• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Terselenggaranya sistem pengendalian intern yang handal dan efektif menjadi tanggung jawab pengurus dan pejabat eksekutif bank yang didukung dari hasil penelitian dari Murtanto (2015) salah satu komponen yang terpenting dalam ruang lingkup sistem pengendalian pada penyaluran kredit pada bank dan merupakan fondasi pada komponen yang terpenting adalah Lingkungan Pengendalian. Maka dari itu Bank BRI Unit Pekkabata Pinrang menerapkan sistem pengendalian intern sehingga perkembangan sistem pengendalian interen atas penyaluran KUPEDES pada tahun 2015 ke tahun 2016 itu mengalami kenaikan sekitar 10,51%, sedangkan untuk kredit tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 10,23% dari kredit tahun 2016, kemudian tahun 2018 juga mengalami kenaikan penyaluran sebesar 6,94% dari tahun 2017. Hal ini disebabkan oleh karena permintaan nasabah akan kredit dalam menambah usaha pada PT. BRI (persero), Tbk Unit Pekkabata Pinrang semakin meningkat. Hasil penelitian penulis, keuntungan di bank telah meningkat baik jumlah uang muka yang dibagikan maupun jumlah orang yang mengalami hal yang sama, karena orang-orang memanfaatkan kredit yang telah mereka ambil, mereka benar-benar merasakan efek dari bantuan tersebut.

Selain itu tidak terlepas dari Lingkungan Pengendalian itu sendiri, penulis menemukan hal yang telah dilaksanakan oleh pihak bank terkait sistem pengendalian intern yang berhubungan dengan integritas dan nilai etika dalam pengawasan pemberian kredit diterapkan secara efisien.

Untuk menghindari terjadinya kemungkinan risiko kredit bermasalah, sebelum menyetujui putusan kredit kepada debitur, kepala Unit mendisposisikan seorang mantri untuk melakukan analisis serta menilai segala jenis kredit yang akan disalurkan ke nasabah, sehingga dapat meminimalisir kredit macet seperti pada tahun 2016 pendapatan operasional mengalami penurunan sebesar Rp.

229.431.000,-atau 7,45 %. Penurunan ini karena bank mengeluarkan biaya operasional yang tinggi, misalnya biaya pelatihan pekerja, Penggantian Sumber Daya Kerugian atau pengiriman uang untuk tunjangan KUPEDES, biaya kemajuan KUPEDES untuk memperkenalkan masyarakat pada umumnya dan biaya pemeliharaan dan perbaikan untuk persediaan kantor seperti komputer, sehingga mempengaruhi laba. Alasan lainnya adalah adanya KUPEDES yang berisiko, misalnya kredit macet untuk pembayaran angsuran KUPEDES. Salah satu penyebab kredit macet yang berasal dari pihak bank yang sebenarnya adalah tidak adanya pengelolaan (pengawasan) yang dilakukan oleh bank kepada debitur sehingga ada angsuran KUPEDES yang tertinggal secara finansial di tahun 2018.

Terjadinya kredit macet atau penangguhan angsuran porsi KUPEDES tahun ini disebabkan oleh faktor klien, khususnya usaha orang yang berutang mengalami penurunan sehingga pembayarannya tidak ideal dan hal ini membuat pemegang utang tidak mampu membayar porsi KUPEDES. Selain itu, dari para pemegang utang KUPEDES di bidang pertanian, terjadi pula kemajuan yang mengerikan.

Hal ini dikarenakan kekecewaan hasil yang ditimbulkan oleh peternak karena hama dan banjir sehingga hasil panen tidak maksimal dan mempengaruhi angsuran KUPEDES, Oleh karena itu mantri yang bertugas untuk melakukan

pengawasan terhadap debitur yang mendapat pinjaman akan melakukan pengawasan secara berkala untuk mengetahui kondisi usaha debitur. Setelah melakukan pengawasan terhadap debitur, mantri kemudian membuat laporan untuk diserahkan kepada kepala Unit. Selain pengawasan, mantri juga melakukan penagihan atas tunggakan yang dimiliki debitur. BRI Unit Pekkabata juga memberikan pelanggaran bagi karyawan yang membuat kesalahan dalam bekerja. Hal ini dilakukan sebagai bagian pengawasan yang efektif untuk menilai kinerja karyawan.

