• Tidak ada hasil yang ditemukan

23 dan Implikasinya Bagi Orang Kristen Masa Kini

N/A
N/A
Delvani Kella

Academic year: 2024

Membagikan "23 dan Implikasinya Bagi Orang Kristen Masa Kini"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PENGAJARAN AMSAL 4:23 IMPLIKASINYA BAGI ORANG KRISTEN MASA KINI

Nama: Anisa Anggreina Toli Nim: 21.01.01.010 PENDAHULUAN

Dari segala aspek kehidupan kita, baik itu hubungan, keuangan, pekerjaan, pelayanan dan lain-lain, semuanya akan berjalan sesuai dengan apa yang

dihasilkan oleh hati. Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga hati kita sedemikian rupa agar segala sesuatu yang terpancar adalah hal yang baik bagi kehidupan kita dan orang lain. Sebagai makhluk yang terdiri dari ruh, jiwa dan raga, maka hati berperan sebagai pusat pengendali. Oleh karena itu, kita perlu menjaga hati kita dengan menyelaraskannya dengan tujuan Tuhan menciptakan kita. Kita perlu mengingat janji Tuhan kepada kita, bahwa Dia menciptakan kita serupa dan segambar dengan Dia bahkan rencana-Nya bagi kita indah dan mulia serta terencana untuk masa depan yang penuh pengharapan.1

Untuk menjadi orang percaya yang lebih baik dan berkenan kepada Tuhan maka penulis tertarik untuk meneliti Amsal 4:23, yang hendak mengajarkan agar kita sebagai umat manusia menjaga hati dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah akan terpancar kehidupan. Yang berarti apa yang ada didalam hati kita itu memancar ke luar dalam bentuk ekspresi, perkataan, dan perbuatan. Jika hati kita baik maka apa yang keluar dari hidup kita pasti baik; sebaliknya jika hati kita tidak baik maka yang keluar dari hidup kita juga tidak baik. Sebagai anak Tuhan, fokus kita bukan memperbaiki apa yang nampak dari luar yang dilihat oleh orang; tetapi memperbaiki apa yang ada di dalam hati. Untuk itu, ijinkan Tuhan Yesus bertahta dan memerintah hati kita, supaya apa yang keluar dari hidup kita memancarkan terang Kristus.2

1https://www.jawaban.com/read/article/id/2023/11/07/63/231106182636/kekuatan_hati_

manusia

2 Pdt. Raymond Sumaa, “Menjaga Hati Dengan Segala Kewaspadaan”

(2)

Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, maka penelitian teks Amsal 4:23, dengan menggunakan metode Analisis Morfologi, Gramatikal, dan Leksikal dan diharapkan menghasilkan pengertian yang mudah dipahami tentang

Bagaimana Menjaga Hati Dengan Segala Kewaspadaan.

METODE PENELITIAN

Disebut sebagai penelitian kualitatif karena penelitian ini didasarkan pada usaha menemukan data yang ditekankan pada kualitas informasi dari objek yang diteliti dan bukan berdasarkan kuantitas objeknya. M. Junaidi mengatakan bahwa, penelitian kualitatif menekankan pada kualitas atau hal penting suatu barang atau jasa. Hal terpenting yang dimaksud adalah makna dibalik kejadian, fenomena, dan gejala sosial yang dapat dijadikan pelajaran berharga bagi pengembangan konsep teori. 49 penelitian kualitatif berupaya menemukan informasi yang berkualitas dibalik suatu kejadian, fenomena, dan gejala sosial masyarakatyang tampak.

JR Raco menjelaskan bahwa metodologi penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan atau penelusuran untuk mengeksplorasi dan memahami suatu gejala sentral. Dan untuk mengetahui gejala dan fenomena sentral tersebut peneliti mewawancarai objek atau peserta yang diteliti dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan.3

Amsal 4 merupakan Genre sastra hikmat, yang umumnya terdiri dari ajaran-ajaran pendek yang berisi nasihat praktis dan bijak. Pasal 4 dari Kitab Amsal menjarkan pentingnya mendengarkan dan memegang teguh ajaran hikmat.

