RSNI3
Rancangan Standar Nasional Indonesia3
ICS 27.015
Sistem manajemen energi —
Evaluasi kinerja energi menggunakan indikator kinerja energi dan baseline energi
(ISO 50006:2023, IDT)
Pengguna dari RSNI ini diminta untuk menginformasikan adanya hak paten dalam dokumen ini, bila diketahui tanpa memberi informasi pendukung lainnya (pemilik paten: bagian yang terkena paten, alamat pemberi paten dan lain-lain
Daftar isi
Daftar isi ...i
Prakata ... iv
Pendahuluan ...v
0.1 Latar belakang ...v
0.2 Gambaran umum isi ...v
1 Ruang lingkup ... 1
2 Acuan normatif ... 1
3 Istilah, definisi, dan singkatan ... 1
3.1 Istilah dan definisi ... 1
3.2 Singkatan ... 4
4 Gambaran umum EnPI, EnB, dan kinerja energi ... 5
5 Memperoleh informasi kinerja energi relevan ... 6
5.1 Informasi terkait kinerja energi awal ... 6
5.2 Menentukan pengguna indikator kinerja energi ... 6
5.3 Mendefinisikan batasan indikator kinerja energi ... 8
5.4 Mendefinisikan dan menguantifikasi aliran energi ... 10
5.5 Mendefinisikan dan menguantifikasi variabel terkait kinerja energi ... 11
5.6 Mengumpulkan data ... 12
6 Menentukan indikator kinerja energi ... 15
6.1 Umum ... 15
6.2 Mengekspresikan indikator kinerja energi ... 16
7 Menetapkan baseline energi ... 18
7.1 Konsep EnB ... 18
7.2 Menentukan periode baseline ... 18
8 Normalisasi ... 20
8.1 Konsep normalisasi ... 20
8.2 Ketidakpastian model ... 20
9 Memelihara indikator kinerja energi dan baseline energi ... 21
9.1 Umum ... 21
9.2 Perubahan faktor statis ... 24
10 Pemantauan dan pelaporan kinerja energi dan mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi ... 24
10.1 Umum ... 24
10.2 Pemantauan dan pelaporan ... 25
10.3 Mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi ... 25
Lampiran A (informatif) Proses perencanaan EnPI dan EnB ... 28
Lampiran B (informatif) Contoh batasan EnPI ... 29
Lampiran C (informatif) Contoh indikator kinerja energi... 30
Lampiran D (informatif) Contoh proses normalisasi bertahap ... 34
D.1 Persiapan normalisasi ... 34
D.2 Tahap 1 — Pengumpulan data untuk periode baseline ... 34
D.3 Tahap 2 — Uji korelasi ... 34
D.4 Tahap 3 — Analisis regresi ... 35
Lampiran E (informatif) Contoh normalisasi ... 36
E.1 Umum ... 36
E.2 Batasan dan pengumpulan data energi ... 36
E.3 Analisis awal data... 37
E.4 Analisis regresi ... 39
E.5 Pemantauan dan pelaporan kinerja energi dan demonstrasi peningkatan kinerja energi ... 39
Lampiran F (informatif) Contoh normalisasi — Analisis multivariat ... 41
F.1 Informasi alur proses dan latar belakang ... 41
F.2 Langkah 1 — Pengumpulan data untuk periode baseline ... 41
F.3 Langkah 2 — Uji korelasi ... 42
F.4 Langkah 3 — Analisis regresi ... 42
Lampiran G (informatif) Pelaporan informasi agregat ... 45
Bibliografi ... 46
Tabel 1 — Pengguna EnPI ... 7
Tabel 2 — Tiga tingkat batasan EnPI ... 10
Tabel 3 — Pertimbangan yang digunakan untuk mengidentifikasi variabel ... 12
Tabel 4 — Tantangan pengumpulan data energi ... 13
Tabel 5 — Periode baseline tipikal untuk dipertimbangkan ... 20
Tabel 6 — Contoh keadaan yang dapat mempersyaratkan perubahan EnB dan EnPI ... 23
Tabel 7 — Perubahan faktor statis yang memerlukan revisi EnPI dan EnB ... 24
Tabel 8 — Pemantauan, pelaporan dan demonstrasi peningkatan kinerja energi ... 27
Tabel C.1 — Ekspresi EnPI — Penerapan dan contoh ... 31
Tabel E.1 — Bulanan sebagai konsumsi periode baseline ... 36
Tabel E.2 — Data konsumsi dan hari derajat pemanasan ... 38
Tabel E.3 — Data termasuk jumlah kumulatif selisih (CUSUM) ... 40
Tabel F.1 — Data konsumsi listrik ... 41
Tabel F.2 — Koefisien determinasi ... 42
Tabel F.3 — Hasil analisis regresi ... 42
Tabel F.4 — Hasil analisis regresi... 43
Tabel F.5 — Hasil analisis regresi... 43
Tabel G.1 — Contoh agregasi nilai indikator kinerja energi ... 45
Gambar 1 — Contoh hubungan konseptual antara kinerja energi, EnPI, EnB, nilai EnPI, dan target energi ... 6
Gambar 2 — Diagram alir energi, bahan baku, dan produk ... 11
Gambar A.1 — Proses perencanaan EnPI dan EnB ... 28
Gambar B.1 — Proses pembagian batasan EnPI ... 29
Gambar E.1 — Konsumsi gas versus tanggal terkait pada periode baseline 2020 ... 37
Gambar E.2 — Diagram sebar konsumsi gas bulanan versus hari derajat pemanasan pada tahun 2020 ... 38
Gambar E.3 — Demonstrasi peningkatan kinerja energi menggunakan CUSUM ... 40
Gambar F.1 — Konsumsi listrik aktual versus yang diperkirakan pada periode baseline tahun 2020 ... 44
Prakata
SNI ISO 50006:2023, Sistem manajemen energi — Evaluasi kinerja energi menggunakan indikator kinerja energi dan baseline energi, merupakan standar revisi dari SNI ISO 50006:2014, Sistem manajemen energi — Mengukur kinerja energi dengan menggunakan baseline energi (EnB) dan indikator kinerja energi (EnPI) — Prinsip umum dan pedoman. Standar ini disusun dengan jalur adopsi tingkat keselarasan identik dari ISO 50006:2023, Energy management systems — Evaluating energy performance using energy performance indicators and energy baselines, dengan metode adopsi terjemahan satu bahasa dan ditetapkan oleh BSN tahun 2024.
Revisi standar ini dilakukan untuk harmonisasi dengan standar internasional yang ada.
Perubahan utama dengan standar sebelumnya meliputi:
— konsep dan aspek teknis telah diharmonisasi dengan edisi terbaru ISO 50001:2018;
— definisi pada Pasal 3 telah dimutakhirkan sesuai dengan edisi terbaru ISO 50001:2018 dan mempertimbangkan pendekatan baru harmonisasi umum sesuai ISO/TC 301;
— pemutakhiran terhadap normalisasi EnPI telah dilakukan dan disesuaikan dengan baseline energi (EnB);
— pemutakhiran dan pertimbangan baru telah dilakukan terhadap definisi dan persyaratan baru untuk menunjukkan peningkatan kinerja energi.
Dalam standar ini, istilah “this document” pada standar ISO 50006:2023 diterjemahkan menjadi “standar ini”.
Terdapat kesalahan editorial pada standar asli ISO yang diadopsi, yaitu pada Lampiran E.5, paragraf ke-1, penulisan nilai EnB pada Januari 2021 tertulis 1 1466 kWh, sedangkan seharusnya adalah 1 466 kWh sesuai Tabel E.3.
Standar ini disusun oleh Komite Teknis 27–06, Konservasi Energi. Standar ini telah dibahas melalui rapat teknis dan disepakati dalam rapat konsensus pada tanggal 24 Juni 2024 di Bogor, yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan terkait yaitu perwakilan dari Pemerintah, pelaku usaha, konsumen, dan pakar. Standar ini telah melalui tahap jajak pendapat pada tanggal 19 Juli 2024 sampai dengan 2 Agustus 2024 dengan hasil akhir disetujui menjadi SNI.
Untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan standar ini, disarankan bagi pengguna standar menggunakan dokumen SNI yang dicetak dengan tinta berwarna (dapat mencantumkan kode tingkat warna red, green, blue (RGB) atau kode tingkat warna cyan, magenta, yellow, black (CMYK), atau kode tingkat warna lain jika diperlukan untuk cetak gambar dengan warna yang lebih akurat).
Apabila pengguna menemukan keraguan dalam standar ini, maka disarankan untuk melihat standar aslinya, yaitu ISO 50006:2023, dan/atau dokumen terkait lain yang menyertainya.
