• Tidak ada hasil yang ditemukan

12 MODEL TINJAUAN HISTORIS DAN TRANSFORMASI BUDAYA

N/A
N/A
ANH hida

Academic year: 2023

Membagikan "12 MODEL TINJAUAN HISTORIS DAN TRANSFORMASI BUDAYA"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

MODEL TINJAUAN DESAIN HISTORIS

&

MODEL TINJAUAN DESAIN TRASNFORMASI BUDAYA

Drs. Anak Agung Gde Rai Arimbawa, M.Sn

Dosen Pengampu :

(2)

MODEL

TINJAUAN HISTORIS

Tinjauan Seni Rupa dan Desain 01

(3)

MODEL TINJAUAN HISTORIS DALAM MENGKAJI DESAIN TERBAGI ATAS 2

Tinjauan Historis suatu karya atau kegiatan desain tertentu

Tinjauan Sejarah Desain

TINJAUAN HISTORIS

(4)

TINJAUAN HISTORIS

Dua hal diatas dalam prakteknya kerap kali tumpang tindih, karena pemahaman yang berbeda-beda.

Dalam meninjau suatu historis suatu karya, metode-metode penelitian sejarah dapat diadopsi sebagai rujukan utama untuk menyusun ‘peta’

perkembangan satu jenis desain tertentu, ataupun untuk mengamati fenomena berbagai jenis desain dalam satu kurun waktu tertentu.

Dalam meninjau satu sejarah desain, pengamat dapat mencermati perubahan-perubahan serta unsur- unsur ‘luar’ yang mempengaruhi,

untuk kemudian menggagas proyeksi kedepan.

(5)

01. SEJARAH DESAIN DAN DESAIN

SEJARAH

(6)

Di dalam mendesain suatu sejarah, tidaklah dapat berdiri sendiri, melainkan harus merupakan kerjasama multi disiplin, interdisiplin, dan antar disiplin

dengan aneka bidang keilmuan. Hal tersebut karena fakta, waktu, manusia, dan data yang ada masih terpenggal-penggal sehingga memerlukan satu tim untuk

dapat merekonstruksi menjadi sebuah teks yang lengkap.

Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu untuk melihat ke depan.

Dalam tinjauan desain, belum tentu berkembang ilmu untuk ‘mendesain sejarah desain’ secara langsung, namun dalam beberapa segi, secara tidak langsung

proses mendesain sejarah itu terpaparkan dalam bentuk uraian kronologis perkembangan desain.

(7)

Di dalam mencermati sejarah sosial, terutama tinjauan historis bidang

kesenirupaan umumnya disusun berdasarkan latar belakang sosial, proses kreatif sang seniman, kondisi ekonomi yang ada, dan etos masyarakat yang

membuka kesempatan untuk berkarya dan berprestasi.

Demikian pula dengan penyusunan sejarah desain, tidak terlepas dari

permasalahan kemasyarakatan dan kondisi peradaban pada setiap “babak waktu” yang dijalani.

Untuk itu diperlukan kajian berikatan dan runtut antara masing-masing faktor pembentuk sejarah. Faktor-faktor tersebut adalah unsur perubah

kemasyarakatan dan juga budaya secara luas.

(8)

DALAM KACAMATA MASYARAKAT MODERN, UNSUR PERUBAH

TERSEBUT ADALAH TERJADINYA:

merupakan proses bagaimana suatu

masyarakat menghadapi pengaruh kebudayaan, baik

dari luar maupun dari dalam dengan usaha

mencari bentuk

penyesuaian terhadap nilai dan sikap baru.

a. Proses Akulturasi

b. Proses Seleksi

c. Proses Perubahan

dengan pembiasaan jenjang sosial yang ada,

mulai dari usaha penolakan sampai penerimaan, bahkan hingga terbentuknya

konflik sosial.

masyarakat dari heterogenitas yang

inkoheren menuju heterogenitas yang

lebih koheren.

(9)

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

d. Proses

Transformasi Struktural

yang dapat mengubah sistem berdasarkan suatu revolusi

berkonflik.

e. Proses

Integrasi dan Disintegrasi

yang silih berganti sehingga mempengaruhi suatu sistem

kemasyarakatan secara fundamental.

DALAM KACAMATA MASYARAKAT MODERN, UNSUR PERUBAH

TERSEBUT ADALAH TERJADINYA:

(10)

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

f. Proses Strukturasi

hubungan sosial dalam masyarakat yang semakin

kompleks sehingga membentuk suatu sistem.

g. Proses

Perkembangan dan

Pertumbuhan

baik peningkatan kapasitas untuk mempertahankan keberadaannya, penyesuaian terhadap lingkungan, dan cara efektif untuk mencapai tujuannya.

DALAM KACAMATA MASYARAKAT MODERN, UNSUR PERUBAH

TERSEBUT ADALAH TERJADINYA:

(11)

ZAMAN

PRASEJARAH ZAMAN

YUNANI MASA

KEGELAPAN MASA

PENCERAHAN

REVOLUSI COPERNICAN

& CARTESIAN

REVOLUSIMASA INDUSTRI MODERN MASA

POSTMODERN MASA

Bagan Pendekatan historis merujuk pada wacana besar perkembangan peradaban manusia. Di dalam

perjalanan itu, desain merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kajian-kajian sejarah kebudayaan

secara keseluruhan.

(12)

02. MODEL

TINJAUAN HISTORIS

DESAIN MODERN

(13)

Tinjauan historis dapat didekati berdasarkan penggalan waktu yang dinilai sebagai suatu momentum penting peristiwa tertentu yang mendasari

dinamika bataupun peradaban selanjutnya. Ataupun berdasar kepada falsafah yang amat berpengaruh dapa periode tertentu, ataupun

merupakan penggalan hal penting yang amat berpengaruh terhadap perubahan- perubahan dikemudian hari.