Ayah mengingatkan anak-anak untuk tidak meninggalkan hukum dan perintah Allah. Hikmat dan pengertian harus dijaga dan dipegang erat, karena mereka akan memberikan kehidupan dan keberhasilan. Ayah juga memperingatkan agar anak- anak menjauhi jalan orang fasik dan penjahat, karena jalan mereka penuh

kegelapan dan kejahatan. Sebaliknya, jalan orang benar adalah terang dan membawa kehidupan. Anak-anak diajarkan untuk menjaga hati, mulut dan mata mereka agar tetap jujur, lurus dan teguh dalam mengikuti jalan Tuhan.

3 Dr. Gidion, M.Th Ebook: Research Methodology

(3)

Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan Perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian,

Karena aku memberikan ilmu yang baik Kepadamu;

Janganlah meninggalkan petunjukku.

Karena ketika aku masih tinggal dirumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai

anak tunggal ibuku,

aku diajari ayahku, katanya kepadaku:

biarlah hatimu memegang perkataanku;

berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.

Perolehlah hikmat, Perolehlah pengertian, Jangan lupa, dan

Jangan menyimpang dari perkataan mulutku.

Janganlah meninggalkan hikmat itu,

Maka engkau akan dipeliharanya, Kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.

Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan

Dengan segala yang kau perolehlah pengertian.

Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya;

Engkau akan dijadikan terhormat, Apabila engkau memeluknya.

Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah dikepalamu Mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu.

Hai anakku, Dengarkanlah dan

Terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.

Aku mengjarkan jalan hikmat kepadamu,

(4)

Aku memimpin engkau dijalan yang lurus.

Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, Bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung.

Berpeganglah pada didikan, Janganlah melepaskannya,

Peliharalah dia, karena dialah hidupmu.

Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan Janganlah mengikuti jalan orang jahat.

Jauhilah jalan itu, Janganlah melaluinya,

Menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus.

Karena mereka tidak dapat tidur, bila Tidak berbuat jahat Kantuk mereka lenyap,

Bila mereka tidak membuat orang tersandung;

Karena mereka makan roti kefasikan dan Minum anggur kelaliman.

Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar,

Yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Jalan orang fasik itu seperti kegelapan;

Mereka tidak tahu apa yang menyebabkan Mereka tersandung.

Hai anakku,

Perhatikanlah perkataanku,

Arahkanlah telingamu kepada Ucapanku;

Janganlah semuanya itu menjauh dari matamu Simpanlah itu di lubuk hatimu.

Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka Yang mendapatkannya dan

Kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.

(5)

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,

Karena dari situlah terpancar kehidupan.

Buanglah mulut serong dari padamu dan

Jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.

Biarlah matamu memandang terus kedepan dan Tatapan matamu tetap kemuka.

Tempulah jalan yang rata dan Hendaklah tetap segala jalanmu.

Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, Jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

Klimaks ayat 23: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Tema utama: Hati Adalah Sumber Keinginan dan Keputusan Dalam Yesus Kristus.

Uraian Deskripsi:

1. Oknum/Pribadi

Anak-anak, seorang ayah, ibuku, orang fasik, orang benar.

2. Tempat

Rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, jalan orang benar, jalan orang fasik, jalan yang rata.

3. Sebab akibat

Pada ayat 6, 8, dengan ditandai dalam kalimat menggunakan kata Maka

4. Kontras

Pada ayat 18 dengan ditandai dalam kalimat menggunakan kata Tetapi 5. Perintah

(6)

Pada ayat 1,6, 10, 13, 14, 15, 21, 27 dengan ditandai dalam kalimat menggunakan kata Dengarkanlah dan Janganlah

6. Pernyataan

Pada ayat 4 ditandai dengan kalimat “aku diajari ayahku, katanya kepadaku: biarlah hatimu memegang perkataanku; berpegang pada petunjuk- petunjukku, maka engkau akan hidup”.

Hebrew Morfologi Leksikal Terjemahan

־ָּלככֽ ִמ

mik-kāl Preposisi Maskulin | Kata Benda. Maskulin Tunggal Umum

ָּלככ: Kol Keseluruhan,Semua

Keseluruhan

רכמשש ִ֭מ

miš-mār Kata benda.

