iii ABSTRAK
FIRDAWATI OHORELLA, NIM : 2015-21-502. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NELAYAN TRADISIONAL DALAM PERJANJIAN BAGI HASIL PERIKANAN DENGAN PEMILIK KAPAL DI KABUPATEN MALUKU TENGAH, Dibimbing oleh Dr. Merry Tjoanda, SH MH selaku pembimbing I dan F.X. Vincen R. Letsoin, SH.MH selaku Pembimbing II.
Penerapan undang-undang nomor 16 tahun 1964 tentang bagi hasil perikanan khususnya di kabupaten maluku tengah belum optimal sehingga penulis melakukan penelitian pertama, untuk mengetahui bagaimana bentuk perjanjian bagi hasil di kabupaten maluku tengah. Kedua untuk mengetahui kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan perjanjian bagi hasil perikanan. Ketiga, mengetahui perlindungan hukum terhadap nelayan tradisional/penggarap di kabupaten maluku tengah.
Data yang diperoleh dari penelitian ini bersumber dari bahan hukum primer dan bahan hukum skunder dan bahan hukum tersier.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama dalam perjanjian bagi hasil perikanan yang diterapkan di kabupaten maluku tengah khususnya di tulehu kecamatan salahutu masih menggunakan kebiasaan yang sudah terjadi sejak lama meskipun tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1964 tentang bagi hasil perikanan pada pasal 3 ayat 1 (b. Jika dipergunakan kapal motor, minimum 40% dari hasil bersih untuk nelayan penggarap/tradisional), namun dalam pembagian bagi hasil yang disepakati secara turun temurun, pemilik kapal memperoleh 65% dan nelayan penggarap/tradisional memperoleh 35% dari hasil- hasil bersih dan mereka tidak menanggung baik apapun selain memelihara kapal dan perlengkapan lain yang ada dalam kapal.
Kedua, dalam hal kendala perjanjian bagi hasil perikanan penerapan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1964 oleh pemerintah tidak maksimal dalam hal sosialisasi, perlindungan hukum terhadap nelayan penggarap/tradisional kurang diperhatikan oleh aparat terkait.
Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Nelayan Tradisional, Perjanjian, bagi Hasil Perikanan