• Tidak ada hasil yang ditemukan

A Aisyah Myselp Fitri 3005

N/A
N/A
Aisyah Myselp Fitri

Academic year: 2025

Membagikan "A Aisyah Myselp Fitri 3005"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

MATA KULIAH : FILSAFAT UMUM NAMA MAHASISWA : Aisyah Myselp Fitri

NIM : 2310323005

KELAS : A

TUGAS : 1. Apakah nilai-nilai yang menjadi fokus utama dari para tokoh filsafat dari awal perkembangan ilmu ini?

2. Pilih 1 (satu) tokoh filsafat di masing-masing zaman Socrates, Renaisans, dan Modern. Jelaskan ketertarikan Anda terhadap tokoh filsafat ini dan pokok ajarannya yang paling Anda pahami. (500 – 800 kata)

3. Setelah mempelajari para tokoh filsafat ini, bagaimana Anda

memandang diri Anda saat ini dan proyeksi diri di masa depan? (150 – 300 kata)

4. Apakah rencana kehidupan konkret Anda dalam jangka pendek dengan nilai-nilai yang telah dipelajari dari para tokoh filsafat yang dibahas?

(150 – 300 kata) PENGUMPULAN : Minggu, 29 Oktober 2023.

20.00 WIB

1. Nilai-nilai yang menjadi fokus utama dari para tokoh filsafat dari awal perkembangan ilmu ini yaitu

a. Nilai Hak Kemanusiaan

Pada umumnya para filsuf pada zaman ini banyak mengkaji tentang hak-hak manusia, seperti hak asasi manusia, hak kesetaraan masyarakat, hak kebebasan dalam memilih jalan kehidupan masing masing, hak kebahagiaan, hak berpendapat, hak kebebasan dalam berekspresi, dam hak bebas dalam berkreasi. Para filsuf mengkaji semua hal dalam hak ini dapat diterapkan untuk kehidupan masa sekarang yang mungkin sedikit demi sedikit ada beberapa hak yang mulai memudar karena terlalu mementingkan kepentingan pribadi masing masing. Tetapi disamping itu ada banyak hak yang harusnya lebih ditekankan lagi karena penting untuk manusia dalam mendapatkan hak yang pantas untuknya.

b. Nilai Hak Ketatanegaraan

Para filsuf zaman ini banyak yang menekankan kepada pentingnya kekuasaan dan kebijaksanaan politik dalam menjalankan ketatanegaraan yang akan berjalan dengan baik. Serta menekankan pentingnya kedaulatan dan kekuasaan raja dalam

mempertahankan ketatanegaraannya agar tetap terus stabil.

c. Nilai rasionalisme dan iman

Pada nilai ini para filsuf banya yang menekankan pada pentingnya dalam mencari tahu hal hal untuk mendapatkan ilmu yang lebih lagi. Seperti berfikir rasionalis yang ingin tahu akan segala hal tetapi masih dalam jangkauan rasional.

(2)

d. Nilai Keagamaan

Pada nilai ini, beberapa filsuf yang juga menekankan kepada hubungan manusia dengan Tuhan, seperti baiknya jalan hidup kita akan terpengaruh dengan bagaimana hubungan kita dengan Tuhan.

2. a. Zaman Socrates

Pada zaman ini, saya tertarik dengan tokoh filsuf Socrates. Saya tertarik dengan tokoh ini karena di dalam kehidupannya, ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan tidak tertarik dengan kekuasaan maupun kekayaan. Ia juga mempunyai rasa keingintahuan yang besar dalam hal mengenal manusia melalui pemahaman dari alam semesta melalui teori teori yang sudah dikembangkan. Pemikiran-pemikirannya yang membuat para filsuf lainnya beralih dari filsafat alam menjadi filsafat manusia. Metode yang ia gunakan adalah dengan mengajukan pertanyaan yang tujuannya untuk menguji kebenaran seseorang tersebut serta untuk mencari kebenarannya. Pendekatan yang digunakannya adalah rasionalisme. Socrates memulai setiap pemikirannya dengan rasa keingintahuan yang keseluruhannya mengkaji bidang pemikiran yang dapat mempergunakan akal. Salah satu ajaran Socrates yang menurut saya menarik adalah konsepnya tentang refleksi diri.

Socrates percaya bahwa filsafat adalah pemeriksaan reflektif atau kontemplatif terhadap prinsip-prinsip kehidupan yang adil dan bahagia. Dia mendorong orang untuk memeriksa diri mereka sendiri dan keyakinan mereka untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Gagasan refleksi diri ini masih relevan hingga saat ini dan sering digunakan dalam pengembangan pribadi dan praktik peningkatan diri.

b. Zaman Renaisans

Pada zaman ini, saya memilih filsuf Niccolo Machiavelli. Pokok ajarannya tentang pandangannya pada kekuasaan dan politi yang sangat menonjol, bagaimana ia

memikirkan keterkaitan dua hal tersebut membuat saya tertarik untuk mendalami tentang pemikirannya lebih luas lagi. Karyanya yang paling terkenal adalah "The Prince" dan

"The Discourses", yang membahas sifat kekuasaan dan peran negara. Ajaran Machiavelli sering dikaitkan dengan gagasan bahwa tujuan menghalalkan segala cara, yang berarti bahwa seorang penguasa harus melakukan apa pun yang diperlukan untuk

mempertahankan kekuasaan dan stabilitas, bahkan jika itu melibatkan tindakan yang tidak bermoral atau tidak etis. Pada masanya, ia dianggap oleh orang masa itu sebagai kontroversial karena mengemukakan pokok pemikirannya dengan terus terang atau lantang yang memberikan kontribusi penting dalam mengembangkan teori politik..

