K
RITERIASMK3 A
UDIT√
E
LEMEN&
PP 50_2012
?
E
LEMEN Dari kata element.▪ Digunakan dalam ilmu kimia yang berarti unsur atau zat tunggal, yaitu zat yang daripadanya tidak dapat dipisahkan dari
suatu zat lain yang berlainan sifatnya dari zat itu sendiri;
▪ Anasir: yang ditentukan jenisnya seperti elemen jahat/baik/indah dll.
Kamus popoler.
Istilah yang digunakan dalam audit SMK3 untuk membagi kelompok
penilaian terhadap prinsip dasar/fungsi yang saling berhubngan satu sama lain.
Satu elemen terdiri dari satu atau lebih kriteria penilaian
K
RITERIA Dari kata criterion – n (pl. Criteria)▪ a standard of judgement
▪ means by which a thing is judged or tested
Oxford Dictionary
Istilah yang digunakan dalam audit
SMK3 untuk menilai kondisi yang ada di tempat kerja dengan diskripsi yang
tertuang dalam indikator penilaian audit SMK3
NO ELEMEN SUB ELEMEN KRITERIA 1. Pembangunan dan pemeliharaan
komitmen
4 26
2. Strategi Pendokumentasian 4 14
3. Peninjauan ulang perancangan (Design) dan Kontrak
2 8
4. Pengendalian Dokumen 2 7
5. Pembelian 4 9
6. Keamanan bekerja berdasarkan SMK3 9 41
7. Standar Pementauan 4 17
8. Pelaporan dan Perbaikan Kekurangan 4 9
9. Pengelolaan Material dan
Perpindahannya 3 12
10. Pengumpulan dan Penggunaan Data 2 6
11. Audit SMK3 1 3
12. Pengembangan Keterampilan dan
Kemampuan. 5 14
12 ELEMEN 44 166
E
LEMEN, S
UBE
LEMEN DANK
RITERIAA
UDITSMK3
NO ELEMEN PP 50/2012
SUB ELEMEN ∑ krit
1. Pembangunan dan Pemeliharaan
Komitmen
1.1 Kebijakan K3;
1.2 Tanggungjawab dan Wewenang Untuk Bertindak;
1.3 Tinjauan dan Evaluasi;
1.4 Keterlibatan dan Konsultasi dengan Tenaga Kerja.
(5) (7) (3) (11) 2. Pembuatan dan
Pendokumentasian Rencana
2.1 Rencana Strategi K3;
2.2 Manual SMK3;
2.3 Peraturan Perundangan dan Persyaratan lain di Bidang K3.
2.4 Informasi K3
(6) (3) (4) (1)
E
LEMEN, S
UBE
LEMEN DANK
RITERIAA
UDITSMK3
NO ELEMEN PP 50/2012
SUB ELEMEN ∑ krit
3. Pengedalian
Perancangan dan Peninjauan Kontrak
3.1 Pengendalian Perancangan;
3.2 Peninjauan Kontrak. (5) (9) 4. Pengendalian
Dokumen 4.1 Persetujuan, Pengeluaran dan Pengendalian Dokumen;
4.2 Perubahan dan Modifikasi Dokumen
(5) (3) 5. Pembelian dan
Penendalian Produk
5.1 Spesifikasi Pembelian Barang dan Jasa;
5.2 Sistem Verifikasi Barang dan Jasa Yang Telah Dibeli
5.3 Pengedalian Barang dan Jasa Yang Dipasok Pelanggan;
5.4 Kemampuan Telusur Produk
(5) (1) (1) (2)
NO ELEMEN PP 50/2012
SUB ELEMEN ∑ krit
6. Keamanan Bekerja Berdasarkan SMK3
6.1 Sistem Kerja;
6.2 Pengawasan;
6.3 Seleksi dan Penempatan Personil;
6.4 Area Terbatas;
6.5 Pemeliharaan, Perbaikan dan Perubahan Sarana Produksi;
6.6 Pelayanan;
6.7 Kesiapan Untuk Menangani Keadaan Darurat;
6.8 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan;
6.9 Rencana dan Pemulihan Keadaan Darurat
(8) (5) (2) (4) (10)
(2) (7) (2) (1) 7. Standar Pementauan 7.1 Pemeriksaan Bahaya;
7.2 Pemantauan/Pengukuran Lingkungan Kerja;
7.3 Peralatan Pemeriksaan/Inspeksi, Pengukuran dan Pengujian;
7.4 Pemantauan Kesehatan Tenaga Kerja
(7) (3) (2) (5)
NO ELEMEN PP 50/2012
SUB ELEMEN ∑ krit
8. Pelaporan dan Perbaikan
Kekurangan
8.1 Pelaporan Bahaya;
8.2 Pelaporan Kecelakaan;
8.3 Pemeriksaan dan Pengkajian Kecelakaan;
8.4 Penanganan Masalah;
(1) (1) (6) (1) 9. Pengelolaan Material
dan Perpindahannya 9.1 Penanganan Secara Manual dan Mekanis;
9.2 Sistem Pengangkutan,
Penyimpanan dan Pembuangan;
9.3 Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya;
(4) (3) (5) 10. Pengumpulan dan
Penggunaan Data 10.1 Catatan K3;
10.2 Data dan Laporan K3. (4) (2)
NO ELEMEN PP 50/2012
SUB ELEMEN ∑ krit
11. Pemeriksaan SMK3 11.1 Audit Internal SMK3. (3) 12. Pengembangan
Keterampilan dan Kemampuan
12.1 Strategi Pelatihan;
12.2 Pelatihan Bagi Manajemen dan Penyelia;
12.3 Pelatihan Bagi Tenaga Kerja;
12.4 Pelatihan Pengenalan dan
Pelatihan Untuk Pengunjung dan Kontraktor;
12.5 Pelatihan Keahlian Khusus.
(7) (2) (3) (1)
(1)
Lampiran II - Tabel 2 KATAGORI
PERUSAHAAN
TINGKAT PENCAPAIAN PENERAPAN
0 – 59 % 60 – 84 % 85 – 100 % Tingkat Awal
(64 kriteria) Kurang Baik Memuaskan Tingkat Transisi
(122 kriteria) Kurang Baik Memuaskan
Tingkat Lanjutan
(166 kriteria) Kurang Baik Memuaskan
KEBERHASILAN = TC – TNC X 100 %
TC
P
ENILAIANT
INGKATP
ENERAPANSMK3
1. KATAGORI MINOR
Ketidak konsistenan dlm pemenuhan persyaratan per. per-uu-an, standar, pedoman, dan acuhan lainnya.
2. KATAGORI MAJOR
a) tidak memenuhi ketentuan peraturan per- uu-an
b) Tidak melaksanakan salah satu prinsip SMk3; dan
c) Terdapat temuan minor untuk 1 kriteria audit di beberapa lokasi
3. KATAGORI KRITIKAL
Temuan yg mengakibatkan fatality/kematian
PENILAIAN
HASIL AUDIT
SMK3
BERDASARKA N KRITERIA MENURUT SIFATNYA
TERDIRI DARI
3 KATAGORI
K
ETENTUANP
ENILAIANH
ASILA
UDITDalam hal penilaian termasuk kategori kritikal atu mayor, dinilai balum berhasil menerapkan SMK3 dan panilaian tidak mengacu tabel 2
Kategori Kritikal Kategori Mayor Kategori Minor
Temuan pada peralatan / mesin / pesawat / instalasi / bahan, cara kerja, sifat kerja, lingkungan kerja dan proses kerja yang dapat
menimbulkan korban jiwa
Tidak memenuhi peraturan perundangan di bidang K3
Ketidak konsistenan dalam pemenuhan persyaratan peraturan perundangan , standar, pedoman dan acuan lainnya
Tidak melaksanakan salah satu prinsip SMK3
Terdapat temuan minor untuk satu kriteria audit di beberapa lokasi
Tindakan koreksi paling lambat dalam jangka waktu 1 x 24 jam
Tindakan koreksi paling lambat dalam jangka waktu 1 (satu) bulan
Penilaian Audit SMK3
Permenakertrans No. PER. 26/Men/2014
166 K
RITERIASMK3
A
UDITPP 50 TH. 2012 L
AMPIRANII
Tabel 1- Lampiran II
K
RITERIA PADAT
INGKATP
ENERAPANSMK3
NO ELEMEN
TINGKAT AWAL (64 Kriteria)
TINGKAT TRANSISI
(Seluruh tingkat awal dan transisi)
(122 Kriteria)
TINGKAT LANJUTAN
(Seluruh tingkat awal, transisi dan lanjutan)
(166 Kriteria)
1 2 3 4 5
1 Pembangunan dan pemelihara an komitmen
1.1.1, 1.1.3, 1.2.2, 1.2.4, 1.2.5, 1.2.6, 1.3.3, 1.4.1, 1.4.3, 1.4.4, 1.4.5, 1.4.6, 1.4.7, 1.4.8, 1.4.9
1.1.2, 1.2.1, 1.2.3, 1.3.1, 1.4.2,
1.1.4,
1.1.5, 1.2.7, 1.3.2,
1.4.10, 1.4.11
1 2 3 4 5
2 Strategi
pendokumentasi an
2.1.1, 2.4.1, 2.1.2, 2.1.3, 2.1.4, 2.2.1, 2.3.1, 2.3.2, 2.3.4
2.1.5, 2.1.6, 2.2.2, 2.2.3, 2.3.3
3 Peninjauaan ulang desain dan kontrak
3.1.1, 3.2.2 3.1.2, 3.1.3, 3.1.4, 3.2.1
3.2.3, 3.2.4
4 Pengendalian dokumen
4.1.1 4.1.2, 4.2.1 4.1.3, 4.1.4, 4.2.2, 4.2.3
5 Pembelian 5.1.1, 5.1.2, 5.2.1
5.1.3 5.1.4, 5.1.5, 5.3.1, 5.4.1, 5.4.2
1 2 3 4 5
6 Keamanan bekerja
berdasarkan SMK3
6.1.1, 6.1.5, 6.1.6, 6.1.7, 6.2.1, 6.3.1, 6.3.2, 6.4.1, 6.4.2, 6.4.3, 6.4.4, 6.5.2, 6.5.3, 6.5.4, 6.5.7, 6.5.8, 6.5.9, 6.7.4, 6.7.6, 6.8.1, 6.8.2
6.1.2, 6.1.3, 6.1.4, 6.2.2, 6.2.3, 6.2.4, 6.2.5, 6.5.1, 6.5.5, 6.5.6, 6.5.10, 6.7.1, 6.7.2, 6.7.3, 6.7.5, 6.7.7
6.1.8, 6.6.1, 6.6.2, 6.9.1
7 Standar
pemantauan
7.1.1, 7.2.1, 7.2.2, 7.2.3, 7.4.1, 7.4.3, 7.4.4, 7.4.5
7.1.2, 7.1.3, 7.1.4, 7.1.5, 7.1.6, 7.1.7, 7.4.2
7.3.1, 7.3.2
8 Pelaporan dan perbaikan
8.3.1 8.1.1, 8.2.1, 8.3.2
8.3.3, 8.3.4, 8.3.5, 8.3.6, 8.4.1
1 2 3 4 5
9 Pengelolaan material dan perpindahannya
9.1.1, 9.1.2, 9.2.1, 9.2.3, 9.3.1, 9.3.3, 9.3.4
9.1.3, 9.1.4, 9.3.5
9.2.2, 9.3.2
10 Pengumpulan
dan penggunaan jasa
10.1.1, 10.1.2, 10.2.1, 10.2.2
10.1.3, 10.1.4
11 Audit SMK3 11.1.1, 11.1.2,
11.1.3
12 Pengembangan kemampuan
12.2.1, 12.2.2, 12.3.1, 12,5.1
12.1.2, 12.1.4, 12.1.5, 12.1.6, 12.3.2, 12.3.2, 12.4.1
12.1.1, 12.1.3, 12.1.7, 12.3.3
1. PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN KOMITMEN
1.1 KEBIJAKAN K3
1.1.1. Tertulis, bertanggal, ditanda tangani pengusaha/pengurus
1.1.2. Disusun dng proses konsultasi 1.1.3. Mengkomunikasikan kebijakan
1.1.4. Dibuat kebijakan khusus bila diperlukan 1.1.5. Peninjauan ulang kebijakan
Contoh :
Proses dan Spesifikasi Audit
1.1.1 Terdapat kebijakan K3 yg tertulis, bertanggal, ditandatangani oleh pengusaha atau pengurus, secara jelas menyatakan tujuan dan sasaran K3 serta komitmen terhadap peningkatan K3.
?
Interview
observation document
▪ Kebijakan K3 tertulis, bertanggal, ditanda tangani oleh pengusaha/pengurus
▪ Kebijakan berisikan tujuan, sasaran dan komitmen peningkatan K3
▪ Kebijakan K3 terdpt dlm Laporan tahunan persh
▪ Kebijakan K3 masuk dlm dokumen tender
▪ Kebijakan K3 terdpt dlm Materi induksi/Briefing/Training/Manual SMK3.
▪ Bagaimana menginfokan/mengkomunikasikan Kebijakan K3 kpd tenaga kerja/kontraktor/suppliers/providers/vendor/tamu persh ?
▪ Kebijakan K3 dipajang/display di ruang tamu/reception, ruang rapat/
training/kantin, di tempat tenaga kerja sering berada.
1.2. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG BERTINDAK
1.2.1. Tanggung jawab & wewenang bertindak 1.2.2. Penunjukan penanggung jawab sesuai
peraturan per UU an. <KOMPETENSI WAJIB>
1.2.3. Tanggung jawab pimpinan unit
1.2.4. Pengusaha/pengurus tanggung jawab menjamin pelaksanaan SMK3
1.2.5. Pelatihan keadaan darurat petugas penanggung jawab
1.2.6. Saran Ahli K3 dari dalam/luar prsh 1.2.7. Kinerja K3 dimuat dalam laporan
1.3 TINJAUAN ULANG DAN EVALUASI
1.3.1. Tinjauan meliputi kebijakan, prncaaan, pelaksanaan, pmantauan dan evaluasi 1.3.2. Hasil tinjauan dimasukkan perencanaan
tindakan manajemen
1.3.3. Meninjau ulang pelaksanaan SMK3 secara berkala
1.4 KERTELIBATAN DAN KONSULTASI DNG TK
1.4.1. Keterlibatan dan penjadwalan konsultasi TK dan wakil prsh didokumentasikan dan
diseberlauaskan
1.4.2. Dibuat prosedur yang memudahkan konsultasi 1.4.3. membentuk P2K3
1.4.4. Jabatan Ketua P2K3 sesuai peraturan 1.4.5. Jabatan Sekretaris P2K3 – ahli K3
1.4.6. Fungsi P2K3 dlm pengendalian resiko
1.4.7. Susunan pengurus diinformasikan kpd TK
1.4.8. Pertemuan rutin P2K3 dan hasilnya diumumkan 1.4.9. Tugas P2K3 untuk membuat laporan ruitin
1.4.10. Pembentukan POKJA yang diperlukan dan pelatihannya
1.4.11. Pengumuman ttg struktur POKJA
2. PEMBUATAN DAN PENDOKUMENTASIAN RENCANA K3
2.1 RENSTRA K3
2.1.1. prosedur terdokumentasi RISK MGT
2.1.2. RISK MGT dilakukan petugas yg kompeten
2.1.3. RENSTRA K3 berdasarkan tinjauan awal, RISK MGT, per-UU-an & info K3 lainnya
2.1.4. RENSTRA K3 digunakan menetapkan tujuan dan sasaran yg terukur, waktu pencapaian,
penyediaan sumber daya
2.1.5. Rencana kerja dan rencana khusus digunakan menetapkan tujuan dan sasaran yg terukur, waktu pencapaian, penyediaan sumber daya 2.1.6. Rencana K3 diselaraskan dengan rencana
sistem manajemen prsh
2.2 MANUAL SMK3
2.2.1. Manual meliputi kebijakan, tujuan, rencana,
prosedur K3 untuk semua tingkatan dalam prsh 2.2.2. Bila diperlukan dibuat manual khusus yang
berkaitan dengan produk, proses atau tempat kerja tertentu
2.2.3. Manual SMK3 mudah didapat semua personal prh sesuai kebutuhan
Kriteria 2.2.1
“Manual SMK3 meliputi kebijakan, tujuan, rencana, prosedur K3, instruksi
kerja, formulir, catatan dan tanggung jawab serta wewenang K3 untuk semua tingkatan dalam perusahaan.”
Penerapan:
Perusahaan memiliki sebuah dokumen dapat berupa softcopy atau pun hardcopy, terkumpul pada satu jilidan atau satu file dan tidak terpisah-pisah.
Judul dokumen bisa Manual SMK3, Manual Perusahaan, Pedoman SMK3 dan lainnya.
Intinya, dokumen tersebut minimal memuat, tercantum atau terlampir informasi berikut:
1. Kebijakan tentang K3, 2. Tujuan dan rencana K3,
3. Prosedur K3, instruksi kerja, formulir, catatan
4. dan tanggung jawab serta wewenang K3 untuk semua tingkatan dalam perusahaan.
Pada dokumen memuat, tercantum atau terlampir dengan jelas kebijakan K3 yang dipersyaratkan pada Kriteria 1.1.1, yaitu:
❑ Kebijakan K3 yang tertulis, bertanggal, ditandatangani oleh pengusaha atau pengurus, secara jelas menyatakan tujuan dan sasaran K3 serta komitmen terhadap peningkatan K3.
Kriteria 2.2.1
“Manual SMK3 meliputi kebijakan, tujuan, rencana, prosedur K3, instruksi kerja, formulir,
catatan dan tanggung jawab serta wewenang K3 untuk semua tingkatan dalam perusahaan.”
Cont….
Pada dokumen memuat, tercantum atau terlampir dengan jelas rencana K3 yang dipersyaratkan pada Kriteria 2.1.4 dan 2.1.5, yaitu:
❖ Rencana strategi K3 yang telah ditetapkan digunakan untuk mengendalikan risiko K3 dengan menetapkan tujuan dan sasaran yang dapat diukur dan menjadi prioritas serta menyediakan sumber daya.
❖ Rencana kerja dan rencana khusus yang berkaitan dengan produk, proses, proyek atau tempat kerja tertentu telah dibuat dengan menetapkan tujuan dan sasaran yang dapat diukur, menetapkan waktu pencapaiandan menyediakan sumber daya.
Pada dokumen memuat, tercantum atau terlampir dengan jelas prosedur K3, instruksi kerja, formulir, catatan yang dipersyaratkan pada Kriteria 4.2.3, yaitu:
• Terdapat daftar seluruh dokumen yang mencantumkan status dari setiap dokumen tersebut, dalam upaya mencegah penggunaan dokumen yang usang.
Kriteria 2.2.1
“Manual SMK3 meliputi kebijakan, tujuan, rencana, prosedur K3, instruksi kerja, formulir,
catatan dan tanggung jawab serta wewenang K3 untuk semua tingkatan dalam perusahaan.”
Cont….
Pada dokumen memuat, tercantum atau terlampir dengan jelas tanggung jawab serta
wewenang K3 untuk semua tingkatan dalam organisasi perusahaan dari level pimpinan puncak hingga pelaksana yang dipersyaratkan pada Kriteria 1.2.1, 1.2.3, 1.2.4 yaitu:
✓ Tanggung jawab dan wewenang untuk mengambil tindakan dan melaporkan kepada semua pihak yang terkait dalam perusahaan di bidang K3 telah ditetapkan, diinformasikan dan didokumentasikan. (Biasanya ini untuk level pelaksana atau supervisor di perusahaan).
✓ Pimpinan unit kerja dalam suatu perusahaan bertanggung jawab atas kinerja K3 pada unit kerjanya. (Biasanya ini untuk level Manager, Kepala Bagian atau Kepala Departemen di perusahaan).
✓ Pengusaha atau pengurus bertanggung jawab secara penuh untuk menjamin pelaksanaan SMK3. (Biasanya ini level Direksi atau Pimpinan Puncak di perusahaan).
2.3 PERATURAN PERUNDANGAN DAN PERSYARATAN LAIN DIBIDANG K3
2.3.1. Prosedur terdokumentasi untuk identifikasi, memperoleh, memelihara, memahami per-UU- an, standar, pedoman teknis, dll untuk TK
2.3.2. Penanggung jawab untuk memelihara dan mendistribusikan informasi
2.3.3. Persyaratan pada per-UU-an, standar, pedoman teknis, dll. dimasukkan dalam prosedur dan petunjuk K3
2.3.4. Peninjauan prosedur dan petunjuk kerja
berdasarkan perubahan per-UU-an, standar, pedoman teknis, dll
2.4 INFORMASI K3
2.4.1. Informasi yg dibutuhkan mengenai kegiatan K3 disebarluaskan secara sistimatis kpd seluruh TK
3. PENGENDALIAN PERANCANGAN DAN PENIJAUAN KONTRAK
3.1 PENGENDALIAN PERANCANGAN
3.1.1. Adanya prosedur yang terdokumentasi
dalam tahap perancangan atau perancangan ulang
3.1.2. Prosedur dan instruksi kerja disusun selama tahap perancangan
3.1.3. Sertifikasi perancangan dilakukan oleh petugas yang KOMPETEN
3.1.4. Semua perubahan dan modifikasi
perancangan yang berimplikasi terhadap K3 diidentifikasi, didokumentasikan, ditinjau ulang dan disetujui oleh petugas yang
berwenang
3.2 PENINJAUAN KONTRAK
3.2.1. Prosedur yang terdokumentasi mampu
mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko K3, lingkungan dan masyarakat pada saat memasok barang dan jasa dalam suatu kontrak
3.2.2. Identifikasi bahaya dan penilaian resiko
dilakukan pada tahap tinjauan kontrak oleh petugas yang KOMPETEN
3.2.3. Kontrak ditinjau ulang untuk menjamin pemasok dpt memenuhi persyaratan K3 3.2.4. Catatan tinjauan ulang kontrak dipelihara
dan didokumentasikan
Kriteria 3.2.1.
“Prosedur yang terdokumentasi harus mampu mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko K3 bagi tenaga kerja, lingkungan, dan masyarakat, dimana prosedur tersebut digunakan pada saat
memasok barang dan jasa dalam suatu kontrak.”
Penjelasan Kriteria
❖ Perusahaan memiliki prosedur terdokumentasi atau sistem yang
secara jelas dan tegas mempersyaratkan bahwa setiap kontrak wajib dilengkapi hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko K3 sesuai dengan barang atau jasa yang disebutkan dalam kontrak.
❖ Setiap kontrak dilengkapi hasil atau dokumen identifikasi bahaya dan penilaian risiko K3.
❖ Hasil atau dokumen identifikasi bahaya dan penilaian risiko K3 memuat informasi nomor atau judul kontrak yang relevan dan tanggal terbit.
❖ Hasil atau dokumen identifikasi bahaya dan penilaian risiko K3
setiap kontrak memuat bahaya dan risiko K3 terhadap tenaga kerja, lingkungan dan masyarakat sesuai barang dan jasa dalam suatu kontrak.
Kriteria 3.2.1.
“Prosedur yang terdokumentasi harus mampu mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko K3 bagi tenaga kerja, lingkungan, dan masyarakat, dimana prosedur tersebut digunakan pada saat memasok barang dan jasa dalam suatu kontrak.”
Pembuktian Penerapan Kriteria
▪Perusahaan memiliki prosedur terdokumentasi yang di dalamnya tertulis secara makna “setiap kontrak antara perusahaan dengan
suplier/vendor/pelanggan wajib dilengkapi hasil identifikasi atau dokumen
bahaya dan penilaian risiko K3 bagi tenaga kerja, lingkungan, dan masyarakat yang relevan dengan barang atau jasa dalam kontrak tersebut”.
Contoh Penerapan
Prosedur Penyusunan Kontrak; No. Dok.: 001/P2K3/RAA;
Tanggal Terbit: 03-Juli-2020; Tanggal Revisi: 1 Januari 2024.
Pada prosedur tercantum:
Prosedur ini bertujuan sebagai pedoman dalam penysunan kontrak sehingga pada setiap kontrak penjualan dan pembelian memiliki hasil atau dokumen identifikasi bahaya bagi tenaga kerja, lingkungan, dan masyarakat yang relevan.
Kriteria 3.2.1.
“Prosedur yang terdokumentasi harus mampu mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko K3 bagi tenaga kerja, lingkungan, dan masyarakat, dimana prosedur tersebut digunakan pada saat memasok barang dan jasa dalam suatu kontrak.”
Pembuktian Penerapan Kriteria (cont…..
▪ Ambil sampel yang dijadikan objek audit, minimal 3 – 5 sampel kontrak yang sedang berlangsung atau yang sudah selesai atau dikombinasikan. Pastikan bahwa setiap kontrak memiliki hasil atau dokumen identifikasi dan penilaian risiko K3.
Contoh Penerapan
✓Kontrak Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja, mulai 1 Januari 2022 sampai 31 Desember 2024.
✓Kontrak Pemeriksaan dan Pengujian Pesawat Angkat Angkut, mulai 1 Januari 2022 sampai 31 Desember 2022.
✓Kontrak Pemantuan dan Pengukuran Linkungan Kerja, mulai 1 Januari 2022 sampai 31 Desember 2024.
Kriteria 3.2.1.
“Prosedur yang terdokumentasi harus mampu mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko K3 bagi tenaga kerja, lingkungan, dan masyarakat,
dimana prosedur tersebut digunakan pada saat memasok barang dan jasa dalam suatu kontrak.”
Pembuktian Penerapan Kriteria (cont…..
▪ Pastikan setiap hasil atau dokumen identifikasi bahaya dan penilaian risiko K3 yang dijadikan objek audit memuat informasi nomor atau judul kontrak yang sama atau identik dengan sampel kontrak yang diambil.
Pastikan setiap hasil atau dokumen identifikasi bahaya dan penilaian risiko K3 memuat tanggal persetujuan yang tidak jauh berbeda dengan tanggal kontrak disetujui.
Contoh Penerapan
✓HIRADC Kontrak Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja, 5 Januari 2022.
✓HIRADC Kontrak Pemeriksaan dan Pengujian Pesawat Angkat Angkut, 1 Januari 2022.
✓HIRADC Kontrak Pemantuan dan Pengukuran Linkungan Kerja, 1 Januari 2022.
▪ Pastikan HIRADC setiap kontrak memuat bahaya dan nilai risiko K3 bagi tenaga kerja, lingkungan, dan masyarakat yang relevan.
4. PENGENDALIAN DOKUMEN
4.1 PENGELUARAN DOKUMEN
4.1.1. Adanya identifikasi status, wewenang,
tanggal pengeluaran dan tanggal modifikasi 4.1.2. Tercantum penerima distribusi dokumen 4.1.3. Dokumen edisi terbaru disimpan secara
sistematis pada tempat yang ditentukan 4.1.4. Dokumen usang disingkirkan, sedang
dokumen usang yang disimpan untuk keperluan tertentu diberi tanda khusus
4.2 PERUBAHAN DAN MODIFIKASI DOMUKEN
4.2.1. Adanya sistem untuk membuat dan menyetujui perubahan dokumen K3
4.2.2. Adanya catatan alasan perubahan dalam dokumen atau lampirannya
4.2.3. Adanya prosedur pengendalian dokumen atau daftar seluruh dokumen yg
mencantumkan status setiap dokumen untuk mencegah penggunaan dokumen usang
5. PEMBELIAN DA PENGENDALIAN PRODUK
5.1 SPESIFIKASI PEMBELIAN BARANG DAN JASA
5.1.1. Adanya prosedur terdokumentasi untuk menjamin spek dan informasi relevan dengan K3 telah diperiksa sebelum
keputusan membeli
5.1.2. Spek pembelian harus sesuia dengan peryaratan peraturan perundangan dan standar yang berlaku
5.1.3. Dilakukan konsultasi dengan TK yang
KOMPETEN pada saat keputusan pembelian dilakukan
5.1.4. Pertimbangan terhadap kebutuhan pelatihan, pasokan APD dan perubahan prosedur kerja, sebelum dilakukan pembelian.
5.1.5. Syarat K3 dievaluasi untuk seleksi pembelian
5.2 SISTEM VERIFIKASI BARANG DAN JASA YANG TELAH DIBELI
5.2.1. Barang dan jasa yang dibeli diperiksa
kesesuaiannya dengan spesifikasi pembelian
5.3 PENGENDALIAN BARANG DAN JASA YANG DIPASOK PELANGGAN
5.3.1. Dilakukan identifikasi bahaya dan penilaian resiko terhadap barang dan jasa yang dipasok pelanggan sebelum digunakan. Catatannya dipelihara
5.4 KEMAMPUAN TELUSUR PRODUK
5.4.1. Semua produk yg digunakan dlm proses
produksi dpt diidentifikasi diseluruh tahapan jika terdapat masalah K3
5.4.2. Ada prosedur terdokumentasi untuk
penulusuran produk yg telah terjual jik ada masalah K3
6. KEAMANAN BEKERJA BERDASARKAN SMK3
6.1 SISTEM KERJA
6.1.1. Petugas kompeten telah melakukan
identifikasi bahaya potensial dan resiko dari suatu proese kerja
6.1.2. Penetapan tingkat upaya pengendalian resiko 6.1.3. Adanya prosedur atau petunjuk kerja
terdokumentasi untuk mengendalikan risiko atas dasar masukan personil yg KOMPETEN dan bewenang
6.1.4. Kepatuhan thd peraturan, standar, pedoman teknis diperhatikan saat modifikasi
6.1.5. Sistem ijin kerja
6.1.6. APD disediakan sesuai kebutuhan digunakan secara benar dan dipelihara dlm kondisi
layak pakai
6.1.7. Penyediaan APD dipastikan telah dinyatakan layak pakai sesuai peraturan
6.1.8. Upaya pengendalian resiko ditunjau ulang bila terjadi perubahan proses kerja
6.2 PENGAWASAN
6.2.1. Dilakukan pengawasan terhadap
pelaksanaan prosedur dan petunjuk kerja 6.2.2. Pengawasan dilakukan sesuai tingkat
kemampuan dan tingkat resiko tugas 6.2.3. Pengawas berperan dalam identifikasi
bahaya dan pembuatan upaya pengendalian 6.2.4. Pengawas diikutkan dalam pelaporan dan
penyelidikan kecelakaan dan PAK
6.2.5. Pengawas ikut serta dalam proses konsultasi
6.3 SELEKSI DAN PENEMPATAN PERSONIL
6.3.1. Persyaratan tugas tertentu, termasuk persyaratan kesehatan diidentifikasi dan
dipakai untuk menyeleksi dan menempatkan TK
6.3.2. Penugasan harus berdasarkan kemampuan dan tingkat ketrampilan TK
6.4 AREA TERBATAS
6.4.1. Dilakukan penilaian lingkungan kerja untuk mengetahui daerah yang memerlukan
pembatasan masuk
6.4.2. Adanya pemngendalian atas tempat-tempat dengan pembatasan ijin masuk
6.4.3. Fasilitas dan layanan yang tersedia di tempat kerja sesuai degan standar dan pedoman teknis 6.4.4. Rambu keselamatan dan pintu darurat harus
dipasang sesuai standar dan pedoman teknis
6.5 PEMELIHARAAN, PERBAIKAN DAN PERUBAHAN SARANA PRODUKSI
6.5.1. Dilakukan penjadwalan pemeriksaan dan
pemeliharaan sarana produksi serta peralatan yang mencakup verifikasi peralatan pengaaman sesuai peraturan, standar dan ketentuan
6.5.2. Catatan yang memuat data kegiatan
pemeriksaan, pemeliharaan, perbaikan dan perubahan yang dilakukan disimpan dan
dipelihara
6.5.3. Sarana produksi yang harus terdaftar memliki sertifikat yang masih berlaku
6.5.4. Perawatan, perbaikan dan setiap perubahan harus dilakukan personel yang kompeten
6.5.5. Prosedur perubahan sarana produksi harus sesuai persyaratan peraturan
6.5.6. Terdapat prosedur untuk permintaan
pemeliharaan peralatan yang kondisi K3 nya kurang baik dan perlu perbaikan
6.5.7. Terdapat sistem penandaan bagi alat yang tidak aman atau yang sudah tidak digunakan 6.5.8. Bila diperlukan dilakukan penerapan sistem
penguncian pengoperasian (lock out system) 6.5.9. Terdapat prosedur persetujuan untuk
menjamin peralatan produksi dalam kondisi aman untuk dioperasikan
6.5.10. Penanggung jawab yang menyetujui aman untuk digunakan
6.6 PELAYANAN
6.6.1. Adanya prosedur untuk menjamin bahwa pelayanan memenuhi persyaratan, bila prh dikontrak untuk menyediakan pelayanan yang tunduk pada standar dan UU KK
6.6.2. Adanya prosedur untuk menjamin bahwa pelayanan memenuhi persyaratan, bila prh diberi pelayanan melalui kontrak
6.7 KESIAPAN UNTUK MENANGANI KEADAAN DARURAT
6.7.1. Potensi keadaan darurat (di luar/di dlm temoat kerja) telah diidentifikasi dan prosedur keadaan darurat
didokumentasikan
6.7.2. Prosedur diuji dan ditinjau ulang secara rutin oleh petugas yang KOMPETEN
6.7.3. TK mendapat instruksi dan pelatihan yang sesuai tingkat resiko
6.7.4. Petugas darurat diberikan pelatihan khusus
6.7.5. Instruksi dan hubungan keadaan darurat diperlihatkan secara jelas/mencolok dan diketahui seluruh TK
6.7.6. Alat dan sistem diperiksa, diuji dan dipelihara secara berkala
6.7.7. Kesesuaian, penempatan dan kemudahan untuk
mendapatkan alat keadaan darurat telah dinilai petugas yang KOMPETEN
6.8 PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
6.8.1. Evaluasi alat P3K dan menjamin sistem P3K yang ada memenuhi standar dan pedoman teknis
6.8.2. Petugas P3K telah dilatih dan ditunjuk sesuai per.-uu-an yang berlaku
6.9 RENCANA DAN PEMULIHAN KEADAAN DARURAT
6.9.1. Prosedur pemulihan kondisi TK dan sarana produksi setelah mengalami kerusakan
ditetapkan dan diterapkan sesegara mungkin setelah terjadinya kecelakaan dan PAK
7.1 PEMERIKSAAN BAHAYA
7.1.1. Pelaksanaan inspeksi secara teratur
7.1.2. Dilaksanakan bersama oleh wakil pengurus dan TK yang telah dilatih
7.1.3. Mencari masukan dari petugas di tempat yang diperiksa
7.1.4. Menggunakan cheklist
7.1.5. Laporan inspeksi kepada Pengurus dan P2K3 7.1.6. Memantau tindakan korektif untuk
menentukan efektifitasnya
7.1.7. Tindakan perbaikan dari hasil laporan
pem./inspeksi dipantau untuk menentukan efektifitasnya
7. STANDAR PEMANTAUAN
7.2 PEMANTAUAN LINGKUNGAN KERJA
7.2.1. Dilaksankan secara teratur dan hasilnya dicatat dan dipelihara
7.2.2. Meliputi faktor fisik, kimia, biologis, radiasi dan psikologis
7.2.3. Pemantauan/pengukuran dilakukan oleh petugas/pihak yg KOMPETEN
7.3 PERALATAN PEMERIKSAAN/INSPEKSI, PENGUKURAN DAN PENGUJIAN
7.3.1. Adanya prosedur terdokumentasi terhadap identifikasi, kalibrasi, pemeliharaan dan
penyimpanan alat pemeriksaan, ukur dan uji K3 7.3.2. Alat dipelihara dan dikalibrasi petugas yang
KOMPETEN
7.4 PEMANTAUAN KESEHATAN TK
7.4.1. Pemantauan kesehatan TK sesuai per.-uu- an
7.4.2. Dilakukan identifikasi keadaan dimana pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan 7.4.3. Dilakukan oleh Dokter pemeriksa yang
ditunjuk
7.4.4. Adanya pelayanan kesehatan kerja sesuai per. yang berlaku
7.4.5. Catatan pemantauan kesehatan dibuat sesuai dengan per-uu-an yang berlaku
8.1 PELAPORAN KEADAAN DARURAT
8.1.1. Adanya prosedur proses pelaporan sumber bahaya da diberitahukan setiap personil
8.2 PELAPORAN INSIDEN
8.2.1. Adanya prosedur terdokumentasi yang
menjamin semua kecelakaan dan PAK serta insiden dilaporkan
8. PELAPORAN DAN PERBAIKAN KEKURANGAN
8.3 PENYELIDIKAN KECELAKAAN
8.3.1. Adanya prosedur penyelidikan kec. dan PAK 8.3.2. Dilakukan oleh petugas atau ahli K3 yang
telah dilatih
8.3.3. Laporan penyelidikan berisi saran dan jadwal pelaksanaan perbaikan
8.3.4. Tindakan perbaikan diberikan kepada petugas yang ditunjuk
8.3.5. Tindakan perbaikan didiskusikan dengan TK di tempat terjadinya kec.
8.3.6. Pemantauan efektivitas tindakan perbaikan
8.4 PENANGAN MASALAH
8.4.1. Adanya prosedur untuk menangani masalah K3 sesuai per.per-uu-an yang berlaku
9.1 PENANGANAN SECARA MANUAL DAN MEKANIS
9.1.1. Adanya prosedur mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai resiko yang
berhubungan dengan penanganan secara manual dan mekanis
9.1.2. Dilakukan oleh petugas yang kompeten
9.1.3. Prsh menerapkan dan meninjau ulang cara pengendalian resiko
9.1.4. Metode penanganan bahan meliputi metode pencegahan terhadap kerusakan, tumpahan dan kebocoran
9. PENGELOLAAN MATAERIAL DAN PERPINDAHANNYA
9.2 SISTEM PENGANKUTAN DAN, PENYIMPANAN DAN PEMBUANGAN
9.2.1. Adanya prosedur yang menjamin bahan disimpann dan dipindahkan dengan cara yang aman sesuai per.
9.2.2. Adanya prosedur yang menjelaskan
persyaratan pengendalian bahan yang dapat rusak atau kedaluwarsa
9.2.3. Terdapat prosedur yang menjamin bahan dibuang dengan cara aman sesuai per.uu-an
9.3 PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA (BKB)
9.3.1. Prsh telah mendokumentasikan prosedur
penyimpanan, penanganan dan pemindahan BKB sesuai per.uu-an
9.3.2. LDKB yang komprehensif harus mudah didapat
9.3.3. Terdapat sistem untuk mengidentifikasi dan pemberian lebel BKB
9.3.4. Rambu peringatan bahaya dipampang sesuai persyaratan per. UU-an dan/atau standar
9.3.5. Penanganan BKB dilakukan petugas yg KOMPETEN
10.1 CATATAN K3
10.1.1. Dokumentasi prosedur pelaksanan
identifikasi, pengumpulan, pengarsipan, pemeliharaan, penyimpanan, penggantian catatan K3
10.1.2. Per-UU-an, standar dan pedoman teknis yang relevan dipelihara di tempat yang mudah didapat
10.1.3. Prosedur yang menentukan persyaratan untuk menjaga kerahasiaan catatan
10.1.4. Catatan kompensasi kecelakaan dan rehabilitasi kesehatan dipelihara
10. PENGUMPULAN DAN PENGGUNAAN DATA
10.2 DATA DAN PELAPORAN K3
10.2.1. Data K3 yang terbaru dikumpulkan dan dianalisa
10.2.2. Laporan rutin Kinerja K3 dibuat dan diiformasikan dalam prsh.
11.1 AUDIT INTERNAL SMK3
11.1.1. Audit SMK3 yang terjadwal
dilaksanakan untuk memeriksa
kesesuaian kegiatan perencanaan dan menentukan efektifitas kegiatan tsb 11.1.2. Audit internal dilakukan oleh petugas
KOMPETEN dan berwenang
11.1.3. Laporan audit didistribusikan kepada pengusaha/pengurus dan yang
berkepentingan untuk menjamin tindakan perbaikan
11. PEMERIKSAAN SMK3
12.1 STRATEGI PELATIHAN
12.1.1. Telah dilakukan analisis kebutuhan pelatihan K3
12.1.2. Rencana pelatihan K3 disusun bagi semua tingkatan TK perusahaan
12.1.3. Pelatihan harus mempertimbangkan perbedaan tingkat kemampuan dan keahlian
12.1.4. Pelatihan dilakukan oleh orang atau Badan KOMPETEN dan berwenang sesuai per.
per-uu-an
12. PENGEMBANGAN KETRAMPILAN DAN KEMAMPUAN
12.1.5. Adanya fasilitas dan sumber daya yang memadai untuk pelaksanaan pelatihan yang efektif
12.1.6. Prsh mendokumentasikan dan
menyimpan catatan seluruh pelatihan 12.1.7 Program pelatihan ditinjau ulang secara
teratur untuk menjamin agar tetap relevan dan efektif
12.2 PELATIHAN BAGI MANAJEMEN DAN PENYELIA
12.2.1. Anggota manajemen eksekutif dan
pengurus berperan dlm pelatihan yang mencakup penjelasan tentang kewajiban hukum dan prinsip dan pelaksanaan K3 12.2.2. Manajer dan pengawas/penyelia
menerima pelatihan yang sesuai dengan peran dan tanggung jawab ybs
12.3 PELATIHAN BAGI TENAGA KERJA
12.3.1. Pelatihan diberikan kepada semua TK termasuk TK baru dan yang dipindahkan 12.3.2. Pelatihan diberikan bila terjadi
perubahan sarana produksi
12.3.3. Bila diperlukan diberikan pelatihan penyegaran kepada semua TK
12.4 PELATIHAN UNTUK PENGENALAN BAGI PENGUNJUNG DAN KONTRAKTOR
12.4.1. Terdapat prosedur yang menetapkan
untuk memberikan taklimat (briefing) K3 kepada pengunjung dan mitra kerja
12.5 PELATIHAN KEAHLIAN KHUSUS
12.5.1. Prsh mempunyai sistem untuk menjamin kepatuhan terhadap
persyaratan lisensi atau kualifikasi sesuai dengan per. untuk
melaksanakan tugas khusus, melaksanakan pekerjaan atau mengoperasikan peralatan
Terima kasih…….
Kecelakaan Nihil