PENDIDIKAN AGAMA ISLAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Aplikasi Nilai Tauhid dalam
Hidup
Apa itu Tauhid ?
Tauhid Inti Akidah dan Ajaran Islam
• Tauhid berasal dari kata;
َدَّح َو ُد ِّ ح َوُي –
اًدي ِّح ْوَت –
Artinya: Menjadikan satu, atau meng-hanya satu-kan.
• Secara terminologi, Tauhid diartikan sebagai keyakinan
akan Allah SWT sebagai satu-satunya ilah (Tuhan)
Tauhid Ajaran Para Nabi dan Rasul
َ و
َ ََّوِا ُ ََنِس َنَِ نِلوَُ ا
َّنَِ ٍلوَ َْسْنمََ َنْسْ ََسْنمََ َ س ْ َسْ ََ مَ
َ َِٰ لنِ
َننوودوْسع فَ ُ ََ ا
َّنِ
25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu
melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan
Aku". (QS. Al-Anbiya:25)
Kalimat Tauhid dan Maknanya
ُالل َّلَِّإ َهَلِّإ َلَ
Lafadz; Ilaha untuk semua jenis Ilah Makna Ilah yaitu sesuatu yang ditaati (Q.S.4:59), dicintai (Q.S.
2:165), dan ditakuti (Q.S. 2:40).
( QS 4:59 ) Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Kalimat Tauhid dan Maknanya
ُالل َّلَِّإ َهَلِّإ َلَ
Lafadz; Ilaha untuk semua jenis Ilah Makna Ilah yaitu sesuatu yang ditaati (Q.S.4:59), dicintai (Q.S.
2:165), dan ditakuti
( QS 2:165 ) Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
Kalimat Tauhid dan Maknanya
ُالل َّلَِّإ َهَلِّإ َلَ
Lafadz; Ilaha untuk semua jenis Ilah Makna Ilah yaitu sesuatu yang ditaati (Q.S.4:59), dicintai (Q.S.
2:165), dan ditakuti (Q.S. 2:40).
( QS 2:40 ) Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku- lah kamu harus takut (tunduk).
Kalimat Tauhid dan Maknanya
ُالل َّلَِّإ َهَلِّإ َلَ
An-Nafyu
Lafadz; Laa untuk meniadakan Ilah (Tuhan) (QS 2:256, 43:26)
(QS 2:256) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);
sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Kalimat Tauhid dan Maknanya
ُالل َّلَِّإ َهَلِّإ َلَ
An-Nafyu
Lafadz; Laa untuk meniadakan Ilah (Tuhan) (QS 2:256, 43:26)
( QS 43: 26 ) Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa-apa yang kalian sembah,
( 27 ) tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku;
karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku".
Kalimat Tauhid dan Maknanya
ُالل َّلَِّإ َهَلِّإ َلَ
Al-Itsbat Lafadz: Illa untuk menetapkan Allah
sebagai satu-satunya Ilah (QS 43:27
( QS 43: 26 ) Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa-apa yang kalian sembah,
( 27 ) tetapi (aku hanya menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku".
Konsekuensi Kalimat Tauhid
Kalimat Tauhid tidak cukup diucapkan saja. Firaun sebelum mati tenggelam, ia mengucap kalimat Tauhid tapi tidak diterima:
“Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas
(mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia, "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (QS.
Yunus:90)
Allah tidak menerima syahadat Firaun karena ketika hidupnya ia
mengingkari dan menentang konsekuensinya. Walaupun dalam hatinya
ia mengetahui kebenaran, tapi amalnya meningkarinya.
Konsekuensi Kalimat Tauhid
Kalimat Tauhid menuntut konsekuensi;
✓ Pemahaman yang benar akan arti dari mengesakan Allah.
✓ Penerimaan akan kedudukannya dihadapan Allah Swt sebagai hamba.
✓ Ketundukan terhadap semua perintah Allah Swt dan larangan-Nya.
✓ Keikhlasan dalam menjalankan perintah tersebut hanya untuk meraih ridha Allah Swt.
Jika tidak dapat memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut maka tidak ada
guna dari ucapannya.
Pembagian Tauhid
Tauhid terdiri dari tiga bagian;
Tauhid Rububiyyah; Allah sebagai Rabb.
Menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat, yang:
• Maha mengatur dan Mencipta
(Qs. 39:62),
( QS 39:62 ) Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.
• Maha memberi rizki
(Qs. 10: 31)(QS 10:31) Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang
mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?"
• Penguasa Alam Semesta
(Qs.3:26-27,1:2)• Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya:
"Allah".
• Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung- pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak
menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?".
• Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat
melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang;
apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?“
• Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan
Tauhid Uluhiyyah; Allah sebagai Ilah
Jika manusia telah mengakui Allah Swt sebagai Rabb, maka ia dituntut mentauhidkan Allah dalam Rububiyyah; yaitu Menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat, yang:
• Dicintai dan ditakuti secara mutlak
(Qs 2:165) Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.• Disembah dan diibadahi
( QS 20: 14 ) Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.• Dipatuhi dan taati secara mutlak (Qs.1:5, 6: 102, 51:56)
( 6:102 )(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia;Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.
