HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Pengelolaan Retribusi Parkir
Pengelolaan atau yang sering disebut manajemen merupakan suatu proses, yang diartikan sebagai usaha yang sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan untuk mencapai tujuan. Prinsip-prinsip dalam penerapan retribusi harus diperhatikan agar retribusi dapat mencapai tujuannya untuk membiayai pelayanan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Empat prinsip umum yang digunakan sebagai indikator dalam pengenaan retribusi menurut Davey (1988) dalam Bambang.P yaitu sebagai berikut : kecukupan, keadian,
kemudahan administrasi dan kesepakatan politik yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan cara menggunakan manusia dan sumber-sumber lain.
Demikian pula pada pengelolaan retribusi parkir di Pantai Losari Kota makassar yang dikelola oleh Kecamatan Ujung Pandang Makassar yang senantiasa menerapkan fungsi-fungsi manajemen dalam pengelolaannya agar dalam pelaksanaannya senantiasa merujuk pada upaya pencapaian tujuannya.
Dalam pengelolaan retribusi parkir di Pantai Losari Makassar masih menemui beberapa kendala dalam pelaksanaan pemungutan retribusi parkir. Adapun hasil penelitian dan pembahasan mengenai Pengelolaan retribusi parkir yang dideskripsikan sebagai berikut :
a. Penilain Kecukupan
Pantai Losari Kota makasaar untuk saat ini termasuk tempat wisata yang sedang berkembang, hal ini terlihat dari pembangunan dan perkaikan terus berjalan serta penambahan ruas-ruas jalan untuk mempelancar transportasi sehingga pemanfaatan badan jalan digunakan pemerintah untuk memungut retribusi parkir, seperti yang terjadi di sepanjang jalan Pantai Losari, serta jalan-jalan protokol lainnya yang ada di Pantai Losari Kota makasaar.
“Menurut irwan sebagai badan pengelolah parkir pantai losari menyatakan pengelolaan retriusi parkir di patai losari mulai beroprasi sejak dikeluarkannya Perwil No. 80 Thn 2012, sebagai kewenangan pengelolah retribusi parkir di panlos telah berpindah tanga ke Kecamatan Ujung pandang dan mulai di tahun 2013 tp masih tahap sosialisasi nanti di tahun 2014 baru mulai beroprasi serta keugannya dikelolah”. (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Dalam penataan ruang parkir perlu nantinya diperhatikan beberapa hal sebagai tolok ukur kecukupan terhadap ruang parkir.
Kriteria-kriteria yang digunakan dalam penentuan kecukupan ruang parkir antara lain tempat, garasi parkir, peralatan parkir, volume parkir dan kebutuhan petak parkir.
1. Tempat parkir adalah tempat parkir diluar bidan jalan, yang disediakan oleh orang pribadi atau badan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor dan generasi kendaraan bermotor yang menurut bayaran.
2. Pembayaran adalah jumlah yang diterima atau seharusnya diterima sebagai imbalan atas penyerahan barang atau jasa pembayaran kepada penyelenggaraan tempat parkir.
3. Pengusaha parkir adalah orang pribadi atau badan hukum yang menyelenggarakan usaha parkir atau jenis lainnya pada gedung peralatan milik pemerintah/swasta orang pribadi atau badan yang dijadikan tempat parkir untuk dan atas namanya sendiri atau atas nama pihak lain yang menjadi tanggungannya.
4. Peralatan parkir adalah peralatan milik pemerintah, swasta, orang pribadi atau badan diluar badan jalan atau dikelola sebagai tempat parkir.
5. Garasi adalah bangunan atau ruang yang dipakai untuk menyimpan kendaraan bermotor yang dipungut bayaran.
Kecukupan lahan parkir merupakan hal yang sepele tetapi memiliki dampak cukup besar jika penataannya kurang diperhatikan.
Karena jika ruang parkir yang disediakan tidak mencukupi, maka parkir akan meluap di badan jalan sehingga akan mengganggu kelncaran arus transportasi.