Perlu diperhatikan bahwa kemungkinan beberapa unsur dari Standar ini dapat berupa hak kekayaan intelektual. Namun, selama proses perumusan SNI, Badan Standardisasi Nasional telah memperhatikan penyelesaian terhadap kemungkinan adanya hak kekayaan intelektual terkait substansi SNI. Apabila setelah penetapan SNI masih terdapat permasalahan terkait hak kekayaan intelektual, Badan Standardisasi Nasional tidak bertanggung jawab mengenai bukti, validitas, dan ruang lingkup dari hak kekayaan intelektual tersebut.
Pendahuluan
0.1 Latar belakang
Evaluasi kinerja energi merupakan alat yang berlaku untuk seluruh tipe organisasi dan dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil usahanya dalam manajemen energi.
Variabel relevan memengaruhi konsumsi energi dan efisiensi energi organisasi.
Untuk mengevaluasi kinerja energi pada kondisi ekuivalen secara efektif, efek variabel relevan sebaiknya diperhitungkan dengan menggunakan proses normalisasi.
Pengukuran dan pemantauan kinerja energi dan demonstrasi peningkatan kinerja energi dapat menjadi menantang karena kompleksitas penentuan indikator kinerja energi (EnPI) dan baseline energi (EnB) yang sesuai, yang tepat bagi suatu organisasi untuk dapat lebih memahami energi yang dikonsumsi dalam fasilitas, perlengkapan, sistem, atau proses pemanfaatan energi.
Meningkatkan kinerja energi membantu organisasi menjadi lebih kompetitif dengan mengurangi biaya energinya. Terlebih lagi, meningkatkan kinerja energi dapat membantu organisasi mengurangi emisi gas rumah kacanya yang terkait dengan energi. Perubahan iklim dan kebutuhan akan dekarbonisasi merupakan perhatian utama dunia. Mengurangi emisi gas rumah kaca yang terkait dengan konsumsi energi merupakan hal penting untuk menghadapi perubahan iklim. Metode untuk memantau dan mengukur kinerja energi untuk memastikan hasil yang tepat merupakan aspek utama dalam kegiatan ini.
Dalam aktivitas atau proses yang di dalamnya tidak direncanakan terdapat peningkatkan kinerja energi, manfaat juga dapat dicapai dengan menggunakan EnPI dan EnB untuk mengatur kendali operasional, mengidentifikasi kebutuhan pemeliharaan, atau mengidentifikasi deviasi yang signifikan dalam kinerja energi.
Mengomunikasikan kinerja energi organisasi dan prosesnya kepada orang yang tepat dalam organisasi merupakan unsur kunci kesuksesan. Unsur kunci lainnya adalah membangun komitmen yang sedang dijalankan dan keterlibatan manajemen puncak dalam mengalokasikan sumber daya untuk manajemen energi, termasuk penetapan EnPI dan EnB yang efektif.
Informasi teknis dalam standar ini memungkinkan organisasi untuk memenuhi persyaratan ISO 50001 termasuk penggunaan normalisasi dalam mengukur, memantau, menganalisis, dan mengevaluasi kinerja energi dan peningkatan kinerja energinya. Dengan cara ini, peningkatan kontinu dalam kinerja energi dapat diraih dengan menggunakan EnPI dan EnB yang sesuai.
0.2 Gambaran umum isi
Standar ini menyediakan panduan praktis untuk organisasi terkait manajemen kinerja energi, termasuk evaluasi, kendali, dan peningkatan kontinu melalui penetapan, penggunaan, dan pemeliharaan EnPI dan EnB yang sesuai.
Standar ini memberikan panduan dalam memilih EnPI yang tepat sesuai dengan tujuan organisasi untuk dapat meraih manfaat yang signifikan melalui implementasinya.
Standar ini ditujukan untuk memandu organisasi dalam penetapan, penggunaan, dan pemeliharaan EnPI dan EnB sesuai dengan persyaratan dalam ISO 50001.
Proses yang dijelaskan dalam standar ini dapat memberikan manfaat bagi organisasi, termasuk organisasi yang tidak memiliki EnMS. Namun demikian, manfaat tambahan dapat diperoleh jika proses ini dimasukkan dalam EnMS sesuai dengan ISO 50001.
Sistem Manajemen Energi — Evaluasi kinerja energi menggunakan indikator kinerja energi dan baseline energi
1 Ruang lingkup
Standar ini berisi panduan untuk menetapkan, menggunakan, dan memelihara indikator kinerja energi (EnPI) dan baseline energi (EnB) untuk mengevaluasi kinerja energi suatu organisasi termasuk organisasi yang menggunakan ISO 50001. Panduan tambahan perihal cara mengukur dan memantau kinerja energi dan mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi juga disajikan.
Standar ini berlaku untuk semua organisasi, tanpa memandang tipe, ukuran, kompleksitas, lokasi geografis, budaya organisasi, produk dan jasa yang dihasilkan, atau tingkat maturitas pada bidang manajemen energi.
2 Acuan normatif
Tidak terdapat acuan normatif dalam standar ini.
3 Istilah, definisi, dan singkatan
3.1 Istilah dan definisi
Untuk tujuan standar ini, istilah dan definisi berikut berlaku.
ISO dan IEC memelihara basis data terminologi untuk penggunaan dalam standarisasi pada alamat berikut:
— Platform penelurusan ISO secara daring: terdapat pada https://www.iso.org/obp
— IEC Electropedia: terdapat pada http://www.electropedia.org/
3.1.1
periode baseline
periode waktu yang digunakan untuk membandingkan periode pelaporan (3.1.16)
Catatan 1 untuk entri: Tujuan dari perbandingan dapat berupa pemantauan kinerja, evaluasi peningkatan kinerja, atau penentuan penghematan energi.
3.1.2 batasan
batas fisik, virtual, dan/atau organisasi sebagaimana ditetapkan oleh entitas untuk tujuan yang telah ditentukan
Catatan 1 untuk entri: Entitas dapat berupa sebuah organisasi (3.1.14), sekumpulan organisasi, region, bagian dari organisasi, atau lainnya tergantung penggunaannya.
Catatan 2 untuk entri: Fisik dapat berupa peralatan, sistem, bangunan gedung, proses, sekumpulan proses, situs, atau kumpulan situs di bawah kendali organisasi.
3.1.3 energi
Listrik, bahan bakar, uap, panas, udara terkompresi, dan media serupa lainnya
Catatan 1 untuk entri: Untuk tujuan standar ini, energi merujuk pada berbagai jenis energi, termasuk energi terbarukan, yang dapat dibeli, disimpan, diperlakukan, digunakan dalam peralatan atau proses, atau dimanfaatkan kembali.
[SUMBER: ISO 50001:2018, 3.5.1]
3.1.4
baseline energi EnB
Nilai yang menjadi dasar perbandingan terhadap kinerja energi (3.1.9)
Catatan 1 untuk entri: Data dan metode yang digunakan untuk menentukan EnB harus dipertahankan sebagai informasi terdokumentasi.
Catatan 2 untuk entri: Jika proses penetapan EnB menggunakan variabel relevan (3.1.15) untuk normalisasi (3.1.13) atau jika EnB disesuaikan dengan perubahan dalam faktor statis (3.1.18), informasinya harus dipertahankan sebagai informasi terdokumentasi.
3.1.5
konsumsi energi
kuantitas energi (3.1.3) yang dipergunakan
Catatan 1 untuk entri: Konsumsi energi dapat dinyatakan dalam volume (misalnya liter bahan bakar), massa, satuan berat, atau satuan energi (misalnya GJ, kWh).
[SUMBER: ISO 50001:2018, 3.5.2, dimodifikasi — Catatan 1 ke entri ditambahkan]
3.1.6
efisiensi energi
rasio atau hubungan kuantitatif lain antara keluaran proses dan input energi (3.1.3)
CONTOH Efisiensi konversi, energi yang dibutuhkan/energi yang digunakan, keluaran/input, energi teoretis yang digunakan untuk mengoperasikan/energi yang digunakan untuk mengoperasikan.
Catatan 1 untuk entri: Keluaran suatu proses dapat berupa produk, jasa, atau energi.
Catatan 2 untuk entri: Baik input maupun keluaran sebaiknya dirinci secara jelas dalam bentuk kuantitas dan kualitas, dan sebaiknya dapat diukur.
3.1.7
pemanfaatan energi pemanfaatan energi akhir aplikasi energi (3.1.3)
CONTOH Ventilasi, tata cahaya, pemanasan, pendinginan, pengangkutan, proses, penyimpanan data.
Catatan 1 untuk entri: Penggunaan energi didasarkan pada “energi digunakan untuk apa” dibandingkan dengan konsumsi energi (3.1.5) yang didasarkan pada “berapa banyak energi digunakan”.