Maskulin Tunggal

רכמששִמ : Mishmar Tempat kurungan,

Penjara, Ketaatan

Ketaatan

ר ֣כצשנ

nə-ṣōr Kata kerja. Qal.

Imprerfect.

Maskulin Tunggal

רַצכנ : Natsar Mengawasi,Menjag a

Menjaga

ך ֑בבִָּל

lib-be-ḵā; Kata benda.

Maskulin

Tunggal Umum | Org Ke-2

Maskulin Tunggal

בֵָּל : Leb Manusia batiniah, Pikiran, Kemauan, Hati.

Hati

־יֽ ִכ

kî- Konjungsi יִכ : Ki

Itu, Untuk, Kapan

Itu

ּונ ֶּ֗במ ִ֝מ

mim-men-nū, Preposisi. Org Ke-3 Maskulin Tunggal

ןִמ : Min Dari

Dari

ֹתו ֥אשצות

tō-wṣ-’ō-wṯ Kata benda.

Feminim. Jamak.

Umum

ָהאכצות: Totsaah Keluar, Mungkin Sumber Pelarian

Sumber Pelarian

׃םיִֽיַח

ḥay-yîm. Kata benda.

Maskulin. Jamak

יַח : Chay

Hidup, Kehidupan

Kehidupan

ֹתו ֥כאשצוכת ּונ ֶּ֗במ ִ֝מ־יֽ ִכ ך ֑בבִָּל ר ֣כצשנ רכמשש ִ֭מ־ָּלככֽ ִמ׃םי Gramatikal:

(7)

Pada teks ini terbagi menjadi dua bagian yang pertama

ר ֣כצשנ רכמשש ִ֭מ־ָּלככֽ ִמ ך ֑בבִָּל

pada teks ini hendak mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga hati kita dengan penuh kewaspadaan, pada bagian kedua

׃םיִֽיַח ֹתו ֥כאשצוכת ּונ ֶּ֗במ ִ֝מ־יֽ ִכ

mengingatkan kita bahwa dari hatilah akan terpancar berbagai macam bentuk kehidupan kita sebagai umat manusia. Subyek dari gagasan ini בֵָּל yaitu hati, predikatnya רכמששִמ yaitu ketaatan, sedangkan obyek יַח yaitu kehidupan.

Terjemahan Langsung:

Keseluruhan ketaatan menjaga hati itu dari sumber pelarian kehidupan.

Terjemahan LAI:

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Terjemahan KJV:

Keep thy heart with all diligence; for out of it are the issues of life.

Terjemahan NIV:

Above all else, guard your heart, for everything you do flows from it.

Terjemahan NAS:

Watch over your heart with all diligence, For from it flow the springs of life.

Perbandingan terjemahan antara KJV, NAS memiliki arti yang sama dengan Terjemahan Langsung, tetapi pada terjemahan NIV yang saya teliti ada perbedaan sedikit dengan KJV, NAS, dan Terjemahan Langsung perbedaannya pada kata “Mengalir” sedangkan dalam LAI, KJV, NAS dan Terjemahan Langsung kata “Terpancar”.

(8)

Konsep Teologis dari Amsal 4:23 adalah menegaskan dan menekankan tentang pentingnya menjaga hati dengan baik dan menjaga hati sebagai sumber kehidupan yang benar. Ayat ini mengajarkan bahwa kita sebagai umat manusia harus menjaga hati kita dengan tekun, karena dari hati inilah segala sesuatu dalam kehidupan kita mengalir. Pengertian bahwa hati yang terpelihara dengan baik akan menghasilkan kehidupan umat manusia yang baik dan akan menghasilkan kehidupan yang diberkati oleh ALLAH.

