• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN TENTANG PELAYANAN KEFARMASIAN

N/A
N/A
Aprina Wulandari

Academic year: 2023

Membagikan "KEPUTUSAN TENTANG PELAYANAN KEFARMASIAN"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS BUTANG BARU NOMOR : /PKM-BB/2023

TENTANG

PELAYANAN KEFARMASIAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA UPTD PUSKESMAS BUTANG BARU

Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian yang terpadu dan terintegrasi di Puskesmas, diperlukan pengaturan pelayanan kefarmasian;

b. bahwa pengaturan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas dikelola sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, serta kebutuhan program di bidang pelayanan kesehatan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan untuk melaksanakan ketentuan mengenai pelayanan kefarmasian di Puskesmas Butang Baru perlu menetapkan Surat Keputusan Kepala Puskesmas tentang Pelayanan Kefarmasian;

Mengingat : 1. Undang-Undang nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran

2. Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan 3. Undang-Undang nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga

Kesehatan

4. Peraturan Pemerintah nomor 47 tahun 2016 tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan

5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas 6. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 43 tahun 2019

tentang Pusat Kesehatan Masyarakat

7. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Butang Baru nomor tentang Pelayanan Puskesmas Butang Baru di Masa Pandemi Covid 1

MEMUTUSKAN:

(2)

Menetapkan : SURAT KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS BUTANG BARU TENTANG PELAYANAN KEFARMASIAN;

Kesatu : Kebijakan pelayanan Kefarmasian UPTD Puskesmas Butang Baru sebagaimana tercantum dalam lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Keputusan ini

Keempat : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan

apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Butang Baru

Pada tanggal : 2023

KEPALA PUSKESMAS BUTANG BARU,

SARODIN,SKM

19680703 199103 1 004

LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS BUTANG BARU NOMOR / / /2023

(3)

TENTANG : PELAYANAN KEFARMASIAN

STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS BUTANG BARU

 Pelayanan kefarmasian harus tersedia di Puskesmas, oleh karena itu jenis dan jumlah obat serta bahan medis habis pakai harus tersedia sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

 Pengelolaan sedian farmasi dan bahan medis habis pakai ( BMHP ) terdiri dari :

1. Perencanaan kebutuhan 2. Permintaan

3. Penerimaan 4. Penyimpanan 5. Pendistribusian 6. Pengandalian

7. Pencatatan,pelaporan dan pengarsipan 8. Pemantauan dan evaluasi pengelolaan

 Pelayanan farmasi di Puskesmas terdiri dari 1. Pengkajian resep dan penyerahan obat 2. Pemberian informasi obat ( PIO )

3. Konseling

4. Visite pasien ( khusus Puskesmas rawat inap ) 5. Rekonsiliasi Obat

6. Pemantauan terapi obat ( PTO ) 7. Evaluasi penggunaan obat

 Obat kadaluarsa / rusak / out of date / substansi , ditarik dari peredaran dikelola sesuai kebijakan dan prosedur.

 Formularium obat yang merupakan daftar obat terpilih yang dibutuhkan dan harus tersedia di puskesmas perlu disusun sebagai acuan dalam pemberiaan pelayanan pada pasien ,mengacu pada formularium nasional dan pemilihan jenis obat melalui proses kolaboratif antar pemberi asuhan,dengan mempertimbangkan kebutuhan pasien, keamanan dan efisiensi.

 Jika terjadi kehabisan obat karena keterlambatan pengiriman, kurangnya stock nasional dan sebab lain yang tidak dapat di antisipasi dalam pengendalian inventaris yang normal,perlu diatur suatu proses untuk mengingatkan para dokter / dokter gigi tentang kekurangan obat tersebut dan saran untuk penggantinya.

 Obat yang disediakan harus dapat dijamin keaslian dan keamanan, oleh karena itu perlu dilakukan pengelolaan rantai pengadaan obat.

Pengelolaan rantai pengadaan obat adalah suatu rangkaian kegiatan yang meliputi proses perencanaan dan pemilihan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, dan penggunaan obat.