Catatan 2 untuk entri: Aplikasi dapat berasal dari jenis energi apa pun, termasuk energi terbarukan.
3.1.8 model energi
representasi matematis berdasarkan suatu kumpulan data yang menggambarkan hubungan antara variabel relevan (3.1.15) dan konsumsi energi (3.1.5) atau efisiensi energi (3.1.6) selama periode waktu tertentu
Catatan 1 untuk entri: Periode waktu tertentu dapat mewakili perspektif waktu yang berbeda seperti periode baseline (3.1.1), periode pelaporan (3.1.16), atau periode yang menggambarkan kondisi standar.
3.1.9
kinerja energi
hasil terukur terkait efisiensi energi (3.1.6), pemanfaatan energi (3.1.7), dan konsumsi energi (3.1.5)
3.1.10
indikator kinerja energi EnPI
ukuran yang digunakan untuk menguantifikasi kinerja energi (3.1.9)
Catatan 1 untuk entri: Jika EnPI digunakan untuk mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi (3.1.11), EnPI merujuk kepada efisiensi energi (3.1.6) atau konsumsi energi (3.1.5).
Catatan 2 untuk entri: EnPI didefinisikan oleh organisasi (3.1.14)
Catatan 3 untuk entri: EnPI dapat dihitung menggunakan model energi (3.1.8) 3.1.11
peningkatan kinerja energi
peningkatan pada hasil terukur dari efisiensi energi (3.1.6) atau konsumsi energi (3.1.5) terkait pemanfaatan energi (3.1.7) dibandingkan dengan baseline energi (3.1.4)
3.1.12 target energi
tujuan yang dapat dikuantifikasi dari peningkatan kinerja energi (3.1.11) Catatan 1 untuk entri: Target energi dapat dimasukkan ke dalam tujuan.
[SUMBER: ISO 50001:2018, 3.4.15]
3.1.13 normalisasi
proses yang memungkinkan analisis dilakukan dalam kondisi ekuivalen atau standar
Catatan 1 untuk entri: Normalisasi dapat digunakan untuk tujuan perbandingan kinerja energi (3.1.9) atau peningkatan kinerja energi (3.1.11) yang memperhitungkan perubahan pada variabel relevan (3.1.15)
3.1.14 organisasi
orang atau kelompok orang yang memiliki fungsi masing-masing beserta tanggung jawab, kewenangan, dan tata hubungan untuk mencapai tujuan organisasi
Catatan 1 untuk entri: Konsep organisasi meliputi, tetapi tidak terbatas pada, pebisnis tunggal, perusahaan, korporasi, firma, badan usaha, otoritas, kemitraan, badan amal atau institusi, atau bagian atau kombinasinya, baik berbadan hukum atau tidak, publik maupun swasta.
3.1.15
variabel relevan
faktor yang dapat dikuantifikasi yang secara signifikan memengaruhi kinerja energi (3.1.9) dan secara rutin berubah
Catatan 1 untuk entri: Kriteria signifikansi ditetapkan oleh organisasi (3.1.14).
Catatan 2 untuk entri: Dalam pendekatan statistis, variabel relevan diidentifikasi dari variabel independen dengan menggunakan kriteria signifikansi.
CONTOH Kondisi cuaca, kondisi operasi (temperatur dalam ruangan, tingkat pencahayaan), jam kerja, keluaran produksi.
3.1.16
periode pelaporan
periode waktu yang ditentukan dan dipilih untuk mengevaluasi kinerja energi (3.1.9) dan peningkatan kinerja energi (3.1.11)
Catatan 1 untuk entri: Dalam standar ini, konsep periode pelaporan mencakup konsep periode pemantauan.
3.1.17
pemanfaatan energi signifikan SEU
pemanfaatan energi (3.1.7) yang memperhitungkan konsumsi energi (3.1.5) dalam jumlah substansial dan/atau menawarkan potensi peningkatan kinerja energi (3.1.11) yang dapat dipertimbangkan
Catatan 1 untuk entri: Kriteria signifikansi ditentukan oleh organisasi (3.1.14).
Catatan 2 untuk entri: SEU dapat berkaitan dengan fasilitas, sistem, proses, atau perlengkapan.
[SUMBER: ISO 50001:2018, 3.5.6]
3.1.18 faktor statis
faktor teridentifikasi yang secara signifikan memengaruhi kinerja energi (3.1.9) dan tidak secara rutin berubah
Catatan 1 untuk entri: Kriteria signifikansi ditentukan oleh organisasi.
CONTOH Ukuran fasilitas, desain perlengkapan yang terpasang, jumlah sif mingguan, rangkaian produk.
[SUMBER: ISO 50001: 2018,3.4.8]
3.2 Singkatan
CDD cooling degree day (hari derajat pendinginan) CUSUM cumulative sum (jumlah kumulatif)
EnB energy baseline (baseline energi)
EnMS energy management system (sistem manajemen energi) EnPI energy performance indicator (indikator kinerja energi) HDD heating degree day (hari derajat pemanasan)
SEC specific energy consumption (konsumsi energi spesifik) SEU significant energy use (pemanfaatan energi signifikan)
4 Gambaran umum EnPI, EnB, dan kinerja energi
Suatu organisasi menetapkan EnPI dan EnB untuk mengukur dan memantau kinerja energi serta mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi.
EnPI menyediakan informasi kinerja energi relevan kepada para pihak berkepentingan (misalnya pengguna internal, rantai pasok) untuk memahami kinerja energi dan melakukan upaya untuk mengendalikan dan meningkatkan kinerja energi.
Nilai EnPI menguantifikasi kinerja energi pada keseluruhan organisasi atau berbagai bagian organisasi (misalnya fasilitas, perlengkapan, sistem, atau proses pemanfaatan energi).
EnPI yang potensial perlu dianalisis untuk memutuskan tepat atau tidaknya sebelum dipilih.
EnPI dapat dinyatakan menggunakan model energi dan dapat dilaporkan dalam satuan konsumsi energi (misalnya GJ, kWh) atau efisiensi energi (misalnya km/l).
Konsumsi energi suatu organisasi dapat dipengaruhi secara signifikan oleh variabel relevan seperti cuaca, produksi, dll. Jika suatu organisasi memiliki data yang mengindikasikan bahwa variabel relevan secara signifikan memengaruhi kinerja energi, normalisasi sebaiknya dilaksanakan untuk memungkinkan perbandingan kinerja energi.
Normalisasi digunakan untuk memperhitungkan perubahan pada variabel relevan untuk memantau dan mengevaluasi kinerja energi, serta mengevaluasi dan mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi.
Target energi ditetapkan oleh organisasi dan boleh didasarkan pada peluang peningkatan kinerja energi yang teridentifikasi dan direncanakan.
Gambar 1 menggambarkan suatu contoh hubungan antara peningkatan kinerja energi, EnPI, EnB, nilai EnPI, dan target energi. Gambar 1 juga menggambarkan peningkatan kinerja energi yang dicapai ketika nilai EnPI meningkat dibandingkan dengan EnB, terlepas dari tercapai atau tidaknya target energi.
Proses untuk mengembangkan, menggunakan, dan memutakhirkan EnPI dan EnB dideskripsikan secara detail pada Pasal 5 s.d. 10. Proses ini membantu organisasi untuk memantau dan mengevaluasi kinerja energi serta mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi. Proses-proses dalam perencanaan EnPI dan EnB disajikan pada Lampiran A.
Keterangan X waktu
Y konsumsi energi
CATATAN Tren perubahan konsumsi energi mengindikasikan adanya variabel relevan dan bahwa normalisasi dibutuhkan.
Gambar 1 — Contoh hubungan konseptual antara kinerja energi, EnPI, EnB, nilai EnPI, dan target energi
5 Memperoleh informasi kinerja energi relevan 5.1 Informasi terkait kinerja energi awal
Organisasi sebaiknya mengidentifikasi jenis-jenis terkini pemanfaatan energi serta mengevaluasi konsumsi energi dan energi efisiensi terkini dan masa lampau berdasarkan pengukuran dan data lain. Pemanfaatan energi signifikan (SEU) diidentifikasi dengan menganalisis informasi ini bersama dengan faktor yang memengaruhi kinerja energi.
Proses ini membantu mengidentifikasi SEU dan memprioritaskan peluang peningkatan kinerja energi.
CATATAN Proses ini dijelaskan dalam ISO 50001:2018, 6.3 sebagai “tinjauan energi”.
5.2 Menentukan pengguna indikator kinerja energi
EnPI sebaiknya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna yang berbeda dan sebaiknya dapat dipahami dengan mudah.
