• Tidak ada hasil yang ditemukan

9. Bakteriosin ppt ddalam pdf

N/A
N/A
Mhmmd Akhr

Academic year: 2025

Membagikan "9. Bakteriosin ppt ddalam pdf"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Mikroba Penghasil

Senyawa Antimikroba (Bakteriosin)

Minggu IX

Produktivitas dan Pengendalian Mikroba Team Teaching

2022/2023

(2)

Bakteriosin

• “biologically active protein moieties with a bacteriocidal mode of action”

• Molekul peptida yang diproduksi oleh spesies bakteri dan archaea à disintesis di ribosom

• Bakteri hidup pada lingkungan kompetitif à self- preservation, competitive advantage, eliminate other bacterial species

• Senyawa ini diproduksi oleh sejumlah bakteri yang biasanya efektif melawan spesies yang

berhubungan dekat

(3)

Karakteristik Bakteriosin Antibiotik

Sintesis Ribosomal Enzimatik

Spektrum Narrow (pada spesies

yang berkerabat dekat) Umumnya luas

Konsentrasi bakteriosida Nanomolar Konsentrasi lebih tinggi

Stabilitas Toleran pada rentang

pH&T yang lebar Rentang pH&T pendek Diversitas (mode aksi,

ukuran, target) Luas Sempit

Antibiofilm Kuat Resisten

Degradasi Enzimatik / proteolitik Oksidatif, hidrolisis, fotolisis, termal

(4)

Bacteriocins usually kill members of their own species

(5)
(6)

Kelas I (Lantibiotics) - Bakteriosin hasil modifikasi post-translasi

- Ada unusual AA (cth: lanthionine) à hasil modif AA - Stabil pada panas, pH, dan proteolysis

- Subklas:

- Subklas Ia : Peptida muatan +

- Umumnya berkaitan dengan pembentukan pori pada membrane bakteri

- Cth : Nisin diproduksi oleh Lactococcus lactis

- Subklas II : peptide globular dan tidak flesksibel, muatan – - Mode aksi dengan inhibisi enzim

- Cth: Plantaricin à Lactobacillus plantarum

Bakteriosin Bakteri Gram Positif (1)

(7)

Bakteriosin Bakteri Gram Positif (2)

Kelas II (Non-lantibiotics)

• Umumnya tidak mengandung AA unusual

• Modifikasi post-translasi

terbatas pada pembentukan jembatan bisulfide pada

beberapa jenis

• Stabil terhadap panas

• Cth : Lactococcin à L.lactis

(8)

Kelas III

- Peptida berukuran besar

>30kDa

- Heat labile lytic/non- lytic

- Mode aksi : Aktivitas enzimatik

- Cth: endopeptidase à distrupsi dinding sel - Helveticin à

Lactobacillus helveticus

Kelas IV - Struktur spesifik,

mengandung bagian lipid/karbohidrat

- Sensitif enzim glikolitik/lipolitik - Cth:

- Leuconocin S à

distrupsi membran sel

Bakteriosin Bakteri Gram Positif (3)

(9)
(10)

Sintesis Bakteriosin Gram Positif

• Sintesis oleh kelompok gen : gen struktural,

regulasi, modifikasi, transportasi dan kekebalan diri sel bakteri

• Pada kelas II : tidak ada modifikasi, pematangan bersamaan dgn transportasi

• Transportasi:

Kelas I : pro-peptida dimodifikasi à ditransport melalui ABC (ATP-binding cassette) transporter.

Kelas II : terdapat domain N-terminal sec dependent à transportasi melalui sec pathway

(11)
(12)

Bakteriosin Bakteri Gram Negatif

Kelompok:

Colicins : >10 kDa, produksi oleh E.coli.

Mode aksi : Pembentukan pori pada dinding sel, degradasi asam nukleat (aktivitas nukelase)

Colicin-like bacteriocins: Produksi oleh Klebsiella, P.aeruginosa

Mode aksi : pembentukan pori dan aktivitas nuklease

Microcins

Peptida <10 kDa

Subklas I <5 kDa (mengalami modifikasi post-translasi)

Subklas II 5-10 kDa (modifikasi minimal/tidak mengalami modifikasi post-translasi)

Mode aksi : Distrupsi membran, inhibisi enzim komplek ATP sintase, RNA polymerase

Phage-tail like

High mW, struktur silinder

Cth: R-pyocins dan F-pyocins dari P.aeruginosa à distrupsi membrane dan pembentukan pori

(13)

Sintesis Bakteriosin Gram Negatif

• Jalur berbeda tergantung organisme penghasilnya

• Cth :

• Mikrosin : Sintesis mikrosin dimulai dengan pra- peptida mengandung urutan peptide utama yaitu N-terminal yang harus “dipotong" scr enzimatik agar dapat diaktifkan.

• Transportasi dilakukan dengan ABC transporter

(14)

Bakteriosin oleh Archaea

• Contoh : Halocins oleh

Halobacteria à kolonisasi lingkungan salinitas tinggi

• Halocins : dirilis saat nutrisi limit, stabil pada lingkungan à

kompetisi à spesies terbatas pada lingkungan salinitas tinggi

• Mode aksi halocins :

penghambatan antiporter Na+/H+ pada membran atau modifikasi/gangguan membran sel yang menyebabkan lisis sel.

(15)

Mode aksi

• 1. Pembentukan pori

• 2. Aktivitas nuclease

• 3. Aktivitas peptidoglikanase

• 4. Memengaruhi transkripsi dan translasi, biosintesis dinding sel

(16)

A. Perturbations of the membrane bilayer by pore formation and efflux of ions and metabolites;

B. Perturbation of cell wall synthesis;

C. Membrane depolarization;

D. Perturbation of septum formation;

E. Disruption of replication and transcription;

F. Inhibition of ribosomal function and perturbation of protein synthesis;

G. Blocking of chaperon functions necessary for proper folding of proteins.

(17)

Colicin

• Diproduksi oleh E.coli

• Identifikasi pertama : Colicin by E.coli V, toksik pada E.coli S

• Domain:

Central binding domain : pengenalan dan penempelan reseptor target sel

Amin—terminal translocation : masuk ke sel

Carboxy-terminal : membunuh sel target

• Cth:

Colicin E1 & K : inhibisi sintesis makromolekul

Colicin E2 : merusak DNA (DNA endonuclease)

(18)

Kluster gen:

- Colicin gene : mengkode toksin

- Immunity gene : mengkode protein imunitas pada sel produsen (dengan binding dan inaktivasi protein toxin, mem-blok sisi aktif)

- Lysis gene : mengkode protein berkaitan dengan rilis colicin

Regulon SOS

(19)

Produksi Bakteriosin

Umumnya diproduksi pada fase late logaritmik – stasioner

Optimization and characterization of enterocin Enterococcus faecalis K2B1 isolated from Toraja’s Belang Buffalo Milk, South Sulawesi, Indonesia

(20)

Purifikasi

• Purifikasi relative sulit :

Bakteriosin cenderung dihasilkan dalam jumlah yang sedikit

Adanya keberadaan peptide kontaminan dengan

karakter serupa (3000-6000 Da)à kontaminan peptide dari medium kompleks

• Strategi:

Mengkonsentrasikan peptide yang ada pada cell-free culture supernatant dgn berbagai metode : presipitasi garam/salting-out (ammonium sulfat), HPLC

Menggunakan medium dengan kandungan peptide kontaminan yang minim

(21)

Deteksi Purified Bacteriocins

• Metode yang banyak dilakukan difusi radial à zona inhibisi

• Metode lain berupa SDS PAGE dapat mengestimasi Mw bakteriosin

• Metode gabungan : SDS PAGE overlay pada medium agar

(22)
(23)
(24)

Produksi Nisin

(25)

APLIKASI BAKTERIOSIN

(26)

Pengawetan Pangan dengan Bakteriosin

• Aplikasi:

Bakteriosin dalam bentuk bubuk sebagai bahan tambahan pangan

Menggunakan kultur fermentasi pangan berupa bakteri dengan kemampuan memproduksi bakteriosin, cth: LAB

Cth :

Nisin à sudah GRAS, FDA approval

Mengeliminasi Listeria monocytogenes pada makanan beku, susu, keju

(27)
(28)
(29)

Probiotik dan Bakteriosin

• Beberapa bakteri probiotik menghasilkan berbagai senyawa antimikroba (misalnya, asam lemak rantai pendek, hidrogen peroksida, oksida nitrat,

bakteriosin) yang dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk bersaing dengan mikroba GI lainnya dan yang berpotensi menghambat bakteri patogen (penyebab penyakit).

(30)

Bakteriosin dan Antikanker

• The potential use of bacteriocins in cancer therapy is due to its inhibition of the synthesis of DNA and membrane proteins, which causes apoptosis or

cytotoxicity in tumor cells

• In vitro studies conducted against various tissues and models have indicated that fermenticin HV6b produced by Lactobacillus fermentum HV6b MTCC 10770 has the potential to be used as a component of anticancer drug therapy because it has been

reported to induce apoptosis in cancer cells

(31)

https://doi.org/10.1186/s12866-021-02274-3

(32)

Bakteriosin, alternatif

menghadapi bakteri resisten

(33)

bactibase.hammamilab.org/main.php

(34)
(35)

Tugas

• Identifikasi 1 jenis bakteriosin. Jelaskan produsen bakteriosin tsb, target bakteriosin, mode aksi,

proses produksi (media, kondisi, purifikasi)-jika ada- , aplikasi.

• Ppt max. 5 hal

• Individu

• Deadline : 30 Okt 2022 23.59 WIB

Referensi

Dokumen terkait