PEMBAHASAN

Pendekatan yang memakai metode induktif merupakan cara mempelajari Penafsiran terhadap frasa “jagalah hati”dan menurut Amsal 4:23 ini penulis menggunakan metode penafsiran induktif, dimana penulis terlebih dahulu mencari data dan Fakta Alkitab dan berdasarkan datadan fakta Alkitab yang

Dbarangukanpenulis mencoba menggali dan mengupas arti yang maksudnya oleh pengarang melalui kalimat-kalimat yang dituliskan untuk kebaikan. Pendekatan yang memakaimetode induktif merupakan cara mempelajari Alkitab yang pagar dapat dipertanggungkan jawabkan kebenarannya, karena metode ini merupakan kesimpulan dari apa yang dinyatakan Allah sendiri di dalam Alkitab.4

4 Greg Gripentrog, “Metodee Mempelajari Alkitab”, Diktat Kuliah, 157

(9)

PENDEKATAN SINTESIS

Bentuk puisi: Amsal 4 merupakan Genre sastra hikmat, yang umumnya terdiri dari ajaran-ajaran pendek yang berisi nasihat praktis dan bijak. Pasal 4 dari Kitab Amsal menjarkan pentingnya mendengarkan dan memegang teguh ajaran hikmat. Ayah mengingatkan anak-anak untuk tidak meninggalkan hukum dan perintah Allah. Hikmat dan pengertian harus dijaga dan dipegang erat, karena mereka akan memberikan kehidupan dan keberhasilan. Ayah juga

memperingatkan agar anak-anak menjauhi jalan orang fasik dan penjahat, karena jalan mereka penuh kegelapan dan kejahatan. Sebaliknya, jalan orang benar adalah terang dan membawa kehidupan. Anak-anak diajarkan untuk menjaga hati, mulut dan mata mereka agar tetap jujur, lurus dan teguh dalam mengikuti jalan Tuhan.

Struktur Dan Konteks Historis Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan Perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian,

Karena aku memberikan ilmu yang baik Kepadamu;

Janganlah meninggalkan petunjukku.

Karena ketika aku masih tinggal dirumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai

anak tunggal ibuku,

aku diajari ayahku, katanya kepadaku:

biarlah hatimu memegang perkataanku;

(10)

berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.

Perolehlah hikmat, Perolehlah pengertian, Jangan lupa, dan

Jangan menyimpang dari perkataan mulutku.

Janganlah meninggalkan hikmat itu,

Maka engkau akan dipeliharanya, Kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.

Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan

Dengan segala yang kau perolehlah pengertian.

Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya;

Engkau akan dijadikan terhormat, Apabila engkau memeluknya.

Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah dikepalamu Mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu.

Hai anakku, Dengarkanlah dan

Terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.

Aku mengjarkan jalan hikmat kepadamu, Aku memimpin engkau dijalan yang lurus.

Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, Bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung.

Berpeganglah pada didikan, Janganlah melepaskannya,

Peliharalah dia, karena dialah hidupmu.

Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan Janganlah mengikuti jalan orang jahat.

Jauhilah jalan itu, Janganlah melaluinya,

(11)

Menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus.

Karena mereka tidak dapat tidur, bila Tidak berbuat jahat Kantuk mereka lenyap,

Bila mereka tidak membuat orang tersandung;

Karena mereka makan roti kefasikan dan Minum anggur kelaliman.

Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar,

Yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Jalan orang fasik itu seperti kegelapan;

Mereka tidak tahu apa yang menyebabkan Mereka tersandung.

Hai anakku,

Perhatikanlah perkataanku,

Arahkanlah telingamu kepada Ucapanku;

Janganlah semuanya itu menjauh dari matamu Simpanlah itu di lubuk hatimu.

Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka Yang mendapatkannya dan

Kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,

Karena dari situlah terpancar kehidupan.

Buanglah mulut serong dari padamu dan

Jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.

Biarlah matamu memandang terus kedepan dan Tatapan matamu tetap kemuka.

Tempulah jalan yang rata dan Hendaklah tetap segala jalanmu.

Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, Jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

(12)

Pengurutan pasal, Alkitab Ibrani umumnya mengikuti urutan Naskah Masorah, tetapi Alkitab terjemahan bahasa Yunani Koine, yakni Septuaginta, yang berasal dari abad ke-3 SM memiliki urutan pasal-pasal Kitab Amsal yang sedikit berbeda.5 Alkitab Terjemahan Baru (TB) mengikuti urutan Naskah

Masorah. Penomoran pasal yang digunakan di bawah ini berdasarkan penomoran pasal dalam Alkitab TB.

