• Tidak ada hasil yang ditemukan

Chi e: Journal of Japanese Learning and Teaching

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Chi e: Journal of Japanese Learning and Teaching"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Chi’e: Journal of Japanese Learning and Teaching

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie

ANALYSIS OF DIFFICULTIES IN IMPLEMENTING OUYOU RENSHUU DURING

TEACHING LEARNING PRACTICE

Viki Khoirunnisa, Dyah Prasetyani

Jurusan Bahasa dan Sastra Asing, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang kesulitan mahasiswa PPL Unnes dalam melaksanakan ouyou renshuu saat praktik mengajar. Tujuan penelitian ini ada-lah untuk mengetahui kesulitan dan faktor penyebab kesulitan mahasiswa PPL dalam melaksanakan ouyou renshuu. Sampel penelitian ini adalah maha-siswa PBJ yang melaksanakan PPL pada tahun 2015. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket dan wawancara. Analisis dilakukan dengan teknik deskriptif prosentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mahasiswa PPL mengalami kesulitan saat melaksanakan ouyou renshuu. Ke-sulitan tersebut diantaranya adalah keKe-sulitan menciptakan bamen (73,9%) dan kesulitan mengontrol kelas (71,1%). Faktor yang menyebabkan mahasiswa PPL mengalami kesulitan saat melaksanakan ouyou renshuu adalah maha-siswa PPL memberikan masukan dan ungkapan baru yang bisa digunakan siswa ditengah kegiatan (72%), mahasiswa PPL belum dapat menggunakan kalimat yang mudah dipahami ketika menjelaskan kegiatan (59,4%), dan ma-hasiswa PPL merasa gugup atau kurang percaya diri ketika mengajar (63,9%).

Abstract

This study discusses the difficulties of implementing ouyou renshuu in the classroom activity. Aims of this study is to know the difficulties and the factors causing in imple-menting the ouyou renshuu during the teaching learning practice. The sample is De-partment of Japanese Education students who carry teaching learning in 2015. The data collection technique are questionnaire and interview. The results of the data from this study were analyzed with descriptive techniques percentage. The result of this study is pre-service teachers had some difficulties when implementing the ouyou renshuu. The difficulties are the pre-service teachers was hard to create scene (73,9%) and hard to control the class (71,1%). There are several factors that cause pre-service teachers meet some difficulties when implementing application exercise. These factors are pre-service teachers give advice and new phrase which student can use in the midst of activity (72%), pre-service teachers can not use language that easy to understand when exp-lained (59,4% ), and pre-service teachers feel nervous and have no confident during the teaching practice (63,9%).

© 2016 Universitas Negeri Semarang ISSN 2252-6250 Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima November 2016 Disetujui Desember 2016 Dipublikasikan Desember 2016 Keywords: difficulties, pre-service teachers, ouyou renshuu

Alamat korespondensi:

Gedung B4 Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 E-mail: ficky.basuki@gmail.com

(2)

PENDAHULUAN

Unnes memiliki program khusus yang wa-jib diikuti oleh mahasiswa prodi pendidikan yang disebut Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). PPL merupakan latihan untuk mempraktikkan teori yang telah dipelajari di perkuliahan. Sebagai bekal melaksanakan PPL mahasiswa wajib me-nempuh beberapa mata kuliah yang berhubun-gan denberhubun-gan pembelajaran. Selain itu, mahasiswa diwajibkan melakukan simulasi praktik mengajar pada mata kuliah Microteaching yang dilakukan di kelas agar nantinya mahasiswa dapat mengajar dengan baik ketika melaksanakan PPL. Namun kenyataannya pada saat PPL, mahasiswa masih mengalami kesulitan saat mengajar di sekolah praktikan.

Hal seperti ini peneliti temukan juga pada saat melakukan studi pendahuluan berupa obser-vasi pada pengajaran Bahasa Jepang yang dila-kukan rekan mahasiswa PPL pada tahun 2015 di SMA N 4 Magelang. Melalui observasi diketahui bahwa mahasiswa PPL mengalami masalah saat melaksanakan ouyou renshuu. Masalah tersebut adalah pelaksanaan ouyou renshuu tidak sesu-ai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Selain itu peneliti juga melakukan wa-wancara terhadap mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang yang melaksanakan PPL pada ta-hun 2015. Berdasarkan hasil wawancara tersebut diperoleh informasi berupa 8 dari 10 mahasiswa atau sekitar 80% diantaranya mengalami kesuli-tan dalam melaksanakan ouyou renshuu. Bebera-pa kesulitan yang dialami mahasiswa Bebera-pada saat

ouyou renshuu adalah masih kurangnya

pengatu-ran waktu dan menjelaskan cara menegisi lembar kerja.

