekatnya bertujuan memberi layanan, yaitu sebuah kegiatan yang melayani konsumen berupa mahasiswa/alumni, dan juga masyarakat umum yang dikenal sebagai ”stakeholder”. Drijarka,

(Sihombing 2002: p.10) mengatakan bahwa pendidikan adalah

memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia muda ke taraf insani itulah yang menjelma dalam perbuatan mendidik. Ada empat pihat yang dikatagorikan sebagai dalam dunia pendidikan, yaitu :

1. Pelanggan eksternal primer, yaitu mahasiswa/alumni sebagai peserta pendidik.

2. Pelanggan eksternal sekunder, yaitu pihak yang membiayai pendidikan mahasiswa, meliputi orang tua, saudara, wali, atau pemberi beasiswa 3. Pelanggan eksternal tersier, yaitu meliputi pasar tenaga kerja dari

pemerintah dan masyarakat secara luas.

4. Pelanggan internal, yaitu seluruh dosen, staf, dan karyawan. B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Pendidikan

Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan khususnya di Indonesia yaitu :

1. Faktor Internal, meliputi jajaran dunia pendidikan baik itu Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Daerah, dan juga sekolah yang berada pada garis depan. Dalam hal ini, interfensi dari pihak-pihak yang terkait sangatlah dibutuhkan agar pendidikan senantiasa selalu terjaga dengan baik.

2. Faktor Eksternal adalah masyarakat pada umumnya. Dimana, masyarakat merupakan ikon pendidikan dan merupakan tujuan dari adanya pendidikan yaitu sebagai objek dari pendidikan.

C. Kepuasan Pelanggan dalam Bidang Jasa Pendidikan

Kata kepuasan (satisfaction) berasal dari bahasa Latin “satis”(artinya cukup baik) dan “facto” (melakukan atau membuat) atau dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan sesuatu atau membuat sesuatu cukup baik. Kepuasan pelanggan sendiri tidak mudah didefinisikan, ada berbagai macam pengertian yang diberi oleh para pakar. Pada jasa pendidikan, pelanggan yang dimaksud yaitu mahasiswa.

Menurut wilkie (1990) mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai suatu tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa .

Kotler (2012) menyatakan bahwa kepuasan pelanggan/mahasiswa/alumni adalah perasaan senang atau kecewa sebagai hasil dari perbandingan antara prestasi atau produk yang dirasakan dan yang diharapkan.

Pendapat lain mengatakan bahwa satisfaction (kepuasan) berasal dari Bahasa Latin satis (artinya baik, atau memadai) dan facio (artinya melakukan atau membuat), sehingga secara sederhana dapat diartikan "membuat sesuatu cukup memadai atau baik''. Dalam bidang pemasaran, istilah "kepuasan pelanggan" (customer satisfaction) memiliki arti lebih kompleks. Menurut pendapat Edwardson yang dikutib oleh Fandy

(9)

Tjiptono (Tjiptono, 2000, h.89) sebenamya sampai saat ini belum dicapai kesepakatan mengenai konsep kepuasan pelanggan, yaitu apakah kepuasan merupakan respons emosional ataukah sesungguhnya merupakan suatu evaluasi kognitif (bersifat penalaran).

Tjiptono (200, h.90) kemudian juga mengutip pendapat Mowen, yang merumuskan bahwa kepuasan pelanggan sebagai sikap keseluruhan terhadap suatu barang atau jasa setelah perolehan (acquisition) dan pemakaiannya. Menurut Ben M. Enis (Enis, 1974, h.319), customer satisfaction adalah "... the consumer's beleief that the benefits of a given exchange exceed the cost of making that exchange ...". Jadi kepuasan pelanggan ialah perbandingan antara persepsinya mengenai sesuatu dibandingkan dengan ekspektasinya terhadap hal tersebut.

Mengenai kepuasan pelanggan, Fandy Tjiptono (2000, h.91) juga mengutip pendapat Mowen dalam bukunya Perspektif Manajemen dan Pemasaran, bahwa model kepuasan/ketidakpuasan pelanggan dapat digambarkan sebagai berikut:

