73
e-ISSN: 2745-7699 p-ISSN: 2746-7759
https://tabikpun.fmipa.unila.ac.id/index.php/jpkm_tp DOI: 10.23960/jpkmt.v2i1.32
Penguatan Sumber Daya Manusia Melalui Peningkatan Keterampilan Pada Komunitas ODAPUS Lampung
Larasati Ahluwalia(1)*, Berlintina Permatasari(1), Nurul Husna(1), dan Dian Novita(1)
(1)ProgramStudi Manajemen, Universitas Teknokrat Indonesia Jl. Zainal Abidin Pagaralam, No.9-11, Bandar Lampung, 35132, Indonesia
Email: (*) [email protected]
A B S T R A K
Persaingan usaha sejenis diatasi dengan menerapkan berbagai strategi untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Berbagai persoalan dihadapi pelaku usaha diantaranya adalah belum memaksimalkan penggunaan media sosial dan e-commerce untuk pemasaran usaha, belum memaksimalkan perencanaan keuangan pribadi dan penggunaan instrumen investasi. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan mitra, tim PKM mengadakan analisis kebutuhan organisasi terlebih dahulu untuk memberikan pelatihan yang tepat guna. Pelaksanaan PKM dibagi menjadi dua yaitu pelatihan optimalisasi penggunaan media sosial dan e-commerce serta pelatihan pembuatan laporan keuangan, perencanaan keuangan pribadi, dan instrumen investasi. Kegiatan PKM ini berdampak secara langsung pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Komunitas Odapus Lampung yang dapat terlihat dari hasil uji beda. Uji beda yang dilakukan dengan bantuan SPSS, data diperoleh dari penyembaran kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan dan dari uji beda diperoleh nilai Sig. (2-tailed) adalah 0.002, dapat disimpulkan adanya kegiatan PKM ini dapat meningkatkan keterampilan anggota komunitas tersebut.
Kata kunci: e-Commerce, Instrumen Investasi, Komunitas Odapus, Laporan Keuangan, Media Sosial
A B S T R A C T
Business competition is overcome by implementing various strategies to maintain the continuity of the business. Some problems of the business owner arise such as less use of social media and e-commerce for marketing, unstructured financial planning and lack use of financial instruments. To help solve partner problems, the PKM team conducts an analysis of organizational needs in advance to provide appropriate training. The implementation of PKM is divided into two, namely training on optimization of the use of social media and e-commerce as well as training in making financial reports, personal financial planning, and investment instruments. This PKM activity has a direct impact on increasing the knowledge and skills of members of the Lampung Odapus Community which can be seen from the results of different tests. Different tests were carried out with the help of SPSS, the data were obtained from the distribution of questionnaires before and after the training and from different tests the Sig value was obtained. (2-tailed) is 0.002, it can be concluded that this PKM activity can improve the skills of these community members.
Keywords: e-Commerce, Financial Reports, Investment Instruments, Odapus Community, Social Media
Submit:
30.01.2021
Revised:
13.02.2021
Accepted:
11.03.2021
Available online:
31.03.2021
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License
PENDAHULUAN
Kendala, tantangan, dan persaingan yang dihadapi dalam dunia usaha kecil-menengah semakin ketat. Persaingan ketat dapat ditandai dengan banyaknya usaha sejenis yang bermunculan juga menerapkan strategi yang sejenis.,Hal ini didukung oleh Syarif, Heningtyas, Aristoteles, &
Shofiana (2020) yang menyampaikan bahwa seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi maka hal ini mendorong bermunculannya usaha dari skala kecil hingga menengah tidak hanya di kota melainkan sampai di pinggiran kota. Oleh sebab itu, pemilik usaha kecil-menengah harus memiliki upaya yang lebih, guna bertahan dalam bisnisnya. Kegiatan jual-beli merupakan salah satu yang mengalami perkembangan pesat. Salah satu bentuk usaha dagang yang masih bertahan di tengah persaingan ini adalah usaha dalam penjualan makanan, khususnya kue kering dan kue basah.
