Maka dari awal sejarah dunia DJ, kini banyak orang yang menjadikan pekerjaan ini sebagai profesi utamanya, dan semakin banyak pula orang yang belajar menjadi DJ turntable. Dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai semua yang diinginkannya, Dwi selalu berusaha mencapai segalanya mulai dari berjualan online hingga kini menjadi seorang DJ. Dwi sebelumnya tidak pernah berambisi menjadi seorang DJ dan tidak pernah menyangka akan menjadi seorang DJ.
Selain itu, minat mulai bermunculan karena pendapatan yang diperoleh seorang DJ sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini. Pada gambar di atas terlihat gaya berpakaian dan gerakan tangan Dwi yang berguna untuk menunjang penampilannya saat tampil sebagai DJ. Berdasarkan pengertian di atas, terdapat latar belakang dan pengalaman yang mendukung profesi Dwi sebagai DJ.
Saat peneliti melontarkan beberapa pertanyaan kepada para penonton/pihak yang menyukai musik DJ, banyak dari mereka yang terkesan dengan sosok Dwi sebagai seorang DJ karena dianggap mempunyai kemampuan mengolah musik yang bagus dan penampilannya yang menarik.
Pembahasan
Dramaturgi Interpretasi Diri Deorang Disk Jockey Perempuan
- Interpretasi Diri Seorang Disk Jockey Perempuan Pada Front Stage Dalam Pengelolaan kesan Untuk Menunjukan Sikap Profesional
Ada sisi dimana ia menampilkan dirinya secara penuh sebagai seorang DJ atau situasi dimana ia menjalani kehidupannya sebagai mahasiswa kos dan sebagai mahasiswa. Untuk lebih memahami tafsiran diri seorang 'disc jockey perempuan', peneliti membagi wilayah analisisnya menjadi dua bagian, yakni panggung depan/area depan (front stage) dan panggung belakang/area belakang (back stage). Penelitian Subyek penelitian adalah Disk Jockey sebagai manusia yang dinamis, pandai bicara dan lincah dengan kesadaran diri yang tinggi.
Berdasarkan pengamatan peneliti selama di lapangan, interpretasi diri Dwi sebagai seorang Disk Jockey yang juga berada di atas panggung adalah bahwa Dwi sebagai DJ di area ini juga merupakan aktor yang melakukan peran-peran karakter, sebagai individu ia menunjukkan formalitasnya. , peran penuh gaya sebagai aktor, yang dilihat penonton sebagai penonton pertunjukan. Di bagian lain, Goffman menambahkan penampilan aktor ke dalam instruksinya, panggung depan dibagi menjadi dua bagian: bagian depan pribadi dan latar, yang kemudian dibagi lagi menjadi penampilan dan cara. Selain personal front, ini menjadi hal penting dalam fase bermain. a Dwi, yaitu alat – alat yang penonton anggap sebagai perlengkapan yang dibawa ke dalam setting oleh Dwi sebagai aktor.
Jadi pandangan dramaturgi Goffman terhadap uraian di atas berkaitan dengan kenyataan bahwa aktor biasanya menggunakan bahasa verbal dan perilaku non-verbal tertentu serta memakainya ketika memainkan peran sosial. Dalam area ini, Dwi akan memaparkan konsep ideal dari kesan diri yang akan ditekankan sesuai dengan apa yang ia harapkan dari feedback penonton. Karena saya memutar musik di club malam/cafe dengan tema hiburan yang konsepnya berbeda dengan musik lainnya.
Jadi saya juga diharapkan untuk menyesuaikan diri dengan tema yang ditentukan, misal temanya pantai, saya juga harus memakai baju pantai saat tampil, tapi tidak harus memakai baju. Untuk lebih jauh membahas lini depan Dwi sebagai seorang Disc Jockey, dalam situasi ini Dwi memberikan simbol-simbol yang akan ia bangun dan menetapkan tujuan yang ingin dicapainya. Maka simbol-simbol yang dibangun Dwi, baik verbal (verbal) maupun nonverbal (perilaku), adalah sebagai berikut.
