T E K N I K P E M E L I H A R A A N F A S I L I T A S S I S I D A R A T
P E R T E M U A N 1 4
Standar Pemeliharaan
A. Struktur
Kerusakan umum Kondisi struktur bangunan Terminal adalah sebagai berikut:
• Retak rambut pada bagian atap dag beton. Dan setiap hujan terjadi kebocoran dan dilakukan pengamatan dalam jangka
waktu tertentu tidak menunjukan identifikasi penambahan lebar retakan. Bedasarkan kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa retak tersebut disebabkan oleh susut beton yang
terjadi. Perbaikan dapat dilakukan dengan melakukan injeksi cairan grouting pada seluruh alur retakan.
• Akibat retak rambut di beton menyebabkan kebocoran plat atap dan sambungan pada area mendekati roof drain. Untuk
penanganan rekomendasinya dilakukan waterproofing ulang dengan metode coating. Mengingat besarnya area yang perlu diperbaiki, untuk pelaksanaan dapat dilakukan secara bertahap sesuai mapping tahapan perbaikan dalam laporan ini. Untuk penanganan area dilatasi, kondisi dilapangan area tersebut terdapat pondasi antenna . Rekomendasinya
dibuat pinggiran adukan terpisah yang diwaterproofing masing-masing dan pada bagian atasnya ditutup dengan membuat caping penutup dari bahan metal caping.
Standar Pemeliharaan
A. Struktur
Kondisi struktur bangunan Terminal ditemukan hal sebagai berikut:
• Retak permukaan pada beton rigid pavement area service road, metode perbaikannya
juga melakukan injeksi cairan grouting pada sepanjang alur permukaan beton yang retak.
iv. Pada area atap Gedung PK harus dibuat slooping ke arah roof drain sehingga tidak
terjadi genangan air saat hujan. Bahkan pada area tertentu ditumbuhi lumut yang dapat
menyebabkan aliran air menuju roof drain tidak lancar
Standar Pemeliharaan
A. Struktur
Secara khusus yang menjadi obyek inspeksi perawatan pada bagian struktur meliputi:
1) Kondisi balok struktur 2) Kondisi kolom struktur
3) Kondisi plat lantai dan plat atap dag beton
4) Kondisi rangka atap baja dan penutup atap beton
Standar Pemeliharaan
B. Arsitektur & Interior
Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait Kondisi arsitektur & interior bangunan Terminal, serta gedung administrasi adalah sebagai berikut:
• Perbaikan Lapisan Penutup Atap dan Talang
• Perbaikan plafon Gypsum yang rusak dengan mengganti bidang plafon yang rusak akibat rembesan air hujan dan pipa air hujan yang bocor.
• Pengecatan dan finishing plafond gypsum yang telah diperbaiki.
Standar Pemeliharaan
B. Arsitektur & Interior
• Perbaikan metal cealing yang korosi dengan pengecetan zingcromate finish cat duco
kemudian Setting dan Penyetelan kelurusan bidang plafon metal ceiling yang turun.
Perbaikan dilakukan pada bidang bidang yang terindikasi melentur turun dengan mengecek kondisi penggantung (hanger) pada bidang yang turun.
• Penggantian keramik hogoneus Tile yang pecah dan pemolesan marmer yang buram dengan chemical ( Kristal dan resin ).
• Perbaikan lantai karpet tile yang terletas pada area boarding lounge.
• Penggantian kaca yang retak dan pemasangan sun blasting.
Standar Pemeliharaan
Secara khusus yang menjadi obyek inspeksi perawatan pada bagian arsitektur & interior meliputi:
Kondisi lapisan penutup atap dan talang
Kondisi fasade bangunan
Kondisi dinding & finishing dinding
Kondisi bidang Alumunium Composite Panel (ACP)
Kondisi lantai homogeneus tile, karpet dan marmer
Kondisi plafon gypsum dan metal cealing serta finishingnya
Kondisi toilet, sanitair, utilitas dan peralatannya
Kondisi furniture
Kondisi kusen pintu dan jendela serta partisi gypsum dan kaca
Kondisi signage
Standar Pemeliharaan
Obyek Pemeliharaan Fasilitas Sisi Darat Bandara meliputi:
1. Gedung Terminal
- Struktur bangunan, meliputi kolom, balok, plat lantai, tangga, rangka baja atap , penutup atap dan waterproofing.
- Arsitektur & interior, meliputi Lapisan atap, talang, fasade, dinding, lantai, plafon, furniture, signage, partisi, toilet, .
- Sistem penunjang operasi, meliputi AC, lampu penerangan, transportasi dalam gedung.
2. Gedung Cargo & EMPU
- Struktur bangunan, meliputi kolom, balok, plat lantai, tangga, rangka baja atap, drainase sekeliling bangunan dan waterproofing.
