• Tidak ada hasil yang ditemukan

19 9 2023 YOGA DAN AROMATERAPI

N/A
N/A
Adhriansyah Francoies adhriansyahfrancoies.2022

Academic year: 2024

Membagikan "19 9 2023 YOGA DAN AROMATERAPI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

YOGA DAN AROMATERAPI

Disusun Guna Memenuhi Tugas Pengganti Presensi Mata Kuliah Dasar-Dasar Terapi

Dosen Pengampu: Dr. Ali Satria Graha S.Pd., M.Kes.

Disusun Oleh:

Adhriansyah Francoies 22603141003

PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2023

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Yoga dan aromaterapi ini merupakan dua terapi holistik yang berkembang pesat dan menawarkan lebih dari sekadar manfaat fisik dan kesehatan. Yoga yang sudah ada pada sekitar 10.000 tahun yang lalu, yoga bukan hanya serangkaian gerakan fisik tetapi juga sebuah perjalanan menuju kesadaran diri dan keseimbangan mental. Latihan yoga melibatkan teknik pernapasan,meditasi,dan postur tubuh yang dirancang untuk memperkuat hubungan antara tubuh,pikiran,dan jiwa. Selain itu, yoga sering dianggap sebagai sarana untuk mencapai kedamaian batin,meningkatkan konsentrasi,dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Seiring perkembangan zaman perpaduan penggunaan aromaterapi digunakan sebagai pelengkap dalam praktik yoga,sehingga dapat menambah kesan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung ketenangan dan fokus.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasar latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.

a. Apa itu yoga dan aromaterapi?

b. Bagaimana sejarah dan perkembangan yoga dan aromaterapi?

c. Apa saja jenis yoga dan aromaterapi?

d. Apa manfaat yoga dan aromaterapi?

e. Bagaimana cara penggunaan aromaterapi?

1.3 Tujuan

a. Untuk mengetahui definisi yoga dan aromaterapi.

b. Untuk mengetahui sejarah dan perkembangan yoga dan aromaterapi.

c. Untuk memahami jenis yoga dan aromaterapi.

d. Untuk memahami manfaat yoga dan aromaterapi.

e. Untuk mengetahui cara penggunaan aromaterapi.

(3)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Definisi Yoga dan Aromaterapi A. Pengertian Yoga

Kata yoga berasal dari akar kata “yuj” yang mempunyai arti menghubungkan.

Menghubungkan yang dimaksuk dalm konteks ini adalah persatuan spririt/roh individu (jiwatman) dengan roh universal (paramatman). Dalam Kamus Filsafat yoga berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti pengekangan. Arti pokoknya adalah kesatuan mistik jiwa manusia dengan roh universal. Selain itu, yoga juga berarti metode atau latihan fisik dan mental yang dijalankan untuk mencapai kesatuan.

B. Pengertian Aromaterapi

Aromaterapi berasal dari dua kata, yaitu aroma dan terapi. Aroma berarti bau harum atau bau-bauan dan terapi berarti pengobatan. Sehingga aromaterapi adalah salah satu pengobatan penyakit dengan menggunakan bau-bauan yang umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan serta berbau harum, gurih, dan enak yang disebut minyak atsiri (Agusta, 2002).

Aromaterapi adalah cara pengobatan alternatif yang menggunakan uap dari minyak esensial dari berbagai macam tanaman yang bisa dihirup untuk menyembuhkan berbagai macam kondisi. Aromaterapi merupakan istilah modern yang dipakai untuk proses penyembuhan kuno yang menggunakan sari tumbuhan aromatik murni. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan tubuh, pikiran, dan jiwa.

Kajian etnofarmakologi secara empirik tentang tumbuhan aromaterapi menunjukan bahwa Indonesia memiliki 49 jenis tumbuhan aromatik dari 22 jenis suku, 12 jenis di antaranya digunakan secara empirik sebagai aromaterapi dengan efek menenangkan dan menyegarkan tubuh. Aromaterapi merupakan pengobatan alternatif yang memiliki kemampuan yang baik untuk distimulasikan oleh tubuh, khususnya melalui alat indra penciuman.

2.2 Sejarah dan Perkembangan Yoga dan Aromaterapi A. Sejarah Perkembangan Yoga

Sejarah yoga memiliki banyak ketidakpastian karena transmisi lisan teksteks suci dan memiliki sisifat rahasia dari ajarannya. Perkembangan yoga dapat ditemukan 5000 tahun yang lalu, namun beberapa peneliti berpendapat bahwa yoga mungkin berusia hingga 10.000 tahun. Sejarah perkembangan yoga dapat dibagi menjadi empat yaitu, zaman pra klasik, zaman klasik, zaman pasca klasik, dan zaman modern.