Beberapa EnPI dapat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Menyelaraskan
batasan EnPI dengan peran fungsional dapat memastikan bahwa EnPI memenuhi kebutuhan pengguna dan bahwa tanggung jawab untuk mengelola EnPI dapat diberikan secara efektif.
EnPI dapat dikembangkan untuk pengguna internal atau eksternal. Pengguna internal dapat menggunakan EnPI untuk berbagai tujuan berikut seperti, tetapi tidak terbatas pada, pemeliharaan, operasi, dan evaluasi kinerja energi. Pengguna eksternal biasanya menggunakan EnPI untuk memenuhi persyaratan informasi yang diturunkan dari persyaratan legal dan persyaratan lainnya (misalnya laporan keberlanjutan).
CATATAN EnPI dan EnB yang dibutuhkan untuk tujuan eksternal, seperti untuk pelaporan pemerintah, tidak selalu mencukupi untuk mengelola peningkatan kinerja energi dengan ISO 50001 atau untuk organisasi yang ingin memahami peningkatan kinerja energinya yang sebenarnya.
Tabel 1 menjelaskan beberapa pengguna umum EnPI.
Tabel 1 — Pengguna EnPI
Tipe pengguna EnPI Kebutuhan tipikal
Manajemen puncak
Manajemen puncak membutuhkan informasi dari EnPI untuk memahami kinerja energi organisasi dan untuk mendukung upaya peningkatan kinerja energi.
Tim manajemen energi
Kelompok yang mendukung organisasi, termasuk manajemen puncak dalam: a) menyusun EnPI, b) memelihara EnPI, c) memantau EnB, nilai EnPI terkini, nilai seluruh variabel relevan dalam interval yang telah ditentukan sebelumnya, d) menetapkan target energi dan menghitung cakupan pencapaian target energi, e) melaksanakan normalisasi dan perbandingan dengan nilai EnPI terkini dengan EnB dan target energi, f) melaporkan nilai dan deviasi EnPI, dan g) menginterpretasikan hasil.
Manajemen plant atau fasilitas
Pada umumnya mengendalikan sumber daya dalam plant atau fasilitas dan bertanggung jawab atas hasil.
Manajer plant atau fasilitas sebaiknya memahami kinerja energi yang sudah terencana serta menginvestigasi dan merespons deviasi signifikan pada kinerja energi dan finansial. Manajer plant atau fasilitas boleh menggunakan seluruh EnPI pada plant atau fasilitas mereka, termasuk EnPI terkait SEU mereka, dan EnPI yang dapat dibandingkan dari situs lain untuk tujuan benchmarking.
Personel operasi dan pemeliharaan
Bertanggung jawab dalam menggunakan EnPI untuk mengendalikan dan memastikan operasi yang efisien dengan melakukan aksi terhadap deviasi signifikan pada kinerja energi, mengeliminasi pemborosan energi, dan melakukan pemeliharaan preventif. Personel operasi dan pemeliharaan boleh menggunakan EnPI yang relevan terhadap proses atau perlengkapan yang menjadi tanggung jawab mereka.
Tabel 1 (lanjutan)
Tipe pengguna EnPI Kebutuhan tipikal
Insinyur
Merencanakan, melaksanakan, dan mengevalusi tindakan peningkatan kinerja energi menggunakan EnPI yang sesuai, termasuk metode yang digunakan untuk mengevaluasi peningkatan kinerja energi.
Pengguna eksternal
Pengguna eksternal seperti badan pengatur, asosiasi profesional dan sektor, auditor EnMS, pelanggan, atau organisasi lain dapat membutuhkan informasi dari EnPI untuk dimasukkan pada proses relevan mereka.
Pemilik EnPI Orang yang bertanggung jawab untuk memantau, menganalisis, dan melaporkan EnPI beserta nilainya.
5.3 Mendefinisikan batasan indikator kinerja energi
Untuk mengukur kinerja energi, batasan pengukuran yang sesuai untuk setiap EnPI sebaiknya ditentukan. Saat menentukan batasan EnPI, organisasi sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan pengguna (lihat 5.2) dan juga:
— tanggung jawab organisasi dalam kaitannya dengan manajemen energi, termasuk tingkat kendali dan/atau pengaruh yang dimiliki organisasi atas kinerja energinya;
— SEU;
— fasilitas, perlengkapan, sistem, atau proses pemanfaatan energi yang diharapkan dapat diisolasi dan dikelola oleh organisasi;
— kemudahan dalam mengisolasi batasan EnPI dengan mengukur konsumsi energi dan variabel relevan;
— batasan EnMS;
— data yang tersedia untuk konsumsi energi dan variabel relevan.
Tiga tingkat batasan EnPI utama adalah individual, sistem, dan organisasi sebagaimana dijelaskan pada
Tabel 2.
Informasi tambahan tentang batasan EnPI dapat ditemukan pada Lampiran B.
Tabel 2 — Tiga tingkat batasan EnPI
Tingkat batasan EnPI Deskripsi dan contoh
Individual
(fasilitas/perlengkapan/
proses pemanfaatan energi)
Batasan EnPI dapat didefinisikan berupa perimeter fisik suatu fasilitas, peralatan, atau proses pemanfaatan energi yang diharapkan untuk diisolasi dan dikelola oleh organisasi.
CONTOH 1 Pemanfaatan energi perlengkapan produksi uap terpisah dari pemanfaatan energi lainnya.
Sistem
Batasan EnPI dapat didefinisikan berupa perimeter fisik sekelompok fasilitas/perlengkapan/proses pemanfaatan energi yang berinteraksi satu dengan lainnya yang diharapkan dapat dikendalikan dan ditingkatkan oleh organisasi.
CONTOH 2 Produksi uap dan perlengkapan pemanfaatan uap, seperti pengering.
Organisasi
Batasan EnPI dapat didefinisikan berupa organisasi dengan memperhitungkan tanggung jawab dalam manajemen energi individual, tim, kelompok, atau unit bisnis sebagaimana ditentukan oleh organisasi.
CONTOH 3 Uap yang dibeli untuk pabrik, atau departemen pada organisasi.
5.4 Mendefinisikan dan menguantifikasi aliran energi
Organisasi sebaiknya mengidentifikasi aliran energi di seluruh batasan.
Organisasi dapat menggunakan diagram (misalnya lihat Gambar 2) untuk menentukan informasi energi yang dibutuhkan untuk menetapkan EnPI. Diagram ini menunjukkan aliran energi di dalam dan di seluruh batasan EnPI. Batasan EnPI juga dapat memuat informasi tambahan seperti titik metering dan aliran produk yang penting untuk analisis energi dan penetapan EnPI.
Organisasi sebaiknya mengukur aliran energi di seluruh batasan EnPI. Hal ini termasuk energi terkirim dan energi yang dihasilkan dalam situs. Pertimbangan sebaiknya diberikan pada energi yang melewati batasan EnPI dan energi yang disimpan.
Keterangan M pengukuran
Gambar 2 — Diagram alir energi, bahan baku, dan produk
5.5 Mendefinisikan dan menguantifikasi variabel terkait kinerja energi
Organisasi sebaiknya menentukan variabel relevan untuk tiap batasan EnPI. Sebagai contoh:
a) menggunakan lebih banyak listrik untuk menghasilkan beberapa produk dibandingkan produk lain, organisasi sebaiknya mempertimbangkan menggunakan bauran produk sebagai variabel relevan;
b) menggunakan lebih banyak gas alam pada musim dingin, organisasi sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan HDD sebagai variabel relevan.
Faktor yang memengaruhi jumlah konsumsi energi yang diperlukan sebaiknya dipertimbangkan untuk variabel relevan.
Tabel 3 menyajikan pertimbangan yang digunakan untuk mengidentifikasi variabel.
Tabel 3 — Pertimbangan yang digunakan untuk mengidentifikasi variabel
Aspek Deskripsi
Input
Variabel terkait input didasarkan pada kualitas dan/atau kuantitas dari input yang memasuki batasan (misalnya susu yang memasuki proses pasteurisasi).
Proses
Variabel terkait proses berkaitan dengan kegiatan di dalam batasan. Contohnya adalah temperatur proses dan waktu residen berbeda yang dibutuhkan untuk melengkapi tahapan dalam proses. Dalam suatu bangunan gedung, variabel terkait proses dapat berupa tingkat hunian.
Keluaran
Variabel terkait keluaran adalah keluaran yang keluar dari batasan. Dalam proses manufaktur, suatu variabel terkait keluaran dapat berupa kuantitas produk yang dihasilkan.