Menurut Christopher Lovelock (2004,100) ada lima dimensi yang dapat dijadikan patokan [pedoman] dalam mengukur tingkat kepuasan pelanggan. Dalam bahasa riset pemasaran, dimensi tersebut ialah: tangible (fasilitas fisik, peralatan dan personalia pemberi jasa), realibility (keakuratan dan keterikatan pemberi jasa pada komitmen atau memberikan jasa sesuai yang telah dijanjikan), responsiveness (kemauan dan kemampuan pemberi jasa atau personilnya untuk memberikan layanan secara cepat!tepat sesuai keinginan konsumen), assurance (keyakinan bahwa pemberi saja atau staf/personilnya mempunyai kompetensi memadai) dan empathy (pemberi Jasa atau personilnya .memberikan perhatian atau sikap peduli terhadap para pelanggannya, mengetahui kebutuhan per individual pelanggan). Menurut Parasuraman, Zeithaml, dan Berry dalam Freddy Rangkuti (2002, 19) ciri-ciri kualitas jasa dapat dievaluasi ke dalam lima dimensi, yaitu: realibility (keandalan, yaitu kemampuan pemberi jasa dalam memberikan jasa yang tepat dan dapat diandalkan), responsiveness (daya tanggap, yaitu kemampuan/kemauan untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan cepat), assurance (jaminan, yaitu kemampuan pemberi jasa atau personilnya untuk melayani kebutuhan pelanggan secara memadai), emphaty (empati, yaitu kemampuan pemberi jasa atau personilnya untuk memahami kebutuhan konsumen, termasuk kebutuhan akan perhatian terhadap kepentingannya), dan tangible (fisik, yaitu aset berujud fisik, peralatan dan sarana komunikasi yang dimiliki oleh pemberi jasa).

Menurut J.Supranto (2001, p233) mengutip definisi kepuasan dari Oliver,

bahwa "Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah

membandingkan kinerja/hasil yang dirasakannya dengan harapannya." Sementara itu, Kotler (2012, p10) menyatakan bahwa "customer satisfaction is the extent to which a product's perceived performance matches a buyer's expectations. If the product's performance falls short of expectations, the buyer is dissatisfied. If performance matches or exceed expectations, the buyer is satisfied or delighted. "Secara bebas, dapat diulas bahwa kepuasan pelanggan adalah sejauh mana perfoma produk yang diharapkan sesuai dengan harapan pembeli. Jika performa produk lebih rendah daripada yang diharapkan, maka pembeli akan tidak puas. Jika performa sesuai atau melebihi harapan, maka pemb li akan merasa puas atau sangat puas. Perlu dipahami bahwa pengertian produk dapat berupa barang atau jasa. Jadi, tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perhedaan antara kinerja (pemberi

(10)

barang/jasa) yang dirasakan dibandingkan dengan harapan si pelanggan. Apabila kinerja di bawah harapan, maka pelanggan akan kecewa. Bila kinerja sesuai dengan harapan, pelanggan akan puas. Sedangkan jika kinerja melebihi harapan, pelanggan akan sangat puas.

Selain pandangan tentang kepuasan pelanggan yang telah dikutip di atas, Kotler (2012, p10) menyatakan hahwa kepuasan pelanggan juga sangat erat huhungannya dengan kualitas produk yang ditawarkan. Kualitas mempunyai dampak langsung terhadap performa produk, karena itu juga herdampak pada kepuasan pelanggan. Secara sempit, kualitas dapat didefinisikan sebagai hebas dari kesalahan (defect). Namun, sehagian hesar perusahaan yang herorientasi pelanggan menganggap definisi tersehut tidaklah cukup. Sehagai contoh, Kotler mengutip perkataan wakil presiden kualitas Motorola hahwa, "Quality has to do something for the customer ... Our definition of a defect is 'if customer doesn't like it, it's a defect. "

Serupa dengan pernyataan tersehut, American Society for Quality Control juga mendefinisikan kualitas produk, yang hila ditetjemahkan secara behas, adalah "keseluruhan fitur dan karakteristik suatu produk atau jasa yang mampu memuaskan kehutuhan pelanggan." Definisi-definisi yang herorientasi pelanggan tersehut menyatakan hahwa suatu perusahaan telah mencapai kualitas optimal hanya hila produk barang/jasanya memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. Kualitas pada hakekatnya adalah dimulai dari identifikasi kebutuhan (needs, requirements) pelanggan dan herakhir dengan kepuasan pelanggan (satisfaction).

Senada dengan, pendapat Kotler, Palmer juga beranggapan bahwa kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan kualitas. Suatu produk atau jasa dinyatakan berkualitas jika dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam bukunya yang berjudul Principles of Service Marketing, Palmer (2008, p153) mengutip definisi kualitas dari Gronroos yang membagi kualitas menjadi dua komponen, yaitu kualitas teknis dan kualitas fungsional. Kualitas teknis mengacu pada aspek-aspek jasa kuantitatif yang diterima oleh pelanggan. Contohnya, waktu antri di kasir supermarket. Selain itu, pelanggan juga dipengaruhi oleh bagaimana kualitas teknis tersebut diberikan. Gronroos menyebut hal ini sebagai kualitas fungsional dan tidak dapat diukur seobjektif elemen-elemen kualitas teknis. Contoh: lingkungan antrian di supermarket dan persepsi pelanggan mengenai cara atau kondisi antrian ditangani oleh pihak supermarket.

