• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK Mayasyaroh, Linda Nur. 2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ABSTRAK Mayasyaroh, Linda Nur. 2016."

Copied!
81
0
0

Teks penuh

Di Internet banyak terdapat situs positif (situs keagamaan, website pengetahuan umum, website materi pendidikan, dll) dan situs negatif (video porno atau gambar porno) yang tentu saja mempunyai dampak positif dan negatif, juga negatif. Hal ini memberikan gambaran bahwa lingkungan masyarakat dan segala sesuatu yang ada di masyarakat mempunyai dampak positif dan ada pula yang berdampak negatif. Hal ini menunjukkan bahwa keterpaduan lingkungan yang berbeda sangat penting bagi remaja, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh lingkungan masyarakat terhadap akhlak siswa MA Ma’Arif Al-Falah tahun pelajaran 2015/2016.

Manfaat Penelitian

Bagi masyarakat, hasil penelitian ini merupakan ukuran dan gambaran betapa pentingnya lingkungan masyarakat terhadap moralitas siswa.

Sistematika Pembahasan

Landasan Teoritik

Lingkungan Masyarakat

Namun juga menjadi tanggung jawab tiga lingkungan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu jelas bahwa lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat mempunyai tanggung jawab yang sama dalam melaksanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan pendidikan.

Moralitas

Oleh karena itu, orang yang bertindak sesuai dengan akhlak adalah orang yang mendasarkan tindakannya pada penilaian baik buruknya suatu hal. Di sinilah berkembang sikap konformitas, kesetiaan atau adaptasi terhadap keinginan kelompok atau aturan-aturan sosial masyarakat.38 Ketiga, tataran post-konvensional, yang menunjukkan bahwa pada tataran ini terdapat upaya individu untuk mendefinisikan nilai-nilai moral. atau prinsip-prinsip yang dapat diterapkan atau diamalkan tanpa memandang otoritas kelompok, pendukung, atau orang-orang yang memegang/memegang prinsip-prinsip moral tersebut.39.

Pengaruh Lingkungan Masyarakat terhadap Moralitas Siswa- Siswi

Oleh karena itu, melalui pengalaman berinteraksi dengan orang lain (orang tua, saudara, teman sebaya atau guru), anak belajar memahami mana perilaku yang baik, yang boleh dilakukan, dan mana yang buruk, yang tidak boleh dilakukan. 44. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pengalaman berinteraksi dengan benda-benda disekitarnya berdampak pada moral anak, termasuk elemen masyarakat.

Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa secara umum (38,10%) lingkungan masyarakat siswa XI. Kelas IPS di SMA Negeri 1 Geyer berada pada kategori tinggi. Pada variabel prestasi belajar kelas

Kerangka Berfikir

Bedanya penelitian ini menggunakan 3 variabel dan salah satu variabel bebasnya adalah lingkungan masyarakat, sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan 2 variabel dan variabel bebasnya adalah lingkungan masyarakat.

Pengajuan Hipotesis

Ho (Hipotesis nol): Lingkungan masyarakat tidak berpengaruh terhadap semangat kerja siswa MA Ma’arif Al-Falah Ngrayun MA tahun pelajaran 2015/2016.

Rancangan Penelitian

Populasi dan Sampel

Setiap strata harus terwakili dalam sampel penyelidikan dan setiap sampel dari setiap strata dapat diambil secara acak sebagaimana ditentukan.52. Dalam penelitian ini digunakan buku Sugiyono sebagai acuan, dimana populasi penelitian ini berjumlah 67 orang dengan tingkat kesalahan sebesar 5%. Dalam penelitian ini strata ditentukan berdasarkan tingkatan kelas, sehingga setiap sampel untuk setiap tingkatan kelas harus proporsional dengan populasinya.

Dalam perhitungan yang menghasilkan pecahan (ada koma) sebaiknya dibulatkan agar jumlah sampelnya lebih besar. 54 Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti menggunakan sampel sebanyak 57 siswi.

Instrumen Pengumpulan Data

TIDAK. Kelas Jumlah siswa per kelas.. 2. Data Semangat juang siswi MA Al-Falah Ngrayun pada tahun pelajaran.

