REPUBLIK INDONESIA
KANTOR WILAYAH KEPULAUAN RIAU
KANTOR IMIGRASI KELAS II TPI TANJUNG UBAN
Jl. Indunsuri No. 9 Tanjung Uban 29152 email : [email protected]
KERANGKA ACUAN KERJA
PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERANCANGAN REHABILITASI PEREMAJAAN RUMAH DINAS
PADA KANTOR IMIGRASI KELAS II TPI TANJUNG UBAN - KEPULAUAN RIAU TAHUN ANGGARAN 2023
KANTOR IMIGRASI KELAS II TPI TANJUNG UBAN (409041)
SATKER/SKPD : KANTOR IMIGRASI KELAS II TPI TANJUNG UBAN NAMA PPK : HARRY SETIAWAN
NAMA PEKERJAAN : PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERANCANGAN REHABILITASI PEREMAJAAN RUMAH DINAS PADA KANTOR IMIGRASI KELAS II TPI TANJUNG UBAN –
KEPULAUAN RIAU TAHUN ANGGARAN 2023
PROGRAM : DUKUNGAN MANAJEMEN (013.06.WA)
KEGIATAN : DUKUNGAN MANAJEMEN DAN TEKNIS LAINNYA UPT IMIGRASI (6232)
KRO : LAYANAN SARANA DAN PRASARANA INTERNAL (6232.EBB)
RO : LAYANAN PRASARANA INTERNAL (6232.EBB.971) KOMPONEN : PEMBANGUNAN DAN RENOVASI GEDUNG DAN
BANGUNAN (051) SUB KOMPONEN : -
AKUN : BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN (533121)
TAHUN ANGGARAN 2023
Paraf I Paraf II Paraf III
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
Uraian Pendahuluan 1. Latar Belakang a. Gambaran Umum
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau, yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM RI di bidang keimigrasian khususnya di wilayah Kepulauan Riau.
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban, yang berlokasi di Jalan Indunsuri No. 9 Tanjung Uban sudah berdiri sejak tahun 1997. Memiliki 5 (lima) unit rumah dinas struktural dan 1 (satu) mess kantor. Salah satu rumah dinas adalah yang terletak di Jalan Permaisuri Tanjung Uban, yang merupakan rumah dinas pertama kali yang dimiliki Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban dan sudah dilaksanakan rehabilitasi pada tahun anggaran 2023, namun masih ada 4 (empat) unit rumah yang berada di jalam Imam Bonjol yang pada saat ini kondisinya mengalami rusak ringan dan harus dilaksanaksanakan rehabilitasi agar lebih layak di tinggali dan menambah panjang umur aset terhadap rumah dinas tersebut.
Dalam pelaksanaan perancangan perlu dilakukan dengan sebaik- baiknya sehingga mendapatkan hasil rancangan yang mampu memenuhi kebutuhan renovasi rumah dinas secara optimal terhadap fungsi bangunan. Disamping itu bangunan yang ada tentu harus dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu, biaya dan kriteria administrasi.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban perlu melibatkan tenaga Konsultan Perancang dalam melakukan kajian teknis dan arsitektur guna menghasilkan produk teknis untuk pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi rumah dinas yang sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan yang berlaku serta mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 22/PRT/M/2018 tentang Pembangunan Gedung Negara dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi melalui Penyedia.
b. Lokasi Pekerjaan
Kompek Rumah Dinas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban di Jalan Imam Bonjol Tanjung Uban.
c. Permasalahan Terkait Kebutuhan Konsultansi
Kondisi fisik rumah dinas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban di Jalan Imam Bonjol Tanjung Uban saat ini dalam keadaan rusak ringan, sehingga dibutuhkan jasa konsultan perancang renovasi gedung yang handal dan berpengalaman terhadap pekerjaan sejenis agar mendapatkan produk perancangan yang baik serta sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa guna mengantisipasi terjadinya kerusakan yang lebih masive.