Saat tampil Dwi menggunakan rok, celana jeans pendek, dan dress yang dipilih untuk menunjang outfit saat tampil, dan sepatu yang dikenakannya juga harus menunjang gayanya, meski terkadang tidak terlihat sepenuhnya saat berada di adegan depan, namun hal ini merupakan tampilan yang perlu mendapat perhatian agar terlihat seoptimal mungkin. Inilah jati diri yang ditampilkan Dwi dalam menampilkan citra idamannya sebagai seorang Disc Jockey wanita di sebuah klub malam, terlihat dari penampilan gaya busananya atau aksesoris lainnya untuk menunjang penampilannya yang merupakan atribut untuk diciptakan. Semuanya dijadikan sebagai titik awal suksesnya pertunjukan agar terkesan serasi antara tema pesta dan DJ yang memainkan musiknya.
Seperti pada gambar di atas, terlihat jelas perbedaan tampilan gaya busana saat tampil di panggung dan saat tampil sehari-hari. Hal ini sesuai dengan salah satu ciri lambang, yaitu: “sewenang-wenang, sewenang-wenang atau sewenang-wenang, dalam arti tergantung pada kesepakatan bersama”. Makna dari lambang yang menyatakan bahwa DJ harus mempunyai penampilan yang menarik ini merupakan lambang yang disepakati bersama.
Sebagai seorang disc jockey yang dihadapkan pada ekstra lampu warna-warni, agar Dwi tidak terlihat pucat, biasanya ia menggunakan riasan agar tidak terlihat pucat, ia harus tampil dengan riasan yang cukup tebal dengan riasan khusus, a.o. . Seperti pada gambar di atas, terlihat perbedaan riasan dan gaya rambut Dwi saat tampil di panggung pertunjukan dan saat tampil sehari-hari. Perbedaan inilah yang membedakan negara dengan wilayah depan, dimana wilayah tersebut bukanlah negara “kehidupan nyata”. Sosok idamannya sebagai seorang DJ harus ditampilkan semaksimal mungkin agar penampilannya menarik perhatian masyarakat atau penonton.
Seperti gambar di atas, terlihat perbedaan riasan dan gaya rambut Dwi saat menjadi DJ dan riasan sehari-harinya. Sosok idamannya sebagai seorang DJ hendaknya tampil semaksimal mungkin agar penampilannya menarik bagi penontonnya dan memberikan gambaran yang baik tentang dirinya. Peneliti beranggapan bahwa seorang DJ adalah seorang entertainer yang harus berpenampilan menarik dan mampu menghibur penonton dengan penampilannya.
Simbol Yang Meliputi Appearance ( pertunjukan )
Ruang Lingkup Kehidupan Sehari-hari
- Ruang Lingkup Dwi Bakti Putri sebagai Anak Kos
- Ruang Lingkup DJ Sebelum Performance
Dengan demikian, menurut Goffman, presentasi diri, sifat sebenarnya seorang aktor di belakang panggung tidak bisa disembunyikan atau dirahasiakan, jauh dari konsep penampilan ideal di depan penonton. Pada tahap terakhir ini, Dwi memaparkan kondisi kesehariannya sebagai santri dan santri. Pilihan pakaian Dwi terkesan lebih santai (misalnya celana jeans panjang, kaos oblong, piyama, dan kemeja.
Dari foto di atas terlihat penampilan Dwi yang tidak memakai riasan dan hanya mengenakan kaos saat berada di belakang panggung dan. Panggung belakang memungkinkan penutur menggunakan kata-kata kasar atau cabul, komentar seksual yang terang-terangan, duduk dan berdiri sembarangan, berpakaian santai, menggunakan dialek atau bahasa daerahnya (dalam, Mulyana, 2006: 115). Area backstage ini merupakan hal yang tidak bisa dirahasiakan oleh Dwi karena di situlah Dwi bisa menjadi dirinya sendiri.
Make Over: riasan agak tebal. alas bedak padat, bedak padat, bulu mata palsu, maskara, eye shadow, blush on, lipstik, lip gloss), gaya rambut yang sesuai dengan situasi. Pakaian: Dressy, casual (jeans, casual pants, t-shirt, piyama dan sneakers, sandal. Di area backstage ini, Dwi benar-benar memamerkan kehidupannya yang jauh dari dunia malam.
