Apa yang dapat kamu simpulkan dari pembelajaran hari ini ?
Apa yang menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran hari ini?
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?
42 Kegiatan Belajar 2
Tata surya adalah sistem interaksi benda-benda langit yang terdiri atas Matahari sebagai pusatnya dengan benda-benda angkasa lain (planet, planet kerdil, Satelit, dan benda-benda kecil atat surya lainnya) yang mengelilingi Matahari
Pada kegiatan belajar 2 ini, siswa mampu menyelidiki anggota benda langit dalam sistem tata surya berdasarkan karakteristik yang dimilikinya. Alokasi waktu kegiatan ini 6 JP
Definisi :
A. Teori Pembentukan Tata Surya
Tata Surya memiliki awal mula pembentukannya, karena hal tersebut tidak dapat diamati atau diuji lewat eksperimen, para ilmuwan mengemukakan teori mengenai pembentukan tata surya.
Mari kita simak.
1. Teori Pasang Surut Gas
Teori pasang surut gas pertama kali dikenalkan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys tahun 1918. Menurut mereka, sebuah bintang besar mendekati Matahari dalam jarak dekat dan menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh Matahari yang saat itu masih berupa gas.
Saat bintang tersebut mendekat, akan terbentuk gelombang raksasa pada tubuh Matahari yang
disebabkan oleh gaya tarik bintang. Gelombang yang membentuk lidah pijar akan mengalami perapatan gas hingga terpecah menjadi planet-planet
2. Teori Ledakan Besar
Teori ini menyebutkan bahwa Bumi terbentuk selama puluhan miliar tahun. Mulanya, terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut menyebabkan bagian-bagian kecil dan ringan dari kabut terlempar ke luar dan berkumpul membentuk cakram raksasa. Di satuwaktu, gumpalan kabut
raksasa itu meledak membentuk galaksi dan nebula-nebula.Selama kurang-lebih 4,6 miliar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk Galaksi Bima Sakti yang di dalamnya terdapat Tata Surya.
43 3. Teori Kabut Nebula
Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta terdapat gas yang berkumpul menjadi kabut nebula. Gaya tarik-
menarik antargas membentuk kumpulan kabut yang
sangat besar dan berputar semakin cepat. Proses perputaran ini mengakibatkan materi kabut di bagian khatulistiwa terlempar dan berpisah, kemudian memadat karena pendinginan.
B. Anggota Tata Surya 1. Matahari
Matahari merupakan pusat tata surya dimana anggota tata surya mengelilingi dan membentuk suatu keteraturan di dalamnya. Anggota-anggota tata surya bergerak mengelilingi dalam masing-masing lintasan (orbit) yang teratur. Planet-planet mengelilingi matahari dengan orbit berbentuk elips.
Matahari memiliki 9 bagian, yaitu sebagai berikut:
2. Pengelompokkan Planet
Matahari dikelilingi oleh 8 buah planet diantaranya yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Kedelapan planet tersebut dikelompokan berdasarkan posisi terhadap bumi, berdasarkan pembatas asteroid dan ukuran dan komposisi
44 penyusunnya.
3. Satelit
Satelit merupakan benda angkasa pengiring benda langit (planet, planet kerdil, dan benda- benda kecil tata surya) dalam mengelilingi Matahari.
45 4. Benda-benda kecil tata surya
a. Asteroid dan Meteorid
Ketika gas dan debu bergabung dengan matahari maka beberapa material akan bergabung dan menjadi batuan terestrial dan menjadi planet gas yang turut mengelilingi matahari. Debu yang lebih kecil lagi dan tidak mampu menjadi planet akan menjadi asteroid.
Terkadang saat sedang melakukan orbit, asteroid satu dan yang lainnya bisa saja saling bertabrakan dan mengakibatkan beberapa bagiannya pecah. Pecahan tersebutlah yang selanjutnya kita kenal dengan meteoroid.
