1
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN NYARAI DI NAGARI SALIBUTAN KECAMATAN LUBUK ALUNG
KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Yollanda Muktya, Nefilinda, Nila Afryansih
Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
This study aims to analyze the Strategy of Tourism Object Development Nyarai Waterfall In Nagari Salibutan Lubuk Alung sub-district Padang Pariaman district can be seen from: 1) the strength of tourist attraction nyarai waterfall, 2) the weakness of the attraction waterfall nyarai, 3) waterfall nyarai, 4) threats tourist attraction nyarai waterfall and 5) strategy in the development of tourist attraction nyarai waterfall. This type of research belongs to qualitative research. The way the informant is used is the incidental sampling. Data analysis techniques using Data Reduction, Data Interpretation Data Display, Conclusion drawing and SWOT analysis. The results show as follows: 1) Strength (Stengths) is a beautiful natural panorama of a large pond with greenish water, cool air, natural resources are still natural and the existence of the campground. 2) Weakness (Weakness) that is lack of facilities and infrastructure, hygiene conditions are still less awake, Promotion is still simple. 3) Opportunities (opportunities) are cooperation with the local government, the support of residents in the development of tourist attraction nyarai waterfall, the impact of tourism on community income. 4) Threats (Threats) that is competitiveness with other tourism objects, the behavior of tourists who damage the environment. 5) Strategies to develop the attraction of waterfall nyarai in the future that is to increase cooperation between managers, residents, and local government for tourism development, improve management of tourism management for future tourism progress, improvement and addition of facilities and infrastructure that has not optimal, increase the promotion of waterfall tourism object nyarai, make the rules and regulations in the attractions for the comfort and security of tourists, enhance and preserve the potential owned by waterfall attraction nyarai, add facilities and infrastructure camping areas and outbound to be more interesting, cleanliness at tourist sites for leisure travelers.
Keywords: Stengths, Weakness, Opportunities, Threats, Strategy
PENDAHULUAN
Pariwasata merupakan sektor bagian dari sektor industri di Indonesia yang prospeknyanya cerah,
dan mempunyai potensi serta peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Peluang tersebut didukung oleh kondisi- kondisi
2 alamiah seperti letak dan keadaan geografis (lautan dan daratan sekitar khatulistiwa), lapisan tanah yang subur dan panorama (akibat ekologi geologis), serta berbagai flora dan fauna yang memperkaya isi daratan dan lautan.Kata peristiwa berasal dari bahasa sansekerta yang artinya mereka yang meninggalkan rumah untuk menggadakan perjalanan tanpa mencari nafkah di tempat yang dikunjungi sambilo menikmati kunjungan mereka (Pendit, 2003).
Sumatera barat merupakan daerah yang memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Potensi tersebut sangatlah beragam dan tidak kalah dengan daerah lain. Apapun jenis destinasi wisatanya dapat ditemukan di sumatera barat (Pitopang, 2013).
Menurut Sawirman (2008), Sumatera barat ini adalah sebuah destinasi yang mempunyai keunggulan komparatif dalam peta kepariwisataan Indonesia, selain dikelilingi oleh keindahan panorama alam, keunikan adat istiadat, seeni, sejumlah situs bersejarah, dan kekayaan alam dapat menarik banyak wisman.
Potensi wisata Sumatra barat yang besar ternyata tidak sejalan dengan promosi. Sebagaimana kita ketahui
promosi merupakan hal yang penting dalam memasarkan sesuatu ke masyarakat. Nudirman Munir dalam Warta Andalas (2013) mengatakan bahwa pemerintah Provinsi Sumatra barat masih dan minim dalam melakukan promosi pariwisata di sumbar berjalan lamban.
Air Terjun Nyarai adalah salah satu objek wisata bagi penggemar wisata tracking, uji nyali dan stamina, tempat wisata ini bisa menjadi salah satu referensi untuk mengisi liburan di Sumatera Barat (Sumbar). Terletak di Hutan Gamaran, Nagari Salibutan Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, lokasi wisata yang bernama Air Terjun Nyarai menawarkan keindahan alam yang menawan.
Kecantikan alam dan
pemandangan tempat wisata ini sudah menjadi tempat wisata primadona dan perbincangan di berbagai media sosial. Dengan air yang berwarna hijau muda yang terbentuk dari air terjun kecil yang jatuh berderai mengalir melalui batu-batu granit.
Tetapi masih sedikit yang tahu tentang keindahan Air Terjun Nyarai ini dikarena kurangnya promosi yang dilakukan pemerintah maupun
3 pengelola objek wisata ini. Dengan kata lain masih kurangnya pengembangan yang dilakukan pemerintah dan pengelola untuk memajukan objek wisata Air Terjun Nyarai.
