Pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 merupakan tindakan disiplin terhadap penggunaan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan rencana zonasi. Kedudukan Petunjuk Peraturan Zonasi bagi Penyelenggaraan Penataan Ruang yang diambil dari Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Dalam hal RTRW kabupaten/kota tidak memerlukan RDTR, dapat disusun rencana zonasi kawasan perkotaan, baik yang sudah ada maupun yang direncanakan di wilayah kabupaten/kota.
Dalam hal RDTR telah ditetapkan sebagai peraturan daerah tersendiri dengan peraturan zonasi sebelum diterbitkannya pedoman ini, maka peraturan zonasi tersebut akan ditetapkan dalam peraturan daerah kabupaten/kota tersendiri. Ketentuan mengenai syarat teknis dan tata cara penyusunan peraturan zona kabupaten/kota diatur dengan peraturan menteri. Ketentuan subdivisi merupakan ketentuan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari rencana ritel fisik (RDTR).
Ketentuan Khusus mengatur pemanfaatan zona yang memiliki fungsi khusus dan diberlakukan ketentuan khusus, antara lain meliputi
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG
Ketelitian Geometris
Peta Tata Ruang Wilayah perkotaan yang merupakan bagian dari wilayah kabupaten ditampilkan menggunakan Peta Dasar dengan skala minimal 1:10.000. Sedangkan Peta Tata Ruang Wilayah Perkotaan yang mencakup dua atau lebih kabupaten/kota dalam satu wilayah provinsi atau lebih disajikan dengan menggunakan Peta Dasar dengan skala minimal 1:50.000. Sistem Pusat Kegiatan pada Peta Tata Ruang Wilayah Perkotaan harus menunjukkan dengan jelas pusat kota dan kota-kota di sekitarnya.
Peta tata ruang wilayah perdesaan yang merupakan bagian dari wilayah kabupaten ditunjukkan dengan peta dasar skala minimal 1:10.000. Peta tata ruang wilayah perdesaan yang mencakup dua kabupaten atau lebih dalam satu wilayah provinsi atau lebih ditampilkan dengan menggunakan peta dasar dengan skala minimal 1:50.000. Merupakan pembagian ruang terkecil atau hierarki terkecil dalam peta tematik yang digunakan untuk menampilkan informasi tematik dalam penyusunan tata ruang.
Ketelitian Muatan Ruang a. Kerincian Kelas Unsur
PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG (ATR/BPN) NOMOR 16 TAHUN 2018 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA
Permen ATR/BPN Nomor 16 Tahun 2018 mengatur bahwa rencana rinci tata ruang kabupaten/kota yang selanjutnya disingkat RDTR adalah rencana rinci tata ruang kabupaten/kota yang disertai dengan peraturan zonasi kabupaten/kota. Yang dimaksud dengan peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur syarat pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendalian serta disusun untuk setiap blok/zona yang ditetapkan yang zonasinya ditetapkan dalam rencana rinci tata ruang.
Fungsi dan Manfaat RDTR dan Peraturan Zonasi RDTR dan peraturan zonasi berfungsi sebagai
Kriteria dan Lingkup Wilayah Perencanaan RDTR dan Peraturan Zonasi RDTR disusun apabila
Muatan dan Substansi RDTR
Penetapan Sub-BWP prioritas penanganan merupakan upaya dalam rangka operasionalisasi rencana tata ruang yang tertuang dalam rencana prioritas penanganan Sub-BWP. Penetapan Sub-BWP prioritas pengelolaan bertujuan untuk mengembangkan, melestarikan, melindungi, memulihkan, mengkoordinasikan keterpaduan pembangunan, dan/atau melakukan revitalisasi pada kawasan yang bersangkutan, yang dinilai mempunyai prioritas tinggi dibandingkan dengan Sub-PDB lainnya. DAYA COPLANAR MAXIMA 2-32 . mempunyai nilai-nilai penting lainnya sejalan dengan kepentingan pengembangan BWP; dan/atau . D. adalah Sub-BWP yang dipandang perlu untuk dikembangkan, direstorasi, dilestarikan, dan/atau direvitalisasi guna mencapai standar tertentu berdasarkan pertimbangan ekonomi, sosial budaya, dan/atau lingkungan hidup.
