UJI KLINIS
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
•
• Uji Klinis merupakan penelitian eksperimentalUji Klinis merupakan penelitian eksperimental
terencana yang dilakukan pada
terencana yang dilakukan pada manusia.manusia.
•
• Pada uji klinis peneliti memberikan perlakuanPada uji klinis peneliti memberikan perlakuan
atau intervensi pada subyek penelitian, atau intervensi pada subyek penelitian, kemudian eek perlakuan tersebut diukur dan kemudian eek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis.
dianalisis.
•
• Uji Uji klinis klinis sering sering dilaksanakan dilaksanakan untukuntuk
membandingkan satu jenis peng!batan membandingkan satu jenis peng!batan dengan peng!batan yang lainnya
J"NIS UJI KLINIS
Tahapan 1
• Pada ta#apan ini dilakukan penelitian
lab!rat!rium $uji pre%klinis&,
• 'ikerjakan in vitro dengan menggunakan
binatang perc!baan.
• (ujuannya untuk mengumpulkan in!rmasi
armak!l!gi dan t!ksik!l!gi dalam rangka untuk mempersiapkan penelitian selanjutnya yakni dengan menggunakan manusia sebagai subyek peneltian .
Tahapan 2
Pada uji klinis ta#apan ), digunakan manusia sebagai subyek penelitian. *erdasarkan tujuannya ta#apan ini dapat dibagi menjadi + ase, yaitu
-ase I
*ertujuan untuk meneliti keamanan serta
t!leransi peng!batan dengan mengikut
sertakan ) / 0 !rang subyek penelitian.
-ase II
*ertujuan untuk meneliti sistem atau d!sis peng!batan yang paling eekti, biasanya dilaksanakan dengan mengikut sertakan sebanyak 0 / ) subyek penelitian
-ase III
*ertujuan mengevaluasi !bat atau cara peng!batan baru dibandingkan dengan peng!batan yang tela# ada $Peng!batan standar&. Uji klinis yang banyak dilakukan termasuk dalam ase ini. *aku emas uji klinis ase III adala# uji klinis acak terk!ntr!l.
-ase I1
*ertujuan mengevaluasi !bat baru yang tela# dipakai di masyarakat dalam jangka 2aktu yang relati lama $3 ta#un atau lebi#&. -ase ini penting karena terdapat kemungkinan eek samping !bat timbul setela# lebi# banyak pemakai. -ase ini disebut juga sebagai uji klinis pascapasar (post marketing)
'"S4IN UJI KLINIS
0. 'esain paralel, merupakan perbandingan
antar kel!mp!k (group comparison) . dapat bersiat pasangan serasi (matched pairs& atau bukan.
4dl.0 '"S4IN P454L"L
Jenis desain ini paling banyak digunakan.
'esain ini dibagi ) kel!mp!k $atau lebi#&, sedangkan peng!batan pada kel!mp!k% kel!mp!k tersebut dilakukan secara paralel atau simultan.
6ang paling banyak dilakukan adala# desain paralel dengan ) kel!mp!k7 kel!mp!k pertama memper!le# peng!batan baru, sedangkan kel!mp!k lainnya menerima peng!batan standar dan berlaku sebagai c!ntr!l.
SUBYEK PENELITIAN R KELOMPOK PERLAKUAN EFEK ? EFEK ? KELOMPOK KONTROL
Gambar 1 : S!ma "a#ar "!#a$n para%!% &n'& &n'& &($ %$n$# "!n)an 2 !%*mp*+
S&b,! ,an) m!m!n&h$ r$'!r$a p!n!%$'$an "$%a&an ran"*m$#a#$ -R.+ K!%*mp* p!r%a&an "$b!r$ *ba' ,an) "$'!%$'$/ !%*mp* B "$b!r$ *ba' #'an"ar+ E0! p!n)*ba'an "$ban"$n)an+
A"%+2 DESAIN MENYILANG
(CROSS-OVER DESIGN)
'alam desain ini tiap subyek menjadi c!ntr!l
bagi dirinya.
*entuk yang paling seder#ana dengan subyek
sebagai c!ntr!l bagi dirinya sendiri ini disebut sebagai desain before and after. Sekel!mp!k subyek diberikan perlakuan, #asil perlakuan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.
R K"L89P8K P"5L4KU4N KELOMPOK KONTROL K"L89P8K P"5L4KU4N EFEK?
EFEK? KELOMPOK EFEK? KONTROL
SUBYEK
EFEK?
Gambar 2 : S!ma "!#a$n &($ %$n$# m!n,$%an) (cross-over)+ S&b,! ,an) '!rp$%$h "$%a&an ran"*m$#a#$ -R.
K!%*mp* A "$b!r$an *ba' ,an) "$'!%$'$ !%*mp* B m!n(a"$ *n'r*%+ S!'!%ah 3a'& ,an) "$'!n'&an/ p!r%a&an "$h!n'$an #!%ama b!b!rapa 3a'& - p!r$*"! 3a#h *&' ./ "$%a&an #$%an)+ S&b,! pa"a !%*mp* A m!n(a"$ p!r%a&an -A4./ #!"an)an !%*mp* B m!n(a"$ !%*mp* *n'r*% -B4.+
*eberapa #al yang perlu diper#atikan pada desain cross-over.
