• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Rakor Tata Lingkungan Kadis LH

N/A
N/A
tata lingkungan

Academic year: 2024

Membagikan "1. Rakor Tata Lingkungan Kadis LH"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

INOVASI

KEBIJAKAN LINGKUNGAN HIDUP

untuk mengatasi Triple Planetary Crisis

Dodit Ardian Pancapana, S.T., M.Sc.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Rakor Tata Lingkungan Regional Jawa Bagian Barat

DINAS LINGKUNGAN HIDUP Provinsi Jawa Barat

Bandung, 30 September 2024

(2)

OUTLINE

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

01 Gambaran Umum Jawa Barat

Kependudukan; Ekoregion; Jasa Ekosistem; Arahan Zonasi

02 Isu dan Tantangan Lingkungan Hidup di Jawa Barat

Triple Planetary Crisis

03 Inovasi Kebijakan dan Program Lingkungan Hidup Jawa Barat

Perencanaan Lingkungan Hidup

Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup

Penegakan Hukum Lingkungan

(3)

DLH PROVINSI JAWA BARAT | 2024

SEKILAS TENTANG

PROVINSI JAWA BARAT

(4)

Sekilas tentang

Jawa Barat

Tantangan untuk Provinsi Jawa Barat

Tahun 2024

Evaluasi Capaian Indikator Makro Pembangunan Daerah Jawa Barat Transformasi Ekonomi Pasca Pandemi

Kab/Kota

27

Jumlah Penduduk

2020

2021

2022

48,27 juta

48,78 juta

49,4 juta

1.359 jiwa/km2

Hampir 10 x lipat lebih tinggi dibandingkan dengan kepadatan

penduduk nasional, yaitu 149 jiwa/km2 Luas Wilayah*

37.044,86 km2

Pertumbuhan Penduduk**

Kepadatan Penduduk*

1,13% Laju pertumbuhan

penduduk nasional yaitu 1,11%

Keterangan :

* Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.1.1-6117 Tahun 2022 Tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan dan Pulau tanggal 9 November 2022

** Laju pertumbuhan penduduk dihitung berdasarkan penduduk tahun 2020 (September) dibandingkan dengan penduduk tahun 2024 (Juni)

2021

2022

2023

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

(5)

WIlayah Jawa Barat terbagi atas

11 ekoregion darat dan 2 ekoregion laut

Provinsi Jawa Barat

PETA

EKOREGION

WILAYAH

JAWA BARAT

(6)

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

INDEKS KERENTANAN BANJIR INDEKS KERENTANAN KEKERINGAN

INDEKS KERENTANAN

GELOMBANG PASANG & ABRASI INDEKS KERENTANAN BAHAYA TANAH LONGSOR

wilayah yang mengalami tingkat kerentanan sangat tinggi terhadap bahaya banjir pada tahun baseline berada di sekitar Kota Cirebon,

Kabupaten Indramayu, dan di sekitar Kabupaten Bandung Barat

tingkat kerentanan sangat tinggi terhadap bahaya kekeringan pada tahun baseline berada di wilayah tengah ke utara Provinsi

Jawa Barat

kawasan Pantai Pangandaran dan Pelabuhan Ratu (Kabupaten Sukabumi) yang memiliki potensi gelombang ekstrim dan abrasi

yang tinggi

Wilayah yang mengalami tingkat kerentanan sangat tinggi terhadap bahaya tanah longsor pada tahun baseline berada di sekitar Kabupaten

Bandung Barat Sumber:KLHS RPJMD Provinsi Jawa Barat, 2020

KONDISI LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAWA BARAT

Menurunnya Ketersediaan Air

1050

m3/kapita/tahun

270

m3/kapita/tahun

2009 2025

Dengan semakin bertambahnya jumlah

penduduk dan aktivitas yang semakin tidak terkendali, banyaksungai mengalami penurunan fungsi,

penyempitan, pendangkalan dan pencemaran.

