PENDAHULUAN
Fokus Kajian
Bagaimana hubungan nilai-nilai Aswaja dalam film kiai dengan Al-Quran dan Al-Hadits?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Ahlussunnah wal jama'ah adalah kelompok dari beberapa golongan umat Islam yang selalu berpegang teguh pada kitab Allah sahabat Assunah dan Atsarus, dalam mengamalkan segala agamanya di segala bidang, yang pada hakikatnya lebih mengutamakan bimbingan agama dibandingkan bimbingan akal. dan alasan. Sebagaimana yang diajarkan di lembaga pendidikan Islam, Ahlussunnah wal jama'ah adalah pengikut ajaran Islam. Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) juga dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang mengikuti Sunnah Nabi dan para sahabat (maa ana 'alaihi wa ashhabiy), yang menurutnya konsep Aswaja menjadi salah satu manhaj (sistem). kehidupan). ) bagi umat Islam.
Kiai Hasyim juga menjelaskan bahwa Ahlussunnah waljama'ah berarti menolak bid'ah, kecuali bid'ah hasanah, sebagai keharusan agar masyarakat menjadi dinamis dan kaya harta.11 Istilah aswaja ini disebutkan Nabi dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa pada suatu hari Umat Islam akan melakukan hal itu. terbagi menjadi 73 golongan, dan Rasulullah bersabda bahwa yang masuk surga hanya ada satu golongan yaitu Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Nabi menjawab ahlusunnah waljama'ah, dan ketika ditanya apa itu ahlusunnah waljama'ah, beliau menjawab: mereka yang mengikuti jalanku. Dalam penelitian ini jenis dakwah merupakan konstruksi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang didakwahkan.
Film yang pertama kali dikenalkan kepada masyarakat Amerika adalah The Life of an American Fireman dan film The Great Train Robbery yang dibuat oleh Edwin S. Diawali dengan film The Adventures of Dolly (1908) dan puncaknya pada film The Bird of a Nation (1915 ) dan Intoleransi Film (1916).
Sistematika Pembahasan
Penelitian ini mengkaji permasalahan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam bidang dakwah dalam film Sang Kyai. Apalagi pada adegan-adegan yang berkaitan dengan nilai-nilai Aswaja di film Sang Kyai. Sedangkan yang menjadi subjek penelitian ini adalah nilai-nilai Aswaja dalam film Sang Kyai.
Film Sang Kyai disutradarai oleh Rako Prijanto. Film ini mengisahkan perjuangan KH Hasyim Asy'ari dan fokus pada era yang dicita-citakan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). Sebagai tokoh sentral saat itu, KH Hasyim Asy'ari menjadi pemandu dalam menggerakkan massa mahasiswa Islam melawan penjajah pada masa agresi militer Belanda II.1. Hasyim Asy'ari, Christine Hakim sebagai Nyai Kapu (istri KH. Hasyim Asy'ari), Agus Kuncoro sebagai Wahid Hasyim (putra KH. Hasyim Asy'ari), Adipati Dolken sebagai Harun dan Dimas Aditya sebagai Husyein.
Wahab Hasbullah berkompromi dengan Jepang untuk membahas masalah pembebasan KH Hasyim Asy'ari dan ulama NU lainnya serta perubahan jalur politik aslinya. Indeks: dari keputusan tersebut, Jepang kemudian membubarkan MIAI (Majelis Islam ala Indonesia) dan menggantinya dengan Masyumi (Majelis Syuro Muslim Indonesia) yang dipimpin oleh Kh. Hasyim Asy'ari.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
Dalam pengajian Islam secara toto, wacana Islam yang berkaitan dengan aqidah Aswaja boleh dipastikan merujuk kepada mazhab Kalam doktrin khususnya al-Ash'ari dan al-Maturidi. Ini dipanggil istilah "Urf khas" untuk aswaja. Dalam sejarah perkembangan selanjutnya, istilah aswaja secara rasmi menjadi sebahagian daripada disiplin ilmu Islam. Dari segi aqidah, ia bermaksud mazhab Asy’ari atau Asy’ariyah dan Maturidiyah. Daripada dokumen yang ada, pengkaji menjalankan analisis dan interpretasi yang mendalam sesuai dengan tajuk kajian yang dijalankan. Dalam hal ini, kajian meliputi “nilai-nilai Ahlus sunnah wal jamaah (aswaja) dalam filem sang kyai.
Film ini diakhiri dengan meninggalnya Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, padahal para pejuang Islam saat itu masih membutuhkan banyak nasehat darinya untuk menjaga negara Indonesia dalam kerangka Islam. Hasyim Asy'ari bertanya kepada Harun tentang wanita yang diincarnya lalu menawarkan diri untuk melamar Harun. Hasyim Asy'ari menjelaskan kepada istrinya tentang kedamaian dan ketentraman hidup berkeluarga bahkan berbangsa.
