Dinamika organisasi zakat tidak lepas dari kekuatan dan potensi zakat yang dapat dijadikan sebagai solusi alternatif untuk memecahkan masalah ekonomi, penguatan dan peningkatan kesejahteraan umat. Dengan modal inilah pengelolaan organisasi zakat. mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari. masyarakat dalam menjalankan fungsi pengelolaan organisasi zakat. Kebijakan politik pemerintah dalam mengeluarkan undang-undang pengelolaan zakat telah memainkan peran penting dalam mencapai tujuan dasarnya jika disertai dengan pengelolaan organisasi zakat yang profesional dan bertanggung jawab.
BAB 2
COMMUNITY DEVELOPMENT
MULTI EFFECT ZAKAT
BAB 3
MANA'EMEN DAN ORGANISASI ZAKAT
Data base Muzakki dan Mustahik
Sumber daya, termasuk sumber daya manusia, merupakan aset dan manfaat yang sangat penting dalam menggerakkan dinamika organisasi zakat untuk mencapai keunggulan dan kinerja tinggi. Karena pelaksanaan tugas dalam pengelolaan organisasi zakat bukanlah urusan pribadi antara muzakki dan mustahiq, melainkan urusan tata usaha dan ketatanegaraan. Pengelolaan organisasi zakat yang dilakukan oleh personel yang tidak profesional dan tidak kompeten akan mengakibatkan kegagalan.
Hambatan ini merupakan salah satu faktor yang memiliki kekuatan yang kuat untuk menghambat perkembangan organisasi zakat. Komunikasi memiliki peran penting dalam membantu memperluas jaringan komunikasi dan segmen pasar organisasi, termasuk organisasi zakat. Tugas dan fungsi organisasi zakat dapat terlaksana dengan baik apabila didukung oleh sistem manajemen, khususnya dalam hal pelaksanaan fungsi manajemen.
Pengorganisasian organisasi mengacu pada pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak yang terlibat dalam organisasi zakat dengan menggunakan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh organisasi zakat. Pengelolaan dan Organisasi Zakat 6l Terorganisir artinya organisasi pengelola zakat disusun secara berjejaring (ada jaringan kerja antar BAZ, antar LAZ dan antara BAZ dengan LAZ). Dengan pengawasan, kelemahan-kelemahan yang melekat pada kegiatan organisasi zakat dapat diperbaiki dan ditingkatkan sumber daya yang tersedia.
Prinsip sama berat dipikul dan ringan dipikul sama mendasari prinsip pembagian tugas dalam organisasi zakat.
Asas Koordinasi
Prinsip ini menentukan organisasi mana yang secara fungsional paling bertanggung jawab atas keseluruhan tugas kelembagaan dalam pembangunan. Prinsip ini akan menentukan mekanisme koordinasi organisasi yang paling bertanggung jawab secara fungsional untuk memprakarsainya. Lembaga zakat sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial keagamaan seharusnya memiliki manfaat yang berbeda dengan organisasi korporasi pada umumnya.
Kelebihan dan kekurangan dari ketiga model ini harus dipertimbangkan ketika mengelola organisasi zakat. Ketiga model tersebut memiliki akar budaya dan tentunya mengandung visi nilai dan kepentingan yang berbeda, sehingga tidak semuanya terimplementasikan dengan baik dalam organisasi zakat. Terminologi ummah (community of ummah) merupakan salah satu konsep kunci dalam Al-Qur'an.
Ketidaksetaraan ini jelas merupakan akibat atau sebab dari sistem ekonomi yang tidak adil dan menindas. Namun, dalam syariat Islam, ada batasan kehidupan kelompok masyarakat, seperti menjatuhkan hukuman kepada orang kaya yang melewatinya. Memberdayakan adalah meningkatkan kekayaan dan kemandirian rakyat dengan menggunakan sumber zakat uang sebagai instrumen pembangunan ekonomi secara adil dan merata tanpa penindasan.
Pemerataan pendapatan penting untuk menciptakan tatanan ekonomi yang adil dan merata, yaitu menempatkan masyarakat pada posisi yang seimbang.
DITEMA DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN ORGANISASI ZAKAT
BAB 4
Meski para pimpinan organisasi zakat tersebut dikumpulkan dari berbagai lapisan masyarakat yang dianggap memiliki karisma tokoh masyarakat. Mereka mengedepankan syarat sumber daya manusia selain muslim yang berkualitas, yaitu memiliki kemampuan mengabdi dan mengetahui perannya dalam organisasi zakat serta amanah. Kedua kondisi tersebut memiliki ciri khusus yaitu kemampuan manajemen dalam mengelola organisasi zakat dan kemampuan menciptakan inovasi dan terobosan (Qardhawi, 2005: 724).
