Suprapto, NPM.16.12.0297. Kinerja Anggota Kepolisian Terhadap Efektivitas Pelayanan Publik di Kantor Polisi Sektor Simpang Empat. Pembimbing Utama. Drs H. Abdul Wahid,M.AP, dan Co-Pembimbing. Sugiannor, S.Sos.,M.AP.
Latar belakang penelitian ini dilakukan, karena masalah Kinerja Anggota Kepolisian terhadap efektivitas pelayanan Publik di Kantor Polisi Sektor Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, dirasakan pelayanan publiknya masih belum efektif.
Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana efektivitas Kinerja Anggota Kepolisian terhadap pelayanan Publik di Kantor Polisi Sektor Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu.
Manfaat penelitian diharapkan berguna untuk mengembangkan konsep-konsep maupun teori yang berkaitan dengan pengaruh kinerja anggota kepolisian terhadap efektivitas pelayanan publik di Kantor Polisi Sektor Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-korelational. Artinya peneliti berusaha menggambarkan dan kemudian mencoba menghubungkan adanya kaitan antara variabel independen terhadap variabel dependen atau antara kinerja anggota kepolisian terhadap pelayanan yang efektif di Kantor Polisi Sektor Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu.
Hasil penelitian menemukan bukti bahwa efektivitas Kinerja Anggota Kepolisian terhadap pelayanan Publik di Kantor Polisi Sektor Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, terbukti cukup signifikan. Hal ini ditunjang dari analisis data yang menunjukkan bahwa; ada 86
% responden menyatakan Kinerja anggota Polsek Simpang Empat dinilai sudah sangat baik; ada 75 % responden menyatakan setuju, bahwa Kinerja anggota kepolisian Polsek mampu meningkatkan mutu pelayanan publik; ada 85 % responden menyatakan setuju tingkat pendidikannya yang bagus di Kantor Polsek; dan ada 90 % responden menyatakan setuju Kinerja Anggota Polsek dinilai sudah sangat efektif terhadap pelayanan publik di kantornya.
Hal yang menjadi faktor hambatan Kinerja Anggota Kepolisian terhadap efektivitas pelayanan Publik di Kantor Polisi Sektor Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, adalah sarana dan prasarana yang minim; sumber daya manusia pada bidang tertentu masih kurang;
Sistem Jaringan infromasi dan komunikasi antar anggota masih kurang; Job Description yang diberikan masih sering tidak dijalankan dengan sebenarnya.
Kata Kunci : Kinerja Pegawai dan pelayanan publik
P E N D A H U L U A N
A. Latar Belakang Masalah
Mengkaji pasal 1 ayat 1 tahun 2009, dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang undangan bagi setiap warga negara.
Termasuk di dalamnya kinerja anggota Polisi Sektor ( Polsek ) Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu dalam memberikan efektivitas pelayanan publik, kiranya selalu
relevan untuk dicermati terus menerus, Terutama jika dikaitkan dengan konteks kebutuhan masyarakat yang meninginkan keamanan dan kenyamanan untuk mendapatkan pelayanan publik.
Dari beberapa hasil penelitian, baik yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun lembaga penelitian lainnya, di dapatkan hasil bahwa kinerja anggota kepolisian Polsek Simpang Empat masih belum sesuai harapan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sekitar 50 persen lebih kinerja anggota kepolisian belum efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh sebab itu harus diambil langkah-langkah untuk perbaikan kinerja anggota kepolisian tersebut, begitu juga dengan Polsek Simpang Empat telah berbenah diri untuk perbaikan kinerja anggotanya, dengan tujuan untuk memberikan pelayanan publik yang demokratis dan berkeadilan. Perlunya solusi dan perbaikan berkelanjutan bisa dilakukan antara lain dengan melakukan penataan kelembagaan kepolisian seluruh Indonesia. Kemudian, penyempurnaan manajemen kepegawaian, dan penerapan prinsip-prinsip berkeadilan yang baik dan benar, juga yang tidak kalah penting dalam upaya memperbaiki kinerja anggota kepolisian tersebut, yaitu dengan menigkatkan kesejahteraannya.