Lingkungan Variabel terkait lingkungan didasarkan pada lingkungan eksternal (misalnya HDD, CDD, kelembapan relatif)
Variabel-variabel boleh dapat diukur secara langsung atau diturunkan dari hasil pengukuran (misalnya produksi diukur secara langsung, sedangkan hari derajat pemanasan diperoleh dari hasil pengukuran temperatur lingkungan luar dan temperatur dasar).
Analisis data yang dikumpulkan oleh organisasi dapat mengindikasikan variabel relevan.
Metodologi untuk menentukan variabel mana saja yang relevan dijelaskan pada Lampiran D.
Jika penentuan variabel relevan dalam batasan yang dipilih sulit, batasan dapat disesuaikan (misalnya dibagi ke dalam beberapa subbagian).
5.6 Mengumpulkan data 5.6.1 Pengumpulan data
Organisasi sebaiknya menentukan dan mengumpulkan data terkait konsumsi energi dan variabel relevan untuk setiap EnPI. Organisasi sebaiknya merencanakan akses terhadap data yang dikumpulkan, waktu pengumpulan, proses pengumpulan dan penyimpanan, serta pembersihan atau manipulasi data praanalisis.
Suatu organisasi mungkin akan menemukan bahwa beberapa EnPI yang sebelumnya teridentifikasi tidak dapat diukur karena keterbatasan data atau halangan lain.
Dalam kasus seperti ini, organisasi sebaiknya menilai dan secara konsekuen merevisi EnPI atau memperkenalkan metode meter, pengukuran, atau pemodelan tambahan.
Jika pengeluaran untuk pemasangan meter, submeter, dan/atau sensor baru untuk mengumpulkan data variabel yang dibutuhkan dijustifikasi oleh peningkatan pada kinerja energi organisasi, organisasi sebaiknya menentukan metering tersebut dalam rencana pengumpulan data.
Dalam kasus dengan data konsumsi energi detail tidak tersedia, tagihan energi dapat digunakan.
Pertimbangan sebaiknya diberikan pada variasi periode penagihan antartagihan.
Tabel 4 menunjukkan contoh tantangan dalam pengumpulan data.
Tabel 4 — Tantangan pengumpulan data energi
Skenario Deskripsi dan contoh
Kurangnya data terukur dari pemasok energi secara detail
Jika organisasi tidak memiliki data terukur dari pemasok energi secara detail, organisasi boleh mempertimbangkan opsi tambahan untuk pengukuran yang dilakukan sendiri atau melalui pemasok energi.
Kurangnya data variabel relevan
Apabila organisasi tidak memiliki data untuk fasilitas, peralatan, sistem, atau proses pemanfaatan energi tertentu, organisasi boleh menambahkan instrumen pengukuran untuk memperoleh data tersebut, atau menggunakan sumber eksternal seperti data resmi cuaca. Variabel proksi dapat digunakan untuk variabel relevan yang datanya tidak secara langsung tersedia (misalnya konsumsi listrik penggunaan elevator sebagai proksi dalam okupansi bangunan gedung).
5.6.2 Kualitas data
Kualitas, presisi, dan akurasi data yang dikumpulkan untuk menghitung EnPI perlu menjadi pertimbangan agar hasil penghitungan berarti. Sebelum menghitung EnPI dan EnB yang sesuai, organisasi sebaiknya meninjau kumpulan data konsumsi energi yang terukur dan variabel relevan untuk menentukan kualitas data.
Memastikan bahwa data yang dipakai berkualitas dan lengkap dapat membantu meningkatkan ketahanan nilai EnPI yang telah ditentukan, serta memastikan bahwa nilai EnPI sesuai dengan kebutuhan organisasi. Beberapa faktor untuk dipertimbangkan dalam menentukan kualitas data yang tepat, di antaranya adalah:
— metode pengumpulan, yaitu manual atau otomatis;
— sumber data, misalnya data stasiun cuaca pihak ketiga;
— frekuensi pengumpulan data, yaitu mencakup seluruh sif, per jam, harian, bulanan, jam kerja, dan musim;
— akurasi meter dan peralatan pengukuran;
— presisi (ketidakpastian pengukuran terkait bias, linearitas, resolusi, dll.);
— pengulangan data dari sumber data;
— validasi data.
5.6.3 Pengukuran
Pengukuran dapat dilakukan secara kontinu (misalnya menggunakan data dari kendali pengawasan dan sistem akuisisi data, atau sistem akuisisi dan penanganan data), secara sementara (misalnya menggunakan pencatat data), atau berdasarkan spot (misalnya menggunakan meter portabel). Apabila pengukuran secara kontinu
tidak dimungkinkan, organisasi sebaiknya memastikan bahwa pengukuran spot atau sementara dilakukan selama periode yang mewakili kondisi operasi tipikal (lihat 5.6.2).
Konsumsi energi boleh diukur menggunakan meter atau submeter permanen atau sementara, atau boleh diestimasi menggunakan cara lain seperti perhitungan keteknikan atau pemodelan.
Selama memungkinkan, meter permanen sebaiknya dipasang untuk pengukuran.
Meter sementara boleh digunakan selama pelaksanaan audit energi atau ketika pengukuran secara kontinu tidak diperlukan. Organisasi sebaiknya memperhatikan akurasi dan pengulangan dari peralatan pengukuran, serta sebaiknya mempertimbangkan pentingnya keputusan yang dibuat sebagai hasil pengumpulan data dari instrumen pengukuran.
Dalam banyak kasus, kuantitas konsumsi energi hanya dapat diukur secara tidak langsung.
Hal ini dapat membutuhkan pengukuran aliran, volume, atau massa bahan bakar yang dipasok, dan dapat bervariasi dengan beberapa faktor seperti komposisi, temperatur luar ruangan, tekanan, dan faktor lain. Pengali atau faktor umumnya digunakan dalam hasil pengukuran aktual aliran gas atau bahan bakar cair untuk menghitung kuantitas energi yang terkandung dalam bahan bakar. Hal ini sebaiknya didasarkan pada sumber yang dapat diverifikasi.
5.6.4 Frekuensi pengumpulan data
Periode dan frekuensi pengumpulan data sebaiknya mencukupi untuk dapat menangkap sejumlah kondisi operasi dan memberikan jumlah titik data yang mencukupi untuk analisis.
Organisasi sebaiknya memilih frekuensi pengumpulan data yang tepat (misalnya per jam, harian, mingguan) untuk konsumsi energi dan variabel relevan yang termasuk dalam tiap EnPI and EnB terkait.
CATATAN Frekuensi pengumpulan data biasanya didasarkan pada data yang tersedia (misalnya tagihan energi bulanan).
Frekuensi pengumpulan data boleh lebih tinggi daripada frekuensi pelaporan dengan tujuan untuk mengukur dan memahami dampak variabel relevan dari kinerja energi.
Sebagai contoh, pengumpulan per jam, harian, atau mingguan dapat dibutuhkan pada tingkat operasional untuk menanggulangi deviasi signifikan. Konsumsi energi dan variabel relevan sebagaimana dimaksud sebaiknya diagregasi untuk tinjauan periodik (misalnya tinjauan bulanan pada tingkat organisasi).
Untuk kebutuhan analisis statistik, penting bahwa konsumsi energi dan data variabel relevan terkait memiliki interval waktu yang sama.
Bahkan jika periode pengumpulan data tidak sama (misalnya bulanan), periode data untuk energi dan variabel relevan dapat berbeda. Dalam kasus seperti ini, periode data sebaiknya disesuaikan sedemikian sehingga periode data untuk data energi dan variabel relevan selaras.
CONTOH Konsumsi energi diukur pada hari ke-20 setiap bulan dan tersedia sebagai tagihan energi. Variabel relevan (produksi) diukur setiap akhir bulan. Organisasi memutuskan untuk menyamakan waktu metering pada hari ke-20 setiap bulan dan memperkirakan data produksi.
5.6.5 Mengidentifikasi dan menganalisis pencilan
Metering yang salah, pengambilan data yang salah, atau kondisi operasi yang tidak lazim dapat menimbulkan pencilan signifikan. Sebelum mengesampingkan pencilan, investigasi sebaiknya dilaksanakan untuk menentukan apakah terdapat alasan sah untuk pencilan tersebut. Jika sejumlah pencilan dikesampingkan, kehati-hatian
sebaiknya dilakukan untuk meyakinkan bahwa hal tersebut tidak menimbulkan bias terhadap nilai EnPI atau EnB terkaitnya.
CONTOH Shutdown tahunan kilang dapat menimbulkan variasi signifikan dalam konsumsi energi.
Pencilan boleh diidentifikasi dengan metode yang sesuai (misalnya diagram sebar, garis tren). Titik data yang lebih dari nilai deviasi standar yang telah ditentukan sebelumnya dari nilai yang diharapkan dari garis tren atau fungsi, boleh jadi merupakan pencilan.
