• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ABSTRAK"

Copied!
201
0
0

Teks penuh

Selain itu, perkembangan teknologi jaringan komunikasi data melalui telepon seluler (GPRS, EDGE, 3G, HSDPA, 4G) dan perangkat smartphone (iOS, Android, Windows) dimanfaatkan oleh perbankan untuk menyediakan layanan internet banking. Internet banking (I-banking) dianggap sebagai alat manajemen keuangan yang sempurna untuk orang-orang yang sangat sibuk. Aplikasi perbankan online memungkinkan untuk menyimpan, mengirim dan menerima uang dengan cepat, mudah dan aman.

Internet banking membantu nasabah melakukan transaksi perbankan tanpa harus antri di bank (kecuali pembukaan rekening dan beberapa hal yang hanya dapat dilakukan di bank secara langsung). Jadi, penelitian yang akan dilakukan peneliti ini berfokus pada penerapan sistem one-time password untuk melindungi nasabah pengguna internet banking. Penelitian ini berjudul “IMPLEMENTASI UNIFORM WORD SYSTEM UNTUK PERLINDUNGAN NASABAH PADA PRODUK INTERNET BANKING DI BNI KC JEMBER.

Bagaimana penerapan sistem one time password pada produk internet banking di Bank Negara Indonesia KC Jember. Menjelaskan penerapan sistem one-time password pada produk internet banking di Bank Negara Indonesia KC Jember.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Fokus Penelitian
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Definisi Istilah
  • Sistematika Pembahasan

Kegiatan ini menggunakan jaringan internet sebagai perantara atau penghubung antara nasabah dengan bank tanpa harus mengunjungi kantor bank. Nasabah dapat menggunakan komputer desktop, laptop, tablet atau smartphone yang terhubung dengan jaringan Internet sebagai penghubung antara perangkat nasabah dengan sistem perbankan.13.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Perlindungan hukum terhadap debitur (nasabah) dalam pelaksanaan perjanjian kredit bank sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen. 17 Ajeng Kumalasari, Perlindungan Hukum Data Nasabah di Internet Banking Review UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (tesis master). Pengaruh Standar Pelayanan dan Mobile Banking (M-Banking) Terhadap Kepuasan Nasabah di BNI Syariah Cabang Jember (Skripsi).

Perbedaannya dengan penelitian sebelumnya adalah membahas tentang perlindungan nasabah bank dan tujuannya adalah OJK, sedangkan persamaannya sama-sama membahas tentang perlindungan nasabah mengenai kerahasiaan dan keamanan data pribadi nasabah.20. Perlindungan hukum terhadap debitur (nasabah) sehubungan dengan pelaksanaan perjanjian kredit bank berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Perlindungan hukum bagi nasabah bank Dilihat dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (disertasi).

Perlindungan Hukum Data Nasabah di Internet Banking (Revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan). Penelitian sebelumnya ini tidak memasukkan undang-undang perlindungan konsumen dan undang-undang OJK.7 Marnia.

Kajian Teori

  • Sistem One Time Password
  • Perlindungan Customer
  • Internet Banking (I-banking)

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman berdasarkan suatu metodologi yang mengkaji suatu fenomena sosial dan permasalahan manusia.43. Penelitian lapangan adalah suatu kajian yang mendalam terhadap suatu satuan tertentu yang hasilnya memberikan gambaran yang luas dan mendalam mengenai satuan yang dimaksud.44. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif.Pendekatan deskriptif adalah suatu metode penelitian yang berupaya mengungkapkan fakta-fakta suatu peristiwa, objek, kegiatan, proses dan orang “sebagaimana adanya”.

