Panduan ini dibuat dengan tujuan untuk menjadi pedoman bagi perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan mandiri dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara komprehensif dan berkelanjutan. Bimbingan ini terdiri dari hal-hal yang mendasari perlunya bimbingan keperawatan mandiri, pelaksanaan, bimbingan dan supervisi keperawatan mandiri. Akhir kata, kami berharap Pedoman Praktik Keperawatan Mandiri ini dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan praktik bagi seluruh perawat yang memenuhi kualifikasi praktik di Indonesia.
Lampiran 4: Daftar periksa persyaratan praktik keperawatan mandiri dan protokol pengawasan persyaratan praktik keperawatan mandiri Lampiran 5: Surat referensi. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, praktik keperawatan adalah suatu pelayanan yang diberikan oleh perawat dalam bentuk asuhan keperawatan. Praktik keperawatan di tempat lain setelah klien sasaran dapat dilaksanakan melalui praktik keperawatan mandiri berdasarkan prinsip kebutuhan pelayanan kesehatan dan/atau keperawatan komunitas di suatu wilayah, baik secara individu maupun kelompok.
Praktik mandiri keperawatan masih menghadapi kendala baik dalam kehidupan profesional, tatanan politik maupun implementasi dalam praktik lapangan. Mengingat pentingnya memadukan pelayanan kesehatan dengan aktivitas keperawatan mandiri, maka diperlukan pedoman atau petunjuk pelaksanaan bagi perawat dalam melakukan aktivitas keperawatan secara individu maupun kelompok.
KETENTUAN UMUM
PRAKTIK KEPERAWATAN MANDIRI
- Perawat
- Keperawatan
- Praktik Keperawatan
- Asuhan Keperawatan
- Registrasi dan Re Registrasi
- Izin Praktik Perawat
Registrasi adalah catatan resmi perawat yang mempunyai sertifikat kompetensi atau sertifikat profesi serta mempunyai kualifikasi tertentu lainnya dan diakui secara sah untuk melakukan praktik keperawatan. Registrasi ulang adalah pendaftaran ulang seorang perawat karena surat tanda registrasi perawat tersebut telah habis masa berlakunya. Surat Tanda Registrasi yang selanjutnya disingkat STR adalah dokumen tertulis yang diterbitkan oleh Konsil Keperawatan kepada perawat terdaftar (saat ini melalui MTKI sampai dengan terbentuknya konsil).
Surat Izin Praktik Keperawatan yang selanjutnya disingkat SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota kepada perawat sebagai pemberian wewenang untuk melakukan praktik keperawatan.
PENYELENGGARAAN
- Pengertian
- Asas Praktik Keperawatan Mandiri
- Persyaratan Registrasi dan Re
- Rekomendasi PPNI Untuk Penerbitan SIPP
Penyedia layanan kesehatan independen harus mampu memberikan layanan kesehatan yang adil, terjangkau, berkualitas dan tidak diskriminatif. Penyelenggara praktik keperawatan mandiri harus dapat memberikan perlindungan hukum dan kepastian kepada pemberi dan penerima pelayanan kesehatan bahwa pengaturan praktik keperawatan mandiri harus memberikan perlindungan yang sebesar-besarnya bagi perawat dan masyarakat. Penyedia layanan keperawatan mandiri tidak hanya memberikan layanan keperawatan saja, mereka harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan kliennya.
Permohonan dan dokumen persyaratan diserahkan ke DPD PPNI kabupaten/kota tempat klinik perawat mandiri berada. Apabila perawat yang akan praktik mandiri berasal dari kabupaten/kota lain, maka DPD PPNI kabupaten/kota asal perawat menerbitkan surat pengantar kepada DPD PPNI kabupaten/kota tempat praktik mandiri perawat tersebut berada. terletak d. DPD PPNI kabupaten/kota meninjau/mengunjungi kesesuaian fasilitas keperawatan mandiri di tempat keperawatan mandiri (bersama pemerintah daerah atau tidak dengan pemerintah daerah).
DPD PPNI Kabupaten/Kota atas nama DPP PPNI menerbitkan rekomendasi penerbitan SIPP. tempat pelatihan mandiri).