Lahan Kritis Lahan kritis di Jawa Barat tercatat seluas907.979,09 Ha,dimana sebesar72,5%

atau seluas658.834,6 Ha masuk dalam kategori sangat kritis,

Sebanyak 67% Desa di Provinsi Jawa Barat dinilai

memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim di

atas Level 3 (cukup rentan) (Data SIDIK KLHK, 2015)

Sumber:http://ditjenppi.menlhk.go.id/reddplus/images/resources/buku_sidik/BUKU_SIDIK_FINAL.pdf

(7)

DLH PROVINSI JAWA BARAT | 2024

ISU DAN TANTANGAN

LINGKUNGAN HIDUP

DI JAWA BARAT

(8)

Sumber : Bappeda Prov. Jabar Dinas Lingkungan Hidup

Provinsi Jawa Barat

TANTANGAN JAWA BARAT TAHUN 2045

Megatren global akan mengubah cara kita memandang pembangunan global, mendorong

implementasi kebijakan yang mendukung lingkungan, penyesuaian terhadap perkembangan teknologi, pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas wilayah

yang lebih berkelanjutan, dan adopsi system finansial digital.

(9)

Provinsi Jawa Barat

Climate Change

Biodiversity Pollution Loss

TRIPLE PLANETARY

CRISIS Jumlah Kendaraan

Bermotor

Peningkatan

Timbulan Sampah

Limbah Industri dan Peternakan

Lahan Kritis Alih Fungsi Lahan

Limbah Domestik

TRIPLE PLANETARY CRISIS

(10)

DLH PROVINSI JAWA BARAT | 2024

INOVASI KEBIJAKAN DAN PROGRAM

LINGKUNGAN HIDUP

DI JAWA BARAT

(11)

Provinsi Jawa Barat

KEBIJAKAN TERKAIT LINGKUNGAN HIDUP DI JAWA BARAT

Perencanaan Penegakan

Hukum Lingkungan Pengendalian Pencemaran

dan Kerusakan Lingkungan

Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup

Perda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH)

Perizinan Lingkungan

Pengawasan dan Penaatan Hukum Lingkungan

Patroli Sungai

Program Pengendalian Pencemaran Kerusakan DAS Citarum dan DAS Cilamaya

Implementasi Ekonomi Sirkular di Jawa Barat

Pembangunan TPPAS Regional Jawa Barat

Implementasi ESG

Program Penanganan Lahan Kritis

Pajak dan Retribusi Daerah

Pengendalian Perubahan Iklim

Pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati

(12)

P E R E N C A N A A N

L I N G K U N G A N H I D U P

D L H P R O V I N S I J A W A B A R A T | 2 0 2 4

(13)

KEBIJAKAN TENTANG DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG

LINGKUNGAN HIDUP WILAYAH JAWA BARAT

Provinsi Jawa Barat

Status daya dukung dan daya tampung penyedia air di wilayah Jawa Barat ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 610/Kep.549-

DLH/2022 tentang Daya Dukung dan Daya Tampung Air di Daerah Provinsi Jawa Barat.

Analisis Daya Dukung dan Daya Tampung ini juga merupakan acuan dalam menyusun RPPLH dan KLHS.

(14)

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

DAYA DUKUNG PENYEDIA AIR

DI JAWA BARAT

Berdasarkan hasil analisis, wilayah dengan status daya dukung

penyedia air yang telah melampaui ambang batas

sebagian besar berada di wilayah utara Jawa Barat. Wilayah

tersebut meliputi daerah pantura (pantai utara) dan kawasan Metropolitan Bandung Raya, khususnya Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Wilayah-wilayah dengan status melampaui ini terjadi karena merupakan wilayah padat penduduk sehingga memiliki kebutuhan air bersih yang besar.

(15)

PERATURAN DAERAH NOMOR 4 TAHUN 2023 TENTANG RPPLH POVINSI JAWA BARAT

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

ditetapkan pada tanggal 26 Mei 2023

(16)

Zona Budidaya

Merupakan daerah yang secara teknis dialokasikan untuk pembangunan atau pemanfaatan lainnya.

Zona Cadangan

Merupakan daerah yang kondisinya ditetapkan sementara sebagai daerah perlindungan setempat.