Jika kualitas didefinisikan sebagai sejauh mana suatu produk barang atau jasa memenuhi kebutuhan pelanggan, masalah yang sekarang timbul adalah bagaimana cara mengidentifikasi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Ada beberapa metode yang ditawarkan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Salah satu yang digunakan adalah metode yang disebut SERVQUAL (Palmer,2008, p161-167).

Teknik SERVQUAL dapat membantu perusahaan agar lebih memahami harapan dan persepsi pelanggannya. SERVQUAL terdiri dari 22 butir kuesioner yang dirancang untuk mengukur dan mencakup 5 dimensi kualitas jasa, yaitu:

1. Tangibles: tampak luar elemen fisik.

2. Reliability: dapat diandalkan, performa akurat.

3. Responsiveness: ketepatan dan bantuan.

4. Assurance: kompetensi, kredibilitas, dan keamanan.

(11)

Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pengertian kepuasan pelanggan mencakup perbedaan antara harapan dengan kinerja atau hasil yang dirasakan. Ada beberapa unsur yang penting di dalam kualitas yang ditetapkan pelanggan, antara lain :

1. Pelanggan haruslah merupakan prioritas utama dalam suatu organisasi, karena kelangsungan hidup suatu organisasi tergantung pada pelanggan.

2. Pelanggan yang dapat diandalkan merupakan pelanggan yang paling

penting.

3. Kepuasan pelanggan dijamin dengan menghasilkan produk yang

berkualitas.

D. Faktor-Faktor Akademik Yang Mempengaruhi Kepuasan Mahasiswa

Berdasarkan buku pedoman penyusunan portofolio akreditasi institusi perguruan tinggi, terdapat 15 atribut yang termasuk dalam standar akreditasi perguruan tinggi. Namun, yang menjadi pedoman sebagai faktor-faktor akademik yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa hanya diambil 7 atribut yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa. Faktor-faktor tersebut adalah :

1. Sumber Daya Manusia; Hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia :

a. Sistem rekruitment dan seleksi untuk pengangkatan dosen. b. Kecukupan dosen (rasio dosen tetap : mahasiswa)

c. Kualifikasi dosen (pendidikan) dan jabatan akdemik dosen tetap. d. Program pembinaan, pengembangan dan jaminan kesejahteraan. e. Tenaga Kependidikan (Tenaga Pendukung/Penunjang Akademik) f. Kecukupan dan kualifikasi petugas perpustakaan.

g. Program pembinaan, pengembangan dan jaminan kesejahteraan. h. Kode etik atau pedoman disiplin kerja dosen dan tenaga kependidikan

yang lengkap dan jelas serta implementasinya. 2. Kurikulum

Program yang mendorong/memfasilitasi Program Studi untuk perbaikan isi kurikulum secara berkesinambungan, meliputi :

a. Pendekatan pembelajaran b. Design pembelajaran c. Relevansi Isi

d. Media Pembelajaran

e. Evaluasi proses dan hasil pembelajaran f. Umpan balik dari stakeholders

4. Sarana dan Prasarana

a. Prasarana (lahan, kantor, ruang dosen, ruang diskusi/seminar, laboratorium, studio)

b. Sarana (peralatan dan perabotan kantor, peralatan laboratorium, studio, bengkel, lahan percobaan, serta fasilitas komputer)

c. Perpustakaan dan Bahan Pustaka 5. Sistem Pembelajaran

Sistem pembelajaran mahasiswa, meliputi :

a. Pedoman pengembangan rancangan pembelajaran

b. Pelaksanaan pedoman pengembangan rancangan pembelajaran. c. Pedoman bimbingan akademik, bimbingan penelitian dan penulisan

(12)

6. Suasana Akademik

a. Kebijakan akademik dalam perkuliahan : penerapan prinsip SAL, evaluasi yang adil dan transparan, feedback dan koreksi, eksplorasi berbagai sumber belajar, berpikir tingkat tinggi, belajar kolaboratis dan mandiri.