6 Menentukan indikator kinerja energi 6.1 Umum
Ketika memilih EnPI yang sesuai, dampak dari variabel relevan dan kebutuhan pengguna informasi merupakan faktor kunci yang perlu dipertimbangkan.
Jika sesuai, organisasi sebaiknya menentukan EnPI termasuk setidaknya satu EnPI untuk tiap SEU.
Terdapat banyak tipe indikator lain yang digunakan untuk memantau bagian lain dari EnMS sebagaimana telah didefinisikan oleh organisasi (misalnya kendali SEU, meningkatkan kesadaran karyawan terhadap energi, benchmarking perlengkapan atau proses). Kehati-hatian sebaiknya dipraktikkan dalam menggunakan indikator ini sebagai EnPI karena indikator ini tidak selalu memantau kinerja energi secara tepat atau mewakili ukuran peningkatan kinerja energi dengan tepat.
Dalam memilih EnPI, organisasi sebaiknya mempertimbangkan kemampuannya dalam melaksanakan pengukuran dan pemantauan terkait konsumsi energi dan variabel relevan.
Lampiran C memberikan informasi tambahan terkait pemilihan EnPI.
Apabila tujuan organisasi mencakup penurunan emisi gas rumah kaca, organisasi sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan indikator tambahan dengan faktor emisi CO2. Lihat Lampiran G untuk informasi tambahan.
EnPI dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti:
— memahami kinerja energi fasilitas, perlengkapan, sistem, atau proses pemanfaatan energi;
— mengomunikasikan informasi dan melibatkan organisasi dalam isu terkait kinerja energi;
— melacak progres menuju target energi;
— mengelola dan mengendalikan SEU;
— memantau dan mengukur kinerja energi;
— mengevaluasi dan mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi yang kontinu.
Nilai EnPI mungkin tersedia dari pengukuran atau perhitungan.
6.2 Mengekspresikan indikator kinerja energi 6.2.1 Model statistik
6.2.1.1 Umum
Organisasi sebaiknya menormalisasi (lihat Pasal 8) konsumsi energi atau efisiensi energinya menggunakan model energi yang sesuai. Model energi dapat digunakan untuk menghitung konsumsi energi yang diharapkan atau efisiensi energi yang diharapkan.
6.2.1.2 Satu variabel relevan 6.2.1.2.1 Umum
Dalam kasus dengan hanya terdapat satu variabel relevan, model energi regresi linear sederhana atau regresi nonlinear untuk konsumsi energi atau efisiensi energi dapat digunakan.
Model energi regresi linear sederhana untuk konsumsi energi dapat dinyatakan oleh Rumus (1):
𝑌 = 𝑚𝑥 + 𝐶 (1)
dengan
𝑌 adalah konsumsi energi;
𝑚 adalah konsumsi energi per unit variabel relevan;
𝑥 adalah nilai variabel relevan;
𝐶 adalah konsumsi energi beban dasar, tidak terkait dengan variabel relevan.
Kasus khusus terkait model energi regresi linear ditunjukkan pada 6.2.1.2.2 dan 6.2.1.2.3.
6.2.1.2.2 Metrik sederhana
Pada kasus spesifik dengan 𝑚 = 0, model energi dapat dinyatakan oleh Rumus (2):
𝑌 = 𝐶E (2)
dengan
𝑌 adalah konsumsi energi;
𝐶E adalah konstanta konsumsi energi.
Metrik sederhana dapat digunakan sebagai EnPI ketika tidak terdapat variabel relevan yang memengaruhi konsumsi energi. Sesuai atau tidaknya suatu metrik sederhana dapat ditentukan dengan mengamati tren konsumsi energi sepanjang waktu. Hal ini berarti bahwa konsumsi energi harian, mingguan, atau bulanan bervariasi dalam rentang yang dapat diterima sebagaimana ditetapkan oleh organisasi. Apabila 𝑌 bersifat tidak konstan, atau tidak berada dalam rentang yang dapat diterima sebagaimana ditetapkan oleh organisasi, hal ini mengindikasikan bahwa mungkin terdapat variabel relevan dan normalisasi dibutuhkan.
6.2.1.2.3 Rasio
Pada kasus spesifik dengan 𝑐 = 0, model energi ditunjukkan oleh Rumus (3):
𝑌 = 𝑚𝑥 (3) dengan
𝑌 adalah konsumsi energi;
𝑚 adalah konsumsi energi per unit variabel relevan;
𝑥 adalah nilai variabel relevan.
Dalam kasus spesifik ketika beban dasar bernilai nol, rasio konsumsi energi per unit variabel relevan (𝑚) memberikan model energi yang sesuai. Hal ini biasanya dikenal sebagai konsumsi energi spesifik (SEC).
Rasio dapat digunakan sebagai EnPI ketika terdapat satu variabel relevan yang memengaruhi konsumsi energi dan tidak terdapat beban dasar konsumsi energi.
6.2.1.3 Variabel relevan berganda
Dalam kasus dengan variabel relevan lebih dari satu, model energi regresi linear berganda atau regresi multivariabel dapat digunakan. Model energi regresi linear berganda untuk konsumsi energi dapat dinyatakan oleh Rumus (4):
𝑌 = 𝑚1𝑥1+ 𝑚2𝑥2+ ⋯ + 𝑚n𝑥n+ 𝑐 (4)
dengan
𝑌 adalah konsumsi energi;
𝑚1, 𝑚2, ... 𝑚n adalah konsumsi energi per unit variabel relevan;
𝑥1, 𝑥2, ... 𝑥n adalah variabel relevan;
𝑐 adalah nilai konstanta.
Dalam praktik, model energi dengan variabel relevan berganda merupakan model yang paling umum.
6.2.2 Model agregat
Model energi agregat dapat dihitung dengan menggabungkan model energi yang berbeda.
Model berbasis kondisi juga termasuk dalam model agregat. Dalam kasus ini, model energi yang berbeda diaplikasikan di tiap sisi nilai ambang batas (𝑁) dari suatu variabel relevan.
Model berbasis kondisi ditunjukkan oleh Rumus (5) dan (6):
𝑌 = 𝑓(𝑥1, 𝑥2, ⋯ 𝑥n) – – jika 𝑥i> 𝑁 (5)
𝑌 = 𝑔(𝑥1, 𝑥2, ⋯ 𝑥n) – – jika 𝑥i≤ 𝑁 (6)
dengan
𝑌 adalah konsumsi energi;
𝑓 adalah model energi yang mempertimbangkan variabel relevan, ketika variabel relevan 𝑥i di atas nilai ambang batas (𝑁);
𝑔 adalah model energi yang mempertimbangkan variabel relevan,
ketika variabel relevan 𝑥i di bawah atau sama dengan nilai ambang batas (𝑁);
𝑥1, 𝑥2, ... 𝑥n adalah variabel relevan.
CONTOH Kondisi plant tidak hanya mencakup “dalam operasi”, tetapi juga “beban parsial”
dan “siaga”. Model berbasis kondisi dapat digunakan jika kondisi tidak dapat diperlakukan sebagai pencilan.
6.2.3 Model keteknikan
Model keteknikan seringkali dideskripsikan menggunakan hukum fisika atau empiris (misalnya persamaan yang mengaitkan antara resistansi fluida dan kecepatan aliran terhadap konsumsi daya pompa).
Model keteknikan dapat digunakan untuk simulasi terkalibrasi untuk menilai kinerja energi dari fasilitas, perlengkapan, sistem, dan proses pemanfaatan energi yang sederhana maupun kompleks.
CATATAN Simulasi terkalibrasi adalah simulasi yang menyesuaikan parameter model energi sedemikian sehingga konsumsi energi aktual dan hasil simulasi (konsumsi energi yang diharapkan) setara.
Organisasi dapat menggunakan model keteknikan yang sudah ada (misalnya untuk bangunan gedung). Namun, membuat model keteknikan dapat membutuhkan keahlian tertentu.
7 Menetapkan baseline energi 7.1 Konsep EnB
EnB digunakan untuk perbandingan kinerja energi. Perbandingan dibuat untuk memantau kinerja energi dan mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi.
Langkah-langkah berikut sebaiknya dilakukan untuk menetapkan EnB:
— menentukan tujuan spesifik terkait penggunaan EnB;
— menentukan periode data yang sesuai;
— mengumpulkan data;
— menganalisis data untuk mengembangkan metode normalisasi (jika berlaku);
— menentukan dan mengevaluasi EnB.
7.2 Menentukan periode baseline
Ketika menetapkan EnB, organisasi sebaiknya menentukan periode yang sesuai dengan mempertimbangkan tujuan dan target energi organisasi dan juga sifat operasinya.