“Menurut irwan sebagai badan pengelolah parkir pantai losari saat diwawancarai menyatakan Ya, di Pantai Losari perparkirannya sudah cukup luas dan bisa menampun kendaran roda dua sebnyak 200 bahkan lebih dan untuk kendaraan rodah 4 bisa menampung sebanyak 70 kendaraan bahkan lebih”. (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Kendaraan tidak mungkin bergerak terus menerus, pada saatnya harus berhenti sementara atau berhenti lama (parkir), yaitu keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. Fasilitas parkir harus tersedia ditempat tujuan apabila tidak tersedia maka ruang jalan akan menjadi tempat parkir. Perparkiran telah menimbulkan persoalan dibanyak kota besar karena keterbatasan ruang kota. Ketiadaan dan ketidak cukupan fasilitas parkir dikawasan tertentu dalam kota, menyebabkan jalan menjadi tempat parkir.
Hal ini sering terjadi di Pantai Losari karena salah satu tempat wisata yang paling banyak diminati oleh masyarakat Makassar dan tempat ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi peminatnya apalagi jika ada kegiatan dan event yang berlangsung akan menimbulkan macet berkepanjangan karena ruas jalan di sepanjang pantai losari dijadikan lahan perparkiran oleh pihak pihak yang tidak bertanggu jawab. Sesuai yang diungkapkan irwan sebagai berikut :
“Tidak memadai, jika ada kegiatan dan event yang berlangsung pasti tempat parkir yang kami sediakan full dikarenakan banyaknya pengunjung”. (hasil wawancara tanggal
…. Jauari 2016)
Berkaitan dengan hal tersebut ia menambahkan bahwa :
“Salah satu masalah yang kita hadapi saat ini adalah meluapnya pengunjung yang mengakibatkan ruas jalan dijadikan tempat parkir oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab untuk meraih keuntungan sendiri. Tapi tetap kita megawasi dan memberikan penegasan bagi mereka mereka yang menyalahgunakan persoalan ini”. (hasil wawancara tanggal
…. Jauari 2016)
Selain itu salah satu juru parkir mengatakan :
“Disini kita kewalahan mengurus perparkiran dikarenakan banyaknya kendaraan yang ingin memarkir kendaraanya disini, jadi jika sudah full maka kita tak lagi bisa memarkirkan kendaraanya”. (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Aktivitas suatu pusat kegiatan akan menimbulkan aktivitas parkir kendaraan. Hal ini akan menimbulkan masalah antara lain : 1. Permintaan parkir tidak dapat tertampung oleh fasilitas parkir yang tersedia sehingga meluap kebadan jalan. Luapan parkir di badan jalan akan mengakibatkan gangguan kelancaran arus lalu lintas. 2. Tidak tersedianya fasilitas parkir di luar badan jalan sehingga bangkitan parkir secara otomatis memanfaatkan badan jalan untuk parkir.
Dari hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa perparkiran berkaitan erat dengan kecukupan ruang , sedangkan sediaan ruang – terutama di pantai loasari sangat terbatas bergantung pada luas tempat. Bila ruang parkir dibutuhkan maka sediaan lahan merupakan masalah yang sulit, kecuali dengan mengubah sebagian peruntukannya.
Jumlah kendaraan yang bertambah setiap tahun- terutama jenis kendaraan pribadi- jelas menjadi penyebab utama meningkatnya kebutuhan akan ruang parkir. Kota-kota lama yang dibangun sebelum era kendaraan bermotor pasti mengalami kesulitan untuk menyediakan lahan parkir tanpa pengorbanan besar, apalagi di pusat kegiatan kota tepatnya di pantai losari. Setiap pelaku lalu lintas mempunyai kepentingan yang berbeda dan menginginkan fasilitas parkir sesuai dengan kepentingannya. Selain itu lokasi tempat parkir dengan tempat yang dituju harus berada dalam jarak yang dapat di jangkau dengan berjalan kaki, karena kebutuhan tempat parkir adalah fungsi dari kegiatan makin terhimpun kegiatan disuatu tempat seperti halnya di pusat kegiatan kota semakin besar pula kebutuhan akan tempat parkir. Perlu dilakukan pengendalian terhadap kendaraan yang parkir di jalan dengan berbagai macam cara agar tidak menimbulkan persoalan persoalan di kemudian hari.