45Andi Prastowo, Pengertian Metode Penelitian Tinjauan Teoritis dan Praktis (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Sumber data sekunder berupa telaah pustaka dan telaah dokumentasi, penelusuran naskah yaitu mengambil dari buku-buku dan artikel-artikel yang relevan dengan permasalahan perlindungan nasabah pengguna layanan internet banking serta melalui situs resmi Bank Negara Indonesia.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik observasi dilakukan dengan mengamati langsung bagaimana penerapan sistem one time password dan perlindungan nasabah pengguna produk internet banking di Bank Negara Indonesia KC Jember. Jenis observasi yang dilakukan adalah observasi partisipan, dimana peneliti terlibat langsung dalam aktivitas sehari-hari orang yang diamati atau dijadikan sebagai sumber data penelitian. Dengan observasi partisipan maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan mengungkap tingkat makna dari setiap perilaku yang terlihat.

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data melalui tanya jawab langsung dengan pegawai Bank Negara Indonesia KC Jember. Dalam hal ini, pewawancara mengajukan sejumlah pertanyaan terstruktur kemudian memperdalamnya satu per satu dengan mencari informasi lebih lanjut. Tentang penerapan sistem one-time password yang digunakan untuk melindungi nasabah dari pencurian data nasabah (Manajer Bank BNI).

Mengenai mekanisme perlindungan nasabah Bank Negara Indonesia yang menggunakan internet banking (Manajer Bank BNI). Dokumentasi juga merupakan pelengkap penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif 49 Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang dihasilkan dari dokumen-dokumen subjek penelitian (Banka Negara Indonesia KC Jember), dari brosur perbankan online, artikel terkait dan dari Internet.

Analisis Data

Uji keabsahan data yaitu memeriksa keabsahan data, data yang memenuhi syarat (dapat diandalkan dan valid) dipertahankan dan yang tidak dibuang.

Keabsahan Data

  • Sejarah Bank Negara Indonesia
  • Visi dan Misi Bank Negara Indonesia
  • Struktur Organisasi Bank Negara Indonesia
  • Deskripsi Jabatan
  • Letak Geografis Objek Penelitian
  • Tata Kelola Perusahaan
  • Produk Bank Negara Indonesia KC Jember

PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk (selanjutnya disebut "BNI") pada awalnya didirikan di Indonesia sebagai bank sentral dengan nama "Bank Negara Indonesia" berdasarkan peraturan pemerintah bukan undang-undang no. Selanjutnya berdasarkan UU No. 17 Tahun 1968, BNI ditetapkan sebagai “Bank Negara Indonesia 1946”, dan statusnya menjadi bank umum milik negara. Dalam perjalanannya, Bank Negara Indonesia mengubah posisi identitas korporatnya untuk beradaptasi dengan pasar keuangan yang dinamis.

Identitas pertama sejak berdirinya Bank Negara Indonesia adalah lingkaran merah bertuliskan Bank Negara Indonesia Tahun 1946 berwarna emas yang melambangkan persatuan, keberanian dan cinta tanah air yang sangat mencerminkan semangat Bank Negara Indonesia sebagai bank perjuangan. Pada tahun 1988, identitas perusahaan diubah menjadi logo kapal dan layar gelombang untuk menunjukkan posisi Bank Negara Indonesia sebagai bank pemerintah Indonesia yang siap memasuki pasar keuangan dunia dengan memiliki cabang di luar negeri. Gelombang tersebut mencerminkan kemajuan Bank Negara Indonesia sebagai bank umum milik negara yang berorientasi pasar.

Sedangkan angka '46' ditempatkan secara diagonal pada kotak oranye yang melambangkan Bank Negara Indonesia baru yang modern. Banka Negara Indonesia KC Jember mempunyai struktur organisasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul dari sumber daya eksternal dan internal perusahaan dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.

Penyajian Data dan Analisis

Pada aplikasi internet banking, TOTP dipasang antara virtual token dan server untuk menghasilkan password sebagai otentikasi tambahan dalam proses transaksi keuangan seperti pembayaran tagihan, transfer, dll. Kemudian untuk proses aktivasi, nasabah akan diarahkan untuk mengakses internet BNI perbankan melalui website www.bni.co.id, kemudian pilih login internet banking dan nasabah harus memasukkan kode aplikasi internet banking BNI sebanyak 6-8 karakter kemudian nasabah akan diminta untuk mengkonfirmasi nomor ponsel setelah itu sistem akan kirim kode OTP melalui SMS.”53. “Secara teknis, OTP melalui SMS lebih rentan terhadap ancaman token karena SMS masih dapat disadap dan memerlukan biaya untuk mengirimkan SMS setiap kali diautentikasi, sehingga nasabah juga disarankan untuk menggunakan token setiap kali melakukan transaksi melalui layanan internet banking. "54.

Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Pak. Endrik Kurniawana tentang pengenalan sistem one-time password pada produk internet banking di Bank Negara Indonesia KC Jember. Biasanya, sesi OTP kedua menggunakan alat yang disebut token (e-secure), di mana setiap kali pelanggan melakukan transaksi, mereka memasukkan kode PIN dinamis yang dihasilkan oleh alat token tersebut." 55 Oleh karena itu penulis menyimpulkan bahwa penerapan satu sesi OTP adalah sistem time-password perbankan produk internet di Bank Negara Indonesia KC Jember yaitu kode OTP mempunyai dua sesi, yang pertama pada saat nasabah mendaftar layanan internet banking, yang kedua pada saat nasabah ingin melakukan transaksi. diharapkan dengan adanya peraturan berupa peraturan perundang-undangan Biro Jasa Keuangan dapat memenuhi segala kebutuhan perlindungan hukum nasabah yang akan melakukan transaksi internet banking.

Merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 38/POJK/.03/2016 tentang penerapan manajemen risiko dalam penggunaan teknologi informasi oleh bank umum dalam bentuk perlindungan hukum data nasabah internet banking. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dimanfaatkan oleh perbankan untuk meningkatkan skala kegiatan operasional dan juga dapat meningkatkan risiko yang dihadapi bank, biasanya serangan terhadap layanan internet banking yaitu phishing dan malware in browser (MIB). Sebagai penyelenggara layanan perbankan online, Bank Negara Indonesia berkewajiban kepada nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian dalam menggunakan layanan perbankan online.

Nyonya. Suhartini menjelaskan mekanisme perlindungan nasabah di Bank Negara Indonesia KC Jember menggunakan layanan internet banking. Apabila terjadi kerugian materil yang dialami nasabah bank yang menggunakan layanan internet banking yang disebabkan oleh pihak ketiga, maka pihak ketiga tersebut harus tunduk pada tuntutan hukum.” 57. Hampir sama dengan penjelasan Pak Sudarjanto, jika kesalahan tersebut disebabkan oleh kelalaian bank menjadi , BNI akan bertanggung jawab.

“Biasanya kalau ada nasabah yang bermasalah, Bank Negara Indonesia pasti akan membantu. Misalnya kalau masalahnya karena jaringan maka prosesnya bisa memakan waktu hingga 14 hari kerja, sedangkan jika disebabkan oleh hacker ., diperkirakan dapat ditangani hingga 2-3 bulan."58. Dari hasil wawancara dengan berbagai sumber di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa mekanisme perlindungan nasabah di Bank Negara Indonesia adalah KC Jember jika terjadi sesuatu yang mencurigakan atau menimbulkan ancaman atau masalah dalam penggunaan. Bank Negara Indonesia akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kerugian materiil yang dialami nasabah apabila permasalahan tersebut disebabkan oleh kelalaian pihak bank, sebaliknya apabila permasalahan tersebut disebabkan oleh pihak ketiga atau nasabah itu sendiri maka Bank Negara Indonesia tidak akan bertanggung jawab. . , dan Bank Negara Indonesia akan terus membantu hingga masalah tersebut teratasi.

Bahasan Temuan

Penerapan sistem one time password pada produk Internet Banking di Bank Negara Indonesia KC Jember. Penerapan One Time Password System pada Produk Internet Banking di Bank Negara Indonesia KC Jember. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan penerapan sistem one-time password pada produk online banking di Bank Negara Indonesia 2. Menjelaskan mekanisme perlindungan nasabah Bank Negara Indonesia yang menggunakan produk online banking.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Referensi

Dokumen terkait