• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. Teori 3 PELAYANAN IPE BERBASIS PCC. Rev.

N/A
N/A
Yasmin Ayu Maharani

Academic year: 2025

Membagikan "4. Teori 3 PELAYANAN IPE BERBASIS PCC. Rev."

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PELAYANAN IPE BERBASIS PATIENT CENTER DAN

CASE MANAGEMEN

Ns. RIYANTO, M.Kep., Sp.Kom.

TIM PKNT POLTEKKES. KEMENKES. BANDUNG 13 Januari 2025

(2)

TUJUAN UMUM :

Setelah sesi ini mahasiswa mampu memahami pelayanan IPE berbasis Patient Centered Care (PCC)

TUJUAN KHUSUS :

Setelah sesi ini mahasiswa dapat :

1. Menjelaskan pengertian PCC (Patient Centered Care)

2. Menjelaskan model tradisional pelayanan kesehatan dan model PCC

3. Menjelaskan konsep inti dari PCC 4. Menjelaskan manfaat PCC

5. Menjelaskan tujuan dan karakteristik manajemen kasus 6. Menjelaskan keuntungan manajemen kasus.

7. Menguraikan aplikasi klinis dalam manajemen kasus

8. Menjelaskan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan

masalah

(3)

Patient Centered Care (PCC) merupakan paradigma baru dalam pemberian pelayanan pada pasien. Paradigma Patient Safety merupakan paradigma yang merubah cara

untuk pandang semua petugas kesehatan

mencapai kesuksesan dalam pemberian

pelayanan kesehatan. Patient Centered Care

merupakan aplikasi dari patient safety.

(4)

Pengertian PCC menurut The Institute of Medicine (IOM)

adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang

MENCIPTAKAN HUBUNGAN KERJASAMA YANG BAIK diantara

PRAKTISI KESEHATAN, PASIEN, DAN KELUARGANYA (jika

diperlukan) untuk menjamin bahwa keputusan yang dibuat

MENGHORMATI KEINGINAN Pasien, KEBUTUHAN pasien,

PILIHAN pasien, menjamin pasien MENDAPATKAN

PENGETAHUAN serta mendukung pasien untuk MENGAMBIL

KEPUTUSAN DAN BERPARTISIPASI DALAM PERAWATAN

MEREKA SENDIRI (Shaller, D, 2007).

(5)
(6)

Model Tradisional Pelayanan Kesehatan (Lumenta.2012)

DOKTER perawat

apoteker

PASIEN

Analis

fisioterapi

tenaga

kes.lain

ahli gizi Model tradisional

pelayanan kesehatan ini, dimana pasien dan

keluarga “dibangun”

patuh tanpa syarat

kepada keahlian pada profesional layanan kesehatan yang

paternalistik.

(7)

Model Patient Centered Care (Lumenta, 2012)

PASIEN AHLI GIZI

PROMKES

KESLING

BIDAN

PERAWAT TLM

APOTEKER FISIOTERAPI

DOKTER

NAKES. LAIN.

Model patient

centered care : pendekatan yang

lebih modern dalam

pelayanan kesehatan

sekarang.

(8)

Konsep Inti Patient Centered Care

02. Partisipasi

anggota keluarga 04. Interdisiplin

1. Penghormatan

dan martabat 03. Perspektif para pemberi asuhan

05.

Interprofesional

collaboration

06. Personalized care

07. Pendekatan PCC merupakan bagian yang penting dalam pengambilan

keputusan dalam

pengobatan.

(9)

Dimensi Patient Centered Care (Gerteis et al, 1993)

1) Menghormati nilai,preferensi, dan kebutuhan pasien

Koordinasi dan integrasi dalam memberikan perawatan

Bekerja dalam pendekatan multidisiplin

Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan perawatan klinis; layanan tambahan dan dukungan; dan perawatan pasien sebagai

‘garis depan’

Melibatkan pasien dan keluarga dalam proses perencanaan, pengambilan keputusan dan

peningkatan kualitas di tingkat organisasi

2) Koordinasi dan integrasi dalam memberikan perawatan

Bekerja dalam pendekatan multidisiplin

Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan perawatan klinis; layanan tambahan dan dukungan; dan perawatan pasien ‘garis depan’

Melibatkan pasien dan keluarga dalam proses perencanaan, pengambilan

keputusan dan peningkatan kualitas di tingkat organisasi

(10)

Memberikan informasi yang akurat dan mudah dimengerti tentang perawatan, dan intervensinya