Ide untuk mendirikan usaha kue kering dan kue basah bermula dari keinginan mitra, yaitu para anggota Komunitas Odapus Lampung untuk menjadi pengusaha dan mempunyai tambahan pendapatan. Komunitas Odapus Lampung dibentuk pada tahun 2017. Berdirinya komunitas ini untuk berbagi info tentang penyakit Lupus antara para Odapus dan masyarakat luas tentang Lupus dan hidup bersama Lupus. Komunitas Odapus Lampung beralamat di Jl. Raya Natar Desa Merak Batin, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Komunitas Odapus memiliki berbagai kegiatan, diantaranya adalah membuat kue basah dan kue kering. Sayangnya selama ini kegiatan komunitas tersebut masih sebatas agenda kegiatan saja dan hasil buatan kue tersebut hanya dinikmati anggota komunitas. Terlebih di masa pandemi saat ini, menurut Rizki, Farida, Sudarman,
& ES (2020) banyak orang menyadari bahaya Covid-19 ini dan berupaya melakukan kegiatan preventif salah satunya dengan menghindari aktivitas berkerumun apalagi mengingat bahwa Odapus terdiri dari para penderita Lupus yang memiliki autoimun. Hal tersebut memaksa mereka untuk tidak berkumpul, bahkan dengan sesama anggota komunitas.
IDENTIFIKASI MASALAH
Beberapa anggota komunitas memutuskan memiliki bisnis, baik baru atau pun yang sudah berjalan. Berdasarkan hasil observasi penulis, terdapat beberapa kendala yang dialami oleh anggota komunitas Odapus yang berbisnis. Yang pertama, beberapa bisnis tersebut masih dijalankan secara manual dan luring, sementara saat ini bisnis bergeser ke daring, oleh karena itu sangat tepat yang disampaikan oleh Endra, Cucus, & Ciomas, (2020) bahwa perkembangan teknologi membawa dampak positif ke berbagai aspek kehidupan. Menurut Djafarova & Trofimenko (2019) media sosial disebut sebagai alat komunikasi paling efektif. Kehidupan sosial dewasa ini semakin dihiasi dengan interaksi di media social, dimana masyarakat dapat membagikan foto, video, dan berinteraksi antar pengguna, sehingga secara tidak langsung media sosial dapat merubah perilaku konsumen (Ahani, Ab. Rahim, & Nilashi, 2017). Menurut Lina & Permatasari (2020), media sosial bukan hanya digunakan untuk individu yang saling berinteraksi, tetapi juga digunakan perusahaan untuk mencari informasi, mengkomunikasikan merek, menarik pelanggan baru, membangun keterikatan, dan menerima umpan balik. Hal ini telah terbukti dalam berbagai penelitian seperti penelitian Odoom, Anning-Dorson, & Acheampong (2017) yang menguji faktor pendorong UMKM dalam menggunakan media sosial. Hasilnya adalah media sosial dianggap interaktif, efektif, dan kompatibel, sehingga memengaruhi UMKM dalam menggunakan media sosial untuk bisnisnya.
Walaupun anggota komunitas sudah mulai menggunakan media sosial maupun e-commerce untuk berbisnis, hasilnya masih belum optimal. Sebagaimana disampaikan Hermanto, Lumbanraja, Tristiyanto, & Febriansyah (2020) bahwa perkembangan teknologi perlu diikuti dengan perkembangan kemampuan manusia, sehingga dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi secara optimal. Minimnya pengetahuan tentang pemasaran daring, serta optimalisasi penggunaan media sosial dan e-commerce, membuat bisnis yang dijalankan oleh anggota komunitas Odapus belum dapat berjalan optimal sesuai harapan.
Selain pemahaman tentang pemasaran dan penggunaan aplikasi, anggota komunitas juga harus memiliki catatan administrasi, yaitu berupa laporan keuangan (Fahmi, 2011). Laporan
keuangan bertujuan untuk memberikan informasi terkait dengan pemasukkan dan pengeluaran keuangan, mengetahui kinerja organisasi selama periode berjalan, dan sebagai bahan evaluasi bisnis sebelum mengalami kerugian (Kasmir, 2018). Dengan adanya laporan keuangan yang sistematis, diharapkan dapat memudahkan komunitas ini untuk mendapatkan sumber pendanaan lain seperti pinjaman dari perbankan. Selain itu, perencanaan keuangan pribadi anggota komunitas belum terencana dengan baik, mengingat ada beberapa anggota yang memutuskan tidak menggunakan asuransi kesehatan untuk biaya berobatnya. Oleh karena itu, informasi terkait perencanaan keuangan pribadi dan investasi yang tepat sangat dibutuhkan.
