26 2.3.1 Dampak negatif konflik pekerjaan-keluarga terhadap kinerja pegawai Divisi Kebijakan dan Prosedur Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia. 27 2.3.3 Dampak negatif stres kerja terhadap kinerja pegawai Divisi Kebijakan dan Prosedur Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Berdasarkan wawancara dengan pegawai bagian kebijakan dan prosedur di kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia, beban kerja sangat tinggi. Berdasarkan wawancara dengan pegawai bagian kebijakan dan prosedur kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia, stres kerja mempunyai pengaruh yang besar terhadap kinerja pegawai di perusahaan tersebut karena banyak pekerjaan yang membutuhkan pikiran seseorang, sehingga jika pikiran seseorang teralihkan oleh hal lain. sesuatu, itu bisa membuat seseorang terinspirasi.
Ruang Lingkup Masalah
Berdasarkan uraian teori, fenomena dan hasil penelitian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh konflik pekerjaan-keluarga akibat beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan”. Tujuan penelitian ini khusus bagi pegawai di Bagian Kebijakan dan Prosedur Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia. Pegawai yang dimasukkan dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja pada Bagian Kebijakan dan Prosedur Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia.
Penelitian ini akan mengukur kinerja karyawan melalui konflik pekerjaan-keluarga, beban kerja dan stres kerja.
Rumusan Masalah
Maksud dan Tujuan Penelitian
Menguji dan menganalisis pengaruh negatif tekanan kerja terhadap kinerja pegawai pada Departemen Kebijakan dan Prosedur Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia. Menguji dan menganalisis dampak negatif stres kerja terhadap kinerja pegawai pada Departemen Kebijakan dan Prosedur Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman tentang kinerja karyawan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti konflik pekerjaan-keluarga, beban kerja dan stres kerja. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan literatur dan referensi media untuk memberikan wawasan bagi penelitian selanjutnya untuk memperoleh hasil yang lebih akurat ketika membahas kinerja karyawan.
Sistematika Penulisan Skripsi
Bab ini akan membahas tentang objek penelitian, desain penelitian, metode pengumpulan data beserta populasi dan sampel, operasional variabel yang mencakup indikator dan skala pengukuran dalam penelitian ini, hipotesis penelitian, pengujian hipotesis serta metode pengolahan dan analisis penelitian. Bab ini akan membahas tentang objek penelitian yaitu Divisi Kebijakan dan Prosedur Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia serta membahas permasalahan dan hasil analisis pengaruh konflik pekerjaan-keluarga, beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai. Bab ini akan membahas tentang kesimpulan dan saran yang dijadikan bahan pertimbangan atau rekomendasi tindakan yang harus diambil oleh Divisi Kebijakan dan Prosedur Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia untuk kemajuan lebih lanjut.
Landasan Teori .1 Kinerja Karyawan
- Beban Kerja
- Stres Kerja
Beban kerja yang berlebihan akan memberikan dampak negatif terhadap karyawan secara umum, menyebabkan kelelahan fisik dan mental, serta reaksi emosional seperti sakit kepala, gangguan pencernaan dan mudah tersinggung. Namun, beban kerja yang kecil juga akan menyebabkan berkurangnya olahraga, sehingga akan menimbulkan lebih banyak kebosanan. Dikutip dari Majalah Sakti (2016): Tekanan kerja merupakan salah satu penyebab stres yang paling banyak dikeluhkan dan menjadi alasan utama para pegawai dalam suatu organisasi.
Dalam dunia kerja, beban kerja yang tinggi menjadi permasalahan yang sering ditemui selain tekanan waktu kerja yang berlebih pada tugas sehingga membuat karyawan merasa tertekan dan stres.
Penelitian Terdahulu
Stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja, beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja. Beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, stres kerja berpengaruh secara parsial terhadap kinerja, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik pekerjaan-keluarga, stres kerja dan kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja.
Konflik pekerjaan-keluarga berpengaruh negatif terhadap kinerja, stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja, dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja.
Kerangka Konseptual
- Pengaruh negatif work-family conflict terhadap kinerja karyawan di Policy and Procedure Division Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia
- Pengaruh negatif beban kerja terhadap kinerja karyawan di Policy and Procedure Division Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia
- Pengaruh negatif stres kerja terhadap kinerja karyawan di Policy and Procedure Division Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Rolos et al., (2018) yang menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan penelitian Widayati et al., (2021) bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan penelitian Massie et al., (2018) bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Ho3 : Stres kerja tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap kinerja Karyawan Ha3 : Stres kerja mempunyai pengaruh negatif terhadap kinerja Karyawan.