(4)

 Zaman Pra Klasik

Awal mula perkembangan yoga dikembangkan oleh peradaban IndusSaraswvati di India Utara lebih dari 5.000 tahun yang lali. Kata yoga sendiri pertama kali disebutkan dalam teks suci tertua, Reg Veda. Weda sendiri adalam kitab suci dari umat hindu. Dalam Weda berisi kumpulan teks berupa nyanyian, mantra, dam ritual yang digunakan oleh Brahmana ataupun pendeta Weda. Yoga perlahan dikembangkan oleh Brahmana dan Rsi yang mendokumentasikan praktik dan keyakinan mereka dalam upanishad, sebuah karya besar yang berisi lebih dari 200 kitab suci. Upanishad mengambil gagasan tentang pengorbanan ritual dari Weda dan menginternaslisasikannya, mngejarkan pengorbanan ego melalui pengatahuan diri, tindakan dan kebijaksanaan.

 Zaman Klasik

Periode Klasik ditentukan oleh Yoga-Sutra karya Patanjali yang ditulis sekitar abad kedua. Patanjali sering dianggap bapak yoga dan Yoga Sutranya masih sangat mempengaruhi sebagian besar gaya yoga modern. Patnjali menyusun latihan yoga menjadi jalan berkaki dlapan yang berisi langkah-langkah dan tahapan menuju perolehan samadhi atau pencerahan.

 Zaman Pasca Klasik

Beberapa abad setelah Patanjali, para ahli yoga menciptakan sistem latihan yang dirancang untuk meremajakan tbuh dan memperpanjang usia. Meraka menolak ajaran Weda kuno dan menganut tubuh fisik sebagai sarana untuk mencapai pencerahan. Mereka mengembangkan jenis yoga yang disebut Tantra Yoga, dengan teknik radikal untuk membersihkan tubuh dan pikiran untuk memutuskan keterikatan kita pada keberadaan fisik kita. Eksplorasi hubungan fisik-spritual dan praktik yang berpusat pada tubuh ini mengarah pada terciptanya yoga dibarat yang disebut dengan Hatha Yoga.

 Zaman Modern

Pada awal 1900-an, para master yoga mulai melakukan perjalan ke barat untuk menarik perhatian dan pengikutnya. Hal ini dimulai pada Parlemen Agama- Agama tahun 1893 di Chicago, ketika Swami Vivekanda membuat para hadirin terpukau dengan ceramahnya tentang yoga. Pada tahun 1920- an, Hatha Yoga dipromosikan secara kuat di India melalui kaarya T.Krishnamacharya, Swami Sivananda dan para yogi lain mempraktikkan Hatha Yoga. T. Krisnamacharya adalah seorang guru yoga yang berasal dari India. Selain itu Krishnamacharya membuka sekolah Hatha Yoga perta di Mysore pada tahun 1924 dan pada tahu 1936 Sivananda mendirikan Divine Life Society di tepi Sungai Gangga yang suci.

Perkembangan yoga ke barat terus berlanjut hingga Indra Devi yang merupakan murid dari krichanmacharya membuka studio yoganya di Hollywood pada tahun 1947. Oleh karena itu, semakin banyak guru barat dan India yang menjadi pionir dan mempopulerkan Hathat Yoga. Hatha Yoga sekarang memiliki banyak alrian atau gaja yeng berbeda, semuanya menekankan pada banyak aspek latihan yang berbeda.

B. Sejarah dan Perkembangan Aromaterapi

(5)

Minyak esensial sudah digunakan ribuan tahun lalu oleh masyarakat masyarakat kuno. Bangsa Cina, sudah menjadikan sebagai kebudayaan mereka sendiri untuk pemakaian tumbuhan beraroma dan digunakan juga untuk kebaikan jiwa dan raga.

Bangsa Cina menggunakannya dengan membakar dupa untuk menciptakan kondisi yang harmoni.

Beberapa abah setelah itu, bangsa Mesir kemudian menciptakan mesin distalasi tetapi belum sempurna. Sistem kerja dari mesin ini akan mengeluarkan minyak dari pohon Cedar. Bangsa Mesir menggunakan minyak ini untuk membalsem mereka yang sudah meninggal. Selain itu bangsa Mesir juga menggunakan minyak dan tumbuhan herbal untuk spritual,kedokteran,wewangian dan kosmetik.