METODE PELAKSANAAN
Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu:
1. Persiapan; Tahap persiapan yaitu ketua dan tim berkoordinasi dengan Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Teknokrat Indonesia untuk melakukan perencanaan pengabdian kepada masyarakat kepada mitra Komunitas Odapus Lampung.
2. Pelaksanaan Kegiatan; Pada tahap ini, ketua dan tim melakukan pelaksanaan kegiatan yang dimulai dengan melakukan analisis situasi dan mengidentifikasi permasalahan yang ada pada mitra. Selanjutnya membuat program pendampingan berupa pelatihan/seminar untuk mendukung penguatan SDM dan keterampilan pada mitra dalam manajemen Pemasaran, SDM, dan Keuangan.
3. Pelatihan dan Pendampingan; Tahap ini ketua dan tim melakukan pelatihan dan pendampingan kepada mitra dalam mengimplementasikan materi yang telah diperoleh, sehingga dapat membantu secara langsung kendala yang dihadapi oleh mitra.
4. Pelaporan dan Publikasi; Pada tahap ini, ketua dan tim membuat pelaporan kemajuan, laporan akhir program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan publikasi di media online.
Evaluasi dan Keberlanjutan Program; Ketua dan tim mengevaluasi dari penerapan program- program yang telah diberikan dan dilaksanakan agar tetap tepat sasaran dan membantu mitra jika menghadapi kendala dalam pelaksanaan program. Selanjutnya, pada tahap evaluasi dan keberlanjutan program ditujukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan PKM yang telah dilaksanakan. Acuan yang dapat diajadikan indikator dalam menentukan tingkat keberhasilan tersebut adalah usaha kecil penghasil kue basah dan kue kering yang telah dijalankan secara profesional dengan memanfaatkan peran media sosial sebagai instrumen promosi, pangsa pasar yang meningkat, omset penjualan yang meningkat, diversifikasi produk bisa terlaksana, dan kemajuan usaha dapat diukur melalui pencatatan laporan keuangan yang sistematis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan tahapan-tahapan pelaksanaan yang telah diuraikan sebelumnya, berikut hasil dan pembahasan dari tahapan-tahapan tersebut.
1. Tahap Persiapan; Pada tahap ini, tim pengabdi telah melakukan persiapan bahwa ketua pengabdi dan tim telah berkoordinasi dengan pihak Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Teknokrat Indonesia untuk melakukan perencanaan pengabdian kepada Komunitas Odapus Lampung.
2. Tahap Pelaksanaan Kegiatan; Pada tahap ini, tim pengabdi telah melakukan survei lapangan dengan mendatangi Ketua Komunitas Odapus Lampung untuk menjalin komunikasi kepada pihak komunitas. Foto kunjungan dapat dilihat pada Gambar 1. Selanjutnya tim melakukan analisis situasi dan permasalahan pada mitra terkait pengoptimalan penggunaan media sosial dan fitur iklan, penyusunan laporan keuangan secara sistematis, analisis pekerjaan, dan perencanaan keuangan pribadi, serta instrumen investasi.
Gambar 1. Kunjungan untuk Mengidentifikasi Permasalahan
Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan, selanjutnya tim mengumpulkan materi- materi yang akan disampaikan pada sesi pelatihan dan pendampingan selanjutnya. Berikut rincian bahan pelatihan dan pendampingan pada Komunitas Odapus Lampung:
a. Analisis Kebutuhan Organisasi; Analisis kebutuhan ini bertujuan mengetahui hal-hal yang diperlukan anggota organisasi agar kegiatan yang dilakukan efektif dan efisien.
Adanya analisis kebutuhan organisasi, pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan pelatihan yang tepat guna dan tepat sasaran.
b. Pelatihan Manajemen Pemasaran; Pelatihan penggunaan media sosial dan fitur iklan didalamnya dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan penggunaan media sosial dan penggunaan fitur iklan. Materi pembuatan iklan yang diberikan mencakup integrasi antara gambar atau video dengan narasi yang dituliskan, tahapan dalam membuat akun media sosial, serta cara menggunakan fitur iklan dalam media sosial.
c. Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan; Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya laporan keuangan dalam bisnis.