Zona Lindung

Merupakan daerah yang harus dijaga kualitas jasa lingkungannya karena memiliki nilai jasa yang sangat penting dan menentukan dalam

memastikan ekosistem berfungsi secara optimal.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

PETA ARAHAN ZONASI

WILAYAH JAWA BARAT

(17)

Provinsi Jawa Barat

MANFAAT KLHS

Hasil tindak lanjut dari Pokja RTRW atas hasil integrasi untuk rekomendasi KLHS pada Jaringan KA

CiwideyRancabuaya terhadap CA Situ Patenggang memotong CA Situ Patenggang di

Kabupaten Bandung diakomodir

Hasil tindak lanjut dari Pokja RTRW atas hasil integrasi untuk rekomendasi KLHS pada PLTSA Legok Nangka di

TB Kareumbi

(18)

P E N G E N D A L I A N P E N C E M A R A N L I N G K U N G A N H I D U P

D L H P R O V I N S I J A W A B A R A T | 2 0 2 4

(19)

Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Sungai Strategis Nasional

(DAS Citarum dan DAS Cilamaya)

(20)

v

11.323 KM² Luas Wilayah

13 Kab/Kota

32% Luas Jawa Barat

297 KM Panjang DAS

±18 Juta Penduduk

19 Sub DAS

23 Wilayah Sektor

Wilayah DAS Citarum

Penggerak turbin PLTA Jawa-Bali

Pemasok air baku & industri

Mengairi daerah irigasi lumbung padi nasional

Sumber utama air baku Ibu Kota Negara

Pemanfaatan

DAS CITARUM

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat
(21)

Command CenterSatgas PPK DAS Citarum merupakan salah satu inovasi dari program Pengelolaan Data Informasi dan Koordinasi Percepatan PPK DAS Citarum

Program Pengendalian

Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum (Citarum Harum)

Provinsi Jawa Barat

(22)

TARGET DAN CAPAIAN

PROGRAM CITARUM HARUM

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

1. Penanganan Lahan Kritis

2. Penanganan Air Limbah Domestik

3. Pengelolaan Persampahan 4. Penanganan Limbah Industri

5. Penanganan Limbah Industri 6. Penanganan Keramba

Jaring Apung

7. Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pariwisata

8. Pengendalian Pemanfaatan Ruang

9. Penegakan Hukum

10. Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat

11. Riset dan Pengembangan 12. Datin dan Humas

(23)

PASCA CITARUM HARUM

Di akhir periode pelaksanaan Program PPK DAS Citarum di tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar

JAMBORE PENTAHELIXyang merupakan kegiatan evaluasi dan sosialisasi pencapaian Rencana Aksi PPK DAS Citarum dan sebagai langkah transisi menjelang berakhirnya masa tugas Satgas Citarum Harum tahun 2025.

Pada setiap kegiatan Jampe (Jambore Pentahelix) dibentuk sebuah Tim Formatur Komite DAS Citarum dan Tim Mikro DAS Citarum yang berguna sebagai fondasi langkah transisi saat berakhirnya Satgas Citarum Harum pada tahun 2025 di mana

selanjutnya komite tersebut akan menjadi mitra strategis bagi Tim DAS Citarum.

Provinsi Jawa Barat

(24)

LANGKAH SELANJUTNYA : PPK DAS CILAMAYA

Peran Strategis Sungai Cilamaya bagi Jawa Barat :

penyokong kegiatan pertanian dan peternakan

memenuhi kebutuhan industri

memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

(25)

Pergub Jabar No. 45 Tahun 2022 tentang Pengendalian

Pencemaran dan Kerusakan DAS Cilamaya dan DAS Kali Bekasi ditetapkan atas dasar diperlukannya pengaturan untuk

mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan yang berdampak pada penurunan kualitas kesehatan, sosial, ekonomi, tata kehidupan, kualitas ekosistem, dan sumber daya

masyarakat dan lingkungan.

TENTANG SATGAS PPK DAS CILAMAYA

Kepgub Jabar No.660.3/Kep.443-DLH/2023 tentang Satuan Tugas Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Cilamaya

Muatan Pergub 45/2022 mengatur :

○ Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS (Pencegahan, Penanggulangan, dan Pemulihan)

Pembentukan Kelembagaan

○ Monitoring dan Evaluasi

○ Pembiayaan

Provinsi Jawa Barat

(26)

Implementasi ESG

(Environment, Social, and Governance)

(27)

Program inisiatif yang digagas oleh Diskominfo Provinsi Jawa Barat melalui Jabar Digital Services sejak tahun 2019 untuk mewujudkan "Desa Unggulan dengan Inovasi Digital" yang mengangkat sejumlah topik, seperti pertanian, perikanan, peternakan, pendidikan, kesehatan, pengelolaan sampah, dan multimedia melalui aplikasi IoT.