Selanjutknya pada bangsa Yunani merekan menggunakan minyak minyak hasil ekstraksi itu selain aroma,juga sebagai anti radang kulit karena mereka belajar banyak hal dari bangsa mesir dan ditambah dengan pengetahuan dari mereka sehingga bisa menghasilkan hal tersebut. Kemajuan pesat terjadi pada abad ke 11 karena penemuan pipa pendingin bergulir yang diciptakan oleh ilmuwan kelahiran Persia bernama Avicenna. Pipa ini akan membuat uap dan dinginnya lebih efektif dan cepat dibandingkan dengan mesin distalasi.

Pada abad ke 15 ditemui sudah banyak ditanam tumbuh untuk di distalasi untuk mendapatkan esensial kemenyan, juniper, mawar, dan rosemary. Pada abad ke 16 sampai dengan 19 minyak herbal tersebut sudah di jual di toko. Pada awal bada ke-20 ilmu pengetahuan semakin kompleks dalam memisahkan minyak-minyak esensial yang digunakan untuk membuat bahan kimia sintetis dan obat-obatan. Hal ini mejadikan pemisahan antara obat dan aroma terapi lebih menguntungkan, dan disebut sebagai kedokteran modern.

Ahli kimia yang berasal dari perancis bernama Rene Maurice Gattefosse menggunakan minyak essensial untuk keperluan kedokteran.Akhir abad ke 20 sampai memasuki abad ke 21 minat dan keinginan masyarakat semakin meningkat keperluan menggunakan produk untuk terapi, kosmetik, wewangian aromatik, dan wewangian (parfum).

2.3 Jenis Yoga dan Aromaterapi A. Jenis-jenis Yoga

-

Yoga Hatha

Jenis ini menjadi pilihan tepat untuk para pemula sebab gerakannya masih sederhana, mulai dari teknik dasar (meliputi postur dasar) dan teknik pernapasannya. Yoga Hatha juga lebih mementingkan kenyamanan penyelarasan latihan fisik dan pernapasannya, sehingga tidak tergesa-gesa dalam mempraktikannya. Gerakan-gerakan dalam jenis ini dinilai dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh dan mengurangi stress.

-

Yoga Iyengar

Jenis ini dinilai sangat sistematis sebab memperhatikan keseluruhan anatomi tubuh secara detail. Dalam pelaksanaannya, biasa menggunakan alat-alat penunjang sebut saja

(6)

seperti selimut, tali, kursi, atau bantalan. Manfaat yang diperoleh dari jenis ini adalah untuk meningkatkan stabilitas, kekuatan, dan fleksibilitas tubuh serta sebagai terapi kesehatan.

-

Yoga Vinyasa

Vinyasa diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti mengatur sesuatu dengan cara khusus. Vinyasa yoga memadukan pose atau gerakan dengan pernapasan, agar kedua hal tersebut bisa sinkron. Yoga aliran ini bergantung pada salam matahari atau pose tertentu yang digunakan untuk menghangatkan tubuh.

-

Yoga Yin

Yoga Yin ini berfungsi untuk melatih tubuh dan tulang dengan gerakan berupa posisi duduk dan berbaring. Maka dari itu, manfaat yang diperoleh dari jenis ini adalah untuk mencapai ketenangan dari berbagai aktivitas sehari-hari yang telah kamu jalani, serta memberikan kelonggaran pada lapisan jaringan tubuh dan tulang sendi.

-

Yoga Ashtanga

Kata Ashtanga terdiri dari dua kata Sansekerta, “Ashta” dan “Angga.” “Ashta”

mengacu pada angka delapan, sedangkan “Angga” berarti anggota badan atau bagian tubuh. Oleh karena itu, Ashtanga adalah penyatuan delapan cabang yoga, menjadi satu sistem holistik yang lengkap.Proses fisik intensif di Ashtanga adalah tentang mendorong hambatan mental, dan beban emosional untuk menumbuhkan kejernihan mental, pernapasan yang penuh perhatian, kekuatan fisik, fleksibilitas, dan daya tahan. Struktur dan frekuensi latihan dirancang untuk membantu Anda meningkatkan tubuh dan kesehatan Anda secara keseluruhan dengan cepat. Urutan postur yang ditetapkan menciptakan kerangka kuat yang memungkinkan seseorang untuk fokus pada bagian dalam sutra yoga.