 Peresepan dilakukan oleh tenaga medis. Dalam pelayanan resep petugas farmasi wajib melakukan pengkajan / telaah resep yang meliputi pemenuhan persyaratan administrative, persyaratan farmasetik, dan

(4)

persyaratan klinis sesuai peratuaran perundangan undangan, antara lain :

1. Ketepatan identitas pasien, obat , dosis, frekuensi, aturan minum/

makan obat, dan waktu pemberian;

2. Duplikasi pengobatan;

3. Potensi alergi atau sensivitas;

4. Interaksi antara obat dan obat lain atau makanan ; 5. Variasi kriteria pengunaan;

6. Berat badan pasien dan atau informasi fisiologik lainnya;

7. Kontra indikasi.

 Dalam pemberian obat harus juga dilakukan kajian benar meliputi ; ketepatan identitas pasien , ketepatan obat, ketepatan dosis , ketepatan rute pemberian, dan ketepatan waktu pemberian.

 Untuk puskesmas rawat inap penggunaan obat oleh pasien penggunaan obat oleh pasien / pengobatan sendiri, baik yang dibawa ke puskesmas atau yang diresepkan atau dipesan di puskesmas, diketahui dan dicatat dalam rekam medis harus dilaksanakan pengawasan penggunaan obat, terutama obat obat psikotropika sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 Obat yang perlu diwaspadai adalah obat yang mengandung resiko yang meningkatkan bila kita salah menggunakan dan dapat menimbulkan kerugian besar pada pasien.

 Obat yang perlu diwaspadai (hight alert) terdiri atas :

a. Obat resiko tinggi , yaitu obat yang bila terjadi kesalahan (eror) dapat menimbulkan kematian atau kecacatan seperti, Insulin, Heparin, atau kemoterapeutik;

b. Obat yang nama, kemasan , label, penggunaan klinik, tampak / kelihatan sama (look a like) , bunyi ucapan sama (sound a like), seperti Xanax dan Zantac atau hydroxyzine atau disebut juga nama obat rupa ucapan mirip (NORUM).

 Agar obat layak pakai dikonsumsi oleh pasien, maka kebersihan dan keamanan terhadap obat yang tersedia harus dilakukan mulai dari proses pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, dan penyimpanan obat kepada pasien serta penatalaksanaan obat kadaluarsa dan atau rusak / out of the date / subtitusi.

 Puskesmas menetapkan kebijakan dan prosedur dalam penyampaian obat kepada pasien agar pasien memahami indikasi, dosis, cara penggunaan obat, dan efek samping yang mungkin terjadi.

 Pasien, dokternya, perawat dan petugas kesehatan yang lain bekerja sama untuk memantau pasien yang mendapat obat. Tujuan pemantauan adalah untuk mengevaluasi efek pengobatan terhadap gejala pasien atau penyakitnya dan untuk mengevaluasi pasien terhadap kejadian efek samping obat.

 Berdasarkan pemantauan, dosis atau jenis obat bila perlu dapat disesuaikan dengan memperhatikan pemberian obat secara rasional.

Pemantauan dimaksudkan untuk mengidentifikasi respons terapeutik yang diantisipasi maupun reaksi alergik, interaksi obat yang tidak diantisipasi, untuk mencegah resiko bagi pasien. Memantau efek obat

(5)

termasuk mengobservasi dan mendokumentasikan setiap kejadian salah obat (medication eror).

 Bila terjadi kegawatdaruratan pasien, akses cepat terhadap obat emergensi yang tepat adalah sangat penting. perlu ditetapkan lokasi penyimpanan obat emergensi di tempat pelayanan dan obat-obat emergensi yang harus di suplai ke lokasi tersebut.

 Untuk memastikan akses ke obat emergensi bilamana diperlukan, perlu tersedia prosedur untuk mencegah penyalahgunaan, pencurian atau kehilangan terhadap obat dimaksud. Prosedur ini memastikan bahwa obat diganti bilamana digunakan, rusak atau kadaluarsa. Keseimbangan antara akses, kesiapan, dan keamanan dari tempat penyimpanan obat emergensi perlu dipenuhi.

 Rekonsiliasi obat merupakan proses membandingkan intruksi pengobatan dengan obat yang telah di dapat pasien. Rekonsiliasi dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan pelayanan obat (medication eror) seperti obat tidak diberikan, duplikasi,kesalahan dosis / interaksi obat.

