TUGAS 1
DASAR TEKNOLOGI BUSANA
“KONSEP DASAR TEKNOLOGI BUSANA”
DI SUSUN OLEH : VINI ARNESTA NIM : 21075194
DOSEN PEMBIMBING : Dr. YENNI IDRUS, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
JURUSAN ILMU KESEJAHTERAAN KELUARGA FALKUTAS PARIWISATA DAN PERHOTELAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2021
KONSEP DASAR TEKNOLOGI BUSANA 1. Pengertian dasar teknologi busana
a. Dasar merupakan konsep atau langkah awal dari memulai suatu produksi.
b. Teknologi dapat diartikan dengan kemajuan sesuatu pada kehidupan manusia, yang sangat berpengaruh dan berperan
penting bagi pemakainya. Secara ilmiah teknologi bermakna untuk mencapai tujuan praktis, ilmu terapan atau keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
c. Busana adalah segala sesuatu yang melekat pada tubuh kita mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Jadi dapat disimpulkan bahwa DASAR TEKNOLOGI BUSANA adalah sesuatu yang menjadi awal dari yang melekat pada tubuh kita sesuai dengan perkembangan zaman yang berperan penting dalam
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
2. Alat Bantu Menjahit
a.
Alat mengukur Pita ukur(centimeter)
b.
Alat Pembuatan PolaAlat yang digunakan dalam pembuatan pola terdiri dari beberapa macam yaitu:
Rol Pola
Buku Kostum
Skala
Pita ukuran
Kertas Pola
Karbon
Rader
Pensil
Penghapus
Kapur jahit
c.
Alat MemotongAlat yang digunakan untuk memotong bahan busana terdiri dari beberapa macam, yaitu:
Straigth Cutter
Memiliki mata pisau berbentuk lembaran plat baja lurus dengan ukuran antara 5 hingga 14 inci. Ketika digunakan untuk memotong bahan kain mata pisau tersebut
bergerak naik turun(dua arah) secara otomatis dan memotong susuna kain yang cukup tebal/tinggi sesuai kapasitas mesin potong.
Rotary Cutter
Mempunyai mata pisau berbentuk piringan dengan diameter antara 2,5 hingga 10 inci. Ketika digunakan untuk memotong bahan kain mata pisau akan bergerak memutar dan memotong berbagai jenis kain tesktil dengan hasil yang jauh lebih rapi dan akurat.
Band Knife
Sebuah alat pemotong bahan kain yang dilengkapi dengan mata pisau berbentuk pipih dan saling
menyambung pada kedua ujungnya. Mata pisau tersebut dikontrol oleh beberapa roda penggerak yang juga
berfungsi untuk menjaga ketegangan lembaran mata pisau.
Saat digunakan untuk memotong bahan kain, mata pisau akan melingkar searah, jadi mata pisaunya bergerak statis. Jika anda memotong bahan kain menggunakan Band Knife anda harus mendorong tumpukan kain yang akan dipotong kearah mata pisau yang terus berputar sesuai bentuk pola baju yang akan dipotong.
Die Cutting Press
Sejenis mesin potong cetak yang mempunyai mata pisau berbentuk pola komponen yang akan dipotong dan digerakkan secara hidrolik. Mesin ini dirancang khusus untuk memotong komponen atau bagian tertentu dari pakaian yanga memerlukan ketelitian tinggi, sebut saja bagian kerah, kantong, klep, dan manset.
Laser Knife
Dikelompokkan kedalam mesin potong automatic
generasi baru yang memiliki sistem dan cara kerja yang cukup canggih. Mesin ini memancarkan sinar leser yang besarnya 0,1mm sehingga dapat menghasilkan potongan kain yang dijamin akurat sesuai bentuk dan ukuran pola baju.
d.
Bahan Pelengkap Benang
Ritsleting
Kancing
Pita perekat
Pita elastis
Bantalan bahu
Balein
Manik, dan lainnya.