-

Kundalini yoga

Yoga Kundalini merupakan kombinasi gerakan, pernafasan (pranayama), meditasi, dan nyanyian. Tujuannya tidak hanya untuk membuat tubuh lebih kuat dan berenergi, tetapi juga untuk meningkatkan tingkat kesadaran dan kesadaran diri Anda. Kundalini adalah energi yang belum dimanfaatkan, melingkar di dasar tulang belakang. Energi ini dapat ditarik ke seluruh tubuh, membangkitkan masingmasing ketujuh cakra. Pencerahan penuh terjadi ketika energi ini mencapai cakra mahkota di bagian atas kepala.

B. Jenis-jenis Aromaterapi

Kajian etnofarmakologi secara empirik tentang tumbuhan aromaterapi menunjukan bahwa Indonesia memiliki 49 jenis tumbuhan aromatik dari 22 jenis suku, 12 jenis di antaranya digunakan secara empirik sebagai aromaterapi dengan efek menenangkan dan menyegarkan tubuh.

Aromaterapi biasanya menggunakan minyak essensial yang telah diekstraksi dari berbagai bagian tanaman. Ketika diekstraksi bagian tanaman tersebut akan menjadi konsentrat, baru setelah itu digunakan dengan jumlah yang sangat sedikit. Kandungan pengobatan dengan minyak essensial ini bisa membuat rileks, bersemangat, menguatkan dan menenangkan.

Minyak essensial biasanya diserap melalui kulit atau dihirup.

(7)

Berikut beberapa jenis minyak essensial dan kegunaannya:

● Camomile, bisa membuat rileks dan menenangkan serta menangkal radikal bebas yang bisa menyebabkan penuaan.

● Clary sage, bisa menenangkan dan untuk menguatkan serta membersihkan pikiran.

● Cypress, bisa untuk revitalisasi, obat pengkelat, untuk menghilangkan bengkak, mengurangi sakit kram pada saat menstruasi, tapi sebaiknya hindari pada 1-3 bulan masa kehamilan.

● Eucalyptus, bisa digunakan untuk antiseptik, obat bengkak dan membantu masalah pernafasan.

● Grapefruit, bisa digunakan untuk refreshing, detoksifikasi, pembersih, untuk melegakan saraf, dan merilekskan otot.

● Jasmine, bisa digunakan untuk menenangkan, aprodisiak, antidepresi, tapi sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan dan jika kulit sensitif.

● Lavender, bisa digunakan untuk antiseptik, menenangkan dan melegakan.

● Lemon, bisa melegakan, memberi semangat, menyegarkan serta meningkatkan mood.

● Mandarin, bisa menenangkan, merilekskan, memberikan sensasi kedamaian dan bisa digunakan oleh anak-anak.

● Pepermint, bisa digunakan sebagai antiseptik, stimulan dan menghilangkan nyeri.

● Sandalwood, bisa digunakan sebagai penyeimbang, aprodisiak, antiseptik, untuk mengobati batuk dan radang tenggorokan.

● Tea Tree, bisa digunakan sebagai antibakteri, antivirus, antijamur, mengontrol ketombe dan mengatasi masalah kulit.

2.4 Manfaat Yoga dan Aromaterapi a. Manfaat Yoga

Yoga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah beberapa manfaat yoga yang didukung oleh sumber-sumber yang relevan:

1. Meningkatkan Fleksibilitas Tubuh: Latihan yoga secara teratur dapat membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh dan rentang gerak sendi.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung: Yoga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dengan memperbaiki sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah.

3. Mengurangi Stres: Praktik yoga, termasuk pernapasan dan meditasi, dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan mental.

4. Meningkatkan Kualitas Hidup: Yoga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, kesejahteraan rohani, fungsi sosial, dan mengurangi gejala kecemasan.

5. Meningkatkan Fleksibilitas dan Keseimbangan: Latihan yoga secara rutin dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh.

6. Meningkatkan Kekuatan: Gerakan yoga yang terkontrol dapat membantu membangun kekuatan otot.

7. Membantu Meningkatkan Pernafasan: Latihan pernapasan yoga, atau pranayama, dapat membantu meningkatkan pernapasan.

(8)

8. Memperbaiki Postur: Yoga dapat membantu memperbaiki postur tubuh dan meningkatkan kesadaran diri.

9. Mengurangi Nyeri Punggung: Beberapa pose yoga dapat membantu meringankan sakit punggung.

10.Meningkatkan Kesehatan Tulang: Latihan yoga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dan memperbaiki kepadatan tulang. Dengan demikian, praktik yoga dapat memberikan manfaat yang luas bagi kesehatan fisik dan mental, termasuk meningkatkan fleksibilitas, kesehatan jantung, kualitas hidup, keseimbangan, kekuatan, dan kesehatan tulang.

b. Manfaat Aromaterapi

Meskipun ada banyak kombinasi minyak aromaterapi yang telah teruji dan digunakan di seluruh dunia, namun tidak semua disetujui atau direkomendasikan oleh dokter.