Peristiwa meteorid yang terpengaruh gravitasi bumi disebut meteor yang kemudian memasuki atmosfer bumi biasa disebut bintang jatuh, sisa meteorid yang sampai ke bumi disebut meteorit.
b. Komet
Komet atau biasa disebut bintang berekor merupakan anggota sistem tata surya kita yang mempunyai lintasan sangat lonjong. Bagian komet terdiri dari kepala yang merupakan bagian padat dan ekor komet yang berupa gas yang selalu menjauhi Matahari dan berubah-ubah ukurannya.
c. Awan Oort
Awan Oort yang berada sangat jauh di tepi luar Tata Surya tersebut paling dikenal sebagai waduk komet. Benda-benda dingin yang ada di awan oort ketika melintasi di dekat orbit Bumi mereka akan tampak sebagai komet yang sangat indah di langit dengan ekor kometnya.
46
Mari Diskusi! (Berkelompok)
Kelompokanlah delapan planet pada tabel di bawah ini dengan memberi tanda silang (V) pada jawaban yang benar.
Pengelompokkan planet yang mengelilingi Matahari
No Nama
planet
Berdasarkan posisinya terhadap
Bumi
Berdasarkan pembatas sabuk
Asteroid
Berdasarkan ukuran dan komposisi
penyusunnya Planet
Inferior
Planet Superior
Planet Dalam
Planet Luar
Planet Terestrial
Planet Jovian
1 Merkurius V - V - V -
2 Venus 3 Bumi 4 Mars 5 Jupiter 6 Saturnus 7 Uranus 8 Neptunus
47
Ayoo berlatih! (Individual)
Salinlah tabel berikut pada kertas HVS/ Folio. Carilah gambar planet kemudian tempel pada kolom yang tersedia. Lengkapi dengan karakteristik masing-masing planet!
No Nama dan Gambar Planet Karakteristik
1 Merkurius Planet ini mempunyai ukuran kecil dengan massa 3,3 x 1023 kg dan diameter sekitar 4.879 km serta hampir tidak mempunyai atmosfer, sehingga angkasanya terlihat gelap. Jaraknya dari Matahari sekitar 58 juta km. Karena tidak mempunyai atmosfersuhu di Merkurius sangat ekstrim, pada siang hari suhunya 4270C dan pada malam hari suhunya mencapai −1840C.
Merkurius bergerak mengelilingi Matahari dengan cepat, sehingga hanya memerlukan 58 hari untuk satu kali orbit. Merkurius sering disebut bintang fajar karena terkadang terbit dan terlihat di pagi.
2 Venus
3 Bumi
4 Mars
5 Jupiter
6 Saturnus
48 7 Uranus
8 Neptunus
Kesimpulan
Apa yang dapat kamu simpulkan dari pembelajaran hari ini ?
Apa yang menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran hari ini?
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?
49 Kegiatan Belajar 3
A. Jenis-jenisMitigasiBencana
Mitigasi dibagi menjadi dua macam,yaitu mitigasi structural dan mitigasi nonstruktural.
a) Bencanastruktural
Mitigasi struktural merupakan upaya untuk meminimalkan bencana yang dilakukanmelalui pembangunan berbagai prasarana fisik dan menggunakan pendekatan teknologi,seperti pembuatan kanal khusus untuk pencegahan banjir,alat pendeteksi aktivitas gunung berapi,bangunan yang bersifat tahangempa, ataupun Early Warning System yang digunakan untuk memprediksi terjadinya gelombang tsunami.
b) BencanaNon-strukural
Mitigasi non struktural adalah upaya mengurangi dampak bencana selain dari upaya tersebut diatas. Bisa dalam lingkup upaya pembuatan kebijakan seperti pembuatan suatu peraturan.Undang-Undang Penanggulangan Bencana (UU PB) adalah upaya non- struktural di bidang kebijakan dari mitigasi ini. Contoh lainnya adalah pembuatan tata ruang kota, capacity building masyarakat, bahkan sampai menghidupkan berbagai aktivitas lain yang berguna bagi penguatan kapasitas masyarakat, juga bagian dari mitigasi ini. Ini semua dilakukan untuk, oleh dan di masyarakat yang hidup di sekitar daerah rawan bencana.