- Arsitektur & interior, meliputi Lapisan atap, talang, fasade, dinding, lantai, plafon, furniture, toilet, signage
- Sistem penunjang operasi, meliputi AC, lampu penerangan & security sistem
Standar Pemeliharaan
3. Gedung Admin
- Struktur bangunan, meliputi meliputi kolom, balok, rangka baja atap, drainase sekeliling bangunan dan waterproofing.
- Arsitektur & interior, meliputi Lapisan atap, talang, fasade, dinding, lantai, plafon, furniture, interior ruang rapat, toilet & signage
- Sistem penunjang operasi, meliputi AC, lampu penerangan & security sistem 4. Gedung PKP-PK
- Struktur bangunan, meliputi kolom, balok, plat lantai, tangga, plat atap dag beton, drainase sekeliling bangunan dan waterproofing.
- Arsitektur & interior, meliputi Lapisan atap, talang, fasade, dinding, lantai, plafon, furniture, toilet &
signage
- Sistem penunjang operasi, meliputi AC, lampu penerangan .
Standar Pemeliharaan
5. Gedung MPH
- Struktur bangunan, meliputi kolom, balok, plat atap dag beton, drainase sekeliling bangunan dan waterproofing.
- Arsitektur & interior, meliputi Lapisan atap, talang, fasade, dinding, lantai, plafon, furniture, toilet & signage
- Sistem penunjang operasi, meliputi AC, lampu penerangan, dacting kabel .
Standar Pemeliharaan
Parameter Perawatan
Dalam menyusun program perawatan rutin berkala dipengaruhi oleh aspek teknis yang mempengaruhi usia pakai bangunan tersebut, antara lain:
1. Tingkat pemakaian (durabilitas)
Faktor durabilitas sangat berpengaruh langsung terhadap kapasitas dari jumlah pengguna maupun penumpang yang melayaninya. Masing- masing bandara memiliki kapasitas
pelayanan penumpang yang berbeda- beda. Secara fisik hal tersebut berpengaruh langsung terhadap kesiapan fasilitas bandara itu sendiri seperti, peralatan mekanis sanitair (washtafel, urinoir, closet, jet washer dan sebagainya), karpet ruang tunggu, furniture (terutama
ketersediaan kursi di ruang tunggu)
Standar Pemeliharaan
Parameter Perawatan
2. Kondisi geografis lingkungan setempat
Faktor geografis lingkungan setempat sangat berpengaruh terhadap kondisi eksternal dan eksterior dari bangunan. Durabilitas material finishingpun akan sangat berpengaruh dari kondisi tersebut.
Gambaran tentang kondisi geografis Bandara Internasional Lombok adalah sebagai berikut:
- Termasuk dalam zona terluar sisi selatan indonesia sudah pasti intensitas radiasi UV dari sinar matahari sangat tinggi. Pada kondisi ekstrim termasuk kawasan yang jarang hujan menyebabkan kondisi geografis lebih kering seperti ini material terpapar langsung sinar matahari akan lebih cepat mengalami degradasi.
- Terletak di pinggir pantai, sudah pasti kadar garam pada udara jauh lebih besar sehingga sangat berpengaruh terhadap korosifitas material terutama material logam.
Standar Pemeliharaan
Parameter Perawatan
3. Jangka waktu Sertifikasi kelayakan operasional
Setiap bangunan non rumah tinggal atau bangunan umum memliki jangka waktu kelayakan operasi, biasanya disebut dengan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) yang berlaku selama 5 tahun dan dapat
diperpanjang masa berlakunya selama 5 tahun kedepan dengan ketentuan-ketentuan yang sudah diatur dalam undang-undang. Begitu juga setiap bandar udara memiliki Sertifikat Operasional Bandar Udara (Aerodrome Certificate). Sertifikat kelayakan operasi ini mengacu kepada peraturan perundangan : - Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 36 tahun 2005 pasal 8 ayat 3 tentang keandalan teknis bangunan.
- Penyelenggaraan bangunan gedung paragraf 6 pasal 71, tentang masa berlaku Sertifikat Layak Fungsi Bangunan non Rumah Tinggal selama 5 tahun.
Standar Pemeliharaan
Parameter Perawatan
- SKEP 76/VI/2005 tentang pedoman pengoperasian bandar udara BAB I point 2.6 bahwa masa berlaku Sertifikat Operasional Bandar Udara adalah 5 tahun.
- Peraturan Pemerintah Daerah, PERDA DKI No. 7 tahun 2010, tentang Sertifikat Layak Fungsi bangunan selam 5 tahun.
Setiap bangunan umum diwajibkan memiliki sertifikat layak Fungsi yang masa berlakunya 5 tahun dan
dapat diperpanjang dengan ketentuan yang berlaku. Secara prinsip setiap bangunan yang ingin
memperpanjang harus dilakukan audit teknis terhadap struktur, arsitektur dan sistem operasi dan pelayanan (MEP). Setiap jangka waktu 5 tahun dalam hal ini dapat dikategorikan sebagai general check up untuk
bangunan umum terhadap seluruh aspek teknis didalamnya, sehingga diharapkan mampu memberikan performa dan pelayanan kepada pengguna bangunan.