Model Penelitian
Objek Penelitian
Jenis dan Desain Penelitian
Populasi
Sampel
Variabel Operasional
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala Likert 6 (enam) poin yang terdiri dari: Work-familyconflict merupakan konflik peran yang terjadi antar pekerja, artinya pekerja harus bekerja di kantor di satu sisi melakukan dan di sisi lain harus bekerja di kantor. sisi lain harus fokus pada keluarga secara keseluruhan. sulit membedakan antara pekerjaan yang merugikan keluarganya atau keluarga yang merugikan pekerjaannya. Beban kerja merupakan suatu proses yang dihadapi seseorang dalam menyelesaikan tugas suatu pekerjaan atau sekelompok pekerjaan yang dilakukan dalam kondisi normal pada waktu tertentu, dan dikaitkan dengan indikator (Nabawi, 2019).
Kinerja pegawai adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang sesuai dengan wewenang atau tanggung jawab masing-masing pegawai selama jangka waktu tertentu.
Metode Pengumpulan Data 1. Data Primer
Kuesioner
Wawancara
- Data Sekunder
- Metode Pengolahan dan Analisis Data .1 Uji Validitas
Koefisien determinasi (R²) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel terikat (www.spssindonesia.com). Jika 𝑅² = 1 berarti model regresi yang dibentuk mampu menjelaskan variabel terikat dengan baik (ada hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat). Jika 𝑅² = 0 berarti model regresi yang dibentuk tidak mampu menjelaskan variabel terikat (tidak ada hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat).
Uji t digunakan untuk mengetahui sejauh mana variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek
- Sejarah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
- Gambaran Umum Policy and Procedure Division
- Visi dan Misi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Memastikan seluruh kebijakan disiapkan oleh Departemen Kebijakan dan Prosedur Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Selain itu, Departemen Kebijakan dan Prosedur mempunyai tanggung jawab utama seperti mengarahkan kegiatan penyusunan, sosialisasi dan pelaksanaan kebijakan dan prosedur, mengarahkan kegiatan penilaian, penyederhanaan dan sinkronisasi kebijakan dan prosedur (Standar Operasional Satuan Kerja), mengarahkan kegiatan penilaian dan penyederhanaan. proses bisnis dalam kebijakan dan prosedur, mengarahkan kegiatan persiapan, sosialisasi, pelaksanaan dan pemantauan.
Uji Validitas dan Reliabilitas Pre-test
- Uji Validitas Pre-Test
- Uji Reliabilitas Pre-Test
Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur konsistensi dan reliabilitas indikator pertanyaan pada setiap kuesioner tentang variabel. Uji reliabilitas terlihat batas nilai Cronbach’s Alpha berada di atas 0,60 sehingga indikator-indikator pada pernyataan-pernyataan dalam kuesioner dinyatakan reliabel, konsisten dan relevan terhadap variabel (www.spssindonesia.com). Dari hasil tabel 5 diatas dapat dikatakan bahwa variabel-variabel dalam penelitian ini yaitu konflik pekerjaan-keluarga, beban kerja, stres kerja dan kinerja karyawan reliabel karena mempunyai Cronbach’s alpha diatas 0,60.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa apabila item-item indikator berupa pernyataan-pernyataan dalam kuesioner diungkapkan kepada responden yang sama dan berbeda, maka hasilnya akan cenderung konstan dan konsisten.
Profil Responden
- Jenis Kelamin Responden
- Pendidikan Terakhir Responden
- Usia Responden
- Lama Bekerja Responden
- Tingkat Pengeluaran Responden
- Status Responden
- Respon memiliki Anak atau Tidak
- Tempat Tinggal Responden
Berdasarkan Gambar 3 pengolahan kuesioner di atas terlihat sebanyak 39 responden atau 95,1% telah lulus. Berdasarkan Gambar 5 pengolahan kuesioner di atas terlihat terdapat 7 orang atau 17,7% yang memiliki masa kerja kurang dari 2 tahun. Gambar 7 hasil pengolahan kuesioner di atas menunjukkan bahwa sebanyak 23 responden atau 56,1% sudah menikah.
Dari Gambar 8 pada pengolahan kuesioner diatas dapat dikatakan responden yang sudah memiliki anak sebanyak 17 orang atau 73,9% dan.
Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas .1 Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
Berdasarkan gambar 9 pengolahan kuesioner di atas terlihat jumlah responden yang tinggal di rumah pribadi atau bersama orang tuanya sebanyak 30 orang atau 73,2%. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden tinggal di rumah pribadi atau rumah orang tua. Dari tabel diatas terlihat bahwa setiap item pernyataan mempunyai nilai hitung lebih besar dari rtabel yaitu 0,316 dan bernilai positif.
Berdasarkan analisis tabel 6 diatas dapat dikatakan nilai konflik pekerjaan-keluarga sebesar 0,783, beban kerja sebesar 0,796, stres kerja sebesar 0,764 dan kinerja karyawan sebesar 0,863.
Analisis Regresi Linier Berganda
Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heteroskedastisitas
Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan dengan unstandardized residual dari model regresi dengan menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Berdasarkan nilai uji One Sample Kolmogorov-Smirnov pada tabel di atas memberikan signifikansi asimtotik sebesar 0,200 > 0,05. Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terdapat ketimpangan atau kesalahan variance residual dari pengamatan yang satu ke pengamatan yang lain.
Berdasarkan hasil uji Glejser di atas, nilai signifikansi variabel konflik pekerjaan-keluarga sebesar 0,510 lebih besar dari 0,05.
Uji Hipotesis
- Koefisien Determinasi (R²)
- Uji F
- Uji t
Kesimpulannya variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh negatif terhadap variabel dependen yang berarti konflik pekerjaan-keluarga, beban kerja dan stres kerja mempunyai pengaruh negatif. Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh variabel independen yaitu konflik pekerjaan-keluarga, beban kerja dan stres kerja terhadap variabel dependen yaitu kinerja karyawan secara parsial. Ho2 : Beban Kerja tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap Kinerja Karyawan Ha2 : Beban Kerja mempunyai pengaruh negatif terhadap Kinerja Karyawan Ho3 : Stres Kerja tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap Kinerja Karyawan Ha3 : Stres Kerja mempunyai pengaruh negatif terhadap Kinerja Karyawan 2.
Pembahasan
- Pengaruh Work-Family Conflict terhadap Kinerja Karyawan
- Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan
- Pengaruh Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian yang terlihat dari profil responden yaitu masa kerja mayoritas pegawai adalah 6 – 10 tahun yaitu sebesar 48,8% dari total responden, status mayoritas pegawai adalah 6 – 10 tahun. responden sudah menikah sebanyak 56,1% dari total responden, dan sebagian besar responden sudah menikah, mempunyai anak sebanyak 73,9% dari total responden. Pada Tabel 14 diatas terlihat hasil penelitian menunjukkan nilai thitung sebesar -1,834. Kesimpulan dari penelitian ini adalah stres kerja berpengaruh negatif secara parsial terhadap kinerja pegawai (KK) pada bagian kebijakan dan prosedur kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Massie et al., (2018) yang menyatakan bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Implikasi Manajerial
- Implikasi Manajerial Stres Kerja
- Implikasi Manajerial Work-Family Conflict
Berdasarkan tabel 16 di atas, terdapat satu indikator stres kerja (SK) yang mempunyai nilai di atas rata-rata (rata-rata). Rata-rata indikator stres kerja yang perlu diturunkan untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah pada indikator SK1 sebesar 4,07 yang berarti pegawai lebih senang menghabiskan seluruh waktunya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Hal ini sesuai dengan BK3 bahwa manajemen hendaknya mempertimbangkan penilaian kesesuaian waktu kerja dengan kapasitas atau kompetensi pegawai, sesuai dengan waktu atau batas waktu yang telah ditetapkan, agar pegawai tidak mengalami stres kerja.
Berdasarkan Tabel 17 di atas, terdapat satu indikator Work-Family Conflict (WFC) yang mempunyai nilai di atas rata-rata (rata-rata).
Kesimpulan
Saran
Disarankan bagi penelitian selanjutnya dapat menambah atau mengganti variabel-variabel yang mungkin mempengaruhi kinerja karyawan agar lebih mencerminkan fenomena yang terjadi di perusahaan seperti reward dan punishment.
Keterbatasan Penelitian
Pengaruh Stres Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan PT JasaRaharja (Persero) Cabang Jawa Timur Di Surabaya). Pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan Pt Honda Daya Anugrah Mandiri cabang Sukabumi Malik. Pengaruh konflik pekerjaan-keluarga dan stres kerja terhadap kinerja pegawai wanita di Rs Medika Dramaga Bogor.
Pengaruh konflik pekerjaan-keluarga, stres kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan (Studi pada karyawan wanita di PT. Putra Tunas Subur Pacitan).