Sembilan pasal pertama kitab Amsal berfokus pada meninggikan nilai hikmat ilahi. Dalam pasal ini Raja Salomo terus menyampaikan pesan ini kepada putranya. Nasihatnya kepada putra-putranya—mungkin juga berarti murid- muridnya—di pasal 4 serupa dengan apa yang dia katakan dalam Amsal 1:8–9;

2:1–6; 3:1–2, 21–26; 5:1–2; 6:20–22; 7:1–3, 24; dan 8:22–36. Kata-kata dalam pasal ini sebagian diambil dari nasihat yang Salomo ingat dari ayahnya sendiri, Daud.6

ANALISIS

Ayat ini mengajarkan bahwa kita sebagai umat manusia harus menjaga hati kita dengan tekun, karena dari hati inilah segala sesuatu dalam kehidupan kita mengalir. Pengertian bahwa hati yang terpelihara dengan baik akan menghasilkan kehidupan umat manusia yang baik dan akan menghasilkan kehidupan yang diberkati oleh ALLAH.

MORFOLOGI DAN LEKSIKAL

Hebrew Morfologi Leksikal Terjemahan

־ָּלככֽ ִמ

mik-kāl Preposisi Maskulin | Kata

ָּלככ: Kol Keseluruhan,Semua

Keseluruhan

5 Institute for Biblical & Scientific Studies - Old Testament:Dead Sea Scrolls bagian Proverbs.

6 https://www.bibleref.com/biblepassage/Printer?section=Proverbs_4:23&lang=en

(13)

Benda. Maskulin Tunggal Umum רכמשש ִ֭מ

miš-mār Kata benda.

Maskulin Tunggal

רכמששִמ : Mishmar Tempat kurungan,

Penjara, Ketaatan

Ketaatan

ר ֣כצשנ

nə-ṣōr Kata kerja. Qal.

Imprerfect.

Maskulin Tunggal

רַצכנ : Natsar Mengawasi,Menjag a

Menjaga

ך ֑בבִָּל

lib-be-ḵā; Kata benda.

Maskulin

Tunggal Umum | Org Ke-2

Maskulin Tunggal

בֵָּל : Leb Manusia batiniah, Pikiran, Kemauan, Hati.

Hati

־יֽ ִכ

kî- Konjungsi יִכ : Ki

Itu, Untuk, Kapan

Itu

ּונ ֶּ֗במ ִ֝מ

mim-men-nū, Preposisi. Org Ke-3 Maskulin Tunggal

ןִמ : Min Dari

Dari

ֹתו ֥אשצות

tō-wṣ-’ō-wṯ Kata benda.

Feminim. Jamak.

Umum

ָהאכצות: Totsaah Keluar, Mungkin Sumber Pelarian

Sumber Pelarian

׃םיִֽיַח

ḥay-yîm. Kata benda.

Maskulin. Jamak

יַח : Chay

Hidup, Kehidupan

Kehidupan

ֹתו ֥כאשצוכת ּונ ֶּ֗במ ִ֝מ־יֽ ִכ ך ֑בבִָּל ר ֣כצשנ רכמשש ִ֭מ־ָּלככֽ ִמ׃םי GRAMATIKAL

Pada teks ini terbagi menjadi dua bagian yang pertama

ר ֣כצשנ רכמשש ִ֭מ־ָּלככֽ ִמ ך ֑בבִָּל

pada teks ini hendak mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga hati kita

dengan penuh kewaspadaan, pada bagian kedua

׃םיִֽיַח ֹתו ֥כאשצוכת ּונ ֶּ֗במ ִ֝מ־יֽ ִכ

mengingatkan kita bahwa dari hatilah akan terpancar berbagai macam bentuk kehidupan kita sebagai umat manusia. Subyek dari gagasan ini בֵָּל yaitu hati,

predikatnya רכמששִמ yaitu ketaatan, sedangkan obyek יַח yaitu kehidupan.7

7 “Proverbs 4:23” dalam Text Analysis, Bible Hub. https://biblehub.com/text/proverbs/4- 23.htm

(14)

Terjemahan Langsung:

Keseluruhan ketaatan menjaga hati itu dari sumber pelarian kehidupan.

