• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK M - Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ABSTRAK M - Institut Agama Islam Negeri Ponorogo"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

Perguruan tinggi ini menjadi wadah bagi para guru MAN Pacitan untuk mengembangkan profesionalismenya dan juga bagi para siswanya untuk menambah ilmu dan amalan keagamaan secara mendalam. Selanjutnya dalam penelitian ini peneliti ingin membuat skripsi dengan judul “Program Kepala Madrasah dalam mengembangkan profesionalisme guru (Studi Kasus pada Madrasah Aliyah Negeri Pacitan)”.

Rumusan masalah

Dan hal ini pula yang membuat peneliti ingin meneliti MAN Pacitan, jika dilihat dari prestasi siswa dan guru serta kepala Madrasah, maka MAN Pacitan memang layak dikatakan sebagai Madrasah unggul dengan guru yang profesional. Dari fenomena diatas peneliti ingin mengetahui lebih jauh tentang program kepala Madrasah Aliyah Negeri Pacitan dalam mengembangkan potensi guru di sekolah yang dipimpinnya, selain itu peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam, guna menggali berbagai program Direktur Madrasah untuk mengembangkan guru di MAN Pacitan, semakin meningkatkan profesionalitasnya, yang pada akhirnya akan membawa reputasi MAN Pacitan tidak hanya di dalam dirinya sendiri, tetapi juga di luar MAN Pacitan.

Tujuan Penelitian

Kegunaan dan manfaat penelitian 1. Secara teoritik

KAJIAN TEORI

Kajian terdahulu

Faktor Pendukung Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran Agama Islam di SD Muhammadiyah 16 Surakarta. Carwan (2012), Strategi Utama Peningkatan Profesionalisme Guru dan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Cimahi.

Kajian Teori

  • Program kepala madrasah a. Pengertian Program
  • Profesionalisme Guru

3754 Tahun 2015 tanggal 30 Juni 2015 bahwa kepala Madrasah adalah guru yang mempunyai tugas tambahan mengarahkan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah.33. Kepala Madrasah berada di bawah Kementerian Agama, sedangkan kepala sekolah berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional. Dengan tanggung jawab terhadap anggota kelompok (pengganti tanggung jawab individu), kepala madrasah harus bertanggung jawab.

Oleh karena itu, peneliti menggunakan pendekatan ini dengan latar belakang penelitian di MAN Pacitan, dengan fokus pada strategi Kepala Madrasah dalam mengembangkan profesionalisme guru studi kasus di MAN Pacitan. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan pertama yaitu hasil wawancara dan observasi terhadap kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan juga sumber datanya adalah dari guru-guru di MAN Pacitan. Sumber data yang kedua berasal dari sumber tertulis atau dokumen berupa arsip yang berkaitan dengan strategi kepala madrasah dalam mengembangkan profesionalisme guru.

Maka observasi ini digunakan peneliti untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan data tentang strategi pimpinan madrasah dalam mengembangkan profesionalisme guru. Objek penelitian ini adalah program kepemimpinan madrasah dan profesionalisme guru, dan datanya adalah pimpinan madrasah, kepala tata usaha, dan guru MAN Pacitan.

3. Foto (dikumpulkan dengan cara pengamatan dan foto copy).
3. Foto (dikumpulkan dengan cara pengamatan dan foto copy).

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

  • Sejarah Singkat Berdirinya MAN Pacitan 91
  • Letak Geografis 92
  • Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah 93 a) Visi
  • Keadaan Guru dan Karyawan MAN Pacitan 94
  • Keadaan Siswa MAN Pacitan 96
  • Daftar Sarana dan Prasarana MAN Pacitan 97
  • Profil Kepala Madrasah MAN Pacitan 98

Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada mutu, baik keilmuan (pengetahuan), keterampilan dan sikap (attitude, moral) maupun sosial, dalam rangka mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta imtaq. 93 Visi MAN, Misi Pacitan, dokumentasi 3 Mei 2016. Indikator misi penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan di MAN Pacitan adalah: Jumlah tenaga pendidik di MAN Pacitan sebanyak 57 orang, terdiri dari 34 orang guru tetap dan 23 orang guru tidak tetap. Selain data tenaga pengajar, MAN Pacitan juga mempunyai program unggulan yaitu didirikannya Ma'had Kholid bin Walid, sebagai tempat pembinaan akhlak peserta didik, sebagai benteng pertahanan sosialisasi.