Lokasinya dapat mencakup seluruh wilayah Sub BWP yang ditentukan atau hanya sebagian dari wilayah Sub BWP yang ditentukan. Peraturan pemanfaatan ruang disusun dengan kriteria sebagai berikut: . A. mendukung realisasi rencana tata ruang dan rencana jaringan infrastruktur di BWP serta realisasi Sub BWP yang dianggap prioritas; . B. mendukung program penataan ruang wilayah kabupaten/kota; . C. realistis, obyektif, terukur dan layak dalam periode perencanaan; . D. konsisten dan berkesinambungan dengan program-program yang telah disusun, baik dalam jangka waktu tahunan maupun lima tahun; Dan . e. terpeliharanya koordinasi antar program dalam kerangka program terpadu pembangunan daerah kabupaten/kota. Program pemanfaatan ruang prioritas merupakan program pengembangan BWP yang mempunyai bobot tinggi sesuai dengan derajat kepentingan atau prioritasnya dan mempunyai nilai strategis bagi terwujudnya rencana pola ruang dan rencana jaringan prasarana di BWP sesuai dengan tujuan peraturan BWP.
Kegiatan dan ketentuan pemanfaatan ruang adalah ketentuan yang memuat kegiatan dan penggunaan lahan yang diperbolehkan, kegiatan dan penggunaan lahan bersyarat terbatas, kegiatan dan penggunaan lahan bersyarat tertentu, serta kegiatan dan penggunaan lahan yang tidak diperbolehkan pada kawasan. Ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan dirumuskan berdasarkan ketentuan dan standar yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang, ketentuan peraturan bangunan setempat, dan ketentuan khusus mengenai elemen atau komponen bangunan gedung dalam pembangunan. Pembatasan ini dilakukan dengan menurunkan nilai maksimum dan meningkatkan nilai minimum intensitas spasial dalam peraturan tata ruang;
Penggunaan bersyarat tertentu Yang dimaksud dengan penggunaan bersyarat tertentu adalah untuk memperoleh izin suatu kegiatan atau penggunaan tanah diperlukan syarat-syarat tertentu yang dapat berupa persyaratan umum dan persyaratan khusus.
- Sistem Pusat Pelayanan
- Sistem Jaringan Prasarana Wilayah Kabupaten .1 Transportasi Darat
Pengembangan PKL, PPK dan PPL sebagai sentra industri pengolahan dan jasa ramah lingkungan hasil perkebunan kelapa sawit, karet dan kakao dilakukan di PPK Darul Makmur, PPL Kuala, PPK Kuala Pesisir dan PPL Tadu Raya; Pengembangan PKL, PPK dan PPL sebagai pengembangan perkebunan dilakukan di PPK Darul Makmur, PPL Kuala, PPL Kuala Pesisir, PPK Beutong, PPL Seunagan, PKL Suka Makmue dan PPL Seunagan Timur; Pengembangan PKL, PPK dan PPL sebagai sentra industri pengolahan dan industri jasa tanaman pangan pertanian dilakukan di PPL Kuala;