Eksekusi kerangka data dan korespondensi di BRI khususnya Unit Pekkabata dikenal dengan istilah BRITNETS yang dilengkapi dengan Client Id dan Secret word sebagai komponen pelaksanaan pengamanan dan pengamanan framework PC. Tabungan dengan administrasi terbesar dan tersebar di seluruh Indonesia, tak henti-hentinya berupaya meningkatkan pelayanan kepada nasabah, baik administrasi barang, organisasi, perusahaan korespondensi, SDM, produk e-channel dan perbankan serbaguna.

Organisasi unit kerja yang mengontak daerah hingga pelosok negeri, menumbuhkan brand image BRI yang positif di mata masyarakat luas.

Bank BRI Unit Pekkabata Pinrang secara internal mengomunikasikan informasi, termasuk tujuan dan tanggung jawab untuk pengendalian internal dalam rangka mendukung fungsi pengendalian internal dan berkomunikasi dengan pihak eksternal mengenai hal-hal yang mempengaruhi fungsi pengendalian internal, jika debitur telah paham dengan informasi penyaluran KUPEDES yang akan mengambil kredit akan menyetorkan dokumen - dokumen persyaratan persyaratan permohonan kredit kemudian mantri akan menyimpan dokumen - dokumen persyaratan permohonan kredit dalam lemari

penyimpanan sebagai langkah pengendalian fisik terhadap aset maupun operasional yang dimiliki. Penerapan sistem informasi dan komunikasi yang baik dan merata akan menunjang perolehan laba operasional meningkat dan jumlah anggota semakin hari semakin bertambah.

Bank BRI Unit Pekkabata Pinrang memilih, mengembangkan, dan melakukan evaluasi yang berkelanjutan dan atau terpisah untuk memastikan apakah komponen pengendalian internal ada dan berfungsi dengan baik.

Pengendalian aktivitas pengawasan membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan berkenaan dengan risiko telah diambil untuk pencapaian identitas suatu perusahaan. Pada tahun 2017 laba operasional meningkat karena pembayaran angsuran KUPEDES oleh nasabah sudah mulai berjalan dengan lancar karena bank sekarang dalam memberikan kredit berdasarkan asas kehati-hatian khususnya dari segi analisis kredit terhadap debitur dan juga mulai meningkatkan pengawasan terhadap debitur yang melakukan penunggakan pembayaran KUPEDES sehingga pendapatan dari bunga kredit semakin besar dan laba semakin besar pula selain itu orang yang bertugas dalam pengawasan intern atas penyaluran KUPEDES mengevaluasi dan mengomunikasikan kelemahan pengendalian internal pada waktu yang tepat kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk mengambil tindakan perbaikan, termasuk manajemen senior dan dewan direksi pada Bank BRI Unit Pekkabata.

Tahun 2015 mengalami kredit macet salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengawasan (Monitoring) yang dilakukan oleh pihak Bank selaku penanggung jawab atas penyaluran KUPEDES kepada debitur sehingga terjadi penunggakan pembayaran KUPEDES yang menyebabkan