Periode baseline sebaiknya cukup panjang untuk memastikan bahwa variabilitas dalam pola operasi diperhitungkan oleh EnPI dan EnB (musiman dalam produksi, pola cuaca, dll.).
Frekuensi pengambilan data suatu organisasi dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan periode baseline yang sesuai.
Tabel 5 menunjukkan periode baseline tipikal untuk dapat dipertimbangkan.
Apabila suatu organisasi berharap untuk memantau EnPI setiap hari, bahkan apabila periode baseline-nya adalah satu tahun, data harian dibutuhkan untuk EnB. Dalam hal ini, EnB diatur untuk satu tahun data harian.
Tabel 5 — Periode baseline tipikal untuk dipertimbangkan
Periode tipikal Deskripsi dan contoh
Satu tahun
Periode baseline yang paling umum adalah satu tahun.
Hal ini dapat menangkap penuh seluruhi kondisi cuaca atau siklus operasi bisnis.
Kurang dari satu tahun
Periode yang lebih pendek boleh digunakan apabila konsumsi energi bersifat musiman (misalnya pabrik pengalengan sayur, resor ski).
Durasi EnB yang pendek juga dapat menjadi penting untuk situasi ketika terdapat kuantitas yang tidak mencukupi dari data historis yang dapat dipercaya, sesuai, atau tersedia.
Lebih dari satu tahun
Musiman atau tren bisnis dapat digabungkan untuk menjadi EnB tahun jamak yang optimal (misalnya suatu kilang anggur ingin mengikuti jejak kinerja energi hanya selama proses crushing dan fermentasi tiap tahun; namun, selama beberapa tahun).
8 Normalisasi
8.1 Konsep normalisasi
Selama operasi fasilitas, perlengkapan, sistem, dan proses pemanfaatan energi mana pun, variabel relevan berubah secara rutin. Sebagai hasilnya, kinerja energi, konsumsi energi, dan efisiensi energi terlihat berfluktuasi. Normalisasi digunakan dalam menghitung EnB untuk memperhitungkan perubahan pada variabel relevan.
Organisasi sebaiknya menetapkan sebuah EnB untuk setiap EnPI menggunakan nilai konsumsi energi dan variabel relevan selama periode baseline. EnB sebaiknya dinormalisasi jika organisasi memiliki data yang mengindikasikan bahwa variabel tertentu secara signifikan memengaruhi kinerja energi.
Organisasi sebaiknya mengukur konsumsi energi aktualnya selama periode pelaporan dan membandingkannya dengan konsumsi energi yang diharapkan. Contoh cara memantau dan mengukur kinerja energi ditunjukkan pada Gambar 1.
Peningkatan kinerja energi dievaluasi oleh organisasi dengan membandingkan nilai EnPI terhadap EnB yang sesuai.
Prosedur bertahap disajikan pada Lampiran D sebagai panduan untuk melakukan normalisasi.
Contoh numerik penerapan prosedur ini diberikan pada Lampiran E dan F.
8.2 Ketidakpastian model
Ketika mengembangkan EnPI dan EnB, organisasi sebaiknya mempertimbangkan ketidakpastian pengukuran dan model energi. Sumber daya tambahan sebaiknya dipertimbangkan demi akurasi yang lebih tinggi.
Organisasi sebaiknya memilih model energi yang akan menghasilkan nilai EnPI dengan ketidakpastian yang sesuai untuk setiap tujuan perbandingan. Dalam pengoperasian fasilitas, perlengkapan, sistem, atau proses pemanfaatan energi, nilai EnPI dibandingkan dengan kriteria operasi (misalnya batas atas dan bawah) dan target energi.
9 Memelihara indikator kinerja energi dan baseline energi 9.1 Umum
Efisiensi energi, konsumsi energi, dan variabel relevan terkait dapat terdampak ketika terjadi perubahan pada fasilitas, perlengkapan, sistem, atau proses pemanfaatan energi.
Organisasi sebaiknya memastikan bahwa EnPI yang ada saat ini, batasannya, dan EnB-nya masih sesuai dan efektif dalam mengukur kinerja energi. Jika tidak lagi sesuai, organisasi sebaiknya meninjau atau mengembangkan EnPI baru dan EnB yang sesuai.
Terdapat beberapa pengujian untuk menentukan kiranya EnPI dan EnB masih sesuai atau valid, termasuk:
a) variabel relevan yang digunakan untuk menentukan konsumsi energi yang diharapkan dari model energi sebaiknya termasuk dalam salah satu dari berikut ini:
1) dalam rentang variabel relevan yang digunakan dalam model;
2) tidak melebihi jumlah standar deviasi yang telah ditentukan dari rata-rata data variabel relevan;
b) mengidentifikasi perubahan besar pada faktor statis yang dapat menjadikan tidak validnya penentuan energi kinerja dalam kondisi setara.
Periode baseline dapat direvisi (misalnya digeser ke periode waktu lain), atau kinerja energi dapat dihitung tanpa mengubah periode baseline.
Tabel 6 mengilustrasikan keadaan yang dapat mempersyaratkan organisasi untuk merevisi EnPI dan EnB terkait.
Tabel 6 — Contoh keadaan yang dapat mempersyaratkan revisi EnB dan EnPI
Perubahan umum Deskripsi dan contoh
Faktor statis
Jika faktor statis (lihat 9.2) berubah, EnB terkait boleh direvisi.
Dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan untuk mengembangkan EnPI dan EnB baru. Uji statistik dapat menetapkan apakah suatu organisasi sebaiknya mengembangkan EnB atau EnPI baru. Sebagai contoh, hal ini dapat mencakup proses produksi besar yang ditambahkan atau dihentikan dan/atau perubahan pada jumlah sif produksi atau modifikasi substansial pada struktur bangunan gedung dan perlengkapan bangunan gedung.
Variabel relevan
Ketika variabel relevan berubah secara signifikan dan beroperasi secara signifikan di luar rentang tempat baseline ditetapkan, maka EnB baru dan EnPI terkait sebaiknya ditetapkan.
Jenis energi
Ketika suatu organisasi mengubah jenis energi yang digunakannya, organisasi tersebut mungkin perlu memodifikasi apa yang sedang ditelusuri (EnPI) dan bagaimana pembobotan faktor tersebut dalam EnB-nya.
Ketersediaan data
Peningkatan pada sistem metering dan pengumpulan data fasilitas dapat menghasilkan tersedianya data yang lebih berkualitas atau munculnya variabel relevan baru.
Revisi EnB dan EnPI mungkin diperlukan.
Frekuensi data
Jika data dikumpulkan pada interval yang lebih teratur atau pada frekuensi yang lebih tinggi, hal ini dapat memungkinkan pengelolaan EnPI dan EnB baru yang lebih efektif.
Periode baseline
Organisasi mungkin ingin memperbarui periode baseline untuk mengunci pencapaian hingga saat ini dan berfokus pada peningkatan kinerja energi saat ini, alih-alih periode yang telah lalu. Keputusan strategis seperti ini memerlukan pembaruan periode baseline ke periode yang lebih terkini (misalnya tahun lalu) untuk dijadikan sebagai titik referensi baru.
Berdasarkan metode yang telah ditentukan sebelumya
Organisasi dapat merasakan manfaat dari mengidentifikasi terlebih dahulu kondisi-kondisi yang dapat memerlukan revisi EnPI dan EnB terkait. Sebagai contoh, banyak organisasi memutakhirkan EnB-nya setiap tahun.
9.2 Perubahan faktor statis
Faktor statis perlu dipertimbangkan jika berubah dan jika perubahan tersebut memengaruhi hubungan antara konsumsi energi dan variabel relevan.
Tabel 7 menjelaskan contoh ketika perubahan faktor statis memerlukan revisi EnPI atau EnB.
Tabel 7 — Perubahan faktor statis yang memerlukan revisi EnPI dan EnB
Skenario Deskripsi dan contoh
Perubahan pada jenis produk
Suatu plant menghasilkan serangkaian produk yang konsisten. Pengenalan produk baru yang mengubah rangkaian produk sebaiknya dianggap sebagai faktor statis.
Perubahan pada sif per hari
Suatu plant memiliki sif produksi tetap per hari. Apabila jumlah sif bertambah atau berkurang, hal ini sebaiknya memerlukan pemeliharaan.
Perubahan pada okupansi bangunan gedung
Suatu bangunan gedung memiliki jumlah penghuni yang relatif stabil. Jika jumlah penghuni meningkat atau berkurang secara signifikan karena penyewaan baru, hal tersebut sebaiknya memerlukan pemeliharaan.