Berdasarkan masalah tersebut untuk men-getahui kesulitan apa saja yang dialami maha-siswa PPL Unnes ketika melaksanakan ouyou

renshuu dan faktor penyebabnya secara lebih

rin-ci perlu diteliti dengan judul “Analisis Kesulitan Mahasiswa PPL Unnes dalam Melaksanakan

Ouyou Renshuu saat Praktik Mengajar.

METODE PENELITIAN

Pendekatan yang digunakan dalam pen-elitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidi-kan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang angkatan tahun 2012 dan angkatan tahun 2011. Sedangkan Sampel dari penelitian ini adalah ma-hasiswa prodi Pendidikan Bahasa Jepang yang te-lah melaksanakan PPL pada tahun 2015. Sampel penelitian ini berjumlah 45 mahasiswa.

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket dan wawancara. Angket terdiri dari 15 butir pertanyaan mengenai kesulitan ma-hasiswa PPL dalam melaksanakan ouyou renshuu dan 9 butir pertanyaan mengenai faktor penye-bab mahasiswa PPL mengalami kesulitan saat melaksanakan ouyou renshuu. Teknik yang digu-nakan untuk menganalisis data adalah deskriptif prosentase.

LANDASAN TEORI

a. Pengertian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

Nakagawa (2004:21) mengungkapkan pen-dapat tentang praktik pengalaman lapangan

(ky-ouiku jisshuu) sebagai berikut:

半年なり一年なりの授業科目としての 「日本語教育実習」なるものを受け、 教案の書き方やクラス活動の方法、授 業観察のしかたなどについて、教員か ら講義や指導を受けるのと並行して教 壇に立つのが通例である。

Hantoshi nari ichi-nen nari no jugyou ka-moku toshite no (nihongo kyouiku jisshuu) naru mono wo uke, kyouan no kakikata ya kurasu katsudou no houhou, jugyou kansatsu no shikata nado ni tsuite, kyouin kara kougi ya shidou wo ukeru no to heikou shite kyo-udan ni tatsu no ga tsuurei de aru.

Dapat dikatakan bahwa kyouiku jisshu atau PPL adalah mata kuliah yang berisi praktik men-gajar bahasa Jepang yang dilaksanakan dalam satu semester atau dua semester, berisi tentang cara membuat rancangan pengajaran, cara me-laksanakan kegiatan kelas, cara meme-laksanakan observasi pembelajaran, dan sebagainya. Kuliah dan bimbingan diberikan oleh pengajar seiring dengan pelaksanaan praktik mengajar.

Adapun yang dimaksud dengan pengajar/ guru dalam penelitian ini adalah mahasiswa PPL yang melaksanakan tugas sebagai calon guru dan sedang melaksanakan praktik pengalaman lapan-gan. Sebagai calon guru mahasiswa PPL menun-aikan tugas-tugas untuk mendidik, mengajar dan membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

b. Kemampuan yang Perlu Dimiliki Guru MenurutChino dan Nakanishi (1991: 123-124) pengetahuan dan kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang guru bahasa Jepang adalah sebagai berikut:

1. Guru harus bisa berbahasa Jepang dengan benar mulai dari menulis hingga

(3)

berbicara, dan biasanya dalam pembela-jaran cara berbicara dan menulis men-jadi pusat perhatian bagi pembelajar. 2. Memiliki kemampuan yang baik dalam bahasa Jepang.

3. Memiliki pengetahuan tentang buda-ya Jepang.

4. Memiliki pengetahuan dasar linguis-tik.

5. Memiliki pengetahuan tentang bahasa asing.

6. Memiliki kemampuan khusus selain bahasa.

Pengetahuan dan kemampuan tersebut di atas merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan pembelajaran. Selain itu masih ada beberapa faktor lain yang mempenga-ruhi seperti yang disebutkan Wena (2011:17), ada beberapa faktor penunjang yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Kemampuan guru menggunakan ba-hasa secara jelas dan mudah dipahami siswa.

