viii ABSTRAK
HILDA MAYANTI. 2019. Analisis Fenomena Redundant Acronym Syndrome (RAS) Syndrome dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar. Jurusan Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pembimbing I Muh Rapi Tang dan Pembimbing II Akram Budiman Yusuf.
Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tiga alur pikir yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion). Hasil penelitian ini (1) RAS Syndrome dalam pemakaian bahasa Indonesia banyak jumpai pada Mahasiswa seperti Kamus KBBI, Nomor NIK, PSM Makassar, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Kartu KIP, Virus HIV, Nomor PIN, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, Bank BTN, Bank BPTN, Partai PDIP, Partai PAN, Partai PSI, Partai PPP, Partai PKS dan Mesin ATM. (2)Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya RAS Syndrome terjadi akibat (1) penutur dalam kondisi tidak sadar, (2) karena alasan budaya berbahasa yang berkembang di mahasiswa seperti itu, (3) akibat kurangnya pengetahuan bahasa yang memadai untuk diaplikasikan dalam berbahasa yang sesuai kaidah, (4) akibat kesemenamenaan dalam berbahasa (3) RAS Syndrome merupakan bentuk kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis dan semantik karena terjadi pemborosan, kecuali bentuk yang sudah ditetapkan.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sindrom RAS yaitu (1) penutur dalam kondisi tidak sadar, (2) karena alasan budaya berbahasa yang berkembang di masyarakat seperti itu, (3) akibat tidak adanya bekal pengetahuan bahasa yang memadai untuk diaplikasikan dalam berbahasa yang sesuai kaidah, (4) akibat kesemena-menaan dalam berbahasa.
Kata kunci: RAS Syndrome, kesalahan berbahasa