Yang perlu dilakukan adalah mengelola perparkiran dengan sistem yang baik agar dampak negatif yang ditimbulkan dapat ditekan sampai batas minimal. Perparkiran dapat digunakan sebagai alat pengendali lalu lintas melalui kebijakan daerah bebas parkir dan atau pembatasan waktu parkir. Pada daerah babas parkir, sepanjang jalna tertentu diterapkan larangan parkir. Dengan kebijakan bebas parkir kapasitas lebar jalan dapat digunakan dengan optimal bagi gerak lalu lintas.
b. Penilaian keadilan
Prinsip keadilan disini adalah bahwa beban pengeluaran pemerintah haruslah dapat ditanggung oleh semua golongan dalam masyarakat sesuai dengan kekayaan dan kesanggupan masing-masing golongan. Konsep ini merupakan konsep keadilan sosial yang secara luas dianut oleh semua pemerintahan, namun prakteknya tidak selalu dilaksanakan. Berdasarkan Musgrave (1987:232) mengenai prinsip yang bertujuan untuk mencapai keadilan, maka terdapat dua pendekatan yang membedakannya, yaitu:
1. Prinsip Manfaat (benefit principle) yaitu suatu sistem pajak/retribusi dapat dikatakan adil bila kontribusi yang diberikan oleh setiap wajib pajak/retribusi, sesuai dengan manfaat yang didapatkannya dari jasa-jasa pemerintah.
2. Prinsip Kemampuan Membayar (ability-to-pay) yaitu berdasarkan pendekatan ini, perekonomian membutuhkan suatu jumlah penerimaan pajak/retribusi diminta membayar sesuai dengan kemampuannya.
“Berkaitan dengan yang dikatakan irwan sebagai badan pengelolah parkir pantai losari saat diwawancarai menyatakan Klo keadilan sebenarnya kan terkait dgn masalah kebijakan, dlm mengambil kebijakan harus berlaku adil, ini tetap bersinergi dgn PD parkir dlm artian kenijakam menjadi kebijakannya itu yg kita lakukan sehingga berlaku adil di msyrkat, seperti itu.
Kebijakan yg dlu yg diambil oleh PD parkir, itu juga yg kami gunakan dipengelolaan panlos selaku kita yg diberikan amanah oleh walikota, untuk bgmna berlaku adil, seperti itu, jd tdk pernah ada perubahan”. (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Berkaitan dengan hal tersebut ia menambahkan bahwa :
“Sebenarnya pemerintah dlm hal ini memang menginginkan selaku pengelola berlaku adil di msyrkat, semua apa yg menjadi ketentuan peraturannya , dimana roda 2 rp.1000,- trus roda 4 rp.2000,- per saru kali parkir, itu tentu harus berlaku adil, trus crue dipekerjakan orang" yg betul" setiap harinya mangkal di anjungan panlos harus berlaku adil, untuk mencapai seluruh warga kota mks kita berdayakan betul" untuk mendapatkan”, (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Agar pemungutan retribusi tidak menimbulkan hambatan atau perlawanan, maka retribusi harus memenuhi syarat sebagai berikut (Mardiasmo, 2002) :
a. Pemungutan retribusi harus adil (syarat keadilan) yaitu membuat adanya keadilan dalam hal pemungutan retribusi baik adil dalam perundang-undangan maupun dalam pelaksanaannya. Walaupun keadilan itu relatif, salah satu jalan yang harus ditempuh dalam mencapai keadilan adalah mengusahakan agar pemungutan retribusi harus diselenggarakan sedemikian rupa sehingga diperoleh tekanan yang sama atas seluruh masyarakat.
b. Pemungutan retribusi harus berdasarkan UU (syarat yuridis) yaitu hukum retribusi harus dapat memberi jaminan hukum untuk menyatakan keadilan yang tegas, baik untuk negara ataupun warganya. Disamping itu dalam menyusun Undang-Undang harus diusahakan untuk mencapai keadilan dalam pemungutan retribusi.
c. Pemungutan retribusi harus efisien (syarat finansial) yaitu Pemungutan retribusi hendaknya jangan memakan biaya
pemungutan yang besar dan pemungutan retribusi hendaknya mencegah inflasi. Untuk mencapai efisiensi, retribusi harus diterapkan dengan sistem retribusi yang sederhana sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk menghitungnya.