Namun hal ini tidak berarti tidak sah atau efektif. Beberapa manfaat aromaterapi adalah sebagai berikut:

● Antidepresan.

Minyak atsiri yang digunakan untuk mengurangi depresi antara lain minyak peppermint, chamomile, laender, dan melati.

● Meningkatkn memori.

Minyak sage adalah minyak yang paling sering direkomendasikan untuk efek meningkatkan memori.

● Meningkatkan jumlah energi.

Banyak minyak esensial yang dikenal berguna untuk meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan energi, dan merangsang tubuh dan pikiran tanpa efeksamping yang berbahaya. Minyak esensial yang terbaik untuk mendorong energi termasuk lada hitam, kapulaga, kayu manis, minyak cengkeh, angelica, melati, pohon teh, dan rosemary.

● Penyembuhan dan pemulihan.

Beberapa minyak esensial yang paling populer untuk mempercepat proses penyembuhan termasuk lavender, calendula, rosehip, Everlasting, dan minyak buckthorn.

● Sakit kepala.

Beberapa minyak esensial yang terkait dapat mengurangi sakit kepala dan migrain adalah peppermint, eucalyptus, minyak esensial cendana, dan minyak rosemary.

● Mengatasi insomnia.

Beberapa minyak esensial terbaik untuk mengatasi gangguan insomnia termasuk lavender, chamomile, melati, benzoin, neroli, mawar, cendana, dan minyak esensial ylang ylang.

● Sistem kekebalan tubuh.

Beberapa minyak yang paling efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh termasuk oregano, kemenyan, lemon, peppermint, kayu manis, dan minyak esensial eucalyptus.

● Menghilangkan rasa nyeri.

Minyak esensia termasuk lavender, chamomile, clary sage, juniper, kayu putih, rosemary, dan minyak peppermint, bisa digunakan untuk tujuan ini.

(9)

2.5 Cara Penggunaan Aromaterapi

Ketika kita menghirup uap minyak esensial, aromanya akan memasuki rongga hidung lalu merangsang sistem saraf di otak yang berperan dalam pengaturan emosi. Aroma dari minyak esensial juga akan merangsang area hipotalamus di otak untuk memproduksi hormon serotonin yang dapat memperbaiki suasana hati. Tidak hanya itu, aromaterapi juga mampu merangsang sistem saraf yang mengatur detak jantung, tekanan darah, respon terhadap stres, dan pernapasan. Jika digunakan dengan cara dioles, molekul dari minyak esensial dapat menimbulkan efek tertentu, seperti antigatal pada kulit atau antinyeri pada sendi. Namun terkadang, efek yang ditimbulkan justru negatif, misalnya iritasi atau radang.

Untuk mendapatkan manfaatnya, ada beberapa cara penggunaan aromaterapi yang bisa dipilih, yaitu:

1. Menghirup uap aromaterapi.

Menghirup uap aromaterapi, khususnya minyak kayu putih, dipercaya dapat meringankan gejala pilek dan hidung tersumbat. Caranya, campurkan 3–7 tetes minyak aromaterapi ke dalam sebaskom air hangat, lalu tundukkan kepala Anda ke atas baskom dan tutupi dengan handuk. Hirup uap yang keluar dari air hangat tersebut selama 2 menit.

Atau jika tidak ingin repot, Anda bisa menghirup cotton bud yang sudah diberi 1 tetes minyak kayu putih.

2. Menggunakan diffuser.

Diffuser aromaterapi adalah alat yang digunakan untuk mengubah minyak aromaterapi menjadi uap dan menyebarkannya ke seluruh ruangan. Terdapat beragam jenis diffuser, baik dari keramik (tungku) dengan lilin, atau yang memakai tenaga listrik. Pastikan diffuser aromaterapi ini tidak digunakan dalam jangka waktu lama di rumah, terlebih jika salah satu penghuni rumah sedang hamil atau memiliki kondisi medis tertentu.