Penerimaan dan pengeluaran organisasi zakat harus dipublikasikan secara luas melalui berbagai saluran yang memudahkan masyarakat untuk mengetahui dan mengikutinya. Sebagian besar dari mereka tidak lagi mempercayai organisasi zakat sebagai tempat yang tepat untuk mengumpulkan dana zakat. Meskipun organisasi zakat yang telah terbentuk melibatkan berbagai komponen masyarakat, sesuai amanat undang-undang, yang memberikan kewenangan kepada amil zakat untuk mengumpulkan zakat dengan cara:
Implementasi kebijakan pemerintah mengenai organisasi zakat juga dapat dilihat dari sudut pandang kelompok sasaran (frgef group). Akuntabilitas organisasi zakat dan organisasi lainnya merupakan nilai moral universal yang terdapat dalam semua agama, khususnya dalam Islam. Dalam konteks ini, pertimbangan organisasi zakat dalam mewujudkan kualitas kerja, ketepatan waktu, inisiatif yang tinggi dan komunikasi yang efektif menjadi suatu keharusan.
Organisasi zakat memerlukan sistem pengelolaan yang baku berupa aturan baku, struktur organisasi baku dan sumber daya manusia yang baku agar menjadi organisasi yang baik dan modern.
U Dua kesadaran etika tersebut, perlu secara terus
Tahap kedua meliputi: (1) penyiapan sumber daya manusia dan sistem operasi yang mampu meraih kepercayaan muzakki dan mengelola atau meningkatkan sumber daya manusia dengan moral dan kompetensi yang tepat; (3) pemilihan pengurus organisasi zakat yang memiliki komitmen dan kompetensi untuk pengembangan organisasi zakat, khususnya dalam mengelola dan mensosialisasikan visi dan misi organisasi zakat. Tahap ketiga, membangun sistem komunikasi dengan penekanan pada: (1) membangun database, yaitu mereka yang memenuhi kriteria sebagai muzaka utama yang akan menjadi sasaran kegiatan komunikasi; (2) membangun sistem komunikasi permanen yang memungkinkan publik mengetahui apa yang dilakukan organisasi zakat secara keseluruhan; Strategi Manajemen Organisasi Dilcna dan Zalrit 97 organisasi zakat yang lebih representatif dan lengkap untuk memuat lebih banyak informasi), dan (4) menerapkan proses komunikasi secara tepat dan teratur, seperti komunikasi mingguan dan komunikasi bulanan; (5) menjalin kerjasama dengan media massa baik koran lokal maupun nasional, RRI, TVRI dan TV swasta.
Pengetahuan dan pemahaman zakat yang dimiliki muzakki akan mampu membentuk realitas sosial (socially construct), ya; Realitanya sarat dengan nilai-nilai sosial dan kecintaan terhadap sesama melalui kesadaran akan kewajiban zakat. Pendistribusian zakat secara menyeluruh kepada masyarakat luas menjadi dasar bagi proses berbagi ilmu dan. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan dalam melaksanakan fungsi manajemen dalam organisasi zakat adalah membenahi dan menyiapkan sumber daya manusia.
Menurut pengalaman Sudewo (2006), kegagalan pengelola organisasi zakat dalam menjalankan peran dan fungsi organisasi antara lain karena ketidakmampuan pengurus organisasi zakat untuk memahami dan mendekati muzakki yang berbeda karakter. Zakat yang seharusnya memiliki fungsi yang luas dalam segala dimensi kehidupan dipandang sebagai bantuan sosial. Demikian pula dalam menjalankan fungsi dan peran penghimpunan dana zakat, organisasi zakat membutuhkan komunikasi yang efektif dan tepat sasaran.
Bagi muzakki, penyembunyian informasi tentang keberadaan BAZ sebagai organisasi zakat merupakan kendala bagi muzakki untuk mengeluarkan zakat.
FAKTOR PENGGERAK DINAMlKA ORGANISASI ZAKAT
Soenarko (200Q 121) mengemukakan beberapa faktor yang mendukung keberhasilan implementasi kebijakan, yaitu:. 1) persetujuan, dukungan dan kepercayaan masyarakat; (2). Uraian berikut, selain dukungan teori yang telah dikemukakan di atas, akan membahas dan menganalisis beberapa faktor yang mendukung kelancaran proses pengelolaan zakat di BAZ Jawa Timur sebagaimana dikemukakan sebelumnya. Faktor yang dimaksud adalah faktor politik, dukungan masyarakat yang positif, keikhlasan serta sarana dan prasarana yang memadai.