Melalui program ini, warga desa dapat mengakses informasi dan layanan dengan lebih cepat dan efisien, meningkatkan produktivitas lokal, serta mendukung transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Data per 10 Agustus 2023 menunjukkan sudah 2.306 desa (dari total 5.312 desa di Provinsi Jawa Barat yang tergabung dalam program Desa Digital.

Program Desa Digital telah meraih beberapa penghargaan, salah satunya adalah penghargaan ASEAN Tech for ESG

Awards by AIBP yang diberikan pada 13 Maret 2024.

4 Tahapan Pengembangan Desa Digital untuk Pembangunan yang Berkelanjutan

1.192 Desa

menjadi desa penerima manfaat dalam pembangunan infrastruktur

per tahun 2022

5.311 BUMDes

aktif di Provinsi Jawa Barat per tahun 2022

165 Desa Digital

dengan 7 desa digital tematik per 10 Agustus

2023

357 Desa

telah mendapatkan Pelatihan Literasi Digital

hingga tahun 2023

K/L/PD yang terlibat :

Mitra :

DESA DIGITAL

Provinsi Jawa Barat
(28)

SINGMANFAAT merupakan aplikasi yang berbasis halaman website yang memuat informasi mengenai hasil produksi hutan, infografis kawasan hutan, serta informasi mengenai penanaman dan pemeliharaan pohon. Sedangkan Pasar Pasisian Leuweung merupakan kegiatan “pasar dadakan” yang diadakan di kawasan wisata untuk mendorong peningkatan ekonomi petani hutan dengan menjual langsung produk hasil hutan di pasar tersebut. Kedua program tersebut merupakan inisiatif dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan penjualan produksi hasil hutan kepada masyarakat.

Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat mengintegrasikan Pasar Pasisian Leuweung ke dalam aplikasi SINGMANFAAT dalam fitur e- katalog produk hasil hutan. Dengan adanya platform berjualan secara daring ini, banyak manfaat yang dapat dirasakan dari aspek lingkungan, salah satunya adalah mengurangi potensi timbulan sampah yang dihasilkan ketika mengadakan kegiatan Pasar Pasisian Leuweung.

Tampilan aplikasi SINGMANFAAT melalui websitewww.singmanfaat.jabarprov.go.id

APLIKASI SINGMANFAAT DAN PASAR PASISIAN LEUWEUNG

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

(29)

Kebijakan Pengelolaan Persampahan

di Jawa Barat

(30)

Way Forward…

TPPAS Lulut Nambo dan Legok Nangka

TPPAS Regional Lulut Nambo dan Legok Nangka merupakan infrastruktur vital yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk

menyelesaikan salah satu isu lingkungan hidup yang menjadi prioritas di Jawa Barat, yaitu pengelolaan persampahan.

TPPAS Lulut Nambo

TPPAS Legok Nangka

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

(31)

PEMROSESAN SAMPAH DI TPPAS LULUT NAMBO MENGHASILKAN RDF

Telah dilakukan pemrosesan sampah di TPPAS Lulut Nambo.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa Flow Process sudah sesuai dan menghasilkan RDF yang sesuai dengan acceptance criteriaparameter utama (Value Caloric & Moisture Content) pihak offstaker (PT Indocement).

Sistem yang dirancang cukup untuk kapasitas 50 ton/hari.

Produk Refuse Derived Fuel (RDF), seperti bahan bakar yang terbuat dari limbah padat kota, limbah industri, atau sampah komersial, akan dihasilkan dari pengelolaan limbah ini. RDF dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pengganti untuk pembakaran.

Provinsi Jawa Barat

(32)

v

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

WASTE TO ENERGY :

KONVERSI SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR DAN SUMBER LISTRIK

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya menjadikan sampah yang dihasilkan di Jawa Barat sebagai sumber alternatif pembangkit listrik selain menjadi alternatif sumber bahan bakar sesuai dengan Perpres No. 38/2015 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KBPU) serta Perpres No. 35/2018 tentang Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik.

Tujuan dari proyek ini adalah membangun fasilitas pengolahan akhir sampah rumah tangga, memperbaiki kondisi sanitasi dan kesehatan, mendukung konsep ekonomi sirkular.