Berdasarkan hal-hal tersebut, penulis mencoba untuk mengkaji dan merumuskan penelitian ini dengan judul, “Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Nyarai Nagari Salibutan Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman”.
METODE PENELITIAN
Jenis dalam penelitian ini adalah penelitian “kualitatif”. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain. Secara holistic dan deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, maka suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2010).
Lokasi pada penelitian ini yaitu Air Terjun Nyarai Nagari Salibutan
Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman.
Pada penelitiaan kualitatif informan menjadi sumber data yang utama dan paling penting. Informan adalah narasumber data penelitian yang berfungsi untuk menjaring sebanyak-banyaknya data dan informasi yang akan berguna bagi pembentukan konsep dan proposisi sebagai temuan penelitian (Bugin, 2003:2006).
Pemilihan informan dalam penelitian ini ada dua yaitu purposive sampling dan incidental sampling.
Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.
Pertimbangan dalam hal ini yakni orang-orang yang memiliki kriteria dan dianggap paling tahu tentang topik penelitian. Incidental sampling yaitu teknik pengambilan informan secara kebetulan artinya siapapun orangnya yang bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel dengan cataan peneliti melihat orang tersebut layak digunakan sebagai sumber data.
Tahap-tahap penelitian yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan Moleong (2010:127) adalah sebagai
4 berikut: Tahap Pra Lapangan, Tahap pekerjaan lapangan, Tahap analisis data
Penelitian ini berusaha mengumpulkan data melalui beberapa cara sebagai berikut: Data sekunder, Data primer
Agar data yang di butuhkan dapat disimpul dengan baik maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Observasi, Wawancara , Metode dokumentasi.
Teknik Keabsahan Data dalam penelitian ini Menurut Meleong (2008) pemeriksaan keabsahan data dapat di lakukan dengan empat cara yaitu: Perpanjang pengamatan, Ketekunan pengamatan , Triangulasi, Pemeriksaan Sejawat melalui Diskusi.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Analisa Kualitatif Penarikan kesimpulan merupakan data yang diperoleh dikumpulkan dengan menggunakan.
Secara Kualitatif Dengan Memasukan analisis SWOT Penentuan analisis SWOT dilakukan setelah mengetahui dan menganalisis secara deskkriptif kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman
yang ada. Unsur-unsur SWOT meliputi: S (strength) yang berarti mengacu kepada keunggulan kompetitif dan kompetensi lainnya, W (weakness) yaitu hambatan yanmg membatasi pilihan-pilihan pada pengembangan strategi, O (opportunity) yakni menyediakan kondisi yang menguntungkan atau peluang yang membatasi penghalang, T (threat) yang menghubungkan dengan kondisi yang dapat menghalangi atau ancaman dalam mencapai tujuan. (sumber: Muta’ali Lutfi. 2015. Teknik Analisis Regional).
Analisis SWOT memberikan output berupa matriks SWOT yang dapat menghasilkan empat sel atau tipe. Kemungkinan alternatif strategi, yaitu strategi S-O, strategi W-O, strategi W-T dan strategi S-T. Matriks SWOT dapat dilihat pada table dibawah ini:
Tabel 1. Matriks SWOT
Internal
Eksternal
STRENGTH (S) Tulis daftar
kekuatan
WEAKNESS (W) Tulis daftar
kelemahan
OPPORTU NITY (O)
Tulis daftar peluang
STRATEGI S-O Gunakan kekuatan untuk memenfaatk
an peluang
STRATEGI W-O Mengatasi kelemahan dengan memanfaatka
n peluang
5
THREAT (T) Tuliskan
daftar ancaman
STRATEGI S-T Gunakan kekuatan untuk menghindari
ancaman
STRATEGI W-T Meminimalka
n kelemahan dan menghindari
ancaman
Sumber:Muta’ali Lutfi. 2015. Teknik Analisis Regional
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pertama, Strenghts atau kekuatan adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada sasaran ini.
Strenghts merupakan faktor internal yang mendukung perusahaan dalam mencapai tujuannya (Suryatama, 2014).
Air Terjun Nyarai adalah salah satu objek wisata bagi penggemar wisata tracking, uji nyali dan stamina yang termasuk jenis wisata minat khusus. Wisata minat khusus adalah salah satu wisata yang belum lama dikembangkan di Indonesia. Wisata ini lebih ditujukan kepada wisatawan yang mempunyai minat atau tujuan maupun motivasi khusus dalam berwisata. Sehingga biasanya wisatawan diharuskan memiliki kemampuan atau keahlian tertentu sesuai dengan obyek wisata minat khusus yang akan dikunjungi. Contoh keahlian tersebut antara lain: mendaki gunung, berburu, arung jeram, dan
lain-lain. Wisata minat khusus dikembangkan dalam upaya pengoptimalan sumber daya untuk memajukan sektor pariwisata.