Selain itu, pelatihan ini dijalankan untuk memberikan kesadaran pada anggota komunitas bahwa penyusunan laporan keuangan merupakan kebutuhan dan unsur penting untuk mengetahui kemajuan usaha. Materi penyusunan laporan keuangan adalah Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
d. Pelatihan Perencanaan Keuangan Pribadi dan Instrumen Investasi; Pelatihan ini dilakukan untuk memberikan kesadaran terhadap kesehatan keuangan pribadi, agar memudahkan mencapai kebebasan finansial walaupun dengan dana terbatas. Kesehatan keuangan pribadi dapat diketahui berdasarkan rasio kesehatan keuangan antara lain rasio likuiditas (dana darurat), rasio cicilan utang, rasio tabungan, rasio solvabilitas, dan rasio utang terhadap aset. Sementara intrumen investasi dapat melengkapi perencanaan keuangan pribadi, agar perencanaan yang telah dibuat dapat dicapai dengan mudah dan cepat. Adapun instrumen investasi yang akan diperkenalkan adalah emas, reksa dana, dan saham.
3. Tahap Pelatihan dan Pendampingan; Pelatihan Penguatan SDM melalui Peningkatan Keterampilan Pada Komunitas Odapus Lampung tahap 1 yang bertajuk Optimalisasi Media Sosial dan E Commerce untuk Bisnis Rumahan telah dilaksanakan secara Zoom Meeting.
Rencana awal kegiatan PKM ini akan diadakan secara tatap muka, namun terkendala
pandemi Covid-19 dan mitra PKM merupakan komunitas Odapus yang memiliki keterbatasan pada sistem imunitas tubuh, sehingga kegiatan PKM dialihkan secara daring.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Komunitas Odapus dalam membuat fitur iklan yang menarik guna mengoptimalkan fungsi media sosial dan e commerce yang telah dimiliki. Untuk pelatihan tahap 2 mengenai analisis pekerjaan, perencanaan keuangan pribadi dan instrumen investasi, serta pembuatan laporan keuangan akan dilaksanakan melalui Zoom Meeting.
Gambar 2 merupakan dokumentasi Zoom Meeting Tahap 1 yang merupakan kegiatan Pelatihan Optimalisasi Media Sosial dan E Commerce untuk Bisnis Rumahan.
Gambar 2. Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Tahap 1
Pelatihan Penguatan SDM melalui Peningkatan Keterampilan Pada Komunitas Odapus Lampung tahap 2 yang bertajuk Keuangan Sehat Bisnis Lancar telah dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Rencana awal kegiatan PKM ini akan diadakan dalam bentuk pertemuan tatap muka, namun terkendala pandemi Covid-19. Sedangkan mitra PKM merupakan komunitas Odapus yang memiliki keterbatasan pada sistem imunitas tubuh, sehingga harus menghindari interaksi dan intensitas fisik untuk mencegah tertularnya penyakit akibat berkumpulnya orang banyak. Konsekuensinya kegiatan PKM diadakan secara daring. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Komunitas Odapus dalam membuat laporan keuangan bisnis dan perencanaan keuangan pribadinya. Gambar 3 merupakan tangkapan layar kegiatan Zoom Meeting Tahap 2 dengan topik diskusi tentang seputar keuangan yang sehat agar bisnis dapat berjalan lancar. Salah seorang narasumber yang sedang mempresentasikan materi pelatihan PKM tahap 2 ini dapat dilihat pada Gambar 4. Meskipun kegiatan diadakan secara daring, antusiasme peserta untuk menambah pengetahuan tentang pengelolaan bisnis dan keuangan ini masih tetap tinggi.
Gambar 3. Pelaksanaan Kegiatan PKM Tahap 2
Gambar 4. Presentasi Seorang Narasumber pada Kegiatan PKM Tahap 2
Untuk melihat perbedaan pengetahuan terkait pemasaran digital dan literasi keuangan sebelum dan sesudah adanya pelatihan secara statistik, penulis melakukan pengujian dengan menggunakan kuesioner melalui link Google Form. Kuesioner pertama disebarkan pada sepuluh (10) peserta sesaat sebelum memulai pelatihan pemasaran digital. Kuesioner kedua diberikan satu minggu setelah semua pelatihan selesai dilakukan. Selanjutnya, data diolah menggunakan teknik analisis uji beda dengan menggunakan alat analisis SPSS. Tabel 1 memberikan informasi terkait hasil analisis uji beda yang diperoleh dari perangkat lunak SPSS..