MEKANISME REKOMENDASI PPNI
- Wewenang, Hak dan Kewajiban Praktik Keperawatan Mandiri
- Wewenang Praktik Keperawatan Mandiri
- Hak Perawat
- Kewajiban Perawat
- Prinsip Praktik Keperawatan Mandiri
- Tingkat Praktik Keperawatan Mandiri
- Praktik keperawatan mandiri Generalis: praktik yang dilaksanakan oleh Perawat dengan kemampuan atau Kompetensi Perawat Generalis
- Praktik keperawatan mandiri Spesialis: praktik yang dilaksanakan oleh Perawat dengan kemampuan atau Kompetensi Perawat spesialis pada bidang Ilmu keperawatan
- Perawat yang dapat Praktik Keperawatan Mandiri
- Tempat dan Jenis Praktik Keperawatan
- Lingkup Praktik Keperawatan Mandiri
- Mekanisme Praktik Keperawatan Mandiri
- Mekanisme Rujukan Praktik Keperawatan Mandiri
- Tarif Pelayanan Praktik Keperawatan Mandiri
Praktik Keperawatan Mandiri harus berlandaskan Kode Etik, Standar Pelayanan, Standar Profesi, dan Standar Operasional Prosedur. Praktik keperawatan mandiri generalis : praktik yang dilakukan oleh perawat dengan kemampuan atau kompetensi perawat umum yang mempunyai kemampuan atau kompetensi perawat umum. Praktik keperawatan mandiri spesialis : praktik yang dilakukan oleh perawat yang memiliki kemampuan atau kompetensi spesialis keperawatan di bidang keperawatan.
Menyelenggarakan praktik keperawatan mandiri yang dilakukan oleh perawat, perawat vokasi, atau perawat profesional (perawat atau perawat khusus). Penyelenggaraan praktik keperawatan mandiri oleh 2 (dua) orang perawat atau lebih secara berkelompok pada satu lokasi atau ruang lingkup pelayanan. Jenis perawat spesialis yang dapat melakukan praktik keperawatan spesialis independen adalah perawat spesialis yang telah lulus.
Perawat dalam Praktek Keperawatan Mandiri wajib merujuk klien jika penyakit atau masalah kesehatannya memerlukan hal tersebut. Tarif pelayanan pada Praktik Keperawatan Mandiri ditetapkan berdasarkan kebijakan dan komponen yang diperhitungkan secara tepat dan adil, dengan memperhatikan.
MONITORING DAN EVALUASI PRAKTIK KEPERAWATAN MANDIRI
Ketentuan Monitoring dan Evaluasi Praktik Keperawatan Mandiri
Mekanisme Monitoring dan Evaluasi Praktik Keperawatan Mandiri
Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan menggunakan instrumen dan indikator sesuai dengan standar pelayanan Praktik Keperawatan Mandiri yang berlaku (Lampiran 6). Dalam pemantauan dan evaluasi, Pemerintah dan PPNI dapat mengambil tindakan administratif terhadap perawat yang melanggar ketentuan pelaksanaan Praktik Keperawatan Mandiri sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
PENUTU
DAFTAR PUSTAKA
Dengan ini mengajukan permohonan rekomendasi PPNI sebagai syarat untuk memperoleh Surat Izin Praktisi Kesehatan Mandiri (SIPP) pada tahun . ..*) Sebagai bahan pertimbangan, terlampir.
DAFTAR PEMERIKSAAN PERSYARATAN PRAKTIK KEPERAWATAN MANDIRI
Isi lembar rujukan: masukkan tanggal, bulan dan tahun, nama depan dan belakang, tanda tangan dan stempel perawat.
DAFTAR KOMPETENSI PERAWAT
Menerapkan penilaian klinis tingkat lanjut dan pengetahuan mendalam untuk menegakkan diagnosis banding dan menetapkan rencana perawatan yang komprehensif. Bernegosiasi untuk memenuhi prioritas layanan yang diberikan sesuai sumber daya kesehatan dan kemampuan sistem yang tersedia. Jika memungkinkan, libatkan klien dalam rencana perawatan untuk memastikan bahwa klien menerima informasi yang akurat dan dapat dimengerti sebagai dasar persetujuan atas perawatan yang diberikan.