 Tujuan dilakukan rekonsiliasi obat adalah :

a. Memastikan informasi yang akurat tentang obat yang digunakan pasien

b. Mengidentifikasi ketidaksesuaian akibat tidak terdokumentasinya instruksi dokter.

c. Mengidentifikasi ketidaksesuaian akibat tidak terbacanya instruksi dokter

 Tahap proses rekonsiliasi obat yaitu :

a. Pengumpulan data, mencatat data dan memverifikasi obat yang sedang dan akan digunakan pasien, meliputi nama obat, dosis, frekuensi, rute, obat mulai diberikan, diganti, dilanjutkan dan dihentikan, Riwayat alergi pasien serta efek samping obat yang pernah terjadi. Khusus untuk data alergi dan efek samping obat , dicatat tanggal kejadian, obat yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi dan efek samping, efek yang terjadi, dan tingkat keparahan.

Data riwayat penggunaan obat didapatkan dari pasien, daftar obat pasien, obat yang ada pada pasien, dan rekam medik / medication chart. Data obat yang dapat digunakan tidak lebih dari 3 (Tiga) bulan sebelumnya. Semua obat yang digunakan pasien baik resep maupun obat bebas termasuk herbal harus dilakukan proses rekonsiliasi.

b. Komparasi, petugas kesehatan membandingkan data obat yang pernah, dan sedang digunakan Disscrepancy atau ketidakcocokan adalah bilamana ditemukan ketidakcocokan / perbedaan diantara data-data tersebut. Ketidakcocokan dapat pula terjadi bila ada obat yang hilang, berbeda, ditambahkan atau diganti tanpa ada penjelasan yang di dokumentasikan pada rekam medik pasien.

Ketidakcocokan ini dapat bersifat disengaja (Intentional) oleh dokter pada saat penulisan resep maupun tidak disengaja (unintentional) dimana dokter tidak tahu adanya perbedaan pada saat menuliskan resep.

(6)

c. Melakukan konfirmasi kepada dokter jika menemukan ketidaksesuaian dokumentasi. Bila ada ketidaksesuaian, maka dokter harus dihubungi kurang dari 24 jam. Hal lain yang harus dilakukan oleh apoteker adalah;

1. Menentukan bahwa adanya perbedaan tersebut disengaja/ tidak disengaja.

2. Mendokumentasikan alasan

penghentian,penundaan,atau penggantian.

3. Memberikan tanda tangan,tanggal dan waktu dilakukannya rekonsiliasi obat.

d. Komunikasi, melakukan komunikasi dengan pasien dan atau keluarga pasien atau perawat mengenai perubahan terapi yang terjadi.

Apoteker bertanggung jawab terhadap informasi obat yang diberikan.

FORMULARIUM OBAT UNTUK PELAYANAN DASAR KESEHATAN DI PUSKESMAS BUTANG BARU

(7)

I. FORMULARIUM OBAT PELAYANAN KESEHATAN DASAR PUSKESMAS BUTANG BARU

NO NAMA OBAT

DOSIS SEDIA

AN KHASIAT EFEK SAMPING

1.1 ANALGETIK NON NARKOTIK, ANALGETIK, ANTIPIRETIK, ANTI INFLAMASI NON STEROID DAN ANTI PIRAI

1.1.1. ANALGETIK-ANTIPIRETIK-ANTI INFLAMASI NON STEROID

1 Asam

mefenamat tab

500 mg untuk

menghilangkan nyeri ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala sakit gigi, disminoure

primer, nyeri otot dan nyeri sesudah operasi

Sistem pencernaan : mual,muntah,dan rasa sakit pada abdominal. Pada saraf pusat : rasa mengantuk,

pusing,penghilang kabur dan insomnia

2 Antalgin

tab/inj

500 mg 250mg /ml

untuk

meringankan rasa sakit, terutama kolik dan sakit setelah operasi

Reaksi

hipersensitivitas : reaksi pada kulit, misalnya

kemerahan Agranulositis.

3 ibuprofen tab/syr

200 mg 400 mg

untuk

meringankan gejala-gejala penyakit rematik tulang, sendi dan non sendi

5 natrium

diklofenak tab

50 mg pengobatan akut dan kronis gejala- gejalan reumatoid artritis dan

osteteoartritis

Efek samping yang umum terjadi seperti nyeri/kram perut,konstipasi.

peninggian enzim- enzim

aminotransferase (SGOT,SGPT)hepatiti

(8)

s 6 Paracetamol

tab/sry

100 mg 500mg 120mg/

ml

meringankan rasa sakit pada

keadaan asakit kepala, sakit gigi dan menurunkan demam

Penggunaan jangka lama dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati, reaksi

hipersensitifitas.