2. Sikap yang baik, santun, dan meng-hargai siswa.

3. Kemampuan mengorganisasikan waktu yang sesuai dengan alokasi waktu yang disediakan.

4. Cara berbusana dan berdandan yang sopan sesuai dengan norma yang ber-laku.

c. Pembelajaran Bahasa Jepang

Menurut Nakagawa (2004:44) alur pembela-jaran bahasa Jepang dimulai dari pemanasan

(war-ming up), kegiatan inti dan yang terakhir adalah

salam penutup. Kegiatan inti tersebut terdiri dari pengantar atau dounyuu (導入), latihan dasar atau

kiso renshuu (基礎練習) yang saat ini juga biasa

di-sebut kihon renshuu (基本練習), latihan penerapan atau ouyou renshuu (応用練習), dan kesimpulan atau matome (まとめ).

Pengantar atau dounyuu merupakan ta-hapan kegiatan dimana pengajar menjelaskan kepada pembelajar tentang sasaran atau target yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kegiatan latihan dasar atau kihon renshuu dilakukan dengan tujuan agar pembelajar dapat mengingat dan mrengucapkan

dengan benar dan lancar kosakata baru, pola ka-limat baru, percakapan atau ungkapan baru pada materi ajar dan mengingat serta menghafal cara penggunaannya.

Latihan penerapan atau ouyou renshuu me-rupakan latihan untuk menggunakan pola kali-mat yang telah dipelajari. Dalam latihan pene-rapan kemampuan yang lebih ditekankan atau ditonjolkan adalah kemampuan berbicara. Sim-pulan atau matome merupakan tahapan dimana pengajar mengulas kembali dengan singkat po-kok bahasan materi pengajaran yang telah diajar-kan atau pada pelajaran tersebut.

d. Ouyou Renshuu

Latihan penerapan merupakan latihan untuk menggunakan pola kalimat yang telah dipelajari. Dalam latihan penerapan kemampu-an ykemampu-ang lebih ditekkemampu-ankkemampu-an atau ditonjolkkemampu-an ada-lah kemampuan berbicara. Menurut Chino dan Nakanishi (1991: 155) yang dimaksud dengan

ouyou renshuu adalah latihan percakapan yang

dikontrol dan latihan membuat kalimat. Pem-belajar menyampaikan ungkapan dengan bebas, berlatih menggunakan hal yang telah dipelajari dengan bebas, dengan tujuan melatih ketepatan dan kelancaran, dan praktik menggunakan baha-sa yang dipelajari.

Berikut ini adaah beberapa kegiatan yang biasa diakukan pada saat ouyou renshuu menurut Chino dan Nakanishi (1991: 157) :

1. Roleplay 2. Game 3. Simulation 4. Task work 5. Debat 6. Bermain drama 7. Project work

Latihan penerapan dilakukan dengan tu-juan agar pembelajar dapat menggunakan kosa-kata, pola kalimat, ungkapan atau percakapan yang diajarkan atau dilatih pada tahap latihan dasar. Dalam latihan penerapan (ouyou renshuu) komunikasi dilakukan pada situasi atau kondisi yang mendekati keadaan sesungguhnya (bamen). Pengajar harus berupaya memikirkan bentuk lati-han apa yang sesui atau tepat dengan materi yang dipelajari.

Dalam ouyou renshuu terdapat tiga tahap yang harus dilaksanakan yaitu pra kegiatan,

(4)

ke-giatan, dan pasca kegiatan. Masing-masing tahap tersebut ada tugas yang harus dilakukan oleh pengajar, tugas tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Pra kegiatan, pada tahap ini pengajar bertugas menyebutkan jenis kegiatan, menjelaskan instruksi kegiatan atau aturan melaksanakan kegiatan, men-erangkan situasi dan tujuan kegiatan, membagikan lembar kerja dan memberi-kan contoh mengisi lembar kerja (jika ada lembar kerja) menuliskan percaka-pan, dan melatihkan percakapan. 2. Kegiatan, pada tahap ini pengajar ber-tugas memberi batasan waktu agar siswa fokus, mengamati jalannya kegiatan, dan mendengarkan percakapan siswa. 3. Pasca kegiatan, pada tahap ini penga-jar mengulas kesalahan yang dilakukan pembelajar pada saat kegiatan dan mem-perbaiki kesalahan. Selain itu pengajar juga memberikan umpan balik.