Hal ini sesuai dengan yang tertulis dalam Pasal 20 UU Nomor 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan yang mengatakan bahwa: pengusahaan obyek dan daya tarik wisata minat khusus merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan potensi seni budaya bangsa untuk menimbulkan daya tarik dan minat khusus sebagai sasaran wisata.
Kekuatan yang dimiliki objek wisata air terjun nyarai Nagari Salibutan Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman adalah panorama alam yang indah berupa kolam besar dengan air bewarna kehijauan, udara sejuk, sumber daya alam yang masih alami, adanya bumi perkemahan.
Kedua, Weaknesses atau kelemahan adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang tidak berjalan dengan baik atau sumberdaya yang dibutuhkan oleh organisasi tetapi tidak dimiliki oleh organisasi.
Weaknesses merupakan faktor internal yang menghambat
6 perusahaan dalam mencapai tujuannya (Suryatama, 2014).
Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Yoeti (1997) dalam (Simanjuntak, 2017), dalam kepariwisataan, style yang baik, misalnya, obyek harus menarik untuk disaksikan maupun dipelajari, mempunyai kekhususan dan berbeda dari objek yang lain, prasarana menuju ketempat objek terpelihara baik. Tersedia fasilitas something to see, something to do dan something to buy, dan kalau perlu dilengkapi dengan sarana-sarana akomodasi dan hal lain yang dianggap perlu.
Bilamana produk yang ditawarkan oleh berbagai produsen dianggap sama oleh wisatawan, maka perbedaan yang mengguntungkan terletak pada produk style yang dimiliki. Oleh sebab itu, diperlukan suatu seni (art) untuk mengelola suatu objek wisata sedemikian rupa sehingga adanya dengan beserta segala fasilitas yang tersedia dapat menjadikan suatu daerah tujuan wisata menarik untuk dikunjungi.
Weaknesses atau kelemahan yang terdapat pada objek wisata air terjun nyarai adalah sarana dan prasarana yang masih kurang, kondisi
kebersihan yang masih kurang terjaga, promosi masih sederhana.
Ketiga, Opportunities atau peluang adalah faktor positif yang muncul dari lingkungan dan memberikan kesempatan bagi organisasi atau program untuk memanfaatkannya.
Opportunities tidak hanya berupa kebijakan atau peluang dalam hal mendapatkan modal berupa uang, akan tetapi bisa juga berupa respon masyarakat atau isu yang sedang diikat. Opportunities merupakan faktor eksternal yang mendukung perusahaan dalam mencapai tujuannya (Suryatama, 2014).
Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Simanjuntak (2017) mengemas pelayanan yang unggul bukanlah pekerjaan yang mudah.
Akan tetapi, bila hal tersebut dapat dilakukan maka daerah tujuan wisata yang menyelenggarkan pariwisata akan dapat meraih manfaat besar, terutama berupa kepuasan dan loyalitas wisatawan yang besar.
Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu didukung komponen pariwisata yang terlibat, seperti pemerintah daerah, masyarakat, industri jaya.
Wujud dukungan yang harus dilakukan oleh komponen pariwisata
7 adalah bekerja sama dan komitmen membangun pariwisata.
Opportunities atau peluang dari objek wisata air terjun nyarai adalah kerjasama dengan pemerintah setempat, dukungan penduduk dalam pengembangan objek wisata air terjun nyarai.
Keempat, Threat atau ancaman adalah faktor negatif dari lingkungan yang memberi hambatan bagi berkembangnya atau berjalannya sebuah organisasi program. Threat merupakan faktor eksternal yang menghambat perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Threat atau ancaman dari objek wisata air terjun nyarai adalah daya saing dengan obyek wisata lain dan perilaku wisatawan yang merusak lingkungan.
Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Pitana (2009), pariwisata juga berdampak pada keberadaan dan keaslian kontur alam. Keperluan pembanguan fasilitas pariwisata mau tidak mau akan mengambil alih sebagian bentangan alam yang berakibat pada peruabahn landscape.
jika hal ini tidak memperhitungkan daya pembangunan pariwisata yang tidak terncana dan tidak terkontrol
dengan baik. Ada kecenderungan wisatawan yang datang selama masa euphoria telah digantikan oleh tipe wisatawan baru yang kurang menghargai kearifan lokal tetapi terfokus pada ketertarikan faktor fisik alam. Masyarakan lokal menunjukan sifat antagonisme, misalnya melalui menulis surat kepada media masa lokal mengenai prilaku wisatawan.