IMPILIKASI TEOLOGIS

Konsep Teologis dari Amsal 4:23 adalah menegaskan dan menekankan tentang pentingnya menjaga hati dengan baik dan menjaga hati sebagai sumber kehidupan yang benar. Ayat ini mengajarkan bahwa kita sebagai umat manusia harus menjaga hati kita dengan tekun, karena dari hati inilah segala sesuatu dalam kehidupan kita mengalir. Pengertian bahwa hati yang terpelihara dengan baik akan menghasilkan kehidupan umat manusia yang baik dan akan menghasilkan kehidupan yang diberkati oleh ALLAH.

PENUTUP

Frasa “menjaga hati” yang dipakai oleh penulis Amsal 4:23

mengalami pengulangan, mempunyai maksud dan pengertian yang lebih kurang sama dengan kata “menjaga hati” dalam Matius 26:41, “Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging itu lemah. Frasa berjaga-berjagalah dalam ayat ini maksudnya sama dengan jagalah dengan segala kewaspadaan pada Amsal 4:23 terhadap hati supaya jangan jatuh kedalam pencobaan dan memancarkan hal yang negatif.

Jagalah dan berjaga-jagalah adalah perintah Tuhan yang harus dilakukan oleh setiap kita dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat kita lihat lebih jelas lagi dalam Firman Tuhan, Lukas 21:34: “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi

(15)

dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Dan ayat 36, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

REFRENSI

https://www.jawaban.com/read/article/id/2023/11/07/63/231106182636/ke kuatan_hati_manusia

 Pdt. Raymond Sumaa, “Menjaga Hati Dengan Segala Kewaspadaan”

 Dr. Gidion, M.Th Ebook: Research Methodology

 Greg Gripentrog, “Metodee Mempelajari Alkitab”, Diktat Kuliah, 157

 Institute for Biblical & Scientific Studies - Old Testament:Dead Sea Scrolls bagian Proverbs.

https://www.bibleref.com/biblepassage/Printer?

section=Proverbs_4:23&lang=en

 “Proverbs 4:23” dalam Text Analysis, Bible Hub.

https://biblehub.com/text/proverbs/4-23.htm

Referensi

Dokumen terkait

Janji Allah digenapi dalam diri Tuhan Yesus yang datang ke dunia sebagai penggenapan atas perjanjian penebusan dan anugerah yang dijanjikan Allah pada masa Adam, karena

Pada akhirnya, peneliti sampai kepada sebuah kesimpulan bahwa tingkat spiritualitas berkaitan secara erat terhadap semangat orang Kristen di dalam menggenapi misi

Mungkin saudara akan bertanya kepada diri sendiri, "Apakah menyebabkan seseorang menjadi pemilik atas sesuatu? Menurut pendapat saya, yang menyebabkan ialah karena kita

mengubgkapkan bahwa Amanat Agung adalah proses penginjilan dan pemuridan yang bersifat berkelanjutan untuk mengajar mereka orang yang belum mengenal maupun yang sudah

Setelah Paulus mengungkapkan bahwa bait Allah adalah kumpulan orang percaya, bahwa bait Allah merupakan tempat kediaman dan kehadiran Allah, dan bahwa bait Allah tidak

Demikian juga yang terjadi saat ini, banyak orang yang tidak memahami makna penebusan dalam Perjanjian Lama, khususnya dalam kitab Rut. Kebanyakan orang hanya berfokus kepada

Kitab suci merupakan kebenaran bagi pemikiran maupun praktik Pendidikan Kristen yang sesuai dengan pernyataan Allah. Sehingga para pendidik dapat menjalankan

Mereka tetap melakukan sinkretisme karena pemikiran deisme yang dimiliki oleh rakyat pada waktu it.24 Konsep deisme ini tertuang di dalam Zefanya 1:12: “… Tuhan tidak berbuat baik dan