b. Kebijakan akademik di luar perkuliahan internal, nasional dan internasional, seminar, lokakarya, symposium, diskusi, perlombaan, pameran, demonstrasi karya ilmiah, penelitian dan pengabdian masyarakat, penyediaan sarana dan prasarana untuk perwujudan suasana akademik.

c. Pelaksanaan kebijakan kegiatan akademik meliputi; (1) Monitoring/ pelaporan, (2) Evaluasi laporan pelaksanaan, (3) Tindak lanjut, (4) Kebijakan pengembangan perilaku kecendekiawan (kesujanaan). 7. Sistem Pengelolaan

a. Struktur organisasi dengan kelengkapan komponen organisasi: 1) Pimpinan Institusi

2) Senat Perguruan Tinggi atau Senat akademik

3) Pelaksana akademik (fakultas, jurusan/departemen/bagian, dan lembaga-lembaga)

4) Pelaksana administrasi (biro dan bagian) 5) Penunjang

6) Dewan Penyantun 7) Dewan Audit

b. Kepemimpinan terutama bagaimana pemimpin mengambil keputusan yang melibatkan unsur-unsur lain, kemampuan meningkatkan mutu dan produktifitas institusi, kemampuan meningkatkan anggaran perguruan tinggi, akuntabilitas, dan transparansi.

c. Sistem perencanaan yaang meliputi satuan periode perencanaan (rencana tahunan), rencana jangka menengah (5 tahunan), dan rencana jangka panjang (10 tahunan), dan tahap pengembangan (peningkatan kapasitas dan modernisasi, peningkatan pelayanan dan peningkatan daya saing (lokal, nasional dan internasional)

d. Pelaksanaan pengelolaan: administrasi umum (perlengkapan,

kepegawaian, keuangan, ketatausahaan, ketatalaksanaan dan hukum, dan pengelolaan administrasi akademik).

e. Kerjasama dan kemitraan institusi dengan instansi atau pihak-pihak di luar perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan menjelaskan keseluruhan program dan implementasi, termasuk tujuan pemanfaatan dan manfaat, serta rencana peningkatannya

f. dikaitkan dengan visi, misi, tujuan dan sasaran institusi. g. Sistem monitoring dan evaluasi.

h. Ketersediaan direktori atau panduan-panduan tertulis yang

menjelaskan keseluruhan kegiatan institusi, yang mencakup isi, pemanfaatan dan manfaat direktori dalam rangka pelaksanaan misi dan pencapaian sasaran serta tujuan program studi, termasuk peraturan akademik, peraturan non akademik, daftar dan profil dosen, fasilitas utama serta profil kelulusan.

i. Pada umumnya para ahli teori perilaku beropini bahwa dalam setiap perilakunya manusia mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Salah satu teori tersebut adalah teori kepuasan. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pengertian kepuasan pelanggan mencakup

(13)

perbedaan antara harapan dengan kinerja atau hasil yang dirasakan. Salah satunya metode yang digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan adalah metode Student Satisfaction Inventory (SSI).

E. Konsep Student Satisfaction Inventory (SSI)

Elliot and Heally, 2001 bahwa Student Satisfaction Inventory (SSI) merupakan instrument unik yang melakukan pengukuran tingkat kualitas pelayanan berdasarkan kepuasan (satisfaction) yang dirasakan mahasiswa dan tingkat kepentingan (importance) dari masing-masing dimensi kualitas pelayanan tersebut. Tingkat kepentingan diperlukan sebagai bahan analisis dan pertimbangan dalam melakukan perencanaan seperti menentukan prioritas perbaikan, dan sebagainya.

Sebagai contoh, suatu hasil penelitian yang menunjukkan tingkat kepuasan yang rendah untuk suatu dimensi, belum tentu membuat dimensi tersebut menjadi prioritas perbaikan utama apabila dimensi tersebut ternyata memiliki tingkat kepentingan (importance)yang rendah, bisa saja suatu dimensi dengan tingkat kepuasan yang tidak terlalu rendah lebih diprioritaskan apabila, tingkat kepentingannya lebih tinggi. Sehingga yang menjadi perhatian prioritas perbaikan selain mempertimbangkan rendahnya tingkat kepuasan juga tingginya tingkat kepentingan dari dimensi tersebut.

Oleh karena itu, mengevaluasi persepsi mahasiswa terhadap kepuasan mereka yang mereka alami dan harapkan harus terus dilakukan oleh Universitas, Sekolah Tinggi, Institut sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi. Paling sedikit ada 12 skala atau dimensi untuk mengukur kepuasan mahasiswa, antara lain :

1. Academic Advising: menilai secara komprehensif program bimbingan dan konsultasi akademik. Penasehat akademik dievaluasi berdasarkan pengetahuan, kemampuan, dan perhatian mereka secara pribadi untuk kesuksesan siswa, serta pendekatan mereka terhadapa siswa.

