• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ABSTRAK"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

Berangkat dari hal-hal diatas maka penulis tertarik untuk meneliti sejauh mana kecerdasan emosional mempengaruhi pemahaman membaca siswa dengan mengetahui hubungan keduanya, penelitian ini diberi judul “Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas III SDN 1 Nologaten Tahun Ajaran Apakah terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan pemahaman membaca siswa kelas III SDN 1 Nologaten tahun pelajaran 2015/2016 Untuk menjelaskan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan membaca kemampuan pemahaman siswa kelas III SDN 1 Nologaten tahun ajaran 2015/2016.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan pihak sekolah untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan para pendidik untuk memahami kecerdasan emosional siswa guna menumbuhkan dan meningkatkan pemahaman membaca. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya kecerdasan emosional siswa dalam meningkatkan pemahaman membaca.

Landasan Teori

Trinanda Rainy Januarsari & Yudhi Martanto, EQ Explosion: 15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emosional untuk Meraih Kesuksesan (Bandung: Kaifa, 2002), 30. Oleh karena itu, kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan mengenali, memahami, dan mengungkapkan perasaan (emosi) yang harus dikuasai. tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Bidang kecerdasan emosional ini juga berkaitan dengan apa yang biasa disebut dengan “diri batin”.

Dalam arti lain, bidang kecerdasan emosional berkaitan dengan kemampuan kita menilai dan merespons situasi sulit. Penjelasan yang lebih luas tentang kecerdasan emosional ini berkaitan dengan kemampuan untuk menahan stres tanpa mengalami keruntuhan, kehancuran, kehilangan kendali, atau keruntuhan. Berdasarkan kajian dan pembahasan teori di atas, dapat dipahami bahwa kecerdasan emosional mempunyai cakupan teori yang beragam.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional sangat penting untuk dikembangkan dalam diri seseorang karena dengan kemampuan tersebut seseorang dapat mengelola emosinya sedemikian rupa agar tidak lepas kendali dan memiliki beberapa manfaat jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional siswa berhubungan dengan kemampuan pemahaman bacaannya, dengan kecerdasan emosional yang tinggi maka dapat mendorong siswa untuk meningkatkan kemampuan pemahaman bacaannya.

Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

Hal ini diketahui dari hasil penelitian dengan 5 siswa (50%) dalam kategori cukup, 3 siswa (30%) dalam kategori baik dan 2 siswa (20%) dalam kategori kurang. 3) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan disiplin diri pada siswa kelas III SDN 4 Sooko pada tahun pelajaran. Hasil penelitian adalah kecerdasan emosional siswa kelas atas masuk dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 98% dan hasil belajar kognitifnya masuk dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 57%. Berdasarkan nilai signifikansi p (0,48) dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar kognitif siswa kelas atas di SDN 2 Banjarkerta.

Artinya perubahan kecerdasan emosional tidak mempengaruhi perubahan hasil belajar kognitif siswa kelas tinggi SDN 2 Banjarkerta.65. Apalagi penelitian tersebut dilakukan oleh Amalina Harjanti, pada tahun 2012, dengan judul: “Hubungan Kemampuan Membaca dan Memahami. 64 Nusthon Nawawi Al-Irsad, Hubungan Kecerdasan Emosional Siswa dengan Disiplin Diri Siswa Kelas III SDN 4 Sooko Tahun Pelajaran Skripsi, STAIN Ponorogo, 2013), 54.

65 Edwing Isnanto, Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas Atas SDN 2 Banjarkerta, http://eprints.uny.ac.id/13996/1/ssisi, diakses 11 Februari 2016. Hasil Penelitian Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pemahaman membaca dengan prestasi akademik IPS siswa kelas IV SD Negeri di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo. Hal ini terlihat dari hasil analisis korelasi Product Moment antara pemahaman membaca dengan kinerja belajar IPS diperoleh rxy (0,618) > rtabel (0,306) pada taraf signifikansi 0,01 (1%).

Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat korelasi antara kemampuan membaca pemahaman dengan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo berada pada kategori kuat.66. Dari beberapa penelitian terdahulu di atas terdapat beberapa kesamaan yaitu sama-sama menggunakan penelitian kuantitatif korelasional, mengkaji kecerdasan emosional dan pemahaman membaca. Perbedaan penelitian di atas dengan penelitian saat ini adalah pada penelitian sebelumnya kecerdasan emosional berkorelasi dengan disiplin diri dan kecerdasan emosional dengan hasil belajar kognitif, sedangkan pada penelitian ini kecerdasan emosional berkorelasi dengan pemahaman membaca.

66 Amalina Harjanti, Korelasi Kemampuan Membaca Dengan Pembelajaran IPS Siswa SD Negeri KELAS IV Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo, http://eprint.uny.ac.id/8609/1, diakses 11 Februari 2016.

Kerangka Berfikir

Pengajuan Hipotesis

Rancangan Penelitian

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab perubahan atau akibat dari variabel terikat (dependent). Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau disebabkan oleh adanya variabel bebas.

Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian

Dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu kecerdasan emosional dan variabel terikat yaitu kemampuan membaca pemahaman. Sampel adalah sebagian dari populasi yang dijadikan contoh (master), diambil dengan metode tertentu. Dalam penelitian ini digunakan teknik sampling jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel bila seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel.74.

Untuk itu dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah seluruh siswa kelas III SDN 1 Nologaten yang berjumlah 40 siswa.