3. Klarifikasi kelompok alat menjahit
Macam-macam jenis mesin jahit.
a. Mesin Jahit Klasik
Disebut juga mesin jahit tradisional. Mesin jahit ini ada yang menggunakan tangan dengan cara diputar dengan tangan, sekarang di desain menjadi lebih efesion yang digerakkan
menggunakan kaki. Namun kini ada yang menggunakan dinamo.
b. Mesin lubang kancing
Mesin ini digunakan untuk membuat jahitan pinggiran pada lubang kancing, agar lubang kancing yang sudah disobek tidak sobek memanjang kemana-mana.
c. Mesin jahit obras
Digunakan untuk merapikan jahitan, agar bahan yang sudah dijahit serat kain yang berada di pinggir tersebut tidak lepas, maka dengan adanya mesin jahit obras akan memperkuat jahitan yang dilengkapi pemotong.
d. Mesin neci
Digunakan untuk menjahit tepian kain(membuat kerudung).
e. Mesin jahit High Speed
Mesin ini memiliki kecepatan tinggi . Mesin ini sangat cocok untuk yang ingin membuka usaha konveksi.
f. Mesin jahit Automatic
Tersedia layar monitor untuk digunakan penyetelan dari tahap awal sampai akhir proses menjahit.
g. Mesin jahit jarum dua rantai
Terdapat dua jarum pada mesin dan menghasilkan jahitan dua baris rantai yang tegas dan elastis. Banyak digunakan di industri garment dan usaha konveksi.
h. Mesin Jahit Overdeck
Untuk jahitan tingkat dasar dan tingkat lanjut digunakan untuk menyatukan kain dasar kaos. Juga dapat menjahit resleting
nilon. Mesin ini biasanya digunakan oleh industri garmant dan pabrik sepatu.
i. Mesin jahit Over lock
Digunakan untuk menjahit atau menggabungkan dua bahan jahitan. Hasil dari mesin ini mirip dengan jahitan obras bedanya jahitan mesin ini lebih halus dan rapi.
j. Mesin jahit Zig-Zag
Digunakan oleh industri berskala besar. Mesin ini yang dikhususkan untuk menyambungkan dua bahan.
k. Mesin jahit Bordir
Digunakan untuk membuat bordiran atau menyulam secara otomatis tanpa menggunakan tangan. Mesin ini bekerja dengan
komputer sehingga kualitasnya bagus. Mesin ini sangat cocok untuk yang ingin membuka butik.
4. Klarifikasi teknik menjahit
1. Tusuk Jelujur
Merupakan teknik polanya bergerak dari kanan ke kiri. Teknik tusukan ini berguna untuk membuat jahitan lebih rapi bahkan sempurna. Pola tusuk jelujur mempunyai 3 fungsi, yaitu menjahit sisi kain, menutup sisi ujung dari suatu bentuk, dan membuat kain mempunyai efek kerutan.
Tusuk Jelujur Biasa : Teknik ini dilakukan dengan jarak yang tidak sama, berbeda.
Tusuk Jelujur Jarak Tertentu : Teknik ini menggunakan jarak yang konsisten. Jenis tusuk jelujur ini berguna untuk tusukkan
sementara.
Tusuk Jelujur Renggang : Teknik ini menggunakan satu spasi.
diantara setiap jahitannya. Tusuk ini dibuat dengan benang yang dirangkap sehingga apabila jahitan selesai, ada jejak jahitan terakhir.
2. Tusuk Tikam Jejak / Balik
Tusuk tikam jejak ini mempunyai alur yang sama seperti mesin jahit.
Cara membuat pola tusuk tikam jejak adalah melakukan jahitan secara dua kali dari tusukan bagian atas.
Fungsi tikam jejak adalah membuat dekorasi hiasan garis yang berbentuk lurus, melingkar, atau bentuk lainnya sesuai desain diinginkan. Contoh dari hasilnya adalah motif pada sarung yang berbentuk kotak-kotak, membuat garis yang beraksen, tulisan, dan lainnya.
Fungsi lainnya adalah untuk menyambungkan kain dengan kain lainnya dan penyambung risleting dengan bahan kain.