2. Maksud dan Tujuan a. Maksud
Maksud dilaksanakannya pekerjaan/pengadaan jasa konsultansi ini untuk mendapatkan ide atau gagasan yang layak, sesuai, inovatif dan unik dalam pelaksanaan kegiatan tersebut agar dapat berhasil guna, efisien dan tepat sasaran.
b. Tujuan
Tujuan penyelenggaraan pengadaan Jasa Konsultan Perancang Rehabilitasi Rumah Dinas Kantor adalah untuk mewujudkan ide atau gagasan paling optimal dalam pelaksanaan renovasi bangunan gedung Rumah Negara Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban agar mendukung Program Dukungan Manajemen.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk melengkapi data perancangan serta sebagai bahan pelaksanaan, setiap tenaga ahli diwajibkan untuk membuat laporan secara detail dan lengkap antara lain:
- Laporan Perencanaan;
- Enginer Estimate yang akan menjadi Owner Estimate;
- Rencana Kerja daan Syarat Spesifikasi.
- Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut disusunlah Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang merupakan petunjuk bagi Konsultan Perancang yang memuat asas, kriteria dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas perencanaan. Dengan adanya petunjuk ini diharapkan Konsultan Perancang dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini.
3. Sasaran Mendapatkan penyedia jasa Konsultan Perencana Renovasi Rumah Dinas Kantor yang handal, ahli serta berpengalaman dalam kegiatan tersebut dengan hasil kerja yang memuaskan.
4. Lokasi Kegiatan Rumah Dinas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban Jl. Imam Bonjol Tanjung Uban
5. Sumber Pendanaan Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan: Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban Tahun Anggaran 2023.
6. Nama dan Organisasi PPK
Nama PPK: Harry Setiawan
Satuan Kerja: Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban Data Penunjang
1. Data Dasar Data Gambar dan Rencana rumah dinas pada pekerjaan sebelumnya
2. Standar Teknis Standardisasi Rumah Dinas/Negara 3. Studi-Studi
Terdahulu
Studi terdahulu yang digunakan adalah Gambar Rencana rumah dinas sebagai data dukung dalam pembuatan IMB Rumah Dinas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban
4. Referensi Hukum 1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
2. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021;
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2021 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi melalui Penyedia;
4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 22/Prt/M/2018 Tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara.
Ruang Lingkup 1. Lingkup Kegiatan Lingkup Kegiatan
Lingkup pekerjaan Pengadaan Jasa Konsultansi Perancangan Rehabilitasi Peremajaan Rumah Dinas pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban - Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2023 adalah :
1. Perencanaan untuk Rehabilitasi / Renovasi bangunan yang umurnya sudah cukup lama.
2. Merencanakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang terdampak / terikut dengan adanya pekerjaan rehabilitasi rumah dinas tersebut.
3. Merencanakan pekerjaan rehabilitasi rumah dinas sesuai dengan anggaran yang tersedia.
Secara garis besar Lingkup Kegiatan jasa konsultansi Perancangan adalah melaksanakan perancangan dengan profesional dan berdasarkan aturan-aturan teknis yang ada sehingga menghasilkan suatu produk desain yang baik dan bermanfaat secara maksimal.
Untuk mencapai produk desain yang baik, dibutuhkan proses pelaksanaan perancangan yang sistematis dan terkoordinir dengan baik pula. Lingkup Kegiatan Pengadaan Jasa Konsultansi Perancangan Rehabilitasi Peremajaan Rumah Dinas pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban - Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2023 diantaranya:
I. Persiapan Desain, yang meliputi:
a. Mempersiapkan dan mengumpulkan data-data awal mengenai kondisi eksisting bangunan yang akan dipelihara maupun sekitarnya;
b. Menetapkan prioritas penanganan dari data awal untuk dipakai sebagai panduan survei pendahuluan;
c. Menetapkan bagian bangunan yang akan disurvai.
II. Pengumpulan data lapangan dan analisa data, meliputi : a. Survai untuk luasan dan bentuk bangunan eksisting
khususnya bangunan yang akan dipelihara;
b. Survai kerusakan-kerusakan bangunan eksisting;
c. Analisa Data Lapangan.
III. Perencanaan Teknis a. Analisa Data Lapangan
b. Perencanaan Rehabilitasi Rumah Dinas Bangunan
c. Perencanaan bangunan pelengkap (jika diperlukan/anggaran tersedia)
d. Penggambaran Desain dan detail (gambar kerja) e. Rencana Anggaran Biaya :
- Perhitungan kuantitas atau volume beserta back up volume.
- Biaya rincian anggaran biaya pembangunan.
IV. Pelaporan dan Penyiapan Dokumen Lelang : a. Penyusunan Laporan
b. Penyusunan dokumen lelang (gambar kerja dan BOQ) c. Penyusunan Spesifikasi Teknis / Rencana kerja dan
syarat-syarat (RKS).