(33)

DARI EKONOMI LINEAR

MENUJU EKONOMI SIRKULAR

Ekstraksi

&

Produksi

Konsumsi Pengumpulan Landfill

menuj u

Desain/

Manufaktur

Produk Konsumen

Pengumpulan Daur

Ulang Pemrosesan

Ekonomi sirkular adalah sebuah alternatif untuk ekonomi linier tradisional (buat, gunakan, buang) dimana kita menjaga agar sumber daya dapat dipakai selama mungkin, menggali nilai

maksimum dari penggunaan, kemudian memulihkan dan meregenerasi produk dan bahan.

Beberapa aplikasi atau kegiatan ekonomi sirkular di Jawa Barat yang didorong pada beberapa kesempatan, antara lain:

1. Pengelolaan sampah melalui program TPS 3R dan Bank Sampah

2. Pengelolaan limbah ternak 3. Produksi makanan organik

4. Pasar bebas plastik danstyrofoam

5. Mendorong Investasi hijau (WJIS 2022) dan UMKM berbasis ekonomi hijau (KKJ-PKJB 2022, Dekranasda Provinsi Jawa Barat yang berfokus pada ketahanan pangan serta transisi energi menuju energi baru dan terbarukan.

6. ProgramOne Pesantren One Product

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

(34)

NYEPAH

(Nyetor Sampah Jadi Berkah) GEBYAR PAS

(Gerakan Belanja Bayar Pakai Sampah)

NYEPAHadalah gerakan sosial berupa setor sampah rumah tangga non-organik yang diinisiasi oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat untuk menuntaskan sampah di kawasan permukiman secara mandiri dan mengurangi residu yang harus dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Pelaksanaannya dengan melakukan pemilahan sampah langsung dari sumber, kemudian membawa sampah terpilah ke Bank Sampah/TPS 3R/tempat pengumpulan. Sampah tersebut kemudian dibawa oleh pengelola ke TPS sementara untuk disortir dan kemudian diangkut oleh mitra. Sampah-sampah terpilah tersebut ditimbang dan kemudian diangkut ke industri daur ulang. Hasil penimbangan sampah kemudian akan dikonversi menjadi uang elektronik.

GEBYAR PASadalah skema pengelolaan dan pemilahan sampah di Apartemen Transit Jawa Barat yang diinisiasi oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat untuk mengubah nilai ekonomis sampah melalui kupon yang dapat digunakan untuk berbelanja di warung atau toko di lingkungan Apartemen Transit Jawa Barat.

Saat ini GEBYAR PAS dilaksanakan di 4 lokasi Apartemen Transit, yaitu Bank Sampah Ubersih (Apartemen Transit Ujung Berung), Bank Sampah Jeruk (Apartemen Transit Solokan Jeruk), Bank Sampah Resik (Apartemen Transit Batujajar), dan Bank Sampah Gempita (Apartemen Transit Rancaekek).

Capaian pada Tahun 2023 : Capaian pada Tahun 2023 :

Jumlah sampah yang terkelola sebanyak 1.672,98 kg.

Pendapatan pengelola TPS3R Disperkim telah mencapai sekitar Rp. 2.300.000,-

Kenaikan nilai surplus (391,5%) dalam kurun waktu 6 bulan.

6 bulan terakhir: Pengurangan pengangkutan sampah ke TPA (1 truk per minggu menjadi truk per minggu.

Budaya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle);

Kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah;

Kualitas lingkungan Apartemen Transit Jawa Barat dan menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat;

Menciptakan perputaran ekonomi.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

NYEPAH & GEBYAR PAS

(35)

Pengendalian Perubahan Iklim

(36)

Kegiatan penurunan emisi GRK diintegrasikan dengan rencana

pembangunan daerah, mencakup RPJPD, RPJMD, dan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi/Kabupaten-Kota (RTRWP/K).

Hasil yang dicapai dari RAD-GRK Jawa Barat terbagi dalam tiga bidang:

1. Bidang berbasis lahan, termasuk

kehutanan, pertanian, dan peternakan;

2.Bidang berbasis energi, mencakup sektor energi rumah tangga dan komersial, serta transportasi;

3.Bidang pengelolaan limbah, meliputi limbah padat domestik dan limbah cair domestik.