perolehan laba tidak maksimal yang didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Maulana Yusuf (2011) tentang “Pengaruh Sistem Pengendalian Intern berpengaruh terhadap profitabilitas pada Pt. Kemilaumas Karya Abadi Bandung”, sistem pengendalian intern mempunyai hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas perusahaan, besarnya kontribusi sebesar 52,70 % dan sisanya sebesar 47,30% berpengaruh terhadap faktor lain seperti tata kelola perusahaan yang kurang optimal, efisiensi dalam biaya, dll. Sedangkan tahun 2017 mengalami perolehan laba yang sangat besar sekitar 10,50 %, Peningkatan ini disebabkan karena bank mulai mengelola dan mengendalikan biaya operasional yang disebabkan oleh pengurangan angsuran tambahan kepada karyawan. Apalagi angsuran target KUPEDES oleh nasabah sudah mulai berjalan sesuai rencana dengan alasan bank saat ini memberikan kredit tergantung pada aturan kehati-hatian, terutama pemeriksaan kredit kepada nasabah yang berutang dan juga mulai meningkatkan pengawasan terhadap debitur yang melakukan penunggakan pembayaran KUPEDES sehingga pendapatan dari bunga kredit semakin besar dan laba semakin besar pula. Dengan ini monitoring perlu diperhatikan karena sangat berpengaruh atas kredit macet dan peningkatan pendapatan laba operasional, yang dibenarkan dari hasil penelitian Muh Yunus Kasim (2017) tentang “ Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terhadap Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Sigi“ yang menjelaskan bahwa Pengaruh lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan pengendalian intern terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah pemerintahan Sigi. Berdasarkan analisis

terhadap pengaruh lingkungan pengendalian, penilain risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan pengendalian intern diperoleh hasil bahwa sama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah kabupaten Sigi.

68

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan

Dalam penyaluran KUPEDES pada Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Unit Pekkabata Pinrang telah berjalan dengan efektif, ini ditandai dengan meningkatnya pemberian KUPEDES setiap tahunnya. Setiap pembayaran kredit berjalan dengan lancar karena pihak bank sangat memberlakukan standar prosedur pemberian kredit pada calon debitur serta memberikan pelatihan terhadap debitur untuk kelancaran usahanya, sehingga pelunasan kredit berjalan dengan lancar namun tidak mengingkari kredit macet pernah terjadi, salah satu penyebabnya ialah kurangnya pengawasan (Monitoring) terhadap debitur.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut diatas, maka penulis menyarankan kepada PT.

Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Unit Pekkabata Pinrang agar:

1. Meningkatkan penerapan kehati-hatian yang telah ditetapkan pada prosedur pemberian kredit. Dari prosedur permohonan kredit sampai dengan prosedur penyelamatan kredit bermasalah. Tindakan ini merupakan salah satu upaya bank untuk mengurangi risiko kredit macet.

2. Sebaiknya BRI juga meningkatkan analisis terhadap prospek usaha nasabah, karena usaha nasabah merupakan sumber pemasukan bagi nasabah untuk dapat melunasi kredit berikut bunganya. Pihak BRI seharusnya melakukan pembinaan kepada nasabah yang mulai menunggak dalam pembayaran kredit, ini dikarenakan untuk mengantisipasi agar kredit tersebut tidak

69

mengalami kemacetan.

3. Memberikan izin kepada peneliti selanjutnya dengan penelitian yang sama tetapi dengan kajian dan objek yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Sentoso Sembiring, 2010. Sistim Informasi Akuntansi, Andy, Yogyakarta.

Ashar Susanto, 2013. Sistem Informasi Akutansi, lingga Jaya, jakarta

Sentoso Sembiring, 2014. Sistem Akuntansi Sektor Publik, Salemba Empat, Jakarta.

Mucdarsyah Sinungan, 2010. Pengantar Manajemen Perkreditan. Bandung:

alfabeta.

Marshall, Paun Jhon. 2014. Kredit Mikro. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Thamrin, 2012. Dasar - Dasar Perbankan. Bumi Aksara. Jakarta.

Wiratna, 2015. Akuntansi Dasar' dan 2.Edisi Pertama. Grasindo, Jakarta.

Ikatan Akuntansi Indonesia, 2011. PSAK ( Pernyataan Akuntansi Keuangan ), Salemba Empat, Jakarta, Edisi ke Delapan, Yogyakarta : BPFE.

Ikatan Akuntansi Indonesia, 2012.Standar Akuntansi keuangan per -1 Juni 2012, Salemba Empat, Jakarta.