Siswa MAN Pacitan tidak hanya berasal dari wilayah sekitar madrasah saja, namun juga dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Pacitan yang rata-rata tinggal di asrama dan juga bertempat di asrama Ma'had Kholid bin Walid. Berikut data orang tua siswa MAN Pacitan tahun ajaran Tabel 4.4 Data orang tua siswa MAN Pacitan. Sarana dan prasarana pendidikan di MAN Pacitan tahun ajaran 2015/2016 sudah sesuai standar yang diamanatkan dalam Standar Nasional Pendidikan Sarana dan Prasarana. Hal ini dapat tercapai karena Kepala Madrasah dan seluruh pengelola Madrasah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang ada.

Tabel 4.1 Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Tabel 4.1 Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Program Kepala Madrasah dalam Pengembangan Profesionalisme Guru 1. Perencanaan Program Kepala Madrasah dalam Pengembangan

  • Pelaksanaan program kepala madrasah dalam pengembangan profesionalisme guru
  • Evaluasi program kepala madrasah dalam pengembangan profesionalisme guru

Tujuan dari program nastamir ini adalah agar para guru MAN Pacitan membiasakan membaca Al-Quran secara tartil, sesuai aturan. Sedangkan yang kedua adalah mengaji dan mempelajari buku-buku berbahasa Arab yang dibacakan oleh salah satu guru MAN Pacitan. Karena masih banyak guru MAN Pacitan yang belum lancar membaca Al-Qur'an.117.

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh guru MAN Pacitan Bapak. Muadzin, S, Pd.I, disampaikan sebagai berikut. Pelaksanaan program nastamir sebenarnya dilakukan oleh guru MAN Pacitan karena Ma'had sendiri tidak mempunyai ustadz yang khusus mengelola kegiatan nastamir, dan memang hal tersebut merupakan pilihan kepala madrasah untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki guru di MAN. Pacitan. Hal ini sesuai dengan hasil musyawarah dengan Muadzin, S.Pd.I, salah satu guru Agama MAN Pacitan.

Tabel 4.9 Daftar  kegiatan  Ma’had Kholid Bin Walid 106
Tabel 4.9 Daftar kegiatan Ma’had Kholid Bin Walid 106

PEMBAHASAN

Perencanaan Program Kepala Madrasah dalam Pengembangan Profesionalisme Guru

Model kepala madrasah dalam merencanakan pengembangan akhlakul karimah adalah dengan menentukan tujuan, dan tujuan pengembangan akhlakul karimah adalah untuk mengembangkan kompetensi kepribadian guru. Analisa yang digunakan kepala madrasah dalam merencanakan program pengembangan akhlakul karimah adalah strategi diversifikasi konsentris yaitu program yang memanfaatkan kekuatan yang dimiliki madrasah untuk menghindari atau mengurangi pengaruh ancaman eksternal, kurang baik dilakukan di luar MAN Pacitan. Program kepala madrasah untuk mengembangkan profesionalisme adalah program Nastamir, yaitu istilah yang digunakan kepala madrasah dalam kegiatan yang diadakan di Ma'had Kholid bin Walid.

Program utama madrasah yang ketiga dalam pengembangan profesionalisme guru adalah madrasah bedol, yaitu kegiatan madrasah yang dilaksanakan di luar sekolah, dengan cara menghadirkan seluruh kegiatan madrasah kepada masyarakat untuk ditampilkan.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pengembangan sosial guru. Bedol madrasah merupakan salah satu program kegiatan kepala Madrasah Aliyah Negeri Pacitan untuk mengembangkan profesionalisme guru bidang sosial yaitu kompetensi sosial guru. Strategi yang digunakan kepala madrasah dalam kegiatan madrasah bedol ini adalah strategi agresif, salah satu bagian dari strategi SWOT kepala MAN Pacitan.

Pelaksanaan Program Kepala Madrasah dalam Pengembangan Profesionalisme Guru

Walaupun kendala dalam pelaksanaan program pengembangan akhlakul karimah ini adalah hal yang baik, namun pasti banyak tantangan dan godaan yang harus dihadapi dan tantangan bagi pimpinan MAN Pacitan dalam melaksanakan program pengembangan akhlakul karimah ini adalah sulitnya dalam melaksanakan program pengembangan akhlakul karimah ini. mengatur waktu untuk lebih berkonsentrasi pada madrasah, dikarenakan banyaknya kegiatan dinas sekolah di luar MAN Pacitan, khususnya di madrasah negeri yang mempunyai hubungan langsung dengan kantor wilayah di Provinsi Jawa Timur. Kendala yang dihadapi pengelola MAN Pacitan dalam pelaksanaan program nastamir adalah tidak semua guru mahir dalam membaca dan mengaji atau mempelajari kitab-kitab berbahasa Arab, sehingga pelaksanaannya belum dapat menjangkau seluruh guru MAN Pacitan. Sedangkan untuk pelaksanaan program bedol madrasah, model yang dilakukan oleh kepala madrasah merupakan program yang dilaksanakan oleh seluruh elemen madrasah mulai dari guru dan tenaga kependidikan hingga siswa dan siswi MAN Pacitan.