B. Tujuan Dan Metode Mitigasi Bencana
Tujuan dari strategi mitigasi adalah untuk mengurangi kerugian-kerugian pada saat terjadinya bahaya di masa mendatang.Tujuan utama adalah untuk mengurangi resiko kematian dan cedera terhadap penduduk.Tujuan-tujuan sekunder mencakup pengurangan kerusakan dan kerugian-kerugian ekonomi yang ditimbulkan terhadap infrastruktur sector publik dan mengurangi kerugian- kerugian ekonomi yang ditimbulkan terhadap infrastruktur sector publik dan mengurangi kerugian-kerugian sector swasta sejauh hal-hal itu mungkin mempengaruhii masyarakat secara keseluruhan.Tujuan-tujuan ini mungkin mencakup dorongan bagi orang-orang untuk melindungi diri mereka sejauh mungkin.
Tujuanutama(ultimategoal) dariMitigasiBencanaadalahsebagaiberikut:
a) Mengurangiresiko/dampakyangditimbulkanolehbencanakhususnyabagipendud uk,seperti korban jiwa (kematian), kerugian ekonomi (economy costs) dan
50 kerusakansumberdayaalam.
b) Sebagailandasan(pedoman)untukperencanaanpembangunan.
c) Meningkatkan pengetahuan masyarakat ( public awareness) dalam menghadapi sertamengurangi dampak/resiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerjadenganaman.
PertimbangandalamMenyusunProgramMitigasi(khususnyadiIndonesia) 1) Mitigasi bencana harus diintegrasikan dengan proses pembangunan
2) Fokus bukan hanya dalam mitigasi bencana tapi juga pendidikan, pangan, tenaga kerja, perumahan dan kebutuhan dasar lainnya.
3) Sinkron terhadap kondisi sosial, budaya serta ekonomi setempat.
4) Dalam sektor informal, ditekankan bagaimana meningkatkan kapasitas masyarakat untuk membuat keputusan, menolong diri sendiri dan membangun sendiri.
5) Menggunakan sumber daya dan daya lokal (sesuai prinsip desentralisasi).
6) Mempelajari pengembangan konstruksi rumah yang aman bagi golongan masyarakat kurang mampu, dan pilihan subsidi biaya tambahan membangun rumah.
7) Mempelajari teknik merombak (pola dan struktur) pemukiman.
8) Mempelajari tata guna lahan untuk melindungi masyarakat yang tinggal di daerah yang rentan bencana dan kerugian, baik secara sosial, ekonomi, maupun implikasi politik.
9) Mudah dimengerti dan diikuti oleh masyarakat.
Langkah langkah yang harus dilakukan bila terjadi suatu bencana adalah:
a. Respon (tanggap darurat) b. Bantuan darurat
c. Pemulihan d. Rehabilitasi.
e. Rekonstruks.
Diskusikan pertanyaan dengan kelompokmu masing-masing dan jawablah pertanyaan berikut dengan benar.
51
1) Bedakan antara mitigasi bencana dengan penanggulangan bencana
2) Mengapa Indonesia biasa menjadi daerah yang rawan terjadi bencana alam 3) Jenis dan karakteristik bencana alam
Jenis Bencana Alam Gambar Upaya Mitigasi Lokasi yang pernah dilanda 1. ………..
Penyebab terjadinya
………
………
………
………
2. ………..
Penyebab terjadinya
………
………
………
………
3. ………..
Penyebab terjadinya
………
………
………
………
4. ………..
Penyebab terjadinya
………
………
52
………
………
5. ………..
Penyebab terjadinya
………
………
………
………
6. ………..
Penyebab terjadinya
………
………
………
………
7. ………..
Penyebab terjadinya
………
………
………
………
53