• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK Moyang Waringin Oleh: Rahmi

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "ABSTRAK Moyang Waringin Oleh: Rahmi"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

 

i ABSTRAK

Moyang Waringin Oleh: Rahmi/ 2011

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, kata “Moyang” berarti leluhur yang dipercaya memiliki kekuatan gaib tertentu. Sedangkan “Waringin” berasal dari bahasa Jawa Tengah, beringin yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), maksudnya adalah pada pohon beringin terdapat akar-akar gantung yang keluar dengan tidak teratur dan saling melilit sehingga disebut agak keliru. Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan. Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat didalam tanah maupun diluar tanah. Akar berfungsi menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan ditempat hidupnya.

Dalam Karya Tari Moyang Waringin penata membuat Karya Tari dalam bentuk baru, melalui kisah makhluk akar sebagai perwujudan akar-akar yang hidup dibawah pohon beringin. Mahkluk akar ini cerminan dari manusia primitiv yang masih memegang paham dinamisme, yaitu kepercayaan terhadapa benda- benda yang dianggap suci atau keramat seperti pohon, sungai, batu dan hutan.

Makhluk akar ini hidup rukun di bawah pohon beringin. Namun disisi lain timbul keinginan untuk menguasai akar yang menjadi sumber kekuatannya secara individu. Tetapai bukan kekuatan yang didapat dari keserakahan makhluk akar itu, melainkan kehancuran dan kekecewaan yang dialaminya.

Dari Karya tari “Moyang Waringin” di atas penata ingin mengungkapkan suatu pesan moral agar tidak menjadi manusia yang serakah dan tentang kekuatan yang ada dalam kehidupan yang rukun dan damai, ibaratnya manusia tidak bisa hidup secara individu tetapi saling membutuhkan satu sama lain seperti akar yang menyokong batang pohon sehingga berdiri kokoh dan saling mendukung satu dengan lainnya.

Referensi

Dokumen terkait

https://bajangjournal.com/index.php/JPDSH PENGARUH PENGGUNAAN GADGET DALAM KEGIATAN BELAJAR DAN MENGAJAR TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK GENERASI Y Oleh Delia Puspita Sari1,