METODE PENELITIAN

Pendekatan yang digunakan dalam pen-elitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidi-kan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang angkatan tahun 2012 dan angkatan tahun 2011. Sedangkan Sampel dari penelitian ini adalah ma-hasiswa prodi Pendidikan Bahasa Jepang yang te-lah melaksanakan PPL pada tahun 2015. Sampel penelitian ini berjumlah 45 mahasiswa.

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket dan wawancara. Angket terdiri dari 15 butir pertanyaan mengenai kesulitan ma-hasiswa PPL dalam melaksanakan ouyou renshuu dan 9 butir pertanyaan mengenai faktor penye-bab mahasiswa PPL mengalami kesulitan saat melaksanakan ouyou renshuu. Teknik yang digu-nakan untuk menganalisis data adalah deskriptif prosentase.

HASIL DAN PEMBEHASAN

Dari data angket dan wawancara yang dilakukan pada responden, hasil yang diperoleh terdapat pada tabel 1.

(5)

Berdasarkan jawaban dari responden kesu-litan yang paling sering dialami oleh mahasiswa PPL adalah kesulitan dalam menciptakan bamen yang mendekati keadaan sebenarnya. Total pro-sentase jawaban yang diperoleh sebesar 73,9%, prosentase tersebut termasuk dalam kategori tinggi. Kesulitan tersebut terjadi karena mahasis-wa PPL belum bisa menghubungkan materi yang diajarkan dengan situasi siswa yang sebenarnya. 1. Kesulitan Mahasiswa PPL dalam

Melak-sanakan Ouyou Renshuu

S : Selalu

SR : Sering

J : Jarang

TP : Tidak pernah

No Jenis Kesulitan Frekuensi Prosen-tase %

S SR J TP

1 Kesulitan dalam menciptakan bamen 5 33 7 0 73,9

2 Kesulitan dalam Menjelaskan Jenis dan

Tujuan Kegitan 1 12 29 3 56,1

3 Kesulitan dalam Menjelaskan Instruksi

atau Aturan Kegiatan 0 23 22 0 62,8

4 Kesulitan dalam Membagikan Lembar

Kerja 0 15 26 4 56,1

5 Kesulitan dalam Menjelaskan Cara

Men-gisi Lembar Kerja 0 16 25 4 56,7

6

Kesulitan dalam Melatihkan Percakapan 0 20 20 5 58,3

7 Kesulitan dalam Mengoreksi Cara

Men-gisi Lembar Kerja 0 15 25 5 55,6

8 Kesulitan dalam Memantau Percakapan 3 24 16 2 65,6

9 Kesulitan dalam Mengontrol Waktu 10 19 14 2 70,6

10 Kesulitan dalam Mengamati Jalannya

Kegiatan 3 28 13 1 68,3

11 Kesulitan dalam Memperbaiki Kesalahan

Siswa 1 18 23 3 59,4

12 Kesulitan dalam Melatihkan Happyou 4 16 22 3 61,7

13 Kesulitan dalam Menjelaskan Cara

Mempraktikkan Kaiwa 0 20 23 2 60

14 Kesulitan dalam Memberikan Umpan

Balik 0 20 24 1 60,6

15 Kesulitan dalam Mengontrol Kelas

7 24 14 0 71,7

Terdapat beberapa kesulitan yang dia-lami oleh mahasiswa PPL ketika melaksanakan

ouyou renshuu. Kesulitan yang dialami oleh

maha-siswa PPL adalah kesulitan untuk menciptakan

bamen yang mendekati keadaan yang sebenarnya

(73,9%), kesulitan dalam menjelaskan instruk-si kegiatan (62,8%), kesulitan untuk memantau percakapan (65,4%), kesulitan dalam mengont-rol waktu (70,6%), kesulitan dalam mengamati jalannya kegiatan (68,3%), dan kesulitan dalam mengontrol kelas (71,7%).