1.1.2 ANTIPIRAI

7 Piroksikam tab 10 mg 20mg

untuk

menghilangkan nyeri radang sendi atau rhematik

8 Alopurinol tab 100 mg untuk kelebihan asam urat (gout)

Reaksi

hipersensitivitas seperti reaksi alergi pada kulit.

1.2 ANASTESI LOKAL 1 Etilklorida

Semprot

100 ml untuk

menghilangkan rasa sakit tanpa disertai hilangnya kesadaran

2 lidokain inj 2%

(HCL) +epine frin1:8 0.000-2 ml

untuk

menghilangkan rasa sakit tanpa disertai hilangnya kesadaran

NO NAMA OBAT

DOSIS SEDIA

AN KHASIAT EFEK SAMPING

(9)

1.3 ANTI ALERGI DAN OBAT ANAFILAKSIS 1 Dexametason

inj/tab

5 mg/ml (i.v / i.m) 0,5 mg

untuk rinitis alergi, asa

bronkial,deratitik kontak, penyakit mata atau

peradangan atau alergi dan bukan karena

disebabkan oleh virus,sebagai terapi tambahan untuk jangka pendek pada : artritis rematik 2 prednison tab 5 mg rematoid artritis,

demam rematis yang akut, asa bronkial lupus ariteatosus,

penyakit kulit dan ata karena alergi dan inflamasi

Moonface dapat terjadi pada

penggunaan jangka panjang,tetapi akan lenyap bila

pengobatan dihentikan. Bila digunakan jangka panjang terjadi osteoporosis, hipersensitif pada kulit, dan ulkus peptikum

3 Cetirizin tab 10 mg untuk pengobatan parenial rhinitis, alergi rhenitis, dan uritkaria idipatik

4 klorfeniramin maleat tab

4 mg untuk mengobati kelebihan

antihistamin seperti gatal-gatal yang disebabkan bukan karena jamur

1.4 ANTIBIOTIK 1 Amoksisilin

kap/syr

250 mg, 500mg

untuk infeksi saluran nafas atas seperti tonsilitis

Reaksi kepekaan yang serius dan fatal adalah anafilaksis terutama

(10)

125mg/

ml

dan infeksi pernafasan bawah

sepertibronkitis akut dan infeksi saluran kemih

terjadi pada penderita yg hipersensitivitas terhadap penisilin

2 Ampicillin tab/inj 500 mg 1g/vial (i.m/i.v)

untuk infeksi saluran nafas atas seperti tonsilitis dan infeksi pernafarsan bawah seperti bronkitis akut dan infekswi kulit dan jaringan lunak seperti luka-luka dan siswtitis

Reaksi alergi(urtikaria dan ruam kulit

lainnya),

gastrointestinal(stoma titis,mual,muntah dan diare pada

pseudomembran colitis pada

hematopoeitik dan limfotik (anemia, trombositopenia, leukopenia dan agranulositis) 3 ciprofloxacin tab 500mg untuk pengobatan

infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap ciprofloksasin 4 cefadroxil kap 500 mg untuk infeksi

saluran pernafasan , infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih

Gangguan saluran pencernaan (seperti kram perut,

nyeri,mual,muntah,dia re) & reaksi

ghipersensitivitas(sep erti ruam kulit merah- merah,gatal) dapat terjadi

NO NAMA OBAT

DOSIS SEDIA

AN KHASIAT EFEK SAMPING

(11)

1.5 ANTI BAKTERI LAIN 1 kotrimoksazol

tab/syr

480 mg untuk infeksi saluran kemih yang disebakan oleh e.coli dan infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bronchitis kronis yang disebabkan streptococus 2 thiamphenicol

kaps

250- 500 mg

untuk infeksi salmonella typhi dan haemophillus influenzae

Dikrasia darah terutama anemia aplastik yang dapat menjadi serius dan fatal. Reaksi

hipersensitivitas (misalnya:anafilaktik, urtikaria)

3 kloramfenikol kaps/salep

250 mg 1%5gr

untuk infeksi salmonella typhi dan haemophillus influenzae

4 tetrasiklin HCL kaps

250- 500 mg 5 Oksitetrasiklin

salep kulit 3%, salep mata1%

1 % 5gr 3% 5gr

untuk pengobatan mata dan kulit yang disebabkan oleh kuman yang peka terhadap oksitetrasiklin 6 Gentamicin salep

kulit

gentam ici n sulfat setara dengan gentam ici n 1 mg

infeksi kulit primer aupun sekunder yang disebabkan bakteri negatif aerobik yang sensatif

Iritasi ringan dan dapat menimbulkan reaksi

hipersensitivitas, eritema, pruritus dan sensitasi.

