5S METODE EFEKTIF
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS KERJA PT. SUDHAR COLD-STORAGE TEAM
Ade Hasan
PT. Hayashi Partindo Makmur KARAWANG, 26 FEBRUARI 2025 LPK HAYASHI
SESION PELATIHAN
Perundang-
undangan tentang
Ketenagakerjaan 5S
Landasan Hukum Pelatihan Bagi Karyawan
UU 13 2003 tentang Ketenagakerjaan
Pasal 11 Setiap tenaga kerja berhak untuk
memperoleh dan/ atau meningkatkan
dan/ atau mengembangkan kompetensi
kerja sesuai dengan bakat, minat, dan
kemampuannya melalui pelatihan kerja.
Saat ini bukan cuma satu perundang-undangan saja yang mengatur K3.
Beberapa undang-undang K3 yang menjadi payung hukum terselenggaranya praktik K3 di lingkungan kerja adalah:
1. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja yang menjadi aturan pokok K3 karena membahas pengaturan kewajiban perusahaan dan pekerja dalam menjalankan keselamatan kerja.
2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 4 Tahun 1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).
3. UU No. 23 tahun 1992 mengenai Kesehatan. Di dalamnya tercantum kewajiban bagi perusahaan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan badan, kondisi mental, dan
kemampuan fisik pekerja, baik yang baru maupun yang hendak dipindahkan ke tempat kerja baru sesuai sifat dan jenis pekerjaan masing-masing. Begitu pula dengan kebijakan pemeriksaan kesehatan karyawan secara
berkala dan kewajiban mengenakan alat pelindung diri (APD) secara benar dan tepat sesuai peraturan.
4. UU No. 3 tahun 1992 mengenai Jaminan Sosial Tenaga Kerja, yang kemudian berubah menjadi Sistem Jaminan Sosial Nasional sesuai UU No. 40 tahun 2004 dan salah satu poinnya membahas jaminan kecelakaan kerja.
5. Keputusan Presiden No. 22 tahun 1993 mengenai Penyakit yang Timbul Akibat Hubungan Kerja.
6. Peraturan Menteri No. 5 tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3).
7. UU No. 13 tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan.
Secara khusus ada pasal 86 yang menekankan hak pekerja dalam memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja.
8. Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
9. Peraturan Presiden No. 7 tahun 2019 mengenai Penyakit Akibat Kerja.
10. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 tahun 2018 mengenai K3 Lingkungan Kerja.
1. UU No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
2. Peraturan Presiden No 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan
3. Peraturan Presiden No 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No 82 Tahun 2018
4. PP No.86/2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Bagi Pemberi Kerja Selain
Penyelenggara Negara
5. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua
Dasar Hukum Jaminan Sosial Tenaga Kerja
MATERI 5S
Latar Belakang
Banyak Tim Kerja tidak menyadari, jika tidak menerapkan 5S:
Perilaku tidak peduli / tidak cepat tanggap terhadap kebersihan, kerapihan, keringkasan.
Membiarkan potensi bahaya, membiarkan kerja tidak nyaman, membiarkan peralatan rusak, membiarkan barang-barang bercampur sehingga menyulitkan Penyimpanan peralatan tidak rapi
Lambat mencari peralatan yang dibutuhkan karena sering tidak berada di tempat yang seharusnya
Penyimpanan alat kerja tidak ringkas
Banyak barang yang tidak menunjang pada pekerjaan karena tidak dipilah
Area kerja kotor, berantakan tidak resik
Menghambat pekerjaan, lingkungan kerja tidak sehat, berpotensi bahaya
Tidak merawat peralatan kerja dan area kerja Alat kerja cepat rusak, menggangu waktu kerja,
Kerja Lambat
hasil kerja jelek Sering sakit
Peralatan Cepat rusak
Kecelakaan kerja Tim kerja malas
Tim gak solid Gak cepat tanggap
jorok
Penilaian BURUK dari pelanggan
Tidak ada Kepercayaan dari pelanggan Kira-kira apa yang akan terjadi nanti???
Mengakibatkan:
Mulitple Effect
Contoh Kecil dampak yang diakibatkan oleh perilaku buruk dalam bekerja yang
Tidak menerapkan 5S
Tidak menerapkan SEITON (Rapi) dan SEIRI (ringkas)
Mengakibatkan:
1. Sulit mencari benda yang diinginkan
2. Barang mudah pecah bisa cepat rusak
3. Sulit bercampur dengan
barang-barang yang diperlukan
Shield Cable robek salah satu akibat tidak rapi
Mengakibatkan:
1. Resiko tersengat arus Listrik 2. Terjadi arus pendek Ketika
nempel dengan medan Listrik 3. Pekerjaan terhambat
Hmmmm CAPEK DEEECH…
TUJUAN PENERAPAN 5S ADALAH:
MENINGKATKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA
a. Mengurangi risiko kecelakaan akibat area kerja yang
berantakan atau peralatan yang tidak tertata dengan baik
b. Menjaga kebersihan untuk mencegah bahaya kesehatan MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA
a. Mengurangi waktu yang terbuang untuk mencari alat atau material
b. Mengoptimalkan tata letak tempat kerja agar lebih fungsional
MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK ATAU LAYANAN
a. Mengurangi kesalahan akibat lingkungan kerja yang tidak teratur
b. Menstandarisasi cara kerja
untuk mencapai hasil yang lebih konsisten
MEMBANGUN BUDAYA KERJA YANG DISIPLIN DAN
BERTANGGUNG JAWAB
a. Menanamkan kebiasaan kerja yang lebih rapi dan teratur b. Membantu menciptakan
lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi semua pekerja
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS
a. Memastikan semua alat dan material berada di tempat yang mudah diakses
b. Mengurangi gangguan dan hambatan dalam proses kerja
Seiton (Rapi)
Menentukan tata letak yang tertata rapi sehingga kita selalu menemukan barang yang diperlukan: “
“Setiap barang yang berada di tempat
kerja mempunyai tempat yang pasti”
Tools Box
Seiton (Rapi)
Penyimpanan peralatan secara terkelompok sesuai jenisnya dengan rapi.
Memudahkan pencarian
Seiri (Ringkas)
Memisahkan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan serta membuang yang tidak diperlukan:
“Singkirkan Barang-barang yang tidak
diperlukan dari tempat kerja”.
Work Tools
Seiri (Ringkas)
Seiso (Resik)
Menghilangkan sampah kotoran dan
barang asing untuk memperoleh tempat
kerja yang lebih bersih. Pembersihan
dengan cara inspeksi: “Bersihkan segala
sesuatu yang ada di tempat kerja”
Area Kerja
Seiso (Bersih)
Pembersihan dilakukan sebelum memulai bekerja agar nyaman saat melakukan pekerjaan.
Pembersihan dilakukan setelah pekerjaan pokok selesai,
membuat citra positif pada Perusahaan sebagai Perusahaan yang peduli pada Kesehatan lingkungan.
Seiketsu (Rawat)
Memelihara barang dengan teratur rapi dan
bersih juga dalam aspek personal dan
kaitannya dengan polusi: “Semua orang
memperoleh informasi yang dibutuhkannya
di tempat kerja, tepat waktu”
Alat Kerja
Seiketsu (Rawat)
Terawat Tak terawat
Shitsuke (Rajin)
Melakukan sesuatu yang benar sebagai
kebiasaan: “Lakukan apa yang harus
dilakukan dan jangan melakukan apa yang
tidak boleh dilakukan”
Rajin bersih-bersih alat kerja untuk menjamin
usia pakai alat-alat kerja lebih lama Cepat tanggap Ketika terdapat potensi bahaya