1. Jenis Penelitian 2. Lokasi Penelitian
3. Jenis dan Sumber Data 4. Populasi
5. Teknik Pengambilan sampling 6. Teknik Pengumpulan data
7. Pengolahan data
8. Validitas Data
9. Analisis Data
METODE PENELITIAN
Alat untuk mencari jawab.
Suatu cara atau jalan untuk memecahkan masalah yang ada dengan cara mengumpulkan, menyusun,
mengklarifikasikan dan menginterprestasikan data.
Metode yang bersifat ilmiah dan sistematis
Berarti sesuai dengan pedoman atau aturan yang berlaku untuk suatu karya ilmiah
1. Jenis Penelitian
Penelitian Hukum Normatif
Penelitian Hukum Empiris
Penelitian hukum yang
mengkaji hukum tertulis dari berbagai aspek, yaitu aspek teori, sejarah, filosofi,
perbandingan, struktur dan komposisi, lingkup dan
materi, konsistensi,
penjelasan umum dan pasal demi pasal, formalitas dan kekuatan mengikat suatu UU, serta bahasa hukum yang
digunakan, tetapi tidak
mengkaji aspek terapan atau implementasinya.
Penelitian hukum empiris mengungkapkan hukum yang beroperasi ( law in action) dalam masyarakat atau perilaku hukum dalam masyarakat.
Berdasar Sifatnya
Penelitian Eksploratif
Dilakukan jika pengetahuan suatu gejala kurang sekali atau belum ada
Penelitian Deskriptif
Penelitian untuk memberikan data yang seteliti mungkin dengan
menggambarkan gejala tertentu
Penelitian Eksplanatoris
Penelitian yang dimaksudkan untuk
menguji hipotesis-hipotesis tertentu
Berdasar bentuknya
Diagnostik
Penelitian untuk mendapatkan
keterangan mengenai sebab-sebab terjadinya suatu gejala tertentu
Preskriptif
Penelitian untuk mendapatkan saran-saran dalam mengatasi masalah tertentu
Evaluatif
Penelitian yang dilakukan untuk menguji hipotesa tertentu
2. LOKASI PENELITIAN
Penelitian Normatif :
• Tidak diperlukan
• Data sekunder dapat diakses dari berbagai lokasi
Penelitian Hukum Sosiologis/Empiris :
• Diperlukan disebut secara spesifik
• Untuk membatasi keberlakukan simpulan penelitian
• Untuk mengetahui ketepatan dalam mengambil data
Dari sumbernya
Sekunder
Primer
Diperoleh langsung dari sumbernya Diperoleh dari bahan pustaka
(sumber ke dua)
Ciri data Sekunder:
- Dapat segera digunakan
- Bentuk dan isi telah diisi dan dibentuk peneliti terdahulu
- Tak terbatas waktu dan tempat keterangan-keterangan
atau pengetahuan yang secara tidak langsung diperoleh melalui studi
kepustakaan, bahan-bahan dokumenter, tulisan ilmiah dan sumber-sumber
tertulis lainnya.
Jenis Data Sekunder
Bersifat Pribadi Bersifat Publik
Berbentuk Dokumen pribadi(Surat, buku harian)
Data pribadi
Berbentuk arsip Resmi
Lainnya yang dipublikasikan.
Misalnya
yurisprudensi MA
Data Sekunder tidak sama dengan bahan hukum
sekunder. Bahan hukum sekunder merupakan bagian
dari sumber data sekunder
SUMBER DATA
Sumber Data Primer
Sumber data yang diperoleh secara langsung dari responden / informan (di lapangan)
Sumber Data Sekunder Pendapat para ahli, dokumen- dokumen, tulisan-tulisan dalam buku ilmiah, dan literatur-
literatur yang mendukung data.
Gregory Churchill :
1. Bahan Hukum Primer 2. Bahan Hukum Sekunder 3. Bahan Hukum Tersier
MINGGU
DATANG
POPULASI DAN SAMPLING
2 MINGGU LAGI
INSTRUMEN PENGUMPUL DATA
3 MINGGU LAGI