Dalam melihat sejauh mana keadilan retribusi parkir Pantai Loasari adalah pembahasan mengenai penetapan tarif yang menjadi dasar pengenaan retribusi. Ada beberapa hal yang dicermati terkait penetapan tarif antara lain sejauh mana tarif dipahami dan dimengerti oleh masyarakat, sejauh mana tarif yang ditetapkan terhadap kualitas layanan yang diberikan, keadilan dari pengenaan tarif, dan juga kaitan antara tarif yang diberikan terhadap lingkungan. Pengenaan tarif yang dilakukan oleh pemerintah kota makassar terhadap retribusi parkir Pantai Loasari dapat dikatakan sebagai tarif yang murah, pengenaan tarif yang murah tersebut ditujukan untuk sebagai pengadaan pelayanan oleh masyarakat, hal tersebut dinyatakan oleh salah satu Informan bapak irwan, sebagai berikut:
“Sebenarnya pemerintah dlm hal ini memang menginginkan selaku pengelola berlaku adil di msyrkat, semua apa yg menjadi ketentuan peraturannya , dimana roda 2 rp.1000,- trus roda 4 rp.2000,- per saru kali parkir, itu tentu harus berlaku adil, trus crue dipekerjakan orang" yg betul" setiap harinya mangkal di anjungan panlos harus berlaku adil, untuk mencapai seluruh warga kota mks kita berdayakan betul" untuk mendapatkan” (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Penetapan tarif parkir tempat wisata pantai losari bisa dibilang sebagai tariff yang paling murah, yaitu dengan tarif untuk roda dua sebesar Rp. 1000 dan Rp 2000 untuk kendaaan roda empat. Hal tersebut
memang ditujukan untuk memberikan pelayanan parkir dengan tarif yang murah, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat memarkirkan kendaraanya di Panai losari. Senada dengan hal tersebut salah satu Informan irwan juga menjelaskan sebagai berikut:
“…tujuan kami adalah memberikan kemudahan untuk berlaku adil bukan mencari untung yang sebesar-besarnya, hal tersebut kan menunjukan masih pedulinya pemerintah dalam memberikan keadilan bagi masyarakat bawah untuk bisa ikut menikmati tempat Wisata Pantai Loasai di kota makassar.” (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Selanjutnya mengenai tarif murah yang diberlakukan terhadap retribusi Parkir pantai losari juga dibahas oleh salah satu Informan M.
kemal mengatakan:
“Tarif parkir yang berlaku di pantai loasari itu sendiri bisa dibilang murah atau kecil karena semua golongan bisa membayarnya. Dan pengelolah pun tidak membatisi parkir kendaraan dengan durasi waktu hanya membayar satu kali parkir saja:. (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Dalam berlaku adil dalam pengenaan tarif yang rendah memang suatu hal yang baik, namun dilain pihak ada hal lain yang perlu diperhatikan yaitu mengenai kualitas layanan yang diberikan oleh pengelola serta tukang parkir sebagai pelaksana lapangan. Salah satu persoalan yang dihadapi pengguna parkir di lahan parkir pantai loasari adalah terjadinya kenaikan harga tariff parkir yang tidak sesuai ketentuan yang beraku. Senada dengan hal tersebut, bapak andika mengatakan:
:adil karena tariff tersebut masih tergolong murah hanya saja ada kecurangan karena tidak sesuai dengan ketntuan yang berlaku:. (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Selanjutnya dijelakan lebih lanjut oleh ibu hasna yang mengatakan.
“Sebenarnya tariff parkir yang tidak sesuai dengan karcis parkir itu tidak jadi masalah buat kami karena kami menitipkan kendaraan kita disini guna untuk dijaga dan kami memberikan tariff parkir tersubut semata mata hanya ucapan terimah kasi hanya saja ada beberapa oarng atau tukang parkir yang menaikkkan tariff parkirnya dengan taarif yang agak mahal, perah saya membayar parkir disini dengan Rp. 4000 dan saya kaget mendegarnya” (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Senada dengan hal tersebut saudara bapak andika mengatakan:
“jelas tidak siapa yang mau tanggung kalau kita keluarkan karcis sedangkan dia cuma bayar 1.000 rupiah sedangkan dikarcis harganya itu 2.000” lanjutnya(hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Senada dengan hal tersebut saudara rahmat mengatakan:
“adil karena kami mengerti sebgai pengguna lahan parkir disini harus membayar kewajiban kerena sudah memarkirkan kendaraan disini, Cuma kekuragnnya tukang parkirnya tidak berkata jujur kalau perparkiran untuk pantai losari hanya 1000 untuk satu kali parki, kita nda keberatan jika di naikkan 1000 atau 2000 bahkan 3000 karena kami ingin kendaraan kita di jaga selama parkir disini” (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Masalah tersebut bukanlah hal yang bisa dianggap sepele karena selain menyangkut keadilan bagi masayarakat penguna lahan parkir Pantai Loasari. Tarif retribusi parkir Pantai Loasari yang murah memiliki keunggulan dimana tarif tersebut diterima secara luas oleh masyarakat dan juga memenuhi keadilan bagi seluruh lapisan, namun
dilain pihak juga memiliki kendalanya, selain tadanya kenaikan tak terduga oleng oaring orang yang tak bertanggu jawab juga tidak dapat memberikan pelayanan yang optimal, maka dari itu dibutuhkan tarif yang ideal untuk retribusi parkir Pantai Loasari agar dan bertanngung jawab.