(erdapatnya eek carry over
"ek !bat pertama belum #ilang pada saat dimulai peng!batan kedua
(erdapatnya eek order
(erjadi peruba#an derajat berat penyakit, keadaan lingkungan selama penelitian berlangsung.
(erdapatnya peri!de wash out
2aktu untuk meng#ilangkan eek !bat a2al, sebelum peng!batan kedua dimulai.
LANGKAH 5 LANGKAH
PELAKSANAAN DALAM U6I KLINIS
(erdapat : langka# dalam uji klinis, yaitu
0. 9erumuskan pertanyaan penelitian dan #ip!tesis ). 9enentukan desain uji klinis yang sesuai
;. 9enetapkan subyek penelitian +. 9engukur variabel data dasar 3. 9elakukan rand!misasi
<. 9elaksanakan perlakuan =. 9engukur variabel eek :. 9enganalisa data
1+
M!n!'apan p!r'an,aan
p!n!%$'$an "an h$p*'!#$#
9enuangkan desain uji klinis yang samar% samar menjadi menjadi rencana kegiatan yang nyata tidak muda#, ba#kan sangat k!mpleks. K!nsep a2al yang berisi skema umum, memerlukan penjabaran lebi# spesiik. 5umusan masala# serta #ip!tesis yang sesuai #arus dituliskan, dengan memperli#atkan #ubungan antar variabel yang diteliti.
2+
M!n!n'&an D!#a$n
*erdasarkan #ip!tesis yang dibangun dari pertanyaan penelitian, maka dapat ditetapkan jenis desain yang akan dipakai $desain paralel, menyilang atauka# desain yang lain yang lebi# k!mpleks&.
'alam praktek, bilamana mungkin desain yang dipili# adala# desain yang paling seder#ana yang dapat menja2ab pertanyaan penelitian, karena biasanya desain yang seder#ana memberikan #asil yang lebi# langsung dan muda# diinterpertasi, sedangkan desain yang lebi# k!mpleks sering memberikan #asil yang tidak muda# diinterpertasi !le# sebagian besar klinikus.
7+
M!n!'apan S&b,!
P!n!%$'$an
a. Menetapkan Populasi teran!kau
P!pulasi terjangkau adala# bagian dari p!pulasi target yang merupakan sumber subyek yang akan diteliti. Karakteristik subyek #arus sesuai dengan pertanyaan penelitian dan eek yang diamati.
". Menentukan #riteria Pe$ili%an & Ele!i"ilit' Criteria Kriteria ini #arus dijelaskan secara rinci sejak a2al perencanaan., !le# karena penting untuk menyusun desain penelitian, pemili#an subyek, dan untuk generalisasi ke dalam p!pulasi. Kriteria pemili#an terdiri dari kriteria inklusi dan kriteria eksklusi .
Kr$'!r$a In%&#$ -Kr$'!r$a P!n!r$maan.
9erupakan persyaratan umum yang #arus dipenu#i !le# subyek agar dapat diikutsertakan ke dalam penelitian.
Persyaratan pada kriteria inklusi biasanya mencakup karakteristik klinis, dem!grais, ge!grais dan peri!de 2aktu. 6ang sering dipakai sebagai kriteria inklusi adala# diagn!sis, jenis kelamin, kel!mp!k umur, serta pasien yang dating dalam peri!de 2aktu tertentu .
Kr$'!r$a E#%&#$ -Kr$'!r$a P!n*%aan&
9erupakan keadaan yang menyebabkan subyek memenu#i kriteria inklusi tidak dapat diikut sertakan dalam penelitian.
'i dalam kriteria eksklusi termasuk k!ntraindikasi, terdapatnya penyakit lain yang mempengaru#i variabel yang diteliti, kepatu#an pasien, pasien men!lak diteliti, dan masala# etik. Seperti #alnya kriteria inklusi, kriteria eksklusi #arus dinyatakan dengan jelas, dan l!gis.
c. Menetapkan esar Sa$pel
Suatu #al yang sangat penting dalam uji klinis adala# menentukan besar sampel. Sampel #arus cukup besar untuk me2akili p!pulasi terjangkau, tetapi di lain sisi #arus #arus sesuai dengan dana dan 2aktu yang tersedia.
Pada umumnya variabel yang diteliti dalam uji klinis adala# variabel n!minal $misalnya pr!p!rsi kesembu#an& atau numerik $misalnya penurunan tekanan dara#&.
8+
M!%a&an P!n)&&ran
9ar$ab!% Da'a Da#ar
Selain identitas pasien, sebelum dilakukan rand!misasi perlu pula dicatat data dem!grais, klinis, dan lab!rat!rium yang relevan dengan pertanyaan penelitian. 'ata klinis seperti umur, jenis kelamin, diagn!sis, dan lain%lain yang relevan dengan pr!gn!sis #arus dicatat, antara lain untuk meli#at kesetaraan pelbagai variabel di antara kel!mp!k setela# dlakukan rand!misasi.