Tabel 1. Hasil Analisis Uji Beda
Levene's Test for Equality of Variances
t-test for Equality of Means
F Sig. t df Sig. (2-
tailed)
Mean Difference
Std. Error Difference
95% Confidence Interval of the
Difference Lower Upper
Hasil PKM Odapus
Equal variances
assumed
1.548 .215 -3.083 198 .002 -.36000 .11678 -.59030 -.12970
Equal variances
not assumed
-3.083 197.984 .002 -.36000 .11678 -.59030 -.12970
Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan Software SPSS
Berdasarkan Tabel 1 dapat terlihat nilai Sig. (2-tailed) adalah 0.002, sebuah data dikatakan beda jika nilai Sig. (2-tailed) < 0.05. Berdasarkan hasil tersebut pelatihan pemasaran digital dan literasi keuangan ini memberikan perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan dilaksanakan.
KESIMPULAN
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini telah berjalan dengan lancar. Pelatihan tahap 1 dan tahap 2 sudah selesai dilaksanakan via Zoom Meeting. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat diketahui bahwa adanya pelatihan terkait pemasaran digital dan literasi keuangan memberikan peningkatan pengetahuan pada responden. Penguatan SDM melalui peningkatan keterampilan pada komunitas Odapus Lampung, yaitu dengan pelatihan pemasaran digital, pelatihan penyusunan laporan keuangan, dan pelatihan perencanaan keuangan pribadi dan instrument investasi terlaksana dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti. Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini telah tercapai. Secara keseluruhan upaya memberikan pengalaman pada komunitas Odapus Lampung yang masih belum berpengalaman tentang pemasaran digital, penyusunan laporan keuangan, dan instrument investasi, telah berlangsung dengan sukses, sehingga pengalaman yang mereka peroleh dari kegiatan ini dapat meningkatkan kreatifitas dan menunjang kegiatan perekonomian mereka.
Kegiatan pengabdian ini memiliki dampak yang baik terhadap kemampuan peserta dalam mempertahankan keberlangsungan usaha mereka. Feedback yang telah disampaikan oleh mitra pengabdian ini, Komunitas Odapus, kepada ketua tim pengabdian untuk tetap melibatkan komunitas pada kegiatan serupa pada masa yang akan datang. Komunitas Odapus masih membutuhkan pembinaan dan pendampingan dalam mengelola usaha agar dapat meningkatkan pendapatan dan menjalankan usaha secara profesional di tengah keterbatasan akibat Pandemi ini sebagai penyintas penyakit Lupus.
Ucapan Terimakasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Teknokrat Indonesia yang telah memberi dukungan finansial terhadap pengabdian ini.
REFERENSI
Ahani, A., Ab. Rahim, N. Z., & Nilashi, M. (2017). Forecasting social CRM adoption in SMEs: A combined SEM-neural network method. Computers in Human Behavior, 75, 560-578.
Djafarova, E., & Trofimenko, O. (2019). ‘Instafamous’ – credibility and self-presentation of micro- celebrities on social media. Information, Communication & Society, 22(10), 1432-1446.
Endra, R. Y., Cucus, A., & Ciomas, M. (2020). Penerapan Teknologi Augmented Reality bagi Siswa untuk meningkatkan Minat Belajar Bahasa Mandarin di Sekolah. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN, 1(1), 19-30.
Fahmi, I. (2011). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Hermanto, B., Lumbanraja, F. R., Tristiyanto, & Febriansyah, F. E. (2020). Pelatihan Desain Grafis untuk Peningkatan Keterampilan SDM Bagi Perangkat Desa Tambah Dadi Purbolinggo Lampung Timur. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN, 1(1), 79-86.
Kasmir. (2018). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Lina, L. F., & Permatasari, B. (2020). Social Media Capabilities dalam Adopsi Media Sosial Guna Meningkatkan Kinerja UMKM. Jembatan: Jurnal Ilmiah Manajemen, 17(2), 227-238.
Odoom, R., Anning-Dorson, T., & Acheampong, G. (2017). Antecedents of social media usage and performance benefits in small- and medium-sized enterprises (SMEs). Journal of Enterprise Information Management, 30(3), 383-399.
Rizki, S., Farida, N., Sudarman, S. W., & ES, Y. R. (2020). Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Purwosari Kota Metro. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN, 1(1), 11-18.
Syarif, A., Heningtyas, Y., Aristoteles, & Shofiana, D. A. (2020). Pelatihan Pembuatan Video Profil Usaha Kecil Menengah di Pekon Wonodadi Induk, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN, 1(1), 1-10.