(6)

2..Penyebab Kesulitan Mahasiswa PPL dalam Melaksanakan Ouyou Renshuu

No Jenis Kesulitan Frekuensi Prosentase %

S SR J TP

16 Mahasiswa telah atau belum Mempelajari

RPP yang Dibuat 1 25 18 1 64,4

17 Penguasaan Materi 8 30 7 0 75,6

18 Kesesuaian Lembar Kerja yang Dibuat

dengan Kegiatan 5 31 9 0 73

19 Kesesuaian Kegiatan dengan Materi

11 29 5 0 78,3

20 Memberitahukan Batas Waktu

8 25 12 0 72,8

21 Memberikan Masukan di tengah Kegiatan 6 28 10 1 72

22 Kemampuan Merangkai Kalimat yang

Mudah Dipahami 2 17 22 4 59,4

23 Merasa Gugup atau Kurang Percaya Diri 3 20 21 1 63,9

24 Kemampuan Berinteraksi dengan Siswa 6 24 15 0 70

Terdapat beberapa faktor yang menyebab-kan mahasiswa PPL mengalami kesulitan saat melaksanakan ouyou renshuu. Faktor tersebut adalah mahasiswa PPL cenderung memotong ke-giatan ouyou renshuu yang tengah dilakukan siswa untuk memberitahu ungkapan baru yang dapat digunakan siswa serta koreksi sehingga meng-ganggu konsentrasi siswa (72%). Seharusnya ungkapan baru disampaikan di awal kegiatan. Se-lain itu penyebab Se-lainnya adalah mahasiswa PPL belum dapat menggunakan kalimat yang mudah dipahami ketika menjelaskan (59,4%) dan ma-hasiswa PPL merasa gugup atau kurang percaya diri ketika menghadapi siswa (63,9%)

Berdasarkan jawaban dari responden dike-tahui bahwa faktor tertinggi yang menyebabkan mahasiswa PPL mengalami kesulitan saat melak-sanakan ouyou renshuu adalah mahasiswa belum dapat menggunakan kalimat yang mudah dipa-hami saat ketika menjelaskan. Total prosentase jawaban yang diperoleh sebesar 59,4%, prosenta-se terprosenta-sebut termasuk dalam kategori tinggi.

SIMPULAN

Terdapat beberapa kesulitan yang dialami oleh mahasiswa PPL ketika melaksanakan ouyou

renshuu. Kesulitan yang dialami oleh mahasiswa

PPL adalah kesulitan untuk menciptakan bamen yang mendekati keadaan yang sebenarnya, kesu-litan dalam menjelaskan instruksi kegiatan, kesuli

tan untuk memantau percakapan yang dilakukan siswa saat kegiatan, kesulitan untuk mengontrol waktu, kesulitan untuk mengamati jalannya kegi-tan, dan kesulitan untuk mengontrol kelas.

Sedangkan penyebab kesulitan mahasis-wa PPL dalam melaksanakan ouyou renshuu saat praktik mengajar adalah mahasiswa PPL sering memberikan masukan dan ungkapan baru yang bisa digunakan ditengah kegiatan, mahasiswa PPL belum dapat menggunakan kalimat yang mudah dipahami ketika menjelaskan, dan maha-siswa PPL merasa kurang percaya diri atau gu-gup ketika menghadapi siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Naoko, Cino dan Yaeko Nakanishi. 1991. Jissen Ni-hongo Kyoujuhou. Tokyo: Baberu

Nakagawa, Yoshio. 2004. Nihongo Kyouiku Jisshuu Puro No Waza. Tokyo: Bonjinsha

Wena, Made. 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif Kon-temporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Referensi

Dokumen terkait

dipaparkan diatas dimana HAM telah mewarnai berbagai aspek kehidupan masyarakat baik secara politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Di lain sisi setiap negara pada saat ini juga

[r]

[r]

Apabila saudara tidak hadir atau tidak menyepakati hasil klarifikasi dan negosiasi serta tidak dapat menunjukkan semua dokumen asli (serta menyerahkan foto kopinya),

BHL (buruh harian lepas) adalah pekerja yang bekerja pada batas waktu yang tidak. ditentukan dan tidak memiliki ikatan kerja

Kegiatan panen rata-rata dilakukan setiap bulan oleh petani, sehingga besarnya pendapatan petani dari usahatani kelapa atas biaya tunai pada strata I, II, dan III

[r]

Electronic Data Interchange Indonesia. Wisma SMR Lt.3 Suite 2