7 bacitracin salep kulit

Bacitac in 500 IU /g+

polimik

untuk pengobatan infeksi kulit yang disebabkan oleh mikro organisme

(12)

sin10.0 00 IU/g 1.6 ANTIFUNGI

1 Griseofulvin tab 125 mg Untuk

menghilangkan atau

menyembuhkan penyakit infeksi yang disebkan oleh jamur infeksi pada kulit, rambut dan kuku (kecuali kuku kaki),

berhubungan dengan

meningkatnya resiko infeksi jamur

2 Meconazole salep untuk mengobati gatal- gatal, kadas, kudis dan kutu air

1.7 ANTI VIRUS

ANTI HERPES 1 Asiklovir tab

scored

Asiklovir salep

200mg- 400mg 5%tube 5 gram

Untuk

pengobatan infeksi virus herpes simplex pada kulit dan selaput lendir, termasuk herpes genitalis inisial dan rekuren

NO NAMA OBAT

DOSIS SEDIA

AN KHASIAT EFEK SAMPING

1.8 ANTI HELMENTIK

1 Albendazol tab 400 mg untuk

memusnahkan

(13)

cacing parasit yang ada dalam tubuh manusia 1.9 ANTI AMUBA

1 Metronidazol tab 250 mg 500 mg

untuk mengobati penyakit yang disebabkan

protozoa seperti : disentri dan sakit di daerah

pencernaan 1.1

0 ANTIHIPERTENSI

1 Nifedipin tab 20 mg untuk

menurunkan peninggian tekanan sistolic dan

diastolik140/90 mmHg

2 Amlodipin tab 5 - 10 mg

sebagai terapi utama untuk hipertensi dan dapat digunakan sebagai obat tunggal untuk mengontrol tekanan darah pada sebagai obat tunggal untuk mengontrol darah pada

sebagian besar pasien

Pada uji klinik dgn plasebo sebagai kontrol pada pasien hipertensi atau angina, efek

samping yang sering timbul adalah sakit kepala

udem,kelelahan mengantuk,mual,ny eri abdomen, dan pusing

3 kaptopril tab 25-50 mg

untuk hipertensi berat hingga sedang,

kombinasi dengan tiazida

memberikan efek aditif, sedangkan kombinasi dengan beta bloker

meberikan efek

(14)

yang kurang aditif 4 Propanolol tab 40 mg

1.1

1 DIURETIKA

1 Furosemid tab 40 mg Untuk

memperbanyak pengeluaran air seni(diuresis) akibat khasiat langsung terhadap ginjal 2 Hidroklortiazida

tab

25 mg edema karena payah jantung kongesif, sirosis hati, gangguan fungsi hati dan ginjal

1.1

2 ANTIDIABETIKA ORAL

1 Glibenclamide tab 5 mg Meningkatkan produksi insulin oleh sel beta pankreas 3 Metformin HCL 500 mg Menurunkan

produksi glukosa oleh hepar, mengurangi penyerapan glukosa di usus, meningkatkan sensitivitas insulin di jaringan perifer

NO NAMA OBAT

DOSIS SEDIA

AN KHASIAT EFEK SAMPING

1.1

3 ANTILIPIDEMIA

1 Simvastatin tab 10 mg menghambat biosintesis kolesterol

Abdominal pain, konstipasi, flatus, astenia, miopati,

(15)

rabdomiolis 1.1

4

OBAT SALURAN CERNA

14.1 ANTASIDA DAN ANTI ULKUS 1 Antasida DOEN I

tablet kunyah kombinasi: Al Hidroksida 200 mg + Mag.

Hidroksida 200 mg

Menetralisir asam lambung yang berlebih

Efek samping yang umum adalah

sembelit,diare mual muntah, dan gejala tersebut akan hilang bila pemakaian obat dihentikan

2 Antasida DOEN II suspensi,

kombinasi:

Aluminium Hidroksida200 mg/5 ml

Magnesium Hidroksida 200mg/5 ml

Menetralisir asam lambung yang berlebih

Efek samping yang umum adalah

sembelit,diare mual muntah, dan gejala tersebut akan hilang bila pemakaian obat dihentikan.