Melibatkan klien, bila memungkinkan, dalam rencana perawatan untuk memberikan informasi yang akurat kepada klien dapat dilihat sebagai dasar persetujuan perawatan. Melakukan serangkaian prosedur, pengobatan dan intervensi yang berada dalam lingkup kegiatan spesialis dan sesuai dengan standar praktik keperawatan spesialis. Melakukan prosedur, pengobatan dan intervensi yang berada dalam lingkup kewenangan hukum, cakupan kegiatan yang diperluas dan sesuai dengan standar keperawatan.
Mengevaluasi kemajuan hasil layanan terhadap hasil yang ditargetkan, yang melibatkan klien, keluarga, dan/atau penyedia layanan, serta anggota tim layanan kesehatan lainnya. Berinteraksi dengan cara yang menghargai dan menghormati budaya klien, keluarga dan/atau penyedia layanan dari latar belakang budaya yang berbeda. 27 Berkomunikasi dan berbagi informasi yang relevan, termasuk pandangan klien, keluarga dan/atau penyedia layanan dengan anggota tim kesehatan lain yang terlibat dalam pemberian layanan kesehatan.
Komunikasikan dan bagikan informasi yang relevan, termasuk perspektif klien, keluarga dan/atau penyedia layanan, dengan anggota tim layanan kesehatan lainnya yang terlibat dalam pemberian layanan kesehatan. Mewakili dan mendukung perspektif klien, keluarga, dan/atau penyedia layanan selama pengambilan keputusan tim interprofesional. Mewakili perspektif klien, keluarga, dan/atau penyedia layanan dalam pengambilan keputusan tim interprofesional dan membantu dalam negosiasi keputusan yang dapat diterima bersama.
48 Menyediakan lingkungan layanan kesehatan yang aman dengan mengambil tindakan tepat waktu dan mengikuti peraturan nasional serta persyaratan, kebijakan dan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja. Mengambil tindakan segera menggunakan strategi manajemen risiko untuk peningkatan kualitas guna menciptakan dan memelihara lingkungan layanan kesehatan yang aman yang mematuhi peraturan nasional, persyaratan keselamatan dan kesehatan tempat kerja, serta kebijakan dan prosedur. Berpartisipasi dalam pemantauan dan evaluasi intra dan interdisipliner untuk meningkatkan atau memperbaiki kepuasan klien dan hasil perawatan yang diharapkan.
Daftar Unit & Kodifikasi Kompetensi Perawat Indonesia
- Praktik Profesional, Legal, Etis dan Peka Budaya 1.1 Akuntabilitas
- Praktik Etis
- Praktik Legal
- Prinsip Pemberian Asuhan
- Prinsip Asuhan
- Pengembangan Kualitas Personal & Profesional 3.1 Pengembangan Profesi
- Peningkatan Kualitas
- Pendidikan Berkelanjutan
- Pemberian Asuhan dan Manajemen Keperawatan 2.1 Prinsip Pemberian Asuhan
- Promosi Kesehatan
- Komunikasi Terapeutik-Hubungan Interpersonal 25 Wat.Ns.2.PAK.25
- Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
- Pendidikan Berkelanjutan 63 Wat.Ns.3.PB.63
- Praktik Professional, Legal dan Etis 1.1 Akuntabilitas
- Pemberian Asuhan & Manajemen 2.1 Prinsip Pemberian Asuhan
- Komunikasi Terapetik - Hubungan Interpersonal 25 Wat.Sp.2.PAK.25
- Kepemimpinan & Manajemen
- Pengembangan Professional, Personal & Kualitas 3.1 Pengembangan Profesi
34 Wat.Ns.2.KM.34 Berkontribusi terhadap hasil review dan modifikasi kebijakan dan prosedur organisasi terkini. 37 Wat.Ns.2.KM.37 Memahami dan menghargai peran, pengetahuan dan keterampilan anggota tim kesehatan terkait dengan tanggung jawab mereka.