2. Keluaran Produk yang dihasilkan oleh Konsultan Perancang berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini meliputi beberapa tahapan yang akan diatur didalam Surat Perjanjian (SP)/Surat Perintah Kerja (SPK) yang minimal meliputi:
a. Tahap Konsep Perancangan
1. Konsep penyiapan rancangan teknis, termasuk konsep organisasi, jumlah dan kualifikasi tim perancang, metode pelaksanaan dan tanggung jawab waktu perancangan.
2. Konsep skematik rancangan teknis, termasuk program ruang, organisasi hubungan ruang, dan lain-lain.
3. Laporan data dan informasi lapangan, termasuk penyelidikan bangunan sederhana, keterangan kerusakan bangunan, dan lain-lain.
b. Tahap Pra-Rancangan Teknis 1. Perkiraan biaya pekerjaan fisik.
2. Laporan perancangan.
3. Garis besar Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).
c. Tahap Pengembangan Rancangan
1. Rancangan struktur beserta uraian konsep dan visualisasi dwimatra dan trimatra serta perhitungannya.
2. Garis besar spesifikasi teknis (outline spesification).
3. Perkiraan Biaya.
d. Tahap Rancangan Detail
1. Membuat gambar-gambar detail struktur yang ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan dan tenaga ahli yang memiliki sertifikat keahlian.
2. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).
3. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan (BQ).
4. Rincian anggaran biaya pekerjaan pelaksanaan fisik berdasarkan analisa biaya konstruksi -SNI.
5. Menyusun laporan perencanaan struktur dengan
perhitungan-perhitungan yang bisa
dipertanggungjawabkan.
e. Tahap Pelelangan (Dokumen Perencanaan Teknis) 1. Gambar rencana beserta detail pelaksanaan struktur.
2. Rencana Kerja dan Syarat-syarat adminsitratif, syarat umum dan syarat teknis (RKS).
3. Rencana Anggaran Biaya (RAB).
4. Rincian volume pekerjaan (BQ).
5. Laporan perencanaan.
f. Tahap Pengawasan Berkala
1. Laporan pengawasan berkala seperti memeriksa kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan rencana secara berkala, melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan, memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa konstruksi, memberikan rekomendasi tentang penggunaan bahan dan membuat laporan akhir pengawasan berkala.
2. Menyusun laporan akhir pekerjaan perencanaan yang terdiri atas perubahan perencanaan pada masa pelaksanaan konstruksi, petunjuk penggunaan, pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan bangunan.
Dalam melaksanakan tugasnya Konsultan Perancang harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja ataupun perwakilannya termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. Konsultan Perancang harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja maupun yang diperoleh sendiri. Kesalahan akibat kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana.
Rehabilitasi Rumah Dinas Kantor yang direncanakan hendaknya fungsional, efisien, tidak berlebihan namun tetap inovatif, menarik dan memiliki estetika yang baik. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. Desain hendaknya dapat meningkatkan kualitas bangunan dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan disekitarnya.
3. Peralatan, Material, Personel dan Fasilitas dari PPK
1. Peralatan yang akan disediakan oleh PPK adalah sebagai berikut:
a. Tidak ada.
2. Material yang akan disediakan oleh PPK adalah sebagai berikut:
a. Tidak ada.
3. Personel yang akan disediakan oleh PPK adalah sebagai berikut:
a. Tidak ada.
4. Fasilitas yang akan disediakan oleh PPK adalah sebagai berikut:
a. Ruangan rapat atau ruangan lain Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban untuk ekspos hasil pekerjaan.
4. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi
1. Peralatan yang akan disediakan oleh Penyedia Jasa sesuai dengan biaya langsung non personil adalah sebagai berikut:
a. Alat Ukur dan Survey;
b. Komputer/ Laptop;
c. Alat transportasi;
d. Sarana cetak;
2. Material yang akan diberikan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut:
a. Tidak ada 5. Lingkup
Kewenangan Penyedia Jasa
Konsultan Perancang diperbolehkan menggunakan ruangan kantor yang telah disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen untuk melaksanakan pekerjaanya selama masa kontrak.
6. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan
Waktu yang diperlukan untuk pekerjaan/pengadaan jasa konsultan perencana sampai penyelesaian dengan persiapan dokumen lelang konstruksi diperkirakan selama 30 (tiga puluh) hari kalender.
Namun demikian Konsultan Perancang diwajibkan untuk melaksanakan pengawasan berkala terhadap hasil karyanya selama pelaksanaan konstruksi fisik yang diperkirakan selama 60 (enam puluh) hari kalender.
7. Kebutuhan Personel Minimal
Posisi
Kualifikasi Tingkat
Pendidi- kan
Jurusan Keahlian Pengal- aman
Status Tenaga
Ahli Tenaga Ahli:
Team Leader Sarjana
(S1) Teknik Sipil
Perencanaan Teknis Struktur memiliki sertifikat paling kurang Ahli
paling kurang 1
(satu) tahun
Pegawai Tetap / Pegawai Tidak Tetap
Teknik Bangunan Gedung - Muda
Tenaga Ahli K3 Konstruksi
Sarjana (S1)
Teknik Arsitektur / Teknik Sipil
Perencanaan teknis gedung atau Perencanaan teknis bidang lainnya yang relevan.
Memiliki sertifikat keahlian (Ahli K3 Konstruksi - Muda)
paling kurang 1
(satu) tahun
Pegawai Tetap / Pegawai Tidak Tetap
Tenaga Pendukung:
Surveyor 1
Orang SLTA
SMK Bangunan / Menggambar Bangunan /
Konstruksi
-
paling kurang 2 (dua) tahun
Pegawai Tetap / Pegawai Tidak Tetap Quantity &
Cost Estimator 1
Orang
SLTA
SMK Bangunan / Menggambar Bangunan /
Konstruksi
-
paling kurang 2 (dua) tahun
Pegawai Tetap / Pegawai Tidak Tetap Juru Gambar
(Drafter) 1 orang
SLTA
SMK Bangunan / Menggambar Bangunan /
Konstruksi
-
paling kurang 2 (dua) tahun
Pegawai Tetap / Pegawai Tidak Tetap Administrasi
(1 orang) SLTA
SLTA/sederajat (semua jurusan)
-
paling kurang 1
(satu) tahun
Pegawai Tetap / Pegawai Tidak Tetap
1. TENAGA AHLI
a. Ketua Tim (Team Leader) – 1 orang
Mempunyai sertifikat keahlian Ahli Teknik Bangunan Gedung - Muda (201) yang dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang Jasa Konstruksi (LPJK).
Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana Teknik Sipil Strata 1 (S.1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan sejenis, lebih diutamakan/ disukai Perencanaan Bangunan Gedung. Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman sebagai Ketua Tim untuk S1 selama 1 (satu) tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Sebagai ketua tim, tugas utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai sekaligus juga merencakanakan konstruksi atap bangunan dalam pekerjaan ini.
b. Ahli K3 Konstruksi – 1 orang
Mempunyai sertifikat keahlian Ahli K3 Konstruksi - Muda (603) yang dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang Jasa Konstruksi (LPJK). Ahli K3 Konstruksi disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata 1 (S.1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan sejenis, lebih diutamakan/ disukai Perencanaan Bangunan Gedung. Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman sebagai K3 Konstruksi untuk S1 selama 1 (satu) tahun,
diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Sebagai ahli K3 Konstruksi, tugas utamanya adalah membuat rencana SMK3 dalam pekerjaan ini pada saat pekerjaan konstruksinya berlangsung.
2. TENAGA PENDUKUNG a. Surveyor 1 Orang
Pendidikan minimal SMA/SMK Bangunan / Menggambar Bangunan / Konstruksi, berpengalaman minimal 2 (dua) tahun
b. Quantity & Cost Estimator 1 Orang
Pendidikan minimal SMA/SMK Bangunan / Menggambar Bangunan / Konstruksi, berpengalaman 2 (dua) tahun c. Juru Gambar (Drafter) 1 orang
Pendidikan minimal SMA/SMK Bangunan / Menggambar Bangunan / Konstruksi, berpengalaman 2 (dua) tahun d. Administrasi – 1 orang
Pendidikan minimal SLTA/sederajat (semua jurusan) dan memiliki pengalaman minimal 1 (satu) tahun..
3. BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL
a. Sewa Peralatan Penunjang Survey Lapangan;
b. Sewa Kendaraan Roda 4 dan Operasional (1 Unit);
c. Sewa Komputer/ Laptop (3 Unit);
d. Sewa Printer A4 (1 Unit);
e. Biaya Pelaporan;
4. TANGGUNG JAWAB KONSULTAN
a. Dalam melaksanakan tugasnya konsultan harus mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang sudah harus diketahui oleh konsultan;
b. Konsultan bertanggung jawab untuk mengganti kerugian yang di derita oleh pemberi tugas sebagai akibat langsung dari kesalahan yang di buat oleh konsultan atau oleh orang- orang yang bekerja padanya pada waktu pelaksanakan tugas;
c. Konsultan harus mengganti kerugian untuk kesalahan pada butir-butir 2 setinggi-tingginya sebesar nilai maksimal harga perjanjian kontrak;
d. Penyempurnaan desain tetap merupakan tanggung jawab konsultan perencanaan sampai pekerjaan konstruksi selesasi.
8. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan Rehabilitasi Rumah Dinas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban:
1. Pengukuran dan survey : minggu ke-3 Bulan Juni 2023;
2. Ekspos 1 : Minggu ke-3 Bulan Juni 2023;
3. Ekspos 2 : Minggu ke-4 Bulan Juni 2023;
4. Ekspos 3 : Minggu ke-1 Bulan Juli 2023.
5. Finalisasi : Minggu ke-2 Bulan Juli 2023
Laporan 1. Laporan
Pendahuluan
Laporan Pendahuluan memuat:
Laporan Pendahuluan ini memuat Metodologi dan Rencana Kerja, Menyampaikan Kriteria Desain secara detail, Pengenalan Lokasi Awal, Organisasi Pelaksanaan kegiatan, dan Jadwal pelaksanaan termasuk persiapan survey.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 4 (empat) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 6 (enam) buku laporan.
2. Laporan Antara Laporan Antara memuat hasil sementara pelaksanaan kegiatan:
Laporan antara ini harus berisikan tentang hasil survey, serta konsep awal desain yang disepakati untuk dilanjutkan ke tahap detail desain. Laporan ini memuat foto-foto dokumentasi dalam pelaksanaan survey yang memberikan gambaran kondisi eksisting pekerjaan. Laporan ini juga memuat gambar-gambar pra rencana, perkiraan biaya renovasi, garis besar RKS dan hasil konsultasi penyedia jasa dengan pengguna jasa.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 14 (empat belas) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 6 (enam) buku laporan.
3. Laporan Akhir Laporan Akhir memuat:
Laporan akhir ini berisikan laporan mengenai hasil perencanaan yang sudah selesai. Dalam laporan ini diharapkan juga berisikan tentang kesimpulan dalam pelaksanaan pekerjaan perencanaan.
Laporan ini sedikitnya memuat gambar rencana (design drawing), gambar atau video tampak 3 (tiga) dimensi, Rencana Kerja dan Syarat (RKS)/ Spesifikasi Teknis, Bill of Quantity (BoQ), Rencana anggaran biaya (RAB) / Engineering Estimate (EE), bukti survey harga bahan material yang digunakan dari took/distributor/pabrik dibuktikan dengan cap/tandatangan basah dari pemberi harga, perhitungan struktur, laporan perencanaan struktur lengkap dengan perhitungan-perhitungan yang diperlukan.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 30 (tiga puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 6 (enam) buku laporan.
Hal-Hal Lain 1. Produksi Dalam
Negeri
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK (Lokasi Kegiatan) dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.
2. Persyaratan Kerja Sama
Jika kerja sama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi:
Dikarenakan pekerjaan tidak terlalu kompleks maka tidak dipersyaratkan untuk melaksanakan kerja sama dengan penyedia jasa konsultasi lain.
3. Pedoman
Pengumpulan Data Lapangan
Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut:
I. Pengumpulan data lapangan dan analisa data, meliputi : a. Survai untuk luasan dan bentuk bangunan eksisting;
b. Survai kerusakan-kerusakan bangunan eksisting;
c. Analisa Data Lapangan.
4. Alih Pengetahuan Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personel proyek/satuan kerja PPK berikut:
a. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran- keluaran yang diminta, konsultan perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pejabat Pembuat Komitmen;
b. Dalam pertemuan berkala tersebut pokok awal, antara dan pokok yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan keluaran yang di tetapkan dalam KAK ini.