Tabel instrumen pengumpulan data  Tabel 3.3
Tabel instrumen pengumpulan data Tabel 3.3

Teknik Pengumpulan Data 1. Kuisioner (angket)

Data Lingkungan Masyarakat Siswa MA Ma'arif Al-Falah Ngrayun Tahun Pelajaran 2015/2016. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kuesioner dengan skala likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena atau gejala sosial yang ditentukan oleh peneliti.57 Dalam penelitian ini menggunakan metode likert. Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok terkait dengan lingkungan masyarakat dan semangat kerja siswa di sekolah.

Tabel 3.4  Skor Skala  Likert
Tabel 3.4 Skor Skala Likert

TEKNIK ANALISIS DATA

Tahap Pra Penelitian a. Uji Validitas

Untuk rincian hasil tes respon untuk menguji validitas variabel lingkungan sosial pada penelitian ini lihat Lampiran 5. Untuk rincian hasil tes respon untuk menguji validitas variabel semangat kerja siswa pada penelitian ini lihat Lampiran 6. Dari hasil perhitungan reliabilitas di atas terlihat, bahwa nilai reliabilitas instrumen variabel lingkungan mahasiswa-komunitas mahasiswa kemudian diuji dengan tabel “r” dengan db=n pada taraf signifikansi 5%. yaitu 0,433.

Untuk mengetahui skor respon tes uji reliabilitas variabel lingkungan sosial siswa pada penelitian ini secara detail dapat dilihat pada Lampiran 7. Dan dari hasil perhitungan reliabilitas diatas terlihat bahwa reliabilitas nilai instrumen variabel semangat belajar siswa adalah 0,969899, ​​kemudian dikonsultasikan dengan. Karena “r” hitung lebih besar dari “r” tabel yaitu 0,969899 > 0,433 maka instrumen dapat dikatakan reliabel. Untuk mengetahui skor respon tes uji reliabilitas variabel semangat kerja siswa pada penelitian ini secara detail, lihat Lampiran 7. .

Tahap Pasca Penelitian a. Uji Normalitas

Keunggulannya adalah perhitungannya sederhana dan cukup kuat (full power) walaupun dengan jumlah sampel yang kecil (n=4) 68 Teknik yang digunakan untuk menguji normalitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Lilifors dengan rumus: 69. Probabilitas Nilai Z dapat dilihat pada tabel Z, pada tingkat signifikansinya terletak pada bagian leher tabel. Teknik analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis atau rumusan masalah yang diajukan ketiga adalah teknik analisis regresi linier sederhana.

Interpretasikan parameter model sehingga model menunjukkan bahwa moralitas siswa (y) akan menyimpang jika tidak ada lingkungan sosial (x) dan sebaliknya.

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

  • Sejarah Singkat Berdirinya MA Ma’arif Al -Falah Baosan Lor Ngrayun
  • Letak Geografis
  • Visi, Misi, dan Tujuan
  • Keadaan Guru dan Siswa a. Keadaan Guru
  • Sarana dan Prasarana MA M a’arif Al -Falah Ngrayun

Lebih tepatnya MA Ma'arif al-Falah berada di Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Meski berada di pedesaan, MA Ma'arif al-Falah berada di lokasi yang sangat strategis. MA Ma'arif al-Falah didirikan karena didasari oleh kurangnya lembaga pendidikan yang sesuai seperti pesantren khususnya Salaf.

Ia juga amat menguntungkan MA Ma'arif al-Falah kerana ia terletak di dua lorong bas daripada tiga landasan yang ada. Sehingga MA Ma'arif al-Falah merupakan salah satu madrasah yang paling mudah diakses di kecamatan Ngrayun. Sebagai sebuah institusi pendidikan agama, MA Ma’arif AL-Falah Ngrayun mempunyai visi dan misi sebagai berikut:73. A.

Deskripsi Data

Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu lembaga pendidikan akan sangat diperlukan untuk membantu keberhasilan terselenggaranya proses kegiatan pembelajaran, yang pada akhirnya akan menentukan dan mempengaruhi keberhasilan suatu lembaga dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah diprogramkan. Sarana dan prasarana yang dimiliki MA Ma'arif Al-Falah Ngrayun antara lain ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang staf, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang komputer, lapangan olah raga dan musala.78. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa skor tertinggi pada variabel lingkungan masyarakat sebesar 100 dengan frekuensi 2 orang, dan terendah sebesar 44 dengan frekuensi 1 orang.