2. Campus Climate: menilai sejauh mana lembaga Pendidikan Tinggi mempunyai pengalaman dalam mempromosikan kebanggaan dan peran serta kampus mereka di masyarakat. Skala ini juga menilai keefektifan komunikasi dua arah antara lembaga dan siswa.

3. Campus Support Services: menilai mutu program layanan akademik dan dukungan sehingga para siswa dapat menggunakan pengalaman pendidikan mereka lebih produktif dan bermakna. Layanan ini meliputi perpustakaan, laboratorium komputer, tutorial, dan ruang belajar yang digunakan oleh siswa di luar kelas.

4. Concern for the Individual: menilai komitmen dalam memperlakukan setiap siswa secara individu. Bagian ini pada umumnya sering bertemu dengan para siswa secara pribadi (bagian akademik, kemahasiswaan fakultas, penasehat, pembimbing) tercakup dalam penilaian ini.

5. Instructional Effectiveness: menilai pengalaman akademik siswa, kurikulum, dan kesanggupan lembaga Pendidikan Tinggi dalam mencapai keunggulan akademik. Skala ini meliputi beberapa variasi dari program yang ditawarkan, keefektifan fakultas atau program studi tidak hanya di dalam kelas tetapi juga diluar kelas keluar, dan juga keefektifan pengajar. 6. Recruitment and Financial Aid : mengukur efektivitas layanan yang

berhubungan dengan perekrutan mahasiswa baru.

7. Registration Effectiveness : menilai isu yang berhubungan dengan registrasi dan SPP. Skala ini juga mengukur komitmen lembaga Pendidikan Tinggi dalam proses ini lebih efektif dan mudah.

(14)

8. Responsiveness to Diverse Populations : menilai komitmen lembaga dalam memberikan kesempatan yang khusus kepada para penyandang cacat, kepada calon siswa yang punya waktu terbatas, mereka telah berusia, dan lain-lain agar bisa terdaftar sebagai mahasiswa.

9. Campus Safety and Security : menilai kemampuan lembaga dalam keamanan dan keselamatan pribadi siswa di kampus. Skala ini mengukur keefektifan fasilitas kampus dan personil keamanan.

10. Service Excellence : menilai sikap staff akademik maupun bukan kepada para siswa, terutama bagi mereka yang sering melayani siswa. Skala ini dititik beratkan pada penilaian terhadap mutu layanan dan perhatian secara pribadi kepada para siswa.

11. Student Centeredness : menilai usaha-usaha penting yang dilakuan untuk para siswa. Skala ini mengukur sikap lembaga Pendidikan Tinggi dalam menghargai dan menyambut dengan baik para siswa.

12. Campus Life : menilai kemampuan lembaga dalam mengisi kehidupan kampus, baik kegiatan mahasiswa yang bersifat kurikuler maupun ekstra kurikuler.

Struktur dari dimensi kualitas pelayanan berdasarkan Student Satisfaction Inventory menurut Elliot and Heally (2001) diambarkan sebagai berikut:

Gambar 1. Struktur Kualitas Pelayanan SSI

Academic Advising Campus Climate

Campus Support Service

Concern For The individuals Instructonal Effectiveness

Recruitment and Financial Aid

Registration Effectiveness

Responsiveness To Diverse Population Campus Safety and

Security Service Excellence S tudent Centeredness Campus Life Importance Important and Satisfaction Mat rix Satisfaction Student Satisfaction Index (SSI)

(15)
(16)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

1. Survei ini dijabarkan secara deskriptif, yaitu tipe desain konklusif yang bertujuan untuk mendiskripsikan karakter atau fungsi dari survei tentang suatu kelompok.

2. Survei ini juga merupakan survei observasional yaitu pengamatan terhadap objek yang disurvei, berusaha mengumpulkan data dari fenomena yang telah muncul untuk memberikan penafsiran yang diperoleh melalui pengumpulan data primer.

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Unmuha.

2. Teknik pengambilan sampel dalam survei ini menggunakan convinience Sampling. Dengan jumlah sampel yang telah diperoleh sebanyak 354 responden

C. Metode Pengumpulan Data

1. Pengumpulan data pada survei ini dilakukan dengan pengisian kuesioner berdasarkan kuesioner dengan mahasiswa terpilih sebagai sampel.

2. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dalam pengumpulan data, kuesioner dirancang dalam format yang menarik, pertanyaan yang diajukan singkat dan jelas.

3. Data sekunder yang digunakan untuk mendukung data primer diperoleh dari objek survei dan studi kepustakaan.

D. Definisi Operasional Variabel

Variabel yang akan diteliti dalam survei ini adalah:

1. Variabel kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan Unmuha. 2. Kuesioner untuk setiap variabel dalam survei ini merupakan jenis

kuesioner tertutup, dengan metode pengukuran skala likert rasio 1 sampai 5. Untuk mengukur indikator kepuasan mahasiswa, yaitu nilai 1 (Tidak Puas) sampai dengan nilai 5 (Sangat Puas).

E. Proses Penelitian

1. Survei dan Pengumpulan data awal. 2. Pengumpulan Data Lapangan 3. Pengolahan Data

4. Analisis dan Implementasi Data 5. Laporan Hasil Survei

6. Penggandaan dan Distribusi Laporan Hasil Survei F. Teknik Analisis

Analisis Frequency dan Descriptive akan dilakukan untuk menggambarkan kinerja/kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan Unmuha dengan bantuan analisis software aplikasi statistik yaitu software SPSS (Statistics for Products and Services Solution) for windows ver 17.0.

G. Jadwal Survei

Survei ini dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu mulai bulan November 2020 hingga Desember 2020 dan secara keseluruhan februari telah selesai, sebagaimana digambarkan dalam skedul di bawah ini:

(17)

No Kegiatan NOVEMBER 2020 -FEBRUARI 2021 November 2020 Desember 2020 Januari 2021 Februari 2021 1 Survei Pendahuluan 2 Pembuatan Proposal 3 Penyusunan Instrumen 5 Penggandaan Instrumen 6 Pengumpulan Data 7 Pengolahan Data 8 Analisis Data 9 Penyusunan Laporan 10 Publikasi

(18)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah dilakukan survei kepuasan dosen tahun 2020 pada rentang November-Desember 2020, maka didapatkan hasil sebagai berikut :

A. Karakteristik Dosen unmuha

1. Fakultas

Fakultas Responden

Fakultas Ekonomi 27

Fakultas Agama Islam 23

Fakultas Teknik 22

Fakultas Hukum 9

Fakultas Kesehatan Masyarakat 8

Fakultas Psikologi 3

Fakultas Vokasi 1

2. Program Studi

Program Studi Responden

S1 Teknik Sipil 15 S1 Akuntansi 11 S1 Ilmu Hukum 10 S1 Manajemen 10 S1 Kesehatan Masyarakat 8 S1 Tadris B. Inggris 6 S1 Tadris Biologi 6 S1 Kewirausahaan 5 S1 Tadris PAI 5 S1 Perbankan Syari'ah 4 S1 Ilmu Psikologi 3 D3 Perhotelan 1 S1 Tadris Matematika 2 S1 Bisnis Digital 1 S2 Kesehatan Masyarakat 1 S1 Arsitektur 0 S1 Fisioterapi 0 3. Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Responden

Laki - Laki 31

(19)

4. Jenjang Pendidikan

Jenjang Pendidikan Responden

S 1 0

S 2 90

S 3 6

5. Lama bekerja di Unmuha

Lama bekerja Di unmuha Responden

0 -5 Tahun 36

5 - 10 Tahun 29

15 - 20 Tahun 6

> 20 tahun 7

6. Status Dosen

Status Dosen Responden

Calon Dosen/ Dosen Tidak Tetap (NUP) 1

Dosen DPK (NIDN) 5

Dosen Luar Biasa 1

Dosen NIDK 2

Dosen Tetap Yayasan (NIDN) 87

7. Jabatan Fungsional

Jabatan Fungsional Responden

Asisten Ahli 52

Lektor 25

Lektor Kepala 1

(20)

B. Analisis Kepuasan Dosen

1. Secara umum saya puas dengan atmosfer akademik berikut: [Atmosfer Akademik sebagai Dosen di Unmuha]

2. Secara umum saya puas dengan atmosfer akademik berikut: [Hubungan Kerja di kelompok keahlian]

(21)

3. Secara umum saya puas dengan atmosfer akademik berikut: [Hubungan Kerja di Prodi]

4. Secara umum saya puas dengan atmosfer akademik berikut: [Keberagaman Suku, ras, gender, akademik dan disabilitas]

(22)

5. Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya di bidang pendidikan. [Kesesuaian beban mengajar terhadap standar umum

kependidikan]

6. Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya di bidang pendidikan. [Fasilitas kerja untuk mendukung pekerjaan sebagai

(23)

7. Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya di bidang pendidikan. [Kecukupan mengikuti pelatihan dosen]

8. Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya dibidang penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (PPM) [Jumlah PPM

(24)

9. Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya dibidang penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (PPM)

[Mendapatkan dukungan dana dari berbagai Skema PPM]

10. Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya dibidang penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (PPM)

(25)

11. Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya dibidang penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (PPM) [Kecukupan pelatihan menjalankan PPM]

12. Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya dibidang penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (PPM) [Kecukupan pelatihan mempublikasikan hasil PPM]

(26)

13. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang tata kelola dan

pengembangan berikut: [Beban Kerja dalam komite/ panitia adhoc di fakultas]

14. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang tata kelola dan pengembangan berikut: [Kecukupan pelatihan nilai-nilai dan kebijakan

(27)

15. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang tata kelola dan pengembangan berikut: [Kecukupan pelatihan pengembangan institusi]

16. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang kesejahteraan dan pengembangan diri berikut: [Kesesuaian gaji/honor terhadap beban mengajar

(28)

17. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang kesejahteraan dan pengembangan diri berikut: [Kenaikan gaji berkala]

18. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang kesejahteraan dan pengembangan diri berikut: [Kenaikan pangkat]

(29)

19. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang kesejahteraan dan pengembangan diri berikut: [Bantuan finansial kegiatan pengembangan diri ]

20. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang kesejahteraan dan pengembangan diri berikut: [Pelayanan kesehatan]

(30)

21. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas Ruang kelas (Meja, kursi, infocus)]

22. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas ruang dosen]

(31)

23. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas ruang Rapat Dosen]

24. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas Internet ]

(32)

25. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas perpustakaan ]

26. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas laboratorium ]

(33)

27. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas Mesjid]

28. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas Tempat Wudhu Mesjid]

(34)

29. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas Kamar kecil]

30. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas Tempat parkir kendaraan ]

(35)

31. Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Penataan lingkungan dan taman]

32. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Prodi]

(36)

33. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Fakultas ]

34. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Biro Administrasi Akademik]

(37)

35. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Biro Administrasi Umum]

36. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Bagian Humas]

(38)

37. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Biro Administrasi Keuangan]

38. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Biro Kemahasiswaan]

(39)

39. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [LP4M]

40. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [LSIK]

(40)

41. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Perpustakaan]

42. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Pus-Info (IT dan lab komputer)]

(41)

43. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Lab Bahasa]

44. Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Bapel KKN]

(42)

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:

NO PERNYATAAN DOMINASI

1 Secara umum saya puas dengan atmosfer akademik berikut: [Atmosfer Akademik

sebagai Dosen di Unmuha] Puas

2 Secara umum saya puas dengan atmosfer akademik berikut: [Hubungan Kerja di

kelompok keahlian] Puas

3 Secara umum saya puas dengan atmosfer akademik berikut: [Hubungan Kerja di Prodi] Puas 4 Secara umum saya puas dengan atmosfer akademik berikut: [Keberagaman Suku, ras,

gender, akademik dan disabilitas] Puas

5 Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya di bidang

pendidikan. [Kesesuaian beban mengajar terhadap standar umum kependidikan] Puas 6 Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya di bidang

pendidikan. [Fasilitas kerja untuk mendukung pekerjaan sebagai pengajar] Puas 7 Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya di bidang

pendidikan. [Kecukupan mengikuti pelatihan dosen] Cukup Puas 8

Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya dibidang penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (PPM) [Jumlah PPM yang sesuai dengan kapasitas saya]

Puas

9

Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya dibidang penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (PPM) [Mendapatkan dukungan dana dari berbagai Skema PPM]

Cukup Puas

10

Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya dibidang penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (PPM) [Mendapatkan dukungan sharing fasilitas/ laboratorium kerja untuk PPM]

Puas

11

Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya dibidang penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (PPM) [Kecukupan pelatihan menjalankan PPM]

Cukup Puas

12

Secara umum saya puas dengan aspek berikut dalam keterlibatan saya dibidang penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (PPM) [Kecukupan pelatihan mempublikasikan hasil PPM]