3 Ranitidin tab/ inj 150 mg Menghambat reseptor

dopamine dan reseptor serotonin di CTZ di CNS sehingga mengurangi refleks muntah 4 Omeprazol tab

5 cimetidin tab 200 mg Menghambat reseptor

dopamine dan reseptor serotonin di CTZ di CNS sehingga mengurangi refleks muntah

Pada saluran pencernaan diare ringan, system endokrin

(ginekomatis),pd sistem hematologi penurunan jumlah sel darah putih) 14.2 ANTIEMETIK

1 Domperidone tab 10 mg Untuk mual muntah akut.

Tidak dianjurkan

Mulut kering, diare, rash kulit, rasa haus,

(16)

pencegahan rutin pada muntah setelah operasi

cemas, gatal.

2 Metoklopramide tab

10 mg Menghambat reseptor

dopamine dan reseptor serotonin di CTZ di CNS sehingga mengurangi refleks muntah

Mengantuk, diare, sembelit dan gejala ekstrapiramidal

3 Dimenhidrinate 5 mg/5 ml

dopamine dan reseptor serotonin di CTZ di CNS sehingga mengurangi refleks muntah

Mengantuk, diare, sembelit dan gejala ekstrapiramidal

14.3 LAIN-LAIN 1 Garam oralit

kombinasi:

Natrium0,52 g, kalium klorida0,3 g, Trinatrium sitrat dihidrat 0,58 g, Glukosa anhidrat 2,7 g

Mengganti kebutuhan elektrolit tubuh yang berkurang setelah diare

1.1 5

OBAT NERVOUS SYSTEM

ANTIKONVULSI

1 Diazepam tab 2 mg Memodulasi jalur GABA di CNS, sehingga

mempengaruhi sistem limbik untuk

menimbulkan efek tenang

1.

16

ANTIVERTIGO 1 Betahistine

mesilat tab

6 mg Menghilangkan gejala sindroma meniere berupa

Gangguan

gastrointestinal,sakit kepala,skin rash.

(17)

vertigo, tinitus dan berkurangnya pendengaran 1.1

7

OBAT SALURAN NAFAS ATAS ANTIASMA

1 Salbutamol tab 2 mg Meringankan spasme bronkus pada asma

2 Aminofilin tab 200 mg Pengobatan rumatan untuk penderita asma dan PPOK

1.1 8

OBAT BATUK

ANTITUSIVE NON NARKOTIK

1 Obat Batuk Hitam (OBH) syr

Mengencerkan produksi mukus di saluran

pernafasan EKSPEKTORAN

2 Gliseril guaikolat 100 mg Meredakan batuk berdahak

( sebagai ekspektoran)

jarang terjadi yaitu : mual, mengantuk

MUKOLITIK

3 Ambroxol tab 30 mg sebagai

sekretolitik pada gangguan saluran nafas akut dan kronis khususnya pada eksaserbasi bronkitis kronis dan bronkitis asmatik dan asma bronkial

efek samping yang ringan pada saluran cerna

4 Bromhexin 8 mg sebagai mukolitik yang

meringankan

saluran cerna : mual, gangguan

pencernaan,

(18)

batuk berdahak perasaan penuh diperut tetapi biasanya ringan.

Reaksi alergi : gangguan

gastroinstestinal ringan

1.1 9

VITAMIN

1 Asam askorbat (Vit C) tab

50-25 mg

Mencegah dan mengobati gejala defisiensi vit. C 2 Asam folat tab 1 mg Memenuhi

kebutuhan Besi dan asam folat 3 Piridoksin (Vit B6) 10 mg Mencegah dan

mengobati gejala defisiensi vit. B6 4 Kalsium laktat

(kalk)

500 mg Memenuhi kebutuhan kalsium 5 Tiamin (vit. B1)

tab

50 mg Mencegah dan mengobati gejala defisiensi Vit. B1 6 Vit. B kompleks

tab

Mencegah dan mengobati gejala defisiensi Vitamin B

7 Vit B12

8 Zinc tab/syr 20 mg Meningkatkan proses perbaikan fili- fili usus

setelah diare pada anak- anak VITAMIN (LAIN-LAIN)