Maulana Yusuf, 2011, Manajemen Keuangan Perusahaan Teori & Praktik, Erlangga, Jakarta.

Andika Aniadharman, 2015. Akuntansi Bank Teori dan Aplikasi dalam Rupiahh. Edisi Pertama. Penerbit Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Kasmir, 2013. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.Edisi Revisi. Cetakan ke Enam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sri Rokhiliansari, 2016. Intermediate Accounting-IFRS, Volume 1. John Wiley &

Sons, Inc.

Novi Pupitasari, 2016. Manajemen Perkreditan. Bagi Bank Komersil.Yogyakarta:

BPFE - Yogyakarta.

Mulyadi. 2013. Auditing. Jilid 1, Cetakan ke Tujuh. Salemba Empat, Jakarta.

Mulyadi. 2010. Sistem Akuntansi. Cetakan Kelima. Salemba Empat, Jakarta.

Muh Yunus Kasim, 1999. Bank Auditing Petunjuk Pemeriksaan Intern Bank Djambatan. Jakarta.

Referensi Online: www. Ilmu - ekonomi.Com/2011/09 karakteristik system Pengawasan Internal.Diakses 31 Januari 2014.

Reni Yendrawati, S.R. 2010.Akuntansi Suatu Pengantar, Edisi Kelima. Salemba Empat, Jakarta.

Muhammad Sajjaj, Sudirman. 2005, Pengantar Manajemen, Kencana, Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan UndangUndang NO.7 tahun 1992. Tentang Perbankan.

Nur Farqoni Sani, 2016 Manaj Stratejik.Bumi Aksara. Jakarta

Harianto, Sabijono. 2017. Bank Auditing Petunjuk Pemeriksaan Intern Bank Djambatan. Jakarta.

Referensi Online: www. Ilmu - ekonomi.Com/2011/09 karakteristik system Pengawasan Internal.Diakses 31 Januari 2014.

Soermaso, S.R. 2010.Akuntansi Suatu Pengantar, Edisi Kelima. Salemba Empat, Jakarta.

Tisnawati Sule, Ernie. 2005, Pengantar Manajemen, Kencana, Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan UndangUndang NO.7 tahun 1992. Tentang Perbankan.

Herdiansah, 2012, Manaj Stratejik.Bumi Aksara. Jakarta

L A M P

I

R

A

N

KUISIONER

1. Bagaimana proses penyaluran KUPEDES Pada BRI Unit Pekkabata ?

2. Apa saja penyeebab sehingga bisa terjadi kredit macet ?

3. Tindakan apa yang dilakukan untuk memanilisir kredit macet?

4. Berapa biaya Operasional, pendapatan laba dan kredit yang

tersalurkan pertahun (tahun 2015 -2018) ?

1. Gambar di depan Bank Rakyat Indonesia Unit Pekkabata Pinrang

2. Gambar Bersama Informan Pertama ( Mantri)

2. Gambar Bersama Informan Pertama ( Mantri)

3. Gambar bersama Informan kedua (Deksman

BIOGRAFI PENULIS

Nurhasika, lahir di Bittoeng tanggal 13 Juli 1996 dari Ayah Sudirman dan Ibu Amriani. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Penulis sekarang bertempat tinggal di Jl. Sukamaju Raya No. 26B, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakukang Kota Makassar.

Pendidikan yang telah di tempuh oleh penulis yaitu masuk Sekolah Dasar pada tahun 2002 tepatnya di SDN 133/266 Bittoeng lulus pada tahun 2008, kemudian penulis melanjutkan sekolah di SMPN 1 Duampanua lulus pada tahun 2011, selanjutnya penulis melanjutkan sekolah di SMA Negeri 2 PINRANG lulus pada tahun 2014, dan mulai sejak tahun 2014 penulis mengikuti Program Studi Manajemen S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar sampai sekarang. Sampai dengan menulis Skripsi ini, penulis masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif Program Studi Manajemen S1 Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dokumen terkait