Mengingat bahwa pentingnya kinerja anggota kepolisian tersebut terutama demi meningkatkan kinerja anggotanya dalam memerikan efektivitas pelayanan publik, maka perlu adanya pelatihan. Pada dasarnya pelatihan diselenggarakan sebagai sarana untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi gap (kesenjangan) antara kinerja yang ada saat ini dengan kinerja standard yang ada di kepolisian sebelumnya, maka dalam hal ini analisis kebutuhan pelatihan merupakan alat untuk mengidentifikasi gap-gap yang ada tersebut dan melakukan analisis apakah gap-gap tersebut dapat dikurangi atau dihilangkan melalui suatu
pelatihan. Selain itu dengan analisis kebutuhan pelatihan maka pihak penyelenggara pelatihan (Divisi Training) dapat memperkirakan manfaat-manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari suatu pelatihan, baik bagi partisipan sebagai individu maupun bagi kelompok dari organisasi. Jika ditelaah secara lebih lanjut, maka analisis kebutuhan pelatihan memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah:
1. Memastikan bahwa pelatihan memang merupakan salah satu solusi untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja anggota kepolisian dan produktivitas, terutama efektivitas pelayanan publik
2. Memastikan bahwa para partisipan yang mengikuti pelatihan benar-benar orang-orang yang tepat dan benar
3. Memastikan bahwa pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan selama pelatihan benar- benar sesuai dengan elemen-elemen kerja yang dituntut dalam suatu jabatan tertentu 4. Mengidentifikasi bahwa jenis pelatihan dan metode yang dipilih sesuai dengan tema atau
materi pelatihan
5. Memastikan bahwa penurunan kinerja atau pun masalah yang ada adalah disebabkan karena kurangnya pengetahuan, ketrampilan dan sikap-sikap kerja; bukan oleh alasan- alasan lain yang tidak bisa diselesaikan melalui pelatihan
6. Memperhitungkan untung-ruginya melaksanakan pelatihan mengingat bahwa sebuah pelatihan pasti membutuhkan sejumlah dana.
Sejalan dengan pemikiran tersebut di atas, dewasa ini semakin disadari oleh semakin banyak pihak, di dalam dan diluar organisasi pemerintahan, bahwa kinerja anggota kepolisian merupakan sumber daya manusia yang merupakan unsur paling penting, jauh lebih penting dari semua sumbar daya dan dana lainnya yang dimiliki atau mungkin dimiliki
oleh organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran yang ingin dicapainya.
Menyikapi rendahnya kinerja anggota kepolisian saat ini, terus masih dipertanyakan publik (masyarakat), sehingga kepercayaan kepada anggota kepolisian pun masih dipertanyakannya.
Berkaitan dengan masalah kinerja anggota kepolisian tersebut di atas, secara teoritis ilmu administrasi negara menekankan bahwa penyelenggaraan seluruh kegiatan operasional denga efesien, ekonomis dan efektif merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi dalam usaha mencapai tujuan dan berbagai sasaran dari organisasi tersebut. Dengan mempertimbangkan pemikiran tersebut itulah, pentingnya penelitian ini dilakukan, dengan mengambil judul “Kinerja Anggota Kepolisian Terhadap Efektivitas Pelayanan Publik di Kantor Polsek Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu.”
B. Permasalahan
Didalam melaksanakan kegiatan kadang - kadang mutu pelayanan publik sangat ditentukan oleh efektivitas kinerja dari anggota kepolisian dalam meningkatkan pelayanan tersebut, padahal jelas dikatakan dalam undang-undang kepolisian Negara RI bahwa anggota kepolisian adalah merupakan abdi negara juga sebagai abdi masyrakat, oleh sebab itu semua anggota kepolisian tidak hanya di Kabupaten Tanah Bumbu tapi juga di seluruh wilayah Reublik Indonesia harus terus mengabdi kepada Negara dan melindungi masyarakatnya dari rasa keamanan dan kenyamanan. Sehingga boleh dikatakan bahwa anggota kepolisian adalah pengayom dan pelayan masyarakat dalam menjalankan tugasnya.
Untuk itulah anggota kepolisian yang bekerja di bawah lembaga Negara RI dituntut bekerja lebih mendahulukan kepentingan umum atau orang banyak dari pada kepentingan kelompok atau golongan. Masalah tersebut sangat berpengaruh terhadap efektivitas kinerja
anggota kepolisian tersebut, terutama dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan profesional kepada masyarakat, dalam hal ini adalah masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut:
1. Bagaimana kinerja anggota kepolisian terhadap efektivitas pelayanan publik di Kantor Polsek Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu?
2. Faktor-faktor apa yang menjadi hambatan kinerja anggota kepolisian terhadap efektivitas pelayanan publik di Kantor Polsek Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu?
3. Upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan kinerja anggota kepolisian terhadap efektivitas pelayanan publik di Kantor Polsek Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu?
D. Tujuan Penelitian
Dengan mempertimbangkan arah penelitian, maka penelitian ini mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui kinerja anggota kepolisian terhadap efektivitas pelayanan publik di Kantor Polsek Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi hambatan kinerja anggota kepolisian terhadap efektivitas pelayanan publik di Kantor Polsek Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu.
3. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan kinerja anggota kepolisian terhadap efektivitas pelayanan publik di Kantor Polsek Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu.
E. Kegunaan Penelitian
Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat berguna untuk memecahkan persoalah yang berkaitan dengan hal-hal berikut ini:
1. Hasil penelitian ini secara teoritis, diharapkan berguna untuk mengembangkan konsep kinerja anggota kepolisian terhadap efektivitas pelayanan publik di Kantor Polsek Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu.