Instrumen Pengumpulan Data

Sebelum melakukan proses analisis data, perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas penelitian sebagai berikut. Validitas artinya instrumen dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.76 Untuk menguji validitas instrumen, penulis menggunakan Korelasi Product Moment yang dikemukakan oleh Karl Pearson yaitu: 77. Dari hasil perhitungan validitas item instrumen sebanyak 20 item pada variabel kecerdasan emosional dan 10 item pada variabel tes pemahaman membaca, ternyata untuk validitas kecerdasan emosional terdapat 15 item yang dinyatakan valid yaitu item nomor.

Untuk mengetahui skor jawaban angket uji validitas variabel kecerdasan emosional dan tes pemahaman membaca lihat lampiran 5 dan 6. Hasil perhitungan validitas item instrumen penelitian variabel kecerdasan emosional dan membaca Tes pemahaman dalam penelitian ini dapat diketahui secara rinci dapat dilihat pada lampiran 9 dan 10. Dari hasil perhitungan validitas butir instrumen di atas dapat diperoleh pada tabel ringkasan di bawah ini.

Nomor pertanyaan yang dianggap valid kemudian digunakan untuk mengumpulkan data dalam survei ini. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang memberikan data yang sama bila digunakan berulang kali untuk mengukur objek yang sama. Untuk menguji reliabilitas instrumen, penelitian ini melakukan konsistensi internal dengan hanya menguji instrumen satu kali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik tertentu.

Teknik yang digunakan untuk menganalisis reliabilitas instrumen ini adalah teknik split half yang dianalisis oleh Spearman Brown berikut ini. Karena soal tes yang diujikan dalam penelitian ini berjumlah 20 dan 10, maka instrumen dapat dikatakan mempunyai reliabilitas jika diperoleh angka korelasi sebesar 0,50 dan 0,33. Dari hasil perhitungan reliabilitas diatas terlihat bahwa nilai reliabilitas instrumen variabel kecerdasan emosional adalah “r” hitung >.

Dan untuk reliabilitas instrumen variabel kemampuan membaca angka “r” > angka korelasi minimum yaitu 0,686 > 0,33 maka instrumen dikatakan reliabel.

Teknik Pengumpulan Data

Indikator-indikator tersebut kemudian dijadikan sebagai titik tolak penyusunan item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Respon setiap item instrumental dengan menggunakan skala likert mempunyai penilaian dari sangat positif hingga sangat negatif, dapat berupa kata-kata dan untuk keperluan analisis kuantitatif. Sedangkan untuk jawaban negatif poinnya adalah: selalu (1), sering (2), kadang-kadang (3), dan tidak pernah (4) 82 Kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan digunakan untuk mengumpulkan data.

Tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar siswa, khususnya hasil belajar kognitif yang berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran sesuai dengan tujuan belajar mengajar. Namun sampai batas tertentu, tes juga dapat digunakan untuk mengukur atau menilai hasil belajar dalam bidang efektivitas dan keterampilan psikomotorik. Dalam penelitian ini penulis akan memberikan tes pemahaman membaca dalam bentuk uraian kepada seluruh siswa, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman membaca siswa kelas III SDN 1 Nologaten Ponorogo.

Untuk mendapatkan hasil tes dapat menggunakan penilaian: skor 4 jika jawaban sepenuhnya sesuai dengan nilai bacaan, skor 3 jika jawaban sebagian besar sesuai dengan nilai bacaan, skor 2 jika jawaban agak sesuai dengan nilai bacaan, dan skor 1 jika jawabannya tidak sesuai dengan bacaan.

Teknik Analisis Data 1. Analisis Data Deskriptif

Ha: terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN 1 Nologaten. Ho: tidak terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN 1 Nologaten. Hasil Hasil dan Frekuensi Kecerdasan Emosional siswa kelas III SDN 1 Nologaten tahun ajaran 2015/2016 dapat dilihat pada tabel 4.3.

Terlihat skor lebih dari 55 dikategorikan kecerdasan emosional tinggi pada siswa kelas III SDN 1 Nologaten, skor kurang dari 44 dikategorikan tinggi. Untuk mengetahui lebih jelas kategori kecerdasan emosional siswa kelas III SDN 1 Nologaten lihat Tabel 4.10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional siswa kelas III SDN 1 Nologaten sebagian besar adalah sedang dengan jumlah 30 responden dan persentase 75%.

Terlihat skor lebih dari 76 dikategorikan pemahaman membaca siswa Kelas III SDN 1 Nologaten tinggi, skor kurang dari 49. Untuk mengetahui lebih jelas pemahaman membaca siswa Kelas III SDN 1 masuk dalam kategori mana. Nologaten dapat dilihat pada tabel 4.13. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca siswa Kelas III SDN 1 Nologaten mayoritas adalah sedang yaitu sebanyak 25 responden dan persentase 62,5%.

Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas III SDN 1 Nologaten Tahun Pelajaran 2015/2016. Untuk menganalisis data kecerdasan emosional dan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN 1 Nologaten menggunakan langkah-langkah seperti pada Lampiran 19 dengan analisis product moment. Dengan demikian hipotesis penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN 1 Nologaten tahun ajaran 2015/2016 dapat diterima.

Pengukuran mengenai kecerdasan emosional siswa kelas III SDN 1 Nologates menurut indikatornya diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu: tinggi, sedang dan rendah. Berdasarkan tabel analisis data, nilai tes pemahaman membaca siswa kelas III SDN 1 adalah Nologaten 49 – 76. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah Ha yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan kecerdasan emosional. pemahaman bacaan siswa kelas III. di SDN 1 Nologaten angkatan 2015/2016 diterima.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Hubungan Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Prestasi Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar Negeri IV. KELAS di Kecamatan Kokap Provinsi Kulon Progo.

Referensi

Dokumen terkait