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa skor tertinggi pada variabel lingkungan masyarakat sebesar 114 dengan frekuensi 1 orang dan terendah sebesar 43 dengan frekuensi 1 orang.

Analisis Data

Dengan demikian, terlihat bahwa skor 90 ke atas termasuk dalam lingkungan komunitas mahasiswa yang baik, sedangkan skor 65 ke bawah termasuk dalam kategori kurang baik, dan nilai di antara keduanya adalah cukup. Dari tabel diatas terlihat bahwa lingkungan masyarakat Ponorogo berada pada kategori baik sebanyak 9 dari 57 responden, dalam kategori cukup sebanyak 37 dari 57 responden (64,91%), dan dalam kategori kurang baik. 11. dari 57 responden (19,29%). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa lingkungan masyarakat siswa MA Ma’arif AL-Falah Ngrayun berada pada kategori cukup.

Moralitas Siswa-Siswi MA M a’Arif Al -Falah Ngrayun

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa lingkungan masyarakat siswa MA Ma’arif AL-Falah Ngrayun berada pada kategori sesuai. semangat belajar siswa baik, cukup dan kurang. Dengan demikian dapat diketahui bahwa skor 108 ke atas termasuk dalam kategori semangat kerja siswa baik, sedangkan skor 72 ke bawah termasuk dalam kategori kurang, dan skor di antara keduanya termasuk dalam kategori cukup. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa semangat juang siswa MA Ma'arif Al-Falah Ngrayun tahun ajaran 2015/2016 berada pada kategori cukup.

Pengaruh Lingkungan Masyarakat terhadap Moralitas Masyarakat Siswa-Siswi MA Ma ’Arif Al -Falah Ngrayun

Dari tabel diatas terlihat nilai Lmax variabel Fhitung > Ftabel yang artinya variabel bebas (X) yaitu lingkungan masyarakat mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat (Y) yaitu semangat kerja karyawan. Arif Siswa MA Al-Falah Nrgayun. 9) Hitung koefisien determinasi. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi (R2) di atas diperoleh suatu nilai yang berarti lingkungan masyarakat berpengaruh terhadap semangat kerja siswa MA Ma’arif Al-Falah Ngrayun dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. .

Pembahasan dan Interpretasi

Dengan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan masyarakat terhadap akhlak siswa MA Ma’arif Al-Falah Ngrayun MA. Hal ini menggambarkan bahwa moralitas siswa dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang termasuk dalam kriteria kecukupan. Sedangkan siswa yang pengaruh lingkungannya rendah juga akan mempunyai moralitas yang rendah.

Lingkungan komunitas siswa dapat dilihat dari empat jenis indikator, yaitu aktivitas siswa di masyarakat, media massa, teman bergaul, dan bentuk kehidupan bermasyarakat. Namun jika siswa terlalu banyak mengikuti kegiatan kemasyarakatan, misalnya organisasi, kegiatan sosial, keagamaan dan lain sebagainya, maka pembelajarannya akan terganggu. Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang tidak terpelajar, penjudi, suka mencuri dan mempunyai kebiasaan yang buruk akan membawa pengaruh buruk bagi anak-anak (pelajar) yang tinggal di sana dan cenderung melakukan apa yang dilakukan orang-orang disekitarnya.

PENUTUP

Saran

Dengan memperhatikan hasil penelitian ini, diharapkan para guru terus memberikan bimbingan kepada siswa dan bekerja sama dengan masyarakat untuk terus meningkatkan dan membangun akhlak dimanapun mereka berada, di keluarga, di sekolah dan di masyarakat. Melihat pengaruh lingkungan masyarakat terhadap semangat belajar siswa, maka hendaknya masyarakat bekerjasama dengan pihak sekolah untuk membangun semangat belajar siswa yang lebih baik. Dengan melihat pengaruh lingkungan sosial terhadap semangat kerja siswa, seharusnya lebih dari itu.

Mahasiswa hendaknya lebih menyaring unsur-unsur yang ada di masyarakat, apa yang sebaiknya diamalkan dan apa yang sebaiknya dihindari. Karena bentuk masyarakat, media massa, aktivitas dalam masyarakat, dan berbagai jenis hubungan dalam masyarakat tentunya bermacam-macam, maka Anda harus pandai-pandai dalam menjaga diri.

Referensi

Dokumen terkait