2. Hasil penelitian ini secara praktis dapat dijadikan pedoman bagi peningkatan kinerja anggota kepolisian terhadap efektivitas pelayanan publik di Kantor Polsek Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu.
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sebagai berikut :
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research), yaitu penulis menyimak dan menelaah buku- buku yang berhubungan dengan objek penelitian, yang akhirnya dapat membantu sekali dalam penulisan skripsi ini.
2. Penelitian Lapangan (Field Research), yakni penulis dalam melakukan penelitian ini langsung menggali data di lapangan penelitian.
B. Jenis Penelitian
Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-korelational. Penelitian deskriptif- korelational artinya peneliti berusaha menggambarkan dan kemudian mencoba menghubungkan adanya kaitan antara variabel independen terhadap variabel dependen. (Sugiyono, 2013). Kemudian hasil analisisnya ditafsirkan berdasarkan teori yang dipahami peneliti (Sevilla dkk. 2002).
C. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kantor Polisi Sektor Simpanr Empat. dilakukan selama satu semester bulan mulai September 2019 sampai dengan Desember 2019.
D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas ; obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2005 : 55).
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Balangan, yang terlibat langsung dalam pemberian pelayanan di kantor Polsek Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, dengan jumlah penduduk Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dengan luas wilayah 1.819,75 km², adalah sebayak 112.430 jiwa (2013).
b. Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2005 : 56).
Besaran sampel penelitian adalah orang yang diambilkan dari jumlah Penduduk Maysarakat Kabupaten Tanah Bumbu. Sampel menurut pendapat Slovin dalam buku Umar (2000 : 96) adalah sebagai berikut :
n = N 1+Ne
32
Dimana :
n = Ukuran Sampel N = Ukuran Populasi
E = Toleransi presisi ketepatan rata-rata yang diharapkan tidak menyimpang dari 10
%.
Dari data populasi dapat ditarik sampel sebagai berikut :
= 112.430
1 + 112.430(0.1)2
= 112.430 1+ 1.124 112.430
= = 52.93 di bulatkan menjadi 53 orang.
2.124
Jadi jumlah keseluruhan responden untuk dijadikan sampel adalah sebanyak 53 orang.
E. Pengumpulan dan Analisis Data
1. Pengumpulan data
Pengumpulan data dalam penelitian ini, data dibagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data skunder.
Kedua jenis data tersebut dikumpulkan dengan cara:
a. Data primer, data yang berkaitan dengan variabel penelitian ini dikumpulkan secara langsung dari responden dengan menggunakan instrumen yang telah dipersiapkan (angket).
b. Data sekunder, data mengenai wilayah, struktur organisasi, dan lain lain yang berkaitan dengan masalah penelitian ini diambil dari dokumen instansi terkait (Kantor Polres Tanah Bumbu).
2. Analisis Data
Analisis data, dalam rangka memahami hasil data yang dikumpulkan, maka untuk menganalisis datanya digunakan analisis statistika sederhana yaitu menggunakan tabel frekuensi, dengan rumus:
f
Rumus: p = X 100 n
Keterangan:
p = persen f = frekuensi n = jumlah sampel
Hasil perhitungan tabel frekuensi tersebut di atas, kemudian diinterpretasikan sesuai dengan konsep konsep dan teori-teori yang dikuasai oleh peneliti.
DAFTAR PUSTAKA
Buyung, Bulizuar. 1995. Sistem Administrasi Negara Indonesia. Jakarta, Universitas Terbuka.
Dimock dan Dimock, 1992. Administrasi Negara. Jakarta: Rineka Cipta
Henry, Nicholas. 1988. Administrasi Negara dan Masalah Masalah Kenegaraan, Terjemahan:
Luchiana D. Lontoh, Jakarta, Rajawali.
Kartono, Kartini. 2002. Pemimpin dan Kepemimpinan, Jakarta, Rajawali.
Sevilla, Consuelo G., Ochave, Jesus A., Punsalan, Twila G., Regala, Bella P., dan Uriarte, Gabriel G., 1984. Pengantar Metode Penelitian. Terjemahan oleh Alimuddin Tuwu.
1993. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Siagian, Sondang P. 1995. Teori Motivasi dan Aplikasinya, Jakarta, Rineka Cipta.
Soekarno K. 1985. Dasar-dasar Manajemen. Jakarta, Miswar
Suganda, Dann. 1981. Kepemimpinan di dalam Organisasi dan Manajemen. Bandung. CV Sinar Baru.
Sugiyono. 1998. Metode Penelitian Administrasi. Bandung, Alfabeta
Terry, George. 1983. Principle of management. Terjemahan. Jakarta. Penerbit Alumni.
Buku Podoman Penelitian. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Kalimantan, Banjarmasin.