• Tidak ada hasil yang ditemukan

6._BAB_I_TUGIARTI_.docx - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "6._BAB_I_TUGIARTI_.docx - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut Undang-Undang RI No.13 tentang Kesehatan, lanjut usia adalah seseorang yang mencapai usia >60 tahun. Semakin bertambah tua umurnya, proporsi lansia yang mengalami keluhan kesehatan semakin besar. Lansia rentan mengalami penyakit yang berhubungan dengan proses menua salah satunya hipertensi yang disebabkan karena menurunnya kemampuan sistem kardiovaskuler. Hipertensi pada lansia merupakan peningkatan tekanan darah yang melebihi 140 untuk tekanan sistolik dan 90 untuk tekanan diastolik (Hartono, 2013:164).

Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung koroner, gagal ginjal, kebutaan bahkan stroke. Komplikasi hipertensi menyebabkan sekitar 9,4 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Hipertensi menyebabkan setidaknya 45% kematian karena penyakit jantung dan 51%

kematian karena penyakit stroke (Infodatin Jantung, 2014:4). Komplikasi hipertensi disebabkan oleh hipertensi yang tidak terkontrol. Salah satu faktor yang menyebabkan hipertensi tidak terkontrol adalah ketidakpatuhan pasien meminum obat yang telah diresepkan. Kepatuhan pasien merupakan faktor utama penentu keberhasilan terapi pada penyakit hipertensi.

Kepatuhan serta pemahaman yang baik dalam menjalankan terapi dapat mempengaruhi tekanan darah dan secara bertahap mencegah terjadi komplikasi.

Sehingga dalam jangka panjang resiko kerusakan organ-organ penting tubuh

1

(2)

2

seperti jantung, ginjal, dan otak dapat dikurangi. Menurut laporan WHO pada tahun 2003, kepatuhan rata-rata pasien pada terapi jangka panjang terhadap penyakit kronis di negara maju hanya sebesar 50% sedangkan di negara berkembang, jumlah tersebut bahkan lebih rendah (BPOM, 2006:1).

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, penyakit terbanyak pada lanjut usia adalah hipertensi. Dengan prevalensi 45,9% pada usia 55-64 tahun, 57,6% pada usia 65, 74% dan 63,8% pada usia ≥ 75 tahun (Infodatin Jantung, 2014:4). Menurut data Riskesdas Provinsi Jawa Timur prevalensi penyakit hipertensi mencapai 26,2%. Prevalensi penyakit hipertensi tertinggi terdapat pada kelompok usia ≥ 75 tahun yaitu 62,4% (BPPK Kemenkes, 2013). Komplikasi hipertensi menyebabkan sekitar 9,4 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

Hipertensi menyebabkan setidaknya 45% kematian karena penyakit jantung dan 51% kematian karena penyakit stroke.

Angka prevalensi penyakit hipertensi di kota Malang tahun 2014 sebanyak 258.007 penderita, ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2013 sebanyak 51.101 penderita dan dibanding tahun 2012 sebanyak 37.951 penderita.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan bahwa jumlah pasien hipertensi cukup tinggi dan salah satunya berasal di Puskesmas Kendalsari Kota Malang pada tahun 2015 sebanyak 6.000 lebih penderita dan merupakan jumlah tertinggi dibandingkan dengan Puskesmas lainnya (Dinkes Kota Malang, 2014). Menurut studi kasus yang telah dilakukan pada tanggal 12 Maret 2018 di Puskesmas Kendalsari didapat data bahwa klien dengan hipertensi periode Januari-Desember 2017 diantara 1000 pasien yang kontrol rutin tiap bulan 363 orang, kontrol tetapi tidak rutin 421 orang dan yang tidak kontrol 216 orang.

(3)

3

Berdasarkan penjelasan diatas penulis tertarik untuk mengambil karya tulis ilmiah asuhan keperawatan pada klien hipertensi dengan masalah kepatuhan minum obat di Puskesmas Kendalsari Malang agar dapat memberikan asuhan keperawatan pada penderita lebih lanjut sehingga dapat mencegah komplikasi hipertensi.