Cukup Puas 13 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang tata kelola dan pengembangan

berikut: [Beban Kerja dalam komite/ panitia adhoc di fakultas] Cukup Puas 14 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang tata kelola dan pengembangan

berikut: [Kecukupan pelatihan nilai-nilai dan kebijakan Unmuha] Puas 15 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang tata kelola dan pengembangan

berikut: [Kecukupan pelatihan pengembangan institusi] Puas 16 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang kesejahteraan dan pengembangan

diri berikut: [Kesesuaian gaji/honor terhadap beban mengajar yang diterima] Puas 17 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang kesejahteraan dan pengembangan

diri berikut: [Kenaikan gaji berkala] Puas

18 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang kesejahteraan dan pengembangan

diri berikut: [Kenaikan pangkat] Puas

19 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang kesejahteraan dan pengembangan

diri berikut: [Bantuan finansial kegiatan pengembangan diri ] Puas 20 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang kesejahteraan dan pengembangan

diri berikut: [Pelayanan kesehatan] Puas

21 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas

Ruang kelas (Meja, kursi, infocus)] Puas

22 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas

ruang dosen] Cukup Puas

23 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas

ruang Rapat Dosen] Puas

24 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas

Internet ] Puas

25 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas

perpustakaan ] Puas

26 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas

laboratorium ] Cukup Puas

(43)

NO PERNYATAAN DOMINASI Mesjid]

28 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas

Tempat Wudhu Mesjid] Puas

29 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas

Kamar kecil] Puas

30 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Fasilitas

Tempat parkir kendaraan ] Cukup Puas

31 Secara umum saya puas dengan aspek di bidang sarana prasarana berikut: [Penataan

lingkungan dan taman] Cukup Puas

32 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Prodi] Puas 33 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut:

[Fakultas ] Puas

34 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Biro

Administrasi Akademik] Puas

35 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Biro

Administrasi Umum] Puas

36 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut:

[Bagian Humas] Puas

37 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Biro

Administrasi Keuangan] Puas

38 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Biro

Kemahasiswaan] Puas

39 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut:

[LP4M] Puas

40 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [LSIK] Puas 41 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut:

[Perpustakaan] Puas

42 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut:

[Pus-Info (IT dan lab komputer)] Puas

43 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Lab

Bahasa] Puas

44 Secara umum ketika menyelesaikan urusan saya puas dengan unit kerja berikut: [Bapel

KKN] Puas NO KATEGORI JUMLAH 1 Tidak Puas 0 2 Kurang Puas 0 3 Cukup Puas 9 4 Puas 35 5 Sangat Puas 0

Berarti tingkat Kepuasan Dosen Universitas Muhammadiyah Aceh terhadap Universitas Muhammadiyah Aceh pada tahun 2020 dalam kategori “PUAS”

0 5 10 15 20 25 30 35

Tidak Puas Kurang Puas Cukup Puas Puas Sangat Puas

0 0

9

35

(44)

B. Saran

Saran yang direkomendasikan berdasarkan hasil penelitian ini antara lain:

1. Dilakukan survei berkala setiap Tahun terhadap tingkat kepuasan Dosen melalui survei online dengan melalui pembukaan system siakad.

2. Peningkatan perhatian terhadap kegiatan survey harus ditingkatkan, mengingat sistem pendidikan yang berkemajuan adalah dengan meminta pendapat dari para stakeholder di lingkungan tersebut.

3. Respon pimpinan terkait hasil survei, agar direalisasikan untuk kemajuan kampus Universitas Muhammadiyah Aceh ini.

Gambar

Gambar 1. Struktur Kualitas Pelayanan SSI

Referensi

Dokumen terkait

Untuk item fasilitas memperoleh informasi tentang kegiatan pengabdian masyarakat, tingkat kepuasan dosen berada pada angka 65%, yaitu cukup puas.. Untuk item fasilitas

5.2.5 Penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel untuk mengukur tata kelola perusahaan, yaitu komisaris independen, komite audit dan kepemilikan institusional.. Peneliti

Kearifan lokal yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia merupakan anugerah. Anugerah tersebut patut kita jaga dan lestarikan demi marwah bangsa. Dalam proses

Sehingga unit tersebut akan memproduksi asam yang berasal dari kompartemen di antara membran bipolar dan membran penukar anion, basa yang diproduksi oleh kompartemen di antara

Tak lupa kami Panitia pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Bisnis dan Pasar Modal, mengucapkan terima kasih atas kerja keras Tim Panitia

7 Walaupun sebagian besar responden tidak pernah mendapat informasi tentang tungau debu rumah Pengetahuan responden mengenai penyakit yang di sebabakan oleh tungau debu rumah

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa diantara ketiga faktor tersebut yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen pada produk kecantikan wardah adalah faktor