3. Untuk mandi.

Berendam dalam air hangat yang ditambahkan beberapa tetes minyak aromaterapi dapat meredakan stres. Anda bisa menggunakan minyak esensial lavender, bergamot, sereh, kenanga, lemon, atau jeruk.

4. Untuk pijat.

Ketika memijat tubuh, Anda bisa mencampurkan minyak aromaterapi dengan minyak pijat. Selain membuat tubuh menjadi relaks, campuran minyak ini juga dapat mengurangi otot yang tegang atau nyeri. Namun pada sebagian orang, minyak aromaterapi dapat menyebabkan alergi dan iritasi pada kulit. Jadi, hindari penggunaan minyak aromaterapi secara berlebihan, dan pastikan minyak tersebut sudah diencerkan atau dicampur dengan minyak lainnya. Perlu diingat, jangan mengoleskan minyak aromaterapi pada bagian kulit yang rusak.

5. Produk perawatan tubuh (kecantikan).

Ada berbagai produk perawatan tubuh, seperti losion atau scrub, yang mengandung minyak esensial. Beberapa minyak esensial juga diproduksi khusus untuk dioleskan langsung pada kulit, guna mengharumkan tubuh. Meskipun memiliki banyak manfaat, aromaterapi juga memiliki risiko. Jadi, pastikan Anda sudah mengerti betul cara

(10)

menggunakannya. Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dahulu ke dokter sebelum menggunakan aromaterapi.

2.6 Kombinasi Manfaat Yoga dan Aromaterapi

Kombinasi yoga dan aromaterapi dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental. Beberapa manfaat kombinasi ini antara lain:

1. Meningkatkan relaksasi

Kombinasi yoga dan aromaterapi dapat membantu meningkatkan relaksasi dan mengurangi tingkat stres.

2. Meningkatkan kualitas tidur

Kombinasi ini juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan memfasilitasi tidur yang lebih nyenyak.

3. Meningkatkan konsentrasi

Aromaterapi dapat membantu meningkatkan konsentrasi selama praktik yoga 4. Meningkatkan keseimbangan emosional

Kombinasi yoga dan aromaterapi dapat membantu meningkatkan keseimbangan emosional dan mendukung kesejahteraan mental

5. Meredakan nyeri

Kombinasi ini juga dapat membantu meredakan nyeri, termasuk nyeri dismenore pada remaja putri.

Dengan demikian, kombinasi yoga dan aromaterapi dapat memberikan manfaat yang luas bagi kesehatan fisik dan mental, termasuk dalam hal relaksasi, kualitas tidur, konsentrasi, keseimbangan emosional, dan meredakan nyeri.

(11)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kata yoga berasal dari akar kata “yuj” yang mempunyai arti menghubungkan.

Menghubungkan yang dimaksuk dalm konteks ini adalah persatuan spririt/roh individu (jiwatman) dengan roh universal (paramatman). Sedangkan, Aromaterapi adalah cara pengobatan alternatif yang menggunakan uap dari minyak esensial dari berbagai macam tanaman yang bisa dihirup untuk menyembuhkan berbagai macam kondisi. Manfaat dari kombinasi yoga dan aroma terapi dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehata fisik dan mental, misalnya meningkatkan relaksasi, meninglatkan kualitas tidur, mengingkantkan konsetrasi, meningkatkan kesimbangan emosional, dan meredakan nyeri.

3.2 Saran

Diharapkan dalam menulis makalah dapat membuat kata-kata yang mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, diharapkan untuk lebih banyak dalam mencari sumber journal dan e book. Karena dalam makalah ini hanya menggunakan sedikit acuan atau literatur saja dalam pembuatannya. Semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua. Mohon maaf atas segala kesalahan. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan agar kami dapat terus berproses menghasilkan makalah yang lebih baik lagi di kemudian hari. Sekian terimakasih.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Agustin, d. S. (2021, Desember). Cara Menggunakan Aromaterapi untuk Merasakan Manfaat Maksimal. Burgin, T. (2007, November). Sejarah Yoga.

Dimas Budi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Setia Budi, 1(2), 13-17

Kurniasari, F., Darmayanti, N., & Astuti, S. D. (2017). Pemanfaatan Aromaterapi Pada Berbagai Produk (Parfum Solid, lipbalm, dan Lilin Anti Nyamuk).

Pumi Keta, D, et al (2020) “Pengaruh Kombinasi Yoga dan Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Nyeri.

Sumaryoto & Nopembri, S. (2017) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dankesehatan Kelas XI SMA/

SMK/MA/MK. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Referensi

Dokumen terkait