Mendengarkan secara aktif pasien dan keluarga

Memberikan sentuhan dan berbicara secara terapeutik bila diperlukan

4) Kenyamanan fisik

Mempromosikan lingkungan rumah sakit yang nyaman dan mendukung

Menyediakan manajemen gejala yang tepat waktu, disesuaikan, dan ahli

Menyediakan perawatan kesehatan dasar yang mendukung dan memelihara fungsi tubuh normal

3) Komunikasi, Informasi, dan Edukasi

/KIE 5) Dukungan emosional dan

pengentasan rasa takut dan kecemasan

• Mendengarkan pasien dengan perhatian penuh

• Memberikan informasi yang jelas, tepat waktu dan bermakna mengenai penyakit

• Peduli dan empati

6) Keterlibatan keluarga dan teman

• Memberikan informasi yang cukup mengenai penyakit pasien

• Menghormati dan mengakui dukungan

keluarga dan teman dalam perawatan pasien

• Menyediakan lingkungan yang mendukung

(11)

Melibatkan pasien dan keluarga dalam perencanaan

Menyediakan informasi dan edukasi yang jelas tentang tanda bahaya yang harus

diperhatikan, siapa yang harus dihubungi jika ada pertanyaan, apa yang harus

dilakukan dalam keadaan darurat,

bagaimana menangani perawatan, dan obat- obatan dll

Merujuk pasien ke pusat kesehatan yang sesuai dengan instruksi/ kondisi/ kebutuhan ut Pasien

Instruksi yang jelas di seluruh organisasi sangat penting untuk kesuksesan

7) Transisi dan kontinuitas perawatan

Memberikan informasi tentang akses lokasi rumah sakit terdekat, klinik, perawat praktek mandiri atau dokter praktek. Dan Alternatif pelayanan yang diperoleh di dokter praktik, praktik mandiri perawat, klinik maupun polindes.

Memberikan informasi yang jelas tentang layanan khusus yang dapat diakses oleh pasien. Layanan khusus dapat berupa

kelompok dukungan sebaya, misalnya pada pasien HIV/AIDS atau pasien TBC, DM dll.

8) Akses pelayanan

(12)

Pelayanan IPE berbasis PCC : klien individu, keluarga dan masyarakat

individu/

klg/masy

AHLI GIZI

PROMKES

KESLING

BIDAN PERAWAT

TLM

APOTEKER

1. Meningkat kepuasan klien/klg/masy 2. Meningkat kepuasan tenaga

kesehatan

3. Meningkatkan wkt konsultasi 4. Meningkatkan status emosional 5. Meningkatkan kepatuhan thd

intervensi

6. Meningkatkan pemberdayaan klien,/

klg /masy

7. Mengurangi tingkat keparahan gejala 8. Mengurangi biaya perawatan

kesehatan

0UTPUT

(13)

Manajemen kasus merupakan proses kolaboratif dalam pengkajian, perencanaan, koordinasi dan implementasi, monitoring dan evaluasi pelayanan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan klien melalui komunikasi dan penyesuaian dgn ketersediaan sumber untuk

meningkatkan kualitas hasil pelayanan dengan biaya yang terjangkau (CMSA, 1995)

Manajemen kasus adalah proses yang berfokus pada identifikasi kebutuhan klien, menyesuaikan antara kesehatan dengan sumber yang tersedia pada klien dan komunitas, pelayanan dengan biaya yang

terjangkau, monitoring hasil dan kesesuaian antara kebutuhan klien dengan sumber-sumber yang tersedia (Conti, 1996).

MANAJEMEN KASUS

(14)

CASE MANAGEMENT

Team multidisiplin → tanggung jawab secara kolaboratif dalam :

🞑 Kajian kebutuhan Klien

🞑 Menetapkan Rencana Tindakan

🞑 Implementasi dan koordinasi

🞑 Monitoring- Evaluasi

(15)

DALAM CASE MANAJEMEN DIBUTUHKAN....

1. Case manager

➢ untuk menjalankan fungsi koordinasi dan monev pelayanan kolaborasi

2. Critical/Clinical pathway

➢ Panduan alur penanganan klien secara terintegrasi

(16)

TUJUAN MANAJEMEN KASUS

1. Memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas 2. Mencapai hasil sesuai rencana

3.Mengurangi fragmentasi pelayanan 4.Meningkatkan kualitas hidup

5. Mengurangi biaya dengan memberikan pelayanan yang lebih efisien

6. Memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia

(17)

KARAKTERISTIK MANAGEMEN KASUS

1. Fokus pada pelayanan klien → Secara primer meningkatkan status kesehatan klien dengan melibatkan dan mempertimbangkan kebutuhan anggota

2. Koordinasi, Kolaborasi dan kooperatif → Pendekatan multidisiplin, memerlukan koord., kooperatif diantara berbagai disiplin ilmu