Jika tidak ada solusi masalah tersebut, mungkin saja masyarakat akan bertindak agresif dengan melakukan kejahatan. Apalagi, jika masyarakat mengganggap keberadaan pariwisata sama sekali tidak memberi manfaat seperti menyerapan tenaga lokal.
Kelima, strategi pengembangan kepariwisataan bertujuan untuk mengembangkan produk dan pelayanan yang berkualitas, seimbang dan bertahap (Suwantoro, 2004).
Strategi merupakan respon secara terus menerus maupun adaftif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat memengaruhi organisasi (Rangkuti, 2015).
Strategi yang dapat digunakan untuk kemajuan pengembangan objek wisata air terjun nyarai berdasarkan
8 perbandingan faktor internal dan ekternal diantaranya:
a. Meningkatkan kerjasama antara pengelola, penduduk, dan pemerintah setempat untuk pengembangan wisata
b. Meningkatkan manajemen pengelolaan wisata untuk kemajuan pariwisata di masa yang akan datang.
c. Perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana yang belum optimal d. Meningkatkan promosi objek
wisata air terjun nyarai
e. Membuat tata tertib dan peraturan di obyek wisata untuk kenyamanan dan keamanan wisatawan
f. Meningkatkan dan melestarikan potensi yang dimiliki oleh objek wisata air terjun nyarai
g. Menambah sarana dan prasarana Camping area dan outbound agar lebih menarik
h. Meningkatkan kebersihan di lokasi wisata untuk kenyamanan wisatawan
KESIMPULAN
Berdasarkan observasi dan wawancara serta pembahasan yang telah di uraikan pada bab sebelumnya tentang Objek Wisata Air Terjun Nyarai Nagari Salibutan Kecamatan
Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman dapat disimpulkan sebagai berikut: a) Kekuatan (Stengths) yang dimiliki objek wisata air terjun nyarai adalah panorama alam yang indah berupa kolam besar dengan air bewarna kehijauan, udara sejuk, sumber daya alam yang masih alami, adanya bumi perkemahan. Dari empat kekuatan yang dimiliki objek wisata air terjun nyarai dapat menjadi keunggulan agar dapat bersaing dengan objek wisata lainnya. b) Kelemahan (Weakness) yang dimiliki objek wisata air terjun nyarai adalah sarana dan prasarana yang masih kurang, kondisi kebersihan yang masih kurang terjaga, promosi masih sederhana. Promosi yang masih terbilang sederhana karean hanya dari mulut ke mulut menjadikan objek wisata ini kurang dikenal atau diketahui banyak orang. c) Peluang (opportunities) yang dimiliki objek wisata air terjun nyarai adalah kerjasama dengan pemerintah setempat, dukungan penduduk dalam pengembangan objek wisata air terjun nyarai, dampak pariwisata terhadap pendapatan masyarakat. Dengan adanya objek wisata air terjun nyarai berdampak pada ekonomi masyarakat
9 sekitar karena menambah penghasilan dan menambah lapangan pekerjaan.
d) Ancaman (Threats) yang dimilki objek wisata air terjun nyarai adalah daya saing dengan obyek wisata lain, perilaku wisatawan yang merusak lingkungan. Objek wisata ini juga berdampak pada kerusakan sumber daya karena terjadinya eksploitasi sumber daya yang terus menerus akan mempengaruhi lingkungan dan dengan kedatangan pengunjung dari berbagai daerah dapat merusak lingkungan dengan prilaku mereka yang tidak cinta lingkungan. e) Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Nyarai Di Masa Yang Akan Datang adalah gabungan antara kekuatan dengan peluang, kekuatan dengan ancaman, kelemahan dengan peluang dan kelemahan dengan ancaman.
DAFTAR PUSTAKA
Aunurrahman.(2010). Belajar Dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Arikunto, 2006. Prosedur PenelitianSuatu Pendekatan Praktek. Jakarta
Djafar, Zahara 2001. Kontribusi Strategi Pembelajaran Terhadap Belajar. Jakarta: Depdiknas.
Moleong, J. Lexi. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung.
Remaja Risda Karya
Mut’ali Lufi.2015. Teknik Analisis Data Regional. Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).
Universitas Gajah Mada
Pitana, I Gde. 2009. Pengangtar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta. Andi Sabari, 2005. Metode Pembelajaran
Interaktif. Jakarta: Renika Cipta Sanjaya,W.2006. Strategi
Pembelajaran.Jakarta :Kencana Prenada Media Group
Soemanto, 1990. Psikologi Pendidikan (Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan)
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung.
Alfabeta
Suryabrata,2011.Metodologi
Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Yoerti, A. OKA. 1982. Pengantar Ilmu
Pariwisata. Bandung : Angkasa Pendit.