Metoda Geokimia
• Eksplorasi geokimia digunakan sebagai alat untuk membantu menemukan bijih mineral logam.
• Untuk daerah yang sangat luas dan frontire
• Didasarkan pada mobilitas unsur dari sumbernya melalui sungai atau tanah dan batuan.
• Dapat untuk mendeteksi deposit bahan
galian yang berada di permukaan maupun
bawah permukaan
LETAK KETERDAPATAN MINERAL LOGAM
Geochemical Anomaly
Discounted / Downgraded Anomaly Prospect
Other
Discounted / Downgraded Prospect COW Boundary
Relinquished Area (May 1998) Relinquished Area (May 1999) Relinquished Area (May 2000)
REFERENCE
Retained COW = 31,020 Ha
CoW
HALMAHERA 31,020 Ha
Ternate
P. Taneti
Morotai P. Rao
Lele Geti Baru
Raim Roti
Bibo Ruwait
Tawa Teluk Bilik
Gandasuli Tobobo
Akelamo Bobiri
Kapakapa Aha
Cio
Subatai Sanggowo Mira
Jawo Hapo
Pangeo
Pasawani
Tosomolo Gamkehe
Taman Kaputusan
Soa Sio
A
Tilope Uwama
Wosi Mangga
Kayasa
Boso
B
50 km
Akelamo
Bora - Toguraci
Soli Tagia
GOSOWONG CoW
Deposit bijih
sulfida
Tingkat mobilitas unsur
Zr Zr Zr Zr
Conto Unsur Target dan Pathfinder Elements
ASOSIASI BIJIH UNSUR TARGET PATHFINDER ELEMENTS
Tembaga porfir Cu, Mo Zn, Au, Re, Ag, As, F
Komplek Bijih Sulfida Zn, Cu, Ag, Au Hg, As, (sebagai SO4), SB, Se, CD, Ba, F, Bi.
Urat Logam Mulia Au, Ag As, Sb, Te, Mn, Hg, I, F, Bi, Co, Se, Ti
Endapan Skarn Mo, Zn, Cu B, Au, Ag, Fe, Be
Uranium (batupasir) U Se, Mo, V, Rn, He, Cu, Pb
Uranium (urat) U Cu, Bi, As, Co, Mo, Ni, Pb, F
Tubuh Bijih Ultrabasa Pt, Cr, Ni Cu, Co, Pd
Urat Flourspar F Y, Zr, Rb, Hg, Ba
Asosiasi unsur
Geokimia contoh endapan sungai aktif
• Sampel endapan sungai aktif yang digunakan umumnya fraksi -80mesh, dan sampel konsentrat dulang
• Pada tahap survei tinjau dan prospeksi, metoda yang lazim digunakan adalah geokimia endapan sungai.
Prinsip dasar metoda ini adalah memilih daerah prospek yang tercermin pada zona anomali geokimia unsur tertentu. Penentuan titik pengambilan conto dirancang sedemikian rupa sehingga setiap conto mewakili suatu daerah aliran (catchment area) tertentu.
• Perlu mempertimbangkan kerapatan (density) conto (perbandingan antara jumlah conto dengan luas areal tertentu). Kerapatan conto tergantung tingkat (tahap) penyelidikan; makin tinggi tahap penyelidikan maka density conto semakin besar (pemercontoan semakin rapat).
Kerapatan sampel …..(lanjutan)
• Tahap Survei Tinjau : 1 conto untuk + 5 Km2 (1 : 5 Km2), biasanya conto diambil pada orde sungai 2 dan 3,
• Tahap Propeksi : 1 conto untuk 2 s.d 3 km2 (1 : 2 s.d 3 km2), biasanya conto diambil pada orde sungai 1 dan 2.
• Tahap Eksplorasi Umum : hanya dilakukan pada kasus-kasus tertentu dan biasanya dikombinasikan dengan metoda geokimia tanah.
Dalam kasus seperti ini penyontoan bisa dilakukan pada jarak 250 – 500 m.
Aceh 1996
Survei Mineral
Logam pada Remote Area
Metoda
Geokimia
Pengambilan contoh endapan sungai aktif -80mesh
Lampung 1991
Pengambilan contoh endapan sungai aktif fraksi
-80#+200# dan -200#
Analisis Laboratorium
• Conto sedimen sungai dikirim ke laboratorium untuk dianalisis unsur-unsur yang dicari.
• Khusus untuk mineral yang tahan pelapukan (emas, timah dll). Dapat diketahui secara langsung dengan mendulang endapan sedimen sungai.
DATA GEOKIMIA CONTOH ENDAPAN SUNGAI
DATA GEOKIMIA CONTOH ENDAPAN SUNGAI
Mineralisasi logam
Pengambilan sampel konsentrat
Nabire 2006
Geokimia contoh tanah
• Apabila hasil penyelidikan tahap sebelumnya menghasilkan suatu daerah prospek (berdasarkan kajian geologi dan geokimia), pada tahap eksplorasi metoda yang digunakan adalah geokimia tanah dan batuan.
• Teknik penyontoan tanah yang dipakai umumnya ada dua yaitu :
– Mengikuti punggungan bukit suatu daerah aliran zona anomali (ridge and spur),
– Mengikuti pola kisi-kisi (grid).
Profil
tanah
Lokasi deposit
bijih dan zona
pelapukan
Dispersi
secara klastik
pada tanah
Dispersi secara hidromorfis
pada profil
tanah
Anomali pada deposit bijih
tertimbun yang mengalami
pergeseran
Kerapatan contoh tanah
• Kerapatan penyontoan pada punggungan bukit umumnya tiap 50 m sementara pada teknik kisi- kisi (grid) interval penyontoan berkisar antara 25 x 50 m sampai 50 x 100 m.