1 Neurotropik tablet

2 Recovit syrup kekurangan zat

pembentuk darah terutama

disebabkan defisiensi

preparat yang mengandung zat bezi dapat

menyebabkan gangguan

(19)

senyawa ferro gastroinstestinal seperti : mual, diare/konstipasi 1.2

0

OBAT MATA TOPIKAL 1 Kloramfenikol

tetes mata

15% Mengobati gejala Otitis eksterna 1.2

1

OBAT TELINGA TOPIKAL

1 Kloramfenikol tetes telinga

1% Mengobati gejala Otitis eksterna 1.2

2

OBAT KULIT TOPIKAL 1 Betametasone

valerat

krim 0,1%

Anti radang, antipruritus, antialergi infeksi kulit primer 2 Gentamicin

sulfate

1,7 mg setara dengan gentam icin1 g

maupun sekunder yang disebabkan bakteri gram negatif aerobik yang sensitif

iritasi ringan dan dapat menimbulkan reaksi

hipersensitif,eritema , pruritus dan

sensitilisasi.

3 Hidrokortison krim 2,5%

Anti radang, antipruritus, antialergi 4 Ketokonazol krim

2%

Antifungal

5 Oksitetrasiklin HCL

salep 3%

Antibakteri

6 Salep 2-4 kombinasi

Antiskabies

7 Salisil bedak 2% Antipruritus 8 Meconazole

Anti fungi doen

untuk scabies dan pencegahan infeksi sekunder yang

menyertainya 1.2

3

ANTIFIBRINOLITIK

(20)

1 Fitomenadion (Vit K) tablet salut gula

10 mg mencegah/menga tasi pendarahan akibat defisiensi vitamin k

hiperbilirubinemia dapat terjadi pada pemakaian dosis tinggi secara berulang 1.2

4

OBAT INJEKSI

1 Dexamethason 5 mg/ml

Terapi gejala alergi

2 Difenhidramin HCL

10 mg/ml

Antihistamin, antiparkinson dan untuk pengobatan aktif pada mabuk perjalanan

Umum: urtikaria, syok anafilaksis fotosensitifitas, keringat berlebihan, mulut kering

3 Epinefrin HCL 0,1% Agonis adrenergik, vasokonstriksi pembuluh darah

Tremor, takikardia, aritmia, mulut kering,kaki tangan menjadi dingin, ansietas, palpasi, pusing, perasaan lemah dan kesulitan bernafas.

4 Fitomenadione (Vit K)

10 mg/ml

kofaktor sintesis faktor pembekuan

Hiperbilirubinemia dapat terjadi pada pemakaian dosis tinggi secara berulang 5 Lidokain 2% =

Epinefrin 1:

80.000

Ampul 2 ml

anestesi lokal

6 Cyanocobalamin (Vit. B12)

500 mg Mencegah dan mengobati gejala defisiensi vit. B12 14 Tiamine (vit. B1) 100

mg/ml

Mencegah dan mengobati gejala defisiensi vit. B1

II. DAFTAR FORMULARIUM OBAT GIZI

N NAMA OBAT DOSIS KHASIAT EFEK

(21)

O SAMPING SEDIAAN

1 Besi II sulfat 200 mg + Asam folat 0,25 mg (tablet tambah darah kombinasi)

Memenuhi kebutuhan Besi dan asam folat

2 Mineral mix, kombinasi:Kalium klorida 1792 mg, Trikalium sitrat (1H2O) 648 mg, Magnesium

klorida(6H2O) 608 mg, seng

asetat(2H2O) 66 mg, Tembaga sulfat (5H2O) 11 mg

3 Retinol (Vitamin A) 100.000 IU, 200.000 IU

Mencegah dan mengobati gejala defisiensi Vit. A

III.

DAFTAR FORMULARIUM OBAT KIA

N

O NAMA OBAT

DOSIS

KHASIAT

EFEK SAMPING SEDIAAN

1 Magnesium sulfat 40%

25 ml Berperan dalam transmisi 2 Metilergometrin

maleat inj/

2 0,2 mg/ml tab Meningkatkan kontraksi uterus, sehingga

mengurangi perdarahan post partum

3 Oksitosin injeksi Meningkatkan

(22)

kontraksi otor polos uterus, untuk

mengurangi perdarahan post partum 4 Underpadd

IV .