3. Orientasi pada hasil → difokuskan pada pencapaian tujuan sesuai kebutuhan

4. Efisiensi sumber daya → biaya terjangkau

untuk memenuhi kebutuhan klien

(18)

KEUNTUNGAN MANAJEMEN KASUS

Keuntungan bagi klien

1. Meningkatkan koordinasi pelayanan yang efektif

2. Membantu mengurangi kebingungan thd kompleksitas sistem Yankes

3. Klien terbantu untuk memperoleh kebutuhan akan pelayanan yang dapat dijangkau.

4. Secara efektif dapat meningkatkan hasil pelayanan kesehatan

klien dan Memberi perhatian seluruh kebutuhan kesehatan klien

(19)

Keuntungan bagi pemberi pelayanan kesehatan

1. Menekankan pelayanan sesuai dengan biaya yang terjangkau,

2. Meminimalkan hospitalisasi untuk kebutuhan yang dapat diatasi pada tatanan pelayanan di komunitas.

3. Mencegah rehospitalisasi jika kebutuhan pelayanan kesehatan dilakukan secara adekuat di tatanan

komunitas.

4. Biaya pelayanan dapat diminimalkan karena

manajemen kasus dapat mengurangi adanya

duplikasi dari pelayanan.

(20)

Langkah-langkah manajemen kasus dalam pelayanan keperawatan keluarga

a. seleksi kasus,

b. pengkajian kebutuhan pelayanan,

c. perencanaan kebutuhan pelayanan klien,

d. pelaksanaan koordinasi pemenuhan kebutuhan pelayanan,

e. pemantauan dan evaluasi penyediaan

pelayanan multidisiplin

(21)

KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PEMBERDAYAAN (EMPOWERMENT)

TO GIVE POWER OR AUTHORITY TO

TO GIVE ABILITY OR ENABLE TO

MEMBERI KEKUASAAN ATAU MENDELEGASIKAN KEWENANGAN, AGAR MASYARAKAT MEMILIKI KEMANDIRIAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

UNTUK MEMBANGUN DIRI DAN LINGKUNGANNYA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN, MELALUI PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN,

AGAR KONDISI KEHIDUPAN MENCAPAI TINGKAT KEMAMPUAN YG DIHARAPKAN

KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

TUJUAN PEMBERDAYAAN:

MENINGKATKAN DAYA DALAM SELURUH ASPEK

KEHIDUPAN

PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT:

EKONOMI, SOSIAL BUDAYA, POLITIK, DAN LINGKUNGAN

(22)

Penyadaran Peningkatan Pendayaan Kapasitas Pendayaan

Tahapan Pemberdayaan

(23)

Cara melakukan Pemberdayaan

➢ M e m b a n t u masyarakat dalam menemukan masalahnya

➢ M e l a k u k a n analisis terhadap permasalahan secara mandiri

➢ M e n c a r i penyelesaian masalah melalui pendekatan s o c i a l kultural yang ada di masyarakat

➢ M e l a k s a n a k a n tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah

➢ M e n g e v a l u a s i seluruh rangkaian dan

proses pemberdayaan

(24)

KESIMPULAN

1.Tenaga kesehatan yg terlibat dlm mengatasi kasus individu/keluarga/masy harus memahami

a.Konsep penyakit ( definisi, penyebab,gejala/tanda, patofisiologi,dll)

b. Kompetensi antar profesi (etik dan kolaborasi, peran msg2 profesi, komunikasi antar profesi dan kerjasama tim)

c.Konsep inti PCC(martabat dan respek,berbagi informasi, partisipasi dan kolaborasi) 2. Bersama-sama mengkaji/mengumpulkan data klien (individu/keluarga/masyarakat) 3. Merumuskan dan memprioritaskan masalah kesehatan di wilayah

Contoh: masalah DBD, stunting, masalah PHBS, covid-19 dll....

4. Perencanaan : perencanaan pemecahan mas. kesehatan klien (individu/keluarga/

masyarakat) terdiri dari tujuan yang mencakup tujuan umum dan khusus, rencana tindakan & evaluasi. Tujuan dirumuskan secara spesifik (SMART) artinya dapat diukur (measurable), dicapai(achivable), rasional (rationale) & menujukkan waktu (time).

5. Pelaksanan → pelaksanaan merupakan serangkaian tindakan kepada klien (Individu/ keluarga/ masyarakat) berdasarkan perencanaan sebelumnya.

6. Penilaian, untuk menilai keberhasilan tindakan yang direncanakan.

(25)

Terimakasih

Referensi

Dokumen terkait