Riasan yang digunakan Dwi juga tidak terlalu tebal dan standar seperti wanita pada umumnya, seperti yang terlihat pada wawancara berikut ini. “Untuk riasanku, standar saja, dengan alas bedak cair, bedak tabur, maskara, light blush on, dan gaya rambut natural” (Sumber: wawancara Dwi, 3 Juni 2015. Di back stage ini, Dwi sangat sadar dengan apa yang dilakukannya. "kehidupan nyata" itu seperti). ” sebagai mahasiswa, karena ingin meraih gelar sarjana yang diimpikannya, dan Dwi tahu sulitnya mencari biaya untuk kuliah.
Terlihat perbedaan antara depan dan belakang, yaitu kehidupan mahasiswa Dwi. Untuk melihat perbedaan perbandingan bagian depan dan belakang, peneliti menjelaskan melalui tabel berikut. Atas: riasan cukup tebal. alas bedak padat, bedak padat, bulu mata palsu, maskara, eye shadow, blush on, lipstik, lip gloss), gaya rambut yang sesuai dengan situasi.
Fenomenologi Interpretasi Diri Deorang Disk Jockey Perempuan
- Interpretasi Diri Seorang Disk Jockey Perempuan
Dari segi tata krama atau penampilan, area ini tampil secara utuh, dan dari tabel di atas terlihat perbedaan tata krama dan tampilan antara area depan dan area belakang yang dialami Dwi Bakti semasa kuliah dan semasa kuliah. profesional. DJ. misalnya celana jeans panjang, kaos oblong, piyama dan kemeja. Itulah gambaran yang Dwi terapkan dalam kesehariannya, dan di sini Dwi memaknai dirinya sebagai anak kos sebagai sosok yang santai, santai dan apa adanya. Dari segi gaya berpakaian di kampus, Dwi hanya mengenakan celana jeans panjang, kaos oblong, terkadang kemeja, serta sepatu sneakers dan sandal.
Karena di sini Dwi sadar bahwa dirinya sedang berperan sebagai mahasiswa dan memaknai dirinya mempersiapkan mental dirinya untuk bersosialisasi dengan teman sebaya dan belajar layaknya mahasiswa serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kampus tempat para remaja mencari jati dirinya. Persiapan dan perombakan lemari pakaian pun dilakukan, untuk mempersiapkan diri dengan tampilan yang dibutuhkan saat tampil sebagai DJ. Persiapan Dwi adalah hal terpenting yang harus ia lakukan sebelum tampil.
Di sini Dwi mendefinisikan dirinya sebagai seorang DJ, ia harus mempersiapkan diri, perlengkapan DJ, dan menyiapkan mental profesional sebelum tampil. Untuk memahami sosok ideal seorang Dwi dalam wawancara tidak terstruktur, ia menyatakan bahwa citra idealnya saat di atas panggung adalah keselarasan antara pakaian, gerak tubuh, dan penampilan fisik (riasan) sehingga ada keseimbangan antara tampil, saat tampil. DJ Dwi memaknai profesinya sebagai seorang profesional yang disukai penontonnya dan untuk itu Dwi harus berpenampilan menarik dan berpenampilan menarik, walaupun disini Dwi tampil seksi untuk menarik penonton agar tertarik dengan penampilannya, karena ya lebih banyak penonton yang seperti kinerja Dwi, semakin banyak pula pekerjaan yang didapatnya.
Secara keseluruhan hasil penelitian dapat digambarkan dalam model penggambaran panggung depan dan panggung belakang seorang disc jockey wanita sebagai berikut. Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa Dwi membagi kehidupan menjadi dua bidang pertunjukan sesuai dengan pernyataan Goffman, pernyataan Goffman bahwa hidup adalah “panggung untuk permainan”, sehingga dalam kehidupan bermasyarakat, Goffman membagi kehidupan bermasyarakat menjadi dua bidang. , yaitu panggung. DJ Dwi memaknai profesinya sebagai sosok profesional yang disukai penonton, oleh karena itu Dwi harus menarik karena semakin penonton menyukai penampilan Dwi maka semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang didapatnya.
Simpulan
- Interpretasi diri DJ perempuan pada front stage dalam pengelolaan kesan untuk menunjukan sikap professionalnya
- Peran dan perilaku keseharian pada BackStage seorang Dj perempuan