DAFTAR FORMULARIUM OBAT IMUNISASI N

O NAMA OBAT

DOSIS

KHASIAT

EFEK SAMPING SEDIAAN

1 Vaksin Hepatitis B PIB

recombinan (bentuk cairan)

0,5ml/do sis pada intra maskul er

Kekebalan aktip terhadap inveksi virus Hept.B dan kerusakan hati

2 Vaksin BCG (bentuk beku kering)

0,05ml / dosis pada intrakuta

n dan pelarut 4

ml Nacl 0,9%

setiap ampul

Kekebalan aktip terhadap tuberkulosa

3 Vaksin Polio (bentuk cairan + pipet

dropper)

0,05 ml/dosis pemberia

nsecara oral

Kekebalan aktip terhadap polomyelitis atau polio yang

dapat menyebabkan

lumpuh layuh

(23)

pada tungkai atau lengan

4 Vaksin DPT / HB (Bentuk cairan)

0,05 ml/

dosis pada intra muskul

er

Kekebalan aktip difteri, tetanus,

Hept. B atau difteri yang menyebabkan penyumbatan jalan nafas, batuk rejan (batuk 100 hari)

5 Vaksin Campak (bentuk beku-kering)

0,5 ml / dosis pada subkutan

Kekebalan aktip terhadap

penyakit campak atau campak yang

dapat mengakibatkan

komplikasi radang paru, radang otak dan

kebutaan

6 Vaksin TT (Bentuk Cairan)

Kekebalan aktip

7 Vaksin DT ( ABSORBED

DIPTHERIA TETANUS VACCINE) >>

program tambahan

0,5 ml/dosis

intra muskuler

atau subkutan

dalam

Kekebalan aktip Difteri dan

Tetanus

V. DAFTAR FORMULARIUM OBAT POLI TB N

O NAMA OBAT

DOSIS

KHASIAT

EFEK SAMPING SEDIAAN

(24)

1 OAT KATEGORI I- KDT(FDC)

2

OAT KATEGORI II- KDT(FDC)

3 OAT ANAK -KDT

4 Pehavral

VI. DAFTAR FORMULARIUM OBAT GIGI

NO NAMA OBAT DOSIS

SEDIAAN KHASIAT EFEK

SAMPING

1

Devitalisasi Pasta (Non Arsen)

2

Bahan tumpatan sementara

3 Etyl Chloride Spray 4 Eugenol cairan

5 Kalsium Hidroksida

(25)

Pasta (Calcidor)

6

Glass Ionomer Cement 6

ART (Fuji IX ART)

7

Klorfenol Kamfer Menthol (CHKM) 8 Mummying Pasta

9

Semen Seng Fosfat

serbuk dan

cairan(Multifix P/L)

10

Temporary Stopping Fletcher serbuk dan cairan

VII. DAFTAR FORMULARIUM OBAT (CAIRAN)

N

O NAMA OBAT

DOSIS SEDIAA

N

KHASIAT EFEK

SAMPING

1 Aqua pro injeksi

Pengencer obat injeksi

2

Glukosa Larutan infus

5% steril Terapi cairan

3 Natrium klorida 0,9% Terapi Cairan 4 Povidon iodine 10% Antiseptik

5 Ringer Laktat Terapi cairan Untuk

mengembalikan keseimbangan elektrolit pada dehidrasi

Reaksi yang mungkin terjadi karena larutannya atau cara pemberiannya , termasuk timbulnya panas, infeksi pada tempat penyuntikan,

(26)

flebitis yang meluas pada penyuntikan 6 KA-EN 3B

7 ASSERING

VIII. DAFTAR FORMULARIUM BAHAN HABIS PAKAI

NO NAMA OBAT DOSIS

SEDIAAN KHASIAT

EFEK SAMPING

1 Alat Suntik Sekali Pakai 1 ml

2 Alat Suntik Sekali Pakai 2,5 ml

3 Alat Suntik Sekali Pakai 5 ml

4 Cat gut/benang

bedah no 2 & 3 5 Folley cateter no 16 6 Handscoon seteril 7 handscon non steril 8 Infusion set anak 9 Infusion set dewasa 10 IV cath no. 18G 11 IV cath no. 20G 12 IV cath no. 22G

13

Kapas pembalut 250gr

14 Kasa kompres 40/40

15

Kasa pembalut 2m x 80cm

16 Kasa pembalut

(27)

hidrofil 4m x 15 17 Kasa steril 16x16 18 Masker

Ditetapkan di : Butang Baru

Pada tanggal : 2023

KEPALA PUSKESMAS BUTANG BARU,

SARODIN,SKM

19680703 199103 1 004

Referensi

Dokumen terkait