+
M!%a&an Ran"*m$#a#$
5and!misasi adala# al!kasi acak (random
allocation), untuk menentukan subyek
penelitian mana yang akan mendapat perlakuan dan mana yang menjadi k!ntr!l.
(ujuan utama rand!misasi untuk
mengurangi bias seleksi dan perancu (confounding), yakni dengan terbaginya variabel%variabel yang tidak diteliti secara seimbang pada kel!mp!k yang ada.
Rano$isasi Seer%ana (Si$ple Rano$i*ation)
Untuk uji klinis untuk dua kel!mp!k subyek, cara acak dengan melemparkan dengan mata uang l!gam dapat dipakai. (etapi cara ini terasa kaku, memakan 2aktu, dan tidak andal, maka para peneliti lebi# menganjurkan penggunaan tabel rand!m.
Keuntungan rand!misasi seder#ana ini adala# tiap subyek tidak dapat diduga akan memper!le# perlakuan apa dan bila jumla# subyek cukup banyak maka jumla# kel!mp!k akan sebanding.
Rano$isasi lok
Untuk meng#indari ketidak seimbangan, dapat dilakukan cara rand!,isasi bl!k. >ara ini bertujuan untuk membuat setiap kel!mp!k mempunyai jumla# subyek yang sebanding pada suatu saaat.
Rano$isasi ala$ Strata (Strati+ie
Rano$i*ation)
*ila pada uji klinis terdapat akt!r pr!gn!sis penting yang akan mempengaru#i #asil penelitian, maka perlu dilakukan stratiikasi pr!gn!sis. ?al ini dimaksudkan agar diper!le# sub kel!mp!k $strata& yang lebi# #!m!gen. 5and!misasi dilakukan pada setiap strata secara terpisa#, kemudian subyek terpili# digabungkan kembali dalam kel!mp!k yang sesuai. >ara melakukan rand!misasi #arus ditulis baik pada usulan maupun pada lap!ran penelitian.
;+ M!%a&an In'!r<!n#$
#etersa$aran (Maskin! linin! &
Ketersamaran bertujuan untuk meng#indarkan bias, baik yang berasal dari peneliti, subyek, ataupun evaluat!r penelitian. 8le# karena bias dapat terjadi di berbagai bagian uji klinis, maka ketersamaran juga #arus diupayakan pada pelbagai bagian uji klinis, seperti pada saat rand!misasi, al!kasi subyek, pelaksanaan uji klinis, pengukuran, dan evaluasi #asil.
,enis #etersa$aran
U($ %$n$# '!rb&a (openrial .+
'esain ini seringkali dilakukan untuk penelitian penda#uluan, yang akan dilanjutkan dengan desain acak tersama berganda, atau apabila secara teknis ketersamaran tidak mungkin dilaksanakan $misal studi untuk membandingkan mastekt!mi seder#ana plus radiasi dengan mastekt!mi radial pada peng!batan kanker payudara&.
T!r#amar T&n))a% (Sin!le $ask).
Pada desain ini subyek tidak ta#u peng!batan yang diberikan, sedangkan peneliti mengeta#uinya.
Secara te!ritis #al yang sebaliknya juga dapat dilakukan.
T!r#amar )an"a (Dou"le $ask). Pada 'esain ini
baik peneliti maupun subyek tidak meng!batan
yang diberikan7 #al ini akan mengurangi terjadinya pelbagai bias, dan dianggap sebagai baku emas untuk uji klinis.
riple Mask . Pada desain baik subyek, peneliti,
maupun evaluat!r tidak ta#u !bat apa yang
diberikan. Sebagian a#li tidak tidak mempergunakan istila#7 meski terdapat ; k!mp!nen ketersamaran, cukup disebut sebagai tersamar ganda saja.
=+
M!n)&&r 9ar$ab!% E0!
1ariabel tergantung $eek& yang akan diukur #arus suda# direncanakan sejak a2al. Kriteria penilaian juga suda# #arus dengan jelas dituliskan pada pr!t!c!l penelitian.
Conto%+
Pada Uji klinis ter#adap !bat @ untuk peng!batan meningitis tuberkul!sa, eek yang dinilai adala# kesembu#an. 'alam #al ini skala variabel tergantung adala# n!minal di k!l!m $sembu# atau tidak sembu#&. Pada penelitian !bat 6 untuk menurunkan tekanan dara#, variabel yang dinilai adala# berskala numerik $tekanan dara# diast!lik, dalam mm?g&.
>+
M!n)ana%$#$# Da'a
4nalisis data uji klinis #arus dilaksanakan dengan menggunakan uji statistik yang sesuai, yang suda# ditulis dalam usulan penelitian. Uji #ip!tesis yang akan digunakan #arus pula ditetapkan se2aktu merencanakan uji klinis.
?al%#al yang perlu dipikirkan untuk uji #ip!tesis adala# skala pengukuran, distribusi sampel, besar sampel, jumla# kel!mp!k, serta jumla# variabel.