02 ESTIMASI BIAYA MANUFACTURING
Dr. Adrian Nur Ekonomi Teknik
Program Studi Teknik Kimia
Materi
2.1. Faktor – faktor yang mempengaruhi biaya manufacturing pabrik kimia 2.2. Biaya tenaga kerja operator
2.3. Biaya utilitas
2.4. Biaya bahan baku
2.5. Biaya tahunan dan Faktor Arus 2.6. Estimasi biaya utilitas dari PFD 2.7. Biaya pengolahan limbah cair dan
padat
2.2. Biaya Tenaga Kerja Operasional
Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pabrik proses kimia adalah
NOL adalah jumlah operator per shift
P adalah jumlah langkah proses penanganan partikel padat Nnp adalah jumlah langkah proses non partikulat
Secara umum, untuk proses yang digunakan adalah p = nol, dan nilai Nnp adalah
• Nilai NOL adalah jumlah operator yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu proses per shift.
• Seorang operator bekerja rata-rata 49 minggu per tahun (3 minggu untuk liburan dan kemungkinan sakit), bekerja 8 jam perhari dan 5 hari per
minggu.
• Sehingga total (49 minggu/tahun x 5 shifts/minggu) = 245 shift/tahun per operator.
• Sebuah pabrik kimia bekerja 24 jam/hari. Membutuhkan (365 hari/tahun x 3 shift/hari) = 1095 shift / tahun.
• Jumlah operator yang dibutuhkan untuk sejumlah tersebut adalah (1095 shift pertahun)/(245 shift /operator/tahun) = 4.5 operator.
• Jadi 4.5 operator harus bekerja untuk setiap peralatan di pabrik setiap saat.
• Ini tidak termasuk pendukung dan staff supervisi.
• Untuk biaya tenaga kerja operasi, rata-rata biaya per jam seorang operator dibutuhkan.
• Operator pabrik kimia relatif dibayar dengan bayaran tinggi.
The Bureau of Labor and Statistics menyebutkan bahwa operator di daerah the Gulf Coast adalah $26.48 pada May 2006. Sehingga sama dengan $52,900 untuk 2000 jam
tahun. Biaya tenaga kerja tergantung pada lokasi pabrik dan faktor-faktor lainnya.
• Untuk di Indonesia, bisa digunakan UMR setiap provensi
yang ditetapkan pemerintah setiap awal tahunnya.
Contoh 2.2.
Perkirakan jumlah dan biaya tenaga kerja operasional
yang dibutuhkan untuk pabrik Benzena dari Toluena
Perhitungan jumlah peralatan
• Jumlah operator yang dibutuhkan per shift = 2,97
• Tenaga operator = (4.5)(2.97) = 13.4 ≈ 14 operator
• Biaya tenaga kerja (2001) = 14 × $52,900 = $ 740,600/ tahun
Biaya Utilitas
• Biaya utilitas secara langsung
dipengaruhi oleh biaya bahan bakar.
Kesulitan khusus muncul ketika
memperkirakan biaya bahan bakar,
yang secara langsung berdampak pada harga utilitas seperti listrik, uap, dan
cairan termal.
Biaya bahan baku
• Biaya bahan baku dapat diperkirakan
dengan menggunakan harga saat ini yang tercantum dalam publikasi seperti Chemical Market Reporter (CMR).
• Untuk mencari biaya untuk masing-masing barang, tidak cukup hanya dengan melihat masalah saat ini, karena tidak semua bahan kimia terdaftar dalam setiap masalah.
Penting untuk mengeksplorasi beberapa masalah terbaru.
• Selain itu, untuk bahan kimia tertentu fluktuasi harga musiman yang besar
mungkin ada, dan disarankan untuk melihat
harga rata-rata selama beberapa bulan.
Faktor Aliran
• Nilai khas dari faktor aliran berada di kisaran 0,96 hingga 0,90. Bahkan yang paling bisa diandalkan dan dikelola dengan baik pabrik biasanya akan mati selama dua minggu setahun untuk pemeliharaan terjadwal,
memberikan SF = 0,96.
• Proses yang kurang andal mungkin memerlukan lebih banyak waktu henti dan karenanya nilai SF lebih rendah.
Faktor aliran mewakili sebagian kecil dari waktu bahwa unit proses on-line dan beroperasi pada kapasitas
desain.