KEBIJAKAN TENTANG

PENGENDALIAN PERUBAHAN IKLIM

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

(37)

Pertanian

Penerapan Sistem Pemupukan

Teknologi Budidaya

Transportasi

Pembangunan ITS/ATCS

Pengembangan Bus Rapid Transit (BRT)

Peremajaan Angkutan Umum

Car Free Day

Manajemen Parkir

Pelatihan Smart Driving

Limbah & Sampah Domestik

Rehabilitasi TPA Open Dumping

Pembangunan &

Operasional TPPAS Regional

Pembangunan &

Operasional TPS3R

Pembangunan &

Operasional Bank Sampah

Pembangunan IPLT

Pembanguan & Operasional Sanimas (MCK++ atau IPAL)

Kehutanan

Rehabilitasi Lahan Kritis dan Mangrove

Perlindungan dan Pengamanan Hutan

Energi

Pengembangan Energi Terbarukan

Substitusi Bahan Bakar Fosil

Efisiensi Energi

AKSI MITIGASI PADA SETIAP SEKTOR

(Pergub Jabar No. 56/2012 tentang RAD-GRK Jabar)

11%

11,75%

40,65%

5,60%

31,00%

Transportasi Pertanian

Energi Kehutanan Limbah & Sampah Domestik

Persentase Sektor Penghasil Emisi GRK

(BaU Tahun 2030) Target menurunkan emisi sebesar 9,94 % (13.446.822 ton CO2eq) pada Tahun 2030, terhadap emisi Baseline kondisi Business as Usual (BaU) atau tanpa melakukan upaya apapun.

Sumber: RAD-GRK Jabar (Pergub 56/2012) yang Dikaji Ulang Tahun 2018 11%

11,75%

40,65%

5,60%

31,00%

135.212.417

ton CO2eq Emisi Gas Rumah Kaca Jawa Barat Tahun 2030

Sektor5

9,94

%

Terhadap Proyeksi BAU Baseline Tahun 2030

13,5

Juta TonCO2eq Target Penurunan Emisi Tahun 2030

Provinsi Jawa Barat

(38)

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

(39)

Provinsi Jawa Barat

PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM)

Meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak PI dan penurunan emisi GRK serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi PI yang telah dilakukan oleh masyarakat pada suatu lokasi

SE Gubernur Jawa Barat No.08/GUB/DLH/2018

Kepada Bupati Walikotamendorong

terbentuknya Kampung Iklim melalui sosialisasi, penyuluhan, peningkatan kapasitas,

pendampingan, bimtek,

kerja sama dengan dunia usaha dan Lembaga Pendidikan.

Kepada Penanggung Jawab Kegiatan Usaha mendukung PROKLIM melalui CSR nya

Upaya Pengendalian Perubahan Iklim

Aksi Mitigasi tingkat Tapak

CAPAIAN PROKLIM DI JAWA BARAT TAHUN 2012 - 2023

Pengolahan limbah kaca menjadi asbak

Bank Sampah

Pembuatan kompos dari sampah organik

Pemanfaatan sampah rumah tangga (plastik, kaleng, kardus)

GRK PROKLIM

Berdasarkan peta sebaran emisi GRK KLHK, penurunan emisi GRK dari kegiatan Proklim Jawa Barat (tahun 2015-2022) sebesar 54.912,65 Ton Co2e

Data penurunan emisi ini berasal dari lokasi proklim peraih kategori Proklim Utama dan Lestari

Pengolahan sampah organik dengan media maggot

Proklim Lestari : 3

1. RW 08, Merbabu Asih Kota Cirebon 2. RW 11 Kelurahan Pekayon Jaya

Kecamatan Bekasi Selatan 3. RW 07 Cibunut Kelurahan Kebon

Pisang, Kecamatan Sumur Bandung

Proklim Utama : 176

ProKlim Madya : 240

Proklim Pratama 165

(40)

Implementasi Aspek LH dalam

Pajak dan Retribusi Daerah

(41)

PERATURAN DAERAH TENTANG PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH

Provinsi Jawa Barat

Dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah diatur bahwa Kendaraan Bermotor Berbasis Energi Terbarukan termasuk ke dalam kendaraan yang dikecualikan dari objek Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), sebagai bentuk

encouragement dari Pemprov Jawa Barat dalam mendukung konversi energi terbarukan.

Dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan jumlah

kendaraan bermotor listrik pada tahun 2022 dan 2023 sampai lebih dari 4 kali lipat.

Selain itu, dalam Perda 9/2023 juga telah memasukkan faktor

pencemaran lingkungan akibat Kendaraan Bermotor sebagai bobot yang mencerminkan dasar pengenaan PKB.