Perubahan pada luas lantai
Suatu bangunan gedung mempunyai luas lantai tetap.
Jika organisasi memperluas bangunan gedung secara signifikan, atau menjual atau menyewakan sebagiannya, hal tersebut sebaiknya memerlukan pemeliharaan.
10 Pemantauan dan pelaporan kinerja energi dan mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi
10.1 Umum
Kinerja energi dapat dipantau menggunakan EnB dan EnPI untuk tujuan berikut:
— untuk memastikan pengendalian operasional proses berjalan efektif;
— untuk mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi;
— untuk memantau progres menuju pencapaian target energi.
Kinerja energi sebaiknya disajikan kepada pengguna berdasarkan kebutuhan dan peran mereka.
10.2 Pemantauan dan pelaporan
Kinerja energi dapat dipantau dengan membandingkan konsumsi energi aktual (nilai EnPI) terhadap konsumsi energi yang diharapkan (EnB) per jam, harian, mingguan, atau bulanan.
Perbandingan bulanan dapat memadai pada tahap awal pengembangan konsep ini.
Beberapa alat dan teknik digunakan untuk memantau dan melaporkan kinerja energi, berdasarkan model energi, antara lain:
— memantau perbedaan antara konsumsi energi aktual dan konsumsi energi yang diharapkan menggunakan bagan tren EnPI (dan variabel relevan);
— memantau jumlah kumulatif (CUSUM) selisih antara konsumsi energi aktual dan yang diharapkan menggunakan diagram tren;
— membandingkan perbedaan antara konsumsi energi aktual dan yang diharapkan dengan suatu target energi (target energi dapat dihitung sebagai persentase pengurangan yang ditargetkan dari konsumsi energi yang diharapkan);
— memantau konsumsi energi dan produksi dengan menggunakan diagram sebar.
Dalam setiap kasus, informasi dapat disajikan dalam grafik atau tabel.
Proses pemantauan kinerja energi menggunakan EnPI bersifat rutin. Jika teramati adanya hasil yang tidak terduga, penyebabnya sebaiknya diinvestigasi dengan:
— menginvestigasi pengendalian operasional peralatan/sistem untuk menentukan penyebab penyimpangan;
— melakukan tindakan korektif untuk mencegah terjadinya kembali penyimpangan jika penyimpangan menyebabkan konsumsi energi berlebihan;
— menentukan penyebab dan mengupayakan memasukkan tindakan ini ke dalam operasi normal jika penyimpangan merupakan hasil dari rendahnya konsumsi yang tidak terduga;
— memastikan bahwa data akurat;
— mempertimbangkan apakah faktor statis telah berubah.
Hasil pemantauan EnPI juga dapat dilaporkan secara ringkas atau rinci.
10.3 Mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi
Organisasi dapat membutuhkan untuk mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi.
Peningkatan kinerja energi sebaiknya dievaluasi dengan membandingkan nilai EnPI terhadap baseline energi yang sesuai.
Hal ini dapat dilakukan di tingkat fasilitas, tingkat SEU, tingkat proses, dll.
Tabel 8 menunjukkan beberapa pendekatan umum untuk memantau dan melaporkan peningkatan kinerja energi.
Tabel 8 — Pemantauan, pelaporan, dan demonstrasi peningkatan kinerja energi
Metode Deskripsi dan contoh Formula
Selisih
Selisih antara nilai EnPI periode pelaporan (𝑅) dengan EnB (𝐵).
Jumlah kumulatif 𝑅 − 𝐵 merupakan teknik yang berguna untuk pemantauan
dan menunjukkan peningkatan.
𝑅 − 𝐵
Persen perubahan
Selisih antara nilai EnPI periode pelaporan (𝑅) dengan EnB (𝐵), dinyatakan
dalam persentase EnB.
[(𝑅 − 𝐵)/𝐵] × 100
Rasio Rasio nilai EnPI periode pelaporan (𝑅)
dan EnB (𝐵). (𝑅/𝐵)
Indeks
Rasio nilai EnPI periode pelaporan (𝑅) dan EnB (𝐵), dinyatakan
dalam persentase.
(𝑅/𝐵) × 100
Keterangan 𝐵 adalah EnB.
𝑅 adalah nilai EnPI periode pelaporan.
Lampiran A
(informatif)Proses perencanaan EnPI dan EnB
Gambar A.1 — Proses perencanaan EnPI dan EnB
Lampiran B
(informatif)Contoh batasan EnPI
Selama proses pengukuran, pemantauan, analisis dan evaluasi kinerja energi, dan demonstrasi peningkatan kinerja energi, penting untuk menemukan bagian sistem produksi yang paling tidak efisien. Suatu batasan EnPI dapat digunakan secara efektif untuk fokus pada bagian sistem produksi tersebut dengan mempersempit batasan.
Sebagai langkah pertama, batasan EnPI adalah keseluruhan organisasi. Dalam kasus seperti ini, batasan target sebaiknya dibagi menjadi beberapa batasan EnPI.
Sebagai langkah-langkah selanjutnya, batasan EnPI sebaiknya dipersempit ke level SEU untuk mengidentifikasi area tempat kinerja energi dapat ditingkatkan.
Gambar B.1 menunjukkan proses pembagian batasan EnPI.
Gambar B.1 — Proses pembagian batasan EnPI
Saat membagi batasan EnPI, organisasi sebaiknya mempertimbangkan bahwa:
a) jumlah pembagian sebaiknya diminimalkan;
b) direkomendasikan agar batasan dimaksud dibagi terlebih dahulu menjadi dua bagian, seperti SEU dan lainnya;
c) fasilitas yang bekerja dengan cara yang sama sebaiknya dikategorikan bersama;
d) fasilitas tersebut dapat dibagi berdasarkan proses (misalnya proses untuk produk X, proses untuk produk Y, dan utilitas);
e) EnB dapat ditetapkan untuk setiap status operasional dari batasan EnPI.
Status operasional mengacu pada production ramp-up, operasi normal, penghentian sementara produksi, penghentian produksi, dll. Secara minimum, organisasi direkomendasikan agar menetapkan setidaknya dua kondisi status operasional EnB: dalam kondisi produksi, dan dalam kondisi nonproduksi.
Lampiran C
(informatif)Contoh indikator kinerja energi
Tabel C.1 memberikan deskripsi mengenai ekspresi EnPI, serta contoh penerapannya.
Tabel ini menguraikan berbagai metode perhitungan EnPI, serta kapan organisasi sebaiknya memilih setiap metode. Semua metode sebaiknya dipelihara secara reguler untuk memastikan hasil yang valid.
© BSN 2024 31 dari 46
Tabel C.1 — Ekspresi EnPI — Penerapan dan contoh
Kategori Kegunaan Tipikal Contoh EnPI dan penerapannya Observasi
Tidak terdapat variabel relevan (metrik sederhana, lihat 6.2.1.2.2)
— Mengukur pengurangan konsumsi energi absolut.
— Memenuhi persyaratan peraturan berdasarkan penghematan absolut.
— Memahami tren konsumsi energi.
— Memantau dan menentukan peningkatan kinerja energi jika tidak terdapat variabel relevan yang memengaruhi konsumsi.
— Nilai energi sebagai EnPI dasar untuk memahami pemanfaatan energi nyata dan menghitung EnPI lainnya.
EnPI:
— Konsumsi energi (kWh, GJ);
— Konsumsi listrik
untuk pencahayaan (kWh);
— Konsumsi bahan bakar untuk boiler (GJ).
— Tidak memperhitungkan pengaruh variabel relevan sehingga memberikan hasil yang menyesatkan untuk sebagian besar penerapan.
— Dapat diperoleh dari meteran/tagihan utilitas.
Satu variabel relevan
(rasio, lihat 6.2.1.2.3)
— Menyatakan efisiensi energi suatu peralatan atau sistem, khususnya dalam kondisi standar atau setara.
— Memantau efisiensi energi sistem yang hanya memiliki satu variabel relevan dan tidak terdapat beban dasar.
— Memenuhi persyaratan regulatori berdasarkan efisiensi energi.
EnPI dan penerapan:
— kWh/t produksi;
— GJ/kuantitas produk;
— l/100 km.
— Dapat sesuai jika terdapat satu variabel relevan dan tidak terdapat beban dasar, dan menyesatkan dalam kasus lain.
— Metrik perhitungan nilai EnPI tipe SEC peningkatan kinerja energi sebaiknya dihindari, kecuali jika dibutuhkan untuk persyaratan legal atau persyaratan lain.
Jika SEC dibutuhkan, merupakan praktik yang baik untuk menyertakan asumsi saat melaporkan nilai-nilai ini.
— Uji statistik mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa tidak terdapat beban dasar dan variabel relevan lain.