Next meeting
• Secara umum
ongkos produksi terdiri dari
1.Manufacturing cost 2.General expenses
31/03/2020
15
31/03/2020
16
Pressure gas
3.1. MANUFACTURING COST
• Terdiri dari
1. Direct production cost 2. Fixed charges
3. Plant over-head cost
31/03/2020
17
3.1. a. Direct Production Cost
• Direct production cost adalah biaya yang terkait langsung dengan pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi.
• Besarnya 60 % dari total biaya produksi.
Terdiri dari :
1. Bahan baku (raw material) 2. Biaya buruh langsung
3. Biaya pengawasan langsung
4. Biaya utilitas (terdiri dari steam, listrik, bahan bakar, refrigeneration, air, dan udara bertekanan)
6. Perbaikan dan pemeliharaan 7. Persediaan bahan
8. Biaya laboratorium 9. Patent dan Royalties 10. Katalis dan solvent
18
3.1. b. Fixed charges
• Fixed charges adalah biaya yang tetap dikeluarkan
berapapun kapasitas pabrik dijalankan, termasuk jika tidak berproduksi
• Terdiri dari :
1. Depressiasi, biaya yang dikeluarkan akibat adanya
penurunan nilai harga peralatan, akibat umur alat, kemajuan teknologi sehingga alat tersebut kalah bersaing dengan alat baru, dan faktor lain.
2. Pajak, yang terkait dengan kekayaan 3. Asuransi
4. Biaya sewa
3.1. c. Plant overhead cost
• Plant over-head cost adalah biaya-biaya lain yang terjadi di dalam pabrik yang sifatnya membantu proses pembuatan produk;
• Terdiri
1. Pengobatan
2. Pemadam Kebakaran dan Keamanan 3. General overhead plant
4. Pengepakan 5. Rekreasi
6. Salvage (penyelamatan barang) 7. Laboratorium
8. Plant superintendence (pengawasan/management pabrik) 9. Fasilitas penyimpanan
20
3.2. GENERAL EXPENCE
• General expence adalah
pengeluraran yang terdiri dari 1. administrasi,
2. distribusi dan penjualan (termasuk kantor, iklan),
3. penelitian dan pengembangan, 4. Financing (utang bank)
31/03/2020
21
• Total production cost adalah jumlah biaya atau ongkos yang dikeluarkan pada
manufacturing cost dan general expenses
• Gross earning adalah total pendapatan dikurangi total production cost atau
pendapatan sebelum pajak / pendapatan kotor
31/03/2020
22
A. Manufacturing cost
A1. Direct production cost
1. Bahan baku 10 - 50 % total ongkos produksi
2. Buruh langsung 10 - 20 % total ongkos produksi
3. Pengawasan langsung 10 - 20 % ongkos buruh
4. Utilitas (steam, listrik, air, bahan bakar, dll) 10 - 20 % total ongkos produksi 5. Perbaikan dan pemeliharaan 2 - 10 % fixed capital investment 6. Persediaan bahan 10 - 20 % perbaikan dan pemeliharaan
7. Laboratorium 10 - 20 % perbaikan dan pemeliharaan
8. Patent dan royalties 0 - 6 % total ongkos produksi A2. Fixed charges
1. Depressiasi 10 % pertahun fixed capital investment
2. Pajak kekayaan 2 - 4 % fixed capital investment
3. Asuransi 0.4 - 1 % fixed capital investment
4. Sewa 8 - 10 % harga tanah/bangunan
A3. Plant overhead cost
50 - 70 % buruh, pengawasan, dan perbaikan/perawatan atau5 - 15 % total ongkos produksi
B. General Expenses
1. Biaya administrasi 15 % buruh, pengawasan, dan perbaikan/perawatan 2. Distribusi dan penjualan 2 - 20 % total ongkos produksi
3. Research & development 2 - 5 % total penjualan
4. Financing 0 - 7 % total ongkos produksi
Contoh 1
Sebuah pabrik didesain dengan perkiraan fixed capital investment sebesar Rp 500.000.000,-.