Hasyim Asy'ari berpesan kepada para penerima mahasiswa baru bahwa semua mahasiswa mempunyai hak yang sama untuk belajar tanpa memandang mereka berasal dari kalangan kaya atau miskin. Ikon: Kyai Hasyim Asy'ari menuruti permintaan Jepang untuk mendatangi markasnya dan meminta informasi mengenai aksi mogok di pabrik gula Cukir. Indeks: Meski di penjara, Kyai Hasyim Asy'ari tetap memikirkan kondisi murid-muridnya, terutama pendidikannya.
Ikon: Kyai Hasyim Asy'ari berpesan kepada santrinya untuk tidak pilih-pilih dalam menerima santri baru. Ikon : Harun Ingin menginformasikan kepada Kyai Hasyim Asy'ari tentang keadaan gudang pangan yang semakin langka. Hasyim Asy'ary dalam adegan ini adalah keikutsertaannya dalam pemenuhan keinginan Jepang untuk dimasukkan ke penjara untuk disiksa.
Di sini Hasyim diceritakan tentang muridnya, Harun, yang jatuh cinta dengan siswinya, Sari, perempuan desa, anak Muhyidin. Menurut agama, jalan tengah yang harus ditempuh adalah dengan menyesuaikan diri seperti percakapan dalam film "sopo" iku berjalan. Hasyim Asy'ari karena dianggap penting untuk memahami strategi musuh yang notabene bangsa asing" نم. Ikon : Selanjutnya sikap toleransi terlihat jelas pada menit 46:22 KH. Wahid Hasyim selaku putra dari Hadratus Syekh KH.
KH Hasyim Asy‟ari bersama isteri Nyai Masrurah berunding dengan seluruh keluarga besarnya tentang cara mewujudkan keamanan dan kesejahteraan petani serta aspirasi hidup seluruh masyarakat Indonesia. kehidupan sehariannya antara urusan dunia dan perkara yang tidak pernah ditinggalkannya kerana baginya negara tidak boleh dipisahkan dari agama, sikapnya bersesuaian dengan hadis Rasulullah. Filem ini menampilkan nilai-nilai dasar Ahlussunnah, berupa tawasuth, ta'adul, tasamuh dan tawazun, yang tercermin dalam tindakan dan pola pemikiran KH Hasyim Asy'ari.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian menunjukkan di mana penelitian itu dilakukan. Terdapat 4 lokasi penelitian mengenai konstruksi realitas nilai-nilai Aswaja dalam film Sang Kyai yang dilakukan pada film yang akan diteliti. Mengolah data dalam film Sang Kyai, memilah dan kemudian memilih data yang sesuai dengan fokus penelitian. Ikon : Pada menit 04.40 dan adegan di pasar juga menggambarkan sikap tawassut tokoh panutan dalam film tersebut yaitu kyai yaitu KH.
Simbol: Dalam film tersebut, nilai-nilai tawazun tercermin dalam adegan rumah tua tempat visualisasinya bernyanyi. Simbol: Ada beberapa adegan dalam film Kyai ini yang menunjukkan nilai-nilai keadilan yang diajarkan oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari dari belakang para santri sambil menyampaikan ajaran Allah sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an wallahu khairun razikiin yang artinya: dan Allah Maha Baik lagi Pemberi Rezeki, maka Hadratussyaikh berkata: "Kalian diterima di sini sebagai murid “Dari sini kita dapat mengambil hikmah bahwa keadilan memang harus ditegakkan tanpa membeda-bedakan dan tidak perlu membedakan kasta, kaya atau miskin, karena Islam tidak mengajarkan hal itu, asalkan kita mempunyai keinginan untuk menuntut ilmu dan berperang. untuk agama Allah maka kita harus terus memberikan ruang yang seluas-luasnya karena hakikatnya segala ilmu dan segala yang ada di alam hanya milik Allah SWT.
Hal ini menarik untuk dilakukan penelitian mendalam terhadap nilai-nilai khususnya nilai-nilai Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang terkandung dalam film Sang Kyai. Untuk menyelidiki secara mendalam nilai-nilai Aswaja dalam film Sang Kyai, peneliti merumuskan masalah yang ingin dikaji yaitu, bagaimana konstruksi nilai-nilai Aswaja dalam film Sang Kyai dan bagaimana kaitannya dengan Al-Qur'an. dan hadis? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai aswaja yang terkandung dalam film Sang Kyai dan kaitannya dengan Al-Qur'an dan Hadits.
Kesimpulan penelitian ini adalah dalam film Sang Kyai terdapat nilai-nilai aswaja yang patut dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Representasi Tulus dalam Film “Ibu Ingin Naik Haji” Analisis Semiotika Karakter Ibu, Disertasi Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.