• Penentuan arah lajur kisi-kisi pada endapan tipe urat harus memotong arah umum jurus urat.
• Titik pengambilan conto tanah pada teknik kisi- kisi umumnya juga sebagai titik pengamatan geofisika.
URAT KUARSA
URA T KU ARSA
BATUAN SEDIMEN
URAT KUARSA
Cebakan Cu-Au Porfiri
Batu Hijau Sumbawa
Sumuran uji
Channel sampling
Channel
sampling
DATA GEOKIMIA CONTOH TANAH
Pb Cu
Zn As
Au
PENGAMBILAN CONTOH
BATUAN
Geokimia contoh batuan
• Teknik pengambilan contoh diusahakan memotong zona mineralisasi dengan
teknik chip channel dan channel sampling.
Sketsa yang dibuat sebelum penyontoan
akan sangat membantu untuk penentuan
titik penyontoan.
• Beberapa metoda untuk mengetahui kondisi tubuh bijih yang sebenarnya di antaranya :
• Sumur/parit uji
• Pemboran
• Terowongan
……….. lanjutan
• Sumur/parit uji; biaya yang diperlukan relatif murah dan secara luas area bukaan horizontal cukup luas namun mempunyai keterbatasan dalam memberikan gambaran vertikal. Biasanya digunakan dalam tahap eksplorasi (umum dan rinci) sebelum dilakukan pemboran.
• Pemboran; biaya yang diperlukan relatif mahal dan dimensi conto inti bor relatif kecil (luas area bukaan horizontal sempit) namun mempunyai kelebihan dalam memberikan gambaran vertikal.
Biasanya dilakukan pada tahap eksplorasi umum untuk uji geologi dan pada tahap eksplorasi rinci untuk estimasi sumber daya mineral.
• Terowongan; biaya relatif mahal namun gambaran tubuh bijih yang dihasilkan sampai luas namun masih mempunyai keterbatasan memberikan gambaran vertikal. Biasanya digunakan pada tahap eksplorasi rinci, data yang dihasilkan sangat diperlukan dalam tahap konstruksi tambang.
Channel
sampling
DATA
PARITAN UJI
Channel Sampling
Paritan Uji
PERENCANAAN PEMBORAN
Endapan berbentuk tabular
Arah Pemboran
Pengamatan inti bor
sampel inti bor di dalam gudang
penyimpanan
Penempatan core box
di gudang
penyimpanan
Typical Intercept
DSD046
HW Stockwork
Weak Veining (QX ± QA) 1.3 to 16g/t Au
Shear Mineralisation Weak QX, minor QA clasts
33g/t Au
Main Zone
Multiphase QV breccia (QA ± QS ± QC) 25 to 1960g/t Au
FW Stockwork QX & minor QA 0.3 to 8.6g/t Au
Kencana Long Section
August 2004
119 Holes
Kencana Long Section
PROFIL LONGITUDINAL
PROFIL LONGITUDINAL
PT. CIBALIUNG SUMBERDAYA
LONG SECTION (g/t.m)
Inferred Resource Nov. 1999
Measure & indicated Inferred Resource Jul. 2001
Inferred Resource Apr. 2003
Drill hole (>3 g.m/t Au Intercept) Drill hole (<3 g.m/t Au Intercept) LEGEND
Cikoneng Shoot Cibitung Shoot
1000mRL
800mRL 1000mRL
800mRL
1200mRL 1200mRL
4 6 0 0 m N 5 0 0 0 m N 5 4 0 0 m N
RESOURCE 1999-2003
1999:
993,578t @ 9.78 g/t Au and 57.4 g/t Ag
2001:
1,298,720t @ 10.43 g/t Au and 61 g/t Ag
2003:
1,790,000t @ 9.64 g/t Au and 81 g/t Ag
STOPE DESIGN
PT. CIBALIUNG SUMBERDAYA
EXHAUST
EXHAUST EXHAUST
DECLINE PORTAL
Stope Design Jan. 2004 10 g/t Au contour x m
CIKONENG CIBITUNG
4 6 0 0 N 5 0 0 0 N 5 4 0 0 N
View East. Boyongan Drill Holes (CuEq grades) +Oxide -Sulphide boundary surface.
Pintu Terowong Decline
Pemboran Urat Kuarsa dari Terowong Decline
Urat kuarsa
Decline Arah bor
Pemboran Urat Kuarsa dari Permukaan
Penetapan cadangan merupakan hasil dari diskusi dan analisis yang melibatkan beberapa
keahlian, pihak manajemen, dan pemberi Izin
Aceh 1996
METODA PENGAMBILAN CONTOH
• Channel
• Chip
• Grab
• Pemboran Perkusi
• Pemboran Inti (diamond drilling)
• Sumuran Uji
• Paritan Uji
• Terowongan Uji
Channel sampling
• Pengambilan contoh dilakukan pada
permukaan batuan dengan arah
memanjang dan menerus, tiap panjang
tertentu diambil contohnya dan
dimasukkan ke dalam kantong contoh
Chip sampling
• Pengambilan contoh chip ini dilakukan dengan cara mirip dengan channel sampling, yaitu memanjang secara vertikal atau horisontal mengikuti permukaan endapan mineral. Perbedaan dengan contoh channel, pengambilan contoh chip dilakukan tidak menerus tetapi diambil pada jarak tertentu dan masing-masing contoh tidak saling bersambungan.
• Grab
• Pengambilan contoh dengan langsung dicomot pada lokasi titik-titik tertentu