Kedua, keputusan Menteri Agama RI No. 581 Tahun 1999 tentang UU No. 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. Sebagai wujud dan tanggapan atas kebijakan dari atas (lop), Gubernur Jawa Timur mengeluarkan Surat Keputusan No. yang membimbing: (1) pimpinan Instansi Pemerintah Swasta; (2) Kepala TNI dan POLRI; (3) kepala BLIMN; (4) Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur membentuk Unit Penghimpunan Zakat (UPZ) di unit kerjanya masing-masing. Selain itu, Gubernur Jawa Timur menanggapi kebijakan top down (FOP) berupa instruksi kepada pegawai non PNS dan TNI setiap orang/bulan sesuai dengan rangking tingkatan grade yang ada, dengan nilai minimal untuk grade terendah. menjadi Rp.
Sedangkan sisa dana 257” dikelola untuk kebutuhan masing-masing UPZ di unit kerjanya masing-masing. Dinamika organisasi pelaksana Zakat 109 yang masing-masing memiliki gambaran yang berbeda. Panwaslu bertugas untuk: (1) melakukan pengawasan Tugas Administrasi Badan Pelaksana 2) Melakukan pengawasan teknis terhadap pengumpulan, penggunaan, dan penelitian serta pengembangan pengelolaan Zakat.
Model kebijakan pembentukan lembaga BAZ dan Satuannya serta penataan (dari pusat ke daerah) di atas, menurut analisis para ilmuwan, dapat banyak berubah jika didukung setidaknya oleh tiga hal.
Aktor-aktor perorangan di luar badan-badan pemerintahan kepada siapa program itu ditulukan yakni
Koordinasi sumber daya dan berbagai macam pengeluaran lembaga yang terkait dengan upaya
Mengutip Imam al-Jashash dalam bukunya Tafsir Ahkamul Qur'an III/155, Sheikhul Hadi Permono (1995, 5) menulis bahwa orang yang wajib membayar zakat tidak boleh menyalurkan zakatnya sendiri. Sieikhul Hadi Permono (1991 5) mengutip Al-Hafizh Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa imam (khalifah/pemerintah) adalah orang yang melakukan pengumpulan dan pendistribusian zakat, baik secara langsung maupun melalui wakil-wakilnya. Sebaliknya, jika seseorang tidak menunaikan zakat tetapi tetap meyakini kewajibannya dalam agama4, maka zakat akan diambil secara paksa oleh pemerintah, seperti yang dilakukan oleh Khalifah Abu Bakar ketika berperang melawan sekelompok orang yang menolak membayar zakat. (Zallum, 1983: 189).
Muallaf: Orang kafir yang berharap untuk masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang masih lemah imannya. Sekiranya perdamaian dicari, perbuatan sedemikian boleh disamakan dengan kelewatan yang disengajakan dalam pembayaran balik hutang oleh orang yang mampu. Rasulullah SAW menggambarkan perbuatan orang ini dalam sabdanya, "matlal-ghaniyyi zulmun", melengahkan orang yang mampu adalah kezaliman.
Rasa muak Muzakki meledak saat mustahik datang mengemis. Dana zakat yang terkumpul dengan rapi dan profesional akan menjadi potensi dana pembangunan yang besar. Jelas orang yang tidak memiliki rasa cinta tidak akan rela mencintai apapun, termasuk menjadi amil yang tugasnya mengumpulkan dana ZIS.
Jadi, menurut Imam Santoso (2006, 77), orang yang berjiwa keikhlasan tentu memiliki fenomena dan ciri-ciri yang terlihat oleh manusia4.
DAFTAR PUSTAKA
UNMUH
Saat ini penulis menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Palangka Raya. Selain menjadi pengajar di mata kuliah Ekonomi Syari'ah STAIN Palangkaraya, ia juga menjadi pengajar di Manaiemer! Program Magister Sains. Penulis juga aktif meneliti dan menulis untuk berbagai majalah kampus Karyanya berupa buku: Bcnk Syai'ah: Masalah dari Petkembaagan di HDotesia, Yogyakarta, 2005;.
Aspek Hukum di Muamalat, Yogyakarta, 2oo6; Prinsip Ekonomi Islam, Yogyakarta, 2007) Institut Ekonomi Syari'th, Yogyakarta, 2007; Al Islam, Setara Press, Malan& 2008; Paradigma, Metodologi dan Penerapan Ekonomi Syai'ah, Yogyakarta, 2008. Kedatangan Islam di Bumi Tambun Bungai, Penerbit Comdes Kalimantan Ban armasin - 2005. @uku), Interaksi Sosial Elit Keagamaan dalam Pluralisme Agama, Penerbit Global House Bandung - 2009.