Tinjauan desain memang bukanlah untuk menyusun sejarah, tetapi mengamati sejarah satu objek secara kritis untuk kemudian dapat

memberi masukan, koreksi, analisis ataupun mendeskripsikan penggalan- penggalan sejarah tertentu yang bermakna bagi kajian ilmu desain.

(14)

Tinjauan historis yang dipaparkan di bawah berdasarkan kronologis terjadinya momen- momen penting sesuatu yang berhubungan dengan

perkembangan desain modern, baik temuan teknologi, gerakan seni,

munculnya mahzab baru, karya-karya yang spektakuler, pikiran-pikiran yang berpengaruh atau peristiwa yang dikemudian berpengaruh terhadap

dinamika kehidupan desain.

Rautan sejarahnya telah disusun oleh penulis sejarah ataupun perekam fakta sejarah, baik sejarah desain produk industri, sejarah teknologi,

sejarah sosial, sejarah desain grafis, sejarah politik, ataupun sejarah arsitektur.

(15)
(16)

Untuk memberi gambaran, upaya merekonstruksi fenomena desain sejak zaman Yunani hingga masa sekarang, diperlukan ‘sketsa’ garis besar yang

dapat dijadikan dasar untuk menyusun sejarah satu desain tertentu, ataupun sejarah desain secara umum.

‘Sketsa’ tersebut merupakan kerangka kronologis berupa perkiraan waktu terjadinya suatu peristiwa dan rona yang mempengaruhinya.

Dalam membuat ‘sketsa’ ini, keakuratan waktu untuk sementara

diabaikan, namun tetap diperkirakan berdasar rujukan-rujukan yang ada.

(17)

MODEL

TINJAUAN

TRANSFORMASI BUDAYA

Tinjauan Seni Rupa dan Desain 02

(18)

Model pendekatan transformasi budaya secara garis besar merupakan pengamatan perubahan dan pergeseran fenomena desain dalam satu

rentang waktu tertentu. Dalam rentang waktu tersebut dicatat dan diamati faktor-faktor desain yang menjadi ciri utama perubahan, serta juga proses akulturasi dan inkulturasi yang terjadi. Secara umum transformasi budaya

diawali oleh adanya unsur keterbukaan, baik yang dipaksakan ataupun karena karakter khas kebudayaan tertentu yang mudah menerima

kebudayaan asing. Pergeseran-pergeseran yang terjadi antara setiap sub budaya kerap berjalan tidak sejalan, ada yang secara ‘rupa’ sangat cermat,

namun secara teknologi agak tertinggal, ada pula yang secara fisik

keseluruhan telah bergeser jauh ke depan, tetapi secara mentalis masing terbelakang.

(19)
(20)

TRANSFORMASI BUDAYA

Dalam mengamati fenomena desain, proses transformasi juga dapat diamati pada pergeseran nilai estetik. Pergeseran

nilai estetik memiliki ketertautan dan keterkaitan secara langsung dengan proses transformasi budaya sebuah

bangsa yang dipicu oleh adanya keterbukaan budaya. Hal tersebut telah dibuktikan melalui perjalanan historis teraga

di Indonesia, sejak masa pra-sejarah, Hindu-Budha, Islam,

masa Koloniah hingga masa Orde Baru.

(21)

TRANSFORMASI BUDAYA

Hal yang sama terjadi pada proses transformasi bangsa Eropa sejak masa Yunani, masa kegelapan, masa pencerahan, masa

Revolusi Industri, hingga menjadi bangsa modern seperti sekarang. Artefak penting sebagai penanda utama yang

dihasilkan sebagai puncak-puncak proses transformasi tersebut terwujud dalam berbagai karya besar, diantaranya adalah

penemuan mesin uap, penemuan listrik, penemuan pesawat terbang, hingga pembangunan pesawat yang mampu

mendaratkan manusia di bulan.

(22)

01. PROSES

TRANSFORMASI

BUDAYA

(23)

TRASNFORMASI BUDAYA

Teori transformasi secara umum dapat dipahami sebagai suatu perubahan yang

terjadi di masyarakat, ketika ‘serat-serat’ budaya yang menyangga suatu peradaban pada suatu saat tidak dapat lagi berfungsi sebagai penyangga kebudayaan yang

tengah berlangsung. Tranformasi dapat diandaikan sebagai kondisi perubahan pada

‘pilar budaya’ tersebut dengan berbagai keanekaan dan kedalamannya.

Di sudut lain Van Peursen meneropong transformasi kebudayaan atas 3 tahap:

1. Tahap mitologis 2. Tahap Ontologis 3. Tahap Fungsional

(24)

02. KETERBUKAAN BUDAYA DAN

PERGESERAN

SISTEM NILAI

(25)

PENYEBAB TERJADINYA TRANSFORMASI BUDAYA

1. Jika berbagai sektor kehidupan berada dalam reintegrasi baru, misalnya saja nila yang mengalami proses desintegrasi sebagai adanya ‘benturan’

dengan nilai-nilai baru yang datang dari luar.

2. Adanya proses pengideologian yang merubah mental kebudayan lama

menjadi mental kebudayaan baru, terjadinya perubahan dalam lapisan sosial kebudayaan, kekuasaan, pranata nilai, organisasi, hingga pertumbuhan

ekonomi.

3. Hancurnya tata nilai, kontradiksi kultural, inkoherensi, dan inkonsisten dalam berbagai macam perangkat kebudayaan.

(26)

Terima Kasih

TINJAUAN SENI RUPA DAN DESAIN

Referensi

Dokumen terkait