1.2 Batasan Masalah

Masalah pada studi kasus ini dibatasi pada: asuhan keperawatan hipertensi pada lansia dengan masalah kepatuhan minum obat di Puskesmas Kendalsari Malang.

1.3 Rumusan Masalah

Bagaimanakah asuhan keperawatan hipertensi pada lansia dengan masalah kepatuhan minum obat di Puskesmas Kendalsari Malang?

1.4 Tujuan

1.4.1 Tujuan Umum

Melaksanakan asuhan keperawatan hipertensi pada lansia dengan masalah kepatuhan minum obat di Puskesmas Kendalsari Malang.

1.4.2 Tujuan Khusus

Tujuan khusus penulisan karya tulis ilmiah ini adalah:

a. melakukan pengkajian keperawatan hipertensi pada lansia dengan masalah kepatuhan minum obat di Puskesmas Kendalsari Malang;

b. menetapkan diagnosis keperawatan hipertensi pada lansia dengan masalah kepatuhan minum obat di Puskesmas Kendalsari Malang;

(4)

4

c. menyusun perencanaan keperawatan hipertensi pada lansia dengan masalah kepatuhan minum obat di Puskesmas Kendalsari Malang;

d. melaksanakan tindakan keperawatan hipertensi pada lansia dengan masalah kepatuhan minum obat di Puskesmas Kendalsari Malang;

e. melakukan evaluasi keperawatan hipertensi pada lansia dengan masalah kepatuhan minum obat di Puskesmas Kendalsari Malang.

1.5 Manfaat 1.5.1 Bagi Penulis

Karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat memperkaya referensi tentang asuhan keperawatan pada penderita hipertensi dengan masalah kepatuhan minum obat.

1.5.2 Bagi Institusi

Diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam melakukan asuhan keperawatan bagi penderita hipertensi.

1.5.3 Bagi Perawat

Diharapkan karya tulis ilmiah ini dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk mencegah dan mengatasi kasus hipertensi yang berhubungan dengan kepatuhan pasien minum obat.

1.5.4 Bagi Klien

Diharapkan karya tulis ilmiah ini dapat menambah pengetahuan tentang kepatuhan meminum obat terhadap keberhasilan penyembuhan pada pasien hipertensi.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Edy Waliyo dan Shelly Festilis Agusanty pada tahun 2016 di Puskesmas Sei Ambawang tentang uji coba kartu pemantauan minum tablet darah Fe

Berdasarkan fenomena diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Pendidikan Kesehatan Media Lembar Balik Tentang Kepatuhan Minum Obat Untuk Meningkatkan

Berdasar latar belakang, peneliti tertarik ingin mengadakan penelitian di RS Lavalette karena pasien stroke disertai hipertensi berjumlah lebih dari satu, peneliti juga ingin mengetahui

karena itu pada Karya Tulis Ilmiah ini tertarik mengambil judul Gambaran aktivitas sehari-hari pada lansia paska stroke sebelum dan sesudah di berikan latihan range of motion ROM di

Bagi Institusi Kesehatan Rumah Sakit/Puskesmas/Pelayanan Kesehatan Proposal Karya Tulis Ilmiah ini dapat menjadi masukan untuk instansi terkait sebagai bahan untuk memberikan gambaran

Dari penjelasan di atas peneliti tertarik untuk meneliti untuk meneliti perbedaan pengaruh teknik relaksasi modifikasi dan napas dalam terhadap fungsi ventilasi pulmonal pada pasien

Dari data yang diperoleh Dinas Kesehatan Kota Malang dengan menurunnya AKI dan masih tingginya AKB di wilayah Kota Malang ini membuat penulis tertarik ingin melakukan asuhan yang

Kepatuhan diet penderita hipertensi sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam terapi dietnya, karena terapi diet rendah garam bertujuan untuk membantu menurunkan tekanan darah