Dalam 1 tahun pabrik tersebut akan memproduksi bahan jadi sebanyak 1.000.000 unit bahan kimia. Biaya bahan baku sebesar Rp 50,- per unit produk. Utilitas yang digunakan untuk setiap unit produk adalah sebagai berikut :
a) Steam 50 kg dengan harga Rp 50,- per 1.000 kg steam b) Listrik 0,5 kWh dengan harga Rp 1,50 per kWh
c) Air 10 gallon dengan harga Rp 15,- per 1000 gallon
Pabrik bekerja secara kontinyu 300 hari per tahun dan 8 jam per shift 3 shift/hari. Untuk
menghasilkan produk, pabrik tersebut menggunakan buruh sebanyak 30 orang dengan upah rata-rata Rp 100,- per man hour. Produk dijual dengan harga Rp 500,- per unit langsung ke pabrik lain. Pajak penghasilan sebesar 48%. Dari data di atas, ditanyakan :
1. Berapakah total production cost untuk setiap unit produk ? 2. Berapakah laba bersih yang didapat setiap tahun ?
Contoh 2
Sebuah pabrik dengan umur produksi 10 tahun dan harga jual rongsokan sebesar Rp 0,- dengan perkiraan fixed capital investment sebesar Rp 200.000.000.000,-. Dalam satu tahun pabrik tersebut akan memproduksi bahan jadi sebanyak 100.000 ton bahan kimia. Untuk setiap kg produk biaya yang harus dikeluarkan sebagai berikut :
• Bahan baku sebesar Rp 1.000,-
• Utilitas sebesar Rp 5.000,-
• Buruh pabrik sebesar Rp 15.000,-
Produk pabrik dijual dengan harga Rp 50.000,- dijual langsung ke pabrik. Pajak penghasilan sebesar 25 %. Dari data-data tersebut, ditanyakan :
a) Berapakah total production cost untuk setiap kg produk ? b) Berapakah laba bersih yang didapatkan setiap tahun ?
c) Jika keuntungan bersih harus 15 % berapakah harga jual setiap kg produk ?
Total capital investment untuk pabrik kimia konvensional adalah $1,500,000, dan menghasilkan 3 juta kg produk pertahun. Harga jual produk adalah $0.82/kg. Working capital sebesar 15 percent dari total capital investment.
Investasi dari dana perusahaan dan tidak ada
pembayaran bunga. Biaya bahan baku sebesar $0.09/kg, tenaga buruh $0.08/kg, utilitas $ 0.05/kg, and pengepakan
$ 0.008/kg. Biaya distribusi adalah 5 percent dari total product cost. Perkirakan :
•(a) Manufacturing cost per kilogram produk.
•(b) Total product cost per tahun.
•(c) Keuntungan per kilogram produk sebelum pajak.
•(d) Keuntungan per kilogram produk sesudah pajak (gunakan besaran pajak saat ini).
Contoh 3
Estimate the manufacturing cost per 100 lb of product under the following conditions:
Fixed-capital investment = $2 million
Annual production output = 10 million lb of product Raw materials cost = $O.l2/lb of product
Utilities = 0.06/lb of product
Operating labor = 20 men per shift at $12.00 per employee- hour
Plant operates three hundred 24-h days per year A large amount of direct supervision is required
There are no patent, royalty, interest, or rent charges
Plant-overhead costs amount to 50 percent of the cost for operating labor, supervision, and maintenance
Contoh 4
Contoh 5
• Pabrik A direncanakan dibangun dengan kapasitas 40.000 ton/tahun dengan bahan baku B 2,5 kg/kg produk (harga Rp 50,- per kg B) dan C 0,6 kg/kg produk (harga Rp 80,- / kg C). Utilitas yang dibutuhkan
adalah air proses sebesar 18 L/kg produk (harga Rp 2,-/ L ),
superheated steam 0,6 kg/kg produk (harga Rp 50,-/kg), udara tekan 10 m
3/kg produk (harga Rp 5,-/m
3), listrik 0,1 kWh/kg produk (Rp
1500,-/kWh), dan bahan bakar diesel 0,07 L/kg produk (Rp 5.000,-/L).
Biaya buruh Rp 180,- /kg produk. Pendirian pabrik membutuhkan Rp 500.000.000,-. Jika pajak penghasilan 48% dan harga jual A Rp 2.500,- per kg secara langsung pada pabrik lain, tentukan berapa persen
keuntungan pabrik ?
Tugas 3