3. Tusuk Flanel
Teknik dasar menjahit tusuk flanel umumnya digunakan sebagai metode menjahit pinggiran dari busana yang diobras.
Pada dasarnya tusuk flanel digunakan pada kain yang mempunyai nilai jual yang mahal.
Teknik tusuk flanel mempunyai 3 kegunaan yaitu sebagai hiasan, tusukan dasar, dan sulaman banyangan dengan jarak rapat yang dapat mengikuti motif.
Cara menerapkan tusuk flanel adalah melakukan tusuk jelujur pada kain yang telah diobras 3-4cm dengan langkah mundur tusukan 0.75 cm ke bawah. Tusukkan jarum ke arah kanan dan mundr lagi 0.5 cm.
Tusukkan kembali keatas tusukan pertama dan lanjutkan hingga selesai.
4. Tusuk Feston
Feston mempunyai fungsi untuk menyelesaikan tiras pada jahitan.
Contohnya adalah tiras lingkar pada lengan di pakaian bayi. Selain itu pola tusuk Feston juga berfungsi sebagai dekorasi. Khususnya bila kombinasi warna benang dasar dan hias mempunyai keselarasan yang baik. Bentuk hiasan yang dapat dibuat dengan pola feston adalah bentuk seperti bunga.
5. Tusuk Balut
Pola tusuk balut berguna untuk menjahit tiras yang sudah rusak pada klim rol.
Fungsi lainnya adalah sebagai teknik penyelesaian pada pinggiran jahitan. Cara menjahit dengan teknik dasar tusuk balut adalah dengan arah kiri ke kanan dan sebaliknya dengan sedikit miring.
6. Tusuk Batang / Tangkai
Berguna secara khusus sebagai hiasan pada suatu bahan. Hasil yang bisa didapatkan dari tusuk batang adalah sesuai dengan hasilnya yaitu bentuk batang. Tidak menutup kemungkinan untuk membuat kreasi yang lain juga dengan tusuk batang, tapi pada umumnya dibuat untuk membuat batang.
Cara menerapkan pola tusuk batang adalah dengan menjahit mundur 1/2 cm serta mengaitkan 5-6 benang pada bahan. Setelah itu jarum ditarik keluar dan menghasilkan tusuk tangkai. Pola tersebut
dilakukan secara berulang hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.
Bila ingin membuat ukuran lebih besar maka jarak tusukkan dibuat lebih rapat dan mengaitkan kain lebih besar.
7. Tusuk Rantai
Sesuai dengan namanya, teknik dasar menjahit tusuk rantai mempunyai pola yang membentuk rantai.
Pola ini berguna untuk membuat dekorasi pada bahan dengan bentuk rantai, contohnya adalah ranting-ranting pohon serta dahan pohon.
Cara membuat tusuk rantai adalah dengan langkah maju dalam menjahit.Pertama, tusukkan jarum dari bawah ke atas kain. Setelah itu jarum akan ditusukkan kembali pada lubang tempat jarum
membentuk lingkaran akibat tusukkan sebelumnya. Tarik jarum dan ulangi pola tersebut hingga terbentuk pola yang diinginkan.
8. Tusuk Silang
Pola tusuk silang digunakan sebagai hiasan pada bahan. Cara
membuat pola tusuk silang adalah dengan menjahit dari kanan atas ke kiri bawah, setelah itu dibuat arahnya ke kanan bawah. Tusukkan kedua akan dimulai dari kanan bawah lalu ke arah kiri atas. Pastikan letak tusukan sejajar untuk bagian atas dan bagian bawahnya
sehingga terbentuk tusukan silang yang rapi. Ulangi hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.
9. Tusuk Piquar
Teknik tusuk piquar adalah sebuah teknik dasar menjahit yang berguna untuk memasangkan bahan berbulu. Pada umumnya digunakan pada mantel bulu, jaket, atau jas. Fungsi lain tusuk piquare adalah sebagai hiasan pada busana lainnya.
10. Tusuk Som/Sum
Pola tusuk som digunakan untuk menjahit dan mengunci lipatan pada bahan. Kain yang telah dikunci dengan pola tusuk som tidak bisa dibuka kembali dengan mudah. Cara menggunakan teknik som yaitu menusukkan benang pada kain yang terlipat. Tarik benang lalu tusukkan kembali disamping tusukan tersebut dengan jarak rapat.
Ulangi sampai selesai menjahit lipatan.
11. Tusuk Pipih
Teknik dasar menjahit tusuk pipih berarah dari kiri ke kanan. Pola ini dibuat dengan turun naik secara lurus dan bersusun menutup
seluruh permukaan ragam hias. Teknik ini pada umumnya digunakan untuk membuat hiasan bentuk daun atau mahkota bunga, dan
hidung boneka.
12. Tusuk Rantai Terbuka
Merupakan salah satu bentuk tusuk hias yang bervariasi. Tusuk ini pada dasarnya adalah tusuk rantai dengan variasi tersendiri. Pola ini pada umumnya dibuat menjadi hiasan pada boneka karena
membentuk mulut yang terbuka.
13. Tusuk Jeruji
Mirip dengan jenis tusuk roll. Perbedaannya terdapat pada
fungsinya. Jeruji berfungsi untuk menghias permukaan, sedangkan teknik tusuk roll berguna untuk menyambungkan dua kain menjadi satu. Contoh tusuk jeruji adalah bentuk mata, hidung, mulut, dan mahkota bunga.
14. Tusuk Roll
Teknik dasar menjahit tusuk roll, seperti namanya pola ini membentuk sebuah lingkaaran ketika diterapkan. Teknik ini digunakan untuk menyambung kain agar ujung kain tidak menumpuk.
15. Tusuk Bullion
Teknik tusuk Bullion pada dasarnya bukanlah teknik dasar menjahit.
Bullion adalah teknik lanjutan yang jarang digunakan oleh penjahit.
Pola tusuk bullion membuat butiran-butiran kecil untuk membentuk bunga-bunga kecil dan lainnya.
16. Tusuk Roumani/Rumani
Teknik roumani sama seperti tusuk bullion. Teknik ini mempunyai tingkat lanjutan dan tidak umum digunakan. Pola tusuk Roumani berguna untuk membentuk hiasan dengan detail, contohnya adalah daun dan bunga yang berbentuk panjang.
17. Tusuk Satin
Pola Tusuk Satin digunakan untuk membuat hiasan berbentuk daun pada umumnya. Selain daun, teknik tusuk satin juga dapat
digunakan membentuk hiasan yang bervariasi sesuai keinginan.
18. Tusuk Dasar
Pola tusuk datar digunakan sebagai hiasan dalam jahitan. Pada umumnya untuk mengisi bidang yang kosong pada kerangka yang telah dibuat.
19. Tusuk Lurus
Teknik dasar menjahit tusuk lurus mempunyai pola yang sama sesuai dengan namanya, yaitu lurus. Teknik ini digunakan untuk membentuk bunga dan rumput dengan jahitan lurus.
20. Tusuk Bunga
Teknik dasar menjahit tusuk bunga mempunyai pola yang sangat unik. Pola tusuk bunga sangat bervariasi dengan hasil membentuk kerangka sebuah bunga. Cara melakukan tusuk bunga berbeda sesuai dengan bunga yang diinginkan.
21. Tusuk Veston
Teknik dasar menjahit tusuk vetson digunakan pada taplak meja, selimut, tepi kain, tepi pakaian, dan lain-lain. Termasuk mudah dan dapat dilakukan sebagai pengajaran kepada anak-anak.
Arah jahitan dapat dilakukan dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
Mulai jahitan dengan cara menusukan dari dalam kain pada posisi 1 cm dari ujung kain, seteah itu tarik keluar.
Tusukkan kembali pada kain dengan posisi dekat lubang pertama dan tarik perlahan.
Setelah itu akan ada lingkaran dari benang, masukan benang pada lingkaran lalu tarik.
Ulangi hingga selesai menjahit.