c. Penilaian Kemudahaan Administrasi
Suatu sumber penerimaan haruslah didukung oleh admisitrasi yang memadai yang akan memberikan kemudahan-kemudahan di dalam melakukan pengawasan dan pelayanan pungutan. Kemampuan admisitrasi mengandung pengertian bahwa waktu yang diberikan dan biaya yang dikeluarkan dalam menetapkan dan memungut retribusi sebanding dengan hasil yang mampu dicapai. Secara teoritis, retribusi relatif sederhana dan mudah untuk dipungut dengan biaya relatif rendah. Kemudahan dalam pungutan retribusi disebabkan oleh tingkat konsumsi yang mudah diukur, sehingga pemakai hanya membayar apa yang telah dikonsumsi.
1. Melakukan Pengawasan
Fungsi manajemen yang ke empat yaitu pengawasan (controlling). Fungsi tersebut menyangkut semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak manajer atau pemimpin dalam upayanya memastikan bahwa hasil actual sesuai dengan hasil yang direncanakan. Pengawasan dimaksudkan disini yaitu proses pemantauan yang dilakukan oleh tim perparkiran. Pengawasan dalam pelaksanaan pemungutan retribusi merupakan hal yang sangat urgen.
Tak dapat dipungkiri bahwa pengawasan memegang peranan penting sebagai upaya dalam meminimalisir ketimpangan-ketimpangan dalam pemungutan retribusi. Pengawasan merupakan proses pemantauan yang dilakukan sebagai langkah untuk mengetahui apakah kegiatan pelaksanaan di lapangan sudah sesuai dengan ketentuan. Dengan pengawasan yang baik maka ketimpangan-ketimpangan yang dapat mengurangi keberhasilan pemungutan retribusi parkir bisa diminimalisir.
Demikian halnya dalam pemungutan retribusi parkir di Pantai Loasari Kota Makassar yang dilakukan untuk menghindari, menekan seminimal mungkin terjadinya penyimpangan-penyimpangan serta kesalahan lainnya yang mungkin saja terjadi. Sebab dalam pengelolaan retribusi parkir di Pantai Loasari kota makassar tanpa dilakukan pengawasan, maka akan mengalami kesulitan dalam mengukur tingkat keberhasilan yang dilaksanakan oleh para petugas yang melaksanakan pemungutan retribusi parkir di Kota Makassar.
Dengan pengawasan yang baik maka kecendrungan akan timbulnya kesalahan yang kurang mendukung keberhasilan dalam pemungutan retribusi parkir dapat ditekan seminimal mungkin.
Pengawasan dalam hal ini dilakukan oleh pengelolah retribusi parkir Pantai Losari Kecamatan Ujung Pandang yang langsung mengadakan peninjauan dan pemeriksaan atas pelaksanaan kegiatan di lapangan yang berhubungan dengan pemungutan retribusi parkir dan
peninjauan letak parkir yang sesuai dengan aturan dan tidak melewati batas. Seperti yang dijelaskan oleh bapak M. kemal selaku kordinator lapangang mengatakan bahwa :
“Setiap 3 kali dalam seminggu saya turun kelapangan untuk mengecek kolektor, apakah sudah melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur serta memastikan bahwa semua pungutan retribusi parkir sudah disetor kepada para kolektor yang bertugas”. (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Selain itu mustari mustafa selaku kordinator lapangang menambahkan bahwa :
“Pengawasan yang dilakukan tidak hanya mengenai pungutan retribusi tetapi juga mengenai letak parkir yang tidak melewati batas yang telah ditentukan, sehingga tidak menghambat jalannya kendaraan di jalan raya dan juga dilakukan pengecekan terhadap benda berharga (karcis) setiap selesai memungut retribusi parkir, hal ini dilakukan agar bisa mengetahui kolektor mana yang melakukan kelalaian bisa dilihat dari jumlah setoran pungutan retribusi.
(hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Hasil wawancara diatas dibenarkan oleh juru parkir bapak daeng illang yang mengjelakan bahwa :
“Pihak pengelolah melakukan pengecekan setiap 3 kali dalam seminggu untuk memastikan bahwa kami memberikan setoran pungutan retribusi parkir kepada para kolektor dan dipotong sesuai dengan yang telah ditentukan. Mereka juga mengecek keadaan titik parkir yang sesuai dengan ketentuan dan tidak melanggar atau memperlebar titik parkir sehingga tidak menghambat lalu lintas serta karcis yang telah diberikan sebelumnya”. (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Dari hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa kordinator lapangan sebagai penanggung jawab pengawasan
penagihan retribusi parkir setiap 3 kali dalam seminggu turun ke lapangan mengawasi para personilnya dalam melaksanakan pemungutan retribusi parkir untuk menghindari terjadinya penyimpangan, penyelewengan, hambatan, kesalahan dan sebagainya yang dapat menghambat pencapaian penerimaan retribusi parkir di Pantai Losari Kota Makassar. Selain itu kordinator lapangan juga melakukan pengawasan terhadap letak titik parkir yang tidak melampui batas dan jika melampui batas dapat menggangu kelancaran lalu lintas disekitarnya.
Adapun bentuk sanksi yang diberikan kepada para kolektor yang lalai dalam melaksanakan tugasnya serta para juru parkir yang melewati titik batas parkir sesuai dengan penjelasan M. kemal selaku kordinator lapangan bahwa :
“Untuk para kolektor yang melakukan kesalahan kecil kami hanya memberikan pengarahan agar kolektor tersebut tidak mengulangi kesalahannya dan lebih bertanggungjawab pada tugas yang diberikan, namun kami tidak segan-segan memberikan sanksi yang tegas pada kolektor yang selalu mengulangi kelalaiannya”. (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Selain itu mustari Mustafa menambahkan bahwa :
“kami mempunyai aturan bagi mereka yang melanngar titik parkir yang telah ditentukan, bagi juru parkir yang melanggar maka akan dikenakan sanksi untuk tidak melakukan parkir selama tiga hari dan diberikan pengarahan yang lebih jelas agar tidak mengulangi kesalahannya”. (hasil wawancara tanggal ….
Jauari 2016)
Dari hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa sanksi yang tegas akan diberikan kepada para kolektor yang melakukan kelalaian dalam memungut retribusi dan juga sanksi yang diberikan kepada juru parkir yang telah melakukan kesalahan dalam hal titik kawasan parkir yang sesuai dengan yang telah ditentukan di lahan parkir Pantai Losari.
Pengawasan juga dilakukan untuk tempat-tempat atau dipinggir jalan Pantai losari namun dijadikan sebagai tempat untuk meraub keuntungan bagi juru parkir liar yang menggunakan kesempatan tersebut untuk memungut retribusi. Sesuai yang diungkapkan mustari Mustafa sebagai berikut :
“Banyak juru parkir yang tidak mendapat legalitas dari kami tetapi memungut retribusi parkir, padahal juru parkir yang resmi terdaftar adalah mereka yang mendapatkan baju seragam dan mendapatkan karcis serta tanda pengenal.
(hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Berkaitan dengan hal tersebut M. kemal menambahkan bahwa :
“Pihak kami bersama instansi terkait melakukan patroli untuk menertibkan juru parkir liar dan melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat yang tidak seharusnya dijadikan tempat parkir tetapi dijadikan lahan parkir dan tidak terdaftar, bukan hanya melakukan patroli tetapi penertiban data petugas juru parkir salah satu cara untuk meminimalisasi petugas parkir liar”. (hasil wawancara tanggal …. Jauari 2016)
Dari wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa para juru parkir liar bisa mengambil tarif parkir dengan leluasa, meskipun telah dilakukan patroli tetapi masih banyak para juru parkir yang bandel dan
tetap melancarkan aksinya. Dan dalam hal ini masyarakat sebagai pihak yang dirugikan bersikap autis dan menerima hal itu. Penertiban
tetap melancarkan aksinya. Dan dalam hal ini masyarakat sebagai pihak yang dirugikan bersikap autis dan menerima hal itu. Penertiban