Hal tersebut berlaku dalam ibadah dan muamalah (interaksi sosial).
Tauhid Asma wa Shifat;
Menyucikan nama dan sifat Allah Swt
• Mengimani segala sesuatu yang datang dari al-Qur ’ an dan as Sunnah tentang nama-nama ( asmaul husna ) dan sifat-sifat Nya yang baik dan indah
• Menetapkan maknanya sesuai dengan kehendak Allah SWT(QS 59:24) ُءاَمْسَ ْلْا ُهَل ۖ ُرِّ وَصُمْلا ُئ ِّراَبْلا ُقِّلاَخْلا ُ َّاللَّ َوُه ىَنْسُحْلا
ۖ ِّض ْرَ ْلْا َو ِّتا َواَمَّسلا يِّف اَم ُهَل ُحِّ بَسُي ۚ َوُه َو
ُميِّكَحْلا ُزي ِّزَعْلا
• Tidak menyerupakan Allah Swt dengan makhluk, baik dalam sifat,
perbuatan ataupun nama-nama-Nya.
Aplikasi Tauhid
dalam Kehidupan
Ibadah
• Mengabdi hanya kepada Allah baik berupa Ibadah maupun Muamalah, (6:162) tidak ada yang patut disembah kecuali Allah SWT (Al-Fatihah/1:1-7)
• Larangan tunduk pada selain Allah Swt (Yusuf:40) Apa yang Kamu sembah selain Allah kecuali hanya (menyembah)
nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat- buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Hukum (Keputusan) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
• Kewajiban mengikuti Jalan Allah (6:126) : Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang
Do’ a
• Tidak ada dzat yang pantas menerima dan memenuhi do’a kecuali Allah SWT (Al Fatihah/1:1-7).
• Selain Allah tidak punya kekuatan(Al Hajj: 73): Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru (berdoa kepada) selain Allah sekali-kali tidak dapat
menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.
• Dalam doa terkandung spirit beramal secara maksimal.
Nafkah dan Ekonomi
• Wajib berikhtiar sesuai dengan ketentuan Allah disertai keyakinan tidak ada dzat yang memberi rizki kecuali Allah SWT (Qs.2:284) dan Pemilik mutlak seluruh apa yang ada adalah Allah SWT (Qs.24:33).
• Allah Maha Pemberi Rizqi(Fathir:3): Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
• “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah meminjamkan kepadamu,” (QS Al Hadid: 7)
• “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya
menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka..,” (QS
Pendidikan dan dakwah
• Wajib mendidik dan berdakwah semaksimal mungkin sambil meyakini bahwa hanya Allah SWT yang dapat memberikan petunjuk (hidayah) kepada seseorang (An- Nahl/16:125; Al-Qashash/28:56).
• (16:125) Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang- orang yang mendapat petunjuk.
• (28:56) Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau
menerima petunjuk.
Berpolitik
• Berpolitik untuk menguatkan peran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara disertai keyakinan bahwa penguasa yang Maha Mutlak hanyalah Allah SWT (5:18, 67:1)
• (Ali Imran:26) Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
• Menyadari bahwa kekuasaan ialah amanah dari Allah SWT serta meyakini kemuliaan dan kekuasaan
hanyalah kepunyaan Allah SWT (10:65).
Hukum
• Melakukan kegiatan strategis dalam menguatkan peran islam dalam hukum positif (pidana, perdata, tata usaha, dan perundangan lainnya) karena hukum yang benar
hanyalah hukum Allah SWT (12:40) dan sumber
kebenaran mutlak adalah Allah (12:67). Oleh karena itu seluruh hukum yang disusun manusia harus mengacu dan tidak bertentangan dengan hukum Allah..
• (Al-Maidah:48) Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang
kepadamu.
• (Al-Maidah:50) Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang- orang yang yakin?
Ucapan
sehari-hari;
• Mencerminkan keterkaitan kuat
dengan keimanan kepada Allah Swt.
Memulai pekerjaan dengan ”Bismillah” , Mengakhiri dengan ” Al hamdulillah” ,
berjanji dengan ”Insya Allah” dan lain-
lain. Mendorong prilaku positif sesuai
dengan ketentuan Allah.
Perkara yang Merusak Tauhid
Syirik
• Perbuatan Syirik merusak tauhid. Syirik yaitu menjadikan sekutu- sekutu selain Allah Swt untuk disembah dan ditaati.
• Syirik terbagi dua;
• Syirik besar: Syirik dalam keyakinan. Seperti; Berdoa atau meminta
perlindungan kepada selain Allah. Sujud dan rukuk kepada selain Allah Swt.
Percaya kepada dukun dan jimat.
• Syirik kecil: Syirik dalam niat perbuatan yaitu Riya. Seperti; Shalat karena ingin disebut shalih, puasa karena diet dan lainnya.