(42)

Pelestarian Keanekaragaman Hayati

(43)

Gerakan Tanam dan Pelihara Pohon (GTPP) di Lahan Kritis Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat adalah kegiatan rehabilitasi lahan kritis dan pemulihan daerah aliran air sungai di Provinsi Jawa Barat, yang sudah dimulai sejak tahun 2020

Kegiatan ini diinisiasi dengan keluarnya Surat Edaran Nomor 522.4/17/Rek tentang Pelaksanaan GTPP di Lahan Kritis Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat yang berisi himbauan bagi seluruh masyarakat Jawa Barat untuk melaksanakan gerakan tanam pohon dengan menyumbangkan bibit dengan ketentuan yang sudah dituliskan dalam Surat Edaran tersebut.

Untuk mendukung gerakan ini, Dinas Kehutanan mengembangkan dua aplikasi, yaitu :

Simantri Bibit(Sistem Informasi Pemantauan Kontribusi Bibit) untuk memantau kontribusi bibit di Jawa Barat; dan

Simantap (Sistem Informasi Pemantauan Penanaman Pemeliharaan) untuk memantau informasi penanaman dan pemeliharaan pohon

Tercatat lebih dari 99 juta bibit sudah terkumpul dan lebih dari 60 juta pohon telah ditanam di lokasi-lokasi lahan kritis di Jawa Barat.

Provinsi Jawa Barat

PROGRAM GTPP UNTUK

PENANGANAN LAHAN KRITIS

(44)

v

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

Pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati

Peningkatan tutupan lahan vegetasi wilayah Taman Kehati maupun sekitarnya merupakan salah satu indikasi keberhasilan

dari Taman Kehati di Jawa Barat.

Peraturan Gubernur tentang Pedoman

Pelaksanaan Program Ruang Terbuka Hijau Keanekaragaman Hayati

Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 32 Tahun 2023 tentang Panduan Pelaksanaan Program Ruang Terbuka Hijau Keanekaragaman Hayati merupakan arahan bagi DLH Provinsi Jawa Barat dalam menjalankan Program RTH Kehati, serta bagi pihak yang ingin mengikuti atau telah mendapatkan persetujuan untuk melaksanakan Program RTH Kehati.

Pihak yang dapat menginisiasi program ini mencakup instansi pemerintah daerah, seperti pemerintah kabupaten/kota, badan usaha milik

negara/daerah, badan usaha swasta, organisasi kemasyarakatan yang memenuhi syarat sesuai dengan peraturan perundang-undangan, kelompok masyarakat, dan/atau individu.

Jawa Barat telah melaksanakan Program Taman Kehati sejak tahun 2010, dan Permen LH No. 3 Tahun 2012 tentang Taman Kehati semakin mendorong pengembangan Taman Kehati untuk menyediakan kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan dengan fungsi

konservasi in-situ dan/atau ex-situ.

Sampai dengan tahun 2022, Provinsi Jawa Barat memiliki Taman Kehati di Jawa Barat sejumlah 24 taman dengan luas total 271,945 Ha. Taman ini tersebar di 14 kab/kota. Sebanyak 62,5% atau 15 dari total Taman Kehati di Jawa Barat dikelola langsung oleh pemerintah daerah atau perusahaan, sementara 37,5% lainnya masih dalam tahap pengembangan.

(45)

P E N E G A K A N H U K U M L I N G K U N G A N H I D U P

D L H P R O V I N S I J A W A B A R A T | 2 0 2 4

(46)

Kebijakan Penerbitan Perizinan

Lingkungan di Jawa Barat

(47)

Pengembangan Sistem Informasi Kelayakan

Lingkungan Hidup (SIKELING) telah dilakukan dengan penambahan fitur-fitur, diantaranya:

Tracking Arahan Dokumen Lingkungan;

Tracking Perubahan Persetujuan Lingkungan;

Pengumuman Penerbitan Persetujuan Lingkungan.