Kegiatan bedol madrasah ini merupakan kegiatan yang bertepatan dengan kegiatan perkemahan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh siswa MAN Pacitan. Sistem pelaksanaannya adalah kegiatan bedol madrasah dilaksanakan setahun sekali yaitu siswa dan guru berada di pemukiman warga untuk mengadakan kegiatan perkemahan khusus, dalam kegiatan ini guru dan beberapa siswa mempunyai jadwal untuk menjaga silaturahmi dengan masyarakat, masih ada satu lagi kegiatan tahap kreativitas siswa MAN Pacitan dan kegiatan pengajian umum. Seluruh kegiatan bedol madrasah yang dilakukan MAN Pacitan berhubungan dengan masyarakat, bersama dengan masyarakat, sehingga kegiatan seperti ini sangat erat kaitannya dengan kompetensi sosial guru untuk membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

Evaluasi Program Kepala Madrasah dalam Pengembangan Profesionalisme Guru

Yang pertama adalah program kepala madrasah dalam pengembangan profesionalisme guru yaitu program pengembangan akhlakul karimah. Dalam evaluasi kegiatan pengembangan akhlakul karimah, kepala MAN Pacitan menggunakan metode langsung yang artinya evaluasi ini dilakukan langsung oleh kepala madrasah, bukan oleh perwakilan atau pengawas. Sedangkan dampak dari evaluasi tersebut adalah para guru dan kepala sekolah semakin semangat bersaing untuk meningkatkan akhlaknya. Evaluasi kegiatan Nastamir merupakan evaluasi yang dilakukan secara langsung dan tidak langsung, evaluasi langsung artinya kepala madrasah mengevaluasi program ini secara langsung tanpa perantara, dan dilakukan seminggu sekali yaitu dengan mendatangi ma’had secara langsung. untuk datang ke kegiatan tersebut.

Yang ketiga adalah evaluasi program bedol madrasah, yaitu suatu bentuk penilaian yang dilakukan oleh kepala madrasah untuk menyempurnakan program yang telah dilaksanakan. Berkaitan dengan kegiatan bedol madrasah, pengawasan yang dilakukan oleh kepala madrasah adalah dengan pengawasan langsung. Setelah itu sistem evaluasi bedol madrasah yang dilakukan oleh kepala madrasah berupa rapat anggota yaitu kepala madrasah mengumpulkan hasil laporan dari masing-masing bagian untuk dijadikan bahan evaluasi. di tahun mendatang.

PENUTUP

KESIMPULAN

Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh guru MAN Pacitan dan siswa MAN Pacitan khususnya guru kelas IPS. Dalam pemberian motivasi kepada bawahannya, Kepala Madrasah terlibat langsung dalam kegiatan bedol madrasah, khususnya pada saat pengajian umum yang diikuti oleh seluruh masyarakat dan guru MAN Pacitan beserta siswanya. Dalam evaluasi kegiatan pengembangan akhlakul karimah ini pengelola MAN Pacitan menggunakan metode langsung yang artinya evaluasi ini tidak melalui perwakilan, sehingga untuk sistem evaluasinya sistem SKP atau ukuran kinerja guru adalah penilaian yang dilakukan. oleh kepala sekolah untuk mengukur kinerja guru selama setahun, maka model SKP ini termasuk dalam model formatif vs sumatif yaitu evaluasi formatif adalah proses penyediaan dan penggunaan informasi untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan guna meningkatkan mutu. terhadap produk atau program pendidikan Evaluasi sumatif merupakan evaluasi yang dilakukan setelah program selesai dan bermanfaat bagi pihak eksternal atau pengambil keputusan.

Yang ketiga adalah evaluasi program bedol madrasah. Evaluasi ini dilakukan oleh kepala madrasah untuk memantau kegiatan bedol madrasah. Kemudian program madrasah bedol mempunyai hubungan dengan kompetensi sosial guru MAN Pacitan. Dari ketiga program kepemimpinan MAN Pacitan masing-masing mempunyai tujuan program untuk mengembangkan profesionalisme guru di MAN Pacitan.

SARAN

Referensi

Dokumen terkait