Pembinaan PKL, PPK dan PPL kegiatan industri kreatif dilaksanakan di PPK Darul Makmur, PPL Kuala, PPK Kuala Pesisir, PPL Tadu Raya, PPK Beutong, PPL Seunagan, PKL Suka Makmue, PPL Seunagan Timur, PPL Tripa Makmur dan PPL Beutong Ateuh Banggalang ;. Pengembangan PKL, PPK dan PPL sebagai pusat wisata warisan budaya dan ilmu pengetahuan, kelautan serta penyelenggaraan pertemuan, insentif perjalanan, konferensi dan pameran dilaksanakan di PPL Kuala, PPK Kuala Pesisir, PPL Tadu Raya, PPK Beutong, PPL Seunagan, PKL Suka Makmue, PPL Seunagan Timur, PPL Tripa Makmur dan PPL Beutong Ateuh Banggalang; Peningkatan keterhubungan antara PKL, PPK dan PPL di Kabupaten Nagan Raya sebagai hub pariwisata dalam satu kesatuan destinasi wisata dilaksanakan di PPL Kuala, PPK Kuala Pesisir, PPL Tadu Raya, PPK Beutong dan PPL Tripa Makmur;
Pengendalian pembangunan fisik kawasan perkotaan untuk menjaga lahan pertanian pangan berkelanjutan dilakukan di PPK Darul Makmur, PPL Kuala, PPL Tadu Raya, PPK Beutong, PPL Seunagan, PKL Suka Makmue, PPL Seunagan Timur dan PPL Beutong Ateuh Banggalang; Pengendalian perkembangan penyebaran PKL, PPK dan PPL (urban spread) dilakukan di PPK Darul Makmur, PPLKuala, PKLp Kuala Pesisir, PPL Tadu Raya, PPK Beutong, PPL Seunagan, PKL Suka Makmue, PPL Seunagan Timur, PPL Tripa Makmur dan PPL Beutong Ateuh Banggalang;. Pengendalian pembangunan PKL, PPK dan PPL di daerah rawan bencana dilakukan di PPK Darul Makmur, PPK Kuala Pesisir, PPK Kuala Pesisir, PPK Tadu Raya, PPK Beutong, PPK Seunagan, PKL Suka Makmue, PPK Seunagan Timur, PPK Tripa Makmur dan Beutong Ateuh PPK Bangalang;.
Pengembangan PKL, PPK dan PPL sebagai sentra industri pengolahan dan industri jasa hasil hutan yang mempunyai nilai tambah tinggi dan ramah lingkungan dilaksanakan di PPK Darul Makmur, PPL Tadu Raya, PPK Beutong, PPL Seunagan, PKL Suka Makmue. PPL Seunagan Timur, dan PPL Beutong Ateuh Banggalang;. Pembinaan PKL, PPK dan PPL berbasis sumber daya alam dan jasa lingkungan di wilayah pesisir utara dan pedalaman selatan Kabupaten Nagan Raya dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dilaksanakan di PPK Darul Makmur, PPL . Tadu Raya, PPK Beutong, PPL Seunagan Timur dan PPL Beutong Ateuh Banggalang;. Pembangunan PKLp, PPK dan PPL yang didukung oleh prasarana dan sarana perkotaan yang memadai dilaksanakan di PPK Darul Makmur, PPL Kuala, PPK Kuala Pesisir, PPL Seunagan dan PKL Suka Makmue;
Peningkatan fungsi kawasan perkotaan dilaksanakan di PPL Kuala, PPL Tadu Raya, PPL Seunagan, PPL Seunagan Timur, PPL Tripa Makmur dan PPL Beutong Ateuh Banggalang; Dan . P.
Jaringan Jalan
Jembatan merupakan jembatan yang terdapat pada setiap persimpangan tempat bertemunya jaringan jalan dan jaringan sungai di wilayah Kabupaten Nagan Raya.
Jaringan Jalur Kereta Api
Jaringan Prasarana Lalu Lintas Angkutan Jalan
Jaringan Pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
- Sistem Jaringan Prasarana Lainnya .1 Sistem Jaringan Energi
Terminal khusus sesuai rencana yang diusulkan terletak di Gampong Kuala Tripa, terletak di Distrik Tripa Makmur; Dan. Penataan bandara di Kabupaten Nagan Raya rencananya akan dikembangkan lebih besar lagi di Gampong Kubang Gajah yang terletak di Kabupaten Kuala Pesisir. PLTD atau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel berkapasitas 1 MW terletak di Kecamatan Seunagan, di Gampong Kuta Baro Jeuram.
Cekungan Air Tanah (CAT)
Pemanfaatan Daerah Irigasi
DI Blang Tengku terletak di Kecamatan Seunagan Timur dan meliputi area seluas 87,53 ha di Gampong Blang Panyang dan Blang Tengku; DI Gunong Kupok terletak di Kecamatan Tadu Raya dan meliputi area seluas 73,68 ha di Gampong Alue Bata; DI Blang Seunong terletak di Kecamatan Beutong seluas 73,66 ha, terletak di Gampong Blang, Mesjid, Gn.
DI Alue Bata terletak di Kecamatan Tadu Raya seluas 72,98 ha, terletak di Gampong Alue Bata dan Rantau Seulamat; DI Ujong Fatihah terletak di Kecamatan Kuala seluas 68,80 ha di Gampong Alue Ie Mameh dan Ujong Fatihah; DI Blang Neuang terletak di Kecamatan Beutong seluas 47,02 ha, di Gampong Blang Seunang dan Gunung.
DI Alue Rambot terletak di Kecamatan Darul Makmur dan meliputi area seluas 49,24 ha di Gampong Alue Rambot dan Krueng Alem; DI Pulo Ie terletak di Kecamatan Kuala dan meliputi area seluas 44,42 ha di Gampong Pulo Ie dan Purworejo; DI Kila terletak di Kecamatan Seunagan Timur dan meliputi area seluas 40,70 ha di Gampong Kandeh, Kila dan Uteun Pul;
Seuneuam terletak di Kecamatan Darul Makmur dan meliputi area seluas 30,03 ha di Gampong Alue Kuyun dan Alue Raya; DI Padang Panjang terletak di Kecamatan Kuala Pesisir dan meliputi area seluas 21,99 ha di Gampong Padang Panjang; DI Blang Aman Tadu terletak di Kecamatan Beutong dan meliputi area seluas 16,78 ha di Gampong Ujong Blang;
DI Gunong Nagan terletak di Kecamatan Beutong seluas 9,11 Hektar, terletak di Gampong Blang, Mesjid, Gn.
Pengendalian Banjir
DI Padang Rubek terletak di Kecamatan Kuala Pesisir dengan luas 29,80 ha terletak di Gampong Lueng Teuku Ben, Padang Rubek dan Pulo; Krueng Tadu memiliki panjang 334,46 meter, Kecamatan Tadu Raya terletak di Gampong Kuala Tadu dan Alue Bata; Krueng Tripa sepanjang 416,38 meter terletak di Gampong Alue Geutah, Blang Baro dan Ujong Lamie; Dan . G.
Tanggul Kreueng Beutong dengan panjang 360 meter, terletak di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, terletak di Gampong Blang Pu'uk, Blang Meurandeh, Babah Suak dan Kuta Teungoh; Dan. Pembangunan kanal, termasuk Kanal Krueng Tripa seluas 250 hektare, terletak di Desa Drien Tujoh, Kecamatan Tripa Makmur.
Pembangunan Bendungan
Sistem Pengaman Pantai
Sumber Air Minum
- Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial .1 Pengembangan Sarana Pemerintahan
- RENCANA POLA RUANG
- Kawasan Perlindungan Setempat Sempadan Pantai
- Kawasan Perlindungan Setempat Sempadan Sungai
- Kawasan Rawan Banjir
- Kawasan Gelombang Pasang, Tsunami, Dan Abrasi Kawasan rawan gelombang pasang, tsunami dan abrasi, meliputi
- Pertanian Lahan Basah
- Pertanian Lahan Kering
- Perkebunan Besar
- Perikanan Budidaya Air Tawar
- Permukiman Perkotaan
- Zona Konservasi Terumbu Karang
- RENCANA KAWASAN STRATEGIS
- Kawasan Strategis Nasional Dalam Wilayah Kabupaten
- Kawasan Strategis Propinsi Dalam Wilayah Kabupaten
- Kawasan Strategis Kabupaten