SIKELING sedang dalam proses pengintegrasian dengan One Stop Service West Java Integrated Environmental Service

SIKELING

SISTEM INFORMASI KELAYAKAN LINGKUNGAN

wjies.dlhjabarprov.net/oss

MENERAPKAN SISTEM ANTRIAN PEMROSESAN PERMOHONAN PENILAIAN DOKUMEN LINGKUNGAN DAN ARAHAN DOKUMEN LINGKUNGAN

RENCANA PENGEMBANGAN SIKELING YANG AKAN DATANG:

dlh.jabarprov.go.id/sikeling

Provinsi Jawa Barat

(48)

PENERBITAN PERSETUJUAN LINGKUNGAN

CAPAIAN TAHUN 2024

98,9%

96,7%

PERMOHONAN OSS 1.249 dari 1.263 permohonan sudah ditindaklanjuti

PERMOHONAN ARAHAN 87 dari 90

surat permohonan arahan sudah diproses

Penugasan KLHK Pra P.136

2

PENERBITAN

PERSETUJUAN LINGKUNGAN

Penugasan KLHK (P.136)

Pelimpahan Kab/Kota

4

Sektor Industri Besar

(PP 5/2021, PP 22/2021) Pertambangan Mineral

Non-Logam (Perpres 55/2022)

Penugasan KLHK (SK.1295/MENLHK/SETJE

N/REN.0/12/2022)

Permohonan untuk penilaian dokumen pada

tahun 2023 meningkat pasca berlakunya

UU CK tahun 2021

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

PENILAIAN DAN PEMERIKSAAN DOKUMEN LINGKUNGAN (per Sept 2024)

0

83

Kewenangan Provinsi

31

(49)

Pada tahun 2023 telah dilaksanakan :

Pengawasan di 62 Badan Usaha

Menerima 94 pengaduan

Menyelesaikan 5 kasus sengketa

Menghasilkan 7 produk hukum terkait lingkungan hidup

Provinsi Jawa Barat

PENGAWASAN DAN

PENAATAN HUKUM LINGKUNGAN

Pedoman Penegakan Hukum Lingkungan di Jawa Barat diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup.

(50)

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

PROGRAM PATROLI SUNGAI

Lokasi pengawasan sosial DAS Jawa Barat meliputi:

1.

DAS Citarum, DAS Cilamaya, DAS Bekasi, DAS Cikeas

2.

DAS Cimanuk, DAS Cisanggarung

3.

DAS Citanduy

4.

DAS Ciliwung, DAS Cileungsi

(51)

CAPAIAN DIKPLHD TAHUN 2023 PROVINSI JAWA BARAT

Provinsi Jawa Barat

DIKPLHD adalah laporan tahunan yang disusun oleh

Pemerintah Daerah berisi informasi penting dan menyeluruh mengenai pengelolaan lingkungan hidup di wilayah

tersebut.

Penyusunan DIKPLHD terbaik akan mendapatkan apresiasi berupa penghargaan Nirwasita Tantra/Green Leadership yang diberikan kepada Kepala Daerah dan Ketua DPRD, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Provinsi Jawa Barat berhasil mendapatkan

Penghargaan Green Leadership "Nirwasita Tantra"

Tahun 2023 Kategori Kepala Daerah Tingkat Provinsi

(52)

Terima Kasih

Jl. Kawaluyaan Indah Raya No.6, Jatisari, Kec. Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat | 40286

Telp : (022) 87353565 Email : [email protected]

www.dlh.jabarprov.go.id

DINAS LINGKUNGAN HIDUP Provinsi Jawa Barat

Referensi

Dokumen terkait

Di Jawa Barat, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat mengembangkan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL). SBL bertujuan untuk menyediakan

Dalam hal lingkungan hidup yang menderita karena telah terjadi pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, maka lingkungan hidup diwakili oleh lembaga swadaya masyarakat

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumatera Utara berfungsi untuk merumuskan kebijakan teknis dibidang Pengkajian Dampak Lingkungan dan AMDAL, pengendalian pencemaran

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumatera Utara berfungsi untuk merumuskan kebijakan teknis dibidang Pengkajian Dampak Lingkungan dan AMDAL, pengendalian pencemaran

Kepala Seksi Perizinan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Bidang Penataan dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup. Jenis Jabatan Struktural TMT

Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah di bidang Pengendalian Pencemaran meyakini bahwa program-program yang telah disusun dan sudah dijalankannya sesuai

Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah di bidang Pengendalian Pencemaran meyakini bahwa program-program yang telah disusun dan sudah dijalankannya sesuai

penyelenggaraan perumusan kebijakan perencanaan lingkungan hidup, kajian lingkungan hidup strategis, pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, keanekaragaman hayati,