• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Kebijakan SDM dan Keuangan Laboratorium Sekolah (Prof. Subur)

N/A
N/A
19-064 Jimmy Martin Barasa

Academic year: 2025

Membagikan "1. Kebijakan SDM dan Keuangan Laboratorium Sekolah (Prof. Subur)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

SUMBER DAYA MANUSIA LABORATORIUM DAN KEBIJAKAN PEMBIAYAANNYA

Oleh.

Prof. Dr. H. Subur, M. Ag

(2)

URGENSI LABORATORIUM

1.

Dalam Permendikbud No. 33 tahun 2013 tentang SNPT Bab

III Standar Nasional Pendidikan, Bagian Ketujuh Standar

Sarana dan Prasarana Pasal 38 ayat 2, bagian G, dikatakan

bahwa Setiap Lembaga Pendidikan wajib memiliki

laboratorium (tempat percobaan, penelitian dan pelatihan)

baik di ruang tertutup maupun terbuka. Fungsi Lab. Untuk

melengkapi teori, mengembangkan keterampilan dan

memupuk keberanian dalam mencari kebenaran ilmiah. Ini

semua dilakukan dalam rangka meningkatkna kualitas SDM

(3)

Lanjutan

2.

Laboratorium Pendidikan adalah unit penunjang akademik

pada perguruan tinggi, yang digunakan untuk

melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan

pengabdian kepada masyarakat; dengan menggunakan 1)

peralatan dan 2) bahan, 3) berdasar metode keilmuan

tertentu

(4)

Lanjutan

3. Laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia atau bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain.

4. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan (Permendiknas No. 19/2007).

(5)

Lanjutan…

5. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan, menetapkan bahwa tenaga pendidikan pada SMA/MA bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya harus juga terdiri atas tenaga laboratorium. Selanjutnya, pasal 15, Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008, tentang Guru, menetapkan bahwa guru yang memenuhi persyaratan dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala laboratorium, dengan beban kerja paling sedikit 12 (duabelas) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu dengan memperoleh tunjangan profesi.

(6)

Jenis – Jenis Laboratorium

laboratorium dikelompokkan berdasarkan tempat dan tujuannya. Seperti laboratorium laboratorium ;

1. Kimia, larutan penimbangan bahan kimia

2. Fisika,

3. Biologi/Batoni

4. Farmakologi,

5. Penelitian,

6. Industri,

7. Pelayanan Jasa

8. Micro Teaching

(7)

Kualifikasi Pengelola Laboratorium Sekolah

Pengelolaan Laboratorium yang baik hendaknya diawali dengan penyiapan SDM yang memadai. SDM Laboratorium memiliki keahlian khusus untuk

melakukan tugas sebagai seorang laboran, antara lain;

1. mampu melakukan analisis di bidangnya;

2. mampu menjaga kelangsungan peralatan laboratorium;

3. terlatih mengoperasikan alat dan menghindari kerusakan alat sehingga umur alat panjang.

4. TUPOKSI laboran adalah melaksanakan kegiatan pengelolaan laboratorium yang mencakup kegiatan perancangan kegiatan laboratorium,

pengoperasian peralatan dan bahan, pemeliharaan/perawatan peralatan dan bahan serta pengembangan kegiatan laboratorium dalam pelaksana kegiatan tridarma.

(8)

Sesuai Permendiknas No. 26/2008, Kompetensi Laboran adalah kemampuan dalam ;

1. Menyusun rencana pengembangan laboratorium

2. Merencanakan pengelolaan laboratorium

3. Mengembangkan system administrasi laboratorium

4. Menyusun prosedur operasi standar (POS) kerja laboratorium

5. Mengkoordinasikan kegiatan praktikum dengan guru

6. Menyusun jadwal dan memantau serta mengevaluasi kegiatan laboratorium

7. Menyusun laporan kegiatan laboratorium

8. Memantau kondisi dan keamanan bahan serta alat laboratorium

9. Memantau kondisi dan keamanan bangunan laboratorium

10. Membuat laporan bulanan dan tahunan tentang kondisi dan pemanfaatan laboratorium

(9)

PEMBIAYAAN LABORATORIUM

Pendapatan atau sumber dana untuk pengadaan dan kegiatan laboratorium diperoleh dari APBN dan PNBP, dan masyarakat atau orang tua (Manazhim, 2019). Pembiayaan Laboratorium secara umum dibedakan menjadi 3 macam;

1. Biaya Pengadaan ; pengadaan barang-barang laboratorium dilakukan dalam rangka menunjang kegiatan praktek dan tercapainya tujuan Pendidikan; IPA, Micro teching, dll. Tentu saja pengadaan ini dilakukan sesuai kebutuhan Lembaga dan disesuaikan dengan ketersediaan dana. Proses pengadaan barang-barang harus melalui pengusulan / proposal kepada rektor / Pimpinan Universitas

2. Biaya Perawatan ; perawatan menjadi bagian yang sangat penting karena dilakukan sepanjang waktu selama peralatan itu masih dapat difungsikan. Biaya ini antara lain mengganti kerusakan, barang habis pakai, pemeliharaan dan kebersihan.

3. Biaya Operasional; biaya operasional ini dibedakan menjadi dua; operasional untuk dosen dan staf/laboran. Biaya operasional ini sifatnya incidental.

4. Semua penggunaan dana harus disesuaikan dengan SBM, yang ditetapkan oleh Menteri keuangan.

(10)

Lanjutan

5. Semua peralatan dalam laboratorium dilakukan inventarisasi agar tidak hilang.

6. Untuk menjaga peralatan dalam laboratorium ditunjuk satu orang/laboran yang bertanggungjawab atas pemeliharaandan keamanan peralatan.

7. Setiap penggunaan laboratorium dapat dikoordinasikan dengan laboran yang bertugas.

(11)

Renungan

1. Apakah di Lembaga Pendidikan Saudara memiliki laboratorium ?

2. Apa saja jenis/bentuk laboratorium di Lembaga Pendidikan Saudara ?

3. Apakah di sekolah Saudara telah memiliki laboratorium ? Jika ada apakah sudah lengkap dan memiliki laboran ?

4. Apa saja kualifikasi utama yang harus dimiliki oleh seorang laboran ?

5. Dari mana sumber dana laboratorium yang digunakan ? Bagaimana proses pengadaannya ?

6. Bagaimana perawatan laboratorium di tempat Saudara ?

7. Bagaimana penggunaan laboratorium di tempat Saudara ?

8. Hambatan apa saja yang sering dihadapi dalam pengadaan laboratorium Saudara ?

Referensi

Dokumen terkait