Menurutnya, tujuan politik adalah menjaga kekuasaan dan stabilitas negara, meski itu berarti memaksa negara melakukan tindakan yang melanggar moral. Karena ia menganggap seorang pemimpin haruslah bisa untuk tegas dalam menyikapi sesuatu hal.Salah satu ajarannya yang paling terkenal adalah bahwa seorang penguasa harus ditakuti dan bukannya dicintai, karena rasa takut adalah alat kontrol yang lebih dapat

(3)

diandalkan. Namun, penting untuk dicatat bahwa ajaran Machiavelli sering diperdebatkan dan telah mengalami berbagai interpretasi dari waktu ke waktu.

c. Zaman Modern

Pada zaman ini, saya tertarik dengan filsuf Immanuel Kant. Pokok ajaran Kant yang paling menarik bagi saya adalah bahwa ia membedakan antara “fenomena” dan

“noumena”. Fenomena adalah segala hal yang dapat ditangkap oleh panca indera,

sedangkan noumena adalah segala hal yang tidak dapat ditangkap ole panca Indera. Saya tertarik dengan Kant karena ia merupakan tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah filsafat modern. Disamping itu juga pada pokok pemikiran Kant yang saya pahami adalah pandangannya tentang etika dan moralitas. Menurut Kant, tindakan yang baik adalah tindakan yang dilakukan karena kewajiban moral, bukan karena kepentingan pribadi atau keuntungan. Ia juga menganggap bahwa manusia harus diperlakukan sebagai tujuan dalam dirinya sendiri, bukan sebagai alat untuk mencapai tujuan lain. Seperti pokok ajarannya tentang konsep "categorical imperative" atau "imperatif kategoris". Ia percaya bahwa tindakan yang benar adalah tindakan yang dapat dijadikan aturan universal, yang berarti bahwa tindakan tersebut dapat diterapkan pada semuorang dalam semua situasi.

Saya mengagumi konsep ini karena ia menekankan pentingnya moralitas dan keadilan dalam tindakan kita, dan bahwa tindakan kita harus didasarkan pada prinsip-prinsip yang dapat diterapkan secara universal.

3. Saya memandang diri sendiri masih sebagai orang yang masih belum terlalu tau dengan apa tujuan yang pasti ingin saya capai. Untuk dari semua nilai dari para filsuf diatas, belum terlalu banyak nilai yang benar benar saya terapkan pada diri saya sendiri. Seperti nilai kebahagiaan dimana saya seharusnya bisa merasakan hal tersebut jika saya selalu memikirkan hal hal yang baik yang terjadi pada kehidupan saya. Juga nilai lainnya yang menekankan untuk kita kebebasan dalam berpendapat, tanpa mendapatkan kecaman kebencian dari orang lain, selagi kita menyampaikannya sesuai denga napa yang seharusnya.

Untuk proyeksi diri saya sendiri di masa depan nantinya ;

a. Saya harus bisa menerapkan seperti apa yang saya tangkap dari nilai nilai yang saya dapatkan dari para filsuf yang telah dipelajari.

b. Lebih bisa memberanikan diri untuk berpendapat karena itu adalah hak manusia yang bebas untuk berpendapat.

c. Mulai menerapkan untuk tidak selalu memandang hal buruk dalam kehidupan, ada baiknya kita lebih banyak memandang hal yang baik dalam kehidupan agar kita bisa merasakan kebahagiaan.

d. Selalu memikirkan terlebih dahulu sebelum melakukan hal hal dengan selalu

mempertimbangkannya secara rasional terlebih dahulu, seperti memikirkan apa akibat yang akan saya dapatkan jika hal tersebut akan berdampak buruk atau kah akan berdampak baik.

(4)

e. Berusaha sebaik mungkin bermurah hati terhadap sesama makhluk hidup.

f. Mempelajari apa apa yang harusnya saya ketahui maupun hal yang secara langsung sangat ingin saya ketahui, bisa dibilang sangat ingi tahu segala hal dalam

pengetahuan.

4. Rencana kehidupan konkret yang ingin saya capai dalam jangka waktu yang pendek, yaitunya :

a. Memulai semester awal ini dengan berusaha dengan keras untuk mempelajari mata kuliah agar mendapatkan nilai yang baik dan memuaskan saat telah melaksanakan ujian.

b. Menyelesaikan semua kaderisasi di kampus dengan baik dan tanpa adanya masalah dalam penugasannya.

c. Dapat keluar dari zona nyaman dan memulai hal baru yang lebih bermanfaat seperti ikut kepanitiaan ataupun organisasi yang ada di kampus, serta bisa mengikuti atau lebih baiknya bisa memenangkan beberapa lomba yang ingin saya ikuti.

d. Bisa lebih baik lagi dalam menjalankan hubungan dengan Allah, dengan maksud ingin menjadi pribadi yang lebih taat dan lebih merasa dekat lagi ke Allah SWT.

e. Ingin bisa menghafal kembali hafalan al-quran yang sempat saya hafal dahulu, namun sudah mulai terlupakan karena kurangnya dalam mengulang menghafal hafalan tersebut.

f. Bisa mengatur dengan baik jadwal sehari hari seperti jadwal belajar atau mengerjakan tugas secara teratur dan tidak berantakan seperti melaksanakannya dengan